cover
Contact Name
Oktavia Rahayu Puspitarini
Contact Email
oktaviarahayu@unisma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dinamikarekasatwa@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang, Jl. MT Haryono 193, Malang 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)
ISSN : 23383720     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Dinamika Rekasatwa (Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan) Merupakan Jurnal Hasil Penelitian yang Diterbitkan Secara Berkala oleh Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang (terbit 2 kali setahun)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2017)" : 8 Documents clear
PENGARUH PERENDAMAN DALAM BERBAGAI KONSENTRASI LARUTAN JAHE MERAH (Zingiber officinale var rubrum rhizoma) TERHADAP KEEMPUKAN DAN pH DAGING SAPI PERAH AFKIR Suryani Nila Sari; Sri Susilowati; Irawati Dinasari Retnoningtyas
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perendaman dalam berbagai larutanjahe merah terhadap keempukan dan pH daging sapi perah afkir.Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah daging sapi perah afkir bagian paha (bicep femoris). Metode yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan yakni penambahan larutanjahe merah (P0 tanpa larutan jahe merah 0%, P1 larutan jahe merah 6% dan perendaman 20 menit, P2 larutan jahe merah 6% dan perendaman 30 menit, P3 larutan jahe merah 10% dan perendaman 20 menit, P4 larutan jahe merah 10% dan perendaman 30 menit) dengan empat kali ulangan. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan Analysis of Varians (ANOVA), jika terdapat pengaruh tiap perlakuan maka dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian menunujukkan bahwadengan perendaman 30 menit dengan pemberian larutan jahe merah 10% berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap keempukan daging sapi perah afkir, sedangkan pemberianlarutanjahe merahdengan perendaman 30 menit berpengaruh sangat nyata (P<0,01) menurunkan pH daging sapi perah afkir. Pada pemberianlarutanjahe merah (6, dan 10%) terjadi penigkatan keempukan dan penurunan pH, penambahan larutanjahe merah10% dengan perendaman 30 menit menghasilkan keempukan paling tinggi dan pH paling rendah dibandingkan pada penambahan larutanjahe merah (0 dan 6%). Disimpulkan bahwa penambahan larutan jahe merah mampu meningkatkan keempukan dan menurunkan pH daging sapi perah afkir dibandingkan dengan daging tanpa penambahan larutan jahe merah.Kata kunci : daging sapi perah afkir, larutan jahe merah, keempukan, dan pH daging.
PEMBERIAN Lactobacillus fermentum PADA AIR MINUM TERHADAP KONSUMSI PAKAN, PRODUKSI TELUR DAN KONVERSI PAKAN PADA AYAM PETELUR LAYER Arif Maulana; Usman Ali; Muhammad Farid Wadjdi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Lactobacillus fermentum pada air minum terhadap konsumsi pakan, produksi telur dan konversi pakan. Materi yang digunakan digunakan dalam penelitian ini adalah ayam petelur Strain ISA Brown pada tahap produksi periode ke dua menjelang afkir dengan umur 80 mingguan. Metode yang digunakan adalah metode percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan pemberian Lactobacillus fermentum (P0 tanpa perlakuan, P1 dosis 2ml / liter air minum, P2 dosis 3ml / liter air minum, P3 dosis 4ml / liter air) dengan tiga ulangan. Analisa data dalam penelitian menggunakan analisa ragam (ANOVA) apabila terdapat pengaruh tiap perlakuan dilanjutkan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi dosis penggunaan Lactobacillus fermentum pada air minum berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan, tetapi dapat meningkatkan produksi telur dan menurunkan angka konversi pakan. Kesimpulan penelitian ini penggunaan dosis Lactobacillus fermentum pada air minum ayam petelur dengan dosis 3 ml / liter air minum dapat mengoptimalkan produksi telur dan konversi pakan.Kata kunci : ayam petelur, Lactobacillus fermentum, produksi telur, konversi pakan.
