cover
Contact Name
Muhammad Taufik Daniel Hasibuan
Contact Email
aniel.jibril@gmail.com
Phone
+6285261253834
Journal Mail Official
indonesiantrusthealthjournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kapten Batu Sihombing, Desa Medan Estate, Kec. Percut Sei Tuan, Kab. Deli Serdang, Prov. Sumatera Utara, 20371
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Indonesian Trust Health Journal
ISSN : 26205564     EISSN : 26551292     DOI : 10.37104
Core Subject : Health,
Indonesian Trust Health Journal (E-ISSN: 2655-1292, P-ISSN: 2620-5564, Prefix Doi 10.37104 By Crossref) adalah Jurnal dalam bidang ilmu kesehatan yang memuat hasil penelitian atau kajian pustaka dan diharapkan menjadi wadah berbagi ilmu pengetahuan, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. ITHJ merupakan jurnal yang diharapkan dapat memberikan manfaat kepada Dosen, Peneliti dan Petugas Kesehatan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan serta memberikan keinginan yang kuat untuk pengembangan ilmu pengetahuan secara terus-menerus. Terbitan jurnal ini diharapkan menjadi wadah berbagi ilmu pengetahuan bagi petugas kesehatan sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan pelayanan kesehatan yang dapat memberikan manfaat kepada masyarakat.
Articles 163 Documents
PENGARUH SENAM YOGA TERHADAP INTENSITAS DISMENORE PADA REMAJA PUTRI Rauda, Rauda; Harahap, Novy Ramini; Aisyah, Siti; Putri, Ade Ilma Ilham
Indonesian Trust Health Journal Vol 8 No 2 (2025): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v8i2.403

Abstract

Dysmenorrhea is characterized by lower abdominal pain that occurs before or during menstruation. It is one of the most frequent gynecological complaints among adolescents and often disrupts their daily activities, including school attendance and productivity. Non-pharmacological interventions, such as yoga exercise, have gained increasing attention as complementary approaches for managing menstrual pain. Yoga is believed to promote relaxation of the endometrial and pelvic muscles and stimulate the release of endogenous analgesic substances, including endorphins and enkephalins, thereby reducing dysmenorrheic symptoms. This study employed a quasi-experimental design using a pretest–posttest approach with a non-equivalent control group. The sample was divided into two groups: an intervention group and a control group. The intervention consisted of yoga exercises performed for three consecutive days. Dysmenorrhea intensity was measured using the Wong–Baker Faces Pain Rating Scale. Data analysis was conducted using the Wilcoxon test and the Mann–Whitney test due to the non-normal distribution of the data. A significant decrease in pain intensity was observed in the intervention group following the yoga exercise program (p = 0.004). The control group also showed a statistically significant change (p = 0.006), although the reduction was not as substantial. Comparative analysis between the two groups indicated a significant difference in pain reduction (p = 0.015), demonstrating the stronger influence of the yoga intervention compared to no intervention.Discussion:The findings suggest that yoga exercise is effective in reducing dysmenorrhea intensity among adolescent girls. The physiological mechanism behind this improvement may be attributed to muscle relaxation, enhanced blood circulation, and the increased release of endogenous opioid peptides such as endorphins and enkephalins. These mechanisms collectively contribute to the reduction of menstrual pain. The results align with existing literature supporting yoga as a beneficial non-pharmacological approach for menstrual discomfort. This study concludes that yoga exercise has a significant positive effect on reducing dysmenorrhea intensity in adolescent girls. Yoga may be considered a practical, accessible, and safe complementary therapy for managing menstrual pain among adolescents. Abstrak Dismenore adalah kondisi nyeri pada perut bagian bawah yang muncul sebelum atau selama periode menstruasi. Dismenore keluhan yang sering dialami remaja sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. senam yoga merupakan salah satu metode non-farmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi dismenore. Senam Yoga dapat merelaksasi otot – otot endometrium dan dapat merangsang tubuh untuk melepaskan senyawa penghambat disminore seperti endorphin dan enkefalin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam yoga terhadap intensitas dismenore pada remaja putri. Desain penelitian ini menggunakan Quasi experiment menggunakan pendekatan pretest-posttest with non-equivalent control group. Sampel pada penelitian ini dibagi 2 yaitu kelompok intervensi dan kontrol. Senam yoga dilakukan selama 3 hari berturut-turut. Pengukuran intensitas dismenore menggunakan Wong-Baker Faces Pain Rating Scale. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney karena data tidak terdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri yang signifikan pada kelompok intervensi (p=0,004), sedangkan pada kelompok kontrol diperoleh nilai (p=0,006). Dengan Hasil uji beda menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol (p=0,015). Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat pengaruh signifikan senam yoga terhadap penurunan intensitas dismenore pada remaja putri.
PENERAPAN TERAPI SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN PASIEN KEDARURATAN DI RUANG GAWAT DARURAT Lilis Pujiati; Sri Dewi Br Siregar; Era Zana Nisa; Dady Hidayah Damanik
Indonesian Trust Health Journal Vol 8 No 2 (2025): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v8i2.421

