cover
Contact Name
Wulandari Dianningtyas
Contact Email
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Phone
+6221-7394422
Journal Mail Official
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Editorial Address
Jl. Ciledug Raya Kav. 109, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI
Published by LEMIGAS
ISSN : 20893396     EISSN : 25980300     DOI : 10.29017/LPMGB.58.1.1610
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi (LPMGB) merupakan jurnal resmi yang dipublikasikan oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi LEMIGAS untuk menyebar luaskan informasi terkait kegiatan penelitian, pengembangan rekayasa teknologi dan pengujian laboratorium di bidang migas. Naskah dari berbagai lembaga penelitian, perguruan tinggi dan industri migas dari dalam dan luar negeri
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 50 No. 2 (2016): LPMGB" : 8 Documents clear
PEREKAYASAAN SISTEM GIROSKOP GRAVITYMETER Bambang Triharjanto
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 50 No. 2 (2016): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemakaian gravitimeter darat untuk pengukuran gayaberat dilaut memerlukan suatu sistem yang memiliki kestabilamposisi sudut inklinasi untuk mengeliminir pengaruh gelombang air laut, anti getar, sensitif dan cepat yang disebutGyroskop. Persyaratam kestabilan dan posisi tegak lurus dengan permukaan bumi dalam pengukuran gravitasidipenuhi dengan cara memasang sensor inklinasi dan motor kompensator (servo motor, servo kontroler dan programkendali programable logic controller) pada kedua pasang lengan penyeimbang X dan Y, serta system peredamgetaran/goncangan berbantalan magnet. Hasil model skala laboratorium menunjukkan kinerja kestabilan posisisangat akurat terhadap bidang datar, sedangkan peredaman getaran/goncangan 50% lebih baik dengan penggunaankombinasi alat peredam berbantalan magnet dan bantalan angin (spring air).
POTENSI HIDROKARBON SEDIMEN PRA-TERSIER DAERAH ATAMBUA, TIMOR BARAT Eko Budi Lelono; Djoko Sunarjanto; Abdul Kholiq
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 50 No. 2 (2016): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Atambua dan sekitarnya dijumpai rembesan minyak dan gas di beberapa lokasi. Namun eksplorasi migas belumdilakukan secara intensif sehingga potensinya belum banyak terungkap. Penelitian ini difokuskan pada geologibatuan pra Tersier untuk mengetahui dan mengidentifikasi potensi hidrokarbonnya, untuk memastikan daerah inilayak untuk ditawarkan kepada investor. Metode yang dilakukan diawali studi literatur dan penelitian terdahulu,interpretasi data citra satelit, survei lapangan, analisis laboratorium dan integrasi data. Penelitian ini menghasilkantemuan baru berupa sedimen air tawar (diduga danau) produk syn-rift berumur Perm, sehingga terbuka peluangadanya sistem petroleum umur Paleozoikum. Secara umum disimpulkan bahwa elemen-elemen sistem petroleumsudah terbentuk di Wilayah Atambua dan sekitarnya, antara lain: serpih Perm Formasi Bisane dan batulempungTrias Formasi Aitutu berperan sebagai batuan sumber. Batupasir Perm Formasi Bisane dan batupasir Jura FormasiOebaat dapat bertindak sebagai reservoar, sedangkan batulempung Jura Formasi Wailuli berpotensi sebagai penyekat.Perangkap migas yang berhasil diidentifikasi berupa struktur basement involved thrust dan imbricated fault.
