cover
Contact Name
Wulandari Dianningtyas
Contact Email
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Phone
+6221-7394422
Journal Mail Official
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Editorial Address
Jl. Ciledug Raya Kav. 109, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI
Published by LEMIGAS
ISSN : 20893396     EISSN : 25980300     DOI : 10.29017/LPMGB.58.1.1610
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi (LPMGB) merupakan jurnal resmi yang dipublikasikan oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi LEMIGAS untuk menyebar luaskan informasi terkait kegiatan penelitian, pengembangan rekayasa teknologi dan pengujian laboratorium di bidang migas. Naskah dari berbagai lembaga penelitian, perguruan tinggi dan industri migas dari dalam dan luar negeri
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 49 No. 1 (2015): LPMGB" : 9 Documents clear
Konversi Plastik Menjadi Senyawa Alkana Rantai C6 - C12 Menggunakan Katalis Ni/Zeolit dan Zn/Zeolit Donatus Setyawan Purwo Handoko; Wahid Hasyim
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 49 No. 1 (2015): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian konversi plastik menjadi senyawa alkana dengan panjang rantai C6-C12menggunakan katalis Ni/zeolit dan Zn/zeolit serta reaktor sistem fi xed bed. Katalis Ni/zeolit dan Zn/zeolitdipreparasi melalui teknik perendaman dalam air, kalsinasi, oksidasi, impregnasi basah logam Ni dan Zndan reduksi. Kalsinasi, oksidasi dan reduksi dilakukan pada suhu 500oC dengan laju alir gas (nitrogen,oksigen atau hidrogen) 20 mL/menit. Hasil yang diperoleh dari perengkahan plastik menjadi senyawaalkana dengan panjang rantai C6-C12 adalah 77,02 % untuk jenis katalis Zn/zeolit dan 76,87% untuk jeniskatalis Ni/zeolit.
Karakteristik Fisika Kimia Formulasi Minyak Lumas Trafo Inhibited Shinta Sari Hastuningtyas; Catur Yuliani Respatiningsih
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 49 No. 1 (2015): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformator pada pembangkit listrik membutuhkan bahan dielektrik sebagai bahan isolasi untukmemisahkan dua atau lebih penghantar listrik yang bertegangan. Sehingga antar penghantar tersebut tidakterjadi hubung singkat yang dapat menyebabkan lompatan api atau percikan. Salah satu bahan dielektrikyang digunakan adalah minyak lumas transformator. Minyak di Indonesia masih impor, untuk itu perludilakukan formulasi minyak lumas trafo dengan berbagai komposisi. Kapasitas terpasang dan jumlah trafodi Indonesia cukup besar dan pemenuhan minyak trafo masih dengan cara impor. Dilakukan formulasiminyak trafo dengan berbagai komposisi untuk menghasilkan enam belas formula, kemudian diambil tigaformula yang mendekati sifat fi sika kimia minyak trafo di pasaran. Dari tiga formula itu menunjukkanbahwa Formula 6 memiliki hasil uji terbaik dengan hasil uji viskositas kinematik pada temperatur 40oC11,6 cSt, titik nyala 180oC, angka asam total 0,04 mgKOH/gr, dielectric breakdown voltage (DBV) 39kV, dan interfacial tension (IFT) 41 mN/m. Sehingga formula ini memenuhi spesifi kasi SNI 7069.18 :2008 dan IEC 60296-2003.
