cover
Contact Name
Wulandari Dianningtyas
Contact Email
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Phone
+6221-7394422
Journal Mail Official
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Editorial Address
Jl. Ciledug Raya Kav. 109, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI
Published by LEMIGAS
ISSN : 20893396     EISSN : 25980300     DOI : 10.29017/LPMGB.58.1.1610
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi (LPMGB) merupakan jurnal resmi yang dipublikasikan oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi LEMIGAS untuk menyebar luaskan informasi terkait kegiatan penelitian, pengembangan rekayasa teknologi dan pengujian laboratorium di bidang migas. Naskah dari berbagai lembaga penelitian, perguruan tinggi dan industri migas dari dalam dan luar negeri
Articles 544 Documents
Gas Bumi untuk Bahan Bakar Gas dan Bahan Baku Petrokimia a.s. Nasution; Abdul Haris; Morina; Leni Herlina
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 45 No. 2 (2011): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gas bumi adalah suatu campuran gas hidrokarbon yang dipakai baik sebagai bahan bakar gas maupun dapat dikonversi menjadi produk petrokimia, bahan bakar minyak sintetik dan bahan dasar pelumas sintetik. Pemakaian gas bumi untuk bahan bakar gas, bahan baku untuk industri petrokimia, bahan bakar minyak sintetik dan bahan dasar pelumas disajikan pada makalah ini.
Studi Emisi Pencemar Biodiesel dari Minyak Goreng Bekas pada Mesin Diesel Generator 5 KVA Mardono Mardono
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 42 No. 1 (2008): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan biodiesel (FAME – Fatty Acid Methyl Ester) sebagai pengganti bahan bakar mesin Diesel berkembang sangat pesat dalam usaha mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak bumi. Namun di Indonesia perkembangan pemanfaatan biodiesel terkendala oleh harga biodiesel yang lebih tinggi dari bahan bakar Diesel otomotif (minyak solar) yang masih disubsidi oleh pemerintah. Dengan demikian penggunaan minyak goreng bekas atau minyak jelantah sebagai bahan baku biodiesel mempunyai peluang untuk mendapatkan biodiesel dengan harga yang lebih murah. Minyak jelantah adalah bahan yang terbuang dan sangat berbahaya bagi kesehatan apabila digunakan kembali sebagai minyak goreng karena sifatnya karsinogen, dan dengan proses transesterifikasi dapat diubah menjadi ester yang mempunyai karakteristik mendekati bahan bakar Diesel. Pada studi ini, biodiesel yang dibuat dari minyak jelantah diuji sebagai bahan bakar pada mesin Diesel generator 5 KVA. Dalam uji penerapannya di laboratorium bahan bakar biodiesel murni B-100 maupun campuran B-10 dan B-50 dianalisis emisi opasitas asap, HC dan CO dari gas buangnya dan dibandingkan dengan emisi gas buang dari bahan bakar referensi minyak Solar. Di samping itu, konsumsi bahan bakarnya juga dibandingkan. Hasil studi menunjukkan bahwa biodiesel dari minyak goreng bekas B-10, B-50, B100 dapat menjadi bahan bakar pengganti yang ramah lingkungan. Opasitas asap, emisi HC dan CO dari mesin diesel generator 5 KVA pada beban listrik sampai 2000 Watt secara signifikan masingmasing turun sampai -66,4%, -24,6% dan -28,6%, namun konsumsi bahan bakarnya meningkat antara 2,3% - 9,2%, masih diperlukan studi lanjutan untuk melihat pengaruhnya pada pembentukan deposit pada sistem injeksi bahan bakar dan ruang bakar mesin.
Kajian Spesifikasi Minyak Solar Ramah Lingkungan Djainuddin Semar
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 44 No. 2 (2010): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spesifikasi minyak Solar 48 dan minyak Solar 51 Indonesia ditetapkan menurut SK Dirjen Migas No. 3675 K/24/DJM/2006 tanggal 17 Maret 2006 tidak menetapkan kandungan aromatik (total aromatik dan poliaromatik) dan sifat lubrisitas. Memasuki era globalisasi dan perdagangan bebas, tantangan yang dihadapi industri migas makin besar dengan meningkatnya kebutuhan energi dan bahan bakar minyak dalam negeri, terbatasnya kemampuan kilang, tuntutan produk yang ramah lingkungan, dan makin banyaknya produk yang harus diimpor baik bahan baku maupun hasil olahannya. Studi ini dimaksudkan sebagai masukan kepada Pemerintah dalam perbaikan mutu dan spesifikasi minyak solar Indonesia, untuk menghasilkan minyak solar yang ramah lingkungan. Pengaruh batasan beberapa parameter seperti distilasi, titik nyala, sifat lubrisitas dan kandungan poliaromatik hidrokaron(PAH) minyak solar akan didiskusikan pada makalah ini.
