cover
Contact Name
Muhammad Ridha Syafii Damanik
Contact Email
mridhadamanik@unimed.ac.id
Phone
+6285225469715
Journal Mail Official
tunasgeografi@unimed.ac.id
Editorial Address
Jl. Willem Iskandar Psr V Medan Estate Medan, 20211 Indonesia
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Tunas Geografi
ISSN : 2301606X     EISSN : 26229528     DOI : https://doi.org/10.24114/tgeo
The main focus of this journal is Geography Learning, Social and Human Geography, Regional Development, Geographic Information Systems, Remote Sensing, Disaster and Mitigation, Geology and Geomorphology, Oceanography and Coastal. This journal target is teachers, lecturers, graduates, and practitioners in the field of geography. As a scientific communication medium, this magazine serves to provide a publication tool for the development of concepts and theoretical studies, and actual issues relevant in the field of Geography. This journal is published twice a year in July and December and is circulated as a publication material for education in geography, geography, or other relevant fields.
Articles 188 Documents
PERMASALAHAN PERMUKIMAN LIAR DI DUSUN IV LAMTORO II RT. V DESA BANDAR KLIPPA, KECAMATAN PERCUT SEI TUAN, KABUPATEN DELI SERDANG, SUMATERA UTARA Mona Adria Wirda; M. Rizky Akbar; Rajul Munawar; Riki Rahmad
Tunas Geografi Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v6i1.8349

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Legalitas lahan di Dusun IV Lamtoro II RT. V Desa Bandar Klippa Kecamatan Percut Sei Tuan, (2) Kualitas fisik permukiman di Dusun IV Lamtoro II RT. V Desa Bandar Klippa Kecamatan Percut Sei Tuan. Penelitian ini dilakukan di di Dusun IV Lamtoro II RT. V Desa Bandar Klippa Kecamatan Percut Sei Tuan. Populasi dalam penelitian ini adalah Dusun IV Lamtoro II RT. V Desa Bandar Klippa Kecamatan Percut Sei Tuan.Teknik pengambilan sampel adalah dengan mengambil 10% dari jumlah KK yang bermukim disana. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif kualitatif yaitu mengumpulkan, menganalisis menafsirkan serta memberikan penilaian terhadap kondisi fisik wilayah yang dikategorikan kedalam tiga kategori yaitu Permukiman Elit, Perkampungan Kota, dan Permukiman Kumuh. Faktor pendorong masyarakat bertempat tinggal di lokasi permukiman liar disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya kepadatan penduduk yang tinggi sehingga banyak masyarakat yang tidak dapat untuk membangun rumah dikarenakan lahan yang tidak memadai dan memilih untuk membangun rumah di lahan illegal milik pemerintah tersebut.Kemudian dengan harga lahan yang murah menyebabkan banyak masyarakat yang tergiur untuk membelinya dan tidak mementingkan lahan itu illegal dan membangunnya untuk dijadikan tempat tinggal. Selain itu masih banyak masyarakat yang kurang mampu tidak mampu untuk mengontrak rumah di daerah kota karena harga sewa yang semakin tinggi sehingga mencari rumah kontrakan di permukiman liar dikarenakan harga sewa yang murah. Berdasarkan kualitas rumah dan lingkungan, maka di daerah Dusun IV Lamtoro II RT. V terdapat 15 dari 30 rumah dengan golongan Perkampungan Kota serta 15 dari 30 rumah dengan golongan Permukiman Kumuh.Kata kunci : permukiman liar, legalitas lahan, kualitas fisik 
ANALISIS PENANGANAN PERMUKIMAN KUMUH DI KECAMATAN MEDAN DENAI Muhammad Rizky Akbar; Nina Novira
Tunas Geografi Vol 8, No 1 (2019): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v8i1.15453

