cover
Contact Name
Wulandari Dianningtyas
Contact Email
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Phone
+6221-7394422
Journal Mail Official
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Editorial Address
Jl. Ciledug Raya Kav. 109, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI
Published by LEMIGAS
ISSN : 20893396     EISSN : 25980300     DOI : 10.29017/LPMGB.58.1.1610
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi (LPMGB) merupakan jurnal resmi yang dipublikasikan oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi LEMIGAS untuk menyebar luaskan informasi terkait kegiatan penelitian, pengembangan rekayasa teknologi dan pengujian laboratorium di bidang migas. Naskah dari berbagai lembaga penelitian, perguruan tinggi dan industri migas dari dalam dan luar negeri
Articles 544 Documents
Metode Kromatografi Gas untuk Fingerprinting Tumpahan Minyak Bumi di Perairan. Perlunya Korelasi Antar-Laboratorium R. Desrina
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 44 No. 2 (2010): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode Identifikasi Minyak Bumi yang juga sering disebut sebagai Metode Fingerprinting, tidak saja berguna untuk mengidentifikasi tumpahan minyak di perairan, namun juga berguna bagi keperluan eksplorasi (karakterisasi dan maturasi minyak bumi) dan kegiatan produksi (kontinuitas reservoir, kebocoran pipa, dsb.) Berbagai metode analitik untuk keperluan identifikasi ini telah banyak dicoba dan dikembangkan, antara lain Rasio Ni/V, Isotop Sulfur, Isotop Nitrogen, Spektrometri Inframerah, Spektrometri Fluoresensi, Kromatografi Gas, GC-MS dsb. Metode mana yang dipilih ditentukan oleh kemampuan dan fasilitas yang tersedia di laboratorium. Penulis telah mengembangkan metode Kromatografi Gas bagi keperluan identifikasi atau fingerprinting minyak bumi. Metode ini cukup sederhana dan cukup akurat, serta memungkinkan untuk dapat dipakai oleh sebagian besar laboratorium perminyakan dan laboratorium lingkungan di Indonesia. Dalam tulisan ini, diuraikan metode Kromatografi Gas dengan maksud untuk mendapatkan metode yang dapat digunakan untuk identifikasi tumpahan minyak bumi. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa metode ini bisa dilakukan untuk tujuan identifikasi atau fingerprinting tumpahan minyak bumi. Oleh karena itu memungkinkan untuk dikorelasikan dengan beberapa laboratorium yang sering melakukan analisis sampel tumpahan minyak untuk mendapatkan presisi dan reproducibility-nya.
Pemanfaatan Minyak Biji Jarak Laut Sebagai Bahan Bakar Alternative Minyak Tanah (Biokerosine) Emi Yuliarita
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 43 No. 2 (2009): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan energi nasional untuk minyak tanah atau kerosine pada tahun 2010 diperkirakan mencapai 10 juta KL. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut diharapkan dapat dipenuhi dari bahan bakar nabati (biofuel) sebanyak 1 juta KL. Salah satu tanaman yang mempunyai potensi untuk digunakan sebagai bahan bakar nabati adalah tanaman Jarak Laut (Hura crepitan). Tanaman tersebut umumnya digunakan sebagai tanaman pelindung dan wilayah pertumbuhannya terdistribusi secara luas di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah memanfaatkan minyak nabati murni atau Pure Plant Oil (PPO) yang berasal dari tanaman Jarak Laut untuk bahan baku pembuatan bahan bakar alternatif minyak tanah (Biokerosine). Biokerosine dibuat dari blending minyak nabati murni dengan minyak tanah pada volume pencampuran 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25%. Pengujian karakteristik fisiko-kimia utama bahan bakar biokerosine meliputi pengujian densitas, titik nyala, titik asap, nilai kalori, kandungan sulfur, dan korosi bilah tembaga. Dari pengujian tersebut diperoleh hasil bahwa penambahan minyak nabati murni sampai 25% masih memenuhi spesifikasi bahan bakar minyak tanah yang ditetapkan oleh pemerintah.