Abstract

The condition of patient admission to the Emergency Room due to urgent medical conditions often triggers feelings of anxiety in patients. Anxiety can increase stress and have a negative impact on patients' physical and emotional conditions. One approach that can be used to reduce anxiety in emergency patients is the Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). The purpose of this study was to determine the effect of implementing SEFT therapy on reducing anxiety in emergency patients. This research used a pre-experimental design with one group pretest–posttest. The study was conducted at Sundari General Hospital Medan with a population of 250 emergency patients. Using the G*Power application, a sample of 30 respondents was selected. Data analysis was carried out using the Paired Sample T-Test with a significance level of α = 0.05. The results showed that before SEFT therapy, most emergency patients experienced severe anxiety (56.7%) with a mean score of 29.93 ± 6.938. After therapy, most patients experienced mild anxiety (43.3%) with a mean score of 17.67 ± 5.365. Statistical tests showed a significant effect of SEFT therapy on reducing anxiety levels, with a p-value of 0.000 (< 0.05) and t-count 25.217 greater than t-table 1.699. Conclusion: SEFT therapy effectively reduces anxiety levels in emergency patients. Nurses are encouraged to integrate SEFT therapy into holistic care approaches for emergency patients. Abstrak Keadaan masuknya pasien ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) akibat kondisi medis yang mendesak sering menimbulkan kecemasan pada pasien. Kecemasan dapat meningkatkan stres dan berdampak negatif terhadap kondisi fisik maupun emosional pasien. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk menurunkan kecemasan pasien kedaruratan adalah terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan terapi SEFT terhadap penurunan kecemasan pasien kedaruratan. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan model one group pretest–posttest. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Umum Sundari Medan dengan populasi 250 pasien kedaruratan. Dengan aplikasi G*Power, diperoleh sampel sebanyak 30 responden. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired Sample T-Test dengan tingkat signifikansi α = 0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum terapi SEFT, sebagian besar pasien mengalami kecemasan berat (56,7%) dengan rata-rata skor 29,93 ± 6,938. Setelah terapi, sebagian besar responden mengalami kecemasan ringan (43,3%) dengan rata-rata skor 17,67 ± 5,365. Hasil uji statistik menunjukkan adanya pengaruh signifikan terapi SEFT terhadap penurunan kecemasan dengan p-value 0,000 (< 0,05) dan t-hitung 25,217 lebih besar dari t-tabel 1,699. Kesimpulannya Terapi SEFT efektif dalam menurunkan kecemasan pasien kedaruratan. Disarankan kepada perawat untuk mengintegrasikan terapi SEFT sebagai bagian dari pendekatan holistik dalam pelayanan keperawatan pasien gawat darurat.
HUBUNGAN TINGKAT STRESS DENGAN KEPATUHAN KEMOTERAPI PADA PASIEN KANKER PAYUDARA Christina Mawar Veronika Simamora; Muhammad Taufik Daniel Hasibuan
Indonesian Trust Health Journal Vol 8 No 2 (2025): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v8i2.441

