cover
Contact Name
Muhammad Taufik Daniel Hasibuan
Contact Email
aniel.jibril@gmail.com
Phone
+6285261253834
Journal Mail Official
indonesiantrusthealthjournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kapten Batu Sihombing, Desa Medan Estate, Kec. Percut Sei Tuan, Kab. Deli Serdang, Prov. Sumatera Utara, 20371
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Indonesian Trust Health Journal
ISSN : 26205564     EISSN : 26551292     DOI : 10.37104
Core Subject : Health,
Indonesian Trust Health Journal (E-ISSN: 2655-1292, P-ISSN: 2620-5564, Prefix Doi 10.37104 By Crossref) adalah Jurnal dalam bidang ilmu kesehatan yang memuat hasil penelitian atau kajian pustaka dan diharapkan menjadi wadah berbagi ilmu pengetahuan, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. ITHJ merupakan jurnal yang diharapkan dapat memberikan manfaat kepada Dosen, Peneliti dan Petugas Kesehatan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan serta memberikan keinginan yang kuat untuk pengembangan ilmu pengetahuan secara terus-menerus. Terbitan jurnal ini diharapkan menjadi wadah berbagi ilmu pengetahuan bagi petugas kesehatan sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan pelayanan kesehatan yang dapat memberikan manfaat kepada masyarakat.
Articles 163 Documents
PARENTAL BONDING DENGAN PERILAKU SEKSUAL PADA REMAJA Mardhiah Mardhiah; Lilis Pujiati; Icceng Sidabutar; Verany Melinda Purba; Nazira Addini Batubara; Hotnida Br Sitorus
Indonesian Trust Health Journal Vol 9 No 1 (2026): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v9i1.499

Abstract

Parental bonding plays a crucial role in shaping adolescent behavior, including the regulation of sexual behavior. The emotional connection established between parents and adolescentscharacterized by attention, affection, and balanced supervision can serve as a protective factor against risky sexual behavior. Conversely, suboptimal parental bonding can increase adolescents' vulnerability to environmental influences and urges to engage in sexual behaviors that deviate from social norms. This study aimed to examine the relationship between parental bonding and adolescent sexual behavior at SMA Panca Budi Medan. This study employed a quantitative research method with a descriptive-correlational design and a cross-sectional approach. The study population consisted of 675 students; sample size determination using G*Power with an effect size of 0.3, an alpha error probability of 0.05, and a power of 0.85 resulted in a sample of 75 respondents. Research instruments included questionnaires assessing parental bonding and adolescent sexual behavior. Spearman’s rho correlation was used for statistical analysis. Bivariate analysis results indicated a significant relationship between parental bonding and adolescent sexual behavior, with a p-value of 0.006 (<0.05) and a correlation coefficient of r = -0.317. The relationship was negative, indicating that better parental bonding is associated with lower levels of risky sexual behavior among adolescents. Thus, it can be concluded that there is a significant relationship between parental bonding and adolescent sexual behavior at SMA Panca Budi Medan. The findings of this study are expected to serve as a basis for parents, schools, and healthcare professionals to enhance the family's role—through attention, communication, and balanced supervision as a means of preventing risky sexual behavior among adolescents. Abstrak Parental Bonding memiliki peran penting dalam membentuk perilaku remaja, termasuk dalam pengendalian perilaku seksual. Hubungan emosional yang terjalin antara orang tua dan remaja melalui perhatian, kasih sayang, serta pengawasan yang seimbang dapat menjadi faktor protektif terhadap perilaku seksual berisiko. Sebaliknya, Parental Bonding yang kurang optimal dapat meningkatkan kerentanan remaja terhadap pengaruh lingkungan dan dorongan perilaku seksual yang tidak sesuai norma. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Parental Bonding dengan perilaku seksual remaja di SMA Panca Budi Medan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi melalui pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 675 siswa dengan penentuan sampel menggunakan G Power dengan effect size sebesar 0,3, alpha error probability sebesar 0,05 dan power sebesar 0,85 sehingga diperoleh sampel sebanyak 75 responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner Parental Bonding dan perilaku seksual remaja. Uji statistik yang digunakan adalah uji korelasi Spearman’s rho. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara Parental Bonding dengan perilaku seksual remaja, dengan nilai p-value sebesar 0,006 (<0,05) dan koefisien korelasi r = -0,317. Arah hubungan bersifat negatif, yang menunjukkan bahwa semakin baik Parental Bonding orang tua, maka semakin rendah perilaku seksual berisiko pada remaja. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Parental Bonding dengan perilaku seksual remaja di SMA Panca Budi Medan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi orang tua, sekolah, dan tenaga kesehatan dalam meningkatkan peran keluarga melalui perhatian, komunikasi, dan pengawasan yang seimbang sebagai upaya pencegahan perilaku seksual berisiko pada remaja.
PENGARUH MOBILISASI PROGRESIF LEVEL 1 TERHADAP SATURASI OKSIGEN PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIK Zulfahri Lubis; Sukma Yunita; Masdalifa Pasaribu; Sakti Perdana Siregar; Rizki Noviyanty Harahap
Indonesian Trust Health Journal Vol 9 No 1 (2026): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v9i1.500

