cover
Contact Name
Muhammad Ridha Syafii Damanik
Contact Email
mridhadamanik@unimed.ac.id
Phone
+6285225469715
Journal Mail Official
tunasgeografi@unimed.ac.id
Editorial Address
Jl. Willem Iskandar Psr V Medan Estate Medan, 20211 Indonesia
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Tunas Geografi
ISSN : 2301606X     EISSN : 26229528     DOI : https://doi.org/10.24114/tgeo
The main focus of this journal is Geography Learning, Social and Human Geography, Regional Development, Geographic Information Systems, Remote Sensing, Disaster and Mitigation, Geology and Geomorphology, Oceanography and Coastal. This journal target is teachers, lecturers, graduates, and practitioners in the field of geography. As a scientific communication medium, this magazine serves to provide a publication tool for the development of concepts and theoretical studies, and actual issues relevant in the field of Geography. This journal is published twice a year in July and December and is circulated as a publication material for education in geography, geography, or other relevant fields.
Articles 188 Documents
Analisis Kehilangan Karbon Organik Tanah pada Daerah Aliran Sungai Deli (DAS) Deli Provinsi Sumatera Utara Yulia Fitri Harahap
Tunas Geografi Vol 8, No 1 (2019): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v8i1.13481

Abstract

AbstractThis study aims to (1) Analyze the relationship between surface runoff and soil organic carbon loss in the Deli River Basin. (2) Determine the amount of soil organic carbon loss in the Deli DAS for a year. Observation and measurement techniques conducted this research at the sample point, namely at the Deli Watershed outlet, namely by taking water samples per water level and documentation techniques to collect secondary data related to the study area. Data analysis techniques used include qualitative data analysis techniques and qualitative analysis which provides for analysis of laboratory data for water sample testing to see organic carbon content per water level, statistical data analysis to analyze the influence and relationship of surface flow with water level in the Flow Area Deli River and calculate the total soil organic carbon loss in the Deli River Basin, and descriptive data analysis to describe soil organic carbon loss in the Deli River Basin. The results showed (1) there was an influence between surface runoff and soil organic carbon loss with a positive linear relationship where an increase would follow any increase in surface runoff in soil organic carbon loss, (2) soil organic carbon loss in the Deli River Basin was 6.04 tons/ha/ year.Keywords: watershed, Soil Organic Carbon, High Water LevelAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis hubungan aliran permukaan dengan kehilangan karbon organik tanah di DAS Deli. (2) Mengetahui jumlah kehilangan karbon organik tanah di DAS Deli selama setahun. Penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi dan pengukuran pada titik sampel yaitu di outlet Daerah Aliran Sungai Deli yaitu dengan mengambil sampel air per tinggi muka air dan teknik dokumentasi untuk mengumpulkan data sekunder yang berkaitan dengan daerah penelitian. Teknik analisis data yang digunakan antara lain teknik analisis data kualitatif dan analisis kuantitatif yang meliputi analisis data laboratorium untuk uji sampel air untuk melihat kadar karbon organik per tinggi muka air, analisis data statistik untuk menganalisis pengaruh dan hubungan aliran permukaan dengan tinggi muka air di Daerah Aliran Sungai Deli serta menghitung total kehilangan karbon organik tanah di Daerah Aliran Sungai Deli, dan analisis data deskriptif untuk mendeskripsikan kehilangan karbon organik tanah di Daerah Aliran Sungai Deli. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat pengaruh antara aliran permukaan dengan kehilangan karbon organik tanah dengan hubungan linier positif dimana setiap terjadinya peningkatan aliran permukaan akan diikuti dengan peningkatan kehilangan karbon organik tanah, (2) kehilangan karbon organik tanah di Daerah Aliran Sungai Deli adalah sebesar 6,04 ton/ha/tahun.Kata Kunci: DAS, Karbon Organik Tanah, Tinggi Muka Air
STUDI TENTANG KERUSAKAN HUTAN MANGROVE DI DESA LUBUK KERTANG KECAMATAN BRANDAN BARAT KABUPATEN LANGKAT Zulvita Hertinia Sari
Tunas Geografi Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Tunas Geografi
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v1i1.494

