cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Research Report - Engineering Science
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Research Report - Engineering Science merupakan kumpulan laporan penelitian yang dilakukan oleh para dosen Universitas Katolik Parahyangan, Bandung dalam bidang rekayasa. Penelitian tersebut didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Katolik Parahyangan. Bidang rekayasa mencakup berbagai disiplin ilmu, diantaranya Teknik Sipil, Arsitektur, Teknik Industri, Teknik Kimia, Teknik Informatika, Matematika dan Fisika. Research Abstract diterbitkan dua (2) kali setiap tahunnya.
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 (2011)" : 23 Documents clear
GAGASAN DIBALIK KECENDERUNGAN PENGGUNAAN BENTUK KOTAK PADA ARSITEKTUR Purnama Salura; Rivana Chandra; Andreas Yanuar Wibisono
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2011)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.975 KB)

Abstract

We are all familiar with the tagline ”experience the modern box house” or ” the green tropical minimalist housing”. Or how about this story, about a meeting of an operating manager with his client;… after talking about his house project, the client asked ”what do you think is best for my house?’. The operating manager answered ”Well, it depends on you. What kind of style do you like, there is minimalist-style which is very popular these days. It shaped like stacks of boxes. And there is also classical-style, whatever you like”.These are the phenomenon of architectural practice nowadays. It is considered as if the only truth that is shown consistently and continuously. Style has been dominant. Life-style became the great operation tool that gave us the useful sight of information practically and academicly.The architectural data from the objects is collected in order to be compared by the theory of cultural and natural contextuality in architecture. Symbols and characteristic that is attached to the object is used to analyze the connection to the local culture and nature.Both objects that is chosen shows no connection to the earlier local culture that had exist before them. It is influencing the balance between the building and its enviromental nature. This ‘box-shaped architecture’ shows how imbalance the connection among buildings (architecture) and its local culture and nature.Keywords: style, culture, nature, contextual, fit
PENERAPAN CHOICE-BASED CONJOINT ANALYSIS DALAM PENENTUAN KOMBINASI ATRIBUT TERBAIK LAYANAN SELULER Fransiscus Rian Pratikto; Loren Pratiwi; Yani Herawati
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2011)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.23 KB)

Abstract

Jumlah operator layanan seluler di Indonesia yang banyak menyebabkan tingkat persaingan sangat tinggi, dan mengarah ke perang tarif. Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan oleh operator telekomunikasi terbesar di Indonesia didapati bahwa ada 3 segmen di pasar layanan seluler, yaitu segmen Young-Savvy yang mementingkan harga murah, segmen Established-Premium yang mementingkan pelayanan dan tidak sensitif terhadap harga, dan segmen Rational-Breadwinner yang mementingkan atribut fungsional dari layanan seluler dan masih sensitif terhadap harga.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan atribut-atribut dan kombinasi atribut yang mempengaruhi kepuasan konsumen terhadap layanan seluler di segmen Young-Savvy. Segmen ini didominasi oleh palajar dan mahasiswa dengan pengeluaran per bulan di bawah Rp100 ribu. Metode yang digunakan dalam penentuan kombinasi atribut adalah Choice-Based Conjoint Analysis. Metode ini dipilih karena terdapat efek interaksi antar atribut yang disebabkan adanya atribut harga/tarif.Atribut-atribut yang mempengaruhi pilihan terhadap layanan seluler diperoleh melalui proses wawancara dan Focus-Group Discussion (FGD) terhadap responden terpilih yang memiliki pengalaman yang cukup ekstensif dalam menggunakan layanan seluler. Pengolahan data dilakukan dengan software Choice-Based Conjoint Analysis dari Sawtooth Software. Survey dilakukan secara online di mana penjangkauan responden dilakukan dengan penyebaran link melalui situs jejaring sosial dan mailing-list.Kombinasi atribut terbaik yang diperoleh adalah (1) operator: XL; (2) tarif telepon ke sesama: Rp150/min–Rp800/min; (3) tarif telepon ke operator lain: Rp900/min–Rp1400/min; (4) tarif sms ke semua operator: Rp100/sms; (5) promo gratis SMS sepanjang hari: setelah pemakaian 5 SMS/hari; (6) tarif paket data: Rp2/kb; (7) nomor kartu perdana cantik; (8) harga kartu perdana: Rp2000-Rp5000.
Simulasi Pemanfaatan Dynamic Routing Protocol OSPF Pada Router Di Jaringan Komputer Unpar Chandra Wijaya
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2011)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (906.434 KB)

