cover
Contact Name
Mochmamad Ainur Rhoviq
Contact Email
kopemas@unisma.ac.id
Phone
+6285649867672
Journal Mail Official
kopemas@unisma.ac.id
Editorial Address
Jl. MT. Haryono 193 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
KOPEMAS
ISSN : -     EISSN : 28088182     DOI : -
Core Subject : Social,
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) adalah prosiding untuk memuat artikel ilmiah yang telah diseminarkan. KOPEMAS merupakan seminar nasional tahunan yang dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Malang
Articles 425 Documents
SOSIALISASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PENCEGAHAN PERILAKU LGBT MELALUI BUDAYA SEKOLAH Nurul Agustin; Siti Mufarochah
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter adalah bentuk kegiatan manusia di mana tindakan yang mendidik dilakukan untuk generasi berikutnya. Salah satu tujuan pendidikan karakter adalah untuk memastikan bahwa setiap orang terus memperbaiki dirinya sendiri dan memperoleh keterampilan yang diperlukan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.Pendidikan karakter diupayakan dengan berbagai cara sejak dini dimulai dengan pengkondisian lingkungan dan pembiasaan perilaku. Fenomena perilaku menyimpang yang terjadi di lingkungan masyarakat beranekaragam. Perlu kontrol dan pengawasan dari kelompok masyarakat tertentu mulai dari keluarga dan sekolah. Anak dengan kurang pengawasan dan kasih sayang dapat berperilaku menyimpang seperti menirukan adegan LGBT dan sebagainya. Orang yang memiliki orientasi seksual menyimpang, dengan melakukan perilaku seksual menyimpang yang disebut sebagai kelompok LGBT. LGBT telah lama digolongkan sebagai salah satu bentuk penyimpangan orientasi seksual yang mengancam martabat manusia. Sekolah memiliki peran penting dalam membentuk sikap dan perilaku siswa terkait isu LGBT. Sekolah yang didirikan atau dikelola oleh organisasi religius mungkin mengadopsi pandangan konservatif terhadap LGBT berdasarkan ajaran agama mereka. Kegiatan sosilisasi dilaksanakan dengan tiga tahapan yaitu, Persiapan, Pelaksanaan dan Evaluasi. Hasil dari kegiatan ini, memberikan pemahaman kepada Guru MI Kecamatan Menganti-Gresik tentang resiko dan dampak negatif LGBT, dengan melalui budaya sekolah yang terdiri dari budaya akademik, sosial, dan demokrasi.
MEMANFAATKAN LINGKUNGAN SEKITAR SEKOLAH DALAM MENGGUNAKAN DAN MENGKREASIKAN SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN Bradley Setiyadi; Firman Firman; Denny Denmar; Aprillitzavivayarti Aprillitzavivayarti; Agus Lestari
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media dan sumber belajar yang dibuat dan dikreasikan oleh guru dan siswa dapat memberikan manfaat yang besar bagi ketercapaian tujuan pembelajaran yang diharapkan. Mengkreasikan barang-barang atau bahan-bahan yang ada di lingkungan sekolah dapat meningkatkan kreativitas siswa serta membuat kegiatan pembelajaran menjadi lebih bermakna. Media pembelajaran dan sumber belajar merupakan penunjang proses belajar yang selalu berlangsung dalam suatu lingkungan pendidikan yang mencangkup lingkungan fisik, sosial, intelektual dan nilai-nilai. Lingkungan di sekitar peserta didik, baik yang ada di dalam maupun yang ada di luar sekolah, dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar, dimana dengan pemanfaatan lingkungan tersebut, peserta didik mendapatkan pengalaman belajar konkret karena dapat mengamati objek secara langsung sehingga proses pembelajaran menjadi optimal.
