cover
Contact Name
Yolanda Handayani
Contact Email
bikfokes@gmail.com
Phone
+62217863473
Journal Mail Official
bikfokes@gmail.com
Editorial Address
Departemen Biostatistika dan Kependudukan Gedung A, lantai 2, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Kampus Baru UI Depok, Jawa Barat, 16424
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan
Published by Universitas Indonesia
ISSN : -     EISSN : 27750574     DOI : https://doi.org/10.7454/bikfokes
Core Subject : Health,
Jurnal BIKFOKES (Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan) diinisiasi oleh Departemen Biostatika dan Kependudukan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Sebagai jurnal ilmiah, Jurnal BIKFOKES memiliki fokus biostatitik, informatika kesehatan, kependudukan, dan kesehatan reproduksi. Adapun artikel atau naskah ilmiah yang dimuat dalam Jurnal BIKFOKES mencakup ranah penelitian, studi kasus, meta-analysis atau konseptual
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3, No. 1" : 5 Documents clear
Determinan Perilaku Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Pada Mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Tahun 2022 Triana, Anna; Aulia, Ira; Handayani, Yolanda
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 3, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker payudara merupakan kanker dengan angka kejadian paling tinggi di dunia maupun di Indonesia. Keterlambatan diagnosa merupakan salah satu masalah dalam penanganan kanker payudara. Padahal keterlambatan diagnosa dapat dicegah dengan rutin melakukan pemeriksaan deteksi dini kanker payudara, salah satunya yaitu pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan metode kuantitatif dan menggunakan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswi kelas ekstensi angkatan tahun 2020, 2021, dan 2022 di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik stratified sampling dengan hasil perhitungan akhir sampel sebanyak 108 responden. Pengambilan data dilakukan dengan instrumen kuesioner yang kemudian diolah menggunakan analisis uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 86,1% responden pernah melakukan SADARI, namun hanya 20,43% diantaranya yang rutin melakukan SADARI. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara persepsi manfaat (P=0,024) dan persepsi hambatan (P=0,001) dengan perilaku SADARI pada mahasiswi. Tidak ditemukan adanya hubungan yang bermakna antara persepsi kerentanan, persepsi keseriusan, riwayat penyakit kanker keluarga dan dukungan keluarga dengan perilaku SADARI pada mahasiwi. Diperlukan perluasan saluran dalam menyebarluaskan informasi demi meningkatkan pengetahuan mahasiswi mengenai kanker payudara dan SADARI melalui saluran-saluran informasi lain yang lebih dekat dengan keseharian.
Autokorelasi Spasial Prevalensi Stunting di Jawa Barat Tahun 2021 Riznawati, Aldila; Yudhistira, Deny; Rahmaniati, Martya; Sipahutar, Tiopan; Eryando, Tris
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 3, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka prevalensi stunting Provinsi Jawa Barat tahun 2021 sebesar 24,5% dan menjadi salah satu provinsi dengan kategori stunting kronis-akut di Indonesia. Analisis spasial digunakan untuk mengetahui apakah terdapat korelasi secara spasial antar wilayah kabupaten/kota di Jawa Barat berdasarkan prevalensi stunting. Hasil penelitian menunjukkan adanya autokorelasi spasial positif dan terdapat korelasi secara spasial yang artinya prevalensi stunting di satu wilayah kabupaten/kota berkaitan dengan wilayah disekitarnya. Wilayah yang menjadi hotspot stunting di Jawa Barat tahun 2021 berdasarkan pola kluster yang terbentuk adalah Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Bandung. Ketiga wilayah ini menjadi prioritas utama dalam melakukan intervensi penurunan prevalensi stunting di Jawa Barat.
Keterpaparan Informasi Narkoba dan Perilaku Pencarian Rehabilitasi: Studi Kasus Pada Penyalahguna Narkoba di Rumah Kos Pratiwi, Yulia; Besral, Besral
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 3, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterpaparan informasi narkoba merupakan faktor penting dalam pengetahuan dan perubahan perilaku, terutama untuk melakukan rehabilitasi. Rumah kos merupakan populasi yang dianggap rawan terhadap penyalahgunaan narkoba. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan keterpaparan informasi narkoba dengan perilaku pencarian rehabilitasi pada pengguna narkoba di rumah kos. Analisis regresi logistik ganda digunakan untuk menilai hubungan yang signifikan pada α=0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyalahguna narkoba di rumah kos yang memiliki keterpaparan informasi yang baik memiliki kecenderungan untuk 3,8 kali lebih besar untuk berperilaku mencari rehabilitasi dibandingkan dengan mereka yang keterpaparan informasinya kurang (ORa=3,8; 95% CI=0,7 – 21,5), setelah dikontrol oleh variabel umur, pekerjaan, dan pendapatan atau uang saku perbulan.
