cover
Contact Name
Mochmamad Ainur Rhoviq
Contact Email
kopemas@unisma.ac.id
Phone
+6285649867672
Journal Mail Official
kopemas@unisma.ac.id
Editorial Address
Jl. MT. Haryono 193 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
KOPEMAS
ISSN : -     EISSN : 28088182     DOI : -
Core Subject : Social,
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) adalah prosiding untuk memuat artikel ilmiah yang telah diseminarkan. KOPEMAS merupakan seminar nasional tahunan yang dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Malang
Articles 425 Documents
PELATIHAN MEMBUAT CERITA DAN MENGGAMBAR KOMIK UNTUK PESERTA DIDIK DI SD KIFAYATUL AZHAR BANDUNG Yanuar Rahman; Rizki Yantami Arumsari; Jiwa Utama
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beragam aktivitas dalam proses belajar mengajar bagi anak-anak seharusnya mampu merangsang perkembangan otak kanan dan otak kiri, yaitu kreativitas dan logika secara bersamaan. Di SD Kifayatul Azhar, yang berlokasi di Kampung Sirahgajah, Rancaekek, Kabupaten Bandung, metode pembelajaran yang diterapkan saat ini belum memberikan stimulasi yang optimal bagi siswa kelas 1-6. Pola kegiatan belajar mengajar cenderung monoton dan sederhana, menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada. Hal ini disebabkan karena banyaknya siswa berasal dari keluarga kurang mampu dan memiliki banyak keterbatasan dalam hal fasilitas. Padahal sejatinya kreativitas dan keterampilan bagi anak adalah hal penting yang diperlukan untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Kreativitas dan keterampilan juga merupakan salah satu tugas perkembangan yang harus dipenuhi bagi seorang anak berusia enam hingga delapan tahun. Oleh karena itu terbuka kesempatan untuk memberikan pelatihan membuat cerita dan menggambar komik kepada anak-anak melalui skema pengabdian kepada masyarakat. Metode pelatihan yang dilaksanakan adalah eksplorasi cerita, pembuatan desain karakter, pembuatan komik sederhana, dan presentasi karya. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menstimulasi kecerdasan emosional, kreativitas, dan imajinasi siswa-siswi SD Kifayatul Azhar. Lebih lanjut, kegiatan ini diharapkan dapat membantu mereka memperoleh pengalaman dan wawasan yang menunjang proses pembelajaran dengan lebih baik, serta meningkatkan kreativitas dan elemen penting lainnya dalam fase pertumbuhan anak.
OMAH JEJER: PROGRAM BSPS YANG BERKOLABORASI DENGAN MAHASISWA MSIB UNTUK MEWUJUDKAN HUNIAN LAYAK DI KABUPATEN JEMBER Gilang Ramadan Kololikiye; Afra Ariella Ardani; Bayu Kurnia Putra; Dinar Malika Ardha; Marsubi Marsubi; Andika Cahya Pamungkas; Salsabilla Nur Syavana
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bertujuan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah di Kabupaten Jember dalam memperoleh rumah layak huni. Pada tahun anggaran 2023, Kabupaten Jember menerima alokasi 680 unit rumah yang tersebar di 16 kecamatan dan 40 desa. Salah satu inisiatif utama dari program ini adalah proyek percontohan yang disebut "Omah Jejer" di Desa Panti. Proyek ini tidak hanya melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat, tetapi juga mahasiswa dari Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) Kampus Merdeka Batch 5. Sebanyak enam mahasiswa MSIB berkontribusi aktif dalam verifikasi, administrasi, dan penyelesaian masalah di lapangan, serta berkolaborasi dengan PT. Propan Raya dalam pengecatan rumah. Partisipasi mahasiswa MSIB menunjukkan bahwa kolaborasi lintas sektor, termasuk melibatkan akademisi dan mahasiswa, dapat memperkuat implementasi program pemerintah dan memberikan pengalaman praktis yang berharga bagi generasi muda. Hasil dari program ini menunjukkan bahwa kolaborasi yang efektif dapat menghasilkan solusi perumahan yang layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah, serta memberikan inspirasi untuk program serupa di masa depan.
