cover
Contact Name
Rifal
Contact Email
rifalmattirodeceng@gmail.com
Phone
+6282347281745
Journal Mail Official
rifalmattirodeceng@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kompleks IKIP Blok B5 No. 11 Makassar, Sulawesi Selatan 90222
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Pembelajaran
Published by Rayhan Intermedia
ISSN : 26849860     EISSN : 26848384     DOI : https://doi.org/10.31970/pendidikan.v6i3
Core Subject : Education,
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Pembelajaran (JP-3) merupakan media publikasi karya ilmiah yang diterbitkan oleh Rayhan Intermedia. Jurnal ini diterbitkan dalam rangka untuk mempromosikan dan menyebarluaskan pengetahuan serta teknologi yang berhubungan dengan pembelajaran dan dunia pendidikan umumnya. Jurnal ilmiah ini terbit 3 (tiga) edisi dalam setahun yaitu Januari-April, Mei-Agustus, dan September-Desember.
Articles 1,193 Documents
Penerapan Model Koperatif Teams Games Tournament (TGT) Berbasis Games Untuk Meningkatkan Aktivitas, Kreativitas, dan Motivasi Belajar Siswa di Kelas X1.5 SMA Negeri 18 Makassar Yeni Astuty
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 3 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i3.1439

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model Kooperatif Teams Games Tournament (TGT) berbasis games dalam meningkatkan aktivitas dan motivasi belajar siswa di kelas XI.5 SMA Negeri 18 Makassar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan subjek penelitian sebanyak 35 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, angket motivasi belajar, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model TGT berbasis games secara signifikan meningkatkan aktivitas dan motivasi belajar siswa. Siswa lebih aktif terlibat dalam proses pembelajaran dan termotivasi untuk berkompetisi secara sehat melalui permainan yang diberikan. Penggunaan games sebagai media pembelajaran membuat suasana belajar menjadi lebih menyenangkan dan interaktif, sehingga membantu siswa memahami materi dengan lebih baik. Kesimpulannya, model TGT berbasis games efektif dalam meningkatkan aktivitas dan motivasi belajar siswa serta dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran di sekolah.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperative Tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sejarah Kelas XI SMA Negeri 22 Makassar Siti Sasmita
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 3 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i3.1441

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah di kelas XI SMA Negeri 22 Makassar, yang berdampak pada kurang optimalnya hasil belajar siswa. Rendahnya keaktifan belajar ini terlihat dari minimnya partisipasi siswa dalam diskusi. Untuk mengatasi permasalahan ini, dilakukan inovasi pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Kooperative Tipe STAD. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang diakukan dalam dua siklus. Setiap siklus yang ada, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 34 siswa kelas XI SMA Negeri 22 Makassar. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data mencakup observasi, angket, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis data kualitatif yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) secara signifikan meningkatkan keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah di kelas XI SMA Negeri 22 Makassar Tahun Ajaran 2023/2024. Pada Siklus I, keaktifan belajar siswa meningkat dari 37,5% (sebelum penerapan STAD) menjadi 66,51%. Namun, beberapa siswa masih kurang aktif dalam berdiskusi dan bertanya kepada guru. Setelah dilakukan perbaikan pada Siklus II, hasil observasi menunjukkan peningkatan lebih lanjut dengan rata-rata keaktifan belajar mencapai 90,17%.
Efektivitas Problem-Based Learning (PBL) dalam Mengasah Keterampilan Kolaborasi dan Berpikir Kritis Siswa pada Proses Pembelajaran Terhadap Siswa kelas X.4 di SMA Negeri 9 Gowa Arif Nahdatul Khair
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 3 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i3.1442

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan model Problem-Based Learning (PBL) dalam mengasah keterampilan kolaborasi dan berpikir kritis siswa di kelas X.4 SMA Negeri 9 Gowa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan subjek penelitian sebanyak 32 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket keterampilan kolaborasi dan berpikir kritis, serta wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL secara signifikan meningkatkan keterampilan kolaborasi dan berpikir kritis siswa. Siswa lebih terlibat aktif dalam pemecahan masalah, bekerja sama dengan kelompok, dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis mereka melalui diskusi dan analisis masalah yang diberikan. Dengan menghadirkan permasalahan nyata dalam pembelajaran, siswa merasa lebih termotivasi untuk menemukan solusi yang kreatif dan efektif. Kesimpulannya, model PBL efektif dalam meningkatkan keterampilan kolaborasi dan berpikir kritis siswa, sehingga dapat menjadi strategi pembelajaran yang inovatif di sekolah.
Meningkatkan Minat Belajar dan Keaktifan Siswa Melalui Model Pembelajaran TGT (Team Games Tournament) pada Mata Pelajaran Sejarah di Kelas XI SMA Negeri 18 Makassar Sumira Malawat
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 3 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i3.1443

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar dan keaktifan peserta didik dalam pembelajaran yang menjadi salah satu tantangan yang dihadapi di kelas XI SMA Negeri 18 Makassar, khususnya pada mata pelajaran Sejarah yang sering dianggap monoton. Masalah ini menyebabkan minimnya partisipasi, kurangnya antusiasme, dan rendahnya interaksi kelas, yang berpengaruh negatif terhadap hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar dan keaktifan peserta didik melalui penerapan model pembelajaran Team Games Tournament (TGT), yaitu metode kooperatif yang menggabungkan kerja sama dan kompetisi. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang diakukan dalam dua siklus. Setiap siklus yang ada, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 32 siswa kelas XI di SMA Negeri 18 Makassar. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data mencakup observasi, angket minat belajar, dan wawancara. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk melihat peningkatan minat belajar siswa setelah setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan TGT secara signifikan meningkatkan minat belajar dan keaktifsn siswa pada mata pelajaran Sejarah. Pada Siklus 1, terjadi peningkatan keaktifan dan minat belajar siswa, namun beberapa siswa masih mengalami kesulitan dan kurang aktif dalam pembelajaran terkhususnya pembelajaran kelompok. Setelah dilakukan perbaikan pada Siklus 2, hasil observasi dan angket menunjukkan peningkatan lebih lanjut, dengan 90% siswa menjadi lebih terlibat aktif dan antusias dalam proses pembelajaran. Peningkatan ini juga didukung oleh hasil wawancara yang mengindikasikan bahwa siswa merasa lebih termotivasi dan menikmati pembelajaran yang disajikan secara Kerjasama dan kompitisi.
Penerapan Model Pembelajaran Student Facilitator And Explaining Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sejarah Di Kelas XI MPK 1 SMK Negeri 4 Makassar Mirnawati B
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 3 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i3.1444

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Sejarah di kelas XI MPK 1 SMK Negeri 4 Makassar melalui penerapan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran ini memberikan dampak positif yang signifikan terhadap efektivitas pengajaran, aktivitas belajar, dan hasil belajar peserta didik. Efektivitas mengajar guru meningkat hingga mencapai 94,4%, melebihi indikator keberhasilan yang ditetapkan sebesar 90%. Aktivitas belajar peserta didik juga mengalami peningkatan signifikan dengan persentase 92,86%, yang telah memenuhi target keberhasilan. Selain itu, hasil belajar peserta didik mencapai tingkat ketuntasan sebesar 88,89%, melampaui indikator keberhasilan sebesar 80%. Dengan demikian, model pembelajaran Student Facilitator and Explaining terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Sejarah, serta layak digunakan sebagai alternatif model pembelajaran di SMK.
Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Melalui Penerapan Game Quizizz Dalam Pembelajaran Sejarah Kelas X.9 SMA Negeri 21 Makassar Oni Sulastri
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 3 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i3.1445

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran sejarah di kelas X.9 SMA Negeri 21 Makassar melalui penerapan game berbasis digital, Quizizz. Masalah yang diidentifikasi adalah rendahnya motivasi belajar siswa akibat kejenuhan dengan metode pembelajaran yang kurang bervariasi. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini mengintegrasikan Quizizz sebagai alat evaluasi dalam pembelajaran sejarah. Quizizz memungkinkan siswa untuk berkompetisi secara interaktif, yang diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus, dengan setiap siklus melalui empat tahapan: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 36 siswa kelas X.9, dan instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi, angket motivasi belajar, serta hasil evaluasi kuis menggunakan Quizizz.Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam motivasi belajar siswa. Pada siklus pertama, 70% siswa menunjukkan antusiasme dan terjadi peningkatan motivasi sebesar 15%. Pada siklus kedua, setelah dilakukan perbaikan dengan memberikan waktu lebih banyak untuk persiapan, 85% siswa terlibat aktif, dan motivasi belajar meningkat sebesar 25%. Selain itu, nilai rata-rata hasil evaluasi siswa juga meningkat sebesar 20% dibandingkan siklus pertama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan Quizizz dalam pembelajaran sejarah dapat secara efektif meningkatkan motivasi belajar siswa, memperbaiki keterlibatan mereka, dan berdampak positif pada hasil belajar. Oleh karena itu, penerapan game berbasis digital seperti Quizizz dapat menjadi alternatif inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Scramble dalam Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didik di SMA Negeri 18 Makassar Yessy Marissa Petta
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 3 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i3.1446