Peningkatan Produksi Minyak dengan Injeksi CO2 pada Lapangan Minyak Tua Sangatta Kalimantan Timur Ego Syahrial; Hadi Purnomo
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 43 No. 2 (2009): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu teknologi untuk meningkatkan produksi minyak dari lapangan-lapangan minyak tua adalah melalui injeksi CO2. Proses injeksi ini pada saat yang bersamaan juga bisa berkontribusi terhadap penurunan emisi CO2, dimana CO2 tersebut dapat disimpan di reservoir-reservoir secara permanen. Dalam penelitian ini, lapangan minyak tua Sangatta Kalimantan Timur dipelajari, dan studi ini difokuskan kepada potensi penambahan perolehan minyak dan volume CO2 yang dapat disimpan secara permanen. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini merupakan integrasi dari proses skening reservoir, uji laboratorium, dan pemodelan simulasi reservoir. Hasil studi menunjukan bahwa potensi penambahan perolehan minyak berkisar antara 2,4 – 3,3 juta barel dan sebanayak 2,2 – 4,7 juta ton CO2 dapat disimpan secara permanen di lapangan tua Sangatta Kalimantan Timur.
Perbandingan Alternatif Distribusi Bahan Bakar Gas untuk Substitusi Minyak Tanah Sektor Rumah Tangga Yusep Kartiwa Caryana
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 42 No. 1 (2008): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka menunjang program pemerintah untuk mengurangi subsidi dengan substitusi minyak tanah sektor rumah tangga oleh gas bumi dilakukan kajian perbandingan alternatif distribusi gas bumi yang layak untuk diterapkan. Kajian dilakukan melalui survei literatur dan penelusuran informasi perkembangan penelitian di bidang moda penyimpanan dan distribusi gas bumi skalakecil meliputi penyimpanan dan distribusi hidrat gas, adsorben gas bumi dan tabung gas SENJI serta LPG 3 kg. Setelah dibandingkan berdasarkan parameter teknis operasional dan keekonomian, alternatif penyimpanan dan distribusi melalui tabung LPG 3 kg dan tabung gas SENJI memiliki keunggulan dibandingkan hidrat gas dan adsorben gas bumi di antaranya tekanan operasi yang lebih rendah, temperatur operasi yang sesuai dengan temperatur ambient daerah tropis, efisiensi pemanfaatan gas 100% pada tekanan atmosferik, bahan material tabung yang relatif lebih mudah serta kemudahan dalam pengembangan standar peralatan. Walaupun demikian, kapasitas penyimpanan dalam tabung gas SENJI relatif kecil dibanding kapasitas penyimpanan hidrat gas dan adsorben gas bumi. Selain itu, berdasarkan rekomendasi standar US Department of Transportation, sebelum tabung gas SENJI diproduksi secara massal untuk digunakan secara luas oleh masyarakat perlu dilakukan analisis confinement test yaitu pengamatan dan pengujian unjuk kerja tabung gas SENJI di dalam ruangan tertutup yang terbakar.
