cover
Contact Name
Rifal
Contact Email
rifalmattirodeceng@gmail.com
Phone
+6282347281745
Journal Mail Official
rifalmattirodeceng@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kompleks IKIP Blok B5 No. 11 Makassar, Sulawesi Selatan 90222
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Pembelajaran
Published by Rayhan Intermedia
ISSN : 26849860     EISSN : 26848384     DOI : https://doi.org/10.31970/pendidikan.v6i3
Core Subject : Education,
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Pembelajaran (JP-3) merupakan media publikasi karya ilmiah yang diterbitkan oleh Rayhan Intermedia. Jurnal ini diterbitkan dalam rangka untuk mempromosikan dan menyebarluaskan pengetahuan serta teknologi yang berhubungan dengan pembelajaran dan dunia pendidikan umumnya. Jurnal ilmiah ini terbit 3 (tiga) edisi dalam setahun yaitu Januari-April, Mei-Agustus, dan September-Desember.
Articles 1,193 Documents
Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Inggris Peserta Didik Pada Kelas V di SD Inpres Lambengi Pada Model Pembelajaran Discovery Learning Berbatuan Kahoot Nurul Khalifah Alunandika
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 3 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i3.1426

Abstract

Tindakan Kelas ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar paradigma discovery learning berbantuan Kahoot dapat meningkatkan hasil belajar sejarah siswa kelas V SD Inpres Lambengi Gowa dengan materi Bakso yang enak. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Tugas di akhir siklus dan observasi guru digunakan untuk mengumpulkan data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa 35 siswa memiliki nilai tertinggi untuk siklus 1 dan 2 (masing-masing 86 dan 96). Untuk nilai terendah untuk siklus 1 dan 74, rata-rata diterapkan pada siklus 1, 46,29, dan 2 (81,77) dengan ketuntasan klasikal dari siklus I (14%), II (94%), dan III (lima) untuk Siklus I dan II. Penggunaan media Kahoot merupakan perpaduan yang luar biasa karena dapat meningkatkan keterlibatan siswa dan hasil belajar karena pembelajaran menjadi menarik sambil bermain game edukasi.
Peran Guru Penggerak Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Nurhayat; Arismunandar
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 3 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i3.1427

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran Guru Penggerak dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di sekolah. Guru Penggerak adalah program yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia dengan tujuan menciptakan guru sebagai agen perubahan melalui metode pengajaran inovatif dan partisipatif. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang melibatkan 10 guru dari sekolah di perkotaan dan pedesaan. Data dikumpulkan melalui kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru Penggerak berperan penting dalam meningkatkan motivasi belajar melalui penerapan metode pembelajaran berbasis proyek, teknologi interaktif, dan kolaborasi aktif. Namun, tantangan seperti keterbatasan waktu, sumber daya, dan resistensi terhadap perubahan masih menjadi hambatan dalam implementasi program. Meskipun demikian, perubahan positif terlihat pada siswa, seperti peningkatan tanggung jawab, minat belajar, dan keterampilan berpikir kritis. Penelitian ini menyarankan perlunya dukungan lebih lanjut bagi Guru Penggerak untuk mengoptimalkan peran mereka dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Evaluasi Program Sekolah Pengerak Menggunakan Model Kirkpatrick di SMAS Kristen Rantepao Sakty Boroallo; Arismunandar
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 3 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i3.1429

Abstract

Program Sekolah Pengerak (PSP) merupakan inisiatif strategis Kemendikbudristek untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Di Kabupaten Toraja Utara SMAS Kristen Rantepao, PSP dijalankan dengan tujuan mewujudkan kepemimpinan sekolah yang berkualitas, pembelajaran berpusat pada murid, dan budaya sekolah yang positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan PSP di SMAS Kristen Rantepao menggunakan Model Kirkpatrick. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode deskriptif, dan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan pengisian instrumen menggunakan Google Form. Hasil penelitian menunjukkan reaksi positif kepala sekolah dan guru terhadap program, peningkatan pengetahuan dan keterampilan, perubahan perilaku yang positif, serta dampak yang signifikan dalam mencapai tujuan pendidikan. Evaluasi ini memberikan wawasan komprehensif tentang keberhasilan dan dampak program, serta memberikan rekomendasi untuk pengembangan di masa mendatang.
Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran IPS di SMP Negeri 9 Pinrang Rizky Audya Saputri; Arismunandar
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 3 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i3.1430