Studi Karakteristik Fisika-Kimia pada Uji Jalan Minyak Lumas Mesin Bensin Formula Api SL sebagai Indikator Mutu Setyo Widodo; Shinta Sari H.; Catur Yuliani R.; Subiyanto Subiyanto
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 43 No. 2 (2009): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada aplikasi sesungguhnya kualitas dari suatu minyak lumas dapat diketahui dari uji unjuk kerja. Walaupun demikian, sebagai indikator awal hal ini dapat diketahui dari karakteristik uji fisika-kimianya. Karakteristik tersebut dapat di teliti dengan cara menganalisa contoh minyak lumas yang diambil dari unjuk kerja uji jalan yang dilakukan pada interval jarak (kilometer) atauinterval waktu tertentu. Studi tentang karakteristik fisika-kimia dari minyak lumas ini sangat diperlukan untuk mengetahui kualitas dari suatu minyak lumas. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan data teknis tentang ketahanan dari suatu minyak lumas dilihat dari uji laboratorium. Dimana minyak lumas yang digunakan dalam studi ini adalah minyak lumas hasil formulasi dengan grade SAE 15W40/API SL. Karakteristik minyak lumas dipantau dengan cara menggantinya selama uji jalan berlangsung setiap jarak 2.500 kilometer. Sehingga penurunan kualitas minyak lumas dapat dilihat selama penelitian berlangsung.Hasil uji menunjukkan bahwa formulasi minyak lumas memiliki sifat karakteristik yang memenuhi standar spesifikasi. Sebagian besar dari used oil tersebut masih dalam batas standar yang diijinkan kecuali untuk uji kadar silikon menunjukkan nilai dibawah ambang batas. Meskipun demikian dapat disimpulkan bahwa karakteristik formulasi minyak lumas ini masih menunjukkanunjuk kerja yang baik dalam penggunaanya sampai dengan jarak 15.000 kilometer. Hal tersebut dapat digunakan sebagai rekomendasi drain interval, jika formulasi minyak lumas ini diproduksi secara komersial.
Pengembangan Simulasi Distribusi Rekahan pada Reservoir Rekah Alami Berdasarkan Data Produksi Arie Haans; Usman Usman
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 44 No. 3 (2010): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reservoir rekah alami umumnya dicirikan oleh karakteristik double-porosity di mana primary porosity merepresentasikan porositas matriks dan secondary porosity merepresentasikan porositas rekahan. Pada double-porosity model diasumsikan terdapat dua region dengan porositas dan permeabilitas yang berbeda dalam suatu formasi. Warren dan Root memperkenalkan dua karakteristik parameter yang mengontrol perilaku suatu sistem double-porosity. Kedua parameter tersebut adalah interporosity flow coeficient (λ) menggambarkan kemampuan fluida mengalir dari primary porosity ke secondary porosity dan storativity (ω) menggambarkan rasio kapasitas simpan secondary prosity terhadap total pori. Kedua karakteristik rekahan tersebut selama ini diperoleh dari data tes sumuran. Pada makalah ini penulis mengembangkan suatu metode penentuan karakteristik rekahan berdasarkan data produksi dengan menggunakan metode central difference dan trapezoid-second derivative. Metode geostatistik digunakan dalam menyebarkan krakteristik rekahan tersebut. Data produksi yang digunakan adalah data laju alir dan atau data water cut. Reservoir rekah alami ditandai dengan laju produksi periode awal yang tinggi, kemudian turun secara cepat dengan slope data yang curam. Periode penurunan ini merepresentasikan kontribusi parameter λ. Hasil yang diperoleh dari metode ini perlu dikorelasikan dengan hasil dari uji sumur.
Modifikasi Persamaan Proximate Log ‘Standard’ sebagai Hasil Studi Lapangan CBM Rambutan - Sumatra Selatan Bambang Agus W; Kosasih Kosasih; Ken Sawitri
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 44 No. 2 (2010): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil studi terdahulu1 (2008) telah menunjukkan bahwa persamaan-persamaan ‘standard’ yang umum digunakan pada evaluasi log untuk perhitungan kandungan gas pada lapangan coalbed methane (CBM) tidak cocok untuk diterapkan pada perconto batubara dilapangan CBM Rambutan-Sumatera Selatan (RSS). Pada studi tersebut, telah diperoleh hasil reformulasi persamaan log ‘conventional’ (persamaan Mavor, Kim, dan Mullen et al) yang dapat digunakan untuk perhitungan kandungan gas (gas content) untuk seam 3 dan seam P. Studi saat ini adalah studi kelanjutan dari studi terdahulu, dengan lebih banyak melibatkan data proximate hasil pengukuran laboratorium dibanding dengan studi terdahulu, diharapkan studi saat ini akan menghasilkan reformulasi yang lebih baik. Pada studi ini, sebanyak 134 perconto batubara baik berupa core ataupun cutting yang diambil sebagai representasi dari lima lapisan batubara (seam) pada kelima sumur CBM lapangan RSS akan digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki persamaan log ‘conventional’ agar dapat dipakai pada evaluasi CBM untuk semua lapisan batubara di lapangan RSS.
