cover
Contact Name
Muhammad Taufik Daniel Hasibuan
Contact Email
aniel.jibril@gmail.com
Phone
+6285261253834
Journal Mail Official
indonesiantrusthealthjournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kapten Batu Sihombing, Desa Medan Estate, Kec. Percut Sei Tuan, Kab. Deli Serdang, Prov. Sumatera Utara, 20371
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Indonesian Trust Health Journal
ISSN : 26205564     EISSN : 26551292     DOI : 10.37104
Core Subject : Health,
Indonesian Trust Health Journal (E-ISSN: 2655-1292, P-ISSN: 2620-5564, Prefix Doi 10.37104 By Crossref) adalah Jurnal dalam bidang ilmu kesehatan yang memuat hasil penelitian atau kajian pustaka dan diharapkan menjadi wadah berbagi ilmu pengetahuan, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. ITHJ merupakan jurnal yang diharapkan dapat memberikan manfaat kepada Dosen, Peneliti dan Petugas Kesehatan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan serta memberikan keinginan yang kuat untuk pengembangan ilmu pengetahuan secara terus-menerus. Terbitan jurnal ini diharapkan menjadi wadah berbagi ilmu pengetahuan bagi petugas kesehatan sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan pelayanan kesehatan yang dapat memberikan manfaat kepada masyarakat.
Articles 156 Documents
PENGARUH SENAM YOGA TERHADAP INTENSITAS DISMENORE PADA REMAJA PUTRI Rauda, Rauda; Harahap, Novy Ramini; Aisyah, Siti; Putri, Ade Ilma Ilham
Indonesian Trust Health Journal Vol 8 No 2 (2025): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v8i2.403

Abstract

Dysmenorrhea is characterized by lower abdominal pain that occurs before or during menstruation. It is one of the most frequent gynecological complaints among adolescents and often disrupts their daily activities, including school attendance and productivity. Non-pharmacological interventions, such as yoga exercise, have gained increasing attention as complementary approaches for managing menstrual pain. Yoga is believed to promote relaxation of the endometrial and pelvic muscles and stimulate the release of endogenous analgesic substances, including endorphins and enkephalins, thereby reducing dysmenorrheic symptoms. This study employed a quasi-experimental design using a pretest–posttest approach with a non-equivalent control group. The sample was divided into two groups: an intervention group and a control group. The intervention consisted of yoga exercises performed for three consecutive days. Dysmenorrhea intensity was measured using the Wong–Baker Faces Pain Rating Scale. Data analysis was conducted using the Wilcoxon test and the Mann–Whitney test due to the non-normal distribution of the data. A significant decrease in pain intensity was observed in the intervention group following the yoga exercise program (p = 0.004). The control group also showed a statistically significant change (p = 0.006), although the reduction was not as substantial. Comparative analysis between the two groups indicated a significant difference in pain reduction (p = 0.015), demonstrating the stronger influence of the yoga intervention compared to no intervention.Discussion:The findings suggest that yoga exercise is effective in reducing dysmenorrhea intensity among adolescent girls. The physiological mechanism behind this improvement may be attributed to muscle relaxation, enhanced blood circulation, and the increased release of endogenous opioid peptides such as endorphins and enkephalins. These mechanisms collectively contribute to the reduction of menstrual pain. The results align with existing literature supporting yoga as a beneficial non-pharmacological approach for menstrual discomfort. This study concludes that yoga exercise has a significant positive effect on reducing dysmenorrhea intensity in adolescent girls. Yoga may be considered a practical, accessible, and safe complementary therapy for managing menstrual pain among adolescents. Abstrak Dismenore adalah kondisi nyeri pada perut bagian bawah yang muncul sebelum atau selama periode menstruasi. Dismenore keluhan yang sering dialami remaja sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. senam yoga merupakan salah satu metode non-farmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi dismenore. Senam Yoga dapat merelaksasi otot – otot endometrium dan dapat merangsang tubuh untuk melepaskan senyawa penghambat disminore seperti endorphin dan enkefalin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam yoga terhadap intensitas dismenore pada remaja putri. Desain penelitian ini menggunakan Quasi experiment menggunakan pendekatan pretest-posttest with non-equivalent control group. Sampel pada penelitian ini dibagi 2 yaitu kelompok intervensi dan kontrol. Senam yoga dilakukan selama 3 hari berturut-turut. Pengukuran intensitas dismenore menggunakan Wong-Baker Faces Pain Rating Scale. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney karena data tidak terdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri yang signifikan pada kelompok intervensi (p=0,004), sedangkan pada kelompok kontrol diperoleh nilai (p=0,006). Dengan Hasil uji beda menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol (p=0,015). Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat pengaruh signifikan senam yoga terhadap penurunan intensitas dismenore pada remaja putri.
PENERAPAN TERAPI SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN PASIEN KEDARURATAN DI RUANG GAWAT DARURAT Pujiati, Lilis; Br Siregar, Sri Dewi; Nisa, Era Zana; Damanik, Dady Hidayah
Indonesian Trust Health Journal Vol 8 No 2 (2025): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v8i2.421