PENAMBAHAN PROBIOTIK Lactobacillus fermentum DALAM AIR MINUM TERHADAP PERFORMANS PRODUKSI BROILER mohammad Rofi&#039;i; Sunaryo Sunaryo; Muhammad Farid Wadjdi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan probiotik Lactobacillus fermentum. Materi Penelitian yang digunakan pada penelitian sebagai berikut: 1 Probiotik Lactobacillus fermentum Penelitian percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. P0 = tampa perlakuan (kontrol) P1 = dengan probiotik Lactobacillus fermentum 1 ml/l. P2 = 2 ml/l. P3 = 3 ml/l. Variabel yang diamati adalah konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konversi pakan, mortalitas, bobot badan dan indek performans. Berdasarkan analisis ragam menunjukkan bahwa penambahan probiotik (Lactobacillus fermentum) berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap semua variabel kecuali mortalitas umur 20-35 hari. Rata-rata konsumsi pakan selama penelitian, P0 = 2015a, P1 = 2080ab, P2 = 2140b dan P3 = 2030a (g/ekor), rata-rata pertambahan bobot badan: P0 = 986a, P1 =1213c, P2 = 1313d dan P3 = 1091b. (g/ekor), rata-rata konversi pakan : P0 = 2,0d, P1 = 1,7b, P2 = 1,6a dan P3 = 1,9c, rata-rata bobot badan: P0 = 1785a, P1 = 1988b, P2 = 2175c dan P3 = 1841a (g/ekor), rata-rata indeks performans: P0 = 136a, P1 = 202c, P2 = 229d dan P3 = 166b. Sedangkan pemberian probiotik menunjukkan pengaruh nyata (P<0.05) terhadap mortalitas dengan rata-rata mortalitas, P0 = 1.25b, P1 = 1b, P2 = 0.25a dan P3 = 0.0a. Kesimpulan penelitian penambahan probiotik mulai umur 20 hari memberikan respon positif terhadap performans broiler. disarankan menambahkan probiotik dengan dosis 2 ml/l air minum mulai umur 20 hari. Untuk mendapatkan performans broiler disarankan dilakukan penelitian dengan penambahan probiotik Lactobacillus fermentum dosis yang sama mulai umur setelah fase indukan.Kata kunci : probiotik Lactobacillus fermentum, broiler fase finisher, performans produksi
HUBUNGAN KUALITAS ESTRUS BERDASARKAN PROFIL SITOLOGI SWAB VAGINA DAN GEJALA ESTRUS TERHADAP KEBERHASILAN IB INTRACERVICAL KAMBING PERANAKAN ETAWA Dede Saputra; Sumartono Sumartono; Nurul Humaidah
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kualitas estrus berdasarkan gambaran sitologi swab vagina dan gejala estrus terhadap keberhasilan IB intracervical Kambing Peranakan Etawa. Materi penelitian yaitu 15 ekor Kambing PE betina dewasa, umur 2-3 tahun, sudah beranak 2-3 kali, Bobot badan antara 30-40 kg. Kambing disinkronisasi dengan PGF2a 0.5 ml/ekor. Metode penelitian ekperimental. Data dianalisa dengan analisa ragam (ANOVA). Perlakuan percobaan yaitu P0= Kawin Alam, P1= IB pertama, P2= IB ketiga. Pengambilan data dimulai ketika kambing betina diam diendus jantan (0 jam). Pengamatan dibatasi hingga 72 jam. Variabel pengamatan gejala estrus : warna vulva, sifat lendir (skor 1, 2, 3), pengukuran celah vulva (cm) dan suhu vagina (0C). Pelaksanaan swab vagina: indentifikasi jenis sel epitel vagina dan presentase gambaran sel epitel dominan serta Non Return Rate (NRR). Data pengukuran gejala estrus secara deskriptif dan grafik. Identifikasi jenis sel epitel menggunakan mikroskop digital (pembesaran 40x) disajikan secara deskriptif. Hasil analisis ragam gejala estrus: warna vulva, sifat lendir, perubahan celah vulva, suhu vagina, identifikasi jenis sel epitel vagina saat estrus tidak berbeda nyata (P>0.05) pada ternak kawin alam atau IB. Hasil rataan dan grafik gejala estrus: perubahan celah vulva dan suhu vagina nilai tertinggi pada 12-24 jam dari awal estrus. Hasil rataan presentase jenis sel epitel vagina ditemukan sel dominan pada 12 jam dari awal estrus adalah Parabasal dan pada 24 jam dari awal estrus adalah Intermediet. Hasil nilai NRR tertinggi pada ternak kawin alam dengan NRR 80%. Kesimpulan kualitas estrus tidak berbeda ternak kawin alam atau IB.Kata Kunci : Kualitas Estrus, Kambing PE, IB, Kawin Alam, NRR
PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK LACTOBACILLUS FERMENTUM PADA AIR MINUM TERHADAP BOBOT TELUR DAN KUALITAS EKSTERIOR TELUR AYAM PETELUR MENJELANG AFKIR Jamal Toriq; Umi Kalsum; Muhammad Farid Wadjdi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian probiotik Lactobacillus fermentum pada air minum terhadap bobot telur dan kualitas eksterior telur. Materi yang digunakan ayam petelur menjelang afkir umur 20 bulan sebanyak 106 ekor, bakteri Lactobacillus fermentum. Penelitian percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 3 ulangan, meliputi P0: tanpa pemberian, P1: 2 ml/liter, P2: 3 ml/liter dan P3: 4 ml/liter. Variabel yang diamati bobot telur dan kualitas eksterior telur. Data diperoleh dianalisis ragam dan Uji Chi-square. Hasil analisis ragam menunjukkan pemberian probiotik Lactobacillus fermentum tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap bobot dan indeks telur. Hasil Uji Chi-square Pada minggu pertama tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap tekstur dan warna kerabang dan minggu kedua tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap warna kerabang, sedangkan pada tekstur berpengaruh nyata (P<0,05). Rata-rata bobot telur tanpa pemberian (P0) : 70 g, P1 : 69,3 g, P2 : 66,6 g dan P3 : 69,9 g. Rata-rata indeks telur tanpa pemberian (P0) : 0,739, P1 : 0,784, P2 : 0,748, P3 : 0,726. Hasil Uji Chi-square minggu pertama pada warna kerabang nilai hitung sebesar 1,8689 dan hitung sebesar 2,722 pada tekstur kerabang. Pada minggu kedua terhadap warna kerabang nilai hitung sebesar 0,7208 dan nilai hitung 9,918 terhadap tekstur kerabang. Kesimpulan penelitian bahwa pemberian tingkat dosis tidak memberikan pengaruh negatif terhadap bobot dan kualitas eksterior secara keseluruhan.Kata kunci : Lactobacillus fermentum, ayam petelur menjelang afkir, bobot telur, kualitas eksterior telur
HUBUNGAN KARAKTER KUANTITATIF UKURAN TUBUH PADA BERBAGAI BANGSA PEJANTAN KELINCI rohimah Rohimah; Mudawamah Mudawamah; Sri Susilowati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakter kuantitatif ukuran tubuh pada berbagai bangsa kelinci pejantan. Materi penelitian ini adalah 40 ekor kelinci pejantan dengan rincian 5 ekor Flemish Giant, 11 ekor Lokal, dan 24 ekor New Zealand White (NZW). Metode penelitian deskriptif. Variabel penelitian ini adalah panjang badan (PB), lingkar dada (LD) dan bobot badan (BB). Analisa yang digunakan untuk penelitian ini adalah analisis korelasi-regresi dengan aplikasi statistical product and service solution. Hasil analisis korelasi (r) dan regresi tunggal hubungan BB dan PB, BB dan LD, serta PB dan LD dan analisis korelasi (r) dan regresi ganda hubungan PB dan LD terhadap BB, BB dan LD terhadap PB, serta PB dan BB terhadap LD pada kelinci Flemish Giant, New Zealand White dan Lokal menunjukkan hubungan yang positif. Disimpulkan hubungan antara karakter kuntitatif pada berbagai bangsa kelinci pejantan bernilai positif dengan hubungan sangat erat sampai kurang erat. Pada kelinci Flemish Giant, hubungan antara semua karakter kuantitatif adalah sangat erat dengan koefisien determinasi terkecil 0,812. Pada kelinci NZW, terdapat hubungan erat antara BB dan PB, panjang badan dan lingkar dada terhadap bobot badan, dengan koefisien determinasi tertinggi 0,490. Pada kelinci Lokal, hubungan antara semua karakter kuantitatif adalah cukup erat dengan koefisien determinasi tertinggi 0,391.Kata Kunci: bobot badan, ukuran tubuh, kelinci, pejantan