Abstract

Minat belajar adalah salah satu faktor psikologis yang akan mempengaruhi belajar. Minat yang dapat menunjang belajar adalah minat kepada bahan atau mata pelajaran dan kepada guru yang mengajarnya. Apabila ada siswa tidak berminat kepada bahan atau mata pelajaran juga kepada gurunyan maka siswa tidak mau belajar, oleh karena itu guru harus memberi motivasi agar siswa mau belajar dan memperhatikan pelajaran yang diajarkan gurunyan. Masalah dalam penulisan jurnal ini ialah apakah dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe scrumble dapat meningkatkan minat belajar peserta didik. Model pembelajaran scrumble adalah salah satu model yang dapat digunakan dalam pembelajaran. Model ini merupakan satu metode pembelajaran kooperatif yang melibatkan siswa dalam aktivitas menyusun potongan informasi yang teracak menjadi urutan atau bentuk yang benar dan bermakna. Model ini dirancang untuk melatih keterampilan berpikir logis, pemahaman konsep, dan kerja sama antar siswa melalui kegiatan yang interaktif dan menyenangkan. Scramble merupakan metode mengajar dengan membagikan lembar soal dan lembar jawaban yang disertai dengan alternatif jawaban yang tersedia. Siswa diharapkan mampu mencari jawaban dan cara penyelesaian dari soal yang ada. Scramble dipakai untuk jenis permainan anak-anak yang merupakan latihan pengembangan dan peningkatan wawasan pemikiran kosakata.
Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw dalam Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Pembelajaran Sejarah Kelas XI-2 di SMA Negeri 5 Makassar Muh Akbar
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 3 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i3.1447

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dalam meningkatkan hasil belajar sejarah peserta didik kelas XI-2 SMA Negeri 5 Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari empat tahapan, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini melibatkan 36 peserta didik kelas XI-2 SMA Negeri 5 Makassar dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, tes hasil belajar, dan angket. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan skor berdasarkan penilaian acuan patokan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada motivasi dan hasil belajar sejarah peserta didik setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Peningkatan ini terlihat pada setiap indikator yang ditetapkan, dengan persentase ketuntasan pada siklus I sebesar 78,36% yang meningkat menjadi 84,44% pada siklus II, melebihi indikator capaian minimal 80%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar sejarah peserta didik kelas XI-2 SMA Negeri 5 Makassar.
Pengaruh Metode Problem-Based Learning Berbasis Diskusi Kelompok terhadap Sikap Kolaboratif Siswa dalam Pembelajaran Sejarah di Kelas XI SMA Negeri 18 Makassar Yahya Umar
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 3 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i3.1448

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan metode Problem-Based Learning (PBL) berbasis diskusi kelompok terhadap sikap kolaboratif siswa pada mata pelajaran Sejarah di kelas XI SMA Negeri 18 Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan subjek penelitian sebanyak 35 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, angket sikap kolaboratif, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode PBL berbasis diskusi kelompok secara signifikan meningkatkan sikap kolaboratif siswa. Siswa lebih aktif berpartisipasi dalam diskusi, menunjukkan kemampuan kerja sama yang lebih baik, serta lebih terbuka dalam mengemukakan pendapat dan menerima ide dari teman sekelompok. Diskusi kelompok dalam konteks PBL mendorong siswa untuk mengembangkan keterampilan sosial dan komunikasi yang penting dalam pembelajaran kolaboratif. Kesimpulannya, metode PBL berbasis diskusi kelompok efektif dalam membangun sikap kolaboratif siswa dan dapat dijadikan sebagai alternatif metode pembelajaran yang sesuai untuk meningkatkan keterampilan kerja sama di sekolah.
Implementasi Model Pembelajaran Pin Ball Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sejarah Siswa Kelas XI SMA Negeri 21 Makassar Safitri
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 3 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i3.1449

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran sejarah kelas XI SMA Negeri 21 Makassar melalui penerapan model pembelajaran Pin Ball. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kurt Lewin dimana dalam satu siklus ada 4 hal yang harus di lakukan dalam proses penelitian tindakan ini, yaitu perencanaan (planning), (2) tindakan (acting), (3) pengamatan (observing), dan (4) refleksi (reflecting). Penelitiandilakukan dalam dua siklus karena telah mencapai indikator keberhasilan tindakan. Tenik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara, tas dan observasi. Dengan subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 21 Makassar berjumlah 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran Pin Ball dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Sejarah. Hal tersebut dapat terlihat dari: Pada siklus I terlihat bahwa pada peningkatan hasil belajar yang diperoleh oleh peserta didik derngan rata-rata yang diperoleh adalah 72% dengan melihat indikator keberhasilan maka, hanya 44% yang tuntas selebihnya belum mencapai ketuntasan. Presentase tersebut belum mencapai KKM yaitu 80 sehingga lanjut pada tindakan siklus II, agar pada siklus kedua hasil belajar Sejarah peserta didik kelas XI SMA Negeri 21 Makassar sudah meningkat dan berhasil. Pada siklus II terjadinya peningkatan pada nilai rata-rata kelas yaitu sebesar 80%. Terdapat 27 peserta didik yang sudah mencapai batas KKM dengan nilai 85%, sedangkan 3 peserta didik belum mencapai KKM. Nilai tertinggi yang diperoleh sebesar 92 dan nilai terendah sebesar 70. Presentase ketuntasan kelas pada siklus II sebesar 90%, dengan ini dapat terlihat terjadinya peningkatan ketuntasan kelas dibandingkan pada siklus I yang hanya sebesar 83% dan telah memenuhi kriteria indikator keberhasilan yaitu sebesar lebih dari 90%.