cover
Contact Name
Wulandari Dianningtyas
Contact Email
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Phone
+6221-7394422
Journal Mail Official
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Editorial Address
Jl. Ciledug Raya Kav. 109, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI
Published by LEMIGAS
ISSN : 20893396     EISSN : 25980300     DOI : 10.29017/LPMGB.58.1.1610
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi (LPMGB) merupakan jurnal resmi yang dipublikasikan oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi LEMIGAS untuk menyebar luaskan informasi terkait kegiatan penelitian, pengembangan rekayasa teknologi dan pengujian laboratorium di bidang migas. Naskah dari berbagai lembaga penelitian, perguruan tinggi dan industri migas dari dalam dan luar negeri
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 40 No. 2 (2006): LPMGB" : 6 Documents clear
Penelitian Proses Dehidrasi Parsial pada Pembuatan Minyak Dasar Rolling Oil Berbahan Baku Minyak Jarak E. Suhardono
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 40 No. 2 (2006): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi berdasarkan proses dehidrasi parsial yang dikembangkan dalam penelitian ini, dapat menaikkan nilai indeks viskositas minyak jarak. Kondisi operasi optimum pada proses ini tercapai pada suhu sekitar 210°C dan lama pemanasan 3 jam. Sedangkan komposisi katalis terbaik adalah campuran bahan yang mengandung atapulgit 2% dan natrium bisulfat 0,5%. Pada kondisi optimum ini, nilai indeks viskositas minyak jarak dapat dinaikkan dari 85 menjadi sekitar 122-125. Dengan naiknya nilai indeks viskositas menjadi sekitar 125, minyak jarak ini bisa memenuhi kriteria sifat-sifat yang diperlukan sebagai bahan dasar rolling oil. Dengan demikian minyak jarak yang telah diproses secara dehidrasi parsial, dapat dipakai sebagai minyak dasar rolling oil, terutama dalam penggunaannya secara langsung (straight rolling oil).
Pengaruh Perubahan Gravitasi Spesifik Bensin Premium terhadap Sifat-Sifat Fisika Kimianya Pallawagau La Puppung
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 40 No. 2 (2006): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

1. Perubahan gravitasi spesifik mempunyai korelasi yang kuat terhadap perubahan angka oktana, distilasi dan RVP, terutama pada pencampuran bensin Premium dengan minyak tanah. Sedangkan perubahan gravitasi spesifik pada penguapan, pengaruhnya lebih rendah dibandingkan dengan pencampuran bensin dengan minyak tanah. Pengaruhnya lebih menonjol pada perubahan angka oktana dan RVP, karena fraksi ringan mempunyai angka oktana dan RVP yang tinggi.2. Dengan hasil-hasil ini, maka pengujian gravitasi spesifik dapat digunakan untuk menilai bensin Premium pada saat pemeriksaan di Depot atau SPBU.3. Selanjutnya untuk batasan perubahan gravitasi spesifik yang masih dapat diterima adalah sebagai berikut:a. Percontoh bensin Premium Kilang K1, angka oktana 88.0 RON, gravitasi spesifik 0.7237 dicampur dengan minyak tanah yang mempunyai gravitasi spesifik 0.8153, dengan konsentrasi minyak tanah lebih dari 2.9%, memberikan perubahan gravitasi spesifik sebesar 0.0021, dan akan menyebabkan RON serta distilasi melampaui batas-batas spesifikasi bensin Premium.b. Percontoh bensin Premium Kilang K2 , dengan angka oktana 88.0 RON, gravitasi spesifik 0.7499 dicampur dengan minyak tanah yang mempunyai gravitasi spesifik 0.8166, dengan konsentrasi minyak tanah lebih dari 4.7% memberikan perubahan gravitasi spesifik sebesar 0.0027, dan akan menyebabkan RON dan distilasi melampaui batas-batas spesifikasi bensin Premium.c. Percontoh bensin Premium TT Kilang K3 , dengan angka oktana 89.0 RON, dan gravitasi spesifik 0.7373, dicampur dengan minyak tanah yang mempunyai gravitasi spesifik 0.8186, dengan konsentrasi minyak tanah lebih dari 2.7% memberikan perubahan gravitasi spesifik sebesar 0.0030, dan akan menyebabkan RON serta distilasi melampaui batas-batas spesifikasi bensin Premium TT.
