cover
Contact Name
Icol Dianto
Contact Email
icoldianto@uinsyahada.ac.id
Phone
+6282174457803
Journal Mail Official
majalah.mpd@gmail.com
Editorial Address
Perumahaan Sidempuan Indah Lestari, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan, Provinsi Sumatera Utara - Indonesia 22733
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Dakwah
ISSN : 30631882     EISSN : -     DOI : -
DESKRIPSI JURNAL Jurnal Pendidikan dan Dakwah merupakan jurnal ilmiah interdisipliner dari hasil penelitian dan kajian yang original tentang pendidikan dan dakwah. Jurnal Pendidikan dan Dakwah menerbitkan publikasi ilmiah kepada khalayak akademis baik peneliti, praktisi, dan pemerhati pendidikan dan dakwah. Jurnal ini bertujuan untuk menyediakan forum ilmiah di bidang pendidikan dan dakwah dan berperan penting dalam mendorong proses akumulasi pengetahuan, nilai, dan keterampilan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi lainnya dari berbagai belahan wilayah dan daerah. Jurnal Pendidikan dan Dakwah mulai Volume 1 Nomor 1 Tahun 2024, dan selanjutnya memiliki terbitan berkala enam bulanan (2 edisi/tahun). Jurnal ini diterbitkan oleh PT Anugerah Literasi Indomedia. Fokus dan Cakupan CAKUPAN DAN FOKUS Jurnal Pendidikan dan Dakwah memiliki scope (cakupan) pada dua bidang, yaitu: 1. Pendidikan Pendidikan Islam, Tarbiyah, Pendidikan Agama Islam, Psikologi Pendidikan, Pendidikan Profesi Guru, Pembelajaran, Kurikulum, Manajemen Pendidikan, Evaluasi Pembelajaran, Sarana dan Prasarana Pendidikan, Kebijakan Pendidikan, dll. 2. Dakwah Ilmu Dakwah, Sosiologi Dakwah, Psikologi Dakwah, Metode Dakwah, Filsafat Dakwah, Manajemen Dakwah, Dakwah Konseling, Dakwah Pemberdayaan Masyarakat, Dakwah Pengembangan Masyarakat, Sejarah Dakwah, Kegiatan dan Praktek Dakwah, Media Dakwah, Rijal Dakwah, Tafsir Dakwah, dll.
Articles 27 Documents
Komunikasi Risiko dan Krisis dalam Bencana Ekologis: Studi Komparatif tentang Banjir, Asap Lintas Batas, dan Kebakaran Gambut di Indonesia Matondang, Ahmad; Matondang, Ahmad Sultoni; Latip, Mhd
Jurnal Pendidikan dan Dakwah Vol 2 No 2 (2025): Jurnal Pendidikan dan Dakwah
Publisher : PT Anugerah Literasi Indomedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Environmental crises in Indonesia ranging from urban floods, transboundary haze in Sumatra, to air pollution crises caused by peatland fires in Kalimantan demonstrate that effective risk and crisis communication remains a significant challenge. Although previous studies have examined the technical aspects of disaster management, a research gap persists due to the limited number of studies that comparatively analyze pre-crisis, during-crisis, and post-crisis communication patterns across these three ecological disasters. This study offers a novelty through the synthesis of a communicative resilience model that highlights institutional coordination, public trust-building, and community participation. Using a qualitative approach grounded in library research and comparative case studies, this research analyzes policy documents, scientific articles, environmental reports, and media coverage. The analysis employs thematic analysis techniques (Braun & Clarke), involving coding, categorization, and cross-case comparison. The findings reveal that failures in risk communication are primarily caused by institutional fragmentation and low public literacy; meanwhile, crisis communication is marked by message inconsistency, delayed information, and digital media dynamics. In the post-crisis phase, weak evaluation and limited transparency hinder the restoration of public trust. These findings contribute theoretically by proposing an integrated communication model for ecological risk management and offer practical recommendations for governments and environmental agencies to develop more responsive, collaborative, and crisis-resilient communication systems.   Fenomena krisis lingkungan di Indonesia mulai dari banjir perkotaan, kabut asap lintas batas di Sumatera, hingga krisis udara akibat kebakaran gambut di Kalimantan menunjukkan bahwa efektivitas komunikasi risiko dan krisis masih menjadi tantangan serius. Meskipun berbagai penelitian telah membahas aspek teknis penanggulangan bencana, gap kajian muncul karena minimnya studi yang menganalisis secara komparatif pola komunikasi pre-crisis, during crisis, dan post-crisis pada tiga jenis bencana ekologis tersebut. Penelitian ini menawarkan novelty berupa sintesis model komunikasi ketahanan lingkungan (communicative resilience) yang menekankan koordinasi institusional, pembentukan kepercayaan publik, dan partisipasi komunitas. Menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dan studi kasus komparatif, penelitian ini menganalisis dokumen kebijakan, artikel