Abstract

Penilitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran IPS. Metode yang digunakan dalam penlitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yang menggambarkan tentang faktor pendukung dan penghambat, dan dampak penerapan kurkulum merdeka di SMP Negeri 9 Pinrang sehingga menjadi informasi yang berguna dan mudah dipahami oleh pembaca. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara untuk meneliti informan kunci. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa implementasi kurikulum merdeka di SMP Negeri 9 Pinrang telah dilaksanakan dan sedang berlangsung, walaupun dalam pelaksanaanya masih terdapat tantangan dan hambatan khususnya dalam pembelajaran IPS. Adapun tantangan tersebut yaitu 1) Keterampilan mengajar, 2) pandai dalam mengelola kelas, sedangkan hambatan berupa 1)Kurangnya pemahaman guru iPS terkait kurikulum merdeka, 2) Kompetensi guru yang masih kurang, Kurangnya pelatihan dan sosialisasi tentang kurikulum merdeka terhadap guru IPS,dan 4) sarana dan prasarana yang belum memadai. Keberhasilan dalam penerapan kurikulum merdeka di SMP 9 Pinrang dapat tercapai apabila kepala sekolah dan guru mampu mengatasi tantangan serta hambatan yang ada. Kepala sekolah sebagai pemimpin harus mebimbing guru untuk melakukan perubahan dlam proses pembelajaran sehingga penerapan kurikulum merdeka dapat dilaksanakan secara optimal.
Strategi Guru Kelas VI dalam Menghadapi Tantangan Implementasi Kurikulum Merdeka di SD Negeri 8 Maccope Kabupaten Soppeng Dika Safitri; Arismunandar
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 3 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i3.1431

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi guru kelas VI dalam menghadapi tantangan implementasi Kurikulum Merdeka di SD Negeri 8 Maccope, Kabupaten Soppeng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui kuisioner, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru kelas VI menghadapi beberapa tantangan, yaitu keterbatasan sumber daya, kesiapan guru, respon siswa, dan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran yang aktif serta menilai dan memberikan umpan balik. Guru kelas VI telah menerapkan berbagai strategi untuk mengatasi tantangan tersebut, seperti mengoptimalkan sumber daya yang ada, memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran, mengikuti pelatihan dan pengembangan profesional guru, berkolaborasi dengan guru lain dan kepala sekolah, serta menerapkan pembelajaran yang menarik dan berpusat pada siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka sangat bergantung pada dukungan yang kuat dari sekolah dan dinas pendidikan. Sekolah perlu menyediakan sumber daya yang memadai, memberikan pelatihan dan pengembangan profesional guru yang berkualitas, dan menyediakan platform online untuk berbagi sumber daya dan pengalaman. Dinas pendidikan juga perlu memberikan dukungan dan pendampingan kepada sekolah dalam menerapkan Kurikulum Merdeka, seperti memberikan pelatihan dan pengembangan profesional guru dan menyediakan sumber daya yang memadai.
Penerapan Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Meningkatkan Kreativitas Peserta Didik di SMP Katolik Rantepao Silvani Majid Dendang; Arismunandar
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 3 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i3.1432

Abstract

Perubahan kurikulum yang menyesuaikan kebutuhan dengan kebutuhan peserta didik, tuntutan masyarakat, dan perkembangan zaman. Salah satunya yaitu pengembangan kurikulum merdeka belajar. Implementasi Kurikulum Merdeka merupakan upaya untuk memulihkan pembelajaran demi mewujudkan transformasi pendidikan di Indonesia ke arah yang lebih baik, yaitu guru dapat mengenali potensi murid lebih dalam guna menciptakan pembelajaran yang relevan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif deskriptif, yang bertujuan untuk mengetahui bagiaman penerapan implementasi kurikulum merdeka dalam meningkatkan kreativitas peserta didik di SMP Katolik Rantepao. Hasil penelitian ini menerangkan bahwa implementasi kurikulum merdeka pada SMP Katolik Rantepao sudah terimplementasi dengan baik. Peran guru dalam meningkatkan kreativitas yaitu merangsang imajinasi, membebaskan anak berkreasi, memberikan pujian pada anak didik, memberikan kegiatan melalui video pembelajaran. Pada proses pembelajarannya, implementasi kurikulum merdeka lebih menggunakan pendekatan diferensiasi. Sementara itu ciri khusus pada kurikulum ini untuk menunjukkan secara tegas posisi ke difernsian adalah mengkelompokkan capaian pembelajaran siswa berdasarkan fase pertumbuhan anak. Hambatannya, guru masih memakai cara belajar yang lama dan siswa-siswi masih belajar dan masih kurang berekspresi, takut berpendapat, takut tampil, lebih banyak diam. Solusi yang dilakukan guru melalui diskusi kelompok dan juga melalui kelompok kerja itu bisa mengkaji kekurangan-kekurangan, hambatan- hambatan, dan teknik-teknik dalam mengimplementasikan kurkulum merdeka melalui diskusi dan juga pelatihan
Dampak Kurikulum Merdeka Terhadap Kreativitas Siswa di MIS DDI Baru Sitti Umrawati; Arismunandar
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 3 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i3.1433

