cover
Contact Name
Wartoyo
Contact Email
wartoyo10@gmail.com
Phone
+6283838421909
Journal Mail Official
jurnalalamwal@gmail.com
Editorial Address
Gedung FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Jl. Perjuangan By Pass Sunyaragi Cirebon
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kajian Ekonomi dan Perbankan Syariah
ISSN : 23031573     EISSN : 25273876     DOI : -
Core Subject : Economy, Social,
Al-Amwal: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah is a peer-reviewed journal published by the Department of Islamic Banking Syariah Faculty of Islamic Economics and Business of IAIN Syekh Nurjati Cirebon. The journal publishes papers in the accounting and finance field that contribute significantly to the development of the economic and sharia banking profession in Indonesia. Al-Amwal is published twice a year, the first edition was published in July and the second edition was published in December.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2016)" : 10 Documents clear
Model Pembelajaran Bidang Ekonomi di Pondok Pesantren Al-Mizan Majalengka Alvien Septian Haerisma
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v8i1.667

Abstract

AbstrakPesantren memiliki model sistem pendidikan pertama dan tertua di Indonesia. Keberadaannya mengilhami berbagai model, strategi dan sistem-sistem pembelajaran yang ditemukan saat ini. Peran pesantren memiliki peran strategis dalam kemajuan perkembangan ekonomi Islam di Indonesia. Dalam tujuan penelitian mengacu jawaban dari perumusan masalah yakni: untuk dapat mengetahui model pembelajaran pesantren di pesantren Al-Mizan Majalengka. Untuk dapat memahami penerapan model pembelajaran bidang ekonomi tinjauan ekonomi Islam di pesantren Al-Mizan Majalengka. Metode dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Data dan sumber data terbagi 2 yaitu: data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dengan observasi partisipan, wawancara mendalam atau indept interview, dokumentasi. Validitas dengan cara menggunakan triangulasi. Adapun tahapan analisis data sebagai berikut: reduksi data, penyajian data, pengambilan keputusan atau verifikasi. Penerapan model pembelajaran yang dilakukan di pesantren Al-Mizan menggunakan pola pembelajaran partisipatif, aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAKEM). Penerapan model pembelajaran secara kontekstual (contextual learning) bidang ekonomi di pesantren Al-Mizan dengan cara active learning yang didesain oleh yayasan Al-Mizan. Kata Kunci: Pesantren, Model Pembelajaran, Ekonomi Islam   Abstract Pesantren has a model first and oldest educational system in Indonesia. Its presence inspired a variety of models, strategies and learning systems found today. The role of schools have a strategic role in the advancement of economic development of Islam in Indonesia. In research purposes refers to the answer to the problem formulation: to identify the learning model boarding schools in Al-Mizan Majalengka. To understand the application of learning models economic outlook Islamic economics at Al-Mizan Pesantren Majalengka. The method in this study is a qualitative approach. Data and data sources is divided into two, namely: primary data and secondary data. Data collection techniques of participant observation, in-depth interviews or indept interview, documentation. Validity by using triangulation. The stages of data analysis as follows: data reduction, data presentation, decision-making or verification. Implementation model of learning is done in pesantren Al-Mizan using participatory learning patterns, active, creative, effective and fun (PAKEM). The application of contextual learning model (contextual learning) economics in pesantren Al-Mizan by way of active learning that is designed by the foundation of Al-Mizan. Keywords: Pesantren, Learning Model, Islamic Economics 
ANALISIS PENGARUH CAPITAL ADEQUACY RATIO (CAR) DAN FINANCING TO DEPOSIT RATIO (FDR) TERHADAP PROFITABILITAS BANK SYARIAH Layaman Layaman; Qoonitah Fitri Al-Nisa
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v8i1.665