PENGARUH KONSENTRASI POLIMER DAN TINGGI GAP TERHADAP MEMBRAN SERAT BERONGGA BERTEKANAN TINGGI UNTUK PEMISAHAN GAS CO. DAN CH, Adiwar; Yuflinawati Away; Arif Rahman Hakim; Priyadi
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 50 No. 2 (2016): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan pembuatan membran serat berongga dengan bahan dasar polimer berupa campuran selulosa asetatdan polietilena glikol. Dikarenakan tidak dapat dibuat nozzle dengan diameter kurang dari 0.2 mm, peningkatanketahanan tekan dilakukan dengan memvariasikan formamida, spinneret, konsentrasi dan berat molekul polietilenglikol (PEG) dalam larutan polimer. Komposisi formamida 6%, PEG 10% dengan berat molekul 4000 berhasilmeningkatkan ketahanan tekan membran serat berongga sampai 400 psi yang dicetak menggunakan spinneretmodifikasi iii. Keberadaan formamida yang lebih besar dalam larutan polimer relatif tidak berpengaruh terhadapselektivitas. Diperoleh beberapa komposisi dengan selektivitas yang baik dimana CH, tidak lewat dan CO, lewatdengan permeabilitas sekitar 10'7 cm3 (STPj.cm.cm LcmHg1.
REKAYASA REAKTOR TURBIN UNTUK PEMBUATAN BIOFUEL DARI BIOMASSA Muhammad Fuad
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 50 No. 2 (2016): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan upaya rekayasa prototip reaktor dengan pemutar turbin yang digunakan sebagai alatproses konversi biomassa menjadi biofuel secara katalitik pada tekanan vakum. Prototip alat terdiri dari : tabungreaktor baja stainlessSteel type m 304, dimensi ukuran : tinggi 60cm dan diameter 25cm. Turbin pemutar dengankekuatan motor 5.5 HP, alat kondensor Chiller : dengan kemampuan pendingin sampai -40"C, water Bath,pompa vakum : kapasitas normalflow rate 5mVjam, Ultimatepressure 2.3 X 1 O’2 Torr (3 x 10 ' m Bar), surge drum :stabilizer sistem vakum. Selenoid: pengatur setpoint System vakum, serta Panel: terdiri dari tombol pengatur suhupemanas, tekanan dan pemutar turbin secara elektronik. Hasil uji coba kinerja prototip alat menunjukkan : prototipalat mampu beroperasi pada kondisi yang dibutuhkan yakni tekanan vakum antara 0,5-0,8 atm dan putaran turbinreaktor < 2000 RPM, suhu sampai >330nC dengan kondisi alat yang stabil. Contoh uji yang digunakan adalah contohbiomassa sekam padi, minyak jelantah (Carrier Oil), katalis zeolit ukuran 1-2 mm, netralizer padat (Ca(OH),).
STUDI AWAL KINERJA ALAT PENANGKAP CO2 MENGGUNAKAN PELARUT KALIUM KARBONAT BERPROMOTOR ASAM BORAT PADA BERBAGAI VARIASI KANDUNGAN CO, Dewi Istiyanie; Novie Ardhyarini; Agustini
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 50 No. 2 (2016): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri Kilang dan Pembangkit Listrik merupakan salah satu penyumbang emisi gas CO, terbesar. Penelitianini merupakan studi awal untuk merancang alat penangkap CO,di mana dalam merancang alat dibutuhkan datakarakteristik gas buang seperti konsentrasi, laju alir, temperatur, dan tekanan gas buang yang berasal dari beberapaIndustri Kilang dan PLTU yang ada di Indonesia yang memiliki kontribusi yang besar dalam menambah emisiCO, di udara. Penangkapan CO, dianggap sangat penting dan dapat berperan besar dalam penurunan emisi gasrumah kaca. Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa industri kilang memiliki konsentrasi gas CO, yangcukup tinggi, yaitu antara 6-18%, sedangkan konsentrasi CO, yang berasal dari PLTU sekitar 12%. Temperaturgas buang yang berasal dari kilang antara 40-765"C, sedangkan temperatur dari PLTU antara 56-537"C. Tekanangas buang yang berasal dari kilang adalah 0,8-1,03 kg/cm2, sedangkan tekanan gas buang dari PLTU adalah 0,007-167kg/cm2. Laju alir gas buang yang berasal dari kilang antara 1,9-153.216m7jam, sedangkan laju alir dari PLTUberkisar antara 846-2.999.988m7jam. Karakteristik emisi gas buang seperti yang telah disebutkan harus menjadipertimbangan dalam merancang alat penangkap CO, yang akan dibuat.