Pemecahan Gelombang-S Akustik Sebagai Indikasi Orientasi Umum Rekahan pada Reservoir Gas Metana Batubara Bambang Widarsono
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 44 No. 3 (2010): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rekahan muka (face cleat) pada batubara memainkan peran yang sangat penting dalam produksi gas metana batubara (GMB). Informasi atas orientasi dari rekahan-rekahan tersebut memiliki arti yang sangat penting dalam penempatan sumur produksi dan perekahan hidraulik dalam rangka pemaksimalan produksi GMB. Pemecahan gelombang-S akustik (PGSA) diketahui sebagai fenomena yang terjadi pada saat gelombang-S menemui seperangkat rekahan dalam bentuk terpecahnya gelombang tersebut menjadi dua gelombang-S yang berpropagasi dengan kecepatan yang berbeda. Penjajagan atas perangkat uji akustik laboratorium yang digunakan dalam studi ini ternyata memungkinkan untuk diamatinya fenomena ini. Dengan menggunakan tiga percontoh batubara yang diambil dari sebuah sumur produksi berhasil ditentukan orientasi dari rekahan-rekahan muka pada interior dari percontoh-percontoh tersebut. Hasil-hasil lain yang diperoleh dari studi ini adalah kesimpulan berupa bukti nyata terjadinya fenomena PGSA pada batubara, kurang baiknya signal gelombang-S pada batubara sehingga membutuhkan kecermatan dalam analisis, dan bergunanya metode ini untuk batubara yang memiliki rekahan halus dan tidak terdeteksi secara visual. Kelebihan yang dimiliki metode ini dapat melengkapi metode-metode yang sudah ada bagi pendeskripsian reservoir GMB.
Bioadsorben sebagai Media Penyimpanan Gas dalam Tabung ANG (Adsorbed Natural Gas) Rudy Indharto; Lusyana Lusyana; Yusep K. Caryana
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 43 No. 2 (2009): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan adanya program pemerintah tentang pengalihan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) telah mendorong banyak sektor untuk menggunakan Bahan Bakar Gas baik dari sektor industri, transportasi maupun rumah tangga. Akan tetapi Bahan Bakar Gas yang saat ini menggunakan tabung CNG (Compressed Natural Gas) mempunyai beberapa kelemahan, salah satunya adalah tingginya tekanan dalam tabung (200 bar). Saat ini tabung ANG (Adsorbed Natural Gas) dapat digunakan untuk mengatasi kelemahan tersebut, pada tekanan yang relatif lebih rendah sekitar 500 psi, tabung ANG mempunyaivolume penyimpanan hampir setara dengan tabung CNG. Tabung ANG terdiri dari adsorben karbon aktif dan lapisan pelindung, biasanya aluminium.Karakteristik penyimpanan/pelepasan gas bumi dari tabung ANG tergantung dari sifat-sifat adsorben karbon aktif penyusunnya. Kinerja adsorpsi/desorpsi karbon dapat diketahui melalui parameter massa jenis, kekuatan tekan, tahanan listrik dan luas permukaan karbon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tabung ANG akan memiliki kinerja yang baik jika adsorpsi/desorpsi gasbumi pada karbon aktif memiliki kapasitas atau laju yang tinggi. Kapasitas adsorpsi gas bumi yang tinggi dalam karbon aktif terjadi jika karbon aktif memiliki massa jenis, luas permukaan dan kekuatan tekan yang tinggi serta memiliki hambatan listrik paling rendah. Parameter kinerja karbon aktif sangat bergantung pada proses pembuatannya. Luas permukaan akan tinggi jika butiran karbon aktif dibuat pada ukuran nano. Massa jenis dan kekuatan kompresi yang tinggi serta hambatan listrik yang rendah terbentuk jika karbon aktif dibuat melalui tahapan kompresi dan waktu pemanasan yang relatif lama.