ilmiah, laporan lingkungan, dan pemberitaan media. Proses analisis dilakukan melalui teknik analisis tematik (Braun & Clarke) dengan tahap coding, kategorisasi, hingga perbandingan lintas kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegagalan komunikasi risiko terutama disebabkan oleh fragmentasi institusional dan rendahnya literasi publik; sementara krisis komunikasi ditandai oleh inkonsistensi pesan, keterlambatan informasi, dan dinamika media digital. Pada tahap pasca krisis, lemahnya evaluasi dan transparansi menghambat pemulihan kepercayaan publik. Temuan ini menyumbang kontribusi teoretis berupa model komunikasi terpadu untuk pengelolaan risiko ekologis, serta rekomendasi praktis bagi pemerintah dan lembaga lingkungan dalam membangun sistem komunikasi yang lebih responsif, kolaboratif, dan tahan krisis.
Islamic Parenting Melalui Media Sosial Instagram untuk Membangun Karakter Anak Usia Dini Darnis, Syefriani
Jurnal Pendidikan dan Dakwah Vol 2 No 2 (2025): Jurnal Pendidikan dan Dakwah
Publisher : PT Anugerah Literasi Indomedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the role of Islamic parenting through Instagram in developing the character of young children. The development of digital technology has changed the way parents access information, including in parenting practices. Instagram, as one of the platforms most widely used by young parents, provides a variety of educational content on Islamic parenting that is relevant to the needs of modern families. Using a qualitative-descriptive approach, this study examines how Instagram content, whether in the form of advice, short videos, educational illustrations, or parenting experiences, can influence parents' mindsets and behaviors in shaping children's character from an early age. The main focus of this study is Islamic character values ​​such as honesty, discipline, empathy, independence, and a love of worship. The study's findings indicate that Instagram serves as an effective digital learning environment, providing quick access, engaging visuals, and ease of interaction. Parents who actively follow Islamic Parenting accounts tend to gain new inspiration in instilling positive role models, habits, and communication in their children. This content also helps parents improve religious literacy and holistic knowledge of child development. However, this study emphasizes the importance of critical thinking in selecting reliable sources of information to ensure the accurate delivery of Islamic values. Therefore, Islamic Parenting through Instagram can be a supportive medium for early childhood character development, as long as it is used selectively, purposefully, and integrated with direct parenting practices at home. These findings contribute to the development of Islamic values-based digital education strategies for today's Muslim families.   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Islamic Parenting melalui media sosial Instagram dalam membangun karakter anak usia dini. Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara orang tua mengakses informasi, termasuk dalam praktik pengasuhan. Instagram, sebagai salah satu platform yang paling banyak digunakan oleh orang tua muda, menyediakan berbagai konten edukatif mengenai pola asuh Islami yang relevan dengan kebutuhan keluarga modern. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif, penelitian ini menelaah bagaimana konten Instagram, baik berupa nasihat, video pendek, ilustrasi edukatif, maupun pengalaman parenting, mampu mempengaruhi pola pikir dan perilaku orang tua dalam membentuk karakter anak sejak usia dini. Fokus utama penelitian ini adalah pada nilai-nilai karakter Islami seperti kejujuran, kedisiplinan, empati, kemandirian, dan kecintaan beribadah. Hasil kajian menunjukkan bahwa Instagram berperan sebagai digital learning environment yang efektif dengan menyediakan akses cepat, visual menarik, dan kemudahan interaksi. Orang tua yang aktif mengikuti akun-akun Islamic Parenting cenderung memperoleh inspirasi baru dalam menanamkan teladan, pembiasaan, dan komunikasi positif kepada anak. Konten-konten tersebut juga membantu orang tua meningkatkan literasi keagamaan dan pengetahuan perkembangan anak secara holistik. Namun, penelitian ini menegaskan pentingnya sikap kritis dalam memilih sumber informasi terpercaya agar nilai-nilai Islami disampaikan secara benar. Dengan demikian, Islamic Parenting melalui Instagram dapat menjadi media pendukung dalam membangun karakter anak usia dini, selama digunakan secara selektif, terarah, dan diintegrasikan dengan praktik pengasuhan langsung di rumah. Temuan ini memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi edukasi digital berbasis nilai Islam bagi keluarga Muslim masa kini.