PEMBUATAN KOPOLIMER LATEKS KARET ALAM DENGAN METIL METAKRILAT SEBAGAI ADITIF PENURUN TITIK TUANG MINYAK MENTAH Roza Adriany
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 50 No. 2 (2016): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian pembuatan kopolimer lateks karet rz/am dengan metil metakrilat yang digunakan sebagaipenurun titik tuang minyak mentah. Metodologi penelitian adalah mereaksikan senyawa polimer Isoprena yangterkandung pada Lateks Karet Alam dengan Metil Metakrilat hingga membentuk kopolimer. Kopolimer ditambahkanke dalam minyak mentah pada variasi konsentrasi 1000 ppm, 5000 ppm dan 10.000 ppm, kemudian dilakukanpengujian titik tuang dan viskositas kinematik dari minyak mentah sebelum dan sesudah ditambah kopolimer.Penambahan kopolimer pada minyak mentah mampu menurunkan titik tuang dari 24CC menjadi 6°C dan menurunkanviskositas kinematik dari 20,22 mm2/s menjadi 7,00 mm2/s, pada konsentrasi penambahan kopolimer 10.000 ppm.
ANALISIS KEEKONOMIAN PENGEMBANGAN JARINGAN GAS BUMI KOTA DEPOK Binarga Guchany
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 50 No. 2 (2016): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurangnya infrastruktur distribusi gas bumi ke lokasi calon pelanggan merupakan kendala pemanfaatan gas bumi.Kurang berkembangnya infrastruktur gas bumi tersebut dikarenakan kendala keekonomian sehingga badan usahabelum tertarik mengembangkannya.
EFEK PENGGUNAAN ADITIF BIODISPERSAN PADA BAHAN BAKAR BIOSOLAR (B-20) TERHADAP KOMPONEN RUANG BAKAR MESIN DIESEL Emi Yuliarita
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 50 No. 2 (2016): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penambahan aditif berbasis nabati pada bahan bakar Biosolar (B-20) bertujuan untuk mengurangi diposit yangterjadi pada ruang bakar mesin terutama pada bagian kepala silinder. Aditif yang digunakan berasal dari minyakatsiri (campuran minyak sereh wangi, minyak cengkeh dan minyak nilam) dengan pertimbangan mudah didapatkan.Metode yang digunakan dalam pengukuran deposit komponen ruang bakar adalah merit rating yang mengacu padametode CEC/M02-T70. Dimana nilai rating dari komponen mesin yang dievaluasi dinyatakan secara numericdari 0 sampai 10. Nilai 10 menunjukan tingkat kebersihan yang paling tinggi sedangkan nol menunjukan tingkatkebersihan paling rendah. Hasil penelitian menunjukan penambahan aditif biodispersan dalam B-20 sebanyak2000ppm dapat menurunkan jumlah deposit pada bagian kepala silinder sebesar 3.5%. Efisiensi penurunan deposityang signifikan akibat penambahan aditif tersebut dalam bahan bakar Biosolar B-20 terjadi pada bagian top pistonyaitu 14,8%. Selanjutnya tingkat kebersihan yang diukur dalam indeks merit, juga menunjukkan penggunaan aditifbiodispersan pada Biosolar (B-20) menghasilkan indeks merit yang lebih tinggi atau lebih bersih dibandingkanBiosolar (B-20) tanpa aditif.