Grenek: Jurnal Seni Musik
Grenek : Jurnal Seni Musik merupakan jurnal yang dikelola oleh prodi pendidikan musik jurusan sendratasik FBS Unimed. Grenek: Jurnal Seni Musik menyajikan persoalan dan isu-isu terkini tentang musik di Indonesia terkhusus di Sumatera utara. Grenek : Jurnal Seni Musik secara khusus membahas tentang pendidikan musik, penyajian musik, pengelolaan musik, penciptaan musik, serta pengkajian musik.
Articles
403 Documents
Analisis Komparatif Pembelajaran Gitar Klasik Metode Trinity dan Metode Yamaha
Michael Sugianto Panggabean
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 10, No 2 (2021): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/grenek.v10i2.27657
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan persamaan dan perbedaan kurikulum pembelajaran gitar klasik metode Trinity dan metode Yamaha, untuk menemukan apa saja kelebihan dan kekurangan penerapan pembelajaran gitar klasik metode Trinity dan metode Yamaha, untuk menemukan faktor kesulitan yang ditemui dan ditemui siswa-siswi selama proses belajar mengajar, dan sekaligus memberikan solusi dalam mengatasi kesulitan menjalankan pembelajaran gitar klasik metode Trinity dan metode Yamaha. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran gitar klasik metode Trinity yaitu (1). Menggunakan metode demonstrasi metode yang mempertunjukkan materi latihan yang bagus, rapi dan indah, (2). Menggunakan metode reading adalah metode belajar membaca partitur menggunakan notasi balok dan membaca simbol-simbol musik yang terdapat dalam latihan, (3). Menggunakan metode bagian yaitu metode yang memainkan bagian perbagian dari materi yang di dalamnya terdapat kesulitan-kesulitan dalam membaca dan memainkannya, (4). Menggunakan metode latihan (drill) yaitu metode latihan memainkan materi yang diberikan untuk membentuk dan meningkatkan ketrampilan (skill) dan melatih ketangkasan dalam bermain gitar klasik, (5). Menggunakan metode pemberian tugas yaitu metode yang mengingatkan murid agar tetap berlatih guna meningkatkan kemampuannya supaya semakin baik dan terjaga. Pembelajaran gitar klasik metode Trinity lebih mengutamakan meningkatkan ketrampilan, ketangkasan dan wawasan dalam memainkan gitar klasik, sedangkan pembelajaran gitar klasik metode Yamaha yaitu (1). Menggunakan metode learning by hear yaitu metode murid belajar musik lewat pendengaran guna melatih indra pendengaran dan melatih sense of rhythm (kepekaan akan ritme), (2). Menggunakan metode model performance yaitu metode mencontohkan latihan dan menjelaskan teknik-teknik yang terdapat pada latihan, (3). Menggunakan metode imitasi bermain yaitu metode mencontohkan latihan dan murid menirukan latihan guna mendapatkan cara-cara yang lebih memudahkan murid untuk dapat memainkan latihan, (4). Menggunakan metode bermain partial yaitu metode memainkan bagian perbagian secara berulang-ulang yang dianggap sulit untuk dimainkan hingga murid dapat memainkan keseluruhan latihan, (5). Menggunakan metode bermain dalam tim atau bermain bergantian yaitu metode yang dilakukan untuk memainkan ansambel agar menyenangkan. Pembelajaran gitar klasik metode Yamaha lebih dapat membentuk jiwa yang kreatif yang dapat membuat prestasi belajar lebih tinggi.
TINJAUAN PENCIPTAAN MUSIK TERHADAP PERTUNJUKAN TEATER D’LICK MEDAN DALAM CERITA “BANUA”
Bintang Natalia Sibarani
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 2, No 2 (2013): Grenek Music Journal
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/grenek.v2i2.3834
Penelitian ini fokus pada kajian tentang proses penciptaan musik pada pertunjukan teater D’lick Medan dalam cerita berjudul, “Banua” yang mencakup keberadaan musik, peranan musik dalam cerita, perpaduan musik dengan pengadeganan cerita, dan proses penciptaan musik.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data-data dikumpulkan melalui, observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pendukung pertuntukan cerita berjudul, “Banua”. teater D’lick Medan yang berjumlah … orang yang sekaligus menjadi sampel penelitian.Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi puataka. Setelah data-data yang diperlukan terkumpul dari lokasi penelitian, kemudian dianalisis untuk menjawab seluruh pertanyaan penelitian yang terdapat pada pembatasan masalah. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis deskriptif yang dideskripsikan secara bertahap dalam bentuk tulisan ilmiah, kemudian data-data diklasifikasikan sesuai isi yang bertujuan untuk menjawab pertanyaan penelitian.
BUKU DODING HALELUYA SEBAGAI SALAH SATU MEDIA PELESTARIAN LAGU RAKYAT SIMALUNGUN DI GKPS SIMALINGKAR
Febri Ridho Sipayung
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 7, No 1 (2018): Grenek : Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/grenek.v7i1.8782
This study aims to find out what folk song title Simalungun in Doding book Hallelujah,how is the form of the folk songs and the effectiveness of its conservation through replacementmethod lyrics/poems for the congregation GKPS Simalingkar.This study is based on the theoretical foundation to explain the meaning of HallelujahDoding Books, Media, Preservation, and Folk Songs SimalungunThe method used is descriptive qualitative. The population in this study are allSimalungun folk songs that are in the book Hallelujah Doding the 36 songs and 10 congregationsGKPS Simalingkar. The techniques of Data collection in this study conducted by fieldobservations, literature studies, interviews and documentations.Generally, this research shows that the contribution of 36 folk songs in the bookDoding Simalungun Hallelujah create varied impressions in the book. as well as with the form ofsongs that mostly consists of two parts. And look also the effectiveness of the preservation of thefolk song lyrics Simalungun with replacement method/lyrics towards more religious makeHallelujah Doding books as one of the media in the preservation of the folk song SimalungunGKPS Simalingkar.
MAKNA DAN NILAI LAGU YANG TERKANDUNG DALAM SYAIR LAGU HAHOLONGI MA SIDOLI KARYA DOMPAK SINAGA SERTA PROSES PENCIPTAANNYA
Nasriani Siregar
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 6, No 2 (2017): Grenek : Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/grenek.v6i2.10968
This study aims to determine the meaning of the valuecontained in the song lyrics haholongi ma Sidoli worksDompak sinaga. The theory used is the meaning, value, Songand Poetry. The meaning is the meaning or intent of a wordthat summed. Values mean something that has a quality angle,song is a composition of the tone or voice. The researchmethod used is descriptive qualitative. This research wasconducted in Humbang Hasundutan and research was startedin December 2015 to February 2016. The study populationwas not there. While the sample is Haholongi Song Ma SidoliDompak Sinaga work as much as one song and DompakSinaga. The results of this study indicate that the meaning ofthe song lyric Haholongi Ma Sidoli were lovers who are notdestined for a brotherly relationship (match). The values onthe song lyric Haholongi Ma Sidoli is: enjoyment value, thevalue of patience, the value of love, psychiatric tilapia, thevalue of life.
PEMBUATAN INSTRUMEN TIUP BALOBAT
Abraham Roma Virganta Abraham Roma Virganta
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 1, No 1 (2012): Grenek E-Jurnal
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/grenek.v1i1.847
Musik tradisional Karo sebagai salah satu bentuk kebudayaan adalah merupakan peninggalan dari leluhurnya, sebuah komitmen bagi suku karo untuk tetap menjaga dan melestarikan budaya tradisi agar tidak lekang oleh waktu. sebuah upaya penulis sebagai bagian dari komitmen tersebut untuk dapat memaparkan bagaimana gambaran singkat tentang salah satu instrumen yang hampir tidak lagi dikenal oleh generasi muda masyarakat karo contohnya adalah instrumen balobat. Instrumen balobat merupakan salah satu instrumen musik tradisional tiup masyarakat etnis karo di Sumatra Utara. Dalam tulisan ini dijelaskan bagaimana keberadaan instrumen balobat dan juga tentang mekanisme dalam pembuatannnya. Dimulai dari bagaimana memulai pembuatan balobat, bahan apa yang digunakan dalam pembuatannya hingga sekilas tehnik memainkannya. Selain itu dalam tulisan ini juga dipaparkan beberapa funsi penggunaan instrumen balobat pada masyarakat karo dalam acara adat tertentu pada masyarakat pendukungnya.
INOVASI INSTRUMEN BIOLA BERFRET DI MTS NURHASANAH KABUPATEN BATUBARA
Ade Fauzi;
Uyuni Widiastuti
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 9, No 1 (2020): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/grenek.v9i1.23292
The purpose of this study 1) To determine the learning process of the violin using the innovation of the fret violin instrument at MTs Nurhasanah Batubara Regency, 2) To determine the process of making the violin instrument innovation. The theories used are innovation theory, learning theory, violin theory, and fret (tone barrier). Data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results of this study indicate 1) The learning process of the violin includes an explanation of the parts of the violin and their functions followed by reading music notation with tabulated numbers and teaching material from the Suzuki method manual. 2) The production of the stringed violin instrument consists of several stages, including: (1) the manufacturing process, (2) the manufacturing steps, (3) the materials used, and (4) the advantages and disadvantages of the stringed violin instrument. The manufacturing process is quite simple, just adding a fret that is planted on the fingerboard and then measured by a cromatic tuner measuring instrument.
IDENTIFIKASI RITME DAN MELODI DALAM TARIAN KUDA LUMPING DI MARENDAL
Tri Angel
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 2, No 1 (2013): Grenek Music Journal
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/grenek.v2i1.3730
Secara umum penelitian ini menunjukkan bahwa Identifikasi Rithme dan Melodi Kuda Lumping yang ada di Marendal memiliki Ritme dan Melodi yang sama pada umum nya, Tetapi seiring dengan perkembangan Zaman dan meningkat nya pengalaman pemain musik Kuda Lumping maka dalam beberapa bagian Ritme dan Melodi variasi tertentu. Penelitian ini di maksudkan untuk mengetahui bagaimana Ritme dan Melodi kuda lumping yang ada di Marendal. kiranya penelitian ini dapat menjadi pedoman maupun acuan bagi para muda – mudi yang pada zaman ini banyak meninggalkan musik yang bersifat Kebudayaan.
KEBERADAAN YOUTH JAZZ COMMUNITY DI KOTA MEDAN
William B. Nababan
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 2, No 3 (2013): Grenek Music Journal
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/grenek.v2i3.3885
This research is intend to find out Youth Jazz Community existence in Medan, be in members, band and every activity that Youth Jazz Community do.Theory used includes the notion of the existence,development and community. The research method used is descriptive qualitative role in the study population is a resource that is a Youth Jazz Community. While the sample were 30 persons. To compliment the data’s in this study researchers conducted observation, interviews and documentation as well as the study of literatures. The research conducted in sei petani street 20th Medan. Youth Jazz Community is a community in wich there are a bunch of young people to jazz fan’s, they joined in a community that aims to popularize jazz music in Medan. The community began to take shape in 2010 and still active up to now. This community has a lot to hold and follow jazz event in Medan, they do this so that people in Medan can enjoy jazz music easily. This community event will be held in addition to also perform activities of gathering and discussing jazz music. They also always active in the hold and follow jazz events in the area as well as national.
FUNGSI GAMBUS DALAM MUSIK MELAYU DELI DI SUMATERA UTARA
Zainal Arifin Zainal Arifin
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 1, No 1 (2012): Grenek E-Jurnal
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/grenek.v1i1.854
Indonesia merupakan Negara multikultural. Keberagaman budaya memberikan ciri dan jati diri atau identitas dari setiap budaya yang ada di Indonesia. Namun budaya-budaya lokal tersebut sering terlupakan dan jarang yang melestarikannya. Hal ini disebabkan karena kurangnya rasa peduli dan sikap kritis masyarakat dalam menghadapi adanya perkembangan modernisasi zaman, sehingga banyak masyarakat yang terlena di zaman globalisme yang serba instan sekarang ini. Musik gambus dalam musik Melayu, merupakan musik yang masih ada ditengah adanya perkembangan musik modern yang sering diagung-agungkan oleh masyarakat Indonesia saat ini. Kemurnian budaya dalam musik gambus Melayu menjadi ketertarikan sendiri bagi penulis dalam menyelesaikan pembahasan ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh apa fungsi gambus dalam musik Melayu dan mencari solusi dalam hal pelestarian dan perkembangnnya. Adapun metode yang digunakan adalah melalui observasi lapangan dari kelompok musik gambus Melayu di Tembung, Medan, Sumatera Utara dan mencari referensi dari beberapa buku yang membahas pembahasan ini. Data yang diperoleh kemudian disajikan dalam bentuk karya ilmiah. Dari penelitian tersebut dapat disimpulakan bahwa gambus dalam musik Melayu memiliki fungsi penting, sebab gambus sudah melekat dan memiliki histori tersendiri dalam musik dan budaya Melayu yang erat hubungannya dengan budaya Melayu di Tembung, Medan, Sumatera Utara.
PENINGKATAN KOMPETENSI MAHASISWA TEKNOLOGI MUSIK MELALUI PENERAPAN PEMBELAJARAN SOFTWARE DIGITAL AUDIO WORKSTATION
R.M Aditya Andriyanto
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 9, No 2 (2020): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/grenek.v9i2.19392
This study aims to determine the process of implementing Digital Audio Workstation learning media software in the Music Technology course in the Study Program of Music Education Music UNJ. In addition, this research is expected to broaden the insight of educators and students (students) about DAW software as a digital literacy of 21st century music education. This research method uses qualitative methods with a participatory action research approach. This study utilizes open interviews to examine and understand the attitudes, views, feelings and behavior of individuals and study groups. Assessing the effectiveness and efficiency of applying DAW software in the production of music. The results showed that music technology courses were arranged to have an important role in integrating technology in education. In addition, the use of technology in learning activities is carried out in an effort to improve the quality of education. Technology is able to provide broad, fast, effective, and efficient access to the dissemination of information to various parts of the world.