Penelitian Desain Lumpur untuk Mengatasi Terjadinya Pengendapan oleh Material Lumpur maupun Formasi akibat Pengaruh Temperatur Tinggi dan Kontaminan Fluida Formasi Emanuella W.Y.P.; Panca Wahyudi; Risnawati Risnawati
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 44 No. 2 (2010): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya tantangan untuk memperoleh produksi minyak dan gas telah memotivasi industri migas untuk melakukan pengeboran pada zona yang lebih dalam yang memiliki suhu dan tekanan jauh lebih tinggi. Kegiatan pemboran tersebut berhubungan dengan masalah-masalah yang disebabkan oleh kondisi yang kompleks di formasi karena tingginya suhu, tekanan, juga adanya kontaminasi dari fluida formasi. Salah satu usaha untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan membuat suatu program fluida pengeboran yang dapat meminimalisasi masalah pengeboran di lapangan yang disebabkan oleh pemakaian fluida pengeboran yang tidak tepat pada suatu formasi. Formulasi fluida pemboran di laboratorium dilakukan untuk memperoleh suatu formulasi yang tahan terhadap suhu, tekanan serta kontaminas, oleh karena itu pemilihan aditif merupakan suatu hal yang penting, terutama yang tahan terhadap suhu tinggi serta kompatibel satu sama lain. Lumpur diformulasikan pada berbagai berat jenis hingga 2.0 SG (16.7 lb/gal) atau lebih. Pada hasil akhir diharapkan tidak terjadi pengendapan material yang diakibatkan oleh penurunan fungsi aditif. Penelitian ini dilakukan dengan dua jenis lumpur yaitu lumpur berbahan dasar air dan lumpur berbahan dasar minyak. Minyak sintetis yang digunakan sebagai minyak dasar pada lumpur berbahan dasar minyak diperoleh dari Shell dan PERTAMINA. Informasi mengenai kelebihan dan kekurangan lumpur dari hasil penelitian diharapkan dapat digunakan untuk memperbaiki desain dan fungsi dari fluida pemboran di lapangan, terutama yang akan digunakan untuk pemboran sumur dalam.
Pemilihan Umpan Kilang Berdasarkan Pendekatan Jenis Minyak Bumi dan Perolehan Distilasi Maizar Rahman; Yuflinawati Away; Baity Hotimah; Adiwar
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 45 No. 2 (2011): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lemigas sebagai Litbang lewat program evaluasi Mutu Minyak Bumi telah menginventarisasi jenis dan karakter minyak bumi indonesia. Data jenis dan karakter minyak bumi indonesia ini telah disajikan dalam Buku Minyak Bumi indonesia edisi 1 sampai 4 dan Pangkalan Data Minyak Bumi indonesia versi 1 sampai 3. Beberapa program atau pendekatan seperti Crude Oil Blendingdan Crude Oil Grading telah disusun untuk memanfaatkan data jenis dan karakter minyak bumi indonesia tersebut. Dalam makalah ini dikemukakan suatu cara pemilihan minyak bumi substitusi umpan kilang sebagai pengganti minyak bumi umpan disain kilang. Cara pemilihan ini dilakukan lewat pendekatan jenis minyak bumi dan perolehan distilasi. Pendekatan lewat jenis minyak bumidilakukan untuk mendapatkan sifat produk minyak bumi yang dihasilkan sama atau lebih baik dari sifat produk yang dihasilkan umpan disain kilang. Pendekatan lewat yield distilasi dilakukan untuk mendapatkan perolehan produk bumi yang dihasilkan sama atau mendekati perolehan produk yang dihasilkan umpan disain kilang. Pemilihan minyak bumi baik dalam bentuk individual ataudalam bentuk blending sebagai pengganti minyak bumi Katapa dari sejumlah minyak bumi, yang dikemukakan dalam makalah ini sebagai contoh kasus menghasilkan dua minyak bumi individual dan satu minyak bumi blending yang dapat dipakai sebagai pengganti minyak bumi Katapa.
Perubahan Sifat Kebasahan Fluida dan Sifat Kelistrikan Batuan Reservoir: Isu Lama, Persoalan Aktual Bambang Widarsono
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 42 No. 1 (2008): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eksponen saturasi (n) adalah salah satu parameter yang memainkan peran penting sekali dalam pengestimasian saturasi air dengan menggunakan data log sumur. Permasalahan yang telah diketahui secara meluas tetapi belum ditangani dengan optimum sampai sat ini adalah adanya perbedaan yang berarti antara data eksponen saturasi yang diukur pada kondisi atmosferdan pada kondisi reservoir, akibat adanya perubahan sifat kebasahan (wettability) batuan, sedangkan fakta menunjukkan bahwa sebagian besar data tersebut diukur pada kondisi atmosfer. Artikel ini menyoroti kembali permasalahan lama yang masih tetap aktual ini dengan tujuan memperingatkan kembali pentingnya masalah ini. Penyebab-penyebab terjadinya perbedaan tersebut seperti perubahan sifat kebasahan, efek ekstrasi, efek cara pensaturasian, dan efek akibat kompresi dan pemanasan dibahas dengan cukup mendalam. Efek dari ketidakpastian dalam estimasi saturasi air akibat data eksponen saturasi yang tidak representatif juga disajikan secara grafis. Tulisan ini ditutup dengan diskusi mengenai kemungkinan-kemungkinan yang dapat diambil dalam meminimalisasi kemungkinan terjadinya perubahan sifat kebasahan batuan agar batuan percontoh yang hendak diukur di laboratorium memiliki sifat kebasahan yang merepresentasikan keadaan di reservoir.
