cover
Contact Name
Icol Dianto
Contact Email
icoldianto@uinsyahada.ac.id
Phone
+6282174457803
Journal Mail Official
majalah.mpd@gmail.com
Editorial Address
Perumahaan Sidempuan Indah Lestari, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan, Provinsi Sumatera Utara - Indonesia 22733
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Dakwah
ISSN : 30631882     EISSN : -     DOI : -
DESKRIPSI JURNAL Jurnal Pendidikan dan Dakwah merupakan jurnal ilmiah interdisipliner dari hasil penelitian dan kajian yang original tentang pendidikan dan dakwah. Jurnal Pendidikan dan Dakwah menerbitkan publikasi ilmiah kepada khalayak akademis baik peneliti, praktisi, dan pemerhati pendidikan dan dakwah. Jurnal ini bertujuan untuk menyediakan forum ilmiah di bidang pendidikan dan dakwah dan berperan penting dalam mendorong proses akumulasi pengetahuan, nilai, dan keterampilan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi lainnya dari berbagai belahan wilayah dan daerah. Jurnal Pendidikan dan Dakwah mulai Volume 1 Nomor 1 Tahun 2024, dan selanjutnya memiliki terbitan berkala enam bulanan (2 edisi/tahun). Jurnal ini diterbitkan oleh PT Anugerah Literasi Indomedia. Fokus dan Cakupan CAKUPAN DAN FOKUS Jurnal Pendidikan dan Dakwah memiliki scope (cakupan) pada dua bidang, yaitu: 1. Pendidikan Pendidikan Islam, Tarbiyah, Pendidikan Agama Islam, Psikologi Pendidikan, Pendidikan Profesi Guru, Pembelajaran, Kurikulum, Manajemen Pendidikan, Evaluasi Pembelajaran, Sarana dan Prasarana Pendidikan, Kebijakan Pendidikan, dll. 2. Dakwah Ilmu Dakwah, Sosiologi Dakwah, Psikologi Dakwah, Metode Dakwah, Filsafat Dakwah, Manajemen Dakwah, Dakwah Konseling, Dakwah Pemberdayaan Masyarakat, Dakwah Pengembangan Masyarakat, Sejarah Dakwah, Kegiatan dan Praktek Dakwah, Media Dakwah, Rijal Dakwah, Tafsir Dakwah, dll.
Articles 33 Documents
Konsep Fitrah Manusia Dalam Perspektif Pendidikan Islam Kontemporer Saqdiatul Khoiriyah; Maisya Ramadhani; Tiaripa Samosir; Halimatussakdiyah Siagian
Jurnal Pendidikan dan Dakwah Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan dan Dakwah
Publisher : PT Anugerah Literasi Indomedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the concept of human fitrah from an educational perspective and its relevance in addressing contemporary educational challenges. This study employs a qualitative approach using a library research method by analyzing relevant books and scholarly articles from accredited national journals and reputable international journals. The findings indicate that human fitrah represents the innate potential inherent in human nature, encompassing spiritual, intellectual, moral, emotional, and social dimensions. The concept of fitrah serves as an ontological foundation of education that shapes educational goals, paradigms, and practices. Education based on fitrah is oriented toward the holistic development of human beings through humanistic and integrative approaches, emphasizing character formation and moral values. Furthermore, this study demonstrates that the concept of fitrah is highly relevant in responding to contemporary educational challenges, including moral degradation, technocratic dominance, and the dehumanization of education. Therefore, integrating the concept of fitrah into educational frameworks is essential for developing a dignified and sustainable education system. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep fitrah manusia dalam perspektif pendidikan serta relevansinya dalam menjawab tantangan pendidikan kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka terhadap sumber-sumber ilmiah berupa buku dan artikel jurnal nasional terakreditasi serta jurnal internasional bereputasi yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa fitrah manusia merupakan potensi dasar yang melekat pada hakikat manusia dan mencakup dimensi spiritual, intelektual, moral, emosional, dan sosial. Konsep fitrah berfungsi sebagai landasan ontologis pendidikan yang menentukan tujuan, paradigma, dan praktik pendidikan. Pendidikan berbasis fitrah diarahkan pada pengembangan manusia seutuhnya melalui pendekatan yang humanis, holistik, dan berorientasi pada pembentukan karakter. Selain itu, kajian ini menegaskan bahwa konsep fitrah memiliki relevansi yang kuat dalam merespons tantangan pendidikan kontemporer, seperti krisis karakter, dominasi paradigma teknokratis, dan dehumanisasi pendidikan. Dengan demikian, integrasi konsep fitrah dalam pendidikan menjadi penting untuk membangun sistem pendidikan yang bermartabat dan berkelanjutan.
