cover
Contact Name
Wike Adhi Anggono
Contact Email
thpi@yudharta.ac.id
Phone
+6281259806522
Journal Mail Official
thpi@yudharta.ac.id
Editorial Address
Yudharta Street No. 07, Sengonagung, Purwosari, Pasuruan, East Java, 67162, Indonesia
Location
Kab. pasuruan,
Jawa timur
INDONESIA
Lempuk: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
ISSN : -     EISSN : 29878292     DOI : https://doi.org/10.35891/lempuk
"Lempuk: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan" presents research articles covering the application of fisheries sciences (fisheries biology, fisheries resource management, fisheries cultivation) and fisheries product technology related to fisheries product handling, application of traditional and new technologies, cooling and freezing, packaging and storage, fisheries product safety, fisheries processing diversification and utilization of fisheries waste. as well as fisheries sciences.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2023): Desember" : 5 Documents clear
Pengaruh Lama Pengeringan terhadap Karakteristik dan Organoleptik Mie Ikan Lele (Clarias gariepinus) Izzuddin, Muhammad; Ernawati; Roisatul Ainiyah
Lempuk: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol. 2 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Fishery Product Technology Study Program, Yudharta University, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/lempuk.v2i2.4214

Abstract

Mie merupakan produk makanan yang sangat populer dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia maupun diluar negeri. Konsumsi mie di Indonesia tercatat sebagai yang terbesar kedua di dunia setelah negara Tiongkok/China. Jenis ikan yang sering digunakan sebagai bahan baku adalah ikan lele, Ikan lele (Clarias sp) merupakan ikan jenis konsumsi yang memiliki prospek cukup baik untuk dikembangkan, karena mudah untuk dibudidayakan dan tidak membutuhkan waktu yang lama, serta tahan dengan kondisi perairan yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama pengeringan terhadap karakteristik dan organoleptik mie ikan lele kering. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak Lengkap (RAL) dengan 5 faktor perlakuan yaitu P1: 1 jam, P2: 1,5 jam, P3: 2 jam, P4: 2,5 jam, P5: 3 jam. Hasil produk mie ikan lele diuji dengan analisa kadar air, kadar abu dan uji organoleptik (warna, aroma, rasa, dan tekstur). Seluruh data dianalisa menggunakan ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Friedman. Hasil penelitan kesukaan panelis terhadap indikator warna, rasa, aroma, dan tekstur berbeda – beda. Nilai paling tinggi berturut-turut untuk warna pada P2 yaitu 3,55 (suka), rasa P5 yaitu 4,05 (suka);, aroma P5 yaitu 3,9 (suka) ; dan tekstur berada pada P4 yaitu nilai 4 (suka). Pada uji kadar air diperoleh nilai paling rendah adalah P5 yaitu 5,40% dan kadar abu tertinggi P5 yaitu 2,73%. Produk mie kering masih memenuhi standar mutu SNI 01-2974-1992
Analisis biometri kepiting bakau (Scylla serrata) yang ditangkap dari hutan mangrove untuk mendukung kegiatan penggemukan kepiting bakau di Kabupaten Gresik Maulana, Andi Moh Roby; Armaansyah, Dimas; Safitri, Nur Maulida; Farikhah
Lempuk: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol. 2 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Fishery Product Technology Study Program, Yudharta University, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/lempuk.v2i2.4261

