cover
Contact Name
Wulandari Dianningtyas
Contact Email
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Phone
+6221-7394422
Journal Mail Official
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Editorial Address
Jl. Ciledug Raya Kav. 109, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI
Published by LEMIGAS
ISSN : 20893396     EISSN : 25980300     DOI : 10.29017/LPMGB.58.1.1610
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi (LPMGB) merupakan jurnal resmi yang dipublikasikan oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi LEMIGAS untuk menyebar luaskan informasi terkait kegiatan penelitian, pengembangan rekayasa teknologi dan pengujian laboratorium di bidang migas. Naskah dari berbagai lembaga penelitian, perguruan tinggi dan industri migas dari dalam dan luar negeri
Articles 544 Documents
Aplikasi Model Jaringan Nodal untuk Mengevaluasi Aliran Gas pada Jaringan Pipa Edward ML Tobing
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 43 No. 2 (2009): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis aliran steady state pada jaringan pipa gas dilakukan untuk menentukan distribusi tekanan aliran gas pada node dan laju alir gas dalam elemen penghubung node (leg). Metode analisis aliran steady state pada jaringan pipa gas yang diaplikasikan dalam makalah ini merupakan algoritma yang bersifat step forward. Dalam metode ini harga tekanan suatu node langsungdikoreksi pada setiap iterasinya berdasarkan ketidakseimbangan laju alir massa pada node tersebut, karena harga tekanan yang digunakan untuk menentukan laju alir massa gas dalam pipa pada tahap iterasi sebelumnya belum tepat. Algoritma ini memberikan kemungkinan baru untuk mengembangkan model simulasi jaringan pipa gas tanpa menggunakan matriks aljabar, dan pemecahan masalah jaringan pipa gas dengan mengaplikasikan model jaringan nodal. Untuk mendesain dan menganalisis jaringan pipa yang dilengkapi peralatan kompresor dan pressure regulator, perlu ditentukan parameter daya kuda yang dibutuhkan Kompresor dan bukaan pada pressure regulator. Cara yang dilakukan untuk menganalisis jaringan pipa tersebut adalah dengan mengeliminasi kedua peralatan tersebut, dan kemudian menempatkan dua buah node pada titik inlet dan outlet. Akan tetapi sistem harus mempunyai solusi yang unik setelah kedua peralatan tersebut dieliminasi, dengan batasan laju alir gas pada node inlet harus sama dengan laju alir pada node outlet dengan tanda berbeda. Tekanan dan laju alir pada kedua node harus ditentukan terlebih dahulu, dan kemudian parameter daya kuda kompresor serta bukaan pressure regulator dapat ditentukan.
Rancang Bangun Unit Pirolisis untuk Pembuatan Bio-Oil Dari Minyak Jelantah Skala Laboratorium Edi Gunawan
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 44 No. 1 (2010): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan rancang bangun unit pirolisis skala laboratorium, yang terdiri atas tangki umpan, reaktor, umpan N2, separator dan tangki penampung secara operasional mampu untuk membuat bio-oil dari minyak jelantah. Reaktor dirancang dan dibuat dengan diameter 3 in. dan dan panjang 40 cm, bagian dalamnya diisi dengan bahan isian kuarsa, dilengkapi dengan pemanas, tanpa adanya oksigen (karena N2 sebagai blanketing) bisa menjalankan proses perengkahan termal terhadap minyak jelantah. Kondisi terbaik yang dicapai untuk memperoleh bio-oil yaitu pada suhu pirolisis 4000C, ketebalan bahan isian kuarsa 15 cm , dan ukuran partikel kuasa -6+8 mesh. Bio-oil adalah bahan bakar cair yang dihasilkan melalui teknologi pirolisis atau pirolisis cepat. Pengembangan bio-oil dapat menggantikan posisi bahan bakar hidrokarbon dalam industri , seperti untuk mesin pembakaran, boiler, mesin diesel statis, dan heavy fuel oil, light fuel oil. Hasil percobaan ini mengahasilkan bio-oil dengan mutu sebagai berikut : - viskositas kinematis pada 50oC. = 34 cSt. - titik nyala (mangkok tertutup) = 112oC - kadar air % volume = 0 - masa jenis pada 50oC , kg/m2 = 907 - angka asam mg KOH/g = 0,02 - kadar belerang % berat = 0,004
