cover
Contact Name
Juli Hadiyanto
Contact Email
julihadiyanto43@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalstandardisasi@gmail.com
Editorial Address
Gedung 1 BSN, KST BJ Habibie, Setu, Tangerang Selatan, Banten, 15314.
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Standardisasi
ISSN : -     EISSN : 23375833     DOI : 10.31153
Jurnal Standarisasi (hence JS) is a journal aims to be a leading peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original study or research papers focused on standardization policies, development of standards, harmonization of standards, implementation of standards (accreditation, certification, testing, metrology, technical inspection, pre and post market supervision, socio-economic impacts, etc.), standardization of standards, technical regulations, and aspects related to standardization that has neither been published elsewhere in any language, nor is it under review for publication anywhere.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 2 (2016)" : 4 Documents clear
KESIAPAN PELAKU USAHA JASA PERJALANAN WISATA DALAM PENERAPAN STANDAR USAHA PARIWISATA Reza Lukiawan; Ajun Tri Setyoko; Suminto Suminto
JURNAL STANDARDISASI Vol 18, No 2 (2016)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v18i2.703

Abstract

Pemerintah telah menetapkan peraturan tentang Standar Usaha Jasa Perjalanan Wisata melalui Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2014. Hal ini untuk memberikan perlindungan dan keamanan kepada wisatawan serta meningkatkan kualitas pelayanan jasa perjalanan wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan pelaku usaha jasa pariwisata dalam penerapan standar usaha pariwisata. Suvei lapangan untuk pengumpulan data primer pada penelitian ini dilakukan terhadap 18 pelaku usaha perjalanan wisata di 4 kota yaitu Denpasar dan Yogyakarta untuk mewakili daerah dengan industri pariwisata yang sudah maju serta Mataram dan Belitung untuk mewakili daerah dengan industri pariwisata yang sedang berkembang. Hasil penelitian menunjukkan hanya 33,3% pelaku usaha yang mengetahui adanya standar usaha jasa perjalanan wisata yang diatur melalui Peraturan Menteri Pariwisata. Pelaku usaha yang berada di daerah industri pariwisata yang maju seperti Denpasar dan Yogyakarta, mempunyai kemampuan lebih baik dalam memenuhi persyaratan minimal standar usaha sebesar 20% dari jumlah responden. Pelaku usaha perjalanan wisata yang berada di daerah industri pariwisata yang berkembang seperti Mataram dan Belitung tidak ada yang mampu memenuhi persyaratan minimal standar usaha.
DAMPAK IMPLEMENTASI STANDAR WAJIB MELALUI PERDAGANGAN PRODUK, UNSUR PERLINDUNGAN KONSUMEN DAN PELAKU USAHA Endi Hari Purwanto; Febrian Isharyadi
JURNAL STANDARDISASI Vol 18, No 2 (2016)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v18i2.704

Abstract

Perdagangan bebas memengaruhi nilai ekspor impor Indonesia karena menjadi negara berjumlah penduduk besar yang berpotensi bagi penjualan barang-barang impor. SNI wajib telah diberlakukan oleh regulator sebanyak 267 standar tetapi banyak produk impor yang tidak memenuhi persyaratan tersebut. Asumsinya, regulasi teknis berdampak positif pada perdagangan Indonesia sehingga meningkatkan produksi dalam negeri. Diharapkan pelaku usaha mampu memproduksi produk dengan memperhatikan keamanan, keselamatan dan kesehatan masyarakat serta fungsi lingkungan hidup. Tujuan penelitian adalah menganalisis dampak implementasi SNI wajib oleh industri dari sudut pandang perdagangan produk, unsur perlindungan konsumen dan pelaku usaha. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, untuk perdagangan produk menggunakan metode wawancara langsung pada industri sehingga diperoleh dampak sementara dan kontinyu. Pada unsur perlindungan konsumen menggunakan analisis data uji petik produk ber-SNI di pasar dan untuk pelaku usaha menggunakan metode wawancara terhadap industri untuk menganalisis dampak dari 3 variabel yaitu: volume penjualan, jumlah pengaduan dan biaya produksi dengan 3 parameter yaitu meningkat, menurun dan tetap. Hasilnya memperlihatkan pemberlakuan SNI secara wajib bagi industri, sebagian memberikan dampak positif dan negatif, tergantung produk yang diimplementasi. Namun, secara umum disimpulkan bahwa kebijakan pemerintah untuk menerapkan SNI melalui regulasi memberikan dampak meningkatkan volume penjualan produk bagi perusahaan (76 % dari 17 produk yang dijadikan sampel), menurunkan jumlah pengaduan produk cacat di pasar (53 %) dan meningkatkan biaya operasional perusahaan (71 %). Peningkatan biaya ini disebabkan adanya beban biaya sertifikasi produk yang meliputi: biaya penyediaan sampel dan biaya pengujian.
MUTU BOKAR DARI KEBUN PETANI DI AREAL OPERASIONAL TAMBANG KABUPATEN MUSI BANYUASIN Afrizal Vachlepi; Imam Sastra Nugraha; Aprizal Alamsyah
JURNAL STANDARDISASI Vol 18, No 2 (2016)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v18i2.700