Abstract

A frequent comorbidity in patients with Chronic Obstructive Pulmonary Disease is decreased oxygen saturation and significantly impacts the patient's quality of life, frequency of exacerbations, and survival. Comorbidities in COPD are thought to accelerate the natural course of the disease. This study aims to analyze the Effect of Level I Progressive Mobilization on Oxygen Saturation in Patients with Chronic Obstructive Pulmonary Disease. The type of research conducted is a Pre-experiment Design with a One Group Pretest-posttest design approach, the population in this study were patients with chronic obstructive pulmonary disease with a sample size of 25 people. Data analysis used is the Wilcoxon Test. The results of the study showed that Oxygen Saturation in COPD Patients before Level 1 Progressive Mobilization Therapy was the majority severe and after Therapy was carried out the majority was in the mild range, there was an effect of the Level I Progressive Mobilization therapy method on Oxygen saturation in COPD patients with P Value (0.000 <0.05). It is hoped that this research will enable nurses to implement level 1 progressive mobilization in patients with chronic obstructive pulmonary disease who experience decreased oxygen saturation. Abstrak Salah satu komorbiditas sering terjadi pada pasien dengan penyakit paru obstruktidf kronik adalah penurunan saturasi oksigen dan secara signifikan sangat berdampak pada kualitas hidup pasien, frekuensi eksaserbasi, dan kelangsungan hidup. Komorbid pada PPOK diduga dapat mempercepat perjalanan alami penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh mobilisasi progresif level 1 terhadap saturasi oksigen pada pasien penyakit paru obstruksi kronik. Jenis penelitian yang dilakukan adalah preeksperiment design dengan pendekatan one group pretes-postes design, populasi dalam penelitian ini adalah pasien penyakit paru obstruktif kronik dengan jumlah sampel sebanyak 25 orang. Analisis data yang digunakan yaitu uji wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan bahwa saturasi oksigen pada pasien PPOK sebelum dilakukan terapi mobilisasi progresif level 1 adalah mayoritas berat dan sesudah dilakukan terapi adalah mayoritas berada pada rentang ringan, terdapat pengaruh metode terapi Mobilisasi progresif level I terhadap saturasi Oksigen Pada pasien PPOK dengan P Value (0.000<0.05). Diharapkan dengan adanya penelitian ini perawat mampu menerapkan tindakan mobilisasi progresif level 1 pada pasien dengan penyakit paru obstruktif kronik yang mengalami penurunan saturasi oksigen.
ANALISIS PENGALAMAN PERAWAT IPCN DALAM PELAKSANAAN PROGRAM PPI DI RSU VITA INSANI PEMATANG SIANTAR Era Zana Nisa; Yanty Gurning; Dina Aryanti; Fitri Yanti Bangun
Indonesian Trust Health Journal Vol 9 No 1 (2026): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v9i1.506

Abstract

The prevention and control of nosocomial infections is a program that encompasses the planning, implementation, supervision, and guidance aimed at reducing the incidence of nosocomial infections in hospitals. The responsibility for this task lies with the hospital Infection Prevention and Control Nursing(IPCN) committee, established by the hospital director. This study utilized a qualitative method with a descriptive phenomenological design, employing independent interview techniques. The objective was to explain the fundamental concepts of the phenomenal experiences of Infection Prevention and Control Nurses (IPCN) in implementing the IPC program at Vita Insani General Hospital, Pematang Siantar. The population in this study consisted of IPCN, with samples selected using a purposive sampling technique, involving a total of 5 participants. Data collection instruments included a voice recorder, interview guides, and field notes. Data were analyzed using NVivo version 12.0 trial. The results of this study identified four main themes: the optimal implementation of the IPCN program, receiving support in the IPCN program, experiencing obstacles, and expectations in the implementation of the IPCN program. The first theme, the IPCN program, included categories of employee health, isolation precautions, bundle implementation, education and training, rational antibiotic use, and surveillance. The second theme, management support, consisted of the category of support in the implementation of the IPCN program. The third theme, addressing substandard behaviors, involved categories originating from physicians, patients, and staff nurses. The fourth theme, expectations of the IPCN, included categories where everyone cares about IPCN, the IPCN program runs effectively, all hospital staff at Vita Insani implement IPCN, and all residents and visitors at Vita Insani can adhere to IPCN. It is recommended to further develop nursing research, where the data found in this study can be utilized as valuable input for future investigations. Abstrak Pencegahan pengendalian infeksi nosokomial adalah program yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan serta pembinaan dalam upaya menurunkan angka kejadian infeksi nosokomial di rumah sakit dan yang bertanggung jawab terhadap tugas tersebut adalah komite/panitia pencegahan dan pengendalian infeksi rumah sakit yang di bentuk oleh kepala rumah sakit. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif dan menggunakan teknik Independeth Interview, dengan tujuan menjelaskan konsep yang mendasar dari suatu fenomena pengalaman perawat IPCN dalam pelaksanaan program PPI di RSU Vita Insani Pematang Siantar. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat IPCN dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah partisipan sebanyak 5 orang. Instrumen pengumpulan data menggunakan Voice Recorder, panduan wawancara dan catatan lapangan. Data dianalisis dengan Nvivo versi12.0 trial. Hasil penelitian ini didapatkan 4 tema yaitu penerapan program PPI sudah berjalan optimal, mendapatkan dukungan dalam program PPI, mengalami hambatan, dan memperoleh harapan dalam pelaksanaan program PPI. Tema pertama program PPI dengan kategori kesehatan karyawan, kewaspadaan isolasi, pelaksanaan bundles, pendidikan dan pelatihan, penggunaan antibiotik yang rasional, dan survailens. Tema kedua dukungan dari management dengan kategori dukungan dalam pelaksanaan program PPI..Tema ketiga mengubah perilaku buruk dengan kategori dari dokter, dari pasien, dari perawat pelaksana. Tema keempat harapan dari perawat IPCN dengan kategori semua orang care terhadap PPI, program PPI bisa berjalan dengan baik, semua pegawai di rumah sakit Vita Insani akan melaksanakan PPI, dan seluruh penghuni dan masyarakat yang ada di Vita Insani bisa menerpkan PPI..Saran dapat mengembangkan riset keperawatan dimana data yang di temukan dalam penelitian ini dapat di gunakan sebagai masukan untuk penelitian selanjutnya.