Peningkatan Sifat Alir dan Stabilitas Oksidasi Biodiesel dengan Proses Hidrogenasi Parsial. (Bagian II): Penggunaan Pd-Al2 O3 Sebagai Katalis Oberlin Sidjabat
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 47 No. 3 (2013): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perhatian terhadap Biodiesel sedang meningkat secara mendunia sebagai suatu bahan bakar pengganti minyak solar atau sebagai komponen pencampur di sektor transportasi. Biodiesel menjadi lebih menarik karena keuntungan terhadap lingkungan dan dibuat dari sumber-sumber yang dapat diperbaharui. Namun masih ada permasalahan dalam hal mutu seperti kestabilan oksidasi dan sifat alirnya yaitu titik tuang dan titik kabut yang sangat penting dalam penggunaannya secara komersial. Karakteristik tersebut sangat tergantung pada komponen bahan bakunya yang mengandung asam lemak tak-jenuh, yang mudahteroksidasi membentuk polimer-polimer serta pengaruh kondisi lingkungannya. Ketidak stabilan produk biodiesel tersebut dapat diatasi dengan menurunkan komponen-komponen tak jenuhnya melalui proses hidrogenasi parsial dengan bantuan katalis paladium (Pd) berpenyangga (support) alumina (Al2O3). Proses hidrogenasi parsial dilakukan dengan sistem reaktor autoclave berpengaduk dengan temperatur 80oC dan tekanan atmosfir. Karakteristik stabilitas oksidasi dapat meningkat untuk memenuhi spesifikasi yang ditentukan (>10 jam), juga sifat alir meningkat secara signifikan dengan penggunaan katalis tersebut.
Penggunaan Infra Red Oil Analyser untuk Memantau Kondisi Minyak Lumas Mesin Diesel M. Hanifuddin; Milda Fibria; Shinta Sari Hastuningtyas
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 45 No. 1 (2011): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan program analisis minyak lumas yang baik akan memberikan petunjuk kondisi minyak lumas selama pemakaian. Analisis ini meliputi karakteristik kandungan aditif, produk-produk oksidasi, dan adanya kontaminan yang terdapat pada minyak lumas. Sampel diperoleh dari minyak lumas hasil formulasi dan minyak lumas produksi Pertamina yang ada di pasaran yang diujicobakan pada kendaraan diesel penumpang. Sampling dilakukan pada jarak tempuh 0km, 5000 km, 10000 km, dan 15000 km. Kemudian dilakukan analisis menggunakan FTIR Oil Analyser, yang menghasilkan sembilan utama jenis pengukuran inframerah. Berdasarkan hasil uji menggunakan FTIR Oil Analyser, minyak lumas secara garis besar menunjukkan karakteristik yang bagus sampai jarak tempuh 15.000 km.
Pengaruh logam Kalsium (Ca) dan Kromium (Cr) dalam Pembuatan Bio-gasoline (Setara Bensin) dengan Bahan Baku Metil Ester Morina Morina; Oberlin Sidjabat
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 43 No. 2 (2009): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk memenuhi kebutuhan energi bahan bakar minyak dalam rangka diversifikasi energi, maka perlu diupayakan untuk mencari energi alternatif sebagai bahan pengganti atau substitusi bahan bakar tersebut. Salah satu upaya adalah menggunakan bahan baku nabati yang banyak terdapat di negeri ini seperti minyak sawit, minyak jarak pagar dan minyak kelapa, dan juga merupakan bahan baku untuk energi terbarukan (bio-fuel) yang sangat menjanjikan. Perengkahan katalitik minyak sawit merupakan salah satu proses untuk menghasilkan senyawa senyawa setara dengan bensin (bio-gasoline) dilakukan dalam suatu reaktor fixed bed, dengan suhu reaksi berkisar dari 450 – 500°C. Penelitian diarahkan untuk melihat pengaruh logam kalsium (Ca) dan kromium (Cr) dengan bahan baku metil ester yang berasal dari minyak sawit, untuk menghasilkan bio-gasoline. Logam aktif katalis yang berperanan dalam proses konversi katalitik tersebut adalah logam kalsium dan kromium yang diembankan pada zeolit sintetis berukuran 35-65 mesh, baik dalam bentuk logam tunggal maupun campuran logam. Masing-masing logam tunggal dengan konsentrasi tertentu dan logam campuran, menunjukkan aktivitas terhadap proses perengkahan katalitik dalam menghasilkan produk bio-gasoline setara bensin, dan hasil perengkahan katalitik yang tinggi terlihat pada katalis dengan logam campuranCa-Cr-ZS dengan konversi 50-59% dan suhu optimum 475oC.
