cover
Contact Name
Agna Rizky Putra Anggara
Contact Email
agnarizkyputra@gmail.com
Phone
+6281235003948
Journal Mail Official
bakticendekianusantara@gmail.com
Editorial Address
Jalan Cempaka, Kelurahan Patokan, Kabupaten Situbondo 68312
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Lentera Edukasi
ISSN : -     EISSN : 30314321     DOI : https://doi.org/10.70305/jle.v2i3
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Lentera cendekia: pendidikan dan pembelajaran adalah jurnal ilmiah dalam pendidikan dan pembelajaran, meliputi penelitian pembelajaran baik inovasi penelitian ataupun inovasi terapan media pembelajaran, penelitian secara teoritis, kajian ilmiah penelitian tindakan kelas, penelitian terapan bimbingan konseling dan kajian penelitian yang memiliki hubungan dengan pembelajaran sekolah.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2024): Edisi Juni" : 5 Documents clear
ANALISIS BAHASA GAUL DI MAHASISWA UNARS SITUBONDO Aprilia Sucahyo, Alif Maharani; Awinatiddiyanah; Fitria Wahyuningtyas
Jurnal Lentera Edukasi Vol. 2 No. 2 (2024): Edisi Juni
Publisher : Bakti Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70305/jle.v2i2.13

Abstract

Media sosial telah menjadi bagian integral dari kehidupan remaja saat ini, dan dampaknya terhadap penggunaan bahasa Indonesia di kalangan remaja menjadi perhatian utama. Artikel ini bertujuan untuk melakukan analisis mendalam terhadap pengaruh media sosial terhadap eksistensi bahasa Indonesia di kalangan remaja khususnya di kalangan remaja UNARS Situbondo. Metode penelitian yang digunakan melibatkan survei wawancara, dan catatan dengan remaja yang aktif menggunakan media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap eksistensi bahasa Indonesia di kalangan remaja, baik secara positif maupun negatif. Beberapa remaja cenderung menggunakan bahasa Indonesia yang lebih formal dan benar ketika berkomunikasi di media sosial, sementara yang lain cenderung menggunakan bahasa yang lebih santai dan informal. Selain itu, penggunaan singkatan dan bahasa gaul juga semakin populer di media sosial, yang dapat memengaruhi pemahaman dan penggunaan bahasa Indonesia secara keseluruhan. Dari hasil pengamatan terdapat beberapa kata gaul diantaranya adalah : Kuy, Yups, Santuy, Bestie, Kepo, Gemoy, Trims, Leh ugha, Kece, Nongki, Sabi, Ngokey, Rempong. Artikel ini menyimpulkan bahwa media sosial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap eksistensi bahasa Indonesia di kalangan remaja, dan perlu adanya upaya untuk meningkatkan pemahaman dan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di lingkungan digital guna memastikan kelestarian bahasa Indonesia di kalangan remaja khususnya di kalangan remaja UNARS Situbondo.
ANALISIS PENGARUH GADGET BAGI ANAK USIA DINI DI SITUBONDO Hasanah, Fitriatun; Rahma, Lailatur; Samudra, Bagus bayu
Jurnal Lentera Edukasi Vol. 2 No. 2 (2024): Edisi Juni
Publisher : Bakti Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70305/jle.v2i2.15

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui pengertian gadget, untuk mengetahui pengaruh gadget terhadap perkembangan anak usia dini serta mengetahui bagaimana cara untuk mencegah pengaruh buruk dari gadget terhadap anak usia dini. Gadget adalah sebuah perangkat elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus.dari hari ke hari gadget selalu muncul dengan menyajikan teknologi terbaru yang membuat hidup manusia menjadi lebih praktis. teknologi jelas mempengaruhi perkembangan anak. Karena sebuah perangkat teknologi merupakan media pembelajaran yang sangat efektif. Karena kemajuan teknologi juga dapat membantu daya kreatifitas anak, jika pemanfaatnya diimbangi dengan interaksi dengan lingkungan sekitarnya. dengan terlalu membebaskan anak dibawah umur menggunakan teknologi yang terlalu canggih seperti gadget maka itu dapat mengubah perilaku seorang anak, untuk itu peran orang tua sangat penting.
ANALISIS KESESUAIAN ANTARA BUKU TEKS SISWA TEMATIK TERPADU TEMA HIDUP RUKUN SD/MI KELAS II DENGAN KOMPETENSI DASAR KURIKULUM 2013 Rofek, Aenor Rofek; Nur Jamila; Surya Ika Wati
Jurnal Lentera Edukasi Vol. 2 No. 2 (2024): Edisi Juni
Publisher : Bakti Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70305/jle.v2i2.50