Efek Polietilena Glikol Cair Terhadap Selektivitas Membran Selulosa Asetat untuk Pemisahan CH4 dan CO2 pada Tekanan Rendah Adiwar Adiwar
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 43 No. 3 (2009): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pemisahan CO-2 dari gas bumi menggunakan teknologi membran merupakan alternatif pemisahan yang mejanjikan karena bersifat kompak dan fleksibel serta bersih lingkungan dan membutuhkan lebih sedikit energi dibandingkan teknologi absorbsi cairan. Proses membran membutuhkan tekanan sebagai gaya penggerak (driving force) yang seringkali telah dimilikioleh sumber-sumber gas bumi bertekanan tinggi. Proses ini kurang efektif untuk umpan gas bertekanan rendah. Penambahan suatu media yang bersifat dapat melarutkan CO2 pada membran diperkirakan dapat meningkatkan unjuk kerja membran. Pada penelitian ini dilihat pengaruh Polietilena Glikol (PEG) cair terhadap selektivitas membran selulosa asetat untuk pemisahan CH4 dan CO2 dengan gas umpan bertekanan rendah berkisar 10-100 psi. Pengaruh PEG dilihat melalui beberapa variasi pada tahap preparasi membran, yaitu variasi komposisi, media penyimpanan, waktu evaporasi, konsentrasi PEG dan berat molekul PEG.Pembuatan membran menggunakan teknik inversi fase dengan presipitasi pencelupan. Permeabilitas membran diuji dengan sel permeasi. Pengujian permeabilitas ini dilakukan pada kondisi ideal, yaitu menggunakan umpan gas CH4 dan CO2 murni. Struktur membran dianalisis dengan Scanning Electron Microscopy (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan PEG pada membran selulosa asetat menghasilkan selektivitas yang tinggi mencapai 71. Berdasarkan hasil SEM, membran denganPEG memiliki struktur yang lebih padat (dense) dan lebih baik dalam menahan permeasi gas CH4. Membran dengan PEG yang dihasilkan harus disimpan di dalam air untuk menjaga agar struktur porinya tidak berubah. Membran ini menghasilkan selektivitas yang lebih baik bila dievaporasi selama 60 detik. Selektivitas tertinggi ditunjukkan oleh membran dengan berat molekul PEG 400, dengan konsentrasi PEG 10% dan tekanan gas umpan 10 psig.
Efisiensi Katalitik Konverter dalam Mengurangi Emisi Karbon Monoksida dan Hidrokarbon pada Bahan Bakar Bensin 88 Maymuchar; Dimitri Rulianto
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 45 No. 2 (2011): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karbon monoksida (CO) dan hidrokarbon (HC) merupakan sebagian dari gas buang produk dari proses pembakaran pada mesin kendaraan. salah satu usaha untuk mengurangi gas buang ini adalah dengan menggunakan teknologi aftertreatment. Teknologi aftertreatment pada kendaraan berbahan bakar bensin adalah katalitik konverter. Proses oksidasi yang terjadi pada katalitik konverter akan mengubah sebagian CO dan HC menjadi CO2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui effisiensi katalitik konverter pada kendaraan yang berbahan bakar bensin 88 tanpa timbal. Pengukuran emisi gas buang dilakukan sebelum uji jalan (0 km), setiap 2.500 km sampai 10.000 km. Effisiensi katalitik konverter dalam menurunkan emisi CO sebesar 31,4% pada jarak tempuh 0 km dan menurun menjadi 25,9% pada jarak tempuh 10.000 km. Sedangkan effisiensi katalitik konverter dalam menurunkan emisi HC sebesar 29,9% pada jarak tempuh 0 km dan menurun menjadi 13,2% pada jarak tempuh 10.000 km. Kandungan sulfur dan timbal serta teknologi mesin menjadi faktor mempercepat turunnya efisiensi katalitik konverter.