Kebutuhan Angka Oktana Kendaraan Bermotor Mesin Bensin di Indonesia Cahyo Setyo Wibowo; Lies Aisyah; Hery Widhiarto; Sugeng Riyono
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 49 No. 1 (2015): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi mesin pada kendaraan bermotor jenis mesin bensin saat ini, menyebabkanmeningkatnya kebutuhan angka oktana bahan bakar jenis bensin sesuai dengan kinerja mesinnya. Studimengenai penentuan nilai angka oktana bahan bakar jenis bensin sangat penting dilakukan karena setiapnegara perlu menetapkan tingkat angka oktana bensin yang disuplai ke pasar. Studi ini sangat bermanfaatuntuk pemerintah sebagai penentu kebijakan (terutama dalam menentukan kebijakan pengaturan bahanbakar minyak bersubsidi), produsen pabrikan kendaraan dan konsumen. Metodologi yang digunakanpada studi ini antara lain dengan melakukan survey mengenai populasi jenis kendaraan bermotor jenismesin bensin di Indonesia, kemampuan produksi kilang Pertamina yang berkaitan dengan angka oktanapada bensin dan perkembangan teknologi mesin kendaraan bermotor. Kemudian, diformulasikan dalambentuk matriks rencana penentuan kebutuhan angka oktana kendaraan bermotor di Indonesia. Hasil yangdiperoleh menunjukkan bahwa persentase populasi kendaraan tipe sedan dan kendaraan roda empatdengan penggerak dua roda (tipe 4X2) sebanyak 70%, yang memiliki tingkat rasio kompresi tinggi (diatas 9:1) sehingga membutuhkan bahan bakar dengan angka oktana di atas RON 90. Sedangkan saat ini,kapasitas produksi kilang Pertamina per tahun untuk Bensin RON 92 sekitar 10,91% sehingga diperlukanpeningkatan kapasitas produksi kilang. Selain itu, berdasarkan hasil survey terdapat kurang lebih 12 merekmobil dengan 113 tipe kendaraan yang saat ini beredar di Indonesia. Dari 113 tipe kendaraan yang ada,sebanyak 59 tipe kendaraan (52,21%) direkomendasikan menggunakan bahan bakar bensin RON 92, sebanyak32 tipe kendaraan (28,32%) direkomendasikan menggunakan bahan bakar bensin RON 95, dan sebanyak 22tipe kendaraan (19,47%) direkomendasikan menggunakan bahan bakar bensin RON 88
Pengolahan Data Citra Satelit untuk Mengidentifi kasi Potensi Jebakan dalam Kegiatan Eksplorasi Migas Indah Crystiana Crystiana; Tri Muji Susantoro; Nurus Firdaus
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 49 No. 1 (2015): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan teknologi penginderaan jauh saat ini mulai dimanfaatkan dalam berbagai aplikasi pemetaan.Proses ekstraksi informasi pada data penginderaan jauh dapat didasarkan pada pengamatan visual, nilaispektral, serta berdasar obyek. Evaluasi terhadap pemrosesan citra dilakukan untuk mendapatkan citrayang mudah untuk diinterpretasi secara visual. Interpretasi dilakukan untuk mengidentifi kasi potensiarea jebakan migas. Hal ini dilakukan dengan pemetaan perbedaan tinggian topografi di daerah landai.Metode pengolahan citra yang digunakan dalam penelitian ini adalah penajaman kontras, fusi, dan analisiskomponen utama (PCA). Identifi kasi potensi jebakan migas melalui pemetaan tinggian dilakukan dengankombinasi dari perbedaan topografi , pola pengaliran, pola kelurusan, pemetaan penggunaan lahan danpola perlapisan. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan topografi , pola pengaliran, pola kelurusan danpola perlapisan dapat dikenali dengan baik dengan pengolahan data citra satelit dengan metode penajamankontras. Pemetaan penggunaan lahan tampak dengan sangat jelas dengan metode fusi dengan melaluipansharpening obyek. Sedangkan obyek-obyek yang berupa lahan terbuka atau lahan kering tampakterlihat sangat jelas pada proses pengolahan PCA. Hal ini ditunjukkan dengan warna cyan keputihan danrona sangat cerah. Pada kombinasi dengan Shuttle Radar Topographic Mission (SRTM) di daerah landaikurang memberikan efek yang berarti dalam menonjolkan obyek ataupun topografi nya. Validasi dilakukanmenggunakan data permukaan (Differential GPS) dan menggunakan data bawah permukaan (seismik,sumur, dan lapangan migas). Hasilnya menunjukkan bahwa potensi jebakan migas dapat dikenali melaluiperbedaan tinggian topografi . Hasil validasi dengan data lapangan menunjukkan sekitar 44% berada padastruktur yang sudah terbukti menghasilkan hidrokarbon.