Optimasi Pompa pada Dewatering Sumur CBM Gathuk Widiyanto; Ego Syahrial
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 44 No. 2 (2010): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umumnya lapisan batubara dijenuhi oleh air. Akibat dari tekanan air ini, gas metana tertahan di dalam lapisan batubara tersebut. Karenanya produksi gas metana batu bara tidak terlepas dari proses dewatering yaitu pengurasan air dari lapisan batubara dengan tujuan membantu lepasnya gas metana sehingga dapat diproduksikan Dewatering merupakan langkah penting dalam keberhasilan produksi CBM, sehingga optimasi pengangkatan buatan untuk dewatering sumur CBM menjadi sangat penting. Pemilihan metode yang tidak sesuai dapat menyebabkan proses dewatering menjadi tidak efisien. Pemilihan ini haris didasarkna pada kondisi sumur, kondisi operasi dan fluid properties. Umumnya metode pengangkatan yang dipakai adalah Sucker Rod Pump (SRP), Electric Sub-mersible Pump (ESP) dan Progressive Cavity Pump (PCP). Penelitian ini dilakukan dengan studi literatur dan survei lapangan di Lapangan Rambutan yang telah dilakukan dewatering sejak tahun 2008 menggunakan pompa SRP. Namun dengan studi literatur akan di ketahui metode pengangkatan yang paling sesuai, seperti misalnya pompa PCP cocok untuk rate 2 BFPD sampai 2000 BFPD dan dapat beroperasi sampai kedalaman 4000 ft, disain anti gas lock karena tidak menggunakan valve.
Pengembangan dan Aplikasi Simulator Reservoir Untuk Simulasi Perkolasi Gas pada Reservoir Bertenaga Dorong Gas Terlarut Usman Usman
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 44 No. 3 (2010): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahap awal deplesi reservoir akan terjadi penurunan tekanan di bagian bawah kolom minyak secara progresf hingga lebih rendah dari tekanan titik didih. Jika produksi terus berlanjut akan menghasilkan evolusi gas terlarut sepanjang kolom minyak. Gas ini kemudian menerobos menuju bagian atas reservoir karena perbedaan densitas minyak dan gas. Fenomena ini dikenal sebagai perkolasi gas. Dengan viskositas gas yang rendah, laju alir perkolasi gas ini ke kolom atas akan menjadi sangat besar. Perkolasi gas pada finite difference simulasi reservoir bertenaga dorong gas terlarut dengan sejumlah grid arah vertikal dapat menyebabkan hasil perhitungan numerik saturasi gas negatif diakhir time step. Hal ini disebabkan karena gas yang keluar darigrid tersebut lebih besar dari akumulasi gas yang ada dalam grid. Dalam penelitian ini telah dikembangkan simulator reservoir untuk simulasi perkolasi gas pada reservoir bertenaga dorong gas terlarut. Validasi simulator yang dikembangkan dilakukan dengan membandingkan hasil simulasi reservoir homogen dua fasa minyak dan gas pada sistem tiga dimensi. Stabilitas numerik simulator yang dikembangkan telah diuji dengan melakukan beberapa simulasi untuk investigasi pengaruh laju aliran produksi minyak terhadap perbandingan produksi gas dan minyak.
Rancang Bangun Biofilter dan Pemanfaatannya untuk Menurunkan Kandungan Hidrogen Sulfida dalam Gas Bumi pada Skala Pilot di Lapangan Migas Moch. Fierdaus
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 43 No. 2 (2009): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dibuat suatu unit biofilter yang terdiri atas tabung filter terbuat dari besi galvanis berdiameter 4” dan tinggi 1,5 m. Di dalamnya berisi komponen biofilter terdiri atas karbon aktif sebagai substrat, dan kultur mikroba sulfur dengan media tumbuhnya. Alat ini dibuat untuk menurunkan kandungan H2S dalam aliran gas bumi, dilakukan secara kontinyu dengan kecepatan aliran kurang lebih berkisar 10 s/d 30 lliter / menit. Dari uji coba pemakaian biofilter di suatu lapangan migas Cilamaya, menunjukkan hasil cukup nyata. Uji coba dilakukan selama 86 jam dengan dua perlakuan P-1 dan P-2. Perlakuan P-1 menggunakan komponen biofilter berupa karbon aktif, dan air formasi pembawa mikroba sebagai media tumbuh. Perlakuan P-2 mikrobanya berupa Thiobacillus thioparus dengan media thiosulfat sebagai media tumbuhnya. Penurunan kandungan H2S dalam gas bumi pada perlakuan P-1 dapat mencapai rata-rata sekitar 60%, dan meningkat menjadi 73% pada perlakuan P-2.

