Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) accepts related writings: Health sciences allied such like: Midwifery, medicine, pharmacies, phisiotherapy, surgical medical nursing, Emergency nursing, Mental nursing, Maternity nursing and children, Community nursing, family and elderly Nursing management, ect. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) also accepts all writings with various disciplines of science with the terms of the core points remaining in the path and scope of the world of Health Sciences.
Articles
60 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 2 No. 8 (2023)"
:
60 Documents
clear
Penerapan Rendam Kaki Air Hangat Dalam Penurunan Suhu Tubuh Pada Anak Demam Usia 6-12 Tahun Di Ruang Anggrek RSUD Kota Salatiga
Septiana Ruspandi;
Irma Mustika Sari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Demam yaitu suatu gejala dari penyakit yang terjadi ketika keadaan suhu tubuh yang menjadi lebih tinggi dari batas normal. WHO memperkirakan jumlah kasus demam di seluruh dunia mencapai 16-33 juta kasus dengan 500-600 ribu kematian tiap tahunnya. Demam yang terjadi pada anak dapat membahayakan kondisi kesehatan anak dan mengancam jiwanya. Oleh karena itu, demam pada anak yang ditangani dengan cepat dan tepat akan meminimalkan terjadinya dampak yang membahayakan kondisi kesehatan anak. Tujuan: Tujuan dari penulisan karya ilmiah akhir ners ini adalah untuk mengetahui hasil implementasi dari penerapan rendam kaki air hangat pada pasien anak dengan demam di ruang Anggrek RSUD Kota Salatiga. Metode: Metode penerapan ini menggunakan studi kasus. Hasil: Hasil penerapan menunjukkan perubahan pada termoregulasi, sebelum diberikan terapi rendam kaki air hangat suhu tubuh pasien meningkat, setelah mendapatkan terapi rendam kaki air hangat terjadi penurunan pada suhu tubuh.Kesimpulan: Terdapat perkembangan termoregulasi sebelum dan sesudah dilakukan terapi rendam kaki air hangat pada anak dengan demam.
Penerapan Terapi Pursed Lips Breathing Terhadap Perubahan Rr (Respiratory Rate) Pasien Pneumonia Di RSUD Dr. Moewardi Surakarta
Mursabatiyas Galuh Candra Dewi;
Hermawati;
Suciana Ratrinaningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pneumonia merupakan salah satu penyakit infeksi yang mengenai saluran pernapasan bawah dengan tanda dan gejala seperti batuk dan sesak napas yang disebabkan karena adanya mikroorganisme seperti virus, bakteri, jamur maupun mikroorganisme lainnya. Gejala yang terdapat pada pneumonia adalah peningkatan RR yang disebabkan oleh inflamasi alveoli yang dipenuhi oleh cairan yang membuat tubuh sulit untuk mendapatkan oksigen. Salah satu terapi nonfarmakologis untuk menurunkan respiratory rate adalah dengan terapi pursed lips breathing. Latihan pernapasan pursed lips breathing merupakan sikap seseorang yang bernapas dengan mulut mengerucut dan ekspirasi yang memanjang dengan meliputi pernapasan diafragma dan pursed lips guna memperbaiki ventilasi dan menyinkronkan kerja otot abdomen dan toraks. Tujuan: Mengetahui hasil implementasi mengenai pemberian terapi pursed lips breathing terhadap penurunan respiratory rate pada pasien pneumonia. Metode: Penerapan dilakukan dengan metode deskriptif dengan rancangan studi kasus pada pasien pneumonia yang mengalami sesak nafas. Penerapan pursed lips breathing dilakukan selama 3 hari berturut-turut. Alat ukur untuk mengukur respiratory rate menggunakan jam tangan berdetik. Hasil : terapi pursed lips breathing mampu menurunkan respiratory rate pada pasien pneumonia di RSUD dr.Moewardi Surakarta. Kesimpulan : Adanya perbedaan perkembangan penurunan respiratory rate pada pasien pneumonia sebelum dan sesudah penerapan latihan pursed lips breathing. Sehingga pursed lips breathing dapat dijadikan salah satu teknik nonfarmakologis untuk menurunkan respiratory rate.
Penerapan Pijat Woolwich Untuk Meningkatkan Produksi ASI Pada Ibu Postpartum Di RSUD Kabupaten Karanganyar
Fergia Reka Inayya Putri;
Sitti Rahma Soleman;
Dewi Listyorini
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Salah satu masalah yang sering dihadapi ibu post partum antara lain kegagalan saat menyusui pada awal awal melahirkan. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh sumbatan ASI yang terkumpul tidak keluar. Dampak yang terjadi jika ASI tidak keluar dengan lancar yaitu saluran ASI tersumbat. Salah satu intervensi keperawatan yang dapat dilakukan yaitu dengan pijat woolwich, dengan cara pijat woolwich dapat meningkatkan produksi ASI pada ibu post partum. Tujuan; Mengetahui Hasil implementasi pemberian Pijat Woolwich untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu post partum di RSUD kabupaten Karanganyar. Metode; Rancangan penelitian ini dilakukan pada 2 responden dengan cara case study dengan wawancara dan pengukuran produksi ASI dengan gelas ukur. Hasil; Produksi ASI ibu post partum sebelum dilakukan pijat woolwich pada responden I yaitu 0,4 cc kemudian pada responden II yaitu 0,1 cc, kemudian setelah dilakukan pijat woolwich didapatkan hasil produksi ASI pada responden I yaitu 2,5 cc dan pada responden II yaitu 1,0 cc. Kesimpulan;. Terdapat peningkatan produksi ASI sebelum dan sesudah dilakukan pijat woolwich.
Penerapan Terapi Okupasi Menggambar Terhadap Tanda Dan Gejala Pasien Halusinasi Pendengaran Di Ruang Larasati RSJD Dr. Arif Zainuddin Surakarta
Rosita Agung Wicaksono;
Norman Wijaya Gati;
Luluk Purnomo
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Halusinasi didefinisikan sebagai terganggunya persepsi sensori seseorang, dimana tidak ada stimulus. Salah satu tipe halusinasi adalah halusinasi pendengaran (auditory-hearing voices or sounds). Dampak yang ditimbulkan pasien halusinasi adalah kehilangan kontrol dirinya. Untuk memperkecil dampak yang ditimbulkan dari halusinasi, salah satu penatalaksanaannya menggunakan terapi okupasi menggambar. Terapi okupasi adalah suatu ilmu dan seni menyesuaikan kemampuan yang pernah disukai dan dimiliki oleh pasien, pengarahan partisipasi seseorang untuk melakukan tugas tertentu dengan tujuan untuk mengembalikan fungsi mental. Tujuan: untuk mengetahui hasil penerapan terapi okupasi menggambar terharap tanda dan gejala pada pasien halusinasi pendengaran dibangsal larasati RSJD dr. Arif Zainuddin Surakarta. Metode: Rancangan penelitian ini mengunakan metode studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang memfokuskan pada optimalisasi intervensi keperawatan pada pasien ganguan halusinasi pendengaran . Hasil: hasil penerapan menunjukkan kedua responden mengalami perkembangan yang awalnya tergolong dalam halusinasi sangat berat dan berat, menjadi halusinasi sedang dan ringan. Kesimpulan : kondisi kedua responden menunjukkan adanya penurunan tingkat halusinasi
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Post Apendiktomi Dengan Pemberian Terapi Murottal Al-Qur’an Terhadap Skala Nyeri Di Paviliun Mawar RSUD Kabupaten Tangerang
Melly Sa’idah;
Meynur Rohmah;
Riahta Sembiring;
Zahrah Maulidia Septimar
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Apendiksitis adalah peradangan akibat infeksi pada usus buntu atau umbai cacing (apendiks). Usus buntu sebenarnya adalah sekum (caecum). Infeksi ini bisa mengakibatkan peradangan akut sehingga memerlukan tindakan bedah segera untuk mencegah komplikasi yang umumnya berbahaya (Saputro et al., 2019). Tujuan : Untuk mengetahui keefektifan pemberian terapi murottal Al-Qur’an terhadap penurunan skala nyeri pada pasien post apendiktomi. Metode : Memberikan intervensi terapi murottal Al-Qur’an yang baik dan benar. Hasil : Dari hasil ini menunjukkan adanya efektivitas pemberian terapi murottal Al-Qur’an terhadap penurunan skala nyeri pada pasien post apendiktomi di paviliun mawar RSUD Kabupaten Tangerang dimana dalam penelitian ini terjadi penurunan skala nyeri dari sebelum diberikan terapi murottal Al-Qur’an yaitu skala nyeri 6 (nyeri sedang) menurun menjadi skala nyeri 2 (nyeri ringan) setelah diberikan terapi murottal Al-Qur’an. Kesimpulan : Diharapkan intervensi terapi murottal Al-Qur’an dapat dijadikan referensi asuhan keperawatan mandiri untuk mengurangi skala nyeri pada pasien post apendiktomi.
Penerapan Mobilisasi Dini Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Ibu Post Sectio Caesarea Di RSUD Kabupaten Karanganyar
Dian Nandari Rahmaningsih;
Anjar Nurrohmah;
Dewi Listyorini
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Salah satu efek yang ditimbulkan setelah operasi sectio caesarea adalah nyeri, nyeri muncul karena lepasnya reseptor nyeri akibat terputusnya kontinuitas jaringan karena proses insisi saat pembedahan. Kasus pasien post sc yang mengalami nyeri di RSUD Kabupaten Karanganyar pada tahun 2021 sebanyak 257 kasus mengalami kenaikan sebesar 38,5%. Salah satu intervensi keperawatan yang bisa diberikan adalah mobilisasi dini pada pasien pasca operasi. Mobilisasi dini dapat meningkatkan sirkulasi darah yang dapat mengurangi rasa nyeri. Tujuan: Mengetahui hasil implementasi pemberian Mobilisasi Dini terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Ibu Post Sectio Caesarea di RSUD Kabupaten Karanganyar. Metode: Penelitian deskripstif observatif dengan metode studi kasus yang dilakukan pada dua responden ibu post sectio caesarea yang dilakukan mobilisasi dini untuk mengurangi intensitas nyeri post sectio caesarea yang dilakukan pada 6 jam pertama post sectio caesarea sampai hari ketiga dengan pendampingan 15-20 menit. Hasil: Intensitas nyeri kedua responden di hari pertama berada pada skala nyeri sedang 5-6 dan di hari ketiga setelah dilakukan serangkaian mobilisasi dini, intensitas nyeri kedua responden menurun menjadi skala nyeri ringan 1-2. Kesimpulan: Terdapat penurunan intensitas nyeri sesudah dilakukan mobilisasi dini.
Penerapan Mobilisasi Dini Terhadap Intensitas Nyeri Pada Pasien Post Operasi Di RSUD Pandan Arang Boyolali
Dimas Ivan Saputra;
Eska Dwi Prajayanti;
Panggah Widodo
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Menurut WHO (2021) jumlah klien yang menjalani tindakan operasi mencapai angka peningkatan yang sangat signifikan setiap tahunnya. Tercatat di tahun 2021 ada 234 juta jiwa klien di semua rumah sakit di dunia. Tindakan operasi/pembedahan di Indonesia tahun 2021 mencapai hingga 1,2 juta jiwa. Setelah prosedur operasi selesai, pasien memasuki masa post operasi dimana pasien merasakan nyeri. Nyeri akan mengakibatkan pasien merasa tidak nyaman, jika tidak segera ditangani, nyeri tersebut akan berdampak buruk pada paru, kardiovaskular, pencernaan, endokrin, dan sistem imun. Salah satu tindakan non farmakologis yang dapat diberikan pada pasien post operasi adalah mobilisasi dini. Tujuan; Mengetahui hasil penerapan mobilisasi dini terhadap intensitas nyeri pada pasien post operasi. Metode; Penerapan ini menggunakan metode deskripsi dengan studi kasus . Hasil; Skala nyeri kedua pasien sebelum diberikan penerapan mobiliasi dini adalah skala 7-9 (Nyeri berat terkontrol). Skala nyeri pasien setelah diberikan penerapan mobilisasi dini turun menjadi skala 4-6 (Nyeri sedang) pada responden 1 dan skala 2-3 (Nyeri ringan) pada responden 2. Terdapat penurunan intensitas nyeri pasien post operasi antara sebelum dan sesudah diberikan penerapan mobilisasi dini. Kesimpulan; Terdapat penurunan intensitas nyeri pasien post operasi antara sebelum dan sesudah diberikan penerapan mobilisasi dini
Penerapan Terapi Guided Imagery Terhadap Perubahan Skala Nyeri Post Sectio Caesarea Di Ruang Cempaka RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen
Rizqi Hijah Zahra Latifah;
Ika Silvitasari;
Neny Utami
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Persalinan SC memunculkan beberapa keluhan salah satunya adalah nyeri pada daerah insisi atau robekan dinding perut. Nyeri pasca operasi apabila tidak segera ditangani akan menimbulkan reaksi fisik dan psikologi pada ibu post partum. Tujuan; Mendeskripsikan pengaruh terapi guided imagery terhadap perubahan skala nyeri post sectio caesarea. Metode; Menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan memfokuskan implementasi terapi guided imagery yang di lakukan sehari sekali selama 3 hari dengan waktu 10-15 menit. Hasil; Terapi guided imagery berpengaruh terhadap perubahan skala nyeri post sectio caesarea sehingga nyeri akut yang dialami ibu dapat berkurang. Pasien 1 dari skala nyeri 6 menjadi skala nyeri 3 dan Pasien 2 dari skala nyeri 6 menjadi skala nyeri 2. Kesimpulan; Terapi guided imagery pada pasien post sectio caesarea dengan nyeri akut secara efektif mampu mengurangi nyeri SC dan dapat dikembangkan penelitian selanjutnya.
Penerapan Foot Massage Pada Pasien Dengan Status Hemodinamik Non Invasif Di Ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD Pandan Arang Boyolali
Ismi Uswatun Khasanah;
Eska Dwi Prajayanti;
Panggah Widodo
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Hemodinamik yang tidak stabil dapat menyebabkan keadaan kritis. Hemodinamik yang tidak stabil sering ditemukan pada pasien kritis yang dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) yang ditandai dengan penurunan MAP (Mean Arterial Pressure), Heart Rate (HR), Respiratory Rate (RR) dan Saturasi Oksigen (SPO2). WHO menyebutkan prevalensi pasien kritis di dunia mengalami peningkatan jumlah setiap tahunnya sebanyak 9.8-24.6% per 100.000 penduduk. Prevalensi pasien kritis di Indonesia pada tahun 2019 tercatat mencapai 33.148 pasien dengan presentase kematian mencapai 36.5%. Tercatat 52.719 pasien kritis dirawat di ruang ICU mencapai 64.83% pada tahun 2021. Tujuan; Penerapan foot massage ini bertujuan untuk menstabilkan hemodinamik pasien yang dirawat di ruang ICU. Metode; Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Hasil; terdapat pengaruh foot massage tehadap penurunan MAP, Hearth Rate (HR), Respiratory Rate (RR) dan tidak terdapat pengaruh foot massage terhadap peningkatan saturasi oksigen (SPO2). Kesimpulan; Terdapat perbedaan perkembangan sebelum dan setelah dilakukan penerapan foot massage pada pasien di ruang ICU
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) Dengan Intervensi Pemberian Musik Klasik Terhadapkualitas Tidur Di Paviliun Mawar RSUD Kabupaten Tangerang
Lala Nur Sahila;
Meynur Rohmah;
Zahrah Maulidia Septimar;
Riahta Sembiring
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Gagal Ginjal Kronik atau Chronic Kidney Disease (CKD) saat ini merupakan masalah kesehatan yang penting mengingat selain insidens dan pravelensinya yang semakin meningkat, pengobatan pengganti ginjal yang harus di jalani oleh penderita gagal ginjal merupakan pengobatan yang sangat mahal. Dialisa adalah suatu tindakan terapi pada perawatan penderita gagal ginjal terminal. Tindakan ini sering juga di sebut sebagai terapi pengganti karena berfungsi menggantikan sebagian fungsi ginjal. Terapi pengganti yang sering dilakukan adalah hemodialisis dan peritonealialisa. Diantara kedua jenis tersebut, yang menjadi pilihan utama dan metode perawatan yang umum untuk penderita gagal ginjal adalah hemodialisis. Tujuan Penelitian: Untuk melakukan analisa terhadap kasus kelolaan kepada pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang mengalami gangguan pola tidur di paviliun mawar RSU Kabupaten Tangerang Tahun 2023. Metode Penelitian: Mahasiswa mengimplementasikan asuhan keperawatan pada pasien CKD dengan pemberian inovasi intervensi musik klasik dengan melakukan perbandingan jurnal. Hasil Penelitian: Dari hasil penelitian menunjukkan adanya efektiftas atau pengaruh pada pasien Chronic Kidney Disease (CKD) dengan pemberian inovasi intervensi musik klasik terhadap kualitas tidur pada pasien CKD hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Hendri (2019) terlihat bahwa pemberian musik klasik Mozart berpengaruh terhadap peningkatan kualitas tidur dengan pvalue=0,002. dengan mendengarkan musik mampu menenangkan pikiran, melancarkan tekanan darah dan menstabilkan tekanan jantung.