cover
Contact Name
Erwin Hikmatiar
Contact Email
erwin.mailer@uinjkt.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
info@ejournalhub.org
Editorial Address
Jl. Hikmah No.71, RT.3/RW.1 , Pisangan Number D3
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Mavisha: Law And Society Journal
ISSN : -     EISSN : 30644437     DOI : https://doi.org/10.15408/cfd5cp29
Core Subject : Social,
Mavisha: Law and Society Journal focuses on issues related to law and society from various perspectives, covering both theoretical and practical studies. Its aim is to communicate original research and current issues within the subject. The journal warmly welcomes contributions from scholars and researchers in related disciplines: Constitutional Law, Business Law, International Law, Criminal Law, and Family Law
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 16 Documents
Kebijakan Hukum Terhadap Fenomena Manipulasi Gelar Akademik di Indonesia Rahman, Faqih Zuhdi
Mavisha: Law and Society Journal Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Legal Community Associations

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/bycssa97

Abstract

This study analyzes the legal policies in Indonesia concerning the phenomenon of academic degree manipulation. The manipulation of academic degrees, such as the use of fake degrees or obtaining degrees through illegitimate means, has become a serious issue that erodes the integrity of education and professional ethics. The primary objective of this research is to identify and examine relevant regulations, evaluate their effectiveness in combating these illegal practices, and propose recommendations for policy improvements. The research employs a qualitative method with a normative juridical approach, focusing on the analysis of related laws, government regulations, and court decisions. The findings indicate that while Indonesia possesses an adequate legal framework, such as Law No. 12 of 2012 on Higher Education, its implementation still faces significant challenges. These challenges include a lack of strict supervision, legal loopholes, and low public awareness regarding the legal consequences of degree manipulation. Therefore, strategic measures are necessary, including strengthening the synergy among educational institutions, law enforcement agencies, and the public, as well as revising regulations to close existing loopholes. This research is expected to contribute significantly to the government's efforts to maintain the quality and credibility of the national education system.   Abstrak: Penelitian ini menganalisis kebijakan hukum yang berlaku di Indonesia terkait fenomena manipulasi gelar akademik. Manipulasi gelar, seperti penggunaan gelar palsu atau perolehan gelar melalui cara-cara yang tidak sah, telah menjadi isu serius yang merusak integritas pendidikan dan etika profesional. Tujuan utama studi ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengkaji regulasi yang relevan, mengevaluasi efektivitasnya dalam menanggulangi praktik ilegal ini, serta mengusulkan rekomendasi untuk perbaikan kebijakan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif, berfokus pada analisis terhadap undang-undang, peraturan pemerintah, dan putusan pengadilan yang terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, meskipun Indonesia memiliki kerangka hukum yang memadai, seperti Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, implementasinya masih menghadapi tantangan. Tantangan tersebut meliputi kurangnya pengawasan yang ketat, celah hukum, serta rendahnya kesadaran publik tentang konsekuensi hukum dari manipulasi gelar. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah strategis, seperti penguatan sinergi antara lembaga pendidikan, penegak hukum, dan masyarakat, serta revisi regulasi untuk menutup celah yang ada. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi upaya pemerintah dalam menjaga kualitas dan kredibilitas sistem pendidikan nasional.
Hukum Fundraising Pada Lembaga Filantropi di Indonesia Izah, Faa; Nurhasanah; Gueci, Rizal Sofyan
Mavisha: Law and Society Journal Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Legal Community Associations