Abstract

ABSTRAK Studi Tentang Kerusakan Hutan Mangrove Di Desa Lubuk Kertang Kecamatan Berandan Barat. Medan : Jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial UNIMED 2011 Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keadaan hutan mangrove di Desa Lubuk Kertang serta bagaimana dampak kerusakan hutan mangrove terhadap sosial ekonomi masyarakat nelayan tradisional di Desa Lubuk Kertang Kecamatan Brandan Barat. Penelitian ini dilakukan di Desa Lubuk Kertang Kecamatan Berandan Barat Kabupaten Langkat pada bulan Juni 2011. Penelitian ini bersifat deskriptif dan yang menjadi populasi dan sampel dalam penenlitian ini adalah seluruh wilayah hutan mangrove yang berada di Desa Lubuk Kertang Kecamatan Brandan Barat, tetapi untuk keperluan data-data yang berhubungan dengan keadaan mangrove sumber datanya adalah kepala keluarga (KK) nelayan yang berdomisili di Desa Lubuk Kertang Kecamatan Brandan Barat sebanyak 170 kk. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 15% dari jumlah populasi yaitu 25 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Keadaan hutan mangrove di Desa Lubuk Kertang Kecamatan Brandan Barat dengan luas kerusakan hutan mangrove 740 Ha (61,67%) dari luas seluruh hutan mangrove 1200 Ha. Kerusakan hutan mangrove tergolong kondisi berat 528 Ha (71,35%) dari luas kerusakan mangrove 740 Ha. (2) Rusaknya hutan mangrove berdampak negatif bagi nelayan Desa lubuk Kertang karena menyebabkan biota-biota laut semakin berkurang, Sebelum kerusakan terjadi pendapatan masyarakat nelayan cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, namun setelah kerusakan terjadi pendapatan masyarakat nelayan menurun drastis, untuk memenuhi kebutuhannya saja tidak mencukupi apa lagi untuk menyekolahkan anak-anaknya tidak mampu karena tingkat pendapatan yang sangat rendah. Kata kunci       : studi, kerusakan, hutan mangrove
ANALISIS MANFAAT HUTAN MANGROVE DI DESA TANJUNG REJO KECAMATAN PERCUT SEI TUAN KABUPATEN DELI SERDANG SUMATERA UTARA Debby Desniwati Samosir; Restu Restu
Tunas Geografi Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v6i1.8344

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1)jenis pemanfaatan hutan mangrove yang dilakukan oleh masyarakat serta (2) nilai manfaat langsung dan tidak langsung dari hutan mangrove di Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan Kab.Deli Serdang yang di dikonversikan ke dalam nilai rupiah. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tanjung Rejo Kec. Percut Sei Tuan Kab. Deli Serdang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wilayah hutan mangrove di Desa Tanjung Rejo. Sampel dalam penelitian ini adalah 10% dari total populasi yaitu 84 KK dari jumlah  populasi 833 KK. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kuantitatif yaitu pendekatan yang menggambarkan sesuatu berdasarkan jumlah atau banyaknya, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan teknik survey yaitu ; penelitian yang langsung kelapangan dengan mengambil sampel dari suatu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data yang pokok. Metode pengambilan sampel ditentukan secara perposive. Hasil penelitian yang dilakukan ditemukan enam jenis manfaat langsung hutan mangrove di Desa Tanjung Rejo Kec. Percut Sei Tuan Kab. Deli Serdang yaitu : tambak, tambak pemancingan, nelayan tradisional, pembudidaya bibit mangrove, ekowisata, usaha batik. Manfaat tidak langsung yang berhasil ditemukan berupa manfaat penahan abrasi dan penahan intrusi air laut. Hasil nilai manfaat hutan mangrove di Desa Tanjung Rejo Kec. Percut Sei Tuan Kab. Deli Serdang, menunjukkan proporsi masing-masing manfaat langsung sebesar Rp.150.885.676,- (7,11%) dan nilai manfaat tidak langsung hutan mangrove sebesar Rp. 1.970.225.000,- atau (92,89%)%) sehingga nilai total manfaat langsung dan tidak langsung hutan mangrove yang ada di Desa Tanjung Rejo mencapai Rp. 2.121.110.676,-.Kata kunci : mangrove, tanjung rejo
PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL KONVENSIONAL DAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA MATERI BIOSFER KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 PANCUR BATU G Lian Nababan
Tunas Geografi Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Tunas Geografi
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v1i1.476

