cover
Contact Name
Misbawati
Contact Email
tebarnewscom@gmail.com
Phone
+6281340038843
Journal Mail Official
tebarnewscom@gmail.com
Editorial Address
Jl. Naja Dg. Nai Lr. 4 No. 16 Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90216
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
TEBAR SCIENCE (Jurnal Kajian Sosial dan Budaya)
ISSN : 25974114     EISSN : 25974114     DOI : https://doi.org/10.36653/jksb.v8i3
Core Subject : Social,
TEBAR SCIENCE (Jurnal Kajian Sosial dan Budaya) menerbitkan artikel dari hasil penelitian dan pemikiran khususnya sejarah, sosiologi, dan antropologi. Redaksi menerima tulisan dari dosen, guru, peneliti, aktivis LSM, Mahasiswa, dan pihak lainnya, untuk diterbitkan melalui tahap seleksi, editing, dan review. Tebar Science terbit tiga kali dalam setahun yakni Januari, Mei, dan September. Tebar Science menggunakan Open Journal System (OJS). E-ISSN: 2597-4114.
Articles 172 Documents
Integrasi nilai Pancasila dalam pendidikan karakter: Strategi menghadapi tantangan globalisasi Agus, Andi Aco
Jurnal Kajian Sosial dan Budaya: Tebar Science Vol 9 No 3 (2025): TEBAR SCIENCE: JURNAL KAJIAN SOSIAL DAN BUDAYA
Publisher : Rayhan Intermedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36653/jksb.v9i3.217

Abstract

Pancasila-Based Character Education is Very Important Because It is the Main Fortress in Maintaining National Identity in the Midst of Globalization, Without Pancasila Values, Young Generation Will Be Easily Influenced by Instant Culture, Hedonism, and Individualism Which Can Weaken the Spirit of Nationalism Character Education Functions as a Filter, So That the Young Generation Remains Critical in Absorbing Foreign Culture, But Does Not Lose Their Identity. Strategy for Integrating Pancasila Values ​​in the Curriculum, Educator Exemplary, Conducive School Environment, Utilization of Digital Technology, Strengthening Extracurricular Activities, Local-Based Approaches, and Contextual, The Challenges: Weak Role Models, Low Supervision of Foreign Cultural Dominance in Digital Media. Solutions That Can Be Done Are: Strengthening Synergy Between Schools, Families and Communities in Instilling Character Values, and Increasing the Role of the Government in Making Supporting Policies..
Perkembangan Ruang Sosial Kota: Studi Antropologi Perkotaan pada Pola Interaksi Masyarakat Urban Makassar Kesuma, Andi Ima
Jurnal Kajian Sosial dan Budaya: Tebar Science Vol 9 No 3 (2025): TEBAR SCIENCE: JURNAL KAJIAN SOSIAL DAN BUDAYA
Publisher : Rayhan Intermedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36653/jksb.v9i3.218

Abstract

The transformation of social spaces in urban areas is a complex phenomenon shaped by development dynamics, migration flows, economic changes, and policy interventions. This article examines the shifting structure and function of social spaces in Makassar City, South Sulawesi, and how these shifts influence patterns of interaction among urban communities from an urban anthropological perspective. Using a qualitative approach, this study employs participant observation, in-depth interviews, and document analysis in several key areas, including dense residential neighborhoods, public spaces, and centers of informal economic activity. The findings reveal that urbanization and modernization have driven a transition from collective communal interaction patterns toward more individualistic and functional ones. Nevertheless, communities exhibit creative adaptations to these changes by forming new social groups, utilizing space flexibly, and maintaining localized practices of solidarity. This article highlights the importance of integrating cultural and social dimensions in urban planning to ensure that urban spaces remain inclusive and support social cohesion. The findings contribute to the development of urban anthropological theory and provide valuable insights for designing socially equitable urban development policies.
Budaya Mappatabe Pada Remaja di Desa Lamurukung, Kecamatan Tellu Siattingge, Kabupaten Bone di Tengah Gempuran Globalisasi Nur'aini, Tiara; Kesuma, Andi Ima
Jurnal Kajian Sosial dan Budaya: Tebar Science Vol 9 No 3 (2025): TEBAR SCIENCE: JURNAL KAJIAN SOSIAL DAN BUDAYA
Publisher : Rayhan Intermedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36653/jksb.v9i3.219

