cover
Contact Name
Dian Saputra
Contact Email
saputradian@eco.uir.ac.id
Phone
+6285263888119
Journal Mail Official
ijtima@journal.uir.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Islam Riau JL. Kaharuddin Nasution Km 11. Marpoyan Damai - Pekanbaru Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
IJTIMA': Jurnal Pengabdian Masyarakat
Published by Universitas Islam Riau
Core Subject : Economy,
pembangunan masyarakat, pemberdayaan ekonomi lokal, pendidikan, kesehatan masyarakat, pengelolaan lingkungan, dan lain sebagainya
Articles 53 Documents
GENERASI EMAS 2045: MEMPERSIAPKAN KAUM MUDA UNTUK KARIR GLOBAL DAN INDUSTRI MASA DEPAN Mardianty, Desy; Nur Agia, Lintang; Nurjannah, Hafidzah
IJTIMA': JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/ijtima.2025.25363

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan generasi muda Indonesia, khususnya pelajar SMA Negeri 9 Pekanbaru, dalam menghadapi tantangan karir global dan industri masa depan menuju visi Generasi Emas 2045. Permasalahan yang dihadapi pelajar saat ini antara lain kurangnya pemahaman terhadap tren industri 4.0 dan 5.0, keterbatasan kemampuan berpikir kritis, komunikasi global, serta kesiapan mental menghadapi perubahan dunia kerja yang cepat. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pendekatan edukatif berupa seminar interaktif, pelatihan pengembangan soft skills, serta workshop perencanaan karir berbasis kompetensi abad ke-21. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa terhadap peluang karir global, peningkatan kepercayaan diri dalam berkomunikasi, serta kesadaran pentingnya literasi digital dan adaptabilitas. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi pada pembentukan karakter dan kompetensi pelajar yang siap bersaing dalam dunia kerja internasional serta mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.   This community service program aims to enhance the readiness of Indonesia’s young generation, particularly students of SMA Negeri 9 Pekanbaru, in facing global career challenges and future industrial demands aligned with the vision of the Golden Generation 2045. The main issues identified include limited understanding of Industry 4.0 and 5.0 trends, lack of critical thinking and global communication skills, and insufficient mental preparedness for rapid workforce changes. The program was implemented through educational approaches such as interactive seminars, soft-skill development training, and career planning workshops based on 21st-century competencies. The results indicate improvements in students’ knowledge of global career opportunities, increased confidence in communication, and greater awareness of digital literacy and adaptability. Therefore, this program contributes to building the character and competencies of students who are globally competitive and supports the realization of Indonesia’s Golden Generation 2045.
FINANCIAL FREEDOM YOUTH MOVEMENT: EDUKASI, INOVASI, DAN AKSI KEUANGAN UNTUK KAUM MUDA DI ERA EKONOMI Nur Agia, Lintang; Susanti, Efi; Mardianty, Desy
IJTIMA': JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/ijtima.2025.25364