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa menggunakan model konvensional dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams – Achievement Divisions (STAD) pada materi Biosfer di kelas XI IS SMA Negeri 1 Pancur Batu Tahun Ajaran 2010 / 2011. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Pancur Batu tahun 2010. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas XI IS SMA Negeri 1 Pancur Batu yang berjumlah 3 kelas, dan sampelnya ditentukan 2 kelas secara purporsive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik komunikasi tidak langsung dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa menggunakan model konvensional dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada materi Biosfer di SMA Negeri 1 Pancur Batu T.A. 2010/2011. Hal ini ditunjukkan dari hasil uji t yakni t  (2,12) > t (1,99) dengan dk = 78 pada taraf α = 0,05. Hal ini berarti model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih efektif digunakan pada materi Biosfer.   Kata Kunci : Model pembelajaran konvensional, model STAD
FAKTOR PENYEBAB KECENDERUNGAM MASYARAKAT MEMILIH TEMPAT TINGGAL DI SEMPADAN SUNGAI PADANG KOTA TEBING TINGGI Roudhatul Hasanah Pane
Tunas Geografi Vol 5, No 1 (2016): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v5i1.5852

Abstract

Perumahan merupakan kebutuhan masyarakat yang paling mendasar, dan dalam pemenuhannya masih  sulit dijangkau terutama oleh penduduk berpendapatan rendah di Indonesia, khususnya di perkotaan sehingga menyebabkan adanya pemukiman kumuh dan liar di sekitar sempadan rel, sempadan sungai, di bawah jembatan tol, dan di atas tanah yang ditelantarkan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab dan faktor dominan masyarakat memilih tempat tinggal khususnya yang berada di sempadan sungai. Dalam penelitian ini, data yang diolah adalah data primer yang diambil berdasarkan survey lapangan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Kepala Keluarga (KK) yang bermukim di sempadan sungai Padang Kota Tebing Tinggi yang tersebar di 5 (lima) Kecamatan, yaitu : (1) Kecamatan Rambutan; (2)  Kecamatan Padang Hulu; (3) Kecamatan Padang Hilir; (4) Kecamatan Tebing Tinggi Kota; dan (5) Kecamatan Bajenis  dengan jumlah 687 KK sedangkan sampel ditetapkan secara acak proporsi sebesar 15%  dari jumlah populasi yaitu 687 KK, sehingga diperoleh 103 KK. Yang menjadi variabel penelitian adalah faktor penyebab masyarakat memilih tempat tinggal di sempadan Sungai Padang Kota Tebing Tinggi yaitu : (1) faktor pendidikan; (2) faktor pekerjaan; (3) faktor pendapatan; (4) faktor dekat dengan tempat bekerja; (5) faktor dekat dengan sarana transportasi; (6) faktor keeratan hubungan sosial (sistem kekerabatan).. Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian menggunakan teknik deskriptif yaitu dengan mentabulasikan data yang didapatkan melalui jawaban dari hasil wawancara dan angket, kemudian menguraikan dan menganalisis data berdasarkan persentase dari tabel frekuensi, gambar, dan sebagainya. Kata kunci: perumahan, pemukiman, sempadan sungai
PENDAPAT MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN MENGENAI UMUR AWAL PERNIKAHAN REMAJA PEREMPUAN KURANG DARI 20 TAHUN Desi Permata Sari
Tunas Geografi Vol 7, No 2 (2018): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v7i2.11646