Abstract

Abstrak  Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya penurunan profitabilitas Bank Syari’ah Mandiri pada tahun 2015. Berdasarkan masalah tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh CAR dan FDR terhadap profitabilitas Bank Syari’ah Mandiri Tbk. Untuk menjawab masalah yang ada, pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik observasi dan dokumentasi dengan melihat laporan keuangan Bank Syariah Mandiri. Data dianalisis menggunakan teknik regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CAR berpengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas dan FDR berpengaruh negatif terhadap profitabilitas Bank Syari’ah Mandiri Tbk. Keyword: Capital Adequacy Ratio, Financing to Deposit Ratio, Profitabilitas  Abstract This research is motivated by their decreasing profitability Syari'ah Bank Mandiri in 2015. Based on these problems, then the purpose of this study was to analyze the effect of CAR and FDR on the profitability of the Shariah Bank Mandiri Tbk. To answer the problems, research data collection is done by using observation and documentation to see the financial statements of Bank Syariah Mandiri. Data were analyzed using multiple linear regression techniques. The results showed that the CAR significant positive effect on the profitability and negatively affect profitability FDR Syari'ah Bank Mandiri Tbk. Keywords: Capital Adequacy Ratio, Financing to Deposit Ratio, Profitability
ROUTINIZED RESPON, HABITS DAN BASIC NEEDS: FAKTOR DOMINAN YANG MEMENGARUHI KEPUTUSAN MEMILIH BANK SYARIAH rita kusumadewi
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v8i1.662

Abstract

Abstrak            Bagi beberapa masyarakat, bank syariah merupakan alternatif dari sistem perbankan konvensional dan merupakan pilihan yang aman untuk melakukan transaksi perbankan karena berdasarkan syariat islam yang membawa kebaikan bagi nasabah. Namun bagi beberapa orang masih berpendapat bahwa bank syariah tidak jauh berbeda dengan bank konvensional dalam pengoperasian jasa keuangan yang ditawarkannya. Beberapa perbedaan persepsi tersebut menunjukkan adanya faktor dominan yang memengaruhi nasabah dalam berperilaku dan mengambil keputusan dalam memilih bank mana yang akan digunakan jasanya. Faktor routinezed respon, habit dan basic needs akan digunakan sebagai acuan dalam penelitian ini dan dicari faktor mana yang paling dominan dari ketiga faktor tersebut yang memengaruhi nasabah memilih bank syariah di Kota dan Kabupaten Cirebon. Penelitian ini dilakukan pada 100 orang nasabah bank syariah yang ada di kota dan kabupaten Cirebon. Dan diperoleh hasil bahwa diantara faktor routinized respon, habit dan basic needs, yang paling dominan memengaruhi keputusan seseorang memilih bank syariah adalah faktor routinized respon.  Dimana konsumen memilih bank syariah sebagai respon dari aktivitas rutin setiap hari yang sesuai dengan syariat islam.Kata kunci: Bank syariah,  Routinezed respon, Habit, Basic needs. Abstract   For some people in community, sharia bank is one of the alternative of conventional banking system and also a safe choice for banking transaction based on Islamic sharia which brings goodness for customers. But some other people still think that  sharia bank not too different to  conventional bank in financing operation services. That  perceived differences shows that there is  a dominant factor which influencing customers behaviour and their decision making in chooing which bank that will be choose. Routinezed  respon, habit and basic needs factors will be use in this research and will be find which factors is dominant than others that influencing customers decision in choosing sharia bank in Cirebon. These research using 100 responden as a customers of sharia bank. And the result shows that between  routinezed respon, habit and basic needs, the most dominant factor are routinized respon. Which means that customers choosing sharia bank as a respons from their everyday routine activity which fits with Islamic sharia.Keywords: Sharia Bank, Routinezed respon, Habit, Basic needs.
Pengaruh Brand Equity terhadap Motivasi menggunakan Jasa Perbankan Syariah pada Nasabah Bank Jabar Syariah Cirebon Dewi Fatmasari; Rina Masrurah
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v8i1.666

