cover
Contact Name
Refpo Rahman
Contact Email
refporahman@unib.ac.id
Phone
+6281326511993
Journal Mail Official
d3labsains@unib.ac.id
Editorial Address
Jl. W.R. Supratman, Kandang Limun, Bengkulu 38122
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Laboratorium Sains Terapan
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : -     EISSN : 30635799     DOI : https://doi.org/10.33369/jlst.1.2.16-27
Core Subject :
Focus: Laboratory journal : Jurnal Laboratorium Sains Terapan adalah jurnal ilmiah yang berfokus pada penelitian dan perkembangan terbaru dalam aplikasi laboratorium di bidang Fisika, Kimia, dan Biologi. Jurnal ini bertujuan untuk menyediakan platform bagi peneliti dan profesional dalam mengembangkan metode eksperimen inovatif, perangkat analitik, serta aplikasi teknologi laboratorium yang mendukung kemajuan ilmu pengetahuan di ketiga bidang tersebut. Scope: Jurnal ini mencakup berbagai topik yang berkaitan dengan penelitian dan pengembangan laboratorium di bidang Fisika, Kimia, dan Biologi. Topik-topik yang diterima dalam jurnal ini meliputi, namun tidak terbatas pada: Fisika Laboratorium: Instrumen dan Peralatan Eksperimental: Desain, pengembangan, dan penerapan alat fisika untuk eksperimen laboratorium, seperti spektrometer, mikroskop, dan detektor partikel. Teknik Pengukuran: Pengembangan dan aplikasi teknik pengukuran presisi tinggi dalam fisika laboratorium, seperti pengukuran suhu ekstrem, tekanan, dan medan magnet. Fisika Material: Pengujian sifat fisik material dalam kondisi laboratorium, termasuk teknik difraksi, mikroskopi elektron, dan analisis permukaan. Simulasi dan Model Komputasi: Penggunaan metode komputasi dalam simulasi eksperimen fisika dan analisis data eksperimen di laboratorium. Kimia Laboratorium: Kimia Analitik: Pengembangan teknik analisis laboratorium untuk deteksi dan kuantifikasi senyawa kimia, termasuk kromatografi, spektroskopi, dan elektroanalisis. Sintesis Kimia: Teknik laboratorium untuk sintesis senyawa kimia, baik organik maupun anorganik, serta pengembangan reaksi kimia baru. Kimia Fisika di Laboratorium: Eksperimen yang menghubungkan prinsip kimia fisika dengan analisis di laboratorium, seperti dinamika reaksi kimia, termodinamika, dan kinetika. Laboratorium Lingkungan dan Analisis Polutan: Teknik laboratorium untuk menganalisis polutan lingkungan, bahan berbahaya, serta dampak kimia terhadap ekosistem. Biologi Laboratorium: Bioteknologi dan Rekayasa Genetik: Pengembangan teknik laboratorium untuk manipulasi genetik organisme, kultur sel, dan rekayasa biologis untuk aplikasi bioteknologi. Biologi Molekuler dan Sel: Teknik laboratorium dalam penelitian struktur dan fungsi molekul biologis, termasuk analisis DNA/RNA, protein, dan asam nukleat. Imunologi dan Mikrobiologi: Aplikasi eksperimen laboratorium untuk mengidentifikasi patogen, penelitian antibodi, serta teknik kultur mikroba dan analisis mikroskopis. Analisis Biofisik dan Biokimia: Penggunaan alat dan teknik biofisika di laboratorium untuk mempelajari interaksi molekuler, termasuk spektroskopi NMR, kristalografi, dan mikroskopi fluoresein. Metodologi dan Inovasi Laboratorium: Perangkat dan Teknologi Laboratorium: Pengembangan perangkat dan instrumen baru yang meningkatkan efisiensi dan akurasi eksperimen di laboratorium fisika, kimia, dan biologi. Keamanan dan Etika Laboratorium: Protokol dan standar keamanan untuk eksperimen laboratorium, serta isu etika terkait penggunaan bahan kimia dan organisme hidup. Automasi dan Teknologi Tinggi: Penggunaan automasi, robotik, dan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas dan akurasi dalam eksperimen laboratorium. Pengolahan Data Laboratorium: Pengembangan metode analisis data untuk eksperimen laboratorium, termasuk penggunaan perangkat lunak analisis statistik, pengolahan citra, dan machine learning.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2024): Juni" : 5 Documents clear
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI DAN LAMA PERENDAMAN EKSTRAK DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa blimbi L.) TERHADAP PENGAWETAN TELUR AYAM KAMPUNG Aura Aprilia Ningsih; Deni Agus Triawan
Laboratory Journal : Jurnal Laboratorium Sains Terapan Vol. 1 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3369/jlst.1.1.18-26

