cover
Contact Name
Misbawati
Contact Email
tebarnewscom@gmail.com
Phone
+6281340038843
Journal Mail Official
tebarnewscom@gmail.com
Editorial Address
Jl. Naja Dg. Nai Lr. 4 No. 16 Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90216
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
TEBAR SCIENCE (Jurnal Kajian Sosial dan Budaya)
ISSN : 25974114     EISSN : 25974114     DOI : https://doi.org/10.36653/jksb.v8i3
Core Subject : Social,
TEBAR SCIENCE (Jurnal Kajian Sosial dan Budaya) menerbitkan artikel dari hasil penelitian dan pemikiran khususnya sejarah, sosiologi, dan antropologi. Redaksi menerima tulisan dari dosen, guru, peneliti, aktivis LSM, Mahasiswa, dan pihak lainnya, untuk diterbitkan melalui tahap seleksi, editing, dan review. Tebar Science terbit tiga kali dalam setahun yakni Januari, Mei, dan September. Tebar Science menggunakan Open Journal System (OJS). E-ISSN: 2597-4114.
Articles 196 Documents
The Culture and Traditions of Karo Society as Part of Indonesian Cultural Heritage Piter Sembiring; Marsel Ridky Maulana
Jurnal Kajian Sosial dan Budaya: Tebar Science Vol 10 No 1 (2026): TEBAR SCIENCE: JURNAL KAJIAN SOSIAL DAN BUDAYA
Publisher : Rayhan Intermedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36653/jksb.v10i1.232

Abstract

This study examines the customs and traditions of Karo society as an integral part of Indonesian cultural heritage by positioning them as an interconnected cultural system. Using a literature-based research approach, this study reviews scholarly works addressing kinship systems, customary rituals, cultural expressions, traditional arts, and ethnoculinary practices within Karo society. Data were analyzed through critical reading and conceptual synthesis to identify key thematic patterns. The findings indicate that Karo customs function not as isolated practices but as a cohesive social system in which kinship, life-cycle rituals, artistic expressions, and traditional cuisine collectively shape social order and cultural identity. Moreover, Karo traditions demonstrate adaptability to social change while maintaining core customary values. This study highlights the importance of situating Karo customs within the broader context of Indonesian culture, emphasizing their role in the dynamic landscape of the Indonesian archipelago’s cultural diversity
Traditional values and Tetekon: Creativity and innovation in Padalangan of Sundanese Wayang Golek Purwa Marsel Ridky Maulana; Piter Sembiring
Jurnal Kajian Sosial dan Budaya: Tebar Science Vol 10 No 1 (2026): TEBAR SCIENCE: JURNAL KAJIAN SOSIAL DAN BUDAYA
Publisher : Rayhan Intermedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36653/jksb.v10i1.234

Abstract

Wayang golek purwa is one of the traditional art performances of the Sundanese community that has a standardized structure and tetekon in its performance. However, along with the times that affect the way of thinking of the performers of wayang golek purwa art, there are changes in function and structure that affect the tetekon of the previous wayang golek purwa performance. The purpose of this study is to examine the changes in the value of tetekon in the art of wayang golek purwa related to the development of creativity and innovation from the young generation of puppeteers. This research uses descriptive qualitative method through observation, audio-visual analysis of wayang golek performances, and literature study on Wayang Golek Purwa puppetry. Based on these methods, it was found that there is a paradoxical phenomenon in Wayang Golek art: on the one hand, creativity plays an important role in maintaining the existence of Wayang Golek art, but on the other hand, it is often considered to violate tetekon or traditional rules. Tetekon needs to be interpreted not only as a standard rule, but as a principle that can provide space for creativity and innovation to maintain the relevance of Wayang Golek art.
Use of traditional medicine for self-medication in the community of Bulutellue village, Sinjai Regency Abdul Rahman
Jurnal Kajian Sosial dan Budaya: Tebar Science Vol 10 No 1 (2026): TEBAR SCIENCE: JURNAL KAJIAN SOSIAL DAN BUDAYA
Publisher : Rayhan Intermedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36653/jksb.v10i1.245