Abstract

Penelitian ini dilakukan di MIS DDI Baru sebagai sekolah yang mengembangkan kurikulum merdeka. Artikel ini mengkaji tentang dampak kurikulum merdeka terhadap kreativitas siswa di sekolah MIS DDI Baru. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi kurikulum merdeka dalam poses pembelajaran di sekolah, apa saja hambatan dan tantangan yang dihadapi oleh guru dan siswa dalam mengembangkan kreativitas melalui kurikulum medeka dan bagainmana persepsi guru dan siswa terhadap kurikulum medeka dalam kaitannya dengan pengembangan keativitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan informan terpilih dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini ialah berasal dari data primer dan data sekunder. Data primer, yakni berasal dari hasil wawancara dengan informan menggunakan alat bantu berupa pedoman wawancara yang disusun berdasarkan fokus penelitian, sedangkan data sekunder berasal dari buku, artikel jurnal dan karya-karya ilmiah lainnya yang berkaitan dengan tema penelitian ini. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola-pola yang muncul dalam penerapan Kurikulum Merdeka daan dampaknya terhadap kreativitas siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan kurikulum merdeka di sekolah MIS DDI Baru dinilai merupakan kebijakan pendidikan yang bagus karena pada kurikulum ini anak-anak diajarkan materi pelajaran secara tuntas sesuai kemampuan mereka serta guru dapat mengajarkan materi pelajaran kepada anak-anak dengan memilih materi esensi dan mengajarkannya sampai anak-anak betul-betul memahami materi tersebut tanpa merasa khawatir dengan rincian alokasi waktu pembelajaran yang harus menyelesaikan semua materi pada waktu tertentu. Hambatan dan tantangan yang dihadapi gr ialah keterbatasan media pembelajaran khususnya materi yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi karena di madrasah ibtidaiyah DDI baru khususnya masih kekurangan alat tersebut.
Penerapan Web Google Sites dalam Meningkatkan Hasil Belajar Sejarah Siswa Kelas X MPBL 1 SMKN 4 Makassar Ketut Ardana
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 3 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i3.1435

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengukur dan meningkatkan hasil belajar siswa kelas X MPLB 1 SMKN 4 Makassar melalui penerapan Web Google Sites. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada hasil belajar siswa. Pada siklus pertama, rata-rata nilai siswa tercatat sebesar 66,11, sedangkan pada siklus kedua meningkat menjadi 90. Penggunaan Web Google Sites tidak hanya mempermudah siswa dalam mengakses materi secara fleksibel, tetapi juga mendorong keterlibatan mereka secara aktif dalam proses belajar, terutama melalui diskusi kelompok. Penerapan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran sejarah. Kesimpulannya, Web Google Sites merupakan media pembelajaran yang inovatif dan efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Transformasi Pendidikan SMAS Persiapan Tamher Warat Seram Bagian Timur Sebagai Sekolah Penggerak di Wilayah 3T Lia Nurmala; Arismunandar
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 3 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i3.1436

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi transformasi pendidikan di SMAS Persiapan Tamher Warat, Seram Bagian Timur, sebagai salah satu pelaksana Program Sekolah Penggerak di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi terhadap kepala sekolah, guru, siswa, serta pelaksanaan kegiatan intrakurikuler, ko-kurikuler, dan ekstrakurikuler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program Sekolah Penggerak di sekolah ini, telah mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui penerapan Kurikulum Merdeka, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), dan berbagai aktivitas berbasis kontekstual yang memanfaatkan potensi lokal. Upaya peningkatan kompetensi guru dilakukan melalui pelatihan internal dan penggunaan platform digital. Meskipun menghadapi tantangan seperti keterbatasan infrastruktur dan akses teknologi, sekolah ini berhasil menghadirkan solusi melalui kolaborasi dengan pemerintah setempat dan penanaman budaya positif. Transformasi yang dicapai menunjukkan bahwa dedikasi dan inovasi mampu mengatasi keterbatasan wilayah 3T, mendukung terciptanya pendidikan yang inklusif dan berkualitas.
Penggunaan Model Pembelajaran Problem Based Learning Melalui Sumber Belajar Aplikasi Google untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pada Kelas XI C2 SMA Negeri 14 Gowa Abdul Mughni
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 3 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i3.1437

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan hasil belajar mata pelajaran Sejarah pada peserta didik kelas XI C2 dengan model problem based learning melalui sumber belajar aplikasi google. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah kelas XI C2 dengan jumlah peserta didik 35 orang, 17 orang laki-laki dan 18 orang siswa perempuan. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes dan lembar observasi. Data yang diperoleh dari hasil tes dan lembar observasi pada aktivitas siswa kemudian dianalisis menggunakan uji presentase. Hasil penelitian pada aktivitas peserta didik siklus I 64% dan Hasil penelitian pada hasil belajar peserta didik yang diperoleh siklus II 84%, yang berarti pembelajaran dari siklus II sudah mencapai indikator keberhasilan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pembelajaran Sejarah menggunakan model problem based learning dengan sumber belajar aplikasi google dapat meningkatkan hasil belajar siswa.