cover
Contact Name
Juli Hadiyanto
Contact Email
julihadiyanto43@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalstandardisasi@gmail.com
Editorial Address
Gedung 1 BSN, KST BJ Habibie, Setu, Tangerang Selatan, Banten, 15314.
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Standardisasi
ISSN : -     EISSN : 23375833     DOI : 10.31153
Jurnal Standarisasi (hence JS) is a journal aims to be a leading peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original study or research papers focused on standardization policies, development of standards, harmonization of standards, implementation of standards (accreditation, certification, testing, metrology, technical inspection, pre and post market supervision, socio-economic impacts, etc.), standardization of standards, technical regulations, and aspects related to standardization that has neither been published elsewhere in any language, nor is it under review for publication anywhere.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 1 (2017)" : 5 Documents clear
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PRODUK BERTANDA SNI DI KOTA DENPASAR, BANJARMASIN, MATARAM DAN MANADO Febrian Isharyadi; Suminto Suminto; Ari Wibowo
JURNAL STANDARDISASI Vol 19, No 1 (2017)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v19i1.440

Abstract

Dalam memenuhi kebutuhannya, masyarakat sebagai konsumen akan berusaha untuk mendapatkan suatu barang ataupun jasa yang terjamin keamanan dan keselamatannya.  Dalam meningkatkan kepercayaan konsumen, produsen akan menerapkan SNI untuk produk yang dihasilkandengan dibubuhkannya tanda SNI pada produk yang dihasilkan. Hal ini  untuk  memberikan kepercayaan bagi masyarakat bahwa produk yang dihasilkan memenuhi standar sehingga aman untuk dikonsumsi. Namun demikian, diperkirakan belum semua masyarakat Indonesia memiliki persepsi yang sama terhadap produk bertanda SNI. Oleh karena perlu diketahui persepsi masyarakat khususnya terhadap produk bertanda SNI dalam menjaga keselamatan, keamanan, kesehatan masyarakat dan kelestarian fungsi lingkungan hidup untuk memberikan gambaran mengenai pemahaman publik terhadap produk bertanda SNI. Penelitian ini dilakukan di 4 (empat) kota besar wilayah Indonesia bagian tengah yaitu Denpasar, Banjarmasin, Mataram dan Manado dengan teknik incidental sampling yaitu dengan melakukan wawancara kepada siapa saja masyarakat atau pengunjung yang sedang berbelanja di supermarket atau hypermarket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap produk bertanda SNI di empat kota tersebut (Denpasar, Banjarmasin, Mataram dan Manado) khususnya dalam hal keamanan, keselamatan, kesehatan dan lingkungan hidup sebagian besar telah baik (73.74%), namun hal tersebut masih perlu ditingkatkan karena masih ada beberapa masyarakat yang memiliki persepsi lain terhadap produk bertanda SNI. Untuk meningkatkan persepsi masyarakat terhadap produk bertanda SNI dapat dilakukan melalui pendidikan standardisasi sejak dini sehingga pemahaman masyarakat terhadap produk bertanda SNI akan lebih baik.
STANDARDISASI INDUSTRI NASIONAL KAPAL DI INDONESIA Bendjamin Benny Louhenapessy; Hermawan Febriansyah
JURNAL STANDARDISASI Vol 19, No 1 (2017)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v19i1.405

Abstract

Kapal ikan dan perintis yang berlayar di Indonesia belum memenuhi standardisasi kapal untuk setiap lokasi pelayaran. Pemerintah Indonesia belum menjadikan skala prioritas untuk menyiapkan standardisasi kapal ikan dan kapal perintis yang akan digunakan. Sebagai implikasinya pemerintah di dalam melakukan tender pengadaan kapal ikan dan perintis, belum mengacu kepada Standar Nasional Indonesia dan Standar Internasional namun  pengadaan kapal atau tender mengacu pada kondisi kapal yang telah digunakan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan dan kebutuhan pengembangan standar kapal ikan dan perintis mendukung program pemerintah. Penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif deskriptif, dengan menggunakan data kajian pustaka, data primer dengan menggunakan kuesioner, survei dan wawancara di lapangan dan Focus Group Discussion. Survei dilakukan hanya di wilayah Jawa Timur dengan jumlah 7 responden. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Standar National Indonesia yang tersedia sejumlah 25 Standar Nasional Indonesia dan 89 (delapan puluh sembilan) standar internasional terdiri atas 43 standar International Organisation for Standardization (ISO) dan 46 standar International Maritime Organization (IMO). Pengembangan standar untuk 9 (sembilan) komponen kapal yang meliputi steel plate, cabling; electrode, gas; main switch board, air condition; paint, deck machineries; dan piping and out fittings.
KEBUTUHAN STANDAR METODE UJI, BAHAN ACUAN, DAN KOMPETENSI SDM BERBASIS BIOTEKNOLOGI DI SEKTOR AGROINDUSTRI Juli Hadiyanto; Bendjamin B.L; Himawan Adinegoro
JURNAL STANDARDISASI Vol 19, No 1 (2017)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v19i1.420