Abstract

This study aims to explore the practice of self-medication using traditional medicine among the community of Bulutellue Village, Sinjai, through a medical anthropology perspective. Employing a qualitative approach with ethnographic methods, data were gathered through participant observation and in-depth interviews with local residents and traditional figures. The findings reveal that the use of herbal concoctions is not merely an effort for physical healing, but a form of preserving indigenous knowledge passed down through generations. The community perceives health as a balance between humans and nature, where the selection of medicinal plants is deeply influenced by cultural beliefs and local biodiversity. This self-medication behavior reflects a folk medicine system that persists amidst the currents of medical modernization. The study concludes that socio-cultural factors and ancestral symbolic capital are the primary drivers for the community’s preference for traditional remedies over modern pharmacy for minor health complaints, reinforcing their collective cultural identity.
Dinamika kebudayaan Lamaholot di Adonara Timur dalam perspektif sosial budaya Jamalia Uba Kian; Aulia Kartika; Fika Fika
Jurnal Kajian Sosial dan Budaya: Tebar Science Vol 10 No 1 (2026): TEBAR SCIENCE: JURNAL KAJIAN SOSIAL DAN BUDAYA
Publisher : Rayhan Intermedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36653/jksb.v10i1.249

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan budaya masyarakat Lamaholot di Adonara Timur dari perspektif sosial-budaya, dengan menekankan budaya sebagai identitas sosial yang terus berkembang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tinjauan pustaka, yang mengacu pada berbagai sumber seperti buku, jurnal ilmiah, dan dokumen akademis. Hasil penelitian menujukan bahwa budaya Lamahalot tidak tetap, melaikan dinamis dan mampu beradaptasi dengan pengaruh modernisasi, globalisasi, dan perkembangan teknologi. Identitas sosial masyarakat Lamaholot terbentuk melalui sistem kekeraban, ritual tradisional, bahasa, dan simbol budaya, yang terus mengalami pergeseran makna. Perubahan juga terlihat pada praktik ritual keagamaan lokal, seperti; lewak tapo (ritual tradisional), yang menghadapi tantangan ekonomi dan sosial; dan penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa global. Meskipun demikian, masyarakat terus berupaya untuk mempertahankan nilai –nilai budaya yang dianggap penting. Dengan demikian, budaya Lamaholot dapat diapahami sebagai identitas sosial yang fleksibel, yang terus- menerus diproduksi dan diinterpretasikan ulang sesuai dengan perubahan zaman.
Pelestarian ma'saro: Budaya gotong royong yang mengikat warga desa Suppiran kecamatan Lembang kabupaten Pinrang Erika Rimbun; Andi Nur Indah Susila; Nurfadilah Mahmud
Jurnal Kajian Sosial dan Budaya: Tebar Science Vol 10 No 2 (2026): TEBAR SCIENCE: JURNAL KAJIAN SOSIAL DAN BUDAYA
Publisher : Rayhan Intermedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36653/jksb.v10i2.251

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana tradisi Ma'saro, suatu bentuk kerja sama timbal balik (gotong royong), tetap menjadi ikatan yang kuat dalam masyarakat Desa Suppiran, Lembang, Pinrang. Ma'saro adalah kebiasaan yang melibatkan partisipasi seluruh warga dalam berbagai kegiatan bersama, sehingga menciptakan hubungan sosial yang erat dan harmonis di desa. Melalui observasi langsung dan wawancara dengan warga setempat, saya menemukan bahwa meskipun zaman telah berubah, nilai-nilai kerja sama timbal balik dalam tradisi Ma'saro tetap utuh dan diwariskan dari generasi ke generasi. Melestarikan tradisi ini tidak hanya memperkuat rasa kebersamaan tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Dari hasil penelitian ini, saya menyadari betapa pentingnya menjaga budaya lokal sebagai modal sosial yang mendukung pembangunan desa berkelanjutan.
Dinamika pelaksanaan tradisi ziarah makam Datuk Ri Tiro dari masa ke masa Nurfadila Nurfadila; Nurfadilah Nurfadilah; Salsaelin Salsaelin
Jurnal Kajian Sosial dan Budaya: Tebar Science Vol 10 No 2 (2026): TEBAR SCIENCE: JURNAL KAJIAN SOSIAL DAN BUDAYA
Publisher : Rayhan Intermedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36653/jksb.v10i2.269