GRAND DESAIN OMAH KEBUN BUMIAJI: INTEGRASI PENDIDIKAN DAN WISATA BERBASIS PERTANIAN RAMAH LINGKUNGAN Emma Budi Sulistiarini; Rizki Alfian; Ririen Prihandarini; Hafidhotul Laili; Walidatus Shofiah; Uyun Nadzirotul Faidah
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Omah Kebun Bumiaji (OKBA) merupakan inisiatif untuk mengintegrasikan pendidikan dan wisata berbasis pertanian ramah lingkungan di Kota Batu, Jawa Timur. Studi ini bertujuan merancang grand desain OKBA melalui site plan sebagai ruang edukasi dan rekreasi bagi pengunjung. Metode yang digunakan menggunakan beberapa tahapan, yaitu identifikasi tapak, analisis SWOT pada tapak, sintesa alternatif konsep, konsep terpilih, site plan atau peta blok area. Identifikasi pada tapak meliputi tiga metode yaitu observasi, wawancara dan FGD. Hasil studi menunjukkan pembagian area kebun menjadi enam blok utama yaitu (1) Edutainment; (2) Vantage Point; (3) Playground; (4) Area Edukasi Pertanian; (5) Area Ternak; (6) Gazebo. Pengembangan OKBA menjadi beberapa blok utama ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan, memberdayakan komunitas lokal dan memberikan dampak positif terhadap petani melalui pendapatan dari wisata sekaligus promosi produk organik. Studi ini menyimpulkan bahwa integrasi pendidikan dan wisata di Omah Kebun Bumiaji dapat menjadi model bagi pengembangan berkelanjutan (Sustainable Development) di bidang eduwisata, dengan penekanan pada lingkungan hidup, pendidikan menyenangkan bagi masyarakat dan kesejahteraan petani.
INTERNATIONAL TEACHING PRACTICUM - COMMUNITY SERVICE: PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DI PONDOK PESANTREN AN-NAHDLOH SELANGOR MALAYSIA Malik Dwi Candra; Dwi Rizki Novantin; Faradila Rofiatun Munfaridah; Fathia Afray Vita Oktavia; Khalisa Nurul Husna; Alya Firdhia Mazida; Mohammad Aang Fajar Barlaman; Kurniasih Kurniasih; Diah Retno Widowati; Muhammad Khairul Umam
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

International Teaching Practicum and Community Services atau ITP-CS merupakan suatu program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang sudah dilaksanakan oleh beberapa kampus di Indonesia salah satunya di Universitas Islam Malang. Program ini menggabungkan dua aspek penting yaitu pengalaman mengajar internasional dan pengabdian kepada masyarakat. Program Community Service yang dilakukan oleh mahasiswa ITP-CS difokuskan pada pelaksanaan English Camp untuk para santri di Pondok An-Nahdloh Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris santri melalui kegiatan interaktif yang dilakukan setelah waktu Subuh dan pada malam hari setelah kegiatan pondok selesai. Terdapat beberapa program yang terlaksana di Pondok An-Nahdloh diantaranya English Camp, Mini book “Vocabulary for Daily Routines”, Pengaktifan Mading dan Banner Expression. Metode pengajaran yang diterapkan bersifat partisipatif dan interaktif. Hasil dari program ini menunjukkan adanya peningkatan motivasi santri dalam mempelajari bahasa Inggris. Para santri menjadi lebih percaya diri dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris, dan semakin banyak santri yang berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan English Club. Pelaksanaan dari program ini dimulai pada tanggal 8 Agustus - 2 September.
PEMBEKALAN BAGI MAHASISWA BARU TENTANG PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL DALAM RANGKA MEMPERSIAPKAN DIRI MEMASUKI LINGKUNGAN KAMPUS Saiful Yahya; Dedy Ari Purnomo; Windarini Cahyadiana
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pembekalan bagi mahasiswa baru tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) dalam rangka mempersiapkan mahasiswa baru memasuki lingkungan kampus dilatarbelakangi oleh pentingnya pemahaman dan kesadaran mahasiswa baru terkait kekerasan seksual yang sering kali masih kurang dipahami oleh sebagian besar civitas akademika. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan tentang definisi, bentuk, serta prosedur pelaporan kekerasan seksual, sekaligus mempersiapkan mahasiswa baru agar mampu mencegah dan menangani berbagai kejadian di lingkungan kampus. Metode pelaksanaan meliputi seminar, workshop interaktif, dan kampanye media sosial yang memberikan informasi terkait berbagai tindakan yang tergolong dalam kekerasan seksual, serta membentuk jaringan dukungan antar mahasiswa. Hasil kegiatan mengindikasikan terjadi peningkatan signifikan dalam hal pemahaman peserta tentang kekerasan seksual, ditunjukkan dengan 85% peserta lebih memahami isu ini setelah pembekalan, dan 90% mengetahui prosedur pelaporan di kampus. Selain itu, kegiatan ini juga berhasil mengubah sikap mahasiswa terhadap pembahasan kekerasan seksual dan membentuk jaringan dukungan untuk saling melindungi di antara mereka.