Digital Political Branding dan Agenda-Setting dalam Pemilihan Presiden Indonesia 2024: Analisis Kampanye Prabowo-Gibran Lubis, Muhammad Ridwan; Dianto, Icol
Jurnal Pendidikan dan Dakwah Vol 2 No 1 (2025): Jurnal Pendidikan dan Dakwah
Publisher : PT Anugerah Literasi Indomedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is motivated by the dominance of digital campaigns in the 2024 Indonesian Presidential Election and the need to understand how the construction of candidate images through personal branding and visual strategies affects the behavior of young voters. This study analyzes Prabowo-Gibran's political marketing strategy through four main elements: image transformation through personal digital branding "gemoy", the use of TikTok as a medium for visual and emotional campaigns, the strategy of segmenting Generation Z and millennial voters, and the integration of media and non-media strategies to expand political reach. The methods used include literature studies and content analysis of social media uploads, short videos, slogans, and netizens' interactions. The results showed that "gemoy" branding reproduced through visual symbols, humor, and aesthetics of popular culture effectively built psychological closeness with young voters. TikTok serves as an arena for spreading messages based on virality, fast rhythm, and algorithmic engagement that strengthens Prabowo's framing as a light and familiar figure. Face-to-face campaigns and social programs are reproduced as digital content thus expanding the resonance of the message. These findings confirm that the success of the Prabowo–Gibran campaign was driven by a hybrid campaign model that combines digital and non-digital strategies in shaping the preferences of young voters. This research contributes to the study of political marketing by demonstrating the role of personal, emotional branding and algorithmic logic, and recommending the optimization of hybrid campaign strategies for upcoming elections.   Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dominasi kampanye digital dalam Pemilihan Presiden Indonesia 2024 dan kebutuhan memahami bagaimana konstruksi citra kandidat melalui personal branding serta strategi visual memengaruhi perilaku pemilih muda. Penelitian ini menganalisis strategi pemasaran politik Prabowo–Gibran melalui empat elemen utama: transformasi citra melalui personal branding digital “gemoy”, pemanfaatan TikTok sebagai medium kampanye visual dan emosional, strategi segmentasi pemilih Generasi Z dan milenial, serta integrasi strategi media dan nonmedia untuk memperluas jangkauan politik. Metode yang digunakan mencakup studi literatur dan analisis konten terhadap unggahan media sosial, video pendek, slogan, dan interaksi warganet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa branding “gemoy” yang direproduksi melalui simbol visual, humor, dan estetika budaya populer efektif membangun kedekatan psikologis dengan pemilih muda. TikTok berfungsi sebagai arena penyebaran pesan berbasis viralitas, ritme cepat, dan engagement algoritmik yang memperkuat pembingkaian Prabowo sebagai figur ringan dan akrab. Kampanye tatap muka dan program sosial diproduksi ulang sebagai konten digital sehingga memperluas resonansi pesan. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan kampanye Prabowo–Gibran didorong oleh model kampanye hibrida yang menggabungkan strategi digital dan nondigital dalam membentuk preferensi pemilih muda. Penelitian ini berkontribusi pada kajian pemasaran politik dengan menunjukkan peran personal branding emosional dan logika algoritmik, serta merekomendasikan optimalisasi strategi kampanye hibrida untuk pemilu mendatang.