Abstract

Seiring dengan perkembangan jumlah user yang terhubung di jaringan unpar,dibutuhkan ketersediaan fungsionalitas perangkat jaringan yang telah ada di jaringanUnpar. Konfigurasi routing pada router yang digunakan di jaringan unpar pada saat inimasih berupa routing statik. Konfigurasi ini lebih menguntungkan untuk jaringan yangberskala kecil, karena sumber daya yang dibutuhkan lebih kecil dan konfigurasinya puntidak terlalu sulit. Namun karena semakin besarnya jumlah pengguna komputer yangterhubung di jaringan Unpar belakangan ini, penggunaan dynamik routing akan lebihmemudahkan administrator dalam pengelolaan jaringan. Terutama bila ada koneksi antargedung yang mengalami gangguan, protokol routing dinamik dapat mengubahkonfigurasi tabel routing mengikuti perubahan yang terjadi di jaringan secara otomatis.Sehingga komunikasi data antar komputer di dalam jaringan, dapat segera berfungsikembali dengan menggunakan jalur cadangan.Open Shortest Path First (OSPF) adalah salah satu protokol routing dinamik yangdapat digunakan pada router untuk mengatur isi dari tabel routing. Pada penelitian ini,dilakukan simulasi menggunakan protokol routing dinamik OSPF untuk topologijaringan komputer di Unpar. Untuk mengatasi masalah ketersediaan alamat IP dijaringan, digunakan juga alamat IPv6 yang memiliki kapasitas jauh lebih banyakdibandingkan yang disediakan oleh IPv4. Sehingga untuk beberapa waktu ke depan, tidakakan ada masalah user yang tidak memiliki alamat IP sehingga tidak bisa tergabungdengan jaringan yang sudah tersedia.Dari penelitian yang telah dilakukan, didapat hasil bahwa simulasi berjalandengan baik. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan protokol routing dinamikOSPF dapat memperkecil waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki tabel routing agarkomunikasi data di jaringan tetap dapat berlangsung jika ada jalur antar gedung yangterputus. Selain itu, OSPF juga dapat menggunakan pengalamatan IPv6 sehingga masalahkebutuhan alamat di masa yang akan datang dapat dipenuhi.
PENGEMBANGAN BIOMATERIAL BERBASIS GRAFTING VINYL MONOMER PADA PATI SINGKONG Judy R Witono; Angela Justina; Aswin Kuswanto
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2011)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2300.635 KB)

Abstract

Untuk menghasilkan berbagai produk yang menunjang kehidupan manusia, banyak digunakanbahan dasar yang berasal dari minyak bumi. Ketersediaan bahan tsb. di alam terbatas (karenanon-renewable) dan juga efeknya terhadap lingkungan dan pemakai tidak baik. Hal inimendorong pengembangan material material baru. Dalam penelitian ini dikembangkan prosesgrafting dalam menghasilkan suatu biomaterial. Bahan ini dapat mensubstitusi bahan bahan yangberbasis minyak bumi sehingga dapat dihasilkan produk baru yang lebih ramah lingkungan.Sebagai bahan baku alam digunakan pati singkong dan vinil monomer. Untuk mengamatiselektivitas grafting, jenis monomer (asam akrilik dan akrilamida), jenis initiator (KMnO4,ammonium ferro sulfat - H2O2, dan asam askorbat - H2O2) dan ratio pati terhadap monomer (2:1;2:2; 2;3; 2:4) merupakan variabel yang diteliti. Selektivitas grafting diukur dari nilai %add-on(ratio monomer yang tergrafting pada makromolekul pati terhadap kopolimer yang terbentuk).Parameter konstan pada reaksi grafting ini adalah konsistensi pati sebesar 7,5%, konsentrasiinisiator (5x10-3 mol/kg), temperatur reaksi 40oC dan waktu reaksi 2 jam. Dalam percobaan ini,analisis carboxyl content digunakan untuk menghitung % add-on. Grafting pati dengan monomerasam akrilik dapat menghasilkan % add-on sampai 32,5 %. Sedangkan produk grafting menggunakanmonomer akrilamida, % add-on tertinggi yang dihasilkan hanya 13,1 %. Hasil yang didapat inimenunjukkan adanya potensi substitusi bahan alam (pati) ke dalam produk produk sintetis.
DINDING GESER PAPAN KAYU TAHAN GEMPA Johannes Adhijoso Tjondro; Helmy Hermawan Tjahjanto; Herry Suryadi; Andreas Onky; Steven Varian Lokanatha; Nathanael Nathanael
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2011)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25343.151 KB)