Abstract

AbstractSlum has still been a problem in the City of Medan. However, the effort in dealing with it is suspected to be inadequate. Thus, study aims to find out the rate of slum in Denai District and slum handling pattern in Denai District. This research was conducted at the Denai District. The study was conducted in all villages identified slums in Denai District that is Tegal Sari Mandala II Village and Tegal Sari Mandala III Village. Data collection techniques in this study were observation and interview. The data analysis technique used is qualitative descriptive. The results showed that the rate of slum in Denai District in Tegal Sari Mandala II Village is mild slum and Tegal Sari Mandala III Village is mild slum. While slum handling pattern done in Denai District is restoration. Handling made in Tegal Sri Mandala II Village is improvement of drainage and culverts structures, concretes plates and waste facilities like waste cart. While handling made in Tegal Sri Mandala III Village is improvement of drainage structures, waste water management system and waste facilities. Generally, the handling effort has not succeeded in improving the slum status of the neighborhood.Keywords: Rate of Slum, Handling Pattern, Slum AbstrakPemukiman kumuh masih menjadi masalah di Kota Medan. Namun, upaya penanganannya disinyalir masih kurang memadai. Karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat Kekumuhan di Kecamatan Medan Denai dan pola penanganan permukiman kumuh di Kecamatan Medan Denai. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Medan Denai. Lokasi penelitian ini adalah seluruh kelurahan yang teridentifikasi kumuh di Kecamatan Medan Denai yaitu 2 kelurahan yang terdiri dari Kelurahan Tegal Sari Mandala II dan Tegal Sari Mandala III. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kekumuhan yang terdapat di Kecamatan Medan Denai adalah Kelurahan Tegal Sari Mandala II masuk dalam kategori kumuh ringan, Kelurahan Tegal Sari Mandala III masuk dalam kategori kumuh ringan. Sedangkan pola penanganan yang dilakukan di Kecamatan Medan Denai adalah pemugaran. Penanganan yang telah dilakukan di Kelurahan Tegal Sari Mandala II adalah perbaikan struktur drainase dan gorong-gorong, plat beton dan sarana persampahan bak sampah. Sedangkan penanganan yang telah dilakukan di Kelurahan Tegal Sari Mandala III adalah perbaikan struktur drainase, sistem pengelolaan air limbah dan sarana persampahan. Secara umum upaya yang telah dilakukan masih belum mampu meningkatkan status pemukiman tersebut menjadi tidak kumuh.Kata Kunci: Tingkat Kekumuhan, Pola Penanganan, Permukiman Kumuh
Analisis Kebutuhan dan Ketersediaan Air Secara Meteorologis Di Daerah Aliran Sungai Deli Provinsi Sumatera Utara Yustika Eka W. Solin
Tunas Geografi Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Tunas Geografi
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v1i1.480

Abstract

Abstrak Penelitian ini memiliki tujuan adalah : (1) Mengetahui kebutuhan air di Daerah Aliran Sungai Deli. (2) Mengetahui ketersediaan air secara meteorologis di Daerah Aliran Sungai Deli.Penelitian ini memiliki populasi yaitu seluruh wilayah kecamatan yang termasuk ke DAS Deli berjumlah 29 kecamatan dengan luas 47.313,454 Ha, yang sekaligus dijadikan sampel total dari penelitian ini. Variabel dalam penelitian ini adalah kebutuhan air untuk (domestik, pertanian, perikanan, peternakan, dan industri) dan ketersediaan air dihitung dengan pendekatan neraca air secara meteorologis (untuk mencari curah hujan rata-rata tahunan) di DAS Deli. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Kebutuhan air di kecamatan yang masuk di DAS Deli baik itu dalam hal pemenuhan kebutuhan domestik, pertanian, perikanan, peternakan dan industri relatif besar yaitu 63.305.774,05 m3/tahun. 2) Ketersediaan air yang ada di DAS Deli secara keseluruhan jumlahnya cukup banyak sebesar 202.649.845,91 m3/tahun dan sangat penting bagi masyarakat karena mampu mengimbangi terhadap kebutuhan masyarakat.  Kata kunci : Kebuthan air dan ketersediaan air secara meteorologis
PEMANFAATAN CITRA LANDSAT 8 UNTUK PENENTUAN KORELASI INDEKS VEGETASI DENGAN KADAR KLOROFIL TANAMAN PADI DI KECAMATAN KOTO TANGAH KOTA PADANG Hanifa Fitri
Tunas Geografi Vol 6, No 2 (2017): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v6i2.8573