Abstract

Artikel ini bertujuan mengetahui 1) bagaimana budaya Mappatabe pada remaja di Desa Lamurukung, Kecamatan Tellu Siattingge, Kabupaten Bone 2) bagaimana dampak Gempuran Globalisasi terhadap perilaku mappatabe remaja di Desa Lamurukung, Kecamatan Tellu Siattingge, Kabupaten Bone. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data merupakan langkah paling strategis dalam jurnal ini karena tujuan utama penelitian adalah memperoleh data. Untuk mengumpulkan data, jurnal ini berupaya mencari informasi berupa pendapat, fakta, dan dokumen yang relevan dengan rumusan masalah penelitian ini. Peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan tiga metode yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian ini, Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1 sikap mapppatabe tetap terjaga dengan baik walau para remaja tumbuh ditengah segala kemajuan teknologi yang dihasilkan oleh globalisasi dan orang tua sebagai sekolah pertama bagi anak mampu untuk menanamkan nilai-nilai yang kuat bagi para generasi muda tentang betapa pentinya untuk tetap menjunjung nilai-nilai yang terkandung dalam dalam budaya yang telah mengakar. 2 Sambil menghormati nilai-nilai tradisional, para remaja juga tetap mengintegrasikan nilai-nilai modern yang sesuai dengan zaman saat ini. Remaja perlu diajak untuk memahami bahwa mempertahankan budaya Mappatabe tidak berarti menolak kemajuan atau perubahan.
Memaknai demam konsumsi: Analisis kualitatif perilaku FOMO (Fear Of Missing Out) dan konsumerisme di kalangan pengunjung Ramayana Fair 2025 Taufik, Parham
Jurnal Kajian Sosial dan Budaya: Tebar Science Vol 9 No 3 (2025): TEBAR SCIENCE: JURNAL KAJIAN SOSIAL DAN BUDAYA
Publisher : Rayhan Intermedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36653/jksb.v9i3.220

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam makna, di balik perilaku Fear Of Missing Out (FOMO) dan konsumerisme pada event Ramayana Fair 2025. Dengan pendekatan kualitatif fenomenologis,. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi partisipatif. Hasil penelitian mengungkap lima tema utama: (1) The Social Pressure Cooker (Tekanan Sosial yang Memanas), bagaimana media sosial menciptakan kecemasan untuk terus terhubung; (2) The Scarcity Illusion (Ilusi Kelangkaan), strategi pemasaran yang sengaja memicu naluri kepemilikan; (3) Curating the Digital Self (Mengkurasi Diri Digital), konsumsi menjadi bahan baku untuk membangun identitas daring; (4) The Experience as Social Currency (Pengalaman sebagai Mata Uang Sosial),mmemposisikan keikutsertaan dalam event sebagai modal sosial; dan (5) The Post-Event Rationalization (Rasionalisasi Pasca-Event), mekanisme pembenaran atas perilaku konsumtif yang telah dilakukan. Simpulan penelitian menyatakan bahwa FOMO dalam konteks ini bukan sekadar kecemasan, melainkan sebuah kekuatan sosial yang aktif mendorong konsumerisme sebagai bentuk partisipasi sosial dan konstruksi identitas di era digital.
Pendidikan pancasila di perguruan tinggi sebagai benteng karakter bangsa dalam arus globalisasi Agus, Andi Aco
Jurnal Kajian Sosial dan Budaya: Tebar Science Vol 9 No 2 (2025): TEBAR SCIENCE: JURNAL KAJIAN SOSIAL DAN BUDAYA
Publisher : Rayhan Intermedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36653/jksb.v9i2.226

