cover
Contact Name
Juli Hadiyanto
Contact Email
julihadiyanto43@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalstandardisasi@gmail.com
Editorial Address
Gedung 1 BSN, KST BJ Habibie, Setu, Tangerang Selatan, Banten, 15314.
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Standardisasi
ISSN : -     EISSN : 23375833     DOI : 10.31153
Jurnal Standarisasi (hence JS) is a journal aims to be a leading peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original study or research papers focused on standardization policies, development of standards, harmonization of standards, implementation of standards (accreditation, certification, testing, metrology, technical inspection, pre and post market supervision, socio-economic impacts, etc.), standardization of standards, technical regulations, and aspects related to standardization that has neither been published elsewhere in any language, nor is it under review for publication anywhere.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 23, No 3 (2021)" : 6 Documents clear
RELATIVE OUTPUT FACTOR (ROF) OF GAMMA KNIFE’S MEASUREMENT USING IONIZATION CHAMBER AND GAFCHROMIC FILMS nazaroh nazaroh; Okky Agassy Firmansyah; Ade Rizky Setiadi; Irhas Irhas; Elia Sudiatmoko
JURNAL STANDARDISASI Vol 23, No 3 (2021)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v23i3.928

Abstract

The important things on Leksell Gamma Knife (LGK) is determination of Relative Output Factor (ROF), which is required for beam data collection (BDC) process, as an input value to the Treatment Planning System (TPS). The ROF is also needed to traceability of dosimetry measurements and patient safety. ROF measurements on LGK using PTW PinPoint 3D ionization chamber: 0.016 cm3, PTW Semiflex: 0.125 cm3, and Exradin A16: 0.017 cm3 at collimators 4, 8 and 16 mm. and gafchromic films. ROF values obtained in hospital-A, using PTW PinPoint 3D was: [(1.00 ± 0.002)], [(0.80 ± 0.02]); [(0.42 ± 0.002)]; and using Exradin A16 [(1.00 ± 0]; [(0, 87 ± 0)]; [(0.69 ± 0.0002)]. And using gafchromic films was: [(1.00 ± 0.006]; (0.96 ± 0.005); (0.86 ± 0.06)]; respectively for collimators 4, 8 and 16 mm, and Measurement of ROF in hospital-B using using a PTW PinPoint 3D was: [(1 ± 0); (0.75 ± 0); and (0.33 ± 0)] and using Exradin A16 was: [(1; 0.87; and 0.69)] and gafchromic films was: [(1.00 ± 0.03); (0.98 ± 0.045); and (0.85 ± 0.09)]; The results of ROF’s measurement were compared with the ROF values of Novotny, et al (2009) and TPS. The Gafchromic’s ROF values were relatively closer than both of them, while the ROF value of ionization. chamber at 4 mm collimators was relatively lower, because measurement in a small field occurs an averaging effect volume and lack of lateral charge particle equilibrium (LCPE).
PENGELOLAAN SNI CORNER DI PERPUSTAKAAN DAUN DAN PERPUSTAKAAN BUNGA Nihayati Nihayati; Luki Wijayanti
JURNAL STANDARDISASI Vol 23, No 3 (2021)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v23i3.905

Abstract

 Perpustakaan perguruan tinggi menjadi target donatur dengan beragam kepentingan, termasuk program SNI Corner. Pemanfaatan SNI Corner pada awalnya bagus, namun saat ini kurang maksimal. SNI terbaru sudah terbit, namun di outlet SNI Corner tidak diupdate. Sarana prasarana yang rusak tidak diperbaiki Meskipun demikian, program ini tetap dipertahankan. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kaitan ekonomi politik media dalam praktik pengelolaan SNI Corner di perpustakaan Daun dan di perpustakaan Bunga dari perspektif Vincent Mosco. Metode analisis yang digunakan yakni pendekatan kualitatif konstruktivis dengan 8 (delapan) informan, yaitu 2 (dua) orang pimpinan dari BSN, Kepala Perpustakaan Daun, Direktur Perpustakaan Bunga dan 4 (empat) petugas SNI Corner. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan dan analisis dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa SNI Corner membidik perpustakaan perguruan tinggi yang mempunyai banyak pengguna untuk memenuhi capaian jumlah pemanfaat informasi dan membangun kesadaran berbudaya standar. SNI Corner menjadi media spasialisasi BSN untuk menemui khalayak perguruan tinggi  dan mendiseminasikan produknya. BSN melakukan komodifikasi konten dalam bentuk koleksi dan fasilitas perpustakaan yang dikemas dalam SNI Corner. Rektor universitas Bunga maupun Universitas Daun mengubah pengguna perpustakaan kepada BSN untuk memperkuat kerjasama yang telah dijalin. BSN memperoleh target khalayak, sementara perpustakaan memperoleh SNI Corner beserta fasilitasnya dan sertifikat MoU yang dapat digunakan untuk berbagai kepentingan. Sampai saat ini, keberadaan SNI Corner dapat bertahan karena tercipta hubungan mutualisme BSN dan perpustakaan dalam aspek spasialisasi dan komodifikasi,
IDENTIFIKASI DAN PERHITUNGAN KETIDAKPASTIAN PENGUJIAN VISKOSITAS KARAGINAN MENGGUNAKAN VISKOMETER ROTARI Agusman Agusman; Fateha Fateha; Asmanah Asmanah; Niswatin Ulya
JURNAL STANDARDISASI Vol 23, No 3 (2021)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v23i3.940