Abstract

Bahan olah karet sebagian besar berasal dari perkebunan rakyat berupa slab dan lump. Persyaratan mutu tentang bahan olah karet tercantum dalam SNI 06-2047-2002. Evaluasi mutu bahan olah karet petani di sekitar areal operasional pertambangan belum banyak dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengevaluasi mutu bokar petani karet di areal operasional tambang minyak dan gas di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan berdasarkan SNI 06-2047-2002. Metode yang digunakan adalah metode survei terhadap 58 orang petani yang tersebar di 12 desa. Pemilihan desa untuk penelitian dilakukan secara purpossive sampling. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara accidental sampling dan purpossive sampling. Parameter mutu bokar yang diambil terdiri atas kebersihan, ketebalan, jenis penggumpal, tempat pencetakan dan kondisi penyimpanan bokar. Data tersebut dibandingkan dengan persyaratan mutu slab pada SNI 06-2047-2002. Hasilnya, mutu bahan olah karet secara umum belum memenuhi standar baku yang dipersyaratkan SNI. Ketebalan slab tersebut 100 % termasuk mutu IV. Penggunaan bahan penggumpal anjuran hanya 1,72 %. Seluruh slab yang dihasilkan petani 100 % kotor. Tempat pencetakan slab yang digunakan beragam yaitu bak plastik, kotak kayu dan lubang tanah.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI USAHA KECIL MENENGAH DALAM MENERAPKAN STANDAR SECARA KONSISTEN Danar Agus Susanto; Febrian Isharyadi; Novin Aliyah
JURNAL STANDARDISASI Vol 18, No 2 (2016)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v18i2.705

Abstract

Usaha Kecil dan Menengah merupakan salah satu bagian penting dari perekonomian negara. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2000, sumbangan UKM dalam output nasional (Product Domestic Regional Bruto) sebesar 56,7 % dan ekspor non migas 15 %. Disamping itu, UKM memberi kontribusi sekitar 99% pada jumlah badan usaha dan menyerap 99,6% jumlah tenaga kerja di Indonesia. Peranan UKM dalam perekonomian bangsa harus terus ditingkatkan melalui peningkatan daya saing produk dengan penerapan standar. Penerapan standar memberikan manfaat positif bagi UKM. Hal ini dinyatakan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2014 bahwa pelaku usaha mikro dan kecil diberikan pembinaan paling sedikit berupa fasilitas pembiayaan dan pemeliharaan sertifikasi. Namun, bantuan pemerintah yang kurang efektif dan efisien karena tidak tepat sasaran menyebabkan ketergantungan masyarakat terhadap bantuan tersebut. Upaya menjaga efektivitas pembinaan dalam fasilitasi pembiayaan dan pemeliharaan sertifikasi perlu dilakukan, diantaranya melalui penelitian untuk mengetahui kriteria UKM yang mampu menerapkan standar secara konsisten. UKM yang digunakan dalam penelitian ini telah menerapkan standar yang dipilih dengan metode purposive sampling. Data diperoleh melalui metode wawancara memakai kuesioner. Metode analisis yang digunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan 4 variabel dari 6 variabel independent berpengaruh signifikan terhadap konsistensi UKM dalam menerapkan standar yaitu nilai penjualan, komitmen UKM, inovasi, dan permintaan konsumen. Variabel tipe UKM dan bantuan pemerintah tidak signifikan berpengaruh terhadap penerapan standar secara konsisten.

Page 1 of 1 | Total Record : 4


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 2 (2024) Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 3 (2021) Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 3 (2020) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 1 (2020) Vol 21, No 3 (2019) Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol 16, No 2 (2014): Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 3 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol 15, No 3 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol 14, No 3 (2012): Vol. 14(3) 2012 Vol 14, No 2 (2012): Vol. 14(2) 2012 Vol 14, No 1 (2012): Vol. 14(1) 2012 Vol 13, No 2 (2011): Vol. 13(2) 2011 Vol 13, No 1 (2011): Vol. 13(1) 2011 Vol 13, No 3 (2011): Vol 12, No 3 (2010): Vol. 12(3) 2010 Vol 12, No 2 (2010): Vol. 12(2) 2010 Vol 12, No 1 (2010): Vol. 12(1) 2010 Vol 11, No 3 (2009): Vol. 11(3) 2009 Vol 11, No 2 (2009): Vol. 11(2) 2009 Vol 11, No 1 (2009): Vol. 11(1) 2009 Vol 10, No 3 (2008): Vol. 10(3) 2008 Vol 10, No 2 (2008): Vol. 10(2) 2008 Vol 10, No 1 (2008): Vol. 10(1) 2008 Vol 9, No 3 (2007): Vol. 9(3) 2007 Vol 9, No 2 (2007): Vol. 9(2) 2007 Vol 9, No 1 (2007): Vol. 9(1) 2007 Vol 8, No 3 (2006): Vol. 8(3) 2006 Vol 8, No 2 (2006): Vol. 8(2) 2006 Vol 8, No 1 (2006): Vol. 8(1) 2006 Vol 7, No 3 (2005): Vol. 7(3) 2005 Vol 7, No 2 (2005): Vol. 7(2) 2005 Vol 7, No 1 (2005): Vol 7(1) 2005 More Issue