MEMBANGUN KESADARAN LINGKUNGAN SEJAK DINI MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN SAMPAH Naimatul Hasanah; A Rifqi Firmansyah; Trifita Aisyah M. A
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah sampah di Indonesia menjadi isu yang kompleks akibat pertumbuhan jumlah penduduk dan aktivitas manusia yang meningkatkan volume sampah. Penanganan sampah yang tidak efektif dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan. Artikel ini membahas kegiatan sosialisasi pemilahan sampah di SDN 2 Gunungrejo, Kecamatan Singosari, yang dilaksanakan oleh Kelompok 9 KSM-T UNISMA pada 21-23 Agustus 2024. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa kelas 1 hingga 3 tentang pentingnya pemilahan sampah organik dan anorganik. Metode yang digunakan meliputi pemaparan materi, diskusi, demonstrasi, dan pembagian pamflet. Hasil sosialisasi menunjukkan peningkatan pemahaman siswa dalam memisahkan sampah dan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Evaluasi kegiatan juga menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif dalam meningkatkan kesadaran lingkungan siswa sejak dini, diharapkan dapat menjadi kebiasaan yang terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA DUNUNGREJO MELALUI PEMANFAATAN MINYAK JELANTAH MENJADI LILIN AROMATERAPI Naimatul Hasanah; Brendah Gita Cahyani; Kiki Setyowati; Nanik Diah Safitri; Amelia Putri Firdaus; Ainun Ulumi; Daffanta Rayya Elsandy; Ahmad Hamidan Barelvi; Utin Aila Fhariha; Yusrin Riszkiyah; Rejina Cecilia Nugraha; Romi Chandra Bahari
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencemaran lingkungan akibat pembuangan minyak jelantah sembarangan merupakan masalah yang masih banyak terjadi di berbagai wilayah, termasuk di Desa Gunungrejo, Kecamatan Singosari. Limbah minyak jelantah dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, baik pada tanah maupun air, dan mempengaruhi ekosistem secara negatif. Untuk mengatasi masalah ini, kelompok 10 KSM-Tematik Universitas Islam Malang (UNISMA) berinisiatif mengadakan sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan limbah yang baik serta memberikan solusi alternatif yang bernilai ekonomis dan ramah lingkungan. Melalui sosialisasi dan praktik pembuatan lilin aromaterapi, ibu-ibu RT 19 Dusun Kreweh memperoleh pengetahuan dan keterampilan tentang cara mengolah minyak jelantah menjadi produk yang bermanfaat. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola limbah, serta menciptakan peluang ekonomi baru bagi warga Desa Gunungrejo.
PESONA BARU KEDOK OMBO: PROGRAM REVITALISASI DAN EKOWISATA BERKELANJUTAN Naimatul hasanah; Bimo Raditya Tanaya; Rizky Ayu Farida; Madha Dhava Pratama; Meril Arbela Sari; Fatimatullah Fatimatullah; Shabastian Wega Budianto; Abdul Haris; Ahmad Mustahiq Akmal; Iin Nur Inayatullah; Revy Mouri Putri Sujarwo; Lita Cecilia Barros Doutel
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian masyarakat di Desa Gunungrejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, berfokus pada revitalisasi dan pengembangan ekowisata berkelanjutan di kawasan Kedok Ombo. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan memberikan edukasi kepada anak-anak desa serta memperbaiki infrastruktur yang mendukung pariwisata lokal. Metode yang digunakan dalam program ini meliputi observasi dan pendekatan deskriptif kualitatif, di mana mahasiswa berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat. Program ini berhasil melibatkan masyarakat dalam partisipasi aktif dan kolaborasi multistakeholder. Hasil yang dicapai antara lain peningkatan fasilitas penerangan, perbaikan sarana wisata, pelatihan pengelolaan ekowisata, serta peningkatan pendapatan masyarakat yang terlibat. Meskipun demikian, tantangan seperti partisipasi masyarakat yang rendah dan kondisi cuaca yang tidak mendukung tetap menjadi kendala. Secara keseluruhan, program ini memberikan dampak positif terhadap revitalisasi infrastruktur desa, pengembangan ekowisata, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat lokal.