Air Balas (Ballast Water): Sumber Pencemar Ubur-ubur di Dalam Air Pendingin (Cooling Water) pada Industri Pengolahan Migas R. Desrina; MS. Wibisono; M. Mulyono
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 40 No. 2 (2006): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ubur-ubur dapat menjadi ancaman bagi industri migas yang berada di tepi pantai yang menggunakan air laut sebagai air pendingin. Dalam jumlah yang cukup banyak ubur-ubur dapat memblokir sistem pendingin sehingga menghambat unjuk kerja dan berdampak ekonomis bagi industri. Walaupun ubur-ubur dapat berasal dari perpindahan secara alami, peristiwa di berbagai tempat di dunia menunjukkan bahwa ubur-ubur dapat berasal dari air balas. Pencemaran ubur-ubur, dan spesies laut lainnya, akan jauh lebih berbahaya dibanding misalnya pencemaran yang berasal dari tumpahan minyak. Bila pencemaran minyak akan menurun seiring dengan waktu, maka invasi ubur-ubur akan terjadi sebaliknya dan bersifat irreversible dan dampaknya diperkirakan mempunyai siklus enam bulanan, sesuai dengan umur rata-rata ubur-ubur. Pengawasan melalui monitoring yang ketat terhadap air balas dari kargo yang akan memuat minyak atau gas alam akan membantu dalam pencegahan masuknya spesies asing ke dalam perairan lokal. Pengawasan ini dilakukan dengan mengacu pada regulasi yang telah dikeluarkan oleh IMO, International Maritim Organization. Bila diketahui adanya organisme yang dapat membahayakan perairan lokal, maka langkah-langkah pencegahan dengan cara pengolahan (treatment) air balas harus dilakukan.
Kajian Beberapa Merek Minyak Lumas Mesin Bensin Tingkat Mutu Unjuk Kerja API SL yang Dijual di Pasaran Subiyanto Subiyanto
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 40 No. 2 (2006): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari hasil kajian lima percontoh minyak lumas motor bensin API SL dari beberapa merek yang dijual di pasaran Indonesia dan yang telah mendapatkan Nomor Pelumas Terdaftar (NPT) seperti yang telah diuraikan di atas, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :- Kelima merek minyak lumas motor bensin empat langkah yang diteliti memenuhi spesifikasinya masing-masing.- Klasifikasi SAE yang digunakan kelima percontoh tersebut mengacu pada klasifikasi viskositas SAE J300 Dec. 1995 belum menggunakan yang terbaru yaitu SAE J300 Dec. 1999.- Spesifikasi angka basa total dari kelima percontoh semua mempunyai harga minimum 5,00 mgKOH/g.- Secara kualitatif dan kuatitatif serta merek paket aditif yang digunakan berbeda-beda; untuk aditif jenis deterjen/dispersannya ada yang mengunakan senyawa kalsium atau magnesium dan campurannya.
Proses Isomerisasi Katalitik dan Peranannya dalam Pembuatan Bensin Ramah Lingkungan A.S Nasution; Dessy Yoerdiartiny
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 40 No. 2 (2006): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komposisi komponen bensin perlu disempurnakan dalam pembuatan bensin ramah lingkungan, antara lain dengan menaikkan proporsi isomerat dan membatasi pemakaian reformat, bensin perengkahan katalitik, dan bensin polimer. Katalis isomerisasi bifungsional perlu dikembangkan formulasinya baik dari Dupont Zeolite maupun konsentrasi logam aktifnya, agar proses isomerisasi tersebut dapat dioperasikan pada temperatur rendah yang menaikkan potensi pembentukan produk isomerat bercabang banyak berangka oktana tinggi. Kilang PERTAMINA baru mengoperasikan satu unit proses isomerisasi di Unit Pengolahan VI Balongan, sedang unit pengolahan lainnya berpotensi untuk dibangun proses isomerisasi yang akan menaikkan pula potensi kilang dalam pembuatan bensin ramah lingkungan.