Abstract

Di Indonesia kebutuhan perumahan sangat besar, rumah kayu menjadi salah satu solusinya.Teknologi tepat guna dalam pembangunan perumahan khususnya rumah kayu kurangditerapkan dalam upaya pengurangan risiko bencana gempa. Dinding geser merupakanelemen struktural bagian dari komponen rumah yang sangat efektif dalam menahan bebanhorisontal gempa maupun angin. Sampai saat ini penelitian tentang dinding geser kayuumumnya dengan lapisan penutup dinding dari panel gipsum atau plywood. Berbeda denganpenelitian-penelitian yang ada, dinding geser dalam penelitian ini terbuat dari rangka balokkayu dan papan-papan pelapis dari kayu dengan alat penghubung paku yang secara teknismudah dikerjakan. Kayu yang digunakan adalah kayu lokal dan cepat tumbuh, seperti sengondan albasia.Penelitian ini meliputi uji eksperimental elemen struktural dinding geser dengan 3 variasidinding geser penuh tanpa bukaan. Tiga macam lapisan penutup digunakan dalam penelitianini yaitu dengan plywood (PBR-SW) dengan rangka berbresing tulangan baja, papan-papankayu (WP-SW) dan papan kayu laminasi-paku silang (CNLT-SW). Kurva histeresis benda ujiPBR-SW dan WP-SW cenderung cocok dengan Degrading Tri-linear Model, sedangkanpada benda uji CNLT-SW lebih menyerupai Stewart Model. Kurva histeresis berdasarkanhasil uji eksperimental elemen dinding geser yang mewakili model dinding geser dapatdigunakan dalam simulasi numerik dengan komputer.Envelope histeresis dari ke 3 macam jenis dinding geser menunjukkan kurva tri-linierterendah adalah pada dinding geser dengan penutup papan kayu, sedangkan tertinggi adalahdengan dinding geser yang menggunakan dinding penutup plywood.
FISIKA DASAR DAN KESADARAN ILMIAH: SUATU STUDI – ANALISIS KAITAN FISIKA DENGAN DUNIA DIGITAL Aloysius Rusli
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2011)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.455 KB)