Kebebasan Pers dalam Pusaran Demokrasi dan Politik China: Sebuah Systematic Literature Review Saragih, Safariyarti
Jurnal Pendidikan dan Dakwah Vol 2 No 1 (2025): Jurnal Pendidikan dan Dakwah
Publisher : PT Anugerah Literasi Indomedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Press freedom in modern authoritarian countries, particularly China, faces new pressures due to the integration of traditional political control and digital technology. Automated censorship, artificial intelligence-based propaganda, and regulation of digital platforms limit the plurality of public opinion and direct political narratives. This study uses the Systematic Literature Review (SLR) of international literature 2020–2025 related to press freedom, digital media, propaganda, and authoritarianism. The search was conducted through Scopus, Web of Science, JSTOR, ScienceDirect, Wiley, Sage Journals, and Taylor & Francis, with the selection process following the PRISMA 2020 guidelines. The analysis uses thematic synthesis to map the interaction between state censorship, AI propaganda, self-censorship, and digital public spaces. The results of the study show that China is building  an integrative, adaptive, and predictive digital authoritarian ecosystem. The state not only silences criticism, but also manipulates public opinion through AI-driven propaganda, platform surveillance, and institutional regulation. Self-censorship serves as an effective control mechanism, while citizen resistance emerges in micro and decentralized forms, with limited structural influence. Digital public spaces still exist, but they experience political fragmentation and limited deliberation. These findings confirm that press freedom in China is influenced by digital control and algorithmic governance, not just traditional media. The integration of normative theories of the press, media capture, and digital authoritarianism provides a comprehensive conceptual framework for understanding how modern authoritarian regimes manage information, maintain political legitimacy, and limit public participation. This research makes theoretical and empirical contributions to the study of democracy, political media, and digital authoritarianism.   Kebebasan pers di negara otoriter modern, khususnya China, menghadapi tekanan baru akibat integrasi antara kontrol politik tradisional dan teknologi digital. Sensor otomatis, propaganda berbasis kecerdasan buatan, dan regulasi platform digital membatasi pluralitas opini publik serta mengarahkan narasi politik. Penelitian ini menggunakan Systematic Literature Review (SLR) terhadap literatur internasional 2020–2025 terkait kebebasan pers, media digital, propaganda, dan otoritarianisme. Penelusuran dilakukan melalui Scopus, Web of Science, JSTOR, ScienceDirect, Wiley, Sage Journals, dan Taylor & Francis, dengan proses seleksi mengikuti pedoman PRISMA 2020. Analisis menggunakan thematic synthesis untuk memetakan interaksi antara sensor negara, propaganda AI, self-censorship, dan ruang publik digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa China membangun digital authoritarian ecosystem yang integratif, adaptif, dan prediktif. Negara tidak hanya membungkam kritik, tetapi juga merekayasa opini publik melalui AI-driven propaganda, pengawasan platform, dan regulasi institusional. Self-censorship berperan sebagai mekanisme kontrol yang efektif, sementara resistensi warga muncul dalam bentuk mikro dan terdesentralisasi, dengan pengaruh struktural terbatas. Ruang publik digital tetap eksis, tetapi mengalami fragmentasi politik dan keterbatasan deliberasi. Temuan ini menegaskan bahwa kebebasan pers di China dipengaruhi oleh kontrol digital dan governance algoritmik, bukan hanya media tradisional. Integrasi teori normatif pers, media capture, dan digital authoritarianism menyediakan kerangka konseptual komprehensif untuk memahami bagaimana rezim otoriter modern mengelola informasi, mempertahankan legitimasi politik, dan membatasi partisipasi publik. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dan empiris bagi studi demokrasi, media politik, dan otoritarianisme digital.