EVALUASI PERFORMANS BROILER PADA SISTEM KANDANG CLOSE HOUSE DAN OPEN HOUSE DENGAN ALTITUDE BERBEDA Ahmad Toyibul Marom; Umi Kalsum; Usman Ali
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi performans broiler pada sistem kandang close house dan open house dengan ketinggian tempat yang berbeda. Kegunaan penelitian ini memberi gambaran kepada masyarakat tentang keunggulan dan kelemahan sistem kandang close house maupun open house serta memberi informasi tentang ketepatan penggunaan kedua sistem kandang di ketinggian tempat yang berbeda yang didasarkan performans broiler. Materi yang digunakan adalah masing-masing kandang berisi 6000 ekor. Data primer menggunakan kuisioner kepada peternak yang mempunyai kandang close house dan open house di kecamatan Rembang dan Turen masing-masing tiga peternak. Data sekunder yang didapat dari Technical Service kandang close house dan open house tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Studi Kasus. Penelitian yang dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Data dalam penelitian ini ditabulasi dengan menggunakan analisa deskriptif dan diuji menggunakan analisa ragam dua arah pola tersarang. Hasil peneltian menunjukan bahwa ketinggian tempat dan tipe kandang berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi pakan, bobot panen, FCR dan deplesi. Nilai konsumsi pakan paling rendah (3,26 kg/ekor) pada kandang open house dataran rendah, bobot panen paling tinggi (2,121 kg/ekor) pada kandang close house dataran tinggi, nilai FCR paling rendah (1,551) pada kandang close house dataran rendah dan nilai deplesi paling rendah (1,8%) pada kandang close house dataran tinggi.Performansbroiler yang dipelihara pada kandang close house lebih baik dibandingkan dengan kandang open house. Pemeliharaan broiler kandang close house di dataran tinggi memiliki performans yang paling optimal. Kata kunci : Performan broiler, close house, open house, ketinggian tempat
PENGARUH PENAMBAHAN BIO ORGANIK SUPLEMEN PADA AIR MINUM TERHADAP KONSUMSI PAKAN DAN PRODUKSI TELUR BURUNG PUYUH Handrian Firmansah; Sumartono Sumartono; Muhammad Farid Wadjdi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dosis pemberian Bio Organik Suplemen (BOS) terhadap performance burung puyuh petelur. Materi penelitian ini burung puyuh petelur lokal sebanyak 160 ekor umur 6 bulan dan pakan lengkap puyuh BP 104 dengan kandungan nutrisi PK 20%. Metode penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan empat perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak empat kali, setiap ulangan berisi 10 ekor. Perlakuan dalam penelitian ini adalah P0= tanpa bio organik suplemen ( kontrol ) P1 = menggunakan bio organik suplemen dengan dosis 0,5 ml per liter air minum P2 = menggunakan bio organik suplemen 1ml per liter air minum dan P3 = menggunakan bio organik Suplemen 1,5 ml/liter air minum. Variabel yang diamati adalah konsumsi pakan, produksi telur, Feed convertion Ratio (FCR), berat telur per butir dan Quail day Production (QDP). Hasil analisa ragam diperoleh bahwa penggunaan campuran BOS dalam air minum berpengaruh sangat nyata (P<0,01) pada produksi telur, FCR, dan QDP. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa pemberian probiotik pada air minum dengan dosis 1,5 ml per liter air minum dapat mengoptimalkan terhadap Produksi telur, Feed convertion Ratio, Quail Day production pada puyuh petelur.Kata kunci : Puyuh, Bio organik suplemen, Konsumsi pakan, Produksi telur

Page 1 of 1 | Total Record : 8