Abstract

Program Financial Freedom Youth Movement merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Riau di SMA Negeri 9 Pekanbaru. Tujuan utama program ini adalah meningkatkan literasi, kesadaran, dan keterampilan keuangan siswa kelas XI agar mampu mengelola keuangan pribadi secara bijak di era ekonomi digital. Kegiatan dilakukan dengan metode edukatif-partisipatif melalui seminar, lokakarya interaktif, dan simulasi keuangan digital. Materi yang diberikan meliputi penyusunan anggaran pribadi, pengenalan inovasi keuangan berbasis teknologi (fintech), serta penggunaan aplikasi pencatat keuangan digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada tingkat literasi keuangan siswa, dari nilai pre-test rata-rata 58% menjadi post-test 87%. Selain peningkatan pengetahuan, peserta juga menunjukkan perubahan perilaku positif seperti kebiasaan menabung, mencatat pengeluaran, dan memahami risiko transaksi digital. Kegiatan ini berkontribusi dalam membentuk generasi muda yang cerdas, mandiri, serta memiliki kesadaran finansial tinggi dalam menghadapi tantangan ekonomi digital yang semakin dinamis.   The Financial Freedom Youth Movement is a community service initiative conducted by lecturers from the Faculty of Economics and Business, Universitas Islam Riau, at SMA Negeri 9 Pekanbaru. The program aims to enhance the financial literacy, awareness, and skills of 11th-grade students to manage their personal finances wisely in the digital economy era. It employed an educative-participatory approach through seminars, interactive workshops, and digital finance simulations. The materials included personal budgeting, the introduction of technology-based financial innovations (fintech), and the use of digital finance tracking applications. The results indicated a significant improvement in students’ financial literacy levels, with average pre-test scores increasing from 58% to 87% in the post-test. Beyond knowledge gain, participants exhibited positive behavioral changes, such as regular saving habits, expense recording, and better understanding of digital transaction risks. This program contributes to shaping financially literate and independent youth who are ready to adapt to the challenges of an increasingly dynamic digital economy environment.
SOSIALISASI AKAD SYARIAH PADA UMKM DESA PANDAU Syaefulloh; Hidayat; Hamsal; Ariyanto, Sanusi; Ayudia, Fitrien
IJTIMA': JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/ijtima.2025.25396

Abstract

Sosialisasi akad syariah pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di desa-desa seperti Pandau merupakan langkah strategis untuk meningkatkan literasi keuangan syariah, memperluas akses pembiayaan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis nilai Islam. Program sosialisasi ini bertujuan untuk memperkenalkan prinsip-prinsip ekonomi Islam, seperti larangan riba, keadilan, dan pembagian keuntungan, serta untuk memperluas pemahaman pelaku UMKM tentang produk keuangan syariah yang dapat diakses untuk pengembangan usaha. Penelitian ini mengidentifikasi metode sosialisasi yang efektif, tantangan yang dihadapi, serta dampak yang dihasilkan dari kegiatan tersebut. Metode sosialisasi yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, pelatihan, dan pendampingan langsung, yang melibatkan tokoh agama, pemerintah desa, dan pelaku UMKM. Selain itu, penguatan literasi digital dan kolaborasi dengan lembaga keuangan syariah juga menjadi strategi penting dalam memperluas jangkauan sosialisasi. Meskipun terdapat tantangan seperti rendahnya literasi keuangan syariah, keterbatasan infrastruktur, dan resistensi terhadap perubahan, sosialisasi ini berhasil meningkatkan pemahaman dan minat pelaku UMKM terhadap pembiayaan syariah, serta mendorong perubahan perilaku bisnis yang lebih sesuai dengan prinsip syariah. Dampak positif dari sosialisasi ini termasuk peningkatan akses pembiayaan syariah, perubahan praktik bisnis yang lebih etis, dan penguatan daya saing UMKM di pasar. Keberhasilan program ini sangat dipengaruhi oleh pendekatan partisipatif, kolaborasi lintas sektor, serta dukungan regulasi dan teknologi yang memadai.   The dissemination of Islamic finance agreements among micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in villages such as Pandau is a strategic step to improve Islamic financial literacy, expand access to financing, and encourage Islamic-based economic growth. This socialization program aims to introduce Islamic economic principles, such as the prohibition of usury, justice, and profit sharing, as well as to broaden MSME actors' understanding of Islamic financial products that can be accessed for business development. This study identifies effective outreach methods, challenges faced, and the impact of these activities. Outreach methods used include interactive lectures, discussions, training, and direct mentoring, involving religious leaders, village officials, and MSME actors. In addition, strengthening digital literacy and collaborating with Islamic financial institutions are also important strategies in expanding the outreach. Despite challenges such as low Islamic finance literacy, infrastructure limitations, and resistance to change, this outreach has succeeded in increasing MSME actors' understanding and interest in Islamic financing, as well as encouraging business behavior changes that are more in line with Islamic principles. The positive impacts of this outreach include increased access to Islamic financing, more ethical business practices, and strengthened MSME competitiveness in the market. The success of this program was greatly influenced by a participatory approach, cross-sector collaboration, and adequate regulatory and technological support.