Hubungan Pemberdayaan Wanita dengan Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) pada Wanita Usia Subur (15-49 tahun) yang telah Menikah di Indonesia: Analisis Data SDKI 2017 Muthi’ah, Triska Alya; Trihandini, Indang
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 3, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan kontrasepsi, khususnya MKJP, merupakan salah satu indikator terlaksananya program Keluarga Berencana. Namun berdasarkan hasil SDKI 2017, hanya terdapat 13,4% wanita yang menggunakan metode kontrasepsi jangka panjang. Berdasarkan beberapa penelitian sebelumnya, diketahui bahwa peran wanita penting terhadap penggunaan MKJP, dilihat melalui pemberdayaan wanita. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberdayaan wanita dengan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) pada wanita usia subur (15-49 tahun) yang telah menikah di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dan menggunakan data SDKI tahun 2017. Variabel dependen penelitian ini adalah penggunaan MKJP dengan variabel independen utama adalah pemberdayaan wanita. Analisis bivariat dan stratifikasi digunakan untuk melihat hubungan antara variabel dependen dan independen dan mengetahui variabel perancu antara hubungan tersebut. Wanita yang berdaya memiliki risiko 1.15 kali lebih tinggi untuk menggunakan MKJP daripada wanita yang tidak berdaya. Diketahui bahwa variabel pendidikan wanita dan indeks kekayaan rumah tangga merupakan variabel perancu pada hubungan antara pemberdayaan wanita dengan penggunaan MKJP. Penggunaan MKJP yang masih rendah merupakan salah satu tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Adanya hubungan antara pemberdayaan wanita dengan penggunaan MKJP dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi instansi pemerintahan untuk mengembangkan kesehatan dengan berfokus pada peran wanita.
Hubungan Status Ekonomi dengan Jumlah Anak Lahir Hidup Pada Wanita Kelompok Usia Kurang dari 45 Tahun dan Kelompok Usia 45-49 Tahun Kawin (Analisis Data SDKI 2017) Suwandi, Meilina; Trihandini, Indang
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 3, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan kependudukan masih sangat kompleks. Salah satu hal nyata yang dihadapi adalah pertumbuhan penduduk yang relatif masih tinggi. Salah satu bagian dari pertumbuhan penduduk tidak terlepas dari jumlah anak lahir hidup. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan jumlah anak lahir hidup adalah status ekonomi. Penelitian ini dilakukan untuk melihat besar hubungan antara status ekonomi dengan jumlah anak lahir hidup pada wanita usia kurang dari 45 tahun berstatus kawin yang masa reproduksinya masih berjalan dan usia 45-49 tahun berstatus kawin yang sudah masuk ke akhir masa reproduksi. Penelitian ini dilakukan menggunakan desain studi potong lintang menggunakan data Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 yang melibatkan 21341 sampel dari wanita usia kurang dari 45 tahun yang berstatus kawin dan 3312 sampel wanita kelompok usia 45-49 tahun yang berstatus kawin. Penelitian ini menemukan bahwa pada kedua kelompok umur diketahui bahwa terdapat hubungan signifikan antara status ekonomi dengan jumlah anak lahir hidup. Ditemukan pula bahwa odds lebih besar ditemukan pada status ekonomi sangat miskin, miskin, menengah, dan kaya dibanding dengan wanita yang status ekonominya sangat kaya. Selanjutnya ditemukan bahwa pada wanita usia kurang dari 45 tahun, didapati hasil bahwa variabel pendidikan, status pekerjaan, usia pertama menikah, penggunaan kontrasepsi, dan preferensi jumlah anak menjadi perancu antara status ekonomi dengan jumlah anak lahir hidup. Sedangkan pada wanita usia 45-49 tahun, variabel wilayah tempat tinggal, statuspekerjaan usia pertama menikah, penggunaan kontrasepsi, dan preferensi jumlah anak menjadi perancu antara status ekonomi dengan jumlah anak lahir hidup.

Page 1 of 1 | Total Record : 5