cover
Contact Name
Ade Herman Surya Direja
Contact Email
adehermansuryadireja@gmail.com
Phone
+6282182997717
Journal Mail Official
admin@journal.mandiracendikia.com
Editorial Address
urnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Bengkulu, Indonesia Jl. Padat Karya No 25 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia (JPKM-MC)
ISSN : -     EISSN : 29632188     DOI : 10.70570
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia (JPKM-MC) adalah Jurnal Pengabdian Masyarakat untuk scope Multidisiplin Ilmu, dengan scope keilmuan seperti Kesehatan (Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan Masyarakat, Kedokteran, Analis, Rekam Medis dll), Ilmu Komputer, Kemasyarakatan, Manajemen, Ekonomi, Manajemen, Agama, Ilmu Hukum, Pendidikan, Pertanian, Sastra, Teknik, Dan Bidang Ilmu Lainnya. Journal title Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia (JPKM-MC)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2026)" : 15 Documents clear
Penyuluhan Manajemen Stres Dan Trauma Pasca Bencana Di Desa Masani Kabupaten Poso Fauziah H. Tambuala; Fany Lairin Djala; Dwi Debi Tampa’i
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i2.2109

Abstract

Bencana alam yang terjadi di Desa Masani, Kabupaten Poso, tidak hanya menimbulkan dampak fisik, tetapi juga berdampak signifikan terhadap kondisi psikologis masyarakat, seperti stres dan trauma pascabencana. Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai manajemen stres serta penanganan trauma berpotensi memperburuk kesehatan mental dan menghambat proses pemulihan pascabencana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yang dilaksanakan pada bulan Desember 2025 bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat Desa Masani dalam mengenali, mengelola, dan mengatasi stres serta trauma pascabencana secara mandiri dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan edukatif, diskusi interaktif, serta latihan sederhana manajemen stres dan relaksasi yang disesuaikan dengan kondisi dan budaya setempat. Sasaran kegiatan adalah masyarakat terdampak bencana, khususnya orang dewasa dan tokoh masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep stres dan trauma, gejala yang muncul, serta strategi sederhana untuk mengelolanya. Peserta juga menunjukkan respon positif dan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Dengan adanya penyuluhan ini, diharapkan masyarakat Desa Masani mampu meningkatkan ketahanan psikologis dan mendukung proses pemulihan kesehatan mental pascabencana.
Sosialisasi Edukasi Delapan Hidup Bersih Dan Sehat Di SDN 010 Batam Kota Rizki Sari Utami Muchtar; Wulan Pramadhani; Annisa Olivia; Naiza Amelia Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i2.2110

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan seperangkat perilaku yang dilakukan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang membuat seseorang, keluarga, kelompok atau masyarakat mampu menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan lingkungan. Penerapan PHBS menjadi langkah penting dalam menciptakan masyarakat yang produktif dan berkualitas. Salah satu sasaran utama penerapan PHBS adalah siswa Sekolah Dasar (SD), mengingat pada usia tersebut anak-anak berada dalam tahap pembentukan karakter dan kebiasaan jangka panjang, termasuk kebiasaan dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungan sekitarnya. Delapan indikator PHBS yang diterapkan di sekolah antara lain mencuci tangan pakai sabun, menggunakan jamban sehat, mengonsumsi jajanan sehat, melakukan aktivitas fisik, memberantas jentik nyamuk, tidak merokok di lingkungan sekolah, menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan secara berkala, serta membuang sampah pada tempatnya. Pelaksanaan indikator-indikator tersebut diyakini mampu mengurangi risiko penyakit, meningkatkan kesehatan anak, dan mendukung proses belajar yang optimal
Peningkatan Pengetahuan Dan Perilaku Pencegahan Hipertensi Melalui Edukasi Kesehatan, Senam Hipertensi, Dan Terapi Rendam Kaki Air Hangat Jahe Merah Di RW 07 Kelurahan Cibeber Reini Astuti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i2.2113