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/352ns540

Abstract

Philanthropy is the practice of giving, services, and association as voluntary actions for the public good. Philanthropic organizations in Indonesia have public and private legal forms in carrying out fundraising mechanisms for collecting money or goods in the community. This study aims to determine the implementation of fundraising, harmonization of rules, and legal effectiveness of existing rules. The scope of the research is BAZNAS Jambi province, Aqsa Working Group (AWG), and Medical Emergency Rescue Comittee (MER-C). This research is limited to the scope of philanthropic activities in the form of religious social fundraising. This research uses normative-empirical legal methods with conceptual approaches, legislation, and case studies. The collection method used is normative-empirical law by conducting literature studies, interviews, and examining documents relevant to the research. Meanwhile. The legal theory used as an analytical tool is the theory of legal harmonization and the theory of legal effectiveness. From the research it is concluded that there is disharmonization and insynchronization of laws and regulations, the existence of a legal vacuum, and the absence of legal certainty in philanthropic institutions. The ineffectiveness of the existing rules has caused legal consequences in the form of ineffective implementation of fundraising carried out by philanthropic institutions, differences in fundraising mechanisms between philanthropic institutions, and the emergence of trust issues in the community. Thus, it is necessary to update the legislation regarding fundraising mechanisms in Indonesia.   Abstrak: Filantropi merupakan praktik giving, services, dan association sebagai tindakan sukarela untuk kepentingan publik. Lembaga filantropi di Indonesia memiliki bentuk berbadan hukum publik dan privat dalam menjalankan mekanisme fundraising pengumpulan uang atau barang di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi fundraising, harmonisasi aturan, dan efektivitas hukum dari aturan yang ada. Adapun ruang lingkup penelitian yaitu BAZNAS provinsi Jambi, Aqsa Working Group (AWG), dan Medical Emergency Rescue Comittee (MER-C). Penelitian ini dibatasi pada ruang lingkup kegiatan filantropi berupa pengumpulan dana sosial keagamaan. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif-empiris dengan metode pendekatan konseptual, peraturan perundang-undangan, dan studi kasus. Metode pengumpulan yang digunakan yaitu hukum normatif-empiris dengan melakukan studi pustaka, wawancara, dan meneliti dokumen yang relevan dengan penelitian. Sementara itu. Teori hukum yang dijadikan sebagai alat analisis ialah teori harmonisasi hukum dan teori efektivitas hukum. Dari penelitian disimpulkan bahwa adanya disharmonisasi dan insinkronisasi peraturan perundang-undangan, adanya kekosongan hukum, serta tidak adanya kepastian hukum pada lembaga filantropi. Belum efektifnya aturan yang ada menimbulkan akibat hukum berupa tidak efektifnya pelaksanaan fundraising yang dijalankan lembaga filantropi, adanya perbedaan mekanisme fundraising antar lembaga filantropi, dan timbulnya trust issue di masyarakat. Sehingga, perlu adanya pembaruan peraturan perundang-undangan mengenai mekanisme fundraising di Indonesia.
Implementasi E-Litigasi di Pengadilan Agama Pariaman Murdhotilla, Haniva; Nasution, Hotnidah
Mavisha: Law and Society Journal Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Legal Community Associations

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/fwj36c43

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the e-litigation system at the Pariaman Religious Court, highlighting its effectiveness in enhancing the efficiency and accessibility of judicial services. E-litigation is a digital innovation that allows litigants to conduct legal proceedings electronically, from registration and payment to submitting evidence and reading judgments. The research method is qualitative with a descriptive approach, where data were collected through in-depth interviews with judges, clerks, lawyers, and litigants, as well as direct observation of electronic trial processes and document studies. The findings indicate that the implementation of e-litigation at the Pariaman Religious Court has been effective in many aspects. The system has successfully accelerated trial processes, reduced operational costs for justice seekers, and minimized physical interactions, which was particularly beneficial during the pandemic. However, challenges remain, such as limited digital literacy among users, uneven infrastructure availability, and concerns regarding data security. The recommendations proposed include increasing socialization and training for users, strengthening digital infrastructure, and refining regulations to address existing gaps. This research is expected to contribute to the development of the electronic justice system in Indonesia.   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi sistem e-litigasi di Pengadilan Agama Pariaman, menyoroti efektivitasnya dalam meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas layanan peradilan. E-litigasi merupakan inovasi digital yang memungkinkan para pihak berperkara untuk melakukan proses persidangan secara elektronik, mulai dari pendaftaran, pembayaran, hingga pembuktian dan pembacaan putusan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan hakim, panitera, advokat, dan para pihak yang berperkara, serta observasi langsung terhadap alur persidangan elektronik dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi e-litigasi di Pengadilan Agama Pariaman telah berjalan efektif dalam banyak aspek. Sistem ini berhasil mempercepat proses persidangan, mengurangi biaya operasional bagi para pencari keadilan, dan meminimalkan interaksi fisik yang rentan terhadap penularan penyakit, terutama selama pandemi. Namun, masih terdapat tantangan, seperti keterbatasan literasi digital di kalangan pengguna, ketersediaan infrastruktur yang belum merata, dan kekhawatiran terkait keamanan data. Rekomendasi yang diajukan adalah peningkatan sosialisasi dan pelatihan bagi para pengguna, penguatan infrastruktur digital, serta penyempurnaan regulasi untuk mengatasi celah yang ada. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan sistem peradilan elektronik di Indonesia.
Perlindungan Hukum Terhadap Korban Tindak Pidana Kekerasan Berbasis Gender Online di Media Sosial Ayunda, Icha Fitri; Habibi, Nur
Mavisha: Law and Society Journal Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Legal Community Associations