Periode Penggantian Minyak Lumas Mesin Diesel Kendaraan Tingkat Mutu API CH-4 Subiyanto Subiyanto
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 40 No. 2 (2006): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari pembahasan dan evaluasi karaktersitik fisika kimia minyak lumas mesin diesel bekas dengan SAE 15W40, API CH-4, jumlah penambahan minyak lumas baru, seperti diuraikan diatas dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut :- Minyak lumas bekas P-10,P-20, P-30 dan P-40 dengan level viskositas multigrade SAE 15W40 dan tingkat mutu unjuk kerja API CH-4 masih dapat digunakan sampai dengan 20.000 km- Sampai dengan jarak tempuh 18.000 km, penambahan minyak lumas baru sebanyak kurang lebih 300 ml.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2006 2006


Filter By Issues
All Issue Vol. 58 No. 1 (2024): LPMGB Vol. 57 No. 3 (2023): LPMGB Vol. 57 No. 2 (2023): LPMGB Vol. 57 No. 1 (2023): LPMGB Vol. 56 No. 3 (2022): LPMGB Vol. 56 No. 2 (2022): LPMGB Vol. 56 No. 1 (2022): LPMGB Vol. 55 No. 3 (2021): LPMGB Vol. 55 No. 2 (2021): LPMGB Vol. 55 No. 1 (2021): LPMGB Vol. 54 No. 3 (2020): LPMGB Vol. 54 No. 2 (2020): LPMGB Vol. 54 No. 1 (2020): LPMGB Vol. 53 No. 3 (2019): LPMGB Vol. 53 No. 2 (2019): LPMGB Vol. 53 No. 1 (2019): LPMGB Vol. 52 No. 3 (2018): LPMGB Vol. 52 No. 2 (2018): LPMGB Vol. 52 No. 1 (2018): LPMGB Vol. 51 No. 3 (2017): LPMGB Vol. 51 No. 2 (2017): LPMGB Vol. 51 No. 1 (2017): LPMGB Vol. 50 No. 3 (2016): LPMGB Vol. 50 No. 2 (2016): LPMGB Vol. 50 No. 1 (2016): LPMGB Vol. 49 No. 3 (2015): LPMGB Vol. 49 No. 2 (2015): LPMGB Vol. 49 No. 1 (2015): LPMGB Vol. 48 No. 3 (2014): LPMGB Vol. 48 No. 2 (2014): LPMGB Vol. 48 No. 1 (2014): LPMGB Vol. 47 No. 3 (2013): LPMGB Vol. 47 No. 2 (2013): LPMGB Vol. 47 No. 1 (2013): LPMGB Vol. 45 No. 3 (2011): LPMGB Vol. 45 No. 2 (2011): LPMGB Vol. 45 No. 1 (2011): LPMGB Vol. 44 No. 3 (2010): LPMGB Vol. 44 No. 2 (2010): LPMGB Vol. 44 No. 1 (2010): LPMGB Vol. 43 No. 3 (2009): LPMGB Vol. 43 No. 2 (2009): LPMGB Vol. 43 No. 1 (2009): LPMGB Vol. 42 No. 3 (2008): LPMGB Vol. 42 No. 2 (2008): LPMGB Vol. 42 No. 1 (2008): LPMGB Vol. 41 No. 3 (2007): LPMGB Vol. 41 No. 2 (2007): LPMGB Vol. 41 No. 1 (2007): LPMGB Vol. 40 No. 3 (2006): LPMGB Vol. 40 No. 2 (2006): LPMGB Vol. 40 No. 1 (2006): LPMGB Vol. 39 No. 3 (2005): LPMGB Vol. 39 No. 2 (2005): LPMGB Vol. 39 No. 1 (2005): LPMGB Vol. 38 No. 3 (2004): LPMGB Vol. 38 No. 2 (2004): LPMGB Vol. 38 No. 1 (2004): LPMGB Vol. 37 No. 1 (2003): LPMGB Vol. 36 No. 3 (2002): LPMGB Vol. 36 No. 2 (2002): LPMGB Vol. 36 No. 1 (2002): LPMGB Vol. 24 No. 2 (1990): LPMGB Vol. 24 No. 1 (1990): LPMGB Vol. 23 No. 3 (1989): LPMGB Vol. 23 No. 1 (1989): LPMGB Vol. 21 No. 3 (1987): LPMGB Vol. 21 No. 2 (1987): LPMGB Vol. 21 No. 1 (1987): LPMGB Vol. 20 No. 3 (1986): LPMGB Vol. 20 No. 2 (1986): LPMGB Vol. 20 No. 1 (1986): LPMGB Vol. 19 No. 3 (1985): LPMGB Vol. 19 No. 2 (1985): LPMGB Vol. 19 No. 1 (1985): LPMGB Vol. 18 No. 3 (1984): LPMGB Vol. 18 No. 2 (1984): LPMGB Vol. 18 No. 1 (1984): LPMGB Vol. 17 No. 2 (1983): LPMGB Vol. 15 No. 1 (1981): LPMGB Vol. 14 No. 3 (1980): LPMGB Vol. 14 No. 2 (1980): LPMGB Vol. 14 No. 1 (1980): LPMGB More Issue