Pembuatan Biodiesel Dari Minyak Kemiri Sunan Via Hidrogenasi Katalitik Bahan Baku Dengan Katalis Ni γ Al2O3 Herizal; Chairil Anwar
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 49 No. 1 (2015): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar diesel yang bersumber dari fosil,solusi berkelanjutan untuk sumber energi dan ramah lingkungan. Pengembangan biodiesel ke masa depanagar tidak bersentuhan dengan kebutuhan pangan, sebaiknya diarahkan ke bahan baku nonpangan. Salahsatu alternatif bahan baku nonpangan yang berpotensi sebagai bahan baku baku biodiesel adalah minyakkemiri sunan. Minyak kemiri sunan memiliki angka iodium yang tinggi, sehingga jika langsung digunakansebagai bahan baku biodiesel akan menghasilkan produk dengan kandungan angka iodium yang tinggi,melebihi dari yang ditetapkan dalam SNI 7182:2012. Tujuan dari penelitian ini adalah menurunkan angkaiodium dari minyak kemiri sunan melalui proses hidrogenasi, sehingga dapat digunakan sebagai bahanbaku untuk produksi biodiesel. Hidrogenasi dilakukan dengan reaktor autoclave menggunakan katalis 30%Ni γ Al2O3 sebanyak 0,6% berat, dengan kondisi operasi suhu 200oC, tekanan 3 bar, waktu 3 jam danpengadukan 300 rpm. Angka iodium minyak kemiri sunan hasil hidrogenasi dapat diturunkan dari 129,34menjadi 112,02 (g-I2/100 g). Proses pembuatan biodiesel dilakukan dengan dua tahap yaitu esterifi kasi dantransesterifi kasi. Esterifi kasi dilakukan pada kondisi operasi, metanol sebesar 1,5 kali jumlah FFA dalamminyak, konsentrasi H2SO4 3% berat, suhu reaksi 60oC, waktu reaksi 3 jam dan pengadukan sekitar 1000rpm. Transesterifi kasi dilakukan pada kondisi operasi, rasio molar Metanol/CPO sebesarnya 10, konsentrasikatalis KOH antara 1 %-berat, waktu reaksi 60 menit, suhu reaksi 60oC dan pengadukan sekitar 1000 rpm.Perolehan biodiesel yang diproses menggunakan minyak kemiri sunan yang sudah dihidrogenasi adalahsebesar 86,65% berat. Secara umum spesifi kasi biodesel dari minyak kemiri sunan yang dihasilkan telahmemenuhi spesifi kasi SNI 7182 tahun 2012.
Pembangunan Kilang Baru Holisoh; Fiqih Ghifhari; Dessy Yudiartini; Mubaher Sidik
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 49 No. 1 (2015): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia membutuhkan 2(dua) kilang baru dengan kapasitas 300 ribu bph untuk mengatasi imporBBM. Pemerintah telah menerima beberapa pengajuan rencana pembangunan kilang baru dari beberapainvestor seperti Saudi Aramco dan Kuwait Petroleum melalui kerja sama dengan Pertamina.Namun belumada keputusan yang konkrit untuk kerjasama terkait, sehingga Pemerintah perlu mencari strategi untukterwujudnya pembangunan kilang tersebut, termasuk cara pengadaan minyak mentah untuk bahan baku,penentuan konfi gurasi kilang serta pola pendanaannya. Untuk menyatukan pendapat terkait pengembangankilang, LEMIGAS telah melakukan FGD (Focus Group Discussion) pada 26 Juni 2014 di Bogor denganpeserta lintas kementrian. Hasil presentasi & diskusi dari berbagai sudut pandang diperoleh gambaranbahwa pemerintah harus segera membangunan kilang baru, memilih pola pendanaan yang layak, dan mampulaksana. Pemilihan konfi gurasi kilang BBM & petrokimia mampu memberikan marjin lebih baik, karenamenghasilkan produk petrokimia yang lebih ekonomis dan memaksimalkan pemanfaatan hidrokarbon,serta mengoptimalkan penggunaan utilitas. Kilang pembiayaan swasta memberikan IRR sebesar 6% tanpainsentif dari pemerintah. Dengan insentif (tax allowance atau tax holiday dan pembebasan PPN barangkena pajak strategis) IRR akan meningkat menjadi 7%. Namun inipun belum cukup menarik untuk investorswasta, yang memerlukan IRR minimum sebesar 12%. Skema Kerja sama Pemerintah dan Swasta (KPS)yang disertai insentif dapat meningkatkan IRR menjadi sekitar 10-12%. Kenaikan IRR ini diakibatkanoleh 70% equity merupakan dana pemerintah. Meskipun demikian, kemungkinan pelaksanaan pendanaansecara KPS akan memerlukan proses dan waktu cukup panjang. Pembiayaan oleh Pemerintah seluruhnyadapat memberikan IRR 8,4%. Ini akan menarik apabila Pemerintah dapat menjual obligasi valas atauSuku valas/obligasi syariah yang dimasa lalu dengan kupon/imbal jasa lebih rendah dari 6% dan menurun.