Abstract

Fisika dasar adalah kuliah pengantar Fisika yang banyak diajarkan di berbagai program studisains dan teknik, karena dianggap penting untuk melandasi penguasaan ilmu dan teknologi.Biasanya materinya dianggap baku, yaitu mencakup mekanika, termodinamika, getaran dangelombang, listrik-magnet dan optika, serta fisika modern. Masalah yang sering timbul adalah,keluhan dan temuan bahwa efektivitasnya rendah, relevansinya dengan dunia sehari-hari dandunia teknologi kurang tampak, dan penggunaan matematikanya terlalu menonjol. Dalam rangkameningkatkan efektivitas kuliah penting ini, telah dikembangkan studi berkelanjutan tentangcara-cara yang lebih beresonansi dengan keinginan mahasiswa peserta kuliah ini, dengan tetapmenjaga esensi fisika sebagai ilmu empiris yang berlatar teori yang kuat.Satu hipotesis yang telah dicapai dalam tahapan studi ini sekarang adalah, bahwa tingkatkesadaran ilmu (science awareness) dan kesadaran ilmiah (scientific awareness) merupakansasaran yang lebih relevan dan realistik, dibandingkan dengan tingkat kepahaman ilmu (scienceliteracy) dan kepahaman ilmiah (scientific literacy). Dalam rangka menguji hipotesis ini, telahdilakukan suatu analisis tentang kaitan fisika dengan dunia digital. Analisis ini didasarkan ataspentingnya mahasiswa program studi teknik informatika menyadari erat dan manfaatnyamengetahui (awareness) kaitan antara ilmu dan teknologi yang dipelajarinya, dengan sains danfisika yang melatarbelakangi berbagai segi teknik informatika itu. Pentingnya ini adalah, agarsarjana teknik informatika bukan hanya mengetahui segi teknis mengolah data, melainkan jugamengetahui latar belakang ilmunya, serta proses ilmiahnya, yang akan lebih memungkinkanmereka untuk mengenali cara-cara inovasi dan pengembangan ilmu yang mereka pelajari itu.Hasil analisis ini telah dipresentasikan pada Seminar Nasional Fisika 2011 di Serpong,Tangerang, yang diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Fisika, LIPI dalam kerjasama denganHimpunan Fisika Indonesia Cabang Jakarta, pada 12-13 Juli 2011. Selain itu, hasil analisis iniakan merupakan komponen dalam studi yang lebih luas tentang hipotesis tersebut di atas, yangdirencanakan dipresentasikan pada International Conference in Mathematics and NaturalSciences (ICMNS) di ITB tahun 2012, dan diusahakan diterbitkan sebagai buku melalui PenerbitLambert Academic Publishing GmbH & Co, Saarbrűcken, Jerman, yang telah menawarkan halini setelah mendeteksi adanya laporan dengan tema studi ini dalam Proceedings ICMNS 2010terbitan FMIPA ITB, Bandung.
PENGEMBANGAN ALGORITMA SETTING DAN SUB-­‐ ROUTINE PEMROGRAMAN MESIN CNC (MILLING) Bagus Arthaya
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2011)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2971.568 KB)

Abstract

Pemrograman mesin perkakas CNC merupakan keahliah khusus yang harus dimiliki olehpengguna mesin CNC dimana hal ini bukan merupakan hal yang mudah untuk dikuasai. Fasilitaspemograman yang tersedia saat ini umumnya merupakan satu paket yang terintegrasi denganjenis mesin perkakas yang digunakan dan mahal harganya. Untuk membantu industri kecilmenyiapkan tenaga pemrogram CNC, maka perlu dirancang suatu media/fasilitas yang dapatmendukung kegiatan pemrograman CNC tersebut. Beberapa penelitian sebelumnya telahmembahas kajian awal tentang uji dan ekstraksi suatu program NC yang dibuat oleh seorangprogrammer. Disamping itu formulasi lintasan yang dihasilkan program NC tersebut juga telahdijabarkan, walaupun belum seluruh aspek lintasan secara rinci dibahas.Pelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian tersebut, dimana fungsi-fungsi khusus sepertipenentuan setting benda kerja dan pahat terhadap titik referensi mesin belum diperhitungkandalam rangka mensimulasi gerakan mesin saat beroperasi. Disamping itu, berbagai fungsi khususpada mesin Milling, seperti fungsi koordinasi untuk perubahan bidang interpolasi, fungsi copyingyang berperan penting dalam pembuatan fitur pemesinan sejenis, formulasi lintasan yangberpotongan antara berbagai macam gerak seperti lingkaran dengan lingkaran, garis lurussembarang dengan lingkaran sembarang dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untukmenghasilkan suatu langkah-langkah atau algortima dasar yang sangat diperlukan pada saatperangkat lunak simulasi gerak akan dibuat.
SISTEM PEMBAYARAN ELEKTRONIK MIKRO DENGAN SMART CARD UNTUK KAMPUS STUDI KASUS: UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN Veronica S Moertini; Lucky Adhie; Arry Sardi
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2011)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3547.475 KB)