Abstract

Pengembangan standar berbasis bioteknologi pada sektor agroindustri dilakukan melalui peningkatan mutu laboratorium merupakan bagian infrastruktur standardisasi. Kondisi laboratorium bioteknologi di Indonesia yang diindikasikan di lapangan antara lain, metode uji, bahan acuan dan sebagian kompetensi SDM yang bekerja di laboratorium bioteknologi beragam. Penelitian ini dilakukan untuk memperkuat pengembangan metode uji, bahan acuan, dan standar SDM untuk  mendukung pengembangan lingkup akreditasi laboratorium bioteknologi di Indonesia. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan desk study dan FGD. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa beberapa acuan standar Internasional dapat dijadikan sebagai acuan dalam penembangan Standar Nasional Indonesia terkait deteksi GMO dan spesifik DNA  spesies antara lain, ISO 21569:2013 (Qualitative nucleic acid based methods), ISO 21570:2013 (Quantitative nucleic acid based methods), ISO 21571:2013 (Nucleic acid extraction), dan ISO 21572:2013 (Protein based methods), Selain itu, metode uji yang dikembangkan oleh European Union Laboratory for GM Food and Feed dan ENGL dapat digunakan sebagai rujukan dalam pengembangan SNI. Pengembangan bahan acuan pengujian GMO dan spesifik DNA dapat dirujuk dari Institute Materials and Measurements yang merupakan salah satu Joint Research Centre EURL-GMFF maupun LGC. InaCC di bawah Pusat Penelitian Biologi LIPI dapat dijadikan sebagai Bank RM sesuai skema yang dikonsepkan oleh KAN dilihat dari kesiapan dan kemampuannya. Beberapa rujukan standar SDM merujuk pada Peraturan bersama Kemendiknas dan Kepala BKN Nomor 02/V/PB/2010 dan Nomor 13 Tahun 2010 tanggal 6 Mei 2010 menjelaskan terkait dengan jabatan fungsional Pranata Laboratorium Pendidikan dan SKKNI bidang Jasa Pengujian Laboratorium merujuk poin MSL957014A mengenai Perform Moleculer Biology Tests Procedures.
PENGARUH PENAMBAHAN MINYAK SAWIT TERHADAP KARAKTERISTIK EDIBLE FILM DAN DAYA SIMPAN BUMBU MIE INSTAN Harianto Harianto; M Jusuf Djafar; Himawan Adinegoro
JURNAL STANDARDISASI Vol 19, No 1 (2017)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v19i1.614

Abstract

Tujuan percobaan ini adalah melihat pengaruh penambahan minyak sawit pada mutu edibel film sebagai pengemas bumbu mie instan.  Metoda yang digunakan dalam percobaan ini adalah rancangan acak lengkap dengan variabel kadar minyak sawit yang terdiri dari tiga taraf 0,7%, 1%, dan 1,3%.  Parameter yang diukur terbagi menjadi dua; pertama  parameter dasar (karakterisasi) mutu edibel film meliputi kadar air, aktivitas air, ketebalan, laju transmisi uap air, kuat tarik, dan modulus elastisitas.  Pengamatan kedua melihat mutu edibel film sebagai pengemas bubuk bumbu mie instan yang meliputi perubahan warna dan tampilan edibel film sebagai pengemas dan bahan yang dikemas (bubuk bumbu mie instan).  Hasil percobaan menunjukkan perlakuan penambahan minyak sawit dengan tiga taraf konsentrasi di atas tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air bubuk bumbu.  Kadar air bubuk bumbu yang dikemas meningkat secara nyata selama penyimpanan mulai 7 hari hingga 28 hari.  Dengan demikian edibel film tersebut tidak mampu menjaga agar bubuk bumbu mie instan tidak berubah selama penyimpanan. Perlu dilakukan percobaan lanjut untuk mendapatkan formula yang lebih baik.  Parameter mutu yang disarankan agar mendapatkan edibel film (sebagai kemasan bubuk bumbu mie instan) yang baik adalah kadar air harus dibawah 9,71%, aktivitas air (Aw) dibawah 0,6 dan laju transmisi uap air di bawah 6,47 g/m2/jam.
MUTU BERAS PENGGILINGAN PADI DI RICE PROCESSING CENTER KABUPATEN MUKOMUKO SESUAI SNI 6128:2015 Lamhot Parulian Manalu; Himawan Adinegoro
JURNAL STANDARDISASI Vol 19, No 1 (2017)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v19i1.422