Abstract

Pernikahan yang terjadi pada usia muda dikalangan mahasiswa merupakan salah satu kejadian yang jarang ditemukan. Pernikahan adalah upacara pengikatan janji nikah yang dirayakan atau dilaksanakan oleh dua orang dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara norma agama, norma hukum, dan norma sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapat mahasiswa Universitas Negeri Medan mengenai umur awal pernikahan remaja perempuan kurang dari 20 tahun. Penelitian ini berlokasi di Universitas Negeri Medan. Dalam penelitian ini digunakan metode angket atau kuesioner sebagai teknik pengumpulan data dan dalam proses analisis data penelitian digunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Sampel yang digunakan sebanyak 77 mahasiswa. Data yang diperoleh dari hasil penelitian melalui kuesioner adalah, pendapat terendah yaitu sangat setuju sebesar 5,19%, dan pendapat tertinggi yaitu tidak setuju dengan persentase sebesar 38,96%.Umur yang ideal untuk menikah yaitu berkisar antara umur 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki.
ANALISIS KELONGSORAN PENGEMBANGAN RUAS JALAN BUJANGGA PINGGIRAN SUNGAI SEGAH KOTA TANJUNG REDEP KABUPATEN BERAU Bagus Eko Prasetyo; Mansyur Mansyur; Fahrudi Ahwan Ikhsan; Andri Estining Sejati
Tunas Geografi Vol 9, No 1 (2020): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v9i1.17366

Abstract

 This research discussed the effect of scouring on the stability of the slope on the Bujangga street STA 00+000 sd STA 00+075. A landslide had occurred in the development of a road located on the Bujangga riverside. The road is the result of widening which was previously only 2 lanes with a width of 8 m to 4 lanes with a width of 20 m. Landslides occured at STA 00+000 up to STA 00+075. At the STA the road experiences a landslide in the direction of the river to the elevation of the road surface down as deep as ± 2m. This research type is survey. Data was collected with documentation of post-landslide soil investigations, investigation of landslide conditions in the field, and sheet-pile slip simulation using the finite element method with helping the PLAXIS V.7.2 program. Data analysis with descriptive and back analysis to input soil parameters produces deformation and landslide mechanism that is relevant to actual conditions in the field. As a result of scouring of the river there is a reduction in passive pressure on the outside of the sheetpile which results in a decrease in the value of the safety factor of the road including other buildings such as settlements. This is indicated by the results of modeling and simulation above which gives the value of FS=1.2602 without scouring and FS=1.045 after scouring. The scouring of the river can be concluded that on a long-term scale the location is a landslide prone location.Keywords: Landslide Analysis, Finite Element, Road Development, Riverside  Penelitian ini membahas pengaruh scouring terhadap stabilitas lereng pada kelongsoran Jalan Bujangga STA 00+000 sd STA 00+075. Pernah terjadi kelongsoran pada pengembangan jalan yang berlokasi di pinggiran sungai Bujangga. Jalan tersebut merupakan hasil pelebaran yang sebelumnya hanya 2 lajur dengan lebar 8 m menjadi 4 lajur dengan lebar 20 m. Kelongsoran terjadi pada STA 00+000 sampai dengan STA 00+075. Pada STA tersebut jalan mengalami kelongsoran ke arah sungai hingga elevasi permukaan jalan turun sedalam ± 2m. Penelitian ini berjenis survey. Data dikumpulkan dengan dokumentasi penyelidikan tanah pasca longsoran, investigasi kondisi longsoran di lapangan, dan simulasi kelongsoran sheetpile menggunakan metode elemen hingga dengan bantuan program PLAXIS V.7.2. Analisis data dengan deskriptif dan back analysis hingga parameter tanah input menghasilkan deformasi dan mekanisme kelongsoran yang relevan dengan kondisi actual di lapangan. Akibat dari scouring atau gerusan sungai terjadi pengurangan tekanan pasif pada sisi luar sheetpile yang berakibat penurunan nilai faktor keamanan dari jalan termasuk bangunan lain seperti pemukiman. Hal tersebut ditunjukkan oleh hasil pemodelan dan simulasi di atas yang memberikan nilai FS=1.2602 tanpa scouring dan FS=1.045 setelah adanya scouring. Adanya gerusan pada bibir sungai dapat disimpulkan bahwa dalam skala jangka panjang lokasi tersebut merupakan lokasi rawan bencana longsoran.Kata Kunci: Analisis Longsoran, Elemen Hingga, Pengembangan Jalan, Pinggiran Sungai
ANALISIS PERMUKIMAN PENDUDUK DI KELURAHAN PULO BRAYAN DARAT I KECAMATAN MEDAN TIMUR Mahatir Asad; Muhammad Arif
Tunas Geografi Vol 4, No 2 (2015): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v4i2.5829