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan pengawetan telur ayam kampung dengan perendaman ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa blimbi L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi dan lama perendaman di dalam ekstrak daun belimbing wuluh terhadap pengawetan telur ayam kampung. Kadar esktrak daun belimbing wuluh divariasi mulai dari 10%, 15%, dan 20%, serta menggunakan telur tanpa perlakuan sebagai blanko. Lama perendaman telur ayam kampung dalam larutan belimbing wuluh divariasi dari 1 jam, 3 jam, dan 5 jam. Lama penyimpanan telur ayam kampung 21 hari. Telur yang diawetkan dengan larutan ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa blimbi L.) dianalisa untuk menentukan pH telur, nilai haugh unit telur dan nilai IKT. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tinggi konsentrasi akan memberikan efek terhadap kualitas telur. Konsentrasi 15% dan 20% adalah konsentrasi yang baik digunakan untuk pengawetan telur ayam kampung semakin lama perendaman telur ayam kampung pada larutan ekstrak daun belimbing wuluh juga mempengaruhi kualitas telur.
PENGARUH WAKTU FERMENTASI TERHADAP KELISTRIKAN BIO-BATERAI PADA LARUTAN BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) Sofia Jupita Andini; Heriansyah
Laboratory Journal : Jurnal Laboratorium Sains Terapan Vol. 1 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3369/jlst.1.1.7-11

Abstract

Krisis energi global mendorong pengembangan teknologi biobaterai, termasuk salah satunya pemanfaatan dari limbah buah mengkudu(Morinda citrifolia L.). Pengaruh waktu fermentasi menjadi kunci untuk meningkatkan efisiensi dan daya tahan dari biobaterai.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi waktu fermentasi terhadap kelistrikan biobaterai larutan buah mengkudu. Parameter pengujian yang dilakukan adalah pH, arus, tegangan, dan daya listrik. Larutan buah mengkudu dilakukan variasi waktu fermentasi yang berbeda (7, 10, 13, dan 19 hari) dan biobaterai menggunakan elektroda Cu-Zn. pH dari larutan buah mengkudu meningkat seiring dengan meningkatnya waktu fermentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan larutan buah mengkudu dengan lama waktu fermentasi 19 hari memiliki arus, tegangan, dan daya listrik tertinggi dengan nilai masing-masing 1,38 mA; 1,805 V; dan 2,490 mW. Penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan waktu fermentasi secara umum meningkatkan arus dan daya listrik biobaterai. Namun, tegangan tidak menunjukkan peningkatan signifikan dengan variasi waktu fermentasi. Hal ini dapat disebabkan oleh konsentrasi ion H+ mengalami saturasi pada permukaan elektroda ketika keasaman sangat tinggi (pH 2,8-2,2), sehingga membatasi peningkatan lebih lanjut dalam tegangan meskipun arus meningkat. Penelitian ini menunjukkan bahwa waktu fermentasi memiliki pengaruh pada kinerja biobaterai buah mengkudu, dengan waktu fermentasi optimal akan menghasilkan arus dan daya listrik maksimum.
PEMBUATAN PROTOTYPE DYE SENSITIZED SOLAR CELL (DSSC) DENGAN SENSITISER ALAMI EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.): Dye sensitisez solar cell Lutvi Fitriani; Refpo Rahman
Laboratory Journal : Jurnal Laboratorium Sains Terapan Vol. 1 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3369/jlst.1.1.1-6