Abstract

Kesehatan merupakan aspek fundamental dalam kehidupan manusia yang berperan penting dalam menentukan kualitas hidup seseorang. Menurut World Health Organization (WHO), kesehatan didefinisikan sebagai suatu keadaan sejahtera secara fisik, mental, dan sosial, serta bukan hanya bebas dari penyakit atau kelemahan saja (WHO, 1948). Definisi ini menegaskan bahwa kesehatan tidak hanya berfokus pada ketiadaan penyakit, tetapi juga mencakup keseimbangan dan kondisi optimal dari berbagai aspek kehidupan seseorang. Salah satu masalah kesehatan yang sering dihadapi oleh masyarakat global adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hipertensi merupakan kondisi medis di mana tekanan darah dalam arteri meningkat secara terus-menerus sehingga dapat menyebabkan risiko berbagai penyakit serius, seperti penyakit jantung dan stroke. WHO mendefinisikan hipertensi sebagai kondisi ketika tekanan darah sistolik mencapai atau melebihi 140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik mencapai atau melebihi 90 mmHg (WHO, 2021). Hipertensi dikenal sebagai “silent killer” karena seringkali tidak menunjukkan gejala yang jelas, namun dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik. Masalah hipertensi menjadi perhatian penting dalam bidang kesehatan masyarakat karena prevalensinya yang tinggi dan dampak negatifnya terhadap morbiditas dan mortalitas global. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam tentang konsep kesehatan dan hipertensi sangat penting sebagai dasar dalam upaya pencegahan dan penanganan penyakit ini.
Upaya Deteksi Dini Asam Urat Dan Edukasi Pencegahan Nyeri Sendi Pada Lansia Osteoarthritis Di RT 09 Kelurahan Lebung Gajah Palembang Italia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i2.2114

Abstract

Di Indonesia, prevalensi osteoarthritis meningkat secara signifikan dengan usia. Aangka prevalensi OA bertambah pada usia lanjut: 11,1% pada usia 45–54 tahun, 15,5% pada usia 55–64 tahun, hingga 18,6–18,9% pada usia > 65 tahun. (Riskesda 20218 didalam Yani C, Sudarsono, Nurul F. 2024) Osteoarthritis merupakan salah satu penyakit degeneratif yang paling sering dialami oleh lansia dan ditandai dengan kerusakan sendi yang menyebabkan nyeri, kaku, dan keterbatasan aktivitas. Seiring bertambahnya usia, elastisitas tulang rawan menurun sehingga sendi menjadi lebih rentan terhadap peradangan dan nyeri kronis. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dalam bentuk pemeriksaan kadar asam urat serta edukasi kesehatan mengenai osteoarthritis guna meningkatkan pengetahuan lansia, mencegah komplikasi, dan meningkatkan kualitas hidup lansia.
Senam Ergonomik Sebagai Upaya Untuk Menurunkan Nyeri Pada Lansia Dengan Gout Artritis di Posyandu Bina Sejahtera Palembang Evi Royani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i2.2116

Abstract

Gout Arthritis merupakan penyakit sendi yang ditandai dengan hiperurisemia atau peningkatan kadar asam urat dalam darah (Fidiya, 2020). Gangguan metabolisme yang berdasarkan gout adalah hiperurisemia yang didefinisikan sebagai peningkatan kadar asam urat lebih dari 7,0 ml/dl dan 6,0 mg/dl (Ilham, 2020). Gout Arthritis sering terjadi pada lansia, hal ini ditandai dengan hiperurisemia atau peningkatan asam urat di dalam badan seseorang. Indonesia termasuk negara dengan jumlah penderita Gout Arthritis terbanyak, dan penyakit ini banyak diderita oleh lanjut usia menurut (Fidiya, 2020) dalam buku (Arifuddin et al., 2024).. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi Sena Ergonomis terhadap Nyeri sendi pasien Gout di Posyandu Bina Sejahtera Palembang. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode observasi partisipatif. Hasil PKM menunjukkan bahwa terapi Senam ergonomis memberikan dampak positif, seperti peningkatan fleksibilitas, koordinasi, dan kekuatan tangan setelah dilakukan secara rutin selama satu minggu
Edukasi Dan Demonstrasi Pelaksanaan Latihan Ektremitas Tangan Dan Kaki Pada Lansia Penderita Osteoarthritis Di Posyandu Dahlia Kelurahan Lebong Gajah Palembang Fera Siska
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i2.2117

Abstract

Populasi penuaan merupakan fenomena global dimana hampir setiap negara di dunia mengalami pertumbuhan jumlah serta porposi lansia. United Nations atau PBB melaporkan terdapat 703 juta orang berusia diatas 65 tahun di dunia pada tahun 2019 dan akan berlipat ganda menjadi 1,5 miliar dalam tahun 2050. Seiring bertambahnya usia dan semakin panjang harapan hidup, risiko munculnya penyakit degeneratif serta disabilitas juga meningkat. Salah satu penyakit degeneratif yang sering dialami pada lansia adalah Osteoarthritis. Pelaksanaan edukasi dan demonstrasi Latihan Ektremitas Tangan dan Kaki dilakukan di posyandu dahlia.
Optimalisasi Penggunaan 3s (SDKI, SLKI, SIKI) Dalam Pendokumentasian Asuhan Keperawatan Sri Muharni; Umi Eliawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i2.2118

