cover
Contact Name
Juli Hadiyanto
Contact Email
julihadiyanto43@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalstandardisasi@gmail.com
Editorial Address
Gedung 1 BSN, KST BJ Habibie, Setu, Tangerang Selatan, Banten, 15314.
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Standardisasi
ISSN : -     EISSN : 23375833     DOI : 10.31153
Jurnal Standarisasi (hence JS) is a journal aims to be a leading peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original study or research papers focused on standardization policies, development of standards, harmonization of standards, implementation of standards (accreditation, certification, testing, metrology, technical inspection, pre and post market supervision, socio-economic impacts, etc.), standardization of standards, technical regulations, and aspects related to standardization that has neither been published elsewhere in any language, nor is it under review for publication anywhere.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 23, No 2 (2021)" : 6 Documents clear
PERANCANGAN INTEGRASI PENERAPAN TANGGUNGJAWAB SOSIAL DI PT PUPUK KALIMANTAN TIMURDENGAN SISTEM INTEGRASI PAS 99 Nur Hidayati; Musa Hubeis; Gendut Suprayitno
JURNAL STANDARDISASI Vol 23, No 2 (2021)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v23i2.922

Abstract

PT Pupuk Kalimantan Timur (PT PKT) menjalankan program tanggung jawab sosial (TJS) mengacu pada Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL),SNI ISO 26000dan konsep Create Shared Value (CSV). PT PKT dalam menjalankan TJS belum menerapkan sistem terintegrasi untuk 3 indikator persyaratan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk merancang integrasi penerapan TJS (PKBL, CSV dan SNI ISO 26000) dengan sistem integrasi PAS 99 (Publicly Available Spesification 99). PAS 99  merupakan persyaratan umum untuk sistem manajemen yang dapat digunakan sebagai kerangka kerja dalam merancang suatu sistem manajemen terintegrasi. Sistem manajemen terintegrasi akan bermanfaat mengurangi duplikasi, mengurangi biaya dan birokrasi serta memudahkan dalam audit. Melalui perancangan sistem terintegrasi ini, diharapkan penerapan tanggungjawab sosial di PT PKT dapat terintegrasi sehingga lebih efektif dan efisien. Berdasarkan hasil analisis data dengan metode Structural Equation Modeling Partial Least Square (SEM PLS) memperlihatkan bahwa hanya SNI ISO 26000 yang memiliki hubungan yang signifikan dengan PAS99 : 2012 sedangkan indikator PKBL dan CSV tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan PAS 99. Hal ini berarti penerapan TJS di PKT tidak bisa diintegrasikan dengan PAS 99. SIstem Integrasi dengan PAS 99 hanya bisa dilakukan untuk SNI ISO 26000. Hasil SEM PLS juga memperlihatkan bahwa SNI ISO 26000 mempengaruhi secara signifikan indikator PKBL dan CSV. Hal ini dapat disimpulkan bahwa peningkatan kinerja TJS yang mengacu ke SNI ISO 26000 akan menyebabkan peningkatan kinerja TJS juga untuk CSV dan PKBL.
BATAN PERSONAL DOSE EQUIVALENT Hp (10) AND Hp (3) INTERCOMPARISON RESULTS AT 2018 & 2019 Assef Firnando Firmansyah; Okky Agassy Firmansyah; Rizka Sarah Melinda
JURNAL STANDARDISASI Vol 23, No 2 (2021)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v23i2.892

Abstract

One of the methods to ensure the quality of a laboratory is participating in an intercomparison activity. For the dosimetry laboratory network in Indonesia, the intercomparison activity is managed by the Secondary Standard Dosimetry Laboratory (SSDL) Jakarta. This paper describes the intercomparison among processing laboratory for personal dose equivalent Hp(10) and Hp(3) using thermoluminescent dosimeter (TLD)/films in 2018 & 2019. The SSDL Jakarta irradiated packages of participant's TLDs/films with Cs-137 and X-rays at a specific equivalent dose. The irradiated dosimeters were sent back to the participants by mail, and then the result was sent to the SSDL Jakarta for evaluation. The evaluation was carried out using the trumpet curve under the International Atomic Energy Agency (IAEA) publication. The results obtained for the 2018 intercomparison show the success rates of 98%, and 2% were outside the acceptable range, whereas for the 2019 Intercomparison, the success rates were 96% and 4% outside the acceptable range. The potential failure of reading the dose value was in the film dosimeter/badge. For those recent two years of intercomparison activities, the success rate was more than 95%. This result of the intercomparison activity showed the excellent quality of the personal dose equivalent Hp(10) and Hp(3) measurement in Indonesia.
PENGEMBANGAN SISTEM KALIBRASI DAYA UNTUK ALAT ELEKTROMEDIK PADA RENTANG FREKUENSI RADIO Windi Kurnia Perangin-Angin
JURNAL STANDARDISASI Vol 23, No 2 (2021)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v23i2.913