Abstract

 Abstrak Brand Equity merupakan salah satu faktor inti dari pemasaran. Seluruh strategi pemasaran pada dasarnya ditujukan untuk membangun brand yang kokoh. Brand yang telah memiliki equitas kokoh akan dapat meraih sukses pemasaran berupa pelanggan yang loyal dan keuntungan finansial. Sebelum memutuskan menjadi pelanggan atau nasabah tentu konsumen dipengaruhi oleh berbagai hal yang memotivasinya. Karena itu menjadi sangat penting menganalisa kedua faktor kunci tersebut yaitu brand equity dan motivasi penggunaan jasa pada konsumen untuk kemudian dicari korelasinya dan mendapat kesimpulan yang tepat. Objek yang diteliti adalah nasabah perbankan syariah, dimana perbankan syariah adalah lembaga keuangan yang relatif muda dan menawarkan konsep baru berbasis syariah. Berdasarkan penelitian para ahli perbankan serta fakta yang ada, bank syariah terbukti memiliki prospek yang sangat baik. Oleh karena itu menjadi suatu hal yang sangat penting mengetahui brand equity bank syariah dan pengaruhnya terhadap motivasi nasabah dalam menggunakan jasa perbankan syariah.            Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan perhitungan frekuensi pada setiap alternatif jawaban dengan menggunakan skala likert serta uji hipotesis menggunakan Pearson Product Moment. Berdasarkan hasil perhitungan korelasi product moment dapat ditafsirkan bahwa brand equity berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi menggunakan jasa perbankan syariah, yakni dengan perolehan rs = 0,726 yang termasuk pada kategori tinggi.  Koefisien determinasi 52,7% artinya motivasi menggunakan jasa perbankan syariah dipengaruhi oleh brand equity bank syariah dan sisanya 47,3%  dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti oleh penulis.           Keyword : Brand Equity, Motivasi, Bank Syariah        Abstract Brand equity is one of the core factors in marketing, the whole marketing strategy is basically intended to build a solid brand. Brand has had a solid equity will be able to achieve success in the form of a loyal customer marketing and financial benefits. Before deciding to become a customer or a client of course consumers are influenced by many things that motivate him. Therefore it is very important to analyze both the key factors that motivated the use of brand equity and consumer services at the then searched for correlations and got the appropriate conclutions. The object under study is Islamic banking customers. Sharia bank is a financial institution that is relatively young and offer new concepts of sharia-compliant. According to the experts of the banking system and the fact show that no Islamic banks proved to have a very good prospect.The analysis used in this study is the calculation of frequencies for each alternative answer using a likert scale, and test hypotheses using Pearson Product Moment. Based on the calculation of product moment correlation can be interpretated to mean that brand equity and a significant positive effect on the motivation of using the services of Islamic banking, namely the acquisition of rest = 0,726 which is included in the high category. The coefficient of determination of 52,7% motivation to use the services of Islamic banking brand equity is influenced by Islamic banks and the remaining 47,3% is influenced by other variables not examined by the author.  Keywords: Brand Equity, motivation, Sharia Banking.    
Pengaruh Pendapatan Perkapita, Investasi, dan Belanja Pemerintah terhadap Daya Beli Masyarakat di Wilayah III Cirebon Tahun 2010-2014 ayus ahmad yusuf; Sinta Nurmalah
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v8i1.663