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/80ncbh72

Abstract

This study analyzes the legal protection for victims of online gender-based violence (OGBV) on social media. The phenomenon of OGBV, which includes verbal harassment, doxing, the non-consensual sharing of intimate content, and threats, is becoming increasingly prevalent, causing serious psychological and social impacts on victims. The purpose of this research is to identify and examine the existing legal framework in Indonesia, evaluate its effectiveness in providing protection, and propose recommendations for policy improvements. The research method is qualitative with a normative juridical approach, focusing on the analysis of relevant laws, regulations, and court decisions, such as Law No. 19 of 2016 concerning Information and Electronic Transactions (ITE Law), Law No. 12 of 2022 on Sexual Violence Crimes (TPKS Law), and the Criminal Code. The findings indicate that while several regulations can be applied, their implementation still faces significant challenges. These challenges include difficulties in evidence collection, a lack of understanding among law enforcement officials, and minimal public awareness. Therefore, comprehensive measures are needed, such as revising regulations to accommodate new forms of OGBV, enhancing the capacity of law enforcement, and public education campaigns. This study is expected to make a significant contribution to the government and societal efforts to create a safe and just digital space for everyone.   Abstrak: Penelitian ini menganalisis perlindungan hukum terhadap korban tindak pidana kekerasan berbasis gender online (KBGO) di media sosial. Fenomena KBGO, seperti pelecehan verbal, doxing, penyebaran konten intim non-konsensual, dan ancaman, semakin marak terjadi dan menimbulkan dampak psikologis serta sosial yang serius bagi para korban. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengkaji kerangka hukum yang ada di Indonesia, mengevaluasi efektivitasnya dalam memberikan perlindungan, serta mengusulkan rekomendasi untuk perbaikan kebijakan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif, berfokus pada analisis undang-undang, peraturan, dan putusan pengadilan yang relevan, seperti Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS), dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun telah ada beberapa regulasi yang dapat digunakan, penerapannya masih menghadapi tantangan signifikan. Tantangan tersebut meliputi kesulitan dalam pembuktian, kurangnya pemahaman aparat penegak hukum, serta minimnya kesadaran publik. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah komprehensif, seperti revisi regulasi untuk mengakomodasi bentuk-bentuk KBGO yang baru, peningkatan kapasitas penegak hukum, dan kampanye edukasi publik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi upaya pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan ruang digital yang aman dan adil bagi semua.
Pengawasan Penyaluran Zakat BAZNAS Sumbawa Dalam Mengentaskan Kemiskinan Sirin, Khaeron; Maylandika, Oos
Mavisha: Law and Society Journal Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Legal Community Associations

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/d4211k91

Abstract

This study analyzes the mechanism and supervision system of zakat distribution by the National Zakat Agency (BAZNAS) of Sumbawa Regency, West Nusa Tenggara Province, in an effort to alleviate poverty during the 2022-2023 period. The results of the study indicate that BAZNAS Sumbawa Regency has collected zakat, infaq, and shadaqah (ZIS) funds of IDR 4.5 billion in 2023, which are distributed through five leading programs: Sumbawa Peduli, Sumbawa Sejahtera, Sumbawa Cerdas, Sumbawa Sehat, and Sumbawa Taqwa. Although there was a significant increase in fundraising compared to the previous report which recorded IDR 2.8 billion, the study identified several challenges in terms of community outreach, limited human resources, and optimization of distribution to the eight asnaf who are the targets of zakat. This study uses a descriptive qualitative approach with a case study design to analyze the mechanism and supervision of zakat distribution at BAZNAS Sumbawa Regency. This qualitative approach is based on the need to gain an in-depth understanding of the complexity of the zakat management process involving various social, economic, and institutional dimensions.   Abstrak: Penelitian ini menganalisis mekanisme dan sistem pengawasan penyaluran zakat oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dalam upaya pengentasan kemiskinan selama periode 2022-2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BAZNAS Kabupaten Sumbawa telah mengumpulkan dana zakat, infaq, dan shadaqah (ZIS) sebesar Rp. 4,5 miliar pada tahun 2023, yang disalurkan melalui lima program unggulan: Sumbawa Peduli, Sumbawa Sejahtera, Sumbawa Cerdas, Sumbawa Sehat, dan Sumbawa Taqwa. Meskipun terdapat peningkatan signifikan dalam pengumpulan dana dibandingkan dengan laporan sebelumnya yang mencatat Rp. 2,8 miliar, penelitian mengidentifikasi beberapa tantangan dalam hal jangkauan masyarakat, keterbatasan sumber daya manusia, dan optimalisasi pendistribusian kepada delapan asnaf yang menjadi sasaran zakat.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus untuk menganalisis mekanisme dan pengawasan penyaluran zakat di BAZNAS Kabupaten Sumbawa. Pendekatan kualitatif ini didasarkan pada kebutuhan untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang kompleksitas proses pengelolaan zakat yang melibatkan berbagai dimensi sosial, ekonomi, dan kelembagaan.
Budaya Alat Dominasi (Studi Kasus: Media Sosial & Bitcoin Ala Adorno) Lebba, M. Syafril Marib Setiawan; Lebba; Kuswanti, Ana
Mavisha: Law and Society Journal Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Legal Community Associations

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dr74q273

Abstract

This research analyzes the contribution of social media on the popularity and dissemination of information about Bitcoin through the lens of Theodor Adornos philosophy. This research uses descriptive qualitative methods, direct interviews in the field and observations on social media. As a result, social media plays an important role in shaping market sentiment towards Bitcoin. A tweet from a famous figure or influencer about Bitcoin can influence the price and investor interest in a short time. Therefore, social media has become a powerful platform for spreading news analysis and views on Bitcoin, which can then influence market volatility. Apart from that, social media is also a platform for new projects in the Bitcoin ecosystem to promote their ideas, products or services to a wider audience. ICOs (Initial coin offerings) and other blockchain projects often uses social media to build communities, raise funds and communicate the added value of their projects to potential investors. Social media also plays an important role in mediating dialogue between Bitcoin users and regulators, influencing public perception, shaping regulatory decisions, and determining the wider acceptance of bitcoin as a legitimate financial asset, additionally, social media fosters discussions among developer, trader and enthusiasts, facilitates knowledge exchange, and accelerates the adoption of bitcoin technology in various sectors.   Abstrak: Penelitian ini menganalisis kontribusi media sosial terhadap popularitas dan penyebaran informasi tentang Bitcoin melalui sudut pandang filosofi Theodor Adorno. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, wawancara langsung di lapangan, dan observasi di media sosial. Hasilnya, media sosial memegang peranan penting dalam membentuk sentimen pasar terhadap bitcoin. Sebuah cuitan dari tokoh atau influencer terkenal tentang Bitcoin dapat memengaruhi harga dan minat investor dalam waktu singkat. Oleh karena itu, media sosial menjadi platform yang ampuh untuk menyebarkan analisis berita dan pandangan tentang Bitcoin, yang kemudian dapat memengaruhi volatilitas pasar. Selain itu, media sosial juga menjadi platform bagi proyek-proyek baru dalam ekosistem Bitcoin untuk mempromosikan ide, produk, atau layanan mereka kepada khalayak yang lebih luas. ICO (Initial coin offerings) dan proyek-proyek blockchain lainnya sering kali menggunakan media sosial untuk membangun komunitas, mengumpulkan dana, dan mengomunikasikan nilai tambah proyek mereka kepada calon investor. Media sosial juga memainkan peran penting dalam memediasi dialog antara pengguna Bitcoin dan regulator, memengaruhi persepsi publik, membentuk keputusan regulasi, dan menentukan penerimaan bitcoin yang lebih luas sebagai aset keuangan yang sah. Selain itu, media sosial mendorong diskusi di antara pengembang, pedagang, dan penggemar, memfasilitasi pertukaran pengetahuan, dan mempercepat adopsi teknologi bitcoin di berbagai sektor.

Page 2 of 2 | Total Record : 16