Pengaruh Laju Alir dan Waktu Terhadap Faktor Skin pada Reservoir Minyak Bertenaga Dorong Gas Terlarut Edward ML Tobing
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 47 No. 3 (2013): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerusakan formasi atau faktor skin positif biasa ditemukan setelah kegiatan pemboran, komplesi maupun produksi. Terdapat beberapa jenis faktor skin positif, salah satunya adalah faktor skin akibat pengaruh laju alir dan waktu S(q,t). Faktor skin tersebut kurang mendapat perhatian, tetapi akan terbentuk secara alamiah dan tidak dapat dihindari atau diatasi dengan stimulasi jenis apapun. Dengan pertimbangan tersebut, maka penelitian ini dilakukan untuk menganalisis adanya S(q,t) dan faktor-faktor yang memengaruhi terhadap kinerja produksi sumur. S(q,t) dapat terjadi pada reservoir minyak dengan tenaga dorong gas terlarut, dimana kondisi saturasi gas awal lebih kecil dari saturasi gas kritis untuk seluruh reservoir (aliran minyak dan gas). Meskipun pengaruhnya terbatas untuk jangka waktu tertentu, namun bila tidak diatasi dapat merugikan. Berdasarkan hasil pengamatan dengan menggunakan simulator reservoir dan metoda perkiraan kurva Infl ow Performance Relationship (IPR), dapat disimpulkan bahwa perkiraan kurva IPR tanpa memperhitungkan pengaruh S(q,t) memberikan hasil yang terlalu optimistik.Sehingga hal tersebut akan berpengaruh terhadap perencanaan pengembangan produksi dari reservoir minyak bertenaga dorong gas terlarut.
Rancangan Teknis Modul-Modul Adsorben Penyimpanan Bahan Bakar Gas Yusep Kartiwa Caryana
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 44 No. 1 (2010): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk menghindari kesulitan bagi pemakai gas, modul adsorben BBG sektor rumah tangga hanya efektif digunakan sebagai komplemen LPG 3 kg. Karena modul adsorben BBG sektor transportasi lebih berat dibanding tabung CNG, pemasangan modul adsorben BBG sektor transportasi akan menambah beban mesin sehingga akan cenderung meningkatkan konsumsi spesifik bahan bakar kendaraan bermotor. Namun demikian, tekanan kerja modul adsorben BBG sektor transportasi yang rendah, akan menurunkan biaya kompresi gas sehingga dapat menurunkan biaya operasional Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG). Pada kapasitas penyimpanan gas yang sama, modul adsorben BBG industri relatif lebih berat dibanding tabung ISO 11439 2000, tetapi karena tekanan kerja adsorben BBG industri lebih rendah dari tekanan kerja tabung ISO 11439-2000, maka harga modul adsorben BBG industri cenderung lebih murah dibanding harga tabung ISO 11439-2000.
Efek Polietilen Glikol pada Membran Berbahan Dasar Polisulfon untuk Pemisahan Gas CO2 dan CH4 Yuflinawati Away; Adiwar Adiwar
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 47 No. 3 (2013): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai efek polietilen glikol (PEG) pada membran berbahan dasar polisulfon untuk pemisahan gas CO2 dan CH4. Pembuatan membran dilakukan dengan metode pengendapan pencelupan polimer melalui tahapan casting, koagulasi, annealing dan penyimpanan. Variasi yang dilakukan mencakup waktu koagulasi 4, 8, 16, 24, dan 32 menit, media penyimpanan dalam air, iso propanol dan desikator, konsentrasi polisulfon 20; 22,5; 25; 27,5 dan 30%, berat molekul PEG 600, 1000, 2000, 4000, 6000 dan 10000. Pengujian permeabilitas membran dilakukan dengan menggunakan sel permeasi pada kisaran tekanan dari 10 sampai 100 psi. Data memperlihatkan bahwa waktu koagulasi yang optimal adalah 16 menit, konsentrasi optimal polisulfon adalah 25% berat dan berat molekul optimal PEG adalah 4000. Membran polisulfon yang dihasilkan mempunyai selektivitas berkisar dari 18,30 sampai 66,05 pada kisaran tekanan dari 10 sampai 100 psi. Nilai selektivitas ini jauh lebih baik dari pada membran polisulfon tanpa PEG yang mempunyai selektivitas hanya berkisar dari 0,96 sampai 6,83 untuk kisaran tekanan dari 10 sampai 100 psi.