Abstract

Breast cancer is one of the most common cancers in women and requires chemotherapy as the primary treatment. The long-term chemotherapy process and its side effects can cause psychological stress. This study aims to determine the relationship between stress levels and chemotherapy adherence in breast cancer patients. This study used a quantitative method with a cross-sectional design. The sample in this study was 73 respondents selected using a purposive sampling technique. The results of data analysis in this study using the Pearson correlation test showed a relationship between stress levels and chemotherapy adherence in breast cancer patients with a p-value <0.05. It is recommended that hospitals integrate regular mental health screening services for all patients undergoing chemotherapy. This is important so that medical personnel can provide early stress management interventions through coping education and psychosocial support to maintain patient treatment adherence. Abstrak Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker dengan angka kejadian paling tinggi pada perempuan dan memerlukan kemoterapi sebagai terapi utama. Proses kemoterapi yang berlangsung lama, serta efek samping yang ditimbulkan dapat menyebabkan stres psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan kepatuhan kemoterapi pada pasien kanker payudara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 73 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Hasil analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji korelasi Pearson menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat stres dan kepatuhan kemoterapi pada pasien kanker payudara dengan nilai p-value < 0,05. Direkomendasikan bagi pihak rumah sakit untuk mengintegrasikan layanan skrining kesehatan mental secara berkala bagi setiap pasien yang menjalani kemoterapi. Hal ini penting agar tenaga medis dapat memberikan intervensi manajemen stres dini melalui edukasi koping dan dukungan psikososial guna menjaga kepatuhan pengobatan pasien.
HUBUNGAN PERAN PERAWAT DALAM MEMBERIKAN ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN KESEMBUHAN LUKA GANGREN Evi Sahfitri Siregar; Helfrida Situmorang; Elfrida Nainggolan; Desi Lianti Sari Hasibuan
Indonesian Trust Health Journal Vol 8 No 2 (2025): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v8i2.408

Abstract

The contemporary nurse do the functions in relation on various role of care giver, making clinical decision and ethics, protecting and advocating for clients, case managers, rehabilitating, comfort makers, communicators and educators. Gangrene is a process of injury or marked by the presence of dead tissue or necrosis, but microbiologically is the process of necrosis caused by infection.The purpose of this study was to determine thr relationship of the role of nurses in providing nursing care for patients with healing of gangren injuries. This study is a type of analytical research, with a cross sectional design. The population is all nurses in the hospital mitra medika. The number of samples are 20 respondents. The sampling technique in this study was total sampling. The data collection method used is a questionnaire using Likert scale consisting of 30 questions. Correlation test using Chi Square. The results showed a comparison between the role of nurses in providing nursing care for patients with gangrenous wounds obtained by the coefficient r = 0.569 with significance or p = 0.009 that the role of nurses in providing nursing care related to healing gangrene wounds in the inpatient ward. Conclusions from the study prove that there is a positive relationship between the role of nurses and gangrenous wounds, where the role of nurses is related to the healing process of gangrenous wounds Abstrak Perawat kontemporer menjalankan fungsi dalam kaitannya dalam berbagai peran pemberi perawatan, pembuatan keputusan klinik dan etika, pelindung dan advokat bagi klien, menejer kasus, rehabilitator, pembuat kenyamanan, komunikator dan pendidik. Gangren adalah proses luka atau keadaan yang ditandai adanya jaringan mati atau nekrosis, namun secara mikrobiologis adalah proses nekrosis yang disebabkan oleh infeksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan peran perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pasien dengan kesembuhan luka ganggren. Penelitian ini merupakan penelitian jenis analitik, dengan desain cross sectional. Populasi adalah seluruh perawat di rs mitra medika. Jumlah sampel adalah 20 responden. Teknik dalam pengambilan sempel dalam penelitian ini adalah total sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dengan menggunakan skala likert terdiri dari 30 pertanyaan. Uji korelasi menggunakan Chi Square. Hasil penelitian menunjukan korelasi antara peran perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pasien dengan luka gangren diperoleh koefisien r = 0,569 dengan signifikansi atau p= 0,009 artinya bahwa peran perawat dalam memberikan asuhan keperawatan berhubungan dengan kesembuhan luka gangren di ruang rawat inap. Simpulan dari penelitian ini membuktikan bahwa terdapat hubungan positif antara peran perawat dengan luka gangren, dimana peran perawat berhubungan dengan proses kesembuhan luka gangren.
UJI KOMPARATIF PENINGKATAN KUALITAS TIDUR LANSIA DENGAN MENGGUNAKAN RENDAM KAKI AIR HANGAT DAN RENDAM KAKI AIR GARAM HANGAT Arlitus Hura; Afnijar Wahyu; Lam Murni Br Sagala
Indonesian Trust Health Journal Vol 9 No 1 (2026): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v9i1.449