Abstract

Pendokumentasian asuhan keperawatan adalah komponen penting dalam menjamin kualitas asuhan keperawatan yang berkesinambungan.Penggunaan standar asuhan keperawatan menggunakan 3S (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia/SDKI, Standar Luaran Keperawatan Indonesia/SLKI, dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia/SIKI) menjadi landasan utama dalam proses keperawatan yang sistematis. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai kendala, seperti rendahnya pemahaman perawat, ketidaksesuaian diagnosis dengan intervensi, serta dokumentasi yang belum terstandar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan 3S dalam pendokumentasian asuhan keperawatan melalui edukasi dan pendampingan kepada perawat rumah sakit Graha Hermine. Metode yang digunakan meliputi edukasi, diskusi kasus, dan evaluasi praktik dokumentasi. Hasil dari kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta kesesuaian pendokumentasian asuhan keperawatan berdasarkan SDKI, SLKI, dan SIKI. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas asuhan dan pelayanan keperawatan pada pasien secara berkelanjutan.
Pendampingan Digitalisasi Dokumen Akreditasi LAM-KPRS melalui Aplikasi SPEAK Tiyan Ganang Wicaksono; Yafie Miftah Imani; Moh.Muhtarom
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i2.2120

Abstract

Proses akreditasi rumah sakit oleh LAM-KPRS membutuhkan manajemen dokumen yang terorganisir dan terintegrasi secara digital. Namun, masih ada beberapa rumah sakit yang menghadapi masalah dalam mengelola dokumen akreditasi mereka. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membantu proses digitalisasi dokumen akreditasi LAM-KPRS dengan menggunakan aplikasi SPEAK. Metode yang digunakan mencakup analisis kebutuhan, sosialisasi, pelatihan mengenai teknis penggunaan, serta bimbingan dalam menggunakan aplikasi. Hasil dari kegiatan tersebut menunjukkan bahwa mitra semakin memahami dan mampu mengelola dokumen akreditasi secara digital. Penggunaan aplikasi SPEAK membantu mitra meningkatkan kemampuan dalam mengelola dokumen dengan lebih efektif dan mempersiapkan diri secara lebih baik menghadapi proses akreditasi
Edukasi Dukungan Keluarga Terhadap Kemampuan Activitiy Daily Living Pada Lansia Pasca Stroke Di Kelurahan Lebung Gajah Nurjannah; Resti Maisa; Listiya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i2.2122

Abstract

Stroke merupakan penyebab utama kecacatan pada lansia yang berdampak pada penurunan kemampuan aktivitas sehari-hari (Activity Daily Living/ADL). Lansia pasca stroke membutuhkan dukungan keluarga dalam proses rehabilitasi untuk meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan keluarga mengenai dukungan terhadap kemampuan ADL lansia pasca stroke di Kelurahan Lebung Gajah. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan dengan media leaflet melalui ceramah, diskusi, dan tanya jawab kepada keluarga lansia pasca stroke. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan keluarga mengenai peran dukungan keluarga dalam pemenuhan kebutuhan aktivitas sehari-hari lansia pasca stroke. Edukasi kesehatan diharapkan dapat meningkatkan partisipasi keluarga dalam perawatan lansia sehingga meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup lansia pasca stroke
Pendidikan Kesehatan Latihan Range of Motion (ROM) Kepada Geron (Pendamping Lansia) Untuk Meningkatkan Rentang Gerak Lansia Di RPUK Muara Kasih Bogor Siti Rochani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i2.2123

Abstract

Proses penuaan menyebabkan penurunan fungsi muskuloskeletal yang berdampak pada keterbatasan mobilitas, penurunan rentang gerak sendi, dan kualitas hidup lansia, khususnya di panti werdha. Latihan Range of Motion (ROM) merupakan intervensi sederhana dan efektif untuk mempertahankan serta meningkatkan fungsi gerak lansia. Namun, keberhasilan latihan ROM sangat bergantung pada pengetahuan dan keterampilan pendamping lansia.Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pendamping lansia (Geron) dalam melakukan dan mendampingi lansia latihan ROM di RPUK Muara Kasih Bogor.Metode: Kegiatan dilaksanakan pada 8 Desember 2025 dengan melibatkan 18 orang Geron. Metode yang digunakan meliputi pendidikan kesehatan melalui ceramah, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung latihan ROM. Evaluasi dilakukan melalui observasi kemampuan peserta dalam mendemonstrasikan ulang latihan ROM serta survei kepuasan.Hasil: Seluruh peserta (100%) mampu mendemonstrasikan ulang latihan ROM dengan teknik yang benar dan menunjukkan antusiasme tinggi. Mayoritas peserta menyatakan sangat setuju apabila kegiatan serupa dilakukan secara berkelanjutan.Kesimpulan: Pendidikan kesehatan dan pelatihan latihan ROM efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pendamping lansia serta berpotensi mendukung peningkatan fungsi muskuloskeletal dan kualitas hidup lansia.

Page 1 of 2 | Total Record : 15