Rancangan Dasar Perhitungan Proteksi Katodik dengan Menggunakan Anoda Korban Pada Struktur Baja Anjungan Minyak di Lingkungan Air Laut Abdoel Goffar
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 45 No. 1 (2011): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuatan dokumen setiap pekerjaan proyek adalah sangat penting. Penelitian dengan perhitungan rancangan dasar proteksi katodik anoda korban pada pile di anjungan lepas pantai dilakukan dengan membuat laporan sebagai dokumen. Dokumen ini berisi laporan yang tersusun secara sistematika dengan menerangkan pekerjaan proyek meliputi rekayasa dasar untuk perhitungan proteksi katodik dan menggunakan anoda korban (sacrificial anode) untuk melindungi korosi pada tiang baja (steel pile) anjungan minyak di lepas pantai. Paper ini menunjukkan tahapan merancang proteksi katodik sesuai dengan standar dan spesifikasi dari salah satu perusahaan milik negara Eropa yang beroperasi di Indonesia. Rancangan meliputi perhitungan secara teliti kebutuhan arus pile dari anjungan minyak (platform) di lingkungan air laut (lepas pantai). Kerja sama tim insinyur dari berbagai disiplin ilmu yang masing-masing memiliki data lapangan kemudian terkumpul dalam beberapa arsip (file) dalam komputer yang sebagai jejaring (network), sehingga memudahkan perolehan data secara lengkap. Selain dari pada itu dibutuhkan juga gambar autocadguna mengetahui keadaan sebenarnya instalasi terhadap tiang pancang (pile) anjungan yang diproteksi katodik. Perhitungan dilakukan dengan menyusun tabulasi secara sistematis dan memudahkan perhitungan dalam komputer secara cepat,sehingga menjadi praktis dan efisien. Hasil dari perhitungan dapat memberi penjelasan terhadap kebutuhan arus pada pile dan memudahkan koreksi apabila ada kesalahan dengan memasukkan semua parameter yang diketahui. Rancangan ini dikenal dengan rekayasa dasar (basic engineering) agar anoda yang tersedia dapat memenuhi kebutuhan arus tiang pancang (pile) yang telah ditentukan hingga 20 tahun dan memastikan sistem berjalan sesuai rancangan.
Formulasi Gemuk Lumas Sabun Litium dengan Bahan Dasar Minyak Jarak Ratu Ulfiati
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 43 No. 2 (2009): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gemuk lumas merupakan pelumas dalam bentuk setengah padat, terbuat dari minyak lumas dasar ditambah aditif dan bahan pengental (thickening agent). Sabun adalah zat pengemulsi yang umum digunakan, dan jenis sabun yang dipilih tergantung pada kondisi penggunaan gemuk lumas tersebut. Penggunaan sabun yang berbeda akan menghasilkan tingkat ketahanan terhadaptemperatur (tergantung pada viskositas dan volatilitasnya), air, dan reaktivitas kimia yang berbeda. Kondisi proses saponifikasi dan mekanisme pencampuran bahan baku, mempengaruhi kualitas gemuk lumas. Selain itu juga jenis sabun dan konsentrasi sabun yang terbentuk serta dispersi sabun dalam minyak dasar mempengaruhi titik leleh gemuk lumas; jumlah bahan pengental dan bahan pengisi mempengaruhi kekerasan gemuk; dengan komposisi yang sama, gemuk lumas dengan bahan dasar minyak mineral mempunyai tingkat kekerasan yang lebih tinggi (NLGI) dibandingkan dengan gemuk lumas dengan bahan dasar minyak jarak; penambahan aditif tekanan ekstrim dapat mengurangi diameter scar pada bola uji fourball secara efektif.