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Keadaan permukiman penduduk di Kelurahan Pulo Brayan Darat I ditinjau dari kualitas rumah tinggal (jenis lantai, atap, dinding, ruang tamu dan kamar tidur) (2) Keadaan permukiman penduduk di Kelurahan Pulo Brayan Darat I ditinjau dari kualitas lingkungan rumah tinggal (limbah padat dan limbah cair).Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Pulo Brayan Darat I 2013. Populasidalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga yang bermukim di Kelurahan Pulo Brayan Darat I yang berjumlah 4497 KK dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 98 KK dengan menggunakan rumus Slovin. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan yakni teknik analisis deskriptif kualitatif.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Keadaan permukiman penduduk ditinjau dari kualitas rumah tinggal, yang dilihat dari kondisi fisik dan kondisi fasilitas rumah menunjukkan bahwa sebesar 19,40% responden memiliki kualitas rumah tinggal yang diketegorikan baik dan sebesar 47,94% kualitas rumah responden dikategorikan sedang, sedangkan sisanya 32,66% kualitas rumah responden dikategorikan buruk (2) Keadaan permukiman penduduk ditinjau dari kualitas lingkungan rumah tinggal yang dilihat dari sistem pembuangan limbah padat dan sistem pembuangan limbah cair serta jarak sumur ke tempah limbah atau septik tank menunjukkan bahwa sebesar 31,63% responden memiliki kualitas lingkungan yang dikategorikan baik, 54,08% memiliki kualitas lingkungan yang dikategorikan sedang dan sisanya memiliki kualitas lingkungan yang diketegoorikan buruk yaitu sebesar 14,29%.Kata kunci: Permukiman Penduduk
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN JERUK DI KELURAHAN PEGAGAN JULU I KECAMATAN SUMBUL KABUPATEN DAIRI Edi Valdo Sipayung; Anik Juli Dwi Astuti
Tunas Geografi Vol 7, No 1 (2018): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v7i1.12226