Abstract

Elderly people often experience sleep disorders which impact their quality of life. One non-pharmacological intervention that can be used is warm water foot soak therapy and warm salt water foot soak therapy. However, the effectiveness of these two methods still needs to be studied further. This study aims to compare the effectiveness of warm water foot soaks and warm salt water foot soaks in improving the sleep quality of the elderly. This research uses a Qusi experimental design with a pretest-posttest design. The research sample involved 30 elderly people. Respondents consisted of elderly people who met the inclusion criteria and were divided into two intervention groups. Data were collected using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire and analyzed using the t-test and MANOVA test. The results showed that there was an improvement in sleep quality in both groups after the intervention, with a significant difference between the warm water foot soak group and the warm salt water foot soak group (p < 0.05). The warm water foot soak group showed better improvement in sleep quality compared to the warm salt water foot soak group. Warm water foot soaks are more effective in improving the sleep quality of the elderly compared to warm salt water foot soaks. This intervention can be recommended as a non-pharmacological strategy to treat sleep disorders in the elderly. Abstrak Lansia sering mengalami gangguan tidur yang berdampak pada kualitas hidup mereka. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat digunakan adalah terapi rendam kaki air hangat dan rendam kaki air garam hangat. Namun, efektivitas kedua metode ini masih perlu dikaji lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas rendam kaki air hangat dan rendam kaki air garam hangat dalam meningkatkan kualitas tidur lansia. Penelitian ini menggunakan desain Quasi eksperimen dengan rancangan pretest-posttest. Sampel penelitian melibatkan 30 lansia. Responden terdiri dari lansia yang memenuhi kriteria inklusi dan dibagi menjadi dua kelompok intervensi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan dianalisis dengan uji t-test serta uji MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kualitas tidur pada kedua kelompok setelah intervensi, dengan perbedaan signifikan antara kelompok rendam kaki air hangat dan kelompok rendam kaki air garam hangat (p < 0,05). Kelompok rendam kaki air hangat menunjukkan peningkatan kualitas tidur yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok rendam kaki air garam hangat. Rendam kaki air hangat lebih efektif dalam meningkatkan kualitas tidur lansia dibandingkan dengan rendam kaki air garam hangat. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai salah satu strategi non-farmakologis untuk mengatasi gangguan tidur pada lansia.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN TABLET TAMBAH DARAH PADA REMAJA PUTRI Nizan Mauyah; Burdah Burdah; Subki Subki; Nopi Suci Pertiwi
Indonesian Trust Health Journal Vol 9 No 1 (2026): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v9i1.450