Filter by Year

1980 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 58 No. 1 (2024): LPMGB Vol. 57 No. 3 (2023): LPMGB Vol. 57 No. 2 (2023): LPMGB Vol. 57 No. 1 (2023): LPMGB Vol. 56 No. 3 (2022): LPMGB Vol. 56 No. 2 (2022): LPMGB Vol. 56 No. 1 (2022): LPMGB Vol. 55 No. 3 (2021): LPMGB Vol. 55 No. 2 (2021): LPMGB Vol. 55 No. 1 (2021): LPMGB Vol. 54 No. 3 (2020): LPMGB Vol. 54 No. 2 (2020): LPMGB Vol. 54 No. 1 (2020): LPMGB Vol. 53 No. 3 (2019): LPMGB Vol. 53 No. 2 (2019): LPMGB Vol. 53 No. 1 (2019): LPMGB Vol. 52 No. 3 (2018): LPMGB Vol. 52 No. 2 (2018): LPMGB Vol. 52 No. 1 (2018): LPMGB Vol. 51 No. 3 (2017): LPMGB Vol. 51 No. 2 (2017): LPMGB Vol. 51 No. 1 (2017): LPMGB Vol. 50 No. 3 (2016): LPMGB Vol. 50 No. 2 (2016): LPMGB Vol. 50 No. 1 (2016): LPMGB Vol. 49 No. 3 (2015): LPMGB Vol. 49 No. 2 (2015): LPMGB Vol. 49 No. 1 (2015): LPMGB Vol. 48 No. 3 (2014): LPMGB Vol. 48 No. 2 (2014): LPMGB Vol. 48 No. 1 (2014): LPMGB Vol. 47 No. 3 (2013): LPMGB Vol. 47 No. 2 (2013): LPMGB Vol. 47 No. 1 (2013): LPMGB Vol. 45 No. 3 (2011): LPMGB Vol. 45 No. 2 (2011): LPMGB Vol. 45 No. 1 (2011): LPMGB Vol. 44 No. 3 (2010): LPMGB Vol. 44 No. 2 (2010): LPMGB Vol. 44 No. 1 (2010): LPMGB Vol. 43 No. 3 (2009): LPMGB Vol. 43 No. 2 (2009): LPMGB Vol. 43 No. 1 (2009): LPMGB Vol. 42 No. 3 (2008): LPMGB Vol. 42 No. 2 (2008): LPMGB Vol. 42 No. 1 (2008): LPMGB Vol. 41 No. 3 (2007): LPMGB Vol. 41 No. 2 (2007): LPMGB Vol. 41 No. 1 (2007): LPMGB Vol. 40 No. 3 (2006): LPMGB Vol. 40 No. 2 (2006): LPMGB Vol. 40 No. 1 (2006): LPMGB Vol. 39 No. 3 (2005): LPMGB Vol. 39 No. 2 (2005): LPMGB Vol. 39 No. 1 (2005): LPMGB Vol. 38 No. 3 (2004): LPMGB Vol. 38 No. 2 (2004): LPMGB Vol. 38 No. 1 (2004): LPMGB Vol. 37 No. 1 (2003): LPMGB Vol. 36 No. 3 (2002): LPMGB Vol. 36 No. 2 (2002): LPMGB Vol. 36 No. 1 (2002): LPMGB Vol. 24 No. 2 (1990): LPMGB Vol. 24 No. 1 (1990): LPMGB Vol. 23 No. 3 (1989): LPMGB Vol. 23 No. 1 (1989): LPMGB Vol. 21 No. 3 (1987): LPMGB Vol. 21 No. 2 (1987): LPMGB Vol. 21 No. 1 (1987): LPMGB Vol. 20 No. 3 (1986): LPMGB Vol. 20 No. 2 (1986): LPMGB Vol. 20 No. 1 (1986): LPMGB Vol. 19 No. 3 (1985): LPMGB Vol. 19 No. 2 (1985): LPMGB Vol. 19 No. 1 (1985): LPMGB Vol. 18 No. 3 (1984): LPMGB Vol. 18 No. 2 (1984): LPMGB Vol. 18 No. 1 (1984): LPMGB Vol. 17 No. 2 (1983): LPMGB Vol. 15 No. 1 (1981): LPMGB Vol. 14 No. 3 (1980): LPMGB Vol. 14 No. 2 (1980): LPMGB Vol. 14 No. 1 (1980): LPMGB More Issue