Pengaruh Rasio Pelarutan LiOH Dalam Air Terhadap Karakteristik Gemuk Lumas Milda Fibria; Setyo Widodo; Endah Juwita M.
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 49 No. 1 (2015): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gemuk sabun litium merupakan gemuk sabun sederhana yang banyak digunakan. Penggunaan litiumhidroksida (LiOH) sebagai bahan thickener, dalam prosesnya dibutuhkan sejumlah air untuk melarutkannya.Penggunaan air untuk melarutkan LiOH diharapkan seefi sien mungkin, karena banyaknya air yangdigunakan dalam pencampuran LiOH dapat berpengaruh terhadap karakteristik gemuk lumas yangdihasilkan. Oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian mengenai rasio pelarutan LiOH dalam air sertapengaruhnya terhadap karakteristik gemuk lumas yang dihasilkan. Percobaan pelarutan LiOH dalam airselama 90 menit dan pemanasan di suhu 750C dengan rasio berat LiOH : Air = 1:2 ; 1:3; 1:3,5; 1:4; 1:5dilakukan untuk melihat hasil kelarutannya secara visual, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan gemuklumas untuk melihat pengaruhnya terhadap karakteristik gemuk lumas yang dihasilkan. Maksud dan tujuanpenelitian ini adalah mendapatkan data rasio LiOH/air yang optimal, sehingga dapat diperoleh karakteristikgemuk lumas yang terbaik. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa semakin banyak air yang digunakan,scar diameter semakin kecil akan tetapi kestabilan gemuk menurun. Dengan melihat keseluruhan datahasil uji, dapat disimpulkan bahwa penggunaan air paling efi sien adalah pada rasio berat LiOH: air sebesar1:3,5. Dengan komposisi ini akan mendapathan hasil uji karateristik yang paling optimal, yaitu droppingpoint 185°C, NLGI 2 dan Scar diameter 0,597 mm.
Modifi kasi Minyak Sawit Sebagai Pensubstitusi Minyak Solar Chairil Anwar
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 49 No. 1 (2015): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak sawit dapat digunakan sebagai bahan bakar diesel alternatif dengan perbaikan kualitasnya.Pada penelitian ini dimodifi kasi dengan cara pencampuran menggunakan minyak solar. Hasil uji sifatfi sika kimia terhadap minyak sawit dan setelah dicampur dengan minyak solar beberapa karakteryang semula tidak, menjadi memenuhi spesifi kasi minyak solar 48. Pada variasi pencampuran minyaksawit 20% volume menunjukkan sifat fi sika kimia masih dalam rentang spesifi kasi minyak solar.Viskositas dan berat jenis tinggi dapat diatasi dengan modifi kasi. Minyak sawit dengan viskositassemula 5,572 cSt menjadi 4,382 cSt, berat jenis yang semula 871 kg/m3 menjadi 851 kg/m3 dan indekssetana lebih tinggi dari 47,9 menjadi 54,9. Bahan bakar diesel hasil penelitian ini mempunyai nilailebih dari biodiesel yang dicampur dengan minyak solar. Minyak sawit dan minyak solar langsungdicampur, tanpa harus diproses terlebih dahulu menjadi biodiesel. Minyak sawit sebagai sumberenergi terbarukan dengan masing-masing karakter yang telah dibahas kiranya menjadi pilihan yanglayak untuk mempertahankan ketahanan energi jangka panjang
Karakterisasi Springless Geophone dan Perancangan Sistem Selektor Sinyal Geophone Array untuk Meningkatkan Signal to Noise Ratio Data Seismik Yudi Kuntoro
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 49 No. 1 (2015): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Geophone adalah gerbang pertama informasi citra bawah permukaan bumi pada survei seismik. Akurasigeophone memainkan peranan yang sangat penting pada survei tersebut.