Abstract

Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui: 1) Karakteristik lahan yang dilihat dari suhu, ketersediaan air, kondisi perakaran, daya menahan hara, ketersediaan unsur hara dan topografi untuk lahan jeruk di Kelurahan Pegagan Julu I Kecamatan Sumbul Kabupaten Dairi. 2) Kesesuaian lahan untuk tanaman jeruk dilihat dari karakteristik lahan (suhu, ketersediaan air, kondisi perakaran, daya menahan hara, ketersediaan unsur hara dan topografi) di Kelurahan Pegagan Julu I Kecamatan Sumbul Kabupaten Dairi. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Pegagan Julu I Kecamatan Sumbul Kabupaten Dairi tahun 2017. Populasi dalam penelitian ini ialah seluruh lahan kering di Kelurahan Pegagan Julu I seluas 146 Ha. Sampel ditentukan secara Stratified Random Sampling berdasarkan kelas kemiringan lereng daerah penelitian. Teknik pengumpulan data yang dilakukan ialah observasi, pengukuran dan studi dokumenter. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Karakteristik lahan di Kelurahan Pegagan Julu I cukup baik untuk peruntukan tanaman jeruk. Hal ini didukung oleh rata-rata suhu harian sebesar 21,50C  dan curah hujan tahunan sebesar 1.794 mm/tahun yang baik untuk tanaman jeruk. Beberapa karakteristik lahan yang lain juga mendukung tumbuhnya tanaman jeruk karena memiliki drainase yang agak baik, tekstur lempung berpasir, kedalaman tanah yang dalam sekitar 78-94 cm, KTK liat yang cukup sebesar 8,37-11,34, pH H2O yang normal antara 5,67-6,12, P2O5 sebesar 10,24-13,09 ppm dan tidak terdapatnya batuan di permukaan serta singkapan batuan. Karakteristik yang menghambat tumbuhnya tanaman jeruk ialah ketersediaan N-Total yang rendah dan kemiringan lereng yang terjal dengan persentase luas lahan sebesar 2% dari keseluruhan lahan di kelurahan tersebut. 2) Kelurahan Pegagan Julu I berada pada kelas kesesuaian lahan S2sr. Lahan yang memiliki pembatas paling banyak adalah satuan lahan IV dan V dengan persentase luas lahan sebesar 5% dari keseluruhan lahan  dan faktor pembatasnya ialah ketersediaan N-Total yang berada pada kelas S3 dan Kemiringan lereng yang berada pada kelas N. Sedangkan lahan yang memiliki pembatas paling sedikit adalah satuan lahan I, II dan III dengan persentase luas sebesar 95% dari keseluruhan lahan. Faktor pembatas ringan pada satuan lahan ini yaitu KTK, N-Total, P2O5 dan kemiringan lereng yang masing berada pada kelas S2. Drainase, tekstur, pH, batuan permukaan dan singkapan batuan menjadi faktor pendukung di satuan lahan ini karena masing-masing berada pada kelas S1. Kata kunci: kesesuaian lahan, suhu, ketersediaan air, kondisi perakaran, daya menahan hara
KESESUAIAN PEMETAAN DAERAH POTENSI RAWAN BANJIR METODE OVERLAY DENGAN KONDISI SEBENARNYA DI KOTA KENDARI Suliamin Kasnar; Muhammad Hasan; La Arfin; Andri Estining Sejati
Tunas Geografi Vol 8, No 2 (2019): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v8i2.15088

Abstract

Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara rentan terhadap bencana banjir. Hampir setiap tahun Kota Kendari mengalami banjir. Hal ini dikarenakan kota Kendari merupakan daerah muara sungai Wanggu yang berhulu di Konawe Selatan. Tujuan penelitian dalam paper ini adalah untuk mengetahui persebaran daerah potensi banjir dan kesesuaian dengan kondisi sebenarnya di Kota Kendari. Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif yang didalamnya mencakup penelitian survey. Data dalam penelitian ini terdiri atas primer dan sekunder. Data primer dikumpulkan dengan cara wawancara secara langsung. Data sekunder diperoleh dalam bentuk peta administrasi, peta jenis tanah, peta curah hujan, peta penggunaan lahan, peta kemiringan lereng dan peta buffer sungai di instansi-instansi terkait, serta dokumentasi. Data dianalisis menggunakan metode overlay dengan pembobotan dan scoring, dengan parameter: kemiringan lereng, jenis tanah, curah hujan, buffer sungai, dan penggunaan lahan. Hasil menunjukkan bahwa 95% daerah di Kota Kendari rawan banjir dengan variasi agak, cukup, rawan, dan sangat rawan. Cukup rawan menempati posisi tertinggi sebesar 10742,51 ha atau 40%. Tingkat kesesuaian peta dengan sebenarnya mencapai 95% artinya hasil analisis spasial dapat digunakan dalam pemetaan tingkat kerawanan banjir di Kota Kendari.

Page 3 of 19 | Total Record : 188