Abstract

Family support can play a significant role in the consumption of iron supplements. Female adolescents who receive positive family support tend to have easier access and greater encouragement to consume iron supplements regularly. This study was conducted to determine the factors influencing the use of iron supplements among female adolescents at SMAN 16 Banda Aceh. The research design is a quantitative study using an analytical method with a cross-sectional approach. The population and sample consisted of 49 female adolescents (aged 12 to 24 years). Data analysis was performed univariately and bivariately; the univariate analysis generally produced the distribution and percentage of each variable. Based on the research conducted, it can be concluded that there is a significant relationship between family support and the regularity of iron supplements consumption (p-value = 0.008 (p-value <0.05)). There is a significant relationship between knowledge and the regularity of iron supplements consumption (p-value = 0.001 (p-value <0.05)). There is a significant relationship between information sources and the regularity of iron supplements consumption (p-value = 0.001 (p-value <0.05). Dukungan keluarga dapat memainkan peran yang signifikan terhadap penggunaan tablet tambah darah. Remaja putri yang mendapatkan dukungan keluarga yang positif cenderung memiliki akses yang lebih mudah dan dukungan yang lebih besar dalam mengonsumsi tablet tambah darah secara teratur. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan tablet tambah darah pada remaja putri di SMAN 16 Kota Banda Aceh. Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode analitik dengan desain crossectional, yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan tablet tambah darah pada remaja putri di SMAN 16 Kota Banda Aceh. Populasi dan sampel 49 orang remaja putri (usia 12 sampai dengan 24 tahun). Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat, yaitu dilakukan terhadap variabel dari hasil penelitian pada umumnya dalam analisis ini hanya menghasilkan distribusi dan persentase dari setiap variabel. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan keteraturan mengonsumsi tablet tambah darah p-value = 0,008 (p-value <0,05), ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan keteraturan mengonsumsi tablet tambah darah p-value = 0,001 (p-value <0,05), ada hubungan yang signifikan antara sumber informasi dengan keteraturan mengonsumsi tablet tambah darah p-value = 0,001 (p-value <0,05).
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN PERAWATAN KAKI PADA PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BLANG MANGAT Ainil Yusra; Syahabuddin Hamid; Sulaiman Harun; Fitriani Agustina
Indonesian Trust Health Journal Vol 9 No 1 (2026): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v9i1.490

Abstract

Type 2 Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease that carries the risk of various complications, one of which is diabetic foot complications which can lead to ulcers and amputation. Foot care compliance is an important aspect in preventing these complications, but is still influenced by various internal and external factors, especially self-efficacy and family support. This study aims to determine the relationship between self-efficacy and family support on foot care adherence in patients with type 2 DM in the Blang Mangat Community Health Center (Puskesmas) working area, Lhokseumawe City. This study uses a quantitative design with a correlational analytical approach and a cross-sectional design with a sample of 72 respondents selected using a purposive sampling technique. Data were collected using a structured questionnaire that measured self-efficacy, family support, and foot care adherence. Data were analyzed univariately and bivariately using the Chi-Square test. The results showed that most respondents had good to excellent self-efficacy and family support. Bivariate analysis showed a significant relationship between self-efficacy and foot care adherence (p = 0.026) and a highly significant relationship between family support and foot care adherence (p = 0.000). Family support shows a higher relationship strength than self-efficacy. It can be concluded that foot care compliance in type 2 DM patients is influenced by a combination of internal factors in the form of self-efficacy and external factors in the form of family support. Abstrak Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit kronis yang berisiko menimbulkan berbagai komplikasi, salah satunya komplikasi kaki diabetik yang dapat berujung pada ulkus dan amputasi. Kepatuhan perawatan kaki menjadi aspek penting dalam pencegahan komplikasi tersebut, namun masih dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal, khususnya efikasi diri dan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efikasi diri dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan perawatan kaki pada penderita DM tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Blang Mangat Kota Lhokseumawe. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik korelasional dan rancangan cross-sectional dengan sampel berjumlah 72 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang mengukur efikasi diri, dukungan keluarga, dan kepatuhan perawatan kaki. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki efikasi diri dan dukungan keluarga yang baik hingga sangat baik. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara efikasi diri dengan kepatuhan perawatan kaki (p = 0,026) serta hubungan yang sangat signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan perawatan kaki (p = 0,000). Dukungan keluarga menunjukkan kekuatan hubungan yang lebih tinggi dibandingkan efikasi diri. Dapat disimpulkan bahwa kepatuhan perawatan kaki pada pasien DM tipe 2 dipengaruhi oleh kombinasi faktor internal berupa efikasi diri dan faktor eksternal berupa dukungan keluarga.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA REALIA TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL MAKANAN SEHAT PADA ANAK Dea Imelda Siregar; Dior Manta Tambunan
Indonesian Trust Health Journal Vol 9 No 1 (2026): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v9i1.451