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol. 58 No. 1 (2024): LPMGB Vol. 57 No. 3 (2023): LPMGB Vol. 57 No. 2 (2023): LPMGB Vol. 57 No. 1 (2023): LPMGB Vol. 56 No. 3 (2022): LPMGB Vol. 56 No. 2 (2022): LPMGB Vol. 56 No. 1 (2022): LPMGB Vol. 55 No. 3 (2021): LPMGB Vol. 55 No. 2 (2021): LPMGB Vol. 55 No. 1 (2021): LPMGB Vol. 54 No. 3 (2020): LPMGB Vol. 54 No. 2 (2020): LPMGB Vol. 54 No. 1 (2020): LPMGB Vol. 53 No. 3 (2019): LPMGB Vol. 53 No. 2 (2019): LPMGB Vol. 53 No. 1 (2019): LPMGB Vol. 52 No. 3 (2018): LPMGB Vol. 52 No. 2 (2018): LPMGB Vol. 52 No. 1 (2018): LPMGB Vol. 51 No. 3 (2017): LPMGB Vol. 51 No. 2 (2017): LPMGB Vol. 51 No. 1 (2017): LPMGB Vol. 50 No. 3 (2016): LPMGB Vol. 50 No. 2 (2016): LPMGB Vol. 50 No. 1 (2016): LPMGB Vol. 49 No. 3 (2015): LPMGB Vol. 49 No. 2 (2015): LPMGB Vol. 49 No. 1 (2015): LPMGB Vol. 48 No. 3 (2014): LPMGB Vol. 48 No. 2 (2014): LPMGB Vol. 48 No. 1 (2014): LPMGB Vol. 47 No. 3 (2013): LPMGB Vol. 47 No. 2 (2013): LPMGB Vol. 47 No. 1 (2013): LPMGB Vol. 45 No. 3 (2011): LPMGB Vol. 45 No. 2 (2011): LPMGB Vol. 45 No. 1 (2011): LPMGB Vol. 44 No. 3 (2010): LPMGB Vol. 44 No. 2 (2010): LPMGB Vol. 44 No. 1 (2010): LPMGB Vol. 43 No. 3 (2009): LPMGB Vol. 43 No. 2 (2009): LPMGB Vol. 43 No. 1 (2009): LPMGB Vol. 42 No. 3 (2008): LPMGB Vol. 42 No. 2 (2008): LPMGB Vol. 42 No. 1 (2008): LPMGB Vol. 41 No. 3 (2007): LPMGB Vol. 41 No. 2 (2007): LPMGB Vol. 41 No. 1 (2007): LPMGB Vol. 40 No. 3 (2006): LPMGB Vol. 40 No. 2 (2006): LPMGB Vol. 40 No. 1 (2006): LPMGB Vol. 39 No. 3 (2005): LPMGB Vol. 39 No. 2 (2005): LPMGB Vol. 39 No. 1 (2005): LPMGB Vol. 38 No. 3 (2004): LPMGB Vol. 38 No. 2 (2004): LPMGB Vol. 38 No. 1 (2004): LPMGB Vol. 37 No. 1 (2003): LPMGB Vol. 36 No. 3 (2002): LPMGB Vol. 36 No. 2 (2002): LPMGB Vol. 36 No. 1 (2002): LPMGB Vol. 24 No. 2 (1990): LPMGB Vol. 24 No. 1 (1990): LPMGB Vol. 23 No. 3 (1989): LPMGB Vol. 23 No. 1 (1989): LPMGB Vol. 21 No. 3 (1987): LPMGB Vol. 21 No. 2 (1987): LPMGB Vol. 21 No. 1 (1987): LPMGB Vol. 20 No. 3 (1986): LPMGB Vol. 20 No. 2 (1986): LPMGB Vol. 20 No. 1 (1986): LPMGB Vol. 19 No. 3 (1985): LPMGB Vol. 19 No. 2 (1985): LPMGB Vol. 19 No. 1 (1985): LPMGB Vol. 18 No. 3 (1984): LPMGB Vol. 18 No. 2 (1984): LPMGB Vol. 18 No. 1 (1984): LPMGB Vol. 17 No. 2 (1983): LPMGB Vol. 15 No. 1 (1981): LPMGB Vol. 14 No. 3 (1980): LPMGB Vol. 14 No. 2 (1980): LPMGB Vol. 14 No. 1 (1980): LPMGB More Issue