Abstract

Pancasila is very important as a bastion of national character, as the foundation of the state and a way of life. Pancasila serves to preserve the nation's identity so that it is not uprooted from its cultural roots. Pancasila education in higher education institutions is a key instrument in instilling values in the younger generation who will one day lead a nation that is integrated, globally competitive, and rooted in Pancasila, capable of filtering foreign cultures and becoming citizens who love their homeland. The pitfalls of globalization for the nation's character are foreign cultures, individualism, materialism, digital technology, misuse of social media, moral degradation, the free market economy, value orientation, weakening of the spirit of mutual cooperation, tolerance, and nationalism. Strategies to strengthen Pancasila values in the younger generation include innovative learning curricula, project-based learning, real-case discussions, comprehensive studies, lecturer role models, strengthening extracurricular activities, increasing forums that foster a spirit of nationalism, utilizing technology, and creating creative digital content based on Pancasila values
Parents' perceptions of the implementation of the independent curriculum at State Senior High School 13 Makassar Pratiwi, Anisya Anindya; Sumilih, Dimas Ario
Jurnal Kajian Sosial dan Budaya: Tebar Science Vol 9 No 3 (2025): TEBAR SCIENCE: JURNAL KAJIAN SOSIAL DAN BUDAYA
Publisher : Rayhan Intermedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36653/jksb.v9i3.227

Abstract

The Merdeka Curriculum, one of the policy programs under the umbrella of the Merdeka Belajar movement, was designed as a learning recovery effort developed by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology (Kemendikbudristek) within a more flexible framework, focusing on providing essential materials, as well as developing student character and competency. Through this framework, students are expected to receive more meaningful and in-depth learning. This study aims to elaborate on the opinions of parents of students at SMA Negeri 13. This research is qualitative, where data is collected through observation, interviews, and documentation. The results show that parents highly appreciate the Merdeka Curriculum because it stimulates students' creativity, innovation, and thinking skills that are in line with the noble values ​​of the nation's culture stated in Pancasila
Internalisasi nilai Pancasila sebagai upaya pembentukan civic disposition mahasiswa di era globalisasi Agus, Andi Aco
Jurnal Kajian Sosial dan Budaya: Tebar Science Vol 9 No 3 (2025): TEBAR SCIENCE: JURNAL KAJIAN SOSIAL DAN BUDAYA
Publisher : Rayhan Intermedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36653/jksb.v9i3.228

Abstract

This study aims to determine the process of internalizing Pancasila values in higher education institutions, the internalization of Pancasila values in shaping students' civic disposition, the challenges and opportunities for internalizing Pancasila values in the era of globalization, and effective strategies for enhancing the internalization of Pancasila among students. The research method used is descriptive research with a literature review (library research). The research activities were carried out by collecting information and data with the help of various available materials. The results of the study show that internalization of values means a process of appreciation so that these values become part of the personality structure and are manifested in concrete actions. The strategy for internalizing Pancasila values in higher education institutions is through a curricular approach, namely through compulsory general courses such as Pancasila Education and Civic Education, which include affective, cognitive, and psychomotor learning outcomes
Pahlawan dan penghianat dalam sejarah: Analisis peran individu dalam peristiwa sejarah Sumardin, Oschar; Kabubu, Rusmala Dewi
Jurnal Kajian Sosial dan Budaya: Tebar Science Vol 9 No 3 (2025): TEBAR SCIENCE: JURNAL KAJIAN SOSIAL DAN BUDAYA
Publisher : Rayhan Intermedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36653/jksb.v9i3.222