INOVASI DALAM PENERAPAN METODE PENDIDIKAN PRAMUKA DI SMAN 1 SINGOSARI MELALUI KEGIATAN GEKRESI Isbadar Nursit; Didik Prastiyo
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pramuka merupakan salah satu wadah dalam Pendidikan karakter di Indonesia. Pramuka memiliki panduan kurikulum dalam proses pembinaan karakter sesuai dengan golongan pramuka yang tercantum pada syarat kecakapan umum dan syarat kecakapan khusus. Tim Pembina berinisiatif untuk melakukan inovasi dalam kegiatan kepramukaan dengan tujuan melatih Kerjasama, kepemimpinan, jiwa nasionalisme, kemampuan berwirausaha, kreatifitas, dan inovatif. Kegiatan tersebut dikemas menjadi kegiatan lapangan, menarik, dan menyenagkan bagi siswa dalam bingkai kegiatan Gekresi (Giat Ekspresi Kreasi dan Seni). kegiatan tersebut di harapkan dapat menerapkan Metode Pendidikan pramuka dengan menciptakan kegiatan kepramukaan secara berkelompok, menarik, menantang dan menyenangkan.
PERAN MAHASISWA PBLI - KSM 2024 DALAM MENDUKUNG PROGRAM SEKOLAH ADIWIYATA DI SMAN 7 MALANG Hamiddin Hamiddin; Ayunda Baqiyatus Shalehah; Wangi Puspa Muslim; Afriza Dwi Ningtyas; Fira Alfiana Afifah; Firdausy Nuzula; Eka Putri Aprelia; Muhammad Farza Imdad; Ayunda Primastina
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Universitas Islam Malang mengadakan program Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM) di SMA Negeri 7 Kota Malang bersamaan dengan Praktik Belajar Lapangan Inovatif (PBLI) yang disebut dengan PBLI-KSM Terpadu. Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM) dilaksanakan di lokasi sekolah Praktik Belajar Lapangan Inovatif (PBLI), sehingga menjadikan kedua kegiatan tersebut lebih efisien dan terpadu karena keduanya dilakukan di tempat yang sama. Diharapkan program ini dapat membantu kemajuan sekolah serta dapat memberikan sedikit manfaat sesuai dengan kebutuhan yang ada dan seluruh program kerja telah terlaksana dengan baik sesuai dengan target yang diharapkan. Metode yang digunakan (1) Observasi; (2) Diskusi; (3) Konsultasi/Koordinasi; (4) Realisasi. realisasi program kerja dalam mendukung program sekolah adiwiyata di SMAN 7 Malang berjalan sesuai dengan program sekolah untuk menjadikan lebih baik kedepannya dengan tanpa merubah apa yang telah ada di SMA Negeri 7 Kota Malang. diharapkan peran mahasiswa dapat sedikit membantu program di SMAN 7 Malang.