Filter by Year

1980 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 58 No. 1 (2024): LPMGB Vol. 57 No. 3 (2023): LPMGB Vol. 57 No. 2 (2023): LPMGB Vol. 57 No. 1 (2023): LPMGB Vol. 56 No. 3 (2022): LPMGB Vol. 56 No. 2 (2022): LPMGB Vol. 56 No. 1 (2022): LPMGB Vol. 55 No. 3 (2021): LPMGB Vol. 55 No. 2 (2021): LPMGB Vol. 55 No. 1 (2021): LPMGB Vol. 54 No. 3 (2020): LPMGB Vol. 54 No. 2 (2020): LPMGB Vol. 54 No. 1 (2020): LPMGB Vol. 53 No. 3 (2019): LPMGB Vol. 53 No. 2 (2019): LPMGB Vol. 53 No. 1 (2019): LPMGB Vol. 52 No. 3 (2018): LPMGB Vol. 52 No. 2 (2018): LPMGB Vol. 52 No. 1 (2018): LPMGB Vol. 51 No. 3 (2017): LPMGB Vol. 51 No. 2 (2017): LPMGB Vol. 51 No. 1 (2017): LPMGB Vol. 50 No. 3 (2016): LPMGB Vol. 50 No. 2 (2016): LPMGB Vol. 50 No. 1 (2016): LPMGB Vol. 49 No. 3 (2015): LPMGB Vol. 49 No. 2 (2015): LPMGB Vol. 49 No. 1 (2015): LPMGB Vol. 48 No. 3 (2014): LPMGB Vol. 48 No. 2 (2014): LPMGB Vol. 48 No. 1 (2014): LPMGB Vol. 47 No. 3 (2013): LPMGB Vol. 47 No. 2 (2013): LPMGB Vol. 47 No. 1 (2013): LPMGB Vol. 45 No. 3 (2011): LPMGB Vol. 45 No. 2 (2011): LPMGB Vol. 45 No. 1 (2011): LPMGB Vol. 44 No. 3 (2010): LPMGB Vol. 44 No. 2 (2010): LPMGB Vol. 44 No. 1 (2010): LPMGB Vol. 43 No. 3 (2009): LPMGB Vol. 43 No. 2 (2009): LPMGB Vol. 43 No. 1 (2009): LPMGB Vol. 42 No. 3 (2008): LPMGB Vol. 42 No. 2 (2008): LPMGB Vol. 42 No. 1 (2008): LPMGB Vol. 41 No. 3 (2007): LPMGB Vol. 41 No. 2 (2007): LPMGB Vol. 41 No. 1 (2007): LPMGB Vol. 40 No. 3 (2006): LPMGB Vol. 40 No. 2 (2006): LPMGB Vol. 40 No. 1 (2006): LPMGB Vol. 39 No. 3 (2005): LPMGB Vol. 39 No. 2 (2005): LPMGB Vol. 39 No. 1 (2005): LPMGB Vol. 38 No. 3 (2004): LPMGB Vol. 38 No. 2 (2004): LPMGB Vol. 38 No. 1 (2004): LPMGB Vol. 37 No. 1 (2003): LPMGB Vol. 36 No. 3 (2002): LPMGB Vol. 36 No. 2 (2002): LPMGB Vol. 36 No. 1 (2002): LPMGB Vol. 24 No. 2 (1990): LPMGB Vol. 24 No. 1 (1990): LPMGB Vol. 23 No. 3 (1989): LPMGB Vol. 23 No. 1 (1989): LPMGB Vol. 21 No. 3 (1987): LPMGB Vol. 21 No. 2 (1987): LPMGB Vol. 21 No. 1 (1987): LPMGB Vol. 20 No. 3 (1986): LPMGB Vol. 20 No. 2 (1986): LPMGB Vol. 20 No. 1 (1986): LPMGB Vol. 19 No. 3 (1985): LPMGB Vol. 19 No. 2 (1985): LPMGB Vol. 19 No. 1 (1985): LPMGB Vol. 18 No. 3 (1984): LPMGB Vol. 18 No. 2 (1984): LPMGB Vol. 18 No. 1 (1984): LPMGB Vol. 17 No. 2 (1983): LPMGB Vol. 15 No. 1 (1981): LPMGB Vol. 14 No. 3 (1980): LPMGB Vol. 14 No. 2 (1980): LPMGB Vol. 14 No. 1 (1980): LPMGB More Issue