Abstract

The condition of patient admission to the Emergency Room due to urgent medical conditions often triggers feelings of anxiety in patients. Anxiety can increase stress and have a negative impact on patients' physical and emotional conditions. One approach that can be used to reduce anxiety in emergency patients is the Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). The purpose of this study was to determine the effect of implementing SEFT therapy on reducing anxiety in emergency patients. This research used a pre-experimental design with one group pretest–posttest. The study was conducted at Sundari General Hospital Medan with a population of 250 emergency patients. Using the G*Power application, a sample of 30 respondents was selected. Data analysis was carried out using the Paired Sample T-Test with a significance level of α = 0.05. The results showed that before SEFT therapy, most emergency patients experienced severe anxiety (56.7%) with a mean score of 29.93 ± 6.938. After therapy, most patients experienced mild anxiety (43.3%) with a mean score of 17.67 ± 5.365. Statistical tests showed a significant effect of SEFT therapy on reducing anxiety levels, with a p-value of 0.000 (< 0.05) and t-count 25.217 greater than t-table 1.699. Conclusion: SEFT therapy effectively reduces anxiety levels in emergency patients. Nurses are encouraged to integrate SEFT therapy into holistic care approaches for emergency patients. Abstrak Keadaan masuknya pasien ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) akibat kondisi medis yang mendesak sering menimbulkan kecemasan pada pasien. Kecemasan dapat meningkatkan stres dan berdampak negatif terhadap kondisi fisik maupun emosional pasien. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk menurunkan kecemasan pasien kedaruratan adalah terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan terapi SEFT terhadap penurunan kecemasan pasien kedaruratan. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan model one group pretest–posttest. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Umum Sundari Medan dengan populasi 250 pasien kedaruratan. Dengan aplikasi G*Power, diperoleh sampel sebanyak 30 responden. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired Sample T-Test dengan tingkat signifikansi α = 0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum terapi SEFT, sebagian besar pasien mengalami kecemasan berat (56,7%) dengan rata-rata skor 29,93 ± 6,938. Setelah terapi, sebagian besar responden mengalami kecemasan ringan (43,3%) dengan rata-rata skor 17,67 ± 5,365. Hasil uji statistik menunjukkan adanya pengaruh signifikan terapi SEFT terhadap penurunan kecemasan dengan p-value 0,000 (< 0,05) dan t-hitung 25,217 lebih besar dari t-tabel 1,699. Kesimpulannya Terapi SEFT efektif dalam menurunkan kecemasan pasien kedaruratan. Disarankan kepada perawat untuk mengintegrasikan terapi SEFT sebagai bagian dari pendekatan holistik dalam pelayanan keperawatan pasien gawat darurat.
HUBUNGAN TINGKAT STRESS DENGAN KEPATUHAN KEMOTERAPI PADA PASIEN KANKER PAYUDARA Simamora, Christina Mawar Veronika; Hasibuan, Muhammad Taufik Daniel
Indonesian Trust Health Journal Vol 8 No 2 (2025): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v8i2.441