PENERAPAN STRATEGI PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK DAN NON-ORGANIK DALAM UPAYA MEWUJUDKAN DESA BEBAS SAMPAH DI DESA GUNUNGREJO Naimatul Hasanah; Achmad Berril Pratama; Wulan Puspitasari; Mohammad Afrinaldi Primadani; M. Idris Assyafi’i; Daniel Bagus Prasetiyo; Mariati Mariati; Rendy Setiyawan; Nola Natalingga Najwa; Nisa Fadillah Aryani; Siti Nurhalizah; Dini Na'imatus Sofia
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan strategi pengelolaan sampah organik dan non-organik guna mewujudkan desa bebas sampah di Desa Gunungrejo. Dengan menggunakan metode Participatory Action Research (PAR), penelitian ini melibatkan masyarakat di setiap tahapan, mulai dari identifikasi masalah hingga implementasi solusi. Kegiatan utama meliputi sosialisasi yang melibatkan Dinas Lingkungan Hidup, program pengomposan, dan pembuatan tong sampah dari bahan daur ulang. Sosialisasi ini meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemilahan sampah dan mendorong penerapannya di rumah tangga. Program pengomposan berhasil mengurangi volume sampah dan memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya kelompok tani. Sementara itu, tong sampah daur ulang menjadi solusi atas minimnya tempat pembuangan sampah di desa dan menunjukkan potensi pemanfaatan sampah non-organik. Meskipun terdapat beberapa kendala, seperti resistensi dari sebagian kecil masyarakat, namun kolaborasi dengan tokoh masyarakat dan pemerintah setempat berhasil mengatasi tantangan tersebut. Sistem pemantauan partisipatif juga mendukung keberlanjutan program dengan memperkuat rasa kepemilikan masyarakat terhadap inisiatif ini. Hasilnya, program ini meletakkan fondasi yang kuat bagi pengelolaan sampah berkelanjutan di Desa Gunungrejo.
PEMBUATAN LILIN AROMATERAPI BERBAHAN DASAR MINYAK JELANTAH DI DESA SENGGRENG KECAMATAN SUMBERPUCUNG: INOVASI RAMAH LINGKUNGAN Dadang Krisdianto; Kharisma Semesta Putri Sembiring; Yanur Rifky Sumazakya; Wildan Khaled Sulthoni; Lutvia Wanda Oktavina
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak jelantah adalah hasil dari proses penggorengan yang telah digunakan berkali-kali, sering kali dibuang sembarangan, mengakibatkan pencemaran tanah dan air yang bisa berdampak pada kesehatan masyarakat serta ekosistem sekitar. Minyak jelantah yang biasanya menjadi limbah rumah tangga dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi, sekaligus membantu mengurangi pencemaran lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan warga Desa Senggreng melalui pelatihan pembuatan lilin aroma terapi dari minyak jelantah. kegiatan ini merupakan sebuah upaya yang sangat baik dalam mengelola limbah dan menciptakan produk yang bernilai tambah Melalui metode partisipatif, warga diajarkan cara mengolah minyak jelantah menjadi lilin dengan berbagai aroma yang menarik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan ini mendapatkan antusiasme tinggi dari peserta, yang berhasil membuat lilin aroma terapi berkualitas. Selain itu, program ini membuka peluang usaha bagi masyarakat, khususnya bagi ibu-ibu lansia yang tertarik untuk mengembangkan keterampilan ini menjadi sumber penghasilan tambahan. Dengan demikian, program ini diharapkan berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan lingkungan hidup di Desa Senggreng.
TATALAKSANA DAN PEMANFAATAN LIMBAH DAPUR MENJADI PUPUK KOMPOS DI DESA SENGGRENG KABUPATEN MALANG Dadang Krisdianto; Hilda Irma Ayuni; Novi Lailatul Fauziah; Rani Khaled Rahmawati; Nurul Wanda Mauila; Nafidatul Wanda Aimma; Weni Anita Putri; Rahmad Dwi Cahyo Adiputro; Ahmad Triyanto Nugroho; Ahmad Reyhan Arsyali; Muhammad Agil Maulana