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mempelajari proses penggilingan beras di usaha penggilingan rakyat dan Rice Processing Centre (RPC) Kabupaten  Mukomuko serta menganalisis mutu beras hasil penggilingannya berdasarkan SNI 6128-2015. Kajian ini juga akan memberikan masukan bagi RPC untuk mengoptimalkan kinerjanya dalam menghasilkan beras bermutu. Rendemen beras kepala merupakan persyaratan utama dalam penetapan mutu beras, karena akan menentukan jumlah berat beras yang dihasilkan dan pada akhirnya menentukan nilai ekonomis beras tersebut. Komponen mutu beras yang diukur adalah derajat sosoh, kadar air, beras kepala, butir patah, butir menir, butir merah, butir kuning, butir mengapur, benda asing dan butir gabah dengan mengacu pada SNI beras. Analisis pengamatan dan pengukuran dilakukan pada 100 gram sampel beras. Hasil pengukuran dan pengamatan kemudian dibandingkan dengan kriteria mutu beras berdasarkan SNI 6128-2015. Rendemen beras yang dihasilkan penggilingan padi di RPC Mukomuko bervariasi pada angka 59-65% dengan derajat sosoh 95,8%, beras kepala 73,5% dan butir patah 20,1%.  Sedangkan beras penggilingan rakyat derajat sosohnya 83,5%, beras kepala 61,7% dan butir patah 26,9%.  Kualitas beras hasil penggilingan RPC berdasarkan SNI  6128-2015 masuk kedalam kategori mutu medium 2, lebih baik daripada penggilingan rakyat. Kategori mutu beras yang dihasilkan RPC masih dapat ditingkatkan menjadi mutu 1 atau premium dengan melakukan penyetelan ulang setiap unit mesin dan sinkronisasi antar-alat secara keseluruhan. Hal yang perlu mendapat perhatian untuk meningkatkan mutu beras hasil penggilingan RPC adalah peningkatan derajat sosoh dan rendemen beras kepala.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 2 (2024) Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 3 (2021) Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 3 (2020) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 1 (2020) Vol 21, No 3 (2019) Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol 16, No 2 (2014): Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 3 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol 15, No 3 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol 14, No 3 (2012): Vol. 14(3) 2012 Vol 14, No 2 (2012): Vol. 14(2) 2012 Vol 14, No 1 (2012): Vol. 14(1) 2012 Vol 13, No 2 (2011): Vol. 13(2) 2011 Vol 13, No 1 (2011): Vol. 13(1) 2011 Vol 13, No 3 (2011): Vol 12, No 3 (2010): Vol. 12(3) 2010 Vol 12, No 2 (2010): Vol. 12(2) 2010 Vol 12, No 1 (2010): Vol. 12(1) 2010 Vol 11, No 3 (2009): Vol. 11(3) 2009 Vol 11, No 2 (2009): Vol. 11(2) 2009 Vol 11, No 1 (2009): Vol. 11(1) 2009 Vol 10, No 3 (2008): Vol. 10(3) 2008 Vol 10, No 2 (2008): Vol. 10(2) 2008 Vol 10, No 1 (2008): Vol. 10(1) 2008 Vol 9, No 3 (2007): Vol. 9(3) 2007 Vol 9, No 2 (2007): Vol. 9(2) 2007 Vol 9, No 1 (2007): Vol. 9(1) 2007 Vol 8, No 3 (2006): Vol. 8(3) 2006 Vol 8, No 2 (2006): Vol. 8(2) 2006 Vol 8, No 1 (2006): Vol. 8(1) 2006 Vol 7, No 3 (2005): Vol. 7(3) 2005 Vol 7, No 2 (2005): Vol. 7(2) 2005 Vol 7, No 1 (2005): Vol 7(1) 2005 More Issue