Abstract

Breast cancer is one of the most common cancers in women and requires chemotherapy as the primary treatment. The long-term chemotherapy process and its side effects can cause psychological stress. This study aims to determine the relationship between stress levels and chemotherapy adherence in breast cancer patients. This study used a quantitative method with a cross-sectional design. The sample in this study was 73 respondents selected using a purposive sampling technique. The results of data analysis in this study using the Pearson correlation test showed a relationship between stress levels and chemotherapy adherence in breast cancer patients with a p-value <0.05. It is recommended that hospitals integrate regular mental health screening services for all patients undergoing chemotherapy. This is important so that medical personnel can provide early stress management interventions through coping education and psychosocial support to maintain patient treatment adherence. Abstrak Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker dengan angka kejadian paling tinggi pada perempuan dan memerlukan kemoterapi sebagai terapi utama. Proses kemoterapi yang berlangsung lama, serta efek samping yang ditimbulkan dapat menyebabkan stres psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan kepatuhan kemoterapi pada pasien kanker payudara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 73 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Hasil analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji korelasi Pearson menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat stres dan kepatuhan kemoterapi pada pasien kanker payudara dengan nilai p-value < 0,05. Direkomendasikan bagi pihak rumah sakit untuk mengintegrasikan layanan skrining kesehatan mental secara berkala bagi setiap pasien yang menjalani kemoterapi. Hal ini penting agar tenaga medis dapat memberikan intervensi manajemen stres dini melalui edukasi koping dan dukungan psikososial guna menjaga kepatuhan pengobatan pasien.
HUBUNGAN PERAN PERAWAT DALAM MEMBERIKAN ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN KESEMBUHAN LUKA GANGREN Siregar, Evi Sahfitri; Situmorang, Helfrida; Nainggolan, Elfrida; Sari Hasibuan, Desi Lianti
Indonesian Trust Health Journal Vol 8 No 2 (2025): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v8i2.408

Abstract

The contemporary nurse do the functions in relation on various role of care giver, making clinical decision and ethics, protecting and advocating for clients, case managers, rehabilitating, comfort makers, communicators and educators. Gangrene is a process of injury or marked by the presence of dead tissue or necrosis, but microbiologically is the process of necrosis caused by infection.The purpose of this study was to determine thr relationship of the role of nurses in providing nursing care for patients with healing of gangren injuries. This study is a type of analytical research, with a cross sectional design. The population is all nurses in the hospital mitra medika. The number of samples are 20 respondents. The sampling technique in this study was total sampling. The data collection method used is a questionnaire using Likert scale consisting of 30 questions. Correlation test using Chi Square. The results showed a comparison between the role of nurses in providing nursing care for patients with gangrenous wounds obtained by the coefficient r = 0.569 with significance or p = 0.009 that the role of nurses in providing nursing care related to healing gangrene wounds in the inpatient ward. Conclusions from the study prove that there is a positive relationship between the role of nurses and gangrenous wounds, where the role of nurses is related to the healing process of gangrenous wounds Abstrak Perawat kontemporer menjalankan fungsi dalam kaitannya dalam berbagai peran pemberi perawatan, pembuatan keputusan klinik dan etika, pelindung dan advokat bagi klien, menejer kasus, rehabilitator, pembuat kenyamanan, komunikator dan pendidik. Gangren adalah proses luka atau keadaan yang ditandai adanya jaringan mati atau nekrosis, namun secara mikrobiologis adalah proses nekrosis yang disebabkan oleh infeksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan peran perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pasien dengan kesembuhan luka ganggren. Penelitian ini merupakan penelitian jenis analitik, dengan desain cross sectional. Populasi adalah seluruh perawat di rs mitra medika. Jumlah sampel adalah 20 responden. Teknik dalam pengambilan sempel dalam penelitian ini adalah total sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dengan menggunakan skala likert terdiri dari 30 pertanyaan. Uji korelasi menggunakan Chi Square. Hasil penelitian menunjukan korelasi antara peran perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pasien dengan luka gangren diperoleh koefisien r = 0,569 dengan signifikansi atau p= 0,009 artinya bahwa peran perawat dalam memberikan asuhan keperawatan berhubungan dengan kesembuhan luka gangren di ruang rawat inap. Simpulan dari penelitian ini membuktikan bahwa terdapat hubungan positif antara peran perawat dengan luka gangren, dimana peran perawat berhubungan dengan proses kesembuhan luka gangren.
UJI KOMPARATIF PENINGKATAN KUALITAS TIDUR LANSIA DENGAN MENGGUNAKAN RENDAM KAKI AIR HANGAT DAN RENDAM KAKI AIR GARAM HANGAT Hura, Arlitus; Wahyu, Afnijar; Br Sagala, Lam Murni
Indonesian Trust Health Journal Vol 9 No 1 (2026): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v9i1.449