Abstract

Viskositas merupakan salah satu karakteristik mutu karaginan yang diprasyaratkan dalam SNI Karaginan 8391-1:2017. Pada pengukuran viskositas tersebut, laboratorium uji dan laboratorium sertifikasi harus melakukan evaluasi perhitungan ketidakpastian pengukuran sesuai yang disarankan dalam SNI ISO/IEC 17025:2017. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk evaluasi ketidakpastian pengukuran viskositas karaginan menggunakan viskometer rotari. Pada penelitian ini, sumber ketidakpastian berhasil diidentifikasi menggunakan diagram Ishikawa (cause-effect), dan kontribusi dari tahapan proses terhadap ketidakpastian berhasil dihitung. Sumber ketidakpastian pada pengukuran viskositas karaginan berasal dari tahapan proses penimbangan, pengendalian dan pengukuran suhu, serta dari alat viskometer rotari. Hasil menunjukkan viskometer rotari menyumbang ketidakpastian terbesar dari tahapan lainya, yaitu sebesar 61,59% dari total ketidakpastian gabungan. Hasil perhitungan besaran ketidakpastian gabungan adalah sebesar 0,000063. Hasil uji bahan acuan sekunder yang memiliki viskositas sebesar 71,5 cP, diperoleh ketidakpastian diperluas sebesar ± 0,01 cP. pada tingkat kepercayaan 95% dan faktor cakupan 2.
PENILAIAN KESIAPAN UKM PRODUSEN MI BASAH DALAM MENERAPKAN SERTIFIKASI STANDAR NASIONAL INDONESIA (SNI) 2987 : 2015 (Studi Kasus: CV. ABC) Danar Agus Susanto; Mokhamad Suef; Putu Dana Karningsih; Bambang Prasetya
JURNAL STANDARDISASI Vol 23, No 3 (2021)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v23i3.909

Abstract

Produk mi basah merupakan salah satu makanan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat di Indonesia. Besarnya pangsa pasar produk ini, memberikan persaingan usaha antar produsen semakin sengit, sehingga memerlukan tindakan pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing produknya. Khusus untuk Usaha Kecil Menengah (UKM), persaingan ini lebih terasa karena terbatasnya akses keuangan dan teknologi, biaya produksi tidak efisien, terbatasnya keterampilan manajemen, penjualan, dan bahan baku. Peningkatan daya saing produk dapat dilakukan dengan penerapan dan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) 2987: 2015. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kesiapan UKM produsen mie basah (CV. ABC) dalam sertifikasi SNI. Metode penilaian kesiapan UKM CV. ABC dalam menerapkan SNI 2987:2015 terbagi atas empat tahapan, yaitu merancang alat ukur (kuesioner), penilaian dengan kuesioner, identifikasi variabel kritis dan penyusunan usulan program untuk mengeliminir variabel kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan CV. ABC dalam sertifikasi SNI adalah sebesar 67,67%. Variabel teknis menjadi variabel kritis dalam sertifikasi SNI sehingga diperlukan rekomendasi atau usulan program kebijakan berupa pendampingan sertifikasi.
NILAI MUTU KERIPIK BUAH HASIL PENGGORENGAN VAKUM Isnaini Rahmadi; Syahrizal Nasution; Dea Tio Mareta; Lasuardi Permana; Zada Agna Talitha; Anisa Saputri; Samsu Udayana Nurdin
JURNAL STANDARDISASI Vol 23, No 3 (2021)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v23i3.942

Abstract

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Lampung Timur memproduksi keripik buah dengan menggunakan penggorengan vakum menghasilkan produk olahan pangan yang memiliki beberapa parameter mutu yang lebih baik dibandingkan keripik buah dengan penggorengan secara tradisional. Kriteria mutu keripik buah perlu diperhatikan untuk memperoleh kualitas keripik buah yang sesuai standar di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah melakukan evaluasi produk pangan pada salah satu UMKM di Lampung Timur berdasarkan kriteria persyaratan mutu SNI 8370: 2018. Metode penelitian dilakukan melalui pengamatan mutu pada keripik pisang, nangka, dan nanas berdasarkan parameter kadar air, asam lemak bebas, abu tidak larut dalam asam, keadaan, serta keutuhan sesuai dengan SNI 8370:2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga keripik buah memiliki parameter keadaan, dan keutuhan yang sudah sesuai dengan syarat mutu, namun memiliki parameter asam lemak bebas dan abu tidak larut dalam asam yang belum sesuai dengan syarat mutu. Selain itu, parameter kadar air pada keripik pisang sudah sesuai dengan syarat mutu, namun belum sesuai dengan syarat mutu pada keripik nangka dan nanas. Penelitian ini dapat bermanfaat dalam memperbaiki proses produksi keripik buahnya agar sesuai dengan standar SNI Keripik Buah 8370:2018.
PROPOSED RISK MITIGATION IN ASSET MANAGEMENT SYSTEM BASED ON SELF ASSESSMENT METHODOLOGY PLUS (SAM+) FOR ISO 55001: 2014 AND RISK MANAGEMENT APPROACH Winda Nur Cahyo; Haris Hadiyanto; Nael Naufal Fiantama
JURNAL STANDARDISASI Vol 23, No 3 (2021)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v23i3.855

Abstract

“Artikel ini membahas tentang gabungan Self Assessment Methodology Plus untuk ISO 55001: 2014 dan menajemen risiko dalam rangka meningkatkan kinerja dari sistem manajemen asset. Kedua pendekatan ini diimplementasikan di sebuah perusahaan yang fokus pada perawatan berat lokomotif dan variannya. Studi pendahuluan telah dilakukan menggunakan wawancara terhadap beberapa sumber daya manusia yang bekerja di perusahaan ini dan hasilnya menunjukkan bahwa terdapat kerugian yang hingga ratusan juta rupiah akibat implementasi manajemen aset yang kurang matang. Isu lain lain yang menjadi fokus penelitian ini adalah belum pernah dilakukannya pengukuran tingkat kematangan manajemen aset sehingga organisasi belum mempunyai suatu tolak ukur untuk dapat meningkatkan kematangan manajemen asetnya. sehingga perlu dilakukan analisis penerapan asset management maturity model untuk mengetahui bagaimana kondisi manajemen aset di organisasi tersebut sehingga dapat dilakukan penyusunan usulan strategi dan mitigasi risiko. Pada penelitian ini dilakukan pada tiga departemen di perusahaan ini. Pengukuran dilakukan menggunakan software Self-Assessment Methodology Plus (SAM+) berbasis ISO 55001:2014 yang dikembangkan oleh The IAM. Manajemen risiko dalam manajemen aset juga dilakukan untuk penyusunan mitigasi risiko sesuai dengan benefit of asset management. Setelah dilakukan penilaian, golongan perangkat tukar menjadi golongan yang diprioritaskan untuk mendapatkan usulan strategi perbaikan peningkatan tingkat manajemen aset karena memiliki nilai kematangan rendah yaitu 1,9. Usulan mitigasi risiko juga diberikan terhadap golongan ini dengan dilakukannya pemetaan risiko berdasarkan nilai severity dan likelihood terlebih dahulu. Mitigasi risiko dilakukan terhadap tujuh risk event yang setelah root cause analysis menggunakan FTA. Hasil analisis strategi mitigasi yang bisa dimplementasikan oleh organisasi untuk meningkatkan kinerja dari sistem manajemen asset.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2021 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 2 (2024) Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 3 (2021) Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 3 (2020) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 1 (2020) Vol 21, No 3 (2019) Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol 16, No 2 (2014): Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 3 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol 15, No 3 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol 14, No 3 (2012): Vol. 14(3) 2012 Vol 14, No 2 (2012): Vol. 14(2) 2012 Vol 14, No 1 (2012): Vol. 14(1) 2012 Vol 13, No 2 (2011): Vol. 13(2) 2011 Vol 13, No 1 (2011): Vol. 13(1) 2011 Vol 13, No 3 (2011): Vol 12, No 3 (2010): Vol. 12(3) 2010 Vol 12, No 2 (2010): Vol. 12(2) 2010 Vol 12, No 1 (2010): Vol. 12(1) 2010 Vol 11, No 3 (2009): Vol. 11(3) 2009 Vol 11, No 2 (2009): Vol. 11(2) 2009 Vol 11, No 1 (2009): Vol. 11(1) 2009 Vol 10, No 3 (2008): Vol. 10(3) 2008 Vol 10, No 2 (2008): Vol. 10(2) 2008 Vol 10, No 1 (2008): Vol. 10(1) 2008 Vol 9, No 3 (2007): Vol. 9(3) 2007 Vol 9, No 2 (2007): Vol. 9(2) 2007 Vol 9, No 1 (2007): Vol. 9(1) 2007 Vol 8, No 3 (2006): Vol. 8(3) 2006 Vol 8, No 2 (2006): Vol. 8(2) 2006 Vol 8, No 1 (2006): Vol. 8(1) 2006 Vol 7, No 3 (2005): Vol. 7(3) 2005 Vol 7, No 2 (2005): Vol. 7(2) 2005 Vol 7, No 1 (2005): Vol 7(1) 2005 More Issue