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk secara komprehensif menggambarkan dinamika perubahan dalam tradisi ziarah ke makam Datuk Ri Tiro. Penelitian ini dimulai dari perkembangan awalnya dan berlanjut hingga implementasinya saat ini. Selain itu, penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang mendasari perubahan tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan historis dan etnografis. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan langsung di lapangan. Wawancara mendalam juga dilakukan dengan berbagai informan kunci yang kompeten, termasuk pemimpin tradisional, tokoh agama, tetua, dan pengelola pemakaman. Sumber data juga diperoleh dari studi dokumentasi dan literatur sejarah lokal yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan signifikan dalam praktik ziarah. Perubahan ini terlihat jelas dalam prosedur dan urutan ritual yang dilakukan. Fasilitas yang tersedia di makam juga telah berkembang dan meningkat. Ziarah tidak lagi terbatas pada kesempatan tertentu. Motivasi masyarakat untuk berziarah juga menjadi lebih beragam dari waktu ke waktu. Namun, perubahan ini tidak mengurangi esensi dan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tradisi tersebut. Sebaliknya, perubahan ini merupakan bentuk adaptasi budaya untuk memastikan tradisi tetap relevan di tengah modernisasi. Tradisi ini terus berfungsi secara optimal sebagai media utama komunikasi spiritual. Lebih jauh lagi, tradisi ini berfungsi sebagai sarana efektif untuk memperkuat solidaritas sosial dalam masyarakat. Tradisi ini juga berfungsi sebagai wahana penting untuk melestarikan nilai-nilai sejarah. Kearifan lokal dilestarikan dan diwariskan kepada generasi mendatang. Akibatnya, tradisi ini telah bertahan, berkelanjutan, dan terus berkembang hingga saat ini.
Tradisi Fallohe dalam masyarakat Bulupoddo: Jejak spiritualitas lokal dan roh leluhur di tengah perspektif keagamaan Musdalifah Musdalifah; Mifta Alchaerah; Tri Wanda Putri
Jurnal Kajian Sosial dan Budaya: Tebar Science Vol 10 No 1 (2026): TEBAR SCIENCE: JURNAL KAJIAN SOSIAL DAN BUDAYA
Publisher : Rayhan Intermedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36653/jksb.v10i1.279

Abstract

The goal of this study is to explore the Fallohe tradition as a reflection of local spirituality and ancestral spirits in the Bulupoddo community, especially in light of modern religious views. This research used a qualitative method, gathering data through phone interviews with several key informants who understand and participate in the Fallohe tradition. The findings show that the community sees Fallohe as an ancestral heritage that carries spiritual and cultural values, which they still preserve today. People believe this tradition brings blessings, protection, and prosperity in many areas of life. Additionally, Fallohe is viewed not just as a ritual practice, but also as a symbol of the connection between humans, ancestral spirits, social life, and cultural values passed down through generations. Despite the rise of modern religious ideas, the Fallohe tradition reflects the ongoing interaction between local spirituality, ancestral culture, and the community's understanding of religion.
Kajian nilai budaya dan peran tradisi Gantala Jarang dalam menguatkan identitas budaya masyarakat kabupaten Jeneponto di Sulawesi Selatan Mutiara Suci; Audri Mei Sane; Nur Afifah Ananda Masita
Jurnal Kajian Sosial dan Budaya: Tebar Science Vol 10 No 2 (2026): TEBAR SCIENCE: JURNAL KAJIAN SOSIAL DAN BUDAYA
Publisher : Rayhan Intermedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36653/jksb.v10i2.261