Abstract

Elderly people often experience sleep disorders which impact their quality of life. One non-pharmacological intervention that can be used is warm water foot soak therapy and warm salt water foot soak therapy. However, the effectiveness of these two methods still needs to be studied further. This study aims to compare the effectiveness of warm water foot soaks and warm salt water foot soaks in improving the sleep quality of the elderly. This research uses a Qusi experimental design with a pretest-posttest design. The research sample involved 30 elderly people. Respondents consisted of elderly people who met the inclusion criteria and were divided into two intervention groups. Data were collected using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire and analyzed using the t-test and MANOVA test. The results showed that there was an improvement in sleep quality in both groups after the intervention, with a significant difference between the warm water foot soak group and the warm salt water foot soak group (p < 0.05). The warm water foot soak group showed better improvement in sleep quality compared to the warm salt water foot soak group. Warm water foot soaks are more effective in improving the sleep quality of the elderly compared to warm salt water foot soaks. This intervention can be recommended as a non-pharmacological strategy to treat sleep disorders in the elderly. Abstrak Lansia sering mengalami gangguan tidur yang berdampak pada kualitas hidup mereka. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat digunakan adalah terapi rendam kaki air hangat dan rendam kaki air garam hangat. Namun, efektivitas kedua metode ini masih perlu dikaji lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas rendam kaki air hangat dan rendam kaki air garam hangat dalam meningkatkan kualitas tidur lansia. Penelitian ini menggunakan desain Quasi eksperimen dengan rancangan pretest-posttest. Sampel penelitian melibatkan 30 lansia. Responden terdiri dari lansia yang memenuhi kriteria inklusi dan dibagi menjadi dua kelompok intervensi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan dianalisis dengan uji t-test serta uji MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kualitas tidur pada kedua kelompok setelah intervensi, dengan perbedaan signifikan antara kelompok rendam kaki air hangat dan kelompok rendam kaki air garam hangat (p < 0,05). Kelompok rendam kaki air hangat menunjukkan peningkatan kualitas tidur yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok rendam kaki air garam hangat. Rendam kaki air hangat lebih efektif dalam meningkatkan kualitas tidur lansia dibandingkan dengan rendam kaki air garam hangat. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai salah satu strategi non-farmakologis untuk mengatasi gangguan tidur pada lansia.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN TABLET TAMBAH DARAH PADA REMAJA PUTRI Nizan Mauyah; Burdah Burdah; Subki Subki; Nopi Suci Pertiwi
Indonesian Trust Health Journal Vol 9 No 1 (2026): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v9i1.450

Abstract

Family support can play a significant role in the consumption of iron supplements. Female adolescents who receive positive family support tend to have easier access and greater encouragement to consume iron supplements regularly. This study was conducted to determine the factors influencing the use of iron supplements among female adolescents at SMAN 16 Banda Aceh. The research design is a quantitative study using an analytical method with a cross-sectional approach. The population and sample consisted of 49 female adolescents (aged 12 to 24 years). Data analysis was performed univariately and bivariately; the univariate analysis generally produced the distribution and percentage of each variable. Based on the research conducted, it can be concluded that there is a significant relationship between family support and the regularity of iron supplements consumption (p-value = 0.008 (p-value <0.05)). There is a significant relationship between knowledge and the regularity of iron supplements consumption (p-value = 0.001 (p-value <0.05)). There is a significant relationship between information sources and the regularity of iron supplements consumption (p-value = 0.001 (p-value <0.05). Dukungan keluarga dapat memainkan peran yang signifikan terhadap penggunaan tablet tambah darah. Remaja putri yang mendapatkan dukungan keluarga yang positif cenderung memiliki akses yang lebih mudah dan dukungan yang lebih besar dalam mengonsumsi tablet tambah darah secara teratur. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan tablet tambah darah pada remaja putri di SMAN 16 Kota Banda Aceh. Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode analitik dengan desain crossectional, yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan tablet tambah darah pada remaja putri di SMAN 16 Kota Banda Aceh. Populasi dan sampel 49 orang remaja putri (usia 12 sampai dengan 24 tahun). Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat, yaitu dilakukan terhadap variabel dari hasil penelitian pada umumnya dalam analisis ini hanya menghasilkan distribusi dan persentase dari setiap variabel. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan keteraturan mengonsumsi tablet tambah darah p-value = 0,008 (p-value <0,05), ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan keteraturan mengonsumsi tablet tambah darah p-value = 0,001 (p-value <0,05), ada hubungan yang signifikan antara sumber informasi dengan keteraturan mengonsumsi tablet tambah darah p-value = 0,001 (p-value <0,05).