PENGUATAN POLICY COMMUNITY DALAM PENGELOLAAN BANK SAMPAH PADA KOMUNITAS "KENARI INDAH' KOTA PROBOLINGGO Wawan Edi Kuswandoro; Novy Setia Yunas; Amin Heri Susanto
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persoalan sampah menjadi isu serius di berbagai daerah, termasuk Kota Probolinggo. Persoalan utamanya di Kota Probolinggo terdapat 40 ton sampah domestik per hari, namun hanya 70% yang dapat diangkut ke TPA. Kondisi pengelolaan sampah yang terbatas dan kurangnya alternatif dalam pengelolaan sampah merupakan masalah yang harus diatasi oleh semua pihak, termasuk Pemerintah, Masyarakat, dan aktor terkait. Untuk merespons permasalahan tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat FISIP UB diarahkan pada upaya meningkatkan kompetensi dan keterampilan dalam pengelolaan sampah melalui Bank Sampah, serta mempromosikan pemahaman yang komprehensif terhadap kebijakan komunitas dalam pengelolaan Bank Sampah. Selain itu, tujuan utamanya adalah meningkatkan partisipasi dan mendorong kerja sama kolaboratif dengan para pemangku kepentingan terkait dalam pengembangan komunitas Bank Sampah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilakukan melalui 3 tahap, yaitu penyampaian konsep kebijakan komunitas dalam workshop. Kedua, peserta akan langsung mempraktikkan konsep kebijakan komunitas serta kolaborasi dalam pengelolaan Bank Sampah. Dan yang terakhir, peserta dievaluasi oleh tim untuk menilai sejauh mana pelaksanaan kegiatan dari awal hingga akhir. Hasilnya, bagaimana kegiatan tersebut mampu membangun pemahaman yang komprehensif tentang kebijakan komunitas dalam pengelolaan Bank Sampah yang ada di Komunitas Bank Sampah "Kenari Indah" Kota Probolinggo.
OLYMPIC: WORKSHOP MANAJEMEN AKTIVITAS FISIK DI LAYANAN KESEHATAN PRIMER Tisnalia M Andyastanti; Hilma Tsurayya Iftitahurroza; Nanang Tri W; Nuramaliah D; Sabrina Aulia
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurangnya aktivitas fisik merupakan beban kesehatan global karena dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai penyakit, terutama penyakit tidak menular. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan level aktivitas fisik masyarakat dengan konseling aktivitas fisik yang dilakukan oleh dokter umum. Namun faktanya, banyak dokter umum menghadapi kesulitan saat harus melakukan manajemen aktivitas fisik dalam praktik sehari-harinya. Fenomena tersebut juga ditemukan pada dokter umum di Indonesia, khususnya Malang Raya disebabkan karena kurangnya pelatihan dan paparan materi terkait aktivitas fisik selama pendidikan. Di sisi lain, dokter memiliki kewajiban untuk selalu mengembangkan diri dan mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan untuk peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Berdasarkan latar belakang tersebut, telah disusun kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dokter umum dalam melakukan manajemen aktivitas fisik di layanan kesehatan primer. Metode yang digunakan adalah ADDIE model. Kegiatan pengabdian masyarakat “OLYMPIC: Workshop Manajemen Aktivitas Fisik di Layanan Kesehatan Primer” dilaksanakan dalam bentuk pelatihan berbasis modul terbukti berhasil meningkatkan pengetahuan dokter umum tentang bagaimana melakukan manajemen aktivitas fisik di layanan kesehatan primer. Meski demikian, diperlukan evaluasi dan pelatihan berkala untuk memastikan keberlanjutan dari kegiatan ini.