Abstract

Historical events inevitably involve the involvement of many figures who play a role in supporting or opposing the occurrence of an important event. In this study, the analysis aims to reveal the role of individuals in historical events, namely regarding the role of heroes and traitors. This research method uses a descriptive qualitative approach with secondary data collection techniques through literature reviews. Data analysis was conducted by analyzing articles, journals, and books relevant to the research problem. The findings show that in historical records there are figures who are considered "heroes"—those with courage and support—or "traitors" by society for their roles. In the G30S/PKI incident, the figures who became heroes were Soeharto and his military forces of Army officers, while the traitors were PKI members and supporting mass organizations. In the Situjuh incident, Kamaluddin was labeled a traitor for leaking information about the meeting location to the Dutch, which triggered the Situjuh incident. Then, in the historical events of the struggle for independence, there were figures who were considered heroes, namely Prince Diponegoro and Soekarno. However, the historical narrative still needs to be criticized because there are various different perspectives in examining the role of heroes and traitors of the figures involved. There are many factors that can influence the moral assessment and role of historical figures. Thus, a more in-depth and comprehensive identification is expected in historiographical studies. Keywords: Heroes, Historical Events, Individual Roles, Traitors
Sistem Pengetahuan Ekologis Lokal (Local Ecological Knowledge) pada Nelayan Tradisional Ramadhany, A.Noer Chalifah
Jurnal Kajian Sosial dan Budaya: Tebar Science Vol 9 No 3 (2025): TEBAR SCIENCE: JURNAL KAJIAN SOSIAL DAN BUDAYA
Publisher : Rayhan Intermedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36653/jksb.v9i3.223

Abstract

Pengetahuan Ekologis Lokal (Local Ecological Knowledge/LEK) merupakan sistem pengetahuan yang lahir dari interaksi panjang masyarakat pesisir dengan lingkungan laut. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran, dinamika, serta peluang integrasi LEK dalam pengelolaan sumber daya perikanan dan konservasi pesisir. Menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan analisis tematik, penelitian ini menelaah berbagai publikasi 10 tahun terakhir yang membahas LEK pada komunitas nelayan tradisional. Hasil kajian menunjukkan bahwa LEK berperan penting dalam memahami perilaku ikan, pola arus, perubahan cuaca, dan karakteristik habitat, sehingga menjadi dasar bagi strategi adaptif nelayan dalam aktivitas penangkapan. Namun demikian, penelitian juga menemukan adanya kesenjangan integrasi antara LEK dan sains modern akibat bias epistemologis, minimnya dokumentasi sistematis, dan terbatasnya ruang partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan. Peluang integrasi dapat diperkuat melalui knowledge co-production, pengembangan kebijakan berbasis komunitas, dokumentasi jangka panjang, dan kolaborasi dalam adaptasi perubahan iklim. Artikel ini menegaskan bahwa penguatan LEK tidak hanya mendukung keberlanjutan ekologis, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi nelayan tradisional. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan untuk mengarusutamakan LEK dalam penelitian, pendidikan, dan kebijakan perikanan di Indonesia dan wilayah pesisir lainnya.
Budaya Indonesia sebagai identitas nasional Indonesia Agus, Andi Aco
Jurnal Kajian Sosial dan Budaya: Tebar Science Vol 10 No 1 (2026): TEBAR SCIENCE: JURNAL KAJIAN SOSIAL DAN BUDAYA
Publisher : Rayhan Intermedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36653/jksb.v10i1.236

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengapa Warga Negara Asing tertarik dengan budaya Indonesia, bagaimana perkembangan budaya Indonesia di mata dunia dan bagaimana Indonesia mempertahankan kebudayaan sebagai identitas nasional. Metode penelitian yang digunakan merupakan penelitian deskriptif dengan kajian penelitian kepustakaan (library research). Kegiatan penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan informasi dan data dengan bantuan berbagai macam material yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas nasional Indonesia adalah ciri-ciri atau sifat-sifat khas bangsa Indonesia yang membedakannya dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Ciri khas tersebut dapat kita lihat dari perilaku masyarakat Indonesia sehari-hari secara umum dan juga kebudayaan serta atribut-atribut khas yang dimiliki bangsa Indonesia, sehingga kebudayaan Indonesia dapat dijadikan tolak ukur identitas nasional. Untuk mempertahankan identitas nasional, diperlukan langkah strategis yang berkelanjutan dan terpadu. Hal ini mencakup pelestarian dalam kehidupan sehari-hari, seperti penggunaan Batik dan lagu daerah, sinergi aktif antara pemerintah dan masyarakat, serta pengenalan budaya Indonesia secara masif di dunia internasional.