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah Dapur menjadi salah satu permasalahan sampah yang saat ini dihadapi oleh masyarakat langsung dari sumbernya yang berdampak pada penfmhcfmtou;oufcernaan lingkungan dan berpotensi pada timbulnya masalah kesehatan pada masyarakat Desa Senggreng. Masyarakat Desa Senggreng masih mengelola sampah secara konvensional, rumah tangga menunggu petugas sampah untuk datang mengutip sampah mereka. Maka dibutuhkan strategi efektif melalui daur ulang sampah sayur yang sering cepet membusuk dengan menjadikannya sebagai kompos. Kegiatan Kandidat Sarjana Mengabdi menggunakan penelitian yang bertujuan untuk mengeksplorasi tatalaksana dan pemanfaatan limbah dapur menjadi pupuk kompos di Desa Senggereng Kabupaten Malang. Dalam kontek berlanjutan lingkungan, limbah dapur yang dihasilkan sehari-hari sering kali menjadi tantangan pengelolaan yang signifikan. Penelitian ini mengadopsi metode pengomposan yang efektif untuk mengubah limbah organik menjadi pupuk kompos berkualitas. Proses pengomposan melibatkan pengumpulan limbah, pencampuran dengan bahan pengaktif, dan pemantauan dengan bahan pengaktif, dan pemantauan kondisi lingkungan seperti kelembaban dan suhu. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan metode ini dapat mengurangi volume limbah dapur secara signifikan dan menghasilkan pupuk kompos yang berguna untuk meningkatkan kesuburan tanah. Implementasi program ini di Desa Senggreng tidak hanya membantu dalam pengelolaan limbah, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat
PEMBERDAYAAN DESA PATOKPICIS YANG PROFESIONAL MELALUI PELATIHAN TEKNIK PENGEMASAN UNTUK MENUNJANG EKONOMI KREATIF DAN MANDIRI Efendi S Wirateruna; Mukhammad Maulana Haidi; Rintan Anastasya Al Amin; Rama Dewanta; Lailia Anandita; Sabrina Malika Putri Rohadi; Ricia Anandira; Zakiyah Salsabila; Syauqi Dzul Ilminnabih; Octavia Anggraeni; Mohammad Ilyas Al Ashar
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas pentingnya kemasan pupuk organik yang praktis, ramah lingkungan, dan informatif, serta strategi pemasaran pupuk yang efektif sebagai pemberdayaan Masyarakat desa Patokpicis, Wajak, Malang menuju ekonomi kreatif. Ukuran kemasan yang ideal, bahan kemasan yang ramah lingkungan, dan desain yang menarik serta informatif menjadi kunci keberhasilan dalam menarik minat konsumen dan mendorong penggunaan yang tepat. Selain itu, strategi pemasaran yang efektif dengan menjalin kemitraan dengan berbagai pihak berperan penting dalam memperluas jangkauan dan meningkatkan adopsi pupuk kompos. Pengembangan kemasan yang inovatif dan strategi pemasaran yang tepat dapat menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan produktivitas tanaman, mendukung keberlanjutan lingkungan, dan mendorong adopsi pupuk komposdi berbagai. Peneliti memiliki 5 kader yaitu Bapak Solik, Bapak indra, Bapak yahya, Bapak satrio, dan Bapak labib. Hasil survey masyarakat menunjukan bahwa kepuasan masyarakat terkait nama merek 100% menyatakan sangat puas dan setuju, kepuasan terkait gambar kemasan dan desain warna 100 % setuju, sedangkan kualitas pengemasan 60% masyarakat menyatakan sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa lebih dari 50% masyarakat menyatakan puas terkait hasil pengemasan pupuk organik. Kemasan pupuk organik yang inovatif juga dapat menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya tarik produk. Para kader sudah siap untuk mengembangkan lebih lanjut dalam pengemasan produk pupuk yang inovatif.
PEMANFAATAN MINYAK JELANTAH SEBAGAI LILIN AROMATERAPI: INOVASI LINGKUNGAN BERBASIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Eny Widayawati; Alzifqi Aghdefriyan Degi Fansfendo; Muhammad Thoriq Aziz; Tasya Dike Jilvalisva; Cindy Caroline; Ayu Ummul Fithroh; Firda Agustin; Habib Nabil Ubaidillah; Novi Aprilia Prasasti; Azizah Kurnia Fatihah Sari; Moh. Kholis Baihaqi; Raihan Pasha Ode
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan limbah rumah tangga, khususnya minyak jelantah, menjadi tantangan lingkungan di banyak daerah, termasuk Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Pembuangan minyak jelantah secara sembarangan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Artikel ini mengkaji program kerja Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM) Tematik Universitas Islam Malang (UNISMA) dalam pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah sebagai solusi inovatif. Metode yang digunakan meliputi sosialisas dan penyuluhani, pelatihan teknis,produksi masal, dan evaluasi. Hasil program menunjukkan pengurangan signifikan limbah minyak jelantah, peningkatan keterampilan masyarakat, dan peningkatan pendapatan melalui penjualan lilin. Program ini tidak hanya memberikan solusi lingkungan tetapi juga memberdayakan ekonomi lokal, menjadikannya model yang dapat diadopsi oleh komunitas lain.