Abstract

Buku teks yang digunakan oleh guru dan siswa ini harus relevan dan sesuai dengan kurikulum yang berlaku untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pada kenyataannya, buku teks yang digunakan oleh guru atau siswa ini, belum diketahui tingkat kesesuaiannya dengan kompetensi dasar 2013, karena kurikulum ini masih baru. Berdasarkan hal tersebut, maka peneliti tertarik untuk menganalisis kesesuaian buku teks dengan kompetensi dasar 2013.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Dalam pembahasannya dideskripsikan dan dijabarkan tentang kesesuaian buku teks tematik terpadu pada kompetensi dasar 2013.Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data yaitu, membaca buku teks tematik terpadu, mengidentifikasi kesesuaian buku teks tematik terpadu dengan kompetensi dasar 2013, mengklasifikasi data hasil penelitian, menganalisis data yang sudah diklasifikasi, menjelaskan kesesuaian buku teks dengan kompetensi dasar, menghitung persentase kesesuaian data. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa. (1) Buku teks tematik terpadu untuk siswa subtema 1 tentang Hidup Rukun di Rumah, sudah sesuai dengan kompetensi dasar dalam kurikulum 2013. Hal ini ditunjukkan dengan perolehan persentase skor sebesar 95,30% dan termasuk dalam kriteria sangat sesuai. (2) Buku teks tematik terpadu untuk siswa subtema 2 tentang Hidup Rukun Dengan Teman Bermain, sudah sesuai dengan kompetensi dasar dalam kurikulum 2013. Hal ini ditunjukkan dengan perolehan persentase skor sebesar 95,48% dan termasuk dalam kriteria sangat sesuai. (3) Buku teks tematik terpadu untuk siswa subtema 3 tentang Hidup Rukun di Sekolah, sudah sesuai dengan kompetensi dasar dalam kurikulum 2013. Hal ini ditunjukkan dengan perolehan persentase skor sebesar 95,84 % dan termasuk dalam kriteria sangat sesuai. (4) Buku teks tematik terpadu untuk siswa subtema 4 tentang Hidup Rukun di Masyarakat, sudah sesuai dengan kompetensi dasar dalam kurikulum 2013. Hal ini ditunjukkan dengan perolehan persentase skor sebesar 96,22 % dan termasuk dalam kriteria sangat sesuai.
ANALISIS PENGGUNAAN BAHASA SARKASME DI LINGKUNGAN MAHASISWA Ramadhani, Sindi Rahmalatul Ramadhani; Dwita Septiamanda Putri; Navilatur Rohma
Jurnal Lentera Edukasi Vol. 2 No. 2 (2024): Edisi Juni
Publisher : Bakti Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70305/jle.v2i2.51