Filter by Year

1980 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 58 No. 1 (2024): LPMGB Vol. 57 No. 3 (2023): LPMGB Vol. 57 No. 2 (2023): LPMGB Vol. 57 No. 1 (2023): LPMGB Vol. 56 No. 3 (2022): LPMGB Vol. 56 No. 2 (2022): LPMGB Vol. 56 No. 1 (2022): LPMGB Vol. 55 No. 3 (2021): LPMGB Vol. 55 No. 2 (2021): LPMGB Vol. 55 No. 1 (2021): LPMGB Vol. 54 No. 3 (2020): LPMGB Vol. 54 No. 2 (2020): LPMGB Vol. 54 No. 1 (2020): LPMGB Vol. 53 No. 3 (2019): LPMGB Vol. 53 No. 2 (2019): LPMGB Vol. 53 No. 1 (2019): LPMGB Vol. 52 No. 3 (2018): LPMGB Vol. 52 No. 2 (2018): LPMGB Vol. 52 No. 1 (2018): LPMGB Vol. 51 No. 3 (2017): LPMGB Vol. 51 No. 2 (2017): LPMGB Vol. 51 No. 1 (2017): LPMGB Vol. 50 No. 3 (2016): LPMGB Vol. 50 No. 2 (2016): LPMGB Vol. 50 No. 1 (2016): LPMGB Vol. 49 No. 3 (2015): LPMGB Vol. 49 No. 2 (2015): LPMGB Vol. 49 No. 1 (2015): LPMGB Vol. 48 No. 3 (2014): LPMGB Vol. 48 No. 2 (2014): LPMGB Vol. 48 No. 1 (2014): LPMGB Vol. 47 No. 3 (2013): LPMGB Vol. 47 No. 2 (2013): LPMGB Vol. 47 No. 1 (2013): LPMGB Vol. 45 No. 3 (2011): LPMGB Vol. 45 No. 2 (2011): LPMGB Vol. 45 No. 1 (2011): LPMGB Vol. 44 No. 3 (2010): LPMGB Vol. 44 No. 2 (2010): LPMGB Vol. 44 No. 1 (2010): LPMGB Vol. 43 No. 3 (2009): LPMGB Vol. 43 No. 2 (2009): LPMGB Vol. 43 No. 1 (2009): LPMGB Vol. 42 No. 3 (2008): LPMGB Vol. 42 No. 2 (2008): LPMGB Vol. 42 No. 1 (2008): LPMGB Vol. 41 No. 3 (2007): LPMGB Vol. 41 No. 2 (2007): LPMGB Vol. 41 No. 1 (2007): LPMGB Vol. 40 No. 3 (2006): LPMGB Vol. 40 No. 2 (2006): LPMGB Vol. 40 No. 1 (2006): LPMGB Vol. 39 No. 3 (2005): LPMGB Vol. 39 No. 2 (2005): LPMGB Vol. 39 No. 1 (2005): LPMGB Vol. 38 No. 3 (2004): LPMGB Vol. 38 No. 2 (2004): LPMGB Vol. 38 No. 1 (2004): LPMGB Vol. 37 No. 1 (2003): LPMGB Vol. 36 No. 3 (2002): LPMGB Vol. 36 No. 2 (2002): LPMGB Vol. 36 No. 1 (2002): LPMGB Vol. 24 No. 2 (1990): LPMGB Vol. 24 No. 1 (1990): LPMGB Vol. 23 No. 3 (1989): LPMGB Vol. 23 No. 1 (1989): LPMGB Vol. 21 No. 3 (1987): LPMGB Vol. 21 No. 2 (1987): LPMGB Vol. 21 No. 1 (1987): LPMGB Vol. 20 No. 3 (1986): LPMGB Vol. 20 No. 2 (1986): LPMGB Vol. 20 No. 1 (1986): LPMGB Vol. 19 No. 3 (1985): LPMGB Vol. 19 No. 2 (1985): LPMGB Vol. 19 No. 1 (1985): LPMGB Vol. 18 No. 3 (1984): LPMGB Vol. 18 No. 2 (1984): LPMGB Vol. 18 No. 1 (1984): LPMGB Vol. 17 No. 2 (1983): LPMGB Vol. 15 No. 1 (1981): LPMGB Vol. 14 No. 3 (1980): LPMGB Vol. 14 No. 2 (1980): LPMGB Vol. 14 No. 1 (1980): LPMGB More Issue