Abstract

Many children still have limited ability to recognize and distinguish between healthy and unhealthy foods. This condition may be influenced by learning methods that are less concrete and less engaging for young children. The use of realia media as a learning method is considered effective because it involves real objects that can be directly seen and touched, making it easier for children to understand the concept of healthy food. The objective of this study is to determine the effect of using realia media on the ability to recognize healthy food among children at TK Tunas Harapan Mandiri Medan. This study employed a quantitative approach with a pre-experimental one group pretest–posttest design. The sampling technique used was purposive sampling, involving 52 children aged 5–6 years. Data were collected using a questionnaire measuring children’s ability to recognize healthy food before and after the implementation of learning activities using realia media. Bivariate Data analysis was conducted by Wilcoxon Test. The results showed an improvement in children’s ability to recognize healthy food after the implementation of learning using realia media. Statistically, the use of realia media had a significant effect on children’s ability to recognize healthy food, with a p-value < 0.05. There is a significant effect of using realia media on the ability to recognize healthy food among children. Realia media can be used as an effective alternative learning method for nutrition education in early childhood. It is recommended for future researchers to add variables such as the role of parents and children's attitudes towards healthy food to enrich the research results. Abstrak Masih banyak anak yang belum mampu mengenali dan membedakan makanan sehat dan tidak sehat dengan baik. Kurangnya pemahaman ini dapat dipengaruhi oleh metode pembelajaran yang kurang konkret dan kurang menarik bagi anak. Penggunaan media realia sebagai media pembelajaran dinilai efektif karena menggunakan benda nyata yang dapat dilihat dan disentuh secara langsung, sehingga memudahkan anak dalam memahami konsep makanan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media realia terhadap kemampuan mengenal makanan sehat pada anak TK Tunas Harapan Mandiri Medan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest–posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 52 anak usia 5–6 tahun. Pengumpulan data menggunakan kuesioner kemampuan mengenal makanan sehat pre-post intervensi pembelajaran menggunakan media realia. Analisis data bivariat menggunakan Uji Wlcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mengenal makanan sehat pada anak setelah diberikan pembelajaran menggunakan media realia. Secara statistik, penggunaan media realia menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan mengenal makanan sehat dengan p-value < 0,05. Terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan media realia terhadap kemampuan mengenal makanan sehat pada anak. Media realia dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran yang efektif dalam edukasi gizi anak usia dini. Disarankan pada peneliti selanjutnya untuk menambahkan variabel peran orang tua dan sikap anak terhadap makanan sehat untuk memperkaya hasil penelitian.
PENGARUH PENERAPAN METODE ASUHAN KEPERAWATAN PROFESIONAL (MAKP): METODE TIM TERHADAP KEPUASAN PASIEN sukma Yunita; Sakti Perdana Siregar; Masdalifa Pasaribu; Putri Salsabila
Indonesian Trust Health Journal Vol 9 No 1 (2026): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v9i1.494

Abstract

Providing optimal nursing care is key to improving patient satisfaction. However, conditions on the ground reveal an overlap of nurses duties during critical hours, as well as complaints from patients regarding slow responses from nurses. This study aimed to determine the impact of implementing the Professional Nursing Care Model (MAKP): Team Method on patient satisfaction at RSUD Rantauprapat in 2026. This was a quantitative analytic correlational study utilizing a cross-sectional approach. Data collection was conducted over a three-week period in the surgical inpatient ward of RSUD Rantauprapat, with a sample size of 60 respondents selected via purposive sampling. The instruments used were an SOP observation sheet for the implementation of the MAKP Team and a questionnaire to measure patient satisfaction. Data analysis included univariate analysis and bivariate analysis using an alternative Chi-Square test, namely the Likelihood Ratio test. The univariate analysis showed that the majority of the MAKP team implementation at RSUD Rantauprapat was in the fair category, with 54 respondents (90.0%), and the majority of patient satisfaction levels were in the satisfied category, with 41 respondents (68.3%). The bivariate analysis using the Likelihood Ratio test yielded a p-value = 0.004 < α (0.05), which means that the implementation of the MAKP team has a significant effect on patient satisfaction so Ha is accepted. The conclusion of this study indicate that the implementation of MAKP team method has a significant impact on patient satisfaction levels in the surgical inpatient ward of RSUD Rantauprapat in 2026. The hospital management is suggested to optimize the roles and coordination of nursing care providers through regular supervision so that the quality of service can be improved from the fair to the good category in order to maximize patient satisfaction. Abstrak Pemberian asuhan keperawatan yang optimal merupakan kunci utama dalam meningkatkan kepuasan pasien. Namun, fenomena di lapangan menunjukkan adanya tumpang tindih tugas perawat saat jam kritis serta keluhan dari pasien terkait lambatnya respons perawat. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penerapan Metode Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP): Metode Tim terhadap kepuasan pasien di RSUD Rantauprapat Tahun 2026. Jenis penelitian kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan selama tiga minggu di ruang rawat inap bedah RSUD Rantauprapat dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi SOP untuk penerapan MAKP Tim dan kuesioner untuk mengukur kepuasan pasien. Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji alternatif Chi-Square yaitu uji Likelihood Ratio. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas penerapan MAKP tim di RSUD Rantauprapat berada pada kategori cukup yaitu sebanyak 54 responden (90%) dan tingkat kepuasan pasien mayoritas berada pada kategori puas yaitu sebanyak 41 responden (68,3%). Hasil analisis bivariat dengan uji likelihood ratio diperoleh nilai p-value = 0.004 < α (0.05), yang berarti penerapan MAKP tim berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pasien sehingga Ha diterima. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan Metode Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP) tim memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap bedah RSUD Rantauprapat Tahun 2026. Pihak manajemen rumah sakit disarankan untuk mengoptimalkan peran dan koordinasi pelaksana asuhan keperawatan melalui supervisi berkala agar mutu pelayanan dapat ditingkatkan dari kategori cukup menjadi baik demi memaksimalkan kepuasan pasien.
HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN ULKUS DIABETIK TIPE 2 Bintang Hartati; Dady Hidayah Damanik; Aslidar Aslidar; Ninda Wahyuni
Indonesian Trust Health Journal Vol 9 No 1 (2026): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v9i1.497