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol. 58 No. 1 (2024): LPMGB Vol. 57 No. 3 (2023): LPMGB Vol. 57 No. 2 (2023): LPMGB Vol. 57 No. 1 (2023): LPMGB Vol. 56 No. 3 (2022): LPMGB Vol. 56 No. 2 (2022): LPMGB Vol. 56 No. 1 (2022): LPMGB Vol. 55 No. 3 (2021): LPMGB Vol. 55 No. 2 (2021): LPMGB Vol. 55 No. 1 (2021): LPMGB Vol. 54 No. 3 (2020): LPMGB Vol. 54 No. 2 (2020): LPMGB Vol. 54 No. 1 (2020): LPMGB Vol. 53 No. 3 (2019): LPMGB Vol. 53 No. 2 (2019): LPMGB Vol. 53 No. 1 (2019): LPMGB Vol. 52 No. 3 (2018): LPMGB Vol. 52 No. 2 (2018): LPMGB Vol. 52 No. 1 (2018): LPMGB Vol. 51 No. 3 (2017): LPMGB Vol. 51 No. 2 (2017): LPMGB Vol. 51 No. 1 (2017): LPMGB Vol. 50 No. 3 (2016): LPMGB Vol. 50 No. 2 (2016): LPMGB Vol. 50 No. 1 (2016): LPMGB Vol. 49 No. 3 (2015): LPMGB Vol. 49 No. 2 (2015): LPMGB Vol. 49 No. 1 (2015): LPMGB Vol. 48 No. 3 (2014): LPMGB Vol. 48 No. 2 (2014): LPMGB Vol. 48 No. 1 (2014): LPMGB Vol. 47 No. 3 (2013): LPMGB Vol. 47 No. 2 (2013): LPMGB Vol. 47 No. 1 (2013): LPMGB Vol. 45 No. 3 (2011): LPMGB Vol. 45 No. 2 (2011): LPMGB Vol. 45 No. 1 (2011): LPMGB Vol. 44 No. 3 (2010): LPMGB Vol. 44 No. 2 (2010): LPMGB Vol. 44 No. 1 (2010): LPMGB Vol. 43 No. 3 (2009): LPMGB Vol. 43 No. 2 (2009): LPMGB Vol. 43 No. 1 (2009): LPMGB Vol. 42 No. 3 (2008): LPMGB Vol. 42 No. 2 (2008): LPMGB Vol. 42 No. 1 (2008): LPMGB Vol. 41 No. 3 (2007): LPMGB Vol. 41 No. 2 (2007): LPMGB Vol. 41 No. 1 (2007): LPMGB Vol. 40 No. 3 (2006): LPMGB Vol. 40 No. 2 (2006): LPMGB Vol. 40 No. 1 (2006): LPMGB Vol. 39 No. 3 (2005): LPMGB Vol. 39 No. 2 (2005): LPMGB Vol. 39 No. 1 (2005): LPMGB Vol. 38 No. 3 (2004): LPMGB Vol. 38 No. 2 (2004): LPMGB Vol. 38 No. 1 (2004): LPMGB Vol. 37 No. 1 (2003): LPMGB Vol. 36 No. 3 (2002): LPMGB Vol. 36 No. 2 (2002): LPMGB Vol. 36 No. 1 (2002): LPMGB Vol. 24 No. 2 (1990): LPMGB Vol. 24 No. 1 (1990): LPMGB Vol. 23 No. 3 (1989): LPMGB Vol. 23 No. 1 (1989): LPMGB Vol. 21 No. 3 (1987): LPMGB Vol. 21 No. 2 (1987): LPMGB Vol. 21 No. 1 (1987): LPMGB Vol. 20 No. 3 (1986): LPMGB Vol. 20 No. 2 (1986): LPMGB Vol. 20 No. 1 (1986): LPMGB Vol. 19 No. 3 (1985): LPMGB Vol. 19 No. 2 (1985): LPMGB Vol. 19 No. 1 (1985): LPMGB Vol. 18 No. 3 (1984): LPMGB Vol. 18 No. 2 (1984): LPMGB Vol. 18 No. 1 (1984): LPMGB Vol. 17 No. 2 (1983): LPMGB Vol. 15 No. 1 (1981): LPMGB Vol. 14 No. 3 (1980): LPMGB Vol. 14 No. 2 (1980): LPMGB Vol. 14 No. 1 (1980): LPMGB More Issue