Abstract

Alat-alat kesehatan seperti alat radiologi, alat fisioterapi dan alat elektromedik lainnya memiliki fitur berupa daya yang bekerja dalam rentang frekuensi radio. Kalibrasi daya untuk alat kesehatan elektromedik dalam rentang frekuensi radio sangat penting karena menyangkut keamanan dan kualitas dari penggunaan alat kesehatan tersebut. Kegiatan kalibrasi melalui pengukuran pada output daya dari alat fisioterapi juga diperlukan untuk mendapatkan hasil terapi yang optimal bagi pasien. Kebutuhan kalibrasi tersebut sejalan dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 62 Tahun 2017 yang menyebutkan bahwa alat kesehatan elektromedik dan radiologi perlu dikalibrasi secara periodik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Belum tersedianya sistem kalibrasi daya untuk alat elektromedik pada frekuensi radio yang memadai di Indonesia menyebabkan stakeholder terkait mengirimkan peralatannya untuk dikalibrasi ke pabrik pembuat atau supplier yang memiliki ketertelusuran pengukuran di negara lain. Oleh karena itu, Badan Standardisasi Nasional yang mempunyai fungsi pengelolaan standar nasional satuan ukuran harus membangun ketertelusuran sistem pengukuran daya frekuensi radio di Indonesia. Sistem kalibrasi daya untuk alat elektromedik pada frekuensi radio telah dikembangkan dengan metode direct comparison transfer yang bekerja pada rentang frekuensi 10 MHz sampai dengan 3 GHz. Modifikasi pada metode direct comparison transfer telah menghasilkan pengukuran alat kesehatan elektromedik yang lebih akurat, dan ketidakpastian pengukuran yang lebih kecil. Sistem kalibrasi tersebut telah digunakan untuk kalibrasi alat elektromedik pada rentang frekuensi radio yang berfungsi untuk menunjang kesehatan masyarakat.     
MANAJEMEN RISIKO PADA LAYANAN DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA SURAKARTA DI ERA NORMAL BARU Fakhrina Fahma; Wahyudi Sutopo; Ferry Dimas Prakoso
JURNAL STANDARDISASI Vol 23, No 2 (2021)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v23i2.936

Abstract

Perkembangan krisis kesehatan saat ini berdampak pada risiko yang dihadapi sektor publik semakin beragam. Berdasarkan PP No.60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), lembaga negara/pemerintah wajib menerapkan manajemen risiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengelola risiko dalam melaksanakan pelayanan pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil)  Kota Surakarta di era kenormalan baru sehingga memiliki standar manajemen risiko yang dapat diandalkan dan diimplementasikan secara efektif. Pendekatan yang dilakukan yaitu berdasarkan kerangka kerja ISO 31000 yang meliputi : komunikasi dan konsultasi, penetapan konteks, penilaian risiko, serta penanganan risiko. Tahap komunikasi dan konsultasi  serta penetapan konteks dilakukan melalui Forum Group Discussion (FGD) dengan pemilik risiko yaitu segenap pimpinan Disdukcapil.  Sedangkan tahap penilaian risiko dilakukan dengan menggunakan metode House Of Risk (HOR). House Of Risk (HOR) adalah suatu model yang didasarkan pada kebutuhan akan manajemen risiko yang berfokus pada tindakan pencegahan untuk menentukan penyebab risiko yang menjadi prioritas dan kemudian akan diberikan tindakan mitigasi risiko. Dari hasil identifikasi risiko pada layanan Disdukcapil Kota Surakarta pada era kenormalan baru, baik secara offline maupun online didapatkan 15 risk event dan 28 risk agent. Setelah dilakukan analisis menggunakan metode HOR Fase 1 dan konsep pareto, dari seluruh risk agent terpilih 10 yang akan diberikan tindakan preventif. Dari evaluasi atas 10 risk agent yang terpilih, didapatkan 19 tindakan preventif. Dengan menggunakan metode HOR Fase 2, dapat diketahui urutan prioritas tindakan preventif yang dapat diterapkan dalam proses penanganan risiko.
EMPAT BELAS KONSENTRASI RUJUKAN UTJ DAN Th PADA BAHAN ACUAN STANDAR INTERNAL BERMATRIKS GRANIT TERALTERASI Ronaldo Irzon; Shofi Andriani
JURNAL STANDARDISASI Vol 23, No 2 (2021)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v23i2.897