Abstract

This study aims to analyze the biometry of mud crabs caught from mangrove forests to support the provision of kempongan for mud crab cultivators. The research was conducted in Pangkahwetan Village, Ujungpangkah District, Gresik Regency, using a descriptive method. Samples (n= 2,240) collected in the period March-July 2022 from local fishermen. The research variables were biometry, carapace width frequency distribution, condition factor (C), ratio of male and female crabs, and maturity level of mud crabs. Data were analyzed using Microsoft Excel 2013. The sex ratio of crabs caught per month was analyzed by t-test (α=5%). The results of this study obtained a higher male sex ratio (88%) compared to females (12%) in the period March - July, 2022. Mud crab maturity based on the frequency distribution of female crab carapace width was 23.8% (March) , 24.1% (April), 61.5% (June), and 45.8% (July) while male crabs 6.2% (March), 2.9% (April), 6.3% (June ), and 8.2% (July). Male crabs are dominated by thin conditions and female crabs are dominated by fat conditions. The male and female crabs were statistically significantly different. The different conditions between male and female crabs obtained in this study indicate the need for separate management between male and female crabs when used as kempongan in a crab fattening business.
Ramuan jamu herbal pada pakan terhadap performa pertumbuhan ikan nila (Oreochromis sp) Pramono, Taufik Budhi; Marnani, Sri; Junaidi, Teuku; Setyawan, Agung Cahyo; Nasikhah, Ais Lulu; Wulan, Triana Sri
Lempuk: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol. 2 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Fishery Product Technology Study Program, Yudharta University, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/lempuk.v2i2.4520

Abstract

Immunity and growth were problems in main focus in fish farming bussiness. The use of herbal ingredients in feed can be a solution. The aim of this research was to determine the effect of adding herbal supplements to feed in increasing the growth of Tilapia. The method used was a field experiment bya selecting tilapia in pond (8x3 m2). Adding natural supplements to feed begins with making herbal concoctions, then supplementing them with 50 mL/Kg feed..Fish were given feed at 3%/body weight for 1 month. The absolute growth in lenght and weight were 7.09±1.38 cm and 136.05±27.48 g. The feed conversation ratio was around 1.28, the feed efficiency was around 77.7% and the survival rate reached 100%. Herbal concoctions can increase immunity and optimal growth. .
Uji Kandungan Bakteri Koliform Pada Petis Udang Di Pasar Pandaan Dengan Menggunakan Metode MPN (most probable number) Kholis, Nur; Ikerismawati, senja; sholiha, illiyatus
Lempuk: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol. 2 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Fishery Product Technology Study Program, Yudharta University, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/lempuk.v2i2.4884

Abstract

Petis udang adalah produk fermentasi udang yang memiliki potensi mengandung bakteri patogenik, termasuk bakteri koliform yang dapat menjadi indikator pencemaran Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan bakteri koliform pada petis udang yang dijual di Pasar Pandaan, menggunakan metode Most Probable Number (MPN). Metode MPN digunakan untuk menghitung jumlah bakteri koliform dalam sampel petis udang secara statistik. Sampel yang diuji sebanyak 3 dengan 2 kali ulangan. Pengujian dilakukan di laboratorium Balai Besar Labotarium kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua sampel yang uji tidak mengandung bakteri koliform dan hasil dari uji MPN koliform diketahui bahwa semua sampel tidak mengandung bakteri koliform dengan nilai indeks MPN koliform <1 dan berstatus memenuhi syarat SNI 7388:2009.
Pengaruh lama waktu perendaman larutan HCl terhadap mutu gelatin dari tulang ikan tongkol (Euthynnusaffinis) Pamungkas, Pinctada Putri; Izza, Nikmatul; Ahyar, Hamdi
Lempuk: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol. 2 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Fishery Product Technology Study Program, Yudharta University, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/lempuk.v2i2.4891

Abstract

Gelatin merupakan jenis protein yang diperoleh dengan cara mengekstraksi tulang ataupun kulit hewan. Penelitian ini bertujuan guna mengetahui pengaruh pelarut HCl dan lama waktu ekstraksi terhadap kandungan kimia gelatin. Pelarut yang digunakan HCl 5% dengan lama waktu 24 jam, 48 jam, 72 jam, dan 96 jam. Analisa kimia yang dilakukan antara lain kadar air, kadar abu, dan nilai pH gelatin. Adapun hasilpenelitianmenunjukkanbahwahasil terbaik terdapat pada gelatin tulang ikan tongkol yakni sebesar 0,76% pada kadar air, 0,03% pada kadar abu dan 3,8 pada nilai pH.

Page 1 of 1 | Total Record : 5