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan yaitu agar dapat mengetahui penyebab terjadinya penggunaan bahasa sarkasme di dalam lingkungan perkuliahan mahasiswa. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Masalah mendasar yang menyebabkan penelitian ini dilakukan adalah bahasa sarkasme yang memiliki banyak arti saat digunakan bisa dalam ke sifat negatif, mengkritik, bentuk dari percakapan humor,dan bisa juga di anggap sebagai bentuk ketidak satuannya bahasa Indonesia yang sebenarnya, karena bahasa sarkasme ini dapat dinilai keterkaitannya dengan sistem nilai yang dapat menilai bahasa sarkasme pantas ataukah tidak untuk digunakan dalam lingkungan perkuliahan mahasiswa. Sedangkan masyarakat selalu menilai kepantasan suatu kata yang di cap sebagai kata yang buruk agar tidak digunakan di lingkungan masyarakat. Bahasa sarkasme yang sering digunakan oleh mahasiswa UNARS adalah setan,babi,anjing,monyet,mata,telinga,mulut,tai,tolol, dan gila. terjadinya penggunaan bahasa sarkasme di lingkungan perkuliahan mahasiswa disebabkan oleh adanya beberapa faktor. Berikut faktor yang mempengaruhi terjadinya penggunaan bahasa sarkasme dilingkungan perkuliahan mahasiswa yaitu sedang marah, emosi yang tidak stabil, bercanda sesama teman, kecewa dengan hal yang terjadi, serta terdapat faktor lingkungan dan faktor sosial yang dapat mempengaruhi penggunaan bahasa sarkasme dilingkungan perkuliahan mahasiswa. Dalam lingkungan masyarakat kecenderungan dalam penggunaan bahasa sarkasme terjadi pada anak- anak muda jaman sekarang, selain itu terjadinya penggunaan bahasa sarkasme ini menjadi pertanda bahwa dalam masyarakat indonesia adalah sebagai bangsa bagian timur yang selalu identik dengan kesatuannya serta lingkungan berbudaya nya yang tinggi sedang mengalami pemudaran akibat penggunaan bahasa sarkasme. Agar hal ini tidak terjadi, maka jangan membiarkan generasi muda dirusak oleh diri mereka sendiri yang menggunakan bahasa sarkasme, selain itu juga dapat merusak pembentukan karakter generasi muda yang telah menjadi harapan bangsa sampai saat ini.
POLA PENDIDIKAN KEARIFAN LOKAL DI MASYARAKAT PESISIR KABUPATEN SITUBONDO Lestari, Sofiyah Eka Lestari; Rizqiana Adelia Putri; Ayda Safitri
Jurnal Lentera Edukasi Vol. 2 No. 2 (2024): Edisi Juni
Publisher : Bakti Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70305/jle.v2i2.54

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kearifan lokal masyarakat Situbondo dalam mengelola dan membangun sumberdaya perikanan berkelanjutan. Pendekatan penelitian inimenggunakan deskriptif kualitatif, yaitu pengukuran cermat terhadap studi kasus fenomena sosial, analisis data menggunakan model reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitianini adalah kearifan lokal pemberdayaan masyarakat Situbondo dalam pengelolaan dan pembangunan sumberdaya perikanan melalui: Pertama, Kearifan lokal petik laut dilaksanakan setiap tahun yang bertujuan memberi makan ikan serta acara kumpul dan doa bersama agar keberlanjutan perikanan dilaut tetap terjaga. Kedua, Kearifan Lokal Nyabis hal ini dilakukan oleh masyarakat lokal sebagai proses agar mendapatkan barokah yaitu dengan doa dari para kyai, karena anggapan masyarakat dengan adanya barokah, semua kegiatan dan semua permasalahan bisa lebih mudah dan lancar. Ketiga, Tradisi Tellasan (hari raya) pada masyarakat dilakukan pada hari ke 27 atau H-3, tiga hari sebelum hari raya aktifitas melaut sudah mulai dihentikan, hal ini berdampak terhadap adanya pemberian waktu terhadap biota laut yang dieksploitasi dalam penangkapan untuk berkembang biak dan melakukan regenerasi, sehingga kualitas dan kuantitasnya bisa terjaga dengan baik dan berlanjut. Dalam konteks kearifan lokal pemberdayaanmasyarakat dalam pengelolaan dan pembangunan sumberdaya perikanan yang berkelanjutandiperlukan: Pertama, pembedayaan kearifan lokal. Kedua, model pengelolaan dan pemberdayaanmasyarakat lokal. Ketiga, membangun pengelolaan sumberdaya berbasis masyarakat yang didalamnya melalui pendekatan subyektif dan pendekatan struktural dengan langkah yang dapat diupayakan pada masyarakat dengan membentuk lembaga lokal, mengembangkan keikutsertaan masyarakat lokal dalam proses pengambilan keputusan, dan peningkatan akses masyarakat terhadap informasi.

Page 1 of 1 | Total Record : 5