Abstract

Seiring dengan kemajuan di bidang teknologi informasi, saat ini masyarakat mulai membutuhkan dan memanfaatkan sistem pembayaran elektronik (SPE), yang memiliki kelebihan-kelebihan tertentu (misalnya dalam hal kemudahan, kepraktisan, kecepatan bertransaksi, dll.). Salah satu bentuk SPE adalah SPE Mikro, yaitu SPE yang dimanfaatkan untuk menangani transaksi pembayaran mikro/recehan, misalnya pada pembayaran parkir, pembelian makanan, tiket, foto-copy, dll.Berdasarkan hasil survei dengan penyebaran kuesioner kepada sejumlah pegawai dan mahasiswa pada lima fakultas di Unpar didapatkan kesimpulan bahwa para pegawai dan mahasiswa ternyata juga berminat untuk dapat memanfaatkan SPE Mikro di lingkungan kampus. Pada penelitian ini, SPE Mikro sebagai model solusi dari kebutuhan tersebut dirancang dengan memanfaatkan device pembaca/penulis ke smart card yang berbasis teknologi RFID (Radio Frequency Identification).Pada penelitian ini telah dilakukan analisis kebutuhan pengguna, analisis dan pemodelan sistem, perancangan, implementasi dan pengujian dari sebuah prototipe SPE Mikro untuk Unpar. Pemodelan sistem diberikan dalam bentuk struktur organisasi yang terkait dengan SPE Mikro, prosedur-prosedur, diagram use-case, pemodelan engine dan basisdata pada sistem. Perancangan dipaparkan dalam bentuk perancangan fisik basisdata, diagram sequence, diagram kelas beserta method-method yang rinci dan user interface (UI). Implementasi sistem dilakukan dengan kakas PHP, Delphi dan DBMS MySql. Dari hasil pengujian didapati bahwa prototipe yang dibangun sudah dapat berfungsi dengan baik dan benar.Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan pada masa yang akan datang Unpar dapat membangun SPE Mikro sebagaimana diminati oleh para pegawai dan mahasiswa Unpar.
Produksi Pigmen Merah dari Kapang P. purpurogenum dan M. purpureus dengan Fermentasi Cair secara Batch Anastasia Prima Kristijarti; Ariestya Arlene Arbita
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2011)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6357.187 KB)

Abstract

Penicillium purpurogenum, dan Monascus purpureus merupakanmikroba yang dapat menghasilkan zat warna. Zat warna dari mikroba inidapat diproduksi dengan optimum dengan ditentukan jenis substratpertumbuhannya. Tujuan dari penelitian ini adalah zat warna yangdihasilkan dapat diproduksi dan dapat dipergunakan sebagai zat warnaalami, yang aman untuk dikonsumsi dan dapat diproduksi secara massal. Sertastabilitas zat warna tersebut terhadap beberapa perlakuan dalam pengolahanmakanan.Dua jenis kapang yakni Penicillium purpurogenum, dan Monascuspurpureus ditumbuhkan pada empat macam sumber karbon yakni pati jagung,pati kentang, glukosa, dan sukrosa dengan proses fermentasi cair secarabatch. Analisis yang dilakukan adalah analisis berat sel kering, analisisabsorban, serta analisis kestabilan. Analisis kestabilan zat warna yangdilakukan meliputi cahaya (UV dan sinar matahari), panas (autoklaf 121°C, 15psi seta autoklaf 105°C,17,5 psi), bahan pengawet (asam sitrat, asamaskorbat, dan sodium bisulfit) dan pH.Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah Monascus purpureusmenghasilkan konsentrasi zat warna merah yang lebih tinggi daripadaPenicillium purpurogenum. Medium pertumbuhan dengan sumber karbon darikentang merupakan medium yang baik untuk pertumbuhan sel danmenghasilkan zat warna yang lebih banyak. Zat warna yang dihasilkan stabilterhadap bahan pengawet, namun tidak stabil terhadap panas, cahaya, danpH.
PERENCANAAN STRUKTUR BAWAH (PONