cover
Contact Name
Ahyuni
Contact Email
geografi@ppj.unp.ac.id
Phone
+6281374313571
Journal Mail Official
geografi@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
Departemen Geografi Fakultas Ilmu Sosial UNP
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL BUANA
ISSN : -     EISSN : 26152630     DOI : https://doi.org/10.24036/buana/Vol8-iss3
The journal welcomes contributions in such areas of current analysis in: Geography Education Geography Education
Articles 952 Documents
Pola Konsumsi Masyarakat Miskin di Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau Sartini Sartini; surtani surtani; Fitriana Syahar
JURNAL BUANA Vol 3 No 4 (2019)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana.v3i4.469

Abstract

ABSTRACT This research aimed to determine consumption patterns of the poor people in Pangkalan Kuras Subdistrict, Pelalawan Regency, Riau Province. The type of this research is descriptive with quantitative approach. The population in this research are all poor families who live in Pangkalan Kuras subdistrict are which amounted to 2.558 families. The sample was determined using the Slovin formula so that obtained to 97 families. The result showed that the food consumption patterns of the poor people in Pangkalan Kuras sub-district larger than the consumption pattern of non food..proportion to the pattern of food consumption is 55.37% or Rp 1,520,370, while the consumption pattern of non food is 44.63% or Rp 1,225,492. Keywords : consumption patterns, poor people, food consumption
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMELIHARAAN KESEHATAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN PAUH DUO KABUPATEN SOLOK SELATAN azmi julia indra; afdhal afdhal
JURNAL BUANA Vol 3 No 3 (2019)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana.v3i3.473

Abstract

This study aims to determine community participation in the maintenance of residential environmental health in Pauh Duo Subdistrict, seen from the management of house hygiene, clean water management and waste and household waste management. This type of research is quantitative descriptive. The study population was all family heads who were or residing in the Pauh Duo sub-district of South Solok Regency which numbered 4,985 heads of families. The research sample was taken by the method of "Propotional Random Sampling" using the Slovin formula so that a sample of 100 families was obtained. Data analysis is percentage analysis. The results of the study show that: (1) Management of cleanliness of houses in Pauh Duo sub-district is seen from attention, responsibility and generally high actions, (2) Management is clean water viewed from attention, responsibility and community actions grouped into categories high and (3) Community participation in waste management and household waste is seen from attention, responsibility and actions including the high category
MIGRASI PEDAGANG DAN PENGRAJIN EMAS NAGARI GUGUAK TINGGI TABEK SAROJO (STUDI KASUS MIGRASI KE PASAR RAYA KOTA PADANG) Muhammad Ridho; Ahyuni ahyuni
JURNAL BUANA Vol 3 No 4 (2019)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana.v3i4.478

Abstract

This research aims to determine the driving factors, pullers, and barriers of gold traders and craftsmen from the Guguak Tinggi Tabek Sarojo area to migrate to Padang City, especially to Pasar Raya Kota Padang. The type of research used is qualitative descriptive research. The results of the study show that (1) the driving factor for migration is the lack of availability of jobs in the area of ​​origin, wanting to gain new experiences and insights, finding relationships to use artisan skills, and customs and habits of migrants (2) attractive factors in employment relating to gold processing, high gold purchasing power (3) the factor that is a barrier to migration is the desire to care for parents and care for homes in the village and have a network that provides capital in the form of gold and there are already customers to market the results of gold processing in the form of rings, necklaces, pendants, bracelets, so there is no interest in migrating to other places.
DINAMIKA LAHAN TERBANGUN DAN VEGETASI PERKOTAAN TERHADAP FENOMENA IKLIM MIKRO UHI (URBAN HEAT ISLAND) (Studi Kasus Kota Solok Tahun 1997-2018) Fakhrul Walad; Endah Purwaningsih
JURNAL BUANA Vol 3 No 4 (2019)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana.v3i4.481

Abstract

Kota Solok merupakan daerah yang strategis dan memiliki peran sentral dalam menunjang perekonomian masyarakat perkotaan. Tingginya peningkatan jumlah penduduk, aktivitas penduduk dan perubahan tutupan lahan di perkotaan menyebabkan eksistensi lahan bervegetasi menjadi berkurang dan lahan terbangun menjadi bertambah. Dinamika lahan ini akan mempengaruhi iklim mikro suatu daerah yang berdampak pada naiknya suhu pada suatu daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika lahan terbangun dan vegetasi perkotaan dan mengetahui seberapa kuat pengaruh perubahan lahan terbangun dan vegetasi perkotaan terhadap naiknya suhu perkotaan. Metode yang digunakan untuk transformasi citra dalam penelitian ini yaitu NDBI (Normalized Different Built-up Index), NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) dan LST (Land Surface Temperature). Hasil analisis regresi linier menunjukkan bahwa keberadaan lahan terbangun mempengaruhi suhu permukaan. Hubungan variabel X terhadap Y pada tahun 1997 menunjukkan adanya hubungan yang kuat yakni nilai R Square yang diperoleh untuk persamaan tahun 1997 yaitu 0,888, tahun 2008 sebesar 0,801 dan tahun 2018 sebesar 0,805. Nilai R Square hasil regresi linear antara kerapatan vegetasi dengan suhu permukaan tahun 1997 yaitu 0,736, tahun 2008 sebesar 0,772 dan tahun 2018 sebesar 0,779. Fenomena pulau bahang (urban heat island) terjadi di Kota Solok dibuktikan dengan suhu permukaan rata-rata yang turun dari daerah pusat kota ke pinggiran kota.
ADAPTASI MASYARAKAT TERHADAP BENCANA LETUSAN GUNUNG KERINCI DI DESA GUNUNG LABU KECAMATAN KAYU ARO BARAT KABUPATEN KERINCI Florian yulisar; Dedi Hermon; Endah Purwaningsih
JURNAL BUANA Vol 3 No 3 (2019)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana.v3i3.484

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adaptasi masyarakat terhadap bencana letusan Gunung Kerinci di Desa Gunung Labu Kecamatan Kayu Aro Barat Kabupaten Kerinci. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian yaitu Pemerintah Desa Gunung Labu, tokoh masyarakat dan masyarakat.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa pengetahuan masyarakat terhadap bahaya dan resiko tinggal di daerah yang rawan terhadap bencana letusan gunung dikategorikan baik. Adaptasi yang dilakukan masyarakat Desa Gunung Labu terhadap bencana letusan gunung: 1) Pembangunan pondasi, tembok dan atap rumah yang kuat agar tidak mudah roboh jika terjadi bencana. 2) Pemakaian pakaian yang lebih tebal dan masker pada pagi dan malam hari karena daerah yang dingin dan untuk melindungi diri dari abu vulkanik. 3) Masyarakat mengumpulkan makanan dan minuman yang mudah dimasak dan ditemukan di sekitar mereka. 4) Pada tanaman perkebunan masyarakat menyesuaikan tanaman pertanian dengan menanam tanaman perkebunan yang cepat masa panennya dan melihat situasi cuaca.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Petani dengan Tingkat Produktivitas Kopi Arabika di Kecamatan Kayu Aro Barat Kabupaten Kerinci septika Resa Alena; Dedi Hermon
JURNAL BUANA Vol 3 No 4 (2019)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana.v3i4.488

Abstract

This study aims to analyze the relationship between the level of knowledge of farmers and the level of productivity of arabica coffee in Kayu Aro Barat District, Kerinci Regency. This type of research is quantitative descriptive research. The population in this study were all arabica cofee farmers in Kayu Aro Barat District. Amounting to 153 peoples. The sample in this study was 60 respondents. The sampling technique used is Simple Random Sampling. Data collection techniques in this study are test instruments and questionnaires and hypothesis testing in this study using the product moment correlation formula. The results of this study indicate that there is a relationship between the level of knowledge of armers and the level of prductivity of arabica coffee. This is evidenced by calculations where rcount > rtable is 0,379 > 0,254. The relationship between these two variables is positive because the value of r is positive and is in the low category.
Komparasi Tingkat Pemenuhan Kebutuhan Pokok Rumah Tangga Transmigran Dan Rumah Tangga Masyarakat Lokaldi Kecamatan Lunang Kabupaten Pesisir Selatan (Studi Kasus Nagari Lunang Satu Dan Nagari Pondok Parian Lunang) Afri Yusmawardi; Ratna Wilis
JURNAL BUANA Vol 3 No 3 (2019)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana.v3i3.489

Abstract

Abstrack The purposes of this research are to compare and describe the welfare levels of transmigrants and local communities about the ability to meet food, clothing, shelter and doing education in Lunang Sub-district, Pesisir Selatan Regency. The type of this research is descriptive quantitative. The sample are 56 transmigrantrespondents 22 local community respondents . The technique of sampling respondents is using random sampling. Research data collection with questionnaires and data analysis techniques is using percentage formulas and Likert scales. The results of the study indicate that: ( 1) the ability to fulfill domestic food in transmigrantare moderate and in the local communitiesare low , ( 2) the ability to provide home clothing transmigrant stairs are high and house stairs local communities are low , ( 3) the ability to provide house boards stairs transmigrant are high and house stairs the local communitiesare moderate , ( 4) the ability to carry out home education transmigrant stairs are high and the local community ladder is low. In conclusion, the level of welfare of the transmigrant community is classified as prosperous while the local communities are not yet prosperous, there are still many families who are classified as poor and unable.
Hydroponic Mapping in the City of Padang Resty Ramahdana; ratna wilis
JURNAL BUANA Vol 3 No 3 (2019)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana.v3i3.492

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola persebaran hidroponik di Kota Padang berdasarkan anggota aktif Komunitas Hidroponik Sumatera Barat yang ada di Kota Padang, serta mengetahui produktifitas bisnis sayuran selada oleh peserta bisnis Komunitas Hidroponik Sumatera Barat di Kota Padang. Jenis penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif, teknik analisis yang digunakan yaitu analisis tetangga terdekat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola persebaran seluruh anggota Komunitas HSB iyalah mengelompok (aglomerasi) dengan jumlah anggota 46 anggota. Saat ini produksi selada belum dapat memenuhi permintaan kebutuhan selada di Kota Padang disebabkan oleh kendala-kendala yang ditemui oleh anggotak bisnis HSB seperti suhu, pH, hama hingga lahan dan biaya.
Analisis Tingkat Ancaman Bencana Gempabumi Berdasarkan Percepatan Tanah Maksimum Terhadap Penduduk Terpapar di Pulau Pagai Sonia sonia; Helfia Edial
JURNAL BUANA Vol 3 No 6 (2019)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana.v3i6.498

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Pulau Pagai Kabupaten Kepulauan Mentawai yang bertujuan untuk mengetahui: 1) Indeks ancaman bencana gempabumi, 2) Indeks penduduk terpapar bencana gempabumi, 3) Tingkat ancaman bencana gempabumi di Pulau Pagai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari instansi-instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks ancaman bencana gempabumi yang dipengaruhi oleh persebaran PGA dengan rentang nilai antara 0,342 – 1,477 gal. Klasifikasi indeks ancaman bencana gempabumi pada penelitian ini terdapat dalam dua kelas, yaitu kelas indeks ancaman tinggi dengan rentang nilai percepatan tanah maksimum 0,706 - 1,477 gal terdapat di Kecamatan Pagai Selatan, Kecamatan Sikakap dan Kecamatan Pagai Utara, sedangkan kelas indeks ancaman sedang dengan rentang antara 0,342 – 0,705 gal terdapat di Kecamatan Pagai Utara dan Kecamatan Sikakap. Indeks penduduk terpapar di Pulau Pagai diperoleh nilai indeks sebesar 0,6 yang menunjukkan bahwa indeks penduduk terpapar termasuk dalam kategori kelas sedang.
ANALISIS PELAYANAN SMP DAN MTS NEGERI TERHADAP PERMUKIMAN PENDUDUK DI KECAMATAN MUARA BULIAN KABUPATEN BATANGHARI faiz zaindra; Yurni Suasti
JURNAL BUANA Vol 3 No 4 (2019)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana.v3i4.499

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis zona pelayanan SMP dan MTs Negeri terhadap penduduk yang ada di Kecamatan Muara Bulian, (2) mendeskripsikan alasan pemilihan sekolah bagi peserta didik SMP/MTs Negeri di Kecamatan Muara Bulian. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari (a) seluruh rumah penduduk, (b) seluruh sekolah SMP/MTs Negeri dan (c) peserta didik kelas VII SMP/MTs Negeri Kecamatan Muara Bulian. Pengambilan sampel rumah penduduk dan sekolah menggunakan teknik total sampling berbasis GIS. Sedangkan peserta didik kelas VII diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling. Teknik analisis yang digunakan yaitu buffer, heksagonal dan persentase. Penelitian ini menemukan bahwa: (1) Pelayanan SMP dan MTs Negeri di Kecamatan Muara Bulian membentuk tiga zona yaitu zona berimpit seluas 175,58 km2, zona terlayani seluas 40,83 km2, dan zona yang tidak terlayani seluas 124,20 km2. (2) Alasan terbanyak yang dijawab oleh peserta didik dalam pemilihan sekolah SMP/MTs Negeri di Kecamatan Muara Bulian adalah reputasi sekolah dan kemampuan diri dari peserta didik dan hanya beberapa menjawab karena ada keluarga di sekolah yang bersangkutan.