Abstract

AbstrakKualitas sumber daya manusia merupakan satu cara yang dapat menunjukkan kesejahteraan. Indikator yang digunakan untuk mengukur keberhasilan  dalam upaya membangun kualitas hidup manusia adalah dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Komponen IPM dari sisi ekonomi yang menjadi standar hidup layak yaitu pengeluaran konsumsi per kapita yang didasarkan pada paritas daya beli. Untuk meningkatkan kesejahteraan bisa diupayakan dengan meningkatkan daya beli masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor yang mempengaruhi daya beli yaitu pendapatan per kapita, investasi dan belanja pemerintah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan regresi data panel tahunan dari tahun 2010 hingga tahun 2014. Objek penelitian adalah daerah Wilayah III Cirebon, yaitu Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupatena Majalengka, dan Kabupaten Kuningan, obyek dipilih dengan menggunakan teknik sampel penuh.  Sumber data penelitian yang digunakan adalah sumber data sekunder yang berasal dari publikasi Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat dan Badan Pusat Statistik masing-masing daerah. Faktor-faktor yang diuji pengaruhnya terhadap tingkat daya beli adalah pendapatan per kapita, investasi dan belanja pemerintah. Model estimasi yang digunakan adalah model data panel dengan fixed Effect Model dengan bantuan software STATA 12.0. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa pendapatan per kapita, investasi dan belanja pemerintah memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat daya beli. Hal tersebut berdasarkan pada nilai coefisien semua variabel bernilai positif dan berdasarkan nilai uji t didapatkan hasil t test lebih besar t table dari semua variabel dan nilai p>|t| lebih kecil dari nilai alpha. Selain itu, hasil pengujian secara serentak atau uji F menghasilkan nilai yang signifikan, artinya secara bersama-sama pendapatan per kapita, investasi dan belanja pemerintah berpengaruh pada daya beli.     Kata Kunci : Kesejahteraan, IPM, Daya Beli, Pendapatan Per Kapita, Investasi, Belanja Pemerintah AbstractThe quality of human resources is one way to show prosperity. The indicator that used to measure success in the effort to build the quality of human life is through the Human Development Index (HDI). HDI component of from the economy’s side that became into decent living standards is the consumption expenditure per capita based on purchasing power parity. To improve the welfare being could be pursued with increasing purchasing power. This study aims to determine the influence of the factors that affect the purchasing power is per capita income, investment and government expenditure.This research is a quantitative research using panel data regression yearly from 2010 to 2014. The research object is by Region III Cirebon, that is city of Cirebon, Cirebon regency, Indramayu regency, Majalengka regency and Kuningan regency, objects selected by using the technique of the full sample. Data sources that used are secondary data derived from the publication of the Badan Pusat Statistik (BPS) of West Java Province and the Badan Pusat Statistik (BPS) each region. Factors which tested its impact on purchasing power parity is per capita income, investment and government expenditure. Estimation model that used is panel data model with Fixed Effect Model with the help of software STATA 12.0.The results of this research concluded that the per capita income, investment and government expenditure has a positive and significant impact on the level of purchasing power. It is based on the coefisien value all variables is positive and based on the value of the t test showed t test is greater t table of all the variables and values p>|t| smaller than the alpha value. In addition, the test results simultaneously or generating F test significant value, it means that together the per capita income, investment and government expenditure affect the purchasing power.  Keywords: Welfare, HDI, Purchasing Power, Income Per Capita, Investment, Government Expenditure
PEREMPUAN, STRATEGI NAFKAH DAN AKUNTANSI RUMAH TANGGA Nur Eka Setiowati
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v8i1.664

Abstract

Abstrak Rumah tangga dilihat dari sudut pandang yang sempit ( kehidupan di rumah ) maupun dari sudut pandang yang luas ( rumah tangga perusahaan maupun rumah tangga negara ) kesemuanya memerlukan tata kelola yang baik, teratur dan terkonsep. Jika salah satu dari ketiga hal tersebut tidak terpenuhi maka stabilitas rumah tangga pasti akan terganggu dan dapat mengakibatkan ketidaksinkronan baik untuk rumah tangga dalam artian kehidupan berumahtangga, rumah tangga perusahaan maupun rumah tangga negara.Pentingnya peran akuntansi dalam rumah tangga untuk dapat merencanakan setiap anggaran dalam rumah tangga, pencatatan, pengambilan keputusan serta perencanaan jangka panjang di dalam rumah tangga. Bentuk praktik akuntansi dalam rumah tangga merupakan suatu skema dalam penghindaran hutang terhadap para kreditur maupun pemakaian kartu kredit yang berlebihan sehingga peran istri (perempuan ) sangatlah penting untuk melihat setiap kebutuhan – kebutuhan apa saja yang harus diperlukan dalam rumah tangga  di dalam penentuan pengambilan keputusan yang terpenting serta perencanaan – perencanaan yang harus mereka lakukan demi kebutuhan anak – anak mereka nantinya disertai dengan komunikasi antara suami dan istri.Kata Kunci : Perempuan, Strategi Nafkah, Akuntansi Rumah Tangga AbstractHouseholds from the perspective of a narrow ( home life ) as well as from a broad perspective ( domestic firms and households countries ) which would require good governance , organized and conceptualized . If one of these is not met, then the stability of the household would have disrupted and may result in discrepancies in both household in terms of the life of housekeeping , domestic firms and households country .The importance of the role of accounting in the household to be able to plan every household budget , recording , decision-making and long-term planning in the household . Forms of accounting practices in the household is a scheme in avoidance of debt to creditors as well as the use of excessive credit card so that the role of the wife ( female ) is very important to see to every need - what needs to be needed in the household in the decision -making the most important decision and planning - planning they need to do for the sake of the needs of children - their children will be accompanied by communication between husband and wife .Keywords : Women, Livelihoods Strategy, Accounting Household
DAMPAK BUDAYA TERHADAP MANAJEMEN nining wahyuningsih
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v8i1.482

Abstract

Abstrak Budaya merupakan pandangan tentang nilai dan dicerminkan oleh sikap dan perilaku dalam bekerja yang berdampak pada manajemen atau tindakan manajerial seorang pemimpin. Tiap organisasi memiliki budaya yang berbeda-beda, oleh karena itu seorang pimpinan suatu organisasi memiliki peran manajerial yang sangat penting karena berdampak pada maju mundurnya suatu organisasi, lembaga atau institusi.  Seorang pemimpin dijadikan contoh bagi anggotanya atau karyawannya, sehingga pemimpin atau manajer dapat berperan sebagai motivator, menjalin hubungan inter dan pengambil suatu keputusan. Tidak dipungkiri bahwa keberhasilan suatu organisasi atau perusahaan tidak terlepas dari keberhasilan para pemimpin-pemimpin sebelumnya, oleh karena itu sikap atau perilaku yang positip akan memberi keuntungan bagi organisasi yaitu adanya budaya keras.  Budaya kerja yang positif memberikan dampak pada tindakan manajerial suatu organisasi. Kata kunci: budaya, manajemenAbstract Culture is a view of the value and reflected by the attitudes and behaviors at work that affect the management or managerial actions of a leader. Each organization has a different culture, therefore, a leader of an organization has a managerial role which is very important because it affects the reciprocation of an organization, agency or institution. A leader serve as an example for their members or employees, so that the leader or manager can act as a motivator, inter relationships and decision makers. No doubt that the success of an organization or enterprise is inseparable from the success of previous leaders, therefore, positive attitude or behavior that would benefit the organization that is the culture of hard. Positive work culture impact on managerial actions of an organization. Keywords: culture, management
Perlakuan PSAK 107 Terhadap Produk Gadai Emas di Bank Jabar Banten (BJB) Syariah wartoyo wartoyo; David Viansyah
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v8i1.668

Abstract

Abstrak Produk gadai emas pada perbankan syariah merupakan fasilitas pembiayaan dengan jaminan berupa emas dengan mengikuti prinsip gadai. Emas tersebut ditempatkan dalam penguasaan dan pemeliharaan bank. Akad yang digunakan dalam gadai syariah yaitu akad qardh, akad rahn dan akad ijarah. Penerapan biaya ijarah pada setiap Bank Syariah mempunyai mekanisme yang berbeda-beda, hal tersebut karena Bank Indonesia tidak mengatur bagaimana perhitungannya, maka hal itu memberikan suatu kebebasan bagi bank syariah untuk menentukan metode perhitungan biaya ijarah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perlakuan PSAK 107 pada produk gadai emas, apakah akuntansi gadai emas pada perbankan syariah telah sesuai dengan PSAK 107 atau sebaliknya PSAK 107 memiliki kekurangan dalam penerapan akuntansi pada produk gadai emas. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa Perlakuan akuntansi gadai emas syariah khususnya pada akad ijarah di BJB Syariah KCP Jatibarang yang diatur pencatatan dalam SK : 102/SK/DIR-BSS/2011 sudah memenuhi perlakuan akuntansi menurut PSAK 107, baik dalam hal  penyusutan, pendapatan sewa, beban, piutang, biaya perbaikan, penyajian dan pengungkapan. Sedangkan mengenai, biaya perolehan, jual-dan-ijarah, ijarah lanjut, dan perpindahan kepemilikan objek ijârah dalam ijârah muntahiya bi al-tamlîk tidak berlaku pada akad atau akuntansi ijarah yang berada pada transaksi gadai. Akad ijarah yang menjadi salah satu akad pada gadai emas syariah sebaiknya diubah dengan akad wadiah yad-amanah, karena objek ijarah atau barang yang disewakan untuk nasabah merupakan suatu aset inventaris tetap milik suatu perbankan yang berupa brankas penyimpanan untuk emas yang menjadi objek gadai. Kata kunci: PSAK 107, gadai emas, ijarah              Abstract                Gold mortgage product on Islamic banking is a financing facility with collateral in the form of gold by following the principles pledge. Gold is placed in the control and maintenance of the bank. Akad used in syariah pawn is qardh, Rahn contract and the contract of Ijarah. The application fee at any Bank Syariah Ijarah has a different mechanism, it is because Bank Indonesia does not regulate how the calculation, it gives a freedom for Islamic banks to determine Ijarah fee calculation method. The purpose of this study to determine the treatment of SFAS 107 on a gold mortgage products, whether the accounting gold pawn on Islamic banking in accordance with SFAS 107 or SFAS 107 otherwise lacking in the application of accounting on a gold mortgage products. The methodology used in this study is a qualitative method of data collection techniques are observation, interviews and documentation. From the results of the study showed that the accounting treatment of gold pawn sharia, especially in the contract of Ijarah in BJB Syariah KCP Jatibarang set recording in SK: 102 / SK / DIR-BSS / 2011 already meet the accounting treatment under SFAS 107, both in terms of depreciation, rental income, load, accounts receivable, cost of repairs, presentation and disclosure. As for the costs of acquisition, sale-and-Ijara, Ijara further, and transfer of ownership of the object in the Ijarah Ijarah muntahiya bi al-Tamlik not apply to the accounting Ijara contract or who are at pawn transactions. Akad Ijarah which became one contract on gold pawn sharia should be amended with the agreement wadiah yad-trust, because the object of Ijara or goods that are rented to customers is an asset inventory and equipment owned by a bank in the form of a safety deposit box for gold which becomes the object of pledge. Keywords: PSAK 107, pawning gold, Ijara 
Pengaruh Total DPK, FDR, NPF dan ROA terhadap Total Asset Bank Syariah di Indonesia Diana Djuwita; Assa Fito Muhammad
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v8i1.670

Abstract

Abstrak Perkembangan perbankan syariah mengalami peningkatan yang relatif tinggi. Walaupun demikian, market share perbankan syariah yang dilihat dari nilai total assetnya masih sangat kecil jika dibandingkan dengan total asset perbankan nasional. Kecilnya asset akan berdampak pada rendahnya tingkat economic of scale bank yang menyebabkan rendahnya tingkat laba. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi total asset bank syariah dengan empat variabel yaitu Dana Pihak Ketiga (DPK), Financing to Deposits Ratio (FDR), Return on Assets (ROA), dan Non Performing Financing (NPF). Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dengan model regresi linear berganda. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Statistik Perbankan Syariah yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara bersama-sama variabel DPK, FDR, ROA, dan NPF berpengaruh signifikan terhadap total asset bank syariah. Secara parsial, hanya DPK, FDR, dan NPF yang berpengaruh signifikan, sedangkan ROA tidak berpengaruh signifikan. Kata Kunci: DPK, FDR, ROA, NPF, total asset. Abstract The growth of Islamic banking in Indonesia is relatively high, but market share of the Islamic banks is small, if it’s compare with market share of national banks in Indonesia. This fact is affect to economic scale of Islamic banks will be smalest, and than this condition will makes banks need more cost and not efficient enough, so that banks just gets small incomes. This study is aims to analyze factor that influence growth of total assets of Islamic banks in Indonesia. Considering total assets of Islamic banks as dependent variable and the fourth parties fund (DPK), financing to deposits ratio (FDR), return on assets (ROA), and non performing financing (NPF) as independent. This study use quantitative approach, and data analysis technique is multiple linear regression. Data is taken by documentation technique, and it was obtained from Sharia Bank Statistics of Bank Indonesia and Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Based on above analysis, the study suggest that all variable affected total assets. As for the partial, just three variables which givesignificant impact to thetotal assets of Islamic banks. Keywords: DPK, FDR, ROA, NPF, and total assets.
Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.105 Pada Pembiayaan Mudharabah di Bank BNI Syariah Cabang Cirebon Sri Rokhlinasari; Dewi Astuti
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v8i1.669

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan dengan permasalahan mengenai kesesuaiannya perlakuan akuntansi pembiayaan mudharabah di Bank BNI Syariah dengan perlakuan akuntansi yang berlaku saat ini yaitu pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) no.105. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan perlakuan akuntansi pembiayaan mudharabah di Bank BNI Syariah Cabang Cirebon yaitu hanya diberikan aset berupa kas (modal) dan pembiayaan mudharabah dan diberikan kepada lembaga-lembaga dan ini dimaksudkan untuk meminimalisir resiko Ketidaksesuaian terjadi pada metode bagi hasil yang diberikan Bank BNI Syariah dengan metode yang ada dalam PSAK no.105. Dalam PSAK No.105 paragraf 11 dijelaskan bahwa “Pembagian usaha mudharabah dapat dilakukan berdasarka prinsip bagi hasil atau bagi laba. Jika berdasarkan prinsip bagi hasil, maka dasar pembagian hasil usaha adalah laba bruto (gross profit) bukan total pendapatan usaha (omset). Sedangkan  jika berdasarkan prinsip laba, dasar pembagian adalah laba neto (net profit) yaitu laba bruto dikurangi beban yang berkaitan dengan pengelolaan dana mudharabah.” Bank BNI Syariah Cabang Cirebon yang masih menggunakan metode revenue sharing. Kata kunci: Perlakuan Akuntansi, Pembiayaan Mudharabah, PSAK No. 105AbstractThis research was conducted with a problem concerning the accounting treatment suitability of financing at Bank BNI Syariah with the applicable accounting treatment today is a statement of financial accounting standards (SFAS) no.105. The method used in this research is qualitative method. The results showed that the application of the accounting treatment of financing at Bank BNI Syariah Branch Cirebon is only given assets in the form of cash (capital) and of financing and given to institutions and is intended to minimize the risk of discrepancy occurs on the method for the results of the Bank BNI Syariah with the existing method under SFAS no.105. In paragraph 11 of SFAS 105 explained that "business division mudharabah to do based upon the principle of sharing or for profit. If based on the principle of profit sharing, the sharing of the results of operations are the basis of gross profit (gross profit) instead of total revenue (turnover). Meanwhile, if based on the principle of profit, basic division is the net profit (net profit) is gross profit minus expenses related to the fund management mudharabah. "Bank BNI Syariah Branch Cirebon are still using the method of revenue sharing.Keywords: Accountancy treatment, mudharabah financing, PSAK No. 105.

Page 1 of 1 | Total Record : 10