Abstract

Gantala Tidak sering ialah salah satu santapan khas Jeneponto, Sulawesi Selatan yang jadi karakteristik khas warga Jeneponto, yang sebagian besar dibuat dari daging kuda. Dalam bahasa setempat," gantala" berarti saus bening serta" tidak sering" berarti kuda. Hidangan ini terbuat dengan merebus daging kuda yang dipotong dadu dengan garam, serai, tanpa banyak bumbu, sehingga cita rasa daging kudanya sangat gurih serta lezat, metode pembuatannya lumayan simpel ialah dimasak di atas api yang menyala. Nilai budaya Gantala Tidak sering sangat dalam untuk warga Jeneponto, Sulawesi Selatan. Gantala Tidak sering bukan cuma semata- mata santapan, namun jadi simbol kebersamaan, kehormatan, serta bukti diri budaya warga setempat yang terus dilestarikan. Hidangan ini kerap muncul dalam bermacam kegiatan tradisional semacam perkawinan, sunat, aqiqah, serta perayaan keagamaan, di mana kehadirannya menunjukkan kegembiraan serta kehangatan kegiatan dan penghormatan kepada tuan rumah. Tradisi Gantala Tidak sering mempunyai kedudukan berarti dalam menguatkan bukti diri budaya warga Kabupaten Jeneponto.
Tradisi Massolo' sebagai sumber tekanan sosial di kecamatan Turatea kabupaten Jeneponto Debi Debi
Jurnal Kajian Sosial dan Budaya: Tebar Science Vol 10 No 2 (2026): TEBAR SCIENCE: JURNAL KAJIAN SOSIAL DAN BUDAYA
Publisher : Rayhan Intermedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36653/jksb.v10i2.270

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pelaksanaan tradisi massolo’ serta dampaknya terhadap hubungan sosial masyarakat di Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto. Kajian ini penting karena tradisi massolo’, yang berlandaskan nilai timbal balik dan solidaritas sosial, dalam praktiknya dapat menimbulkan tekanan sosial dan beban ekonomi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa massolo’ diwujudkan dalam pemberian sumbangan uang yang harus dikembalikan dengan nominal yang sama atau lebih besar pada acara berikutnya. Tradisi ini berdampak positif dalam mempererat hubungan sosial, tetapi juga menimbulkan beban ekonomi, konflik keluarga, hubungan yang merenggang, serta gunjingan dan sanksi sosial bagi masyarakat yang tidak mampu memenuhi tuntutan adat.
Kearifan lokal perahu Sandeq sebagai bentuk warisan para leluhur suku Mandar Saifullah Saifullah; Rahma Aulia; Muhammad Rafli Al Qadri
Jurnal Kajian Sosial dan Budaya: Tebar Science Vol 10 No 1 (2026): TEBAR SCIENCE: JURNAL KAJIAN SOSIAL DAN BUDAYA
Publisher : Rayhan Intermedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36653/jksb.v10i1.281

Abstract

Sulawesi Island is a region rich in cultural diversity and traditions. One area with strong cultural distinctiveness is Majene Regency in West Sulawesi Province, inhabited by the Mandar people. The Mandar people are known as strong sailors and possess a maritime cultural heritage in the form of traditional boats, the Lopi Sandeq, which symbolize the resilience and pride of the Mandar people. This research used qualitative methods with observation and documentation techniques. The results show that the Sandeq is the fastest sailing ship in the world and a maritime icon of Mandar. The Passiluba Lopi tradition, or Sandeq boat race, is a form of preserving the cultural values, skills, and religious beliefs of the Mandar people that still survives today.