OPTIMALISASI DURIAN SEBAGAI PELUANG USAHA BERBASIS POTENSI LOKAL UNTUK KEMANDIRIAN EKONOMI DI DESA KARANGRAU BANYUMAS Lia Ernawati; Rony Nur Tri Wibowo; Mika Tri Kumala Swandari; Arief Sudarmaji; Saparso Saparso; Priswanto Priswanto
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Karangrau berda di kecamatan Banyumas. Lahan yang luas di daerah desa Karangrau sebagian besar di tanami pohon durian yang merupakan hasil persilangan antara durian lokal dan durian musangking persilangan antara durian lokal. Lahan pada desa ini termasuk kategori subur karena yang ditanam petani tidak hanya satu jenis tumbuhan yang menjadi mata pencaharian pokok desa ini. Di desa Karangrau lahan yang ditanam pohon durian seluas 704,75 ha, tetapi luas tersebut tidak di dalam satu area. Lahan 704,75 ha terdiri dari beberapa lahan warga desa yang mayoritas di tanam pohon durian hasil persilangan, dimana dalam 1 tahun menghasilkan buah durian sebanyak lebih dari 100.000 kg. Sebagian besar penduduk Desa Karangrau bermata pencaharian sebagai petani. Para petani durian yang sudah lama dan menjadi tulang punggung keluarga, tersebut bergabung ke dalam Gabungan Kelompok Tani atau yang disingkat dengan Kelompok tani Sumber Makmur. Konsistensi dalam menghasilkan buah durian dilakukan para petani desa Karangrau ditunjukkan melalui banyaknya kegiatan-kegiatan saling sharing dan mencari cara pelatihan-pelatihan tentang pemberdayaan buah durian. Selain Kelompok tani Sumber Makmur ada pula Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekar Wangi yang mengelola hasil dari panen buah durian Menggali lebih dalam mengenai potensi desa, dengan memperhatikan bagaimana kualitas dan kuantitas buah durian di desa Karangrau sehingga memunculkan inovasi yang baik dalam pengolahan dan penjualan untuk menciptakan nilai tambah yang lebih tinggi. Permasalahan yang dihadapi oleh Gapoktan Sumber Makmur yaitu: 1) Masih terbatasnya pengetahuan tentang menanam pohon durian yang dapat berbuah sesuai harapan sepanjang masa. Permasalahan tersebut merupakan permasalahan yang membutuhkan teknologi untuk meningkatkan jumlah buah durian. 2) Terbatasnya pengetahuan dalam merawat pohon durian. Perawatan pohon durian selama ini dilakukan berdasarkan pengalaman dan kebiasan turun temurun yang dilakukan oleh para Gapoktan. Adanya permasalahan tersebut Gapoktan membutuhkan air, pupuk yang tepat untuk menanam pohon durian dan peralatan yang digunakan untuk merawat pohon durian. 3) Sistem pengairan yang belum teratur atau tertata dengan baik. Pengetahuan 4) Air yang dihasilkan desa karangrau sangatlah minim sehingga kurang baik untuk hasil panennya. Besarnya potensi Durian di desa Karangrau membuat harapan Kelompok wanita tani (KWT) Setia Tani untuk mengembangkan dan meningkatkan nilai dari buah durian. Permasalahan yang di hadapi oleh KWT Setia Tani yaitu : 1) Kurangnya pengetahuan tentang produk olahan berbahan dasar durian. Produk olahan berbahan dasar durian diantaranya roti durian, selai durian, tepung durian dan masih banyak lagi produk olahan dari buah durian yang bisa digunakan maupun dari limbah buah durian seperti menjadi pengganti bahan bakar kayu atau arang (6). Hal ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat desa Karangrau. Namun Keterampilan yang yang dimiliki oleh para wanita tani masih kurang bahkan membutuhkan pendampingan dan arahan. 2) Pengelolaan manajemen olahan durian dari perencanaan produk, legalitas produk,keuangan, pengemasan dan penjualan produk. KWT membutuhkan pengetahuan tentang pengeloaan manajemen untuk mengembangkan usahanya. Manajemen dilakukan dari perencanaan keuangan, perhitungan harga produk, harga jual produk dan perhitungan keuntungan yang diharapkan. 3) permasalahan dalam bidang membuat kemasan yang menarik dan 4) Permasalahan dalam bidang legalitas Produk saat Produk tersebut siap jual 5)Permasalahan dalam bidang pemasaran. Tujuan kegiatan ini adalah membantu warga masyarakat desa Karangrau, Banyumas dari segi masalah di kelompok tani yaitu minimnya air untuk budidaya pohon durian dan masalah di kelompok wanita tani yaitu minimya pengetahuan tentang produk olahan dari buah durian yang seharusnya bisa menjadikan produk bernilai jual kembali,meningkatkan produktivitas pembuatan dari buah durian dengan jalan melalui membangun dan mengembangan jiwa berwirausaha sampai dengan proses dalam melakukan marketing baik secara offline maupun online.