Abstract

Bahan referensi diperlukan sebagai tolok ukur tingkat kebenaran suatu pengukuran. Untuk mengatasi biaya yang mahal dan keterbatasan matriks dari certified reference materials, maka dikembangkan aneka ragam bahan referensi internal. Batuan jenis granitoid sering diteliti karena bermanfaat dalam mempelajari sejarah tektonik suatu wilayah dan memiliki komposisi unsur tanah jarang yang relatif lebih besar dari batuan beku segar lain. Tulisan ini bertujuan untuk menjabarkan proses pembuatan bahan uji internal dengan matriks batuan granit teralterasi yang diambil dari Tambang Pemali di Pulau Bangka pada koordinat 1° 53’ LS dan 106° 03’ BT. Homogenisasi sampel dilakukan secara manual sedangkan preparasi dilaksanakan dengan proses destruksi asam. Kadar analit pada sampel diukur menggunakan Inductively Coupled Plasma – Mass Spectrometry (ICP-MS) di Laboratorium Pusat Survei Geologi. Empat belas konsentrasi analit yang terdiri dari tiga belas UTJ dan Th telah layak untuk dijadikan nilai rujukan setelah melalui proses penentuan limit deteksi, derajat kebenaran, dan tingkat presisi. Bahan standar internal ini dapat segera dimanfaatkan pada analisis sampel dengan matriks yang sesuai maupun sebagai pendamping certified reference materials.
KAJIAN PEDOMAN DAN DOKUMEN STANDAR OPERASIONAL PROGRAM PEMANTAUAN LINGKUNGAN PADA INDUSTRI PANGAN DI INDONESIA Hesty Nur Fadia; Ratih Dewanti Hariyadi; Siti Nurjanah
JURNAL STANDARDISASI Vol 23, No 2 (2021)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v23i2.877

Abstract

Kontaminasi mikroorganisme pada produk pangan kerap disebabkan oleh lingkungan pengolahan yang buruk serta proses pengolahan yang tidak higienis. Program Pemantauan Lingkungan (Environmental Monitoring Program) disingkat EMP, merupakan sebuah program yang dirancang untuk memverifikasi implementasi dan efektivitas program sanitasi serta pencegahan kontaminasi bahaya yang berasal dari lingkungan. Di, Indonesia, pedoman penyusunan EMP terdapat dalam Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor HK.03.1.23.12.11.10720 tahun 2011 tentang Pedoman Cara Produksi Pangan Olahan yang baik untuk Formula Bayi dan Formula Lanjutan Berbentuk Bubuk. Sementara itu, pedoman EMP untuk jenis pangan lainnya belum tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh profil dari pedoman EMP, dengan melakukan kajian terhadap 17 pedoman EMP yang diterbitkan oleh Codex, berbagai negara serta asosiasi pangan internasional.  Selain itu penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran dokumen standar operasional EMP yang ada pada industri pengolahan pangan di Indonesia, dengan cara melakukan survei dengan menggunakan kuisioner. Hasil kajian pedoman EMP menunjukkan terdapat  11  komponen yang selalu ditemukan pada setiap pedoman yaitu  (1) penilaian risiko  (2) tujuan EMP (3) mikroorganisme target (4) lokasi pengambilan sampel (5) jenis sampel (6) titik dan jumlah sampel (7) tata cara pengambilan sampel (8) frekuensi pengambilan sampel (9) metode analisis sampel (10) manajemen dan analisis  data (11) tindakan perbaikan untuk hasil di luar batas. Pada penelitian ini 11 komponen tersebut dikategorikan sebagai komponen wajib penyusun pedoman maupun dokumen standar operasional EMP. Berdasarkan hasil survei terhadap industri pangan di Indonesia (n=37), sebanyak 64,.86% (24/37) responden menyatakan dokumen standar operasional EMP yang dimilikinya memuat 11 komponen wajib, serta sebesar 35,13% (13/37) responden menyatakan tidak memuat 11 komponen wajib tersebut.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2021 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 2 (2024) Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 3 (2021) Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 3 (2020) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 1 (2020) Vol 21, No 3 (2019) Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol 16, No 2 (2014): Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 3 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol 15, No 3 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol 14, No 3 (2012): Vol. 14(3) 2012 Vol 14, No 2 (2012): Vol. 14(2) 2012 Vol 14, No 1 (2012): Vol. 14(1) 2012 Vol 13, No 2 (2011): Vol. 13(2) 2011 Vol 13, No 1 (2011): Vol. 13(1) 2011 Vol 13, No 3 (2011): Vol 12, No 3 (2010): Vol. 12(3) 2010 Vol 12, No 2 (2010): Vol. 12(2) 2010 Vol 12, No 1 (2010): Vol. 12(1) 2010 Vol 11, No 3 (2009): Vol. 11(3) 2009 Vol 11, No 2 (2009): Vol. 11(2) 2009 Vol 11, No 1 (2009): Vol. 11(1) 2009 Vol 10, No 3 (2008): Vol. 10(3) 2008 Vol 10, No 2 (2008): Vol. 10(2) 2008 Vol 10, No 1 (2008): Vol. 10(1) 2008 Vol 9, No 3 (2007): Vol. 9(3) 2007 Vol 9, No 2 (2007): Vol. 9(2) 2007 Vol 9, No 1 (2007): Vol. 9(1) 2007 Vol 8, No 3 (2006): Vol. 8(3) 2006 Vol 8, No 2 (2006): Vol. 8(2) 2006 Vol 8, No 1 (2006): Vol. 8(1) 2006 Vol 7, No 3 (2005): Vol. 7(3) 2005 Vol 7, No 2 (2005): Vol. 7(2) 2005 Vol 7, No 1 (2005): Vol 7(1) 2005 More Issue