Dinamika Politik Lokal dan Strategi Partai: Peran PKS dalam Kontestasi Pemilu di Kota Padangsidimpuan Efendi, Erwin
Jurnal Pendidikan dan Dakwah Vol 2 No 2 (2025): Jurnal Pendidikan dan Dakwah
Publisher : PT Anugerah Literasi Indomedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is motivated by the dynamics of local politics in Padangsidimpuan City, where Islamic-based parties have increasingly shaped electoral processes, particularly the role of the Prosperous Justice Party (PKS). Although PKS is widely recognized as an ideological party, its involvement in the mayoral election demonstrates a pragmatic approach to coalition-building. This research aims to analyze PKS’s coalition strategy with Gerindra, PKB, and PBB in supporting the candidacy of Letnan Dalimunthe and Harry Pahlevi Harahap, and to examine how this coalition strengthens PKS’s political position within the local electoral contest. The study employs a qualitative approach with a case study design, involving in-depth interviews with party elites, analysis of campaign documents, and observation of coalition activities. Data were analyzed through reduction, categorization, and conclusion drawing based on empirical findings. The results indicate that PKS plays a strategic role as a key actor in mobilizing voter support and consolidating its electoral base. The coalition with Gerindra, PKB, and PBB was formed based on shared political visions and electoral calculations, which empirically expanded the support network for the endorsed candidates. Beyond serving as a supporting party, PKS successfully integrated its political agenda into the joint campaign platform, enhancing coalition legitimacy and strengthening the candidates’ position in the election. The study implies that political coalitions function as an essential instrument for reinforcing local democracy through inter-party synergy and increasing public political participation. The novelty of this research lies in its analysis of PKS’s dual role as both an ideological and pragmatic actor in constructing electoral coalitions at the municipal level.   Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dinamika politik lokal Kota Padangsidimpuan yang menunjukkan meningkatnya peran partai berbasis Islam dalam proses elektoral, khususnya Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Meskipun PKS dikenal sebagai partai ideologis, keterlibatannya dalam pemilihan wali kota dan wakil wali kota menunjukkan praktik politik koalisi yang semakin pragmatis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi koalisi PKS dengan Gerindra, PKB, dan PBB dalam mendukung pasangan Letnan Dalimunthe dan Harry Pahlevi Harahap serta memahami bagaimana koalisi tersebut berkontribusi pada penguatan posisi PKS dalam kontestasi politik lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan wawancara mendalam dengan pengurus partai, analisis dokumen kampanye, serta observasi aktivitas politik koalisi. Data dianalisis melalui teknik reduksi, kategorisasi, dan penarikan kesimpulan berbasis temuan empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKS memainkan peran strategis sebagai penggerak utama dalam mobilisasi dukungan dan konsolidasi basis pemilih. Koalisi dengan Gerindra, PKB, dan PBB terbentuk atas dasar kesesuaian visi politik dan kalkulasi elektoral, yang secara empiris terbukti memperluas jangkauan dukungan calon yang diusung. Selain bertindak sebagai partai pendukung, PKS berhasil mengintegrasikan agenda politiknya dalam program kampanye bersama, meningkatkan legitimasi koalisi serta memperkuat posisi kandidat dalam pemilu. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa koalisi politik menjadi instrumen penting dalam memperkuat demokrasi lokal melalui sinergi antarpartai dan peningkatan partisipasi politik masyarakat. Kebaruan penelitian terletak pada analisis peran PKS sebagai aktor politik yang menggabungkan orientasi ideologis dengan strategi pragmatis dalam membentuk koalisi elektoral di tingkat kota.
Komunikasi Politik Islam di Indonesia: Tinjauan Literatur Sistematis Wacana Publik Mahfud MD Dalimunthe , Ambali
Jurnal Pendidikan dan Dakwah Vol 2 No 1 (2025): Jurnal Pendidikan dan Dakwah
Publisher : PT Anugerah Literasi Indomedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes the construction of Mahfud MD's thinking on the relationship between Islam and the state in the context of increasing political polarization and identity populism in Indonesia. In recent years, public debates have often been characterized by the manipulation of religious symbols and the narrowing of the meaning of Islam, so there is a need for studies that can explain how intellectual-state actors respond to these dynamics. This study uses  the Systematic Literature Review (SLR) method which collects journal articles, academic books, public documents, and speeches by Mahfud MD to identify the argumentation patterns and theoretical frameworks used in his discourse. The results of the study show that Mahfud MD combines the principles  of wasathiyah (moderation), maqāṣid al-syarī'ah, and modern constitutionalism to affirm Islam as an inclusive public ethics, not an instrument of electoral mobilization. He dismantles the logic of populism through criticism of verse manipulation, identity abuse, and narrowing of religious interpretations, as well as encouraging public rationality through legal literacy and civic ethics. The discussion emphasized that this approach produces a constitutional Islamic model that is relevant for strengthening democracy and the stability of the public space. This research contributes to expanding the study of Islamic moderation by emphasizing the importance of integrating religious values and the framework of the state of law.   Penelitian ini menganalisis konstruksi pemikiran Mahfud MD mengenai hubungan Islam dan negara dalam konteks meningkatnya polarisasi politik dan populisme identitas di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, perdebatan publik kerap ditandai oleh manipulasi simbol keagamaan dan penyempitan makna Islam, sehingga diperlukan kajian yang mampu menjelaskan bagaimana aktor intelektual-negara merespons dinamika tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) yang menghimpun artikel jurnal, buku akademik, dokumen publik, serta pidato Mahfud MD untuk mengidentifikasi pola argumentasi dan kerangka teoretis yang digunakan dalam wacananya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mahfud MD memadukan prinsip wasathiyah (moderasi), maqāṣid al-syarī‘ah, dan konstitusionalisme modern untuk menegaskan Islam sebagai etika publik yang inklusif, bukan instrumen mobilisasi elektoral. Ia membongkar logika populisme melalui kritik terhadap manipulasi ayat, penyalahgunaan identitas, dan penyempitan tafsir keagamaan, serta mendorong rasionalitas publik melalui literasi hukum dan etika kewargaan. Pembahasan menegaskan bahwa pendekatan ini menghasilkan model Islam konstitusional yang relevan bagi penguatan demokrasi dan stabilitas ruang publik. Penelitian ini berkontribusi dalam memperluas kajian moderasi Islam dengan menekankan pentingnya integrasi nilai agama dan kerangka negara hukum.
Etika dan Adab Dakwah Digital Ustadz Khalid Basalamah dalam Etika Komunikasi Modern dan Perspektif Al-Qur’an Apriani, Ibnu; Azizah, Rahmi Nur; Lubis, Canra Krisna Jaya
Jurnal Pendidikan dan Dakwah Vol 2 No 2 (2025): Jurnal Pendidikan dan Dakwah
Publisher : PT Anugerah Literasi Indomedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the ethics and digital da'wah manners of Ustadz Khalid Basalamah through the content analysis of three video lectures on his official YouTube channel. The background of this study departs from the increasing use of social media in Indonesia and the complexity of communication ethics in the increasingly heterogeneous digital public space. The research combines the framework of modern communication ethics, especially Information Ethics from Luciano Floridi, with Quranic manners based on QS. An-Nahl verse 125, which emphasizes bil hikmah, mau'izhah hasanah, and mujadalah billati hiya ahsan. The research method uses a qualitative approach by taking three Youtube videos of Ustadz Khalid Basalamah then the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing are carried out. The results of the analysis show that Ustadz Khalid's da'wah practice displays a relatively consistent ethical pattern of the use of credible evidence, structured and polite delivery, selection of examples that are close to the audience, and emphasis on the moral responsibility of a Muslim in social life. However, there are also points of rhetorical firmness that show an explicit emphasis on sharia norms, especially on moral issues. This study concludes that Ustadz Khalid's da'wah combines Quranic manners with an adaptive digital communication style, although it still holds firmly to the boundaries of Islamic values. The findings of this study contribute to the discussion on the ethics of digital da'wah and the relevance of the integration of Quranic values with modern information ethics theory.   Penelitian ini mengkaji etika dan adab dakwah digital Ustadz Khalid Basalamah melalui analisis isi terhadap tiga video ceramah di kanal YouTube resminya. Latar belakang kajian ini berangkat dari meningkatnya penggunaan media sosial di Indonesia dan kompleksitas etika komunikasi dalam ruang publik digital yang semakin heterogen. Penelitian memadukan kerangka etika komunikasi modern, khususnya Information Ethics dari Luciano Floridi, dengan adab Qurani berdasarkan QS. An-Nahl ayat 125, yang menekankan bil hikmah, mau‘izhah hasanah, dan mujadalah billati hiya ahsan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengambil tiga video Youtube Ustadz Khalid Basalamah kemudian dilakukan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa praktik dakwah Ustadz Khalid menampilkan pola etika yang relatif konsisten penggunaan dalil yang kredibel, penyampaian yang terstruktur dan santun, pemilihan contoh yang dekat dengan audiens, serta penekanan pada tanggung jawab moral seorang Muslim dalam kehidupan sosial. Namun, ditemukan pula titik-titik ketegasan retoris yang menunjukkan penekanan norma syariat secara eksplisit, terutama pada isu-isu moral. Studi ini menyimpulkan bahwa dakwah Ustadz Khalid memadukan adab Qurani dengan gaya komunikasi digital yang adaptif, meskipun tetap memegang tegas pada batas-batas nilai Islam. Temuan penelitian ini berkontribusi pada diskusi tentang etika dakwah digital dan relevansi integrasi nilai-nilai Qurani dengan teori etika informasi modern.

Page 3 of 3 | Total Record : 27