cover
Contact Name
RAMDHAN MUHAIMIN
Contact Email
jurnalmondialhiuai@gmail.com
Phone
+6281511031479
Journal Mail Official
jurnalmondialhiuai@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sisingamangaraja, Kompleks Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Hubungan Internasional MONDIAL
ISSN : -     EISSN : 30626609     DOI : http://dx.doi.org/10.36722/mondial.v1i2
Core Subject : Social,
Mondial: Jurnal Hubungan Internasional (E-ISSN: 3062-6609) merupakan media jurnal yang bertujuan memfasilitasi dan berbagi penelitian dalam lingkup politik dan hubungan internasional. Jurnal ini dikelola oleh Departemen Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Al Azhar Indonesia di Jakarta. Jurnal Mondial menyambut karya intelektual para sarjana, peneliti, maupun praktisi politik dan hubungan internasional, baik dari dalam negeri maupun internasional, untuk mempublikasikan artikel atau ulasan asli mereka dan mendukung diskusi yang lebih mendalam tentang isu-isu terkait. Selain itu, jurnal ini juga menjadi sumber referensi bagi mereka yang memiliki minat di bidang politik dan hubungan internasional.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2024): September 2024" : 5 Documents clear
The Global South's Agenda for World Trade Organization (WTO) Reform: A Case Study of the G20 and BRICS Saepudin, Saepudin; Pratama, Indrasyifa Chaliq; Audrei, Fanesya; Wibowo, Caesar Andrea Ari
Mondial: Jurnal Hubungan Internasional Vol 1, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Al-azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/mondial.v1i2.2878

Abstract

This article will analyze the agenda of the Global South in responding to the inability of the World Trade Organization (WTO) to solve contemporary international trade problems. Global South countries are uniting to ensure the interests of developing countries are recognized in the WTO decision process. Global South thinking itself offers an alternative in International Relations, focusing on economic inequality and Global North-South relations. Descriptive qualitative research methods are used to analyze the existence of South-South cooperation in an effort to reform the WTO. Global South countries such as China, India, and Brazil actively participate in the WTO and G20 to fight for their interests and reduce the gap with the Global North through South-South Cooperation. Through WTO reforms, they seek to change the Global North-dominated global governance, building a new trade architecture based on equality and shared development. Brazil as the 2024 G20 Presidency and the BRICS play an important role in supporting WTO reforms for fair trade and development, so Global South collaboration is key in creating positive change in international trade governance.Keywords: Global Governance, Global South, Global North, WTO reform.
Evaluasi Kerja Sama Sister City Yogyakarta-Kyoto Dalam Bidang Budaya Periode 2016-2021 Rizaldi, Muhammad Reza; Haryati, Vivit Widi; Wibowo, Caesar Adrea Adi; Febriandi, Paquita Petrina
Mondial: Jurnal Hubungan Internasional Vol 1, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Al-azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/mondial.v1i2.2897

Abstract

Memiliki kedekatan hubungan yang baik antara Daerah Istimewa Yogyakarta dan Perfektur Kyoto sejak tahun 1985 mendorong kedua daerah berkomitmen untuk melakukan kerja sama paradiplomasi melalui konsep sister city. Salah satu bidang yang disorot dalam penelitian ini adalah bidang budaya, di mana kedua daerah saling bersinergi untuk mengembangkan kebudayaan melalui paradiplomasi. Oleh karena itu, penelitian ini hadir untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan kerja sama serta mengevaluasi hambatan teknis dan non-teknis yang mempengaruhi implementasi kerja sama. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitik untuk menganalisis kerja sama budaya antara Yogyakarta dan Kyoto dalam bidang budaya secara keseluruhan. Selain itu artikel ini juga menggunakan leadership theory dan konsep paradiplomasi yang ditulis oleh Aldecoa dan Keating di tahun 2013. Artikel ini menemukan bahwa Kerja sama sister city antara Yogyakarta dan Kyoto telah berhasil mempromosikan pertukaran budaya. Namun, masih terdapat evaluasi di mana kedua daerah perlu meningkatkan koordinasi terutama dalam upaya menghadirkan sebuah lembaga yang spesifik guna menindaklanjuti kerja sama kedua daerah, kurangnya kemampuan bahasa asing, dan transparansi dalam pelaksanaan paradiplomasi.Kata kunci: Evaluasi, Kyoto, Paradiplomasi, Sister City, Yogyakarta
Kepentingan Nasional Singapura dalam Tur The Eras Taylor Swift Hakiki, Falhan
Mondial: Jurnal Hubungan Internasional Vol 1, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Al-azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/mondial.v1i2.3008

Abstract

Taylor Swift merupakan musisi yang saat ini memberikan dampak yang besar terhadap sebuah negara dalam penyelenggaraan tur konsernya. Hal tersebut dimanfaatkan oleh Singapura dengan memberikan kesepakatan eksklusif dalam penyelenggaraan tur The Eras yang hanya dilakukan di Singapura saja pada kawasan Asia Tenggara. Ini mengakibatkan timbulnya reaksi dari negara-negara Asia Tenggara lainnya terhadap tindakan Singapura tersebut. Artikel ini mendeskripsikan kepentingan nasional yang diraih Singapura dalam konser tur The Eras Taylor Swift di Singapura. Menggunakan konsep kepentingan nasional nonvital yang menekankan penggunaan soft power Singapura dan metode kualitatif, artikel ini menemukan tiga kepentingan nasional nonvital yang diraih Singapura. Pertama, kepentingan ekonomi yaitu penyelenggaraan konser Taylor Swift di Singapura telah memberikan pendapatan yang besar terhadap banyak sektor. Kedua, kepentingan prestise yaitu Singapura dianggap sebagai pusat industri musik di kawasan yang memiliki ciri khas tersendiri. Ketiga, kepentingan peningkatan eksistensi yaitu Singapura dapat menjalin kerja sama dengan negara-negara lain dalam bidang industri musik serta dapat meningkatkan upaya negara lain untuk melakukan hal yang sama dengan Singapura. Dengan demikian, Singapura memanfaatkan perkembangan zaman dengan melihat industri musik yang saat ini berkembang pesat untuk meraih kepentingan nasional nonvitalnya.
Kerja Sama Jakarta-New South Wales dalam Kerangka Paradiplomasi melalui IA-CEPA Saepudin, Saepudin; Ibrahim, Budiman; Aisyah Putri, Dheeva Maurellya; Amira, Naila Safa
Mondial: Jurnal Hubungan Internasional Vol 1, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Al-azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/mondial.v1i2.2958

Abstract

The Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) is the most comprehensive trade relationship agreement Indonesia has, covering aspects such as tariff elimination, trade facilitation, investment, downstream and economic cooperation between Indonesia and Australia. Implementing the IA-CEPA involves many actors, from business to sub-national governments, which are trying to open markets, expand business, and increase investment. Therefore, this research aims to examine the prospects of sub-national collaboration in various sectors, such as education, tourism, economy and digital business, especially between Jakarta and New South Wales. This research uses a descriptive qualitative method with sucondary data collection techniques through, books, journal articles, website articles, or with previous research. The concepts of paradiplomacy and bilateral relations are used as analytical tools in this research. By using this concept, this research concludes that the existence of sub-national IA-CEPA between the two countries has sufficient space to establish and strengthen cooperation, one of which is the sister state province cooperation between Jakarta and New South Wales by focusing on economic sustainability efforts, which has the potential to realize Jakarta's big vision as a global business city after it is no longer the capital of Indonesia.Keywords: Global City, IA-CEPA, Jakarta, New South Wales, Sister Province
Kepentingan China dalam Penyaluran Bantuan Luar Negeri terhadap Afghanistan Tahun 2020-2023 Indradipradana, Ramaldy Krisna
Mondial: Jurnal Hubungan Internasional Vol 1, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Al-azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/mondial.v1i2.3002

Abstract

Konflik Afghanistan telah berlangsung dari abad ke-16 sampai abad ke-21 dan menimbulkan ketidakstabilan di berbagai sektor yang mengakibatkan terjadinya krisis. Situasi ini kian diperparah dengan kembali berkuasanya Taliban di Afghanistan. Taliban yang kembali ke takhta kepemimpinan Afghanistan menyebabkan terhentinya banyak bantuan internasional dan jalinan kerja sama. Dalam penelitian ini, China menjadi negara yang tetap menjalin hubungan diplomatik dengan Taliban serta menyalurkan bantuan luar negeri ke Afghanistan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang berpusat pada analisa terkait apa saja motif China dalam penyaluran bantuan luar negeri ke Afghanistan tahun 2020-2023 dengan internet-based research dalam penghimpunan data. Selain itu, penelitian ini memanfaatkan bantuan luar negeri dari Carol Lancaster (2007). Penelitian ini menghasilkan bahwa terdapat tiga motif yang mendorong China pada 2020-2023 menyalurkan bantuan luar negeri ke Afghanistan yaitu motif diplomatik, motif pembangunan, dan motif komersial.

Page 1 of 1 | Total Record : 5