Dakwah Digital dan Mediasi Moderasi Beragama: Studi Al Jam’iyatul Washliyah di Sumatera Utara, Indonesia Syaiful Iman Zuhri
Jurnal Pendidikan dan Dakwah Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan dan Dakwah
Publisher : PT Anugerah Literasi Indomedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid development of digital communication technology has transformed Islamic da'wah, creating new opportunities for promoting religious moderation while simultaneously increasing exposure to intolerant and radical content. This study examines how Al Jam’iyatul Washliyah (Al Washliyah), the largest Islamic organization in North Sumatra, utilizes digital media to promote wasathiyah-based religious moderation within a multicultural context that is vulnerable to polarization. Employing a library research design, this study conducts a qualitative content analysis of academic literature, official digital documents, and organizational media products published between 2019 and 2024. The data were analyzed through thematic coding to identify patterns of digital da'wah strategies, narrative construction, and institutional governance. The findings indicate that Al Washliyah implements a multi-platform digital communication strategy encompassing social media, official websites, and audiovisual channels to disseminate inclusive and dialogical religious messages. These narratives emphasize key components of wasathiyah, including tolerance, non-violence, national cohesion, and respect for local cultures. The analysis also reveals institutional efforts to strengthen the digital literacy of preachers through training programs, although challenges persist regarding disparities in content quality, limitations in digital human resources, and the absence of standardized media governance frameworks. This study concludes that Al Washliyah’s digital da'wah plays a strategic role in shaping a moderate Islamic public sphere and expanding access to inclusive religious knowledge in the digital era. The research contributes to the literature on digital religion and Islamic communication by demonstrating how local Islamic organizations utilize digital media to institutionalize the values of wasathiyah (moderation).
Komunikasi Profetik sebagai Paradigma Sistem Komunikasi Islam Kontemporer: Integrasi Nilai Kenabian dalam Komunikasi Digital Ahmad Zein Daulay; Mohd Rafiq
Jurnal Pendidikan dan Dakwah Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan dan Dakwah
Publisher : PT Anugerah Literasi Indomedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of digital technology has brought about a significant transformation in contemporary communication systems, creating various ethical, social, and spiritual challenges for Islamic communication practices. This study employs a qualitative approach using library research to examine prophetic communication as a paradigm of the Islamic communication system in the digital era. Research data were collected from various scholarly sources, including books, journal articles, and relevant academic documents, and were analyzed using content analysis techniques through data reduction, interpretation, and synthesis. The findings reveal that prophetic communication is conceptually grounded in three fundamental pillars: humanization, liberation, and transcendence, which serve as the foundation of a contemporary Islamic communication system. The study further demonstrates that the integration of prophetic values with the prophetic attributes of ṣiddīq (truthfulness), amānah (trustworthiness), tablīgh (effective message delivery), and faṭānah (wisdom and intelligence) can establish an ethical, humanistic, and transformative model of digital communication. Moreover, prophetic communication has proven relevant in addressing various challenges of digital communication, including disinformation, hate speech, social polarization, and the commodification of religion in digital spaces. The analysis indicates that prophetic communication functions not only as an ethical framework for communication but also as a comprehensive paradigm of Islamic communication capable of integrating moral, social, and spiritual dimensions into modern communication practices. These findings underscore the importance of revitalizing prophetic values in building a civilized digital communication ecosystem. Therefore, prophetic communication can be positioned as a relevant, adaptive, and applicable paradigm of contemporary Islamic communication systems in responding to the challenges of the digital age. Perkembangan teknologi digital telah menciptakan transformasi besar dalam sistem komunikasi masyarakat yang menghadirkan berbagai tantangan etis, sosial, dan spiritual bagi praktik komunikasi Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) untuk mengkaji komunikasi profetik sebagai paradigma sistem komunikasi Islam di era digital. Data penelitian diperoleh dari berbagai sumber pustaka berupa buku, artikel jurnal ilmiah, dan dokumen akademik yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik content analysis melalui proses reduksi, interpretasi, dan sintesis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi profetik memiliki landasan konseptual yang dibangun atas tiga pilar utama, yaitu humanisasi, liberasi, dan transendensi sebagai fondasi sistem komunikasi Islam kontemporer. Penelitian ini juga menemukan bahwa integrasi nilai-nilai profetik dengan sifat kenabian berupa ṣiddīq, amanah, tablīgh, dan faṭānah mampu membentuk model komunikasi digital yang etis, humanis, dan transformatif. Selain itu, komunikasi profetik terbukti relevan dalam menjawab berbagai persoalan komunikasi digital seperti disinformasi, ujaran kebencian, polarisasi sosial, dan komodifikasi agama di ruang digital. Analisis penelitian menunjukkan bahwa komunikasi profetik tidak hanya berfungsi sebagai kerangka etika komunikasi, tetapi juga sebagai paradigma sistem komunikasi Islam yang mampu mengintegrasikan dimensi moral, sosial, dan spiritual dalam praktik komunikasi modern. Temuan ini menegaskan pentingnya revitalisasi nilai-nilai kenabian dalam membangun ekosistem komunikasi digital yang berkeadaban. Dengan demikian, komunikasi profetik dapat diposisikan sebagai paradigma sistem komunikasi Islam kontemporer yang relevan, adaptif, dan aplikatif dalam menghadapi tantangan era digital.

Page 4 of 4 | Total Record : 33