Abstract

Klorofil merupakan zat utama pada daun yang berfungsi sebagai alat fotosintesis dan secara tidak langsung akan mempengaruhi hasil produksi padi. Penggunaan Landsat 8 sangat banyak manfaatnya bagi pertanian, diantaranya untuk mengetahui kadar klorofil pada tanaman padi sehingga dapat ditentukan kesehatan tanaman, dan kesehatan tanaman juga bisa ditentukan  dari kadar klorofil padi. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang yang bertujuan untuk mengetahui korelasi antara nilai Indeks Vegetasi dengan kadar klorofil pada tanaman padi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji labolatorium dengan spektrofotometri dan metode regresi linier sederhana untuk mengetahui korelasi antara kedua variabel. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Data primer berupa pengambilan sampel daun padi dan koordinat titik sampel, sedangkan data sekundernya adalah citra landsat 8 yang diperoleh dari website USGS. Daun padi yang diambil akan diukur kadar klorofilnya mengunakan metode Wintermans and De Mots denganalat Spektrofotometer. Hasil pengukuran tersebut selanjutnya dikorelasikan dengan indeks vegetasi dari citra satelit menggunakan SPSS. Berdasarkan hasil regresi maka didapatkan korelasi yang paling kuat yaitu NDGI dengan nilai R2=0.760 dan persamaan regresi linier Y=0.007+0.004x.Kata kunci : Spektrofotometer, Klorofil, Indeks Vegetasi, Landsat  8. AbstractChlorophyll is the main substance in the leaves that serves as a means of photosynthesis and will indirectly affect the yield of rice production. The use of Landsat 8 is very useful for agriculture, among others to know the chlorophyll content in rice plants so that can be determined plant health, and plant health can also be determined from rice chlorophyll content. This research was conducted in District Koto Tangah in Padang City which aims to know the correlation between Vegetation Index value with chlorophyll content of rice plants. The method used in this research using laboratory test with spectrophotometry and simple linear regression method to know the correlation between the two variables. The data used in this research are primary data and secondary data. Primary data are sampling of rice leaf and point coordinate, while secondary data is landsat 8 image obtained from USGS website. Rice leaves taken will be measured chlorophyll content using Wintermans and De Mots method with Spectrophotometer. The measurement results correlated with the vegetation index of the satellite image using SPSS. Based on the results of the regression obtained the strongest correlation is NDGI with value R2 = 0.760 and linear regression equation Y = 0.007 + 0.004x.Keywords: Spectrophotometer, Chlorophyll, Vegetation Index, Landsat 8.
DAMPAK POPULASI DAN MOBILITAS PERKOTAAN TERHADAP PENYEBARAN PANDEMI COVID-19 DI JAKARTA Rizki Adriadi Ghiffari
Tunas Geografi Vol 9, No 1 (2020): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v9i1.18622

Abstract

 The Covid-19 disease outbreak has spread to more than 200 countries, including Indonesia. Epicenter of the spread of the disease is in big cities that have been designated as local transmission, including the city of Jakarta. In addition to the ability of virus transmission, the spread of infectious diseases directly is also influenced by the characteristics of the population and human mobility as a breeding ground for viruses. Based on the results of the correlation test, it was found that mobility within the city and external mobility, had an intermediate effect on the spread of COVID-19 disease. While the human development index, population growth, poor population, and vulnerable age variables also have a low impact on the spread of this disease. The ability to detect and respond to large-scale disease outbreaks is needed, and effective population mobility restrictions are needed to control the spread of this disease.Key words: Urban Demographic, Urban Mobility, Covid-19 Pandemic  Wabah penyakit Covid-19 telah menyebar ke lebih dari 200 negara, termasuk Indonesia. Episentrum penyebaran penyakit berada di kota-kota besar yang telah ditetapkan sebagai transmisi lokal, diantaranya Kota Jakarta. Selain kemampuan penularan virus, penyebaran penyakit menular langsung juga dipengaruhi oleh karakteristik populasi dan mobilitas manusia sebagai inang perkembangbiakan virus. Berdasarkan hasil uji korelasi didapatkan bahwa mobilitas di dalam kota dan mobilitas dari luar kota, berpengaruh dalam tingkat menengah terhadap penyebaran penyakit COVID-19. Sedangkan variabel indeks pembangunan manusia, pertumbuhan penduduk, penduduk usia rentan, penduduk miskin  juga berpengaruh secara rendah terhadap penyebaran penyakit ini. Diperlukan kemampuan mendeteksi dan merespon wabah penyakit skala besar, serta pembatasan mobilitas penduduk yang efektif untuk dapat mengendalikan penyebaran penyakit ini.Kata Kunci: Karakteristik Demografi, Mobilitas Penduduk, Pandemi Covid-19
ANALISIS KETERSEDIAAN FASILITAS PELAYANAN EKONOMI DALAM PENGEMBANGAN WILAYAH KECAMATAN SALAK KABUPATEN PAKPAK BHARAT Olotci Berutu; Maringat Sirait
Tunas Geografi Vol 4, No 2 (2015): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v4i2.5833