Abstract

Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) merupakan sel surya fotoelektrokimia yang menggunakan semikonduktor berlapis pewarna untuk menghasilkan listrik. Penelitian ini bertujuan untuk membuat prototype DSSC serta mengukur arus dan tegangan yang dihasilkan dari dye bunga telang (Clitoria ternatea L.). Penelitian ini menggunakan metode pencampuran antara dye dan pasta TiO2 secara langsung, elektrolit perasan lemon, serta elektroda karbon. Seluruh komponen bahan penyusun di tumpuk dengan menggunakan teknik sandwich dan dijepit penjepit kertas di bagian sampingnya. Pengukuran karakteristik I-V dilakukan dari pukul 10.30 – 12.30 WIB dengan kondisi cuaca cerah menggunakan alat multimeter digital. Hasil dari pengukuran diperoleh nilai arus yang paling tinggi adalah 14.43 μA dan tegangan paling tinggi 145,7 mV. Daya maksimal yang dihasilkan dari rangkaian DSSC sebesar 2,102 μWatt. Secara keseluruhan penelitian DSSC dengan sensitiser alami bunga telang berpotensi sebagai energi alternatif menggunakan energi surya.
PEMBUATAN SABUN PADAT DARI MINYAK KELAPA DENGAN PENAMBAHAN GEL LIDAH BUAYA (Aloe vera) MENGGUNAKAN METODE COLD PROCESS Della Eka Mareta Winanti; Fades Br Gultom
Laboratory Journal : Jurnal Laboratorium Sains Terapan Vol. 1 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3369/jlst.1.1.12-17

Abstract

Sabun merupakan produk kimia yang umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Penambahan lidah buaya sebagai bahan pengganti air pada proses pembuatan sabun dapat dilakukan karena lidah buaya memiliki kadar air sebesar 99,5%. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sabun alami dengan kondisi yang optimal melalui pengujian mutu fisik (tekstur, warna dan bau) dari sabun, dan mengukur pH pada sabun. Pembuatan sabun menggunakan metode cold process, pada suhu 30ºC-35ºC (suhu ruangan). Pengujian pH pada sabun dilakukan pada hari ke-3 ke-7 dan ke-14. Adapun pengujian mutu sabun secara organoleptik dilakukan pada 11 orang responden. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil berupa sabun padat yang berwarna merah muda dan beraroma identik dengan minyak zaitun. Tekstur sabun yang dihasilkan yaitu padat dengan permukaan halus. Serta pH yang dihasilkan pada hari ke 14 sebesar 9 sesuai standar American Society for Testing Materials International. Maka disimpulkan, sabun padat berbahan minyak kelapa dengan pembahan Aloe vera dapat digunakan sebagai sediaan sabun padat alami.
PENAMBAHAN EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) SEBAGAI PEWARNA ALAMI PADA TAHU PUTIH Zavira Nurjali; Doni Notriawan
Laboratory Journal : Jurnal Laboratorium Sains Terapan Vol. 1 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3369/jlst.1.1.27-38

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pemanfaatan ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L) sebagai pewarna dan pengawet alami tahu putih. Penelitian ini bertujuan untuk megetahui pengaruh penambahan ekstrak bunga sebagai pewarna alami tahu putih, lama penyimpanan, pH, dan parameter fisik. Ekstrak dibuat dengan cara dimaserasi selama 15 menit kemudian diambil filtratnya. Variasi konsentrasi ekstrak yang digunakan adalah 3%, 6%, 9% ,12% dan 15% dengan variasi suhu 8 °C dan 28 °C. Pada uji daya simpan, sampel tahu putih yang paling lama bertahan adalah sampel P5 (konsentrasi 15%). Pada variasi suhu 8 °C tahu dapat bertahan selama 17 hari. Sedangkan sampel yang cepat terjadi pembusukkan adalah sampel P0 (konsentrasi 0%) hanya bertahan di hari ke 3 dengan suhu 28 °C. Pengaruh konsentrasi terhadap uji pH menunjukkan derajat keasaman dari awal pengujian pH yaitu 5-6 menjadi pH akhir 7-8 pada suhu 8 °C dan 28 °C. Pada pengujian parameter fisik warna, tekstur dan aroma pada suhu 28 °C mengalami perubahan yang cepat sedangkan untuk di suhu 8 °C fisik tahu dapat bertahan lama. Ekstrak bunga telah dapat dijadikan sebagai pewarna alami tahu putih.

Page 1 of 1 | Total Record : 5