Abstract

A diabetic ulcer is a chronic complication of diabetes mellitus manifesting as an open wound on the skin surface, potentially accompanied by localized tissue necrosis. Anxiety is an unpleasant and distressing feeling of fear, often accompanied by physiological symptoms. This study employed a quantitative, analytical survey design using a cross-sectional approach to determine the relationship between self-concept and anxiety levels in patients type 2 diabetes mellitus diabetic ulcers. The results showed that the majority of patients (87 individuals or 58%) possessed a positive self-concept. The majority (52 individuals or 34.7%) experienced a moderate level of anxiety. A significant relationship was found between self-concept and anxiety levels in patients with type 2 diabetes mellitus and diabetic ulcers; the Chi-Square test yielded a p-value of 0.000 (p < 0.05). It is recommended that healthcare institutions continue to enhance health education regarding self-concept to help manage anxiety levels in patients with diabetic ulcers. Educational institutions are encouraged to further research and expand the body of knowledge and insight regarding self-concept and anxiety in these patients to support future studies. Abstrak Ulkus diabetikum adalah salah satu bentuk komplikasi kronik diabetes mellitus berupa luka terbuka pada permukaan kulit yang dapat disertai adanya kematian jaringan setempat. Kecemasan adalah suatu perasaan takut yang tidak menyenangkan dan tidak dapat dibenarkan yang sering disertai dengan gejala fisiologis. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif desain penelitian survei analitik. Pendekatan yang digunakan adalah cross sectional study dengan tujuan untuk mengetahui hubungan konsep dri dengan tingkat kecemasan pasien ulkus diabetik DM tipe 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas konsep diri pasien ulkus diabetik adalah baik yaitu 87 orang (58%). Mayoritas tingkat kecemasan pasien ulkus diabetik adalah sedang yaitu 52 orang (34,7%). Ada hubungan signifikan antara konsep diri dengan tingkat kecemasan pada Pasien ulkus diabetik DM tipe 2, hasil uji Chi Square didapatkan nilai p=0,000 (p<0.05). Disarankan kepada instansi kesehatan, diharapkan agar terus meningkatkan penyuluhan kesehatan tentang konsep diri sehingga dapat mengontrol tingkat kecemasan pada pasien ulkus diabetik. Kepada Instansi Pendidikan diharapkan agar terus meningkatkan kajian untuk memperluas khasanah keilmuan dan wawasan tentang konsep diri dan kecemasan pasien ulkus diabetik untuk mendukung penelitian masa yang akan datang.