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) ketersediaan fasilitas pelayanan ekonomi meliputi fasilitas pasar, toko, kios atau warung, reparasi sepeda motor dan fasilitas bank, (2) tingkat aksesibilitas wilayah Kecamatan Salak. Penelitian ini dilakasanakan di Kecamatan Salak  Tahun  2013. Dalam penelitian yang menjadi Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh Desa di Kecamatan Salak yang memiliki fasilitas pelayanan ekonomi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik studi dokumenter. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kuantitaif. Hasil penelitian menunjukkan : (1) fasilitas pelayanan ekonomi di Kecamatan Salak meliputi fasilitas pasar, toko, kios atau warung, reparasi sepeda motor dan fasilitas bank sudah tersedia namun melebihi kebutuhan penduduk. Fasilitas pasar yang tersedia 2 unit yang dibutuhkan 1 unit, fasilitas toko yang tersedia 20 unit yang dibutuhkan 3 unit, fasilitas kios atau warung yang tersedia 144 unit yang dibutuhkan 3 unit, fasilitas reparasi sepeda motor yang tersedia 26 unit yang dibutuhkan 3 unit dan fasilitas bank yang tersedia 2 unit yang dibutuhkan 1 unit. Ketersediaan fasilitas pelayanan ekonomi di Kecamatan Salak  berlebih sebanyak 173 unit unit. (2) tingkat aksesibilitas wilayah di Kecamatan Salak yang memiliki daya tarik paling kuat desa Salak II. Kata Kunci:     Fasilitas Pelayanan Ekonomi, Pengembangan Wilayah
ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN KELUARGA NELAYAN PERAHU MESIN TEMPEL DI KELURAHAN BELAWAN BAHAGIA KECAMATAN BELAWAN KOTA MEDAN Nuraini Hutabarat; Walbiden Lumbantoruan
Tunas Geografi Vol 7, No 2 (2018): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v7i2.12229

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Pendapatan keluarga nelayan perahu mesin tempel di kelurahan Belawan Bahagia Kecamatan Belawan Kota Medan, (2) Tingkat kesejahteraan keluarga nelayan perahu mesin tempel di Kelurahan Belawan Bahagia Kecamatan Belawan Kota Medan. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Belawan Bahagia Kecamatan Belawan Kota Medan tahun 2018. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Nelayan Perahu Mesin Tempel di Kelurahan Belawan Bahagia yang berjumlah 33 kepala keluarga. Sampel dalam penelitian ini menggunakan Total Sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik komunikasi langsung dan teknik studi dokumenter. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tingkat pendapatan keluarga nelayan perahu mesin tempel di Kelurahan Belawan Bahagia 16 (48,49%) keluarga tergolong dalam kategori sedang, 9 (27,27%) keluarga tergolong dalam kategori tinggi, dan 8 (24,24%) keluarga yang tergolong dalam kategori rendah. Bila dikaitkan dengan UMR kota Medan 2018 (Rp.2.132.188) maka pendapatan keluaraga nelayan perahu mesin tempel seluruhnya berada di atas UMR kota Medan. (2) Tingkat kesejahteraan keluarga nelayan perahu mesin tempel di kelurahan Belawan Bahagia 8 (24,24%) keluarga tergolong Keluarga Pra Sejahtera, 19 (57,58%) keluarga tergolong Keluarga Sejahtera I, 3 (9,09%) keluarga tergolong Keluarga Sejahtera II, 2 (6,06%) keluarga tergolong Keluarga Sejahtera III, dan 1 (3,03%) keluarga tergolong Keluarga Sejahtera III+. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pendapatan mempengaruhi tingkat kesejahteraan keluarga, yang mana semakin tinggi pendapatan keluarga, semakin tinggi pula tingkat kesejahateran keluarga tersebut. Kata kunci: Nelayan, Kesejahteraan, Pendapatan
NILAI-NILAI DALAM AKTUALISASI PENINGKATAN KARAKTER KEPEDULIAN LINGKUNGAN MAHASISWA La Ode Nursalam; Eko Harianto; Muhammad Hasan; Andri Estining Sejati
Tunas Geografi Vol 8, No 2 (2019): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v8i2.17190

Abstract

Abstract The basic values of the State Civil Apparatus (ASN) consist of accountability, nationalism, public ethics, quality commitment, and anti-corruption. The position and role of ASN in the Republic of Indonesia consists of ASN management, the Whole of Government and Public Services. The basic values, roles, and position must be reflected in the issue of solving activities in the basic training activities of the Ministry of Research, Technology and Higher Education. This type of research is a pre-experimental paper with the subject of Udergraduate Geography Education 2016 class. Actualization was carried out from 16 August to 20 November 2018 at USN Kolaka. Activities on campus include: 1) carrying out environmental awareness counseling for students 2) implementing the environmental care integrity pact. 3) GIS training on environmental studies. Off campus activities include: 1) planting trees in the campus environment of USN Kolaka, 2) cleaning the gutters in the campus environment of USN Kolaka, 3) counseling and outreach activities to the community are adapted into environmental awareness counseling by students and lecturers to students in other majors (Mathematics Education). The research instruments were self evaluation, pretest and posttest. Self evaluation data were analyzed descriptively. While the pretest and posttest data were analyzed using parametric inferential statistics through one sample t-test with the help of SPSS 16.0 for Windows. The results of data analysis showed that there was an influence of Basic Training on the characters of environmental awareness of students with the significance value of testing one sample t-test with the help of SPSS 16.0 for Windows of 0,000. All activities nuanced basic values, roles and positions of ASN in the Homeland.Keywords: basic training, character, environment awareness AbstrakNilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara (ASN) terdiri dari akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi. Kedudukan dan peran ASN dalam NKRI terdiri dari manajemen ASN, Whole of Government dan Pelayanan Publik. Nilai dasar, peran, dan kedudukan tersebut wajib tercermin dalam kegiatan pemecahan isu pada kegiatan pelatihan dasar Kementristek Dikti. Jenis penelitian makalah adalah pre eksperimen dengan subjek mahasiswa S1 Pendidikan Geografi Kelas 2016. Aktualisasi dilakukan dari 16 Agustus hingga 20 November 2018 di USN Kolaka. Kegiatan on campus meliputi: 1) melaksanakan penyuluhan peduli lingkungan kepada mahasiswa 2) penerapan pakta integritas peduli lingkungan. 3) Pelatihan SIG kajian lingkungan. Kegiatan off campus meliputi: 1) penanaman Pohon di lingkungan kampus USN Kolaka, 2) Pembersihan Selokan di lingkungan kampus USN Kolaka, 3) kegiatan penyuluhan dan sosialisasi ke masyarakat diadaptasi menjadi penyuluhan kepedulian lingkungan oleh mahasiswa dan dosen ke Mahasiswa jurusan lain (S1 Pendidikan Matematika). Instrumen penelitian adalah self evaluation, pretest dan posttest. Data self evaluation dianalisis dengan deskrriptif. Sedangkan data pretest dan posttest dianalisis menggunakan statistik inferensial parametrik melalui uji satu sampel t-tes dengan bantuan SPSS 16.0 for Windows. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada pengaruh Pelatihan Dasar pada karakter karakter kesadaran lingkungan siswa dengan nilai signifikansi pengujian satu sampel t-test dengan bantuan SPSS 16.0 for Windows sebesar 0.000. Seluruh kegiatan bernuansa nilai dasar, peran, dan kedudukan ASN dalam NKRI.Kata Kunci: pelatihan dasar, karakter, kepedulian lingkungan
AKTIFITAS MASYARAKAT DALAM PENGENDALIAN PENCEMARAN SUNGAI MENCIRIM DI KECAMATAN BINJAI SELATAN KOTA BINJAI Andrie Kesuma Saragih; Nahor M Simanungkalit
Tunas Geografi Vol 4, No 1 (2015): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v4i1.5790

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Aktifitas masyarakat di sekitar Sungai Mencirim Kecamatan Binjai Selatan kota Binjai. (2) Partisipasi masyarakat dalam pengendalian pencemaran Sungai Mencirim Kecamatan Binjai Selatan kota Binjai. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Binjai Selatan Kota Bijai. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh masyarakat yang tinggal disekitar sungai Mencirim Kecamatan Binjai Selatan yang berjumlah 500 KK yang berjarak 100 meter dari tepi sungai. Sampel dalam penelitian ini diambil 10% dari jumlah populasi yaitu 50 KK. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik sampel acak sederhana. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik studi dokumenter dan teknik komunikasi langsung. Teknik analisa data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Aktifitas masyarakat di sekitar Sungai Mencirim Kecamatan Binjai Selatan kota Binjai meliputi: masyarakat yang melakukan aktifitas disekitar air sungai adalah 46 orang (92%) dari jumlah tersebut, terdapat 22 orang (47,83%) untuk mandi, cuci, kakus (MCK) dan yang tidak berjumlah 4 orang (8%). Masyarakat yang memiliki kamar mandi (WC) berjumlah 22 orang (44%) dan masyarakat yang tidak memiliki kamar mandi berjumlah 28 orang (56%). Masyarakat yang menggunakan air sungai untuk mencuci, menggunakan detergen atau sabun cuci berjumlah 40 orang (80%) dan yg tidak berjumlah 10 orang (20%). Masyakat yang tidak memiliki tempat sampah yang berjumlah 30 orang (60%) dan yang memiliki tempat sampah berjumlah 20 orang (40%). Masyarakat yang memiliki tempat sampah dan membuang sampah kesungai y berjumlah 11 orang (55%) dan yang tidak terdapat 9 orang (45%). (2) Partisipasi masyarakat dalam pengendalian pencemaran Sungai Mencirim Kecamatan Binjai Selatan kota Binjai meliputi: Masyarakat yang tidak ikut berpartisipasi dalam pengendalian pencemaran sungai adalah 27 orang (54%) dan hanya 23 orang (46%) yg berpartisipasi. Partisipasi dalam bentuk pikiran/tenaga yaitu gotong royong dan diskusi berjumlah 18 orang (78,26%), barang yaitu alat kebersihan dan tempat sampah berjumlah 4 orang (8%), dan dalam bentuk uang/dana dengan jumlah 1 orang (2%). Kata Kunci: Aktifitas dan Partisipasi Masyarakat, Pencemaran Sungai
STRATEGI BERTAHAN HIDUP KELUARGA NELAYAN DANAU TOBA DI DESA LUMBAN BINANGA KECAMATAN LAGUBOTI KABUPATEN TOBA SAMOSIR Taruli Sianipar; Kamarlin Pinem
Tunas Geografi Vol 6, No 2 (2017): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v6i2.8672

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Strategi Bertahan Hidup Keluarga Nelayan Danau Toba di Desa Lumban Binanga Kecamatan Laguboti Kabupaten Toba Samosir. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang bermata pencaharian utama sebagai nelayan yang ada di Desa Lumban Binanga yang berjumlah 30 Kepala Keluarga (KK). Populasi dalam penelitian ini sekaligus dijadikan sebagai sampel dengan teknik pengambilan sampelnya adalah total sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Dalam teknik analisis data ini dibantu dengan tabel frekuensi dan perhitungan persentase sehingga dapat ditarik kesimpulan Strategi Bertahan Hidup Keluarga Nelayan Danau Toba di Desa Lumban Binanga Kecamatan Laguboti Kabupaten Toba Samosir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerjaan sebagai nelayan Danau Toba tidak mampu mensejahterakan seluruh anggota keluarga, karena dengan penghasilan Rp. 1.288.000-Rp. 1.930.000 perbulannya tidak cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan rumah tangga mereka. Oleh karena itu keluarga nelayan Danau Toba di Desa Lumban Binanga melakukan berbagai cara sebagai bentuk strategi bertahan hidup. Untuk strategi ekonomi Keluarga Nelayan memilih diversifikasi kerja atau kepala keluarga memiliki pekerjaan sampingan sebanyak 28 responden atau 93,33%. Terdapat 26 responden atau 86,66% yang mengikutsertakan istri untuk bekerja dengan jenis pekerjaan dominan yaitu sebanyak 17 responden atau 65,38% yang memilih untuk bekerja sebagai petani. Sebanyak 30 responden atau 100% memilih untuk melakukan penghematan atau menekan pengeluaran Untuk strategi sosial, sebanyak 30 responden atau 100% memilih untuk memanfaatkan jaringan sosial sebagai strategi bertahan hidup yang selanjutnya, dimana sebanyak 16 responden atau 53,33% memilih untuk meminjam uang kepada tauke padi. Untuk strategi campuran, terdapat 26 responden atau 86,66% yang memilih untuk melakukannya, yaitu dengan cara melaksanakan keempat strategi tersebut secara bersamaan.Kata kunci: Strategi, Masyarakat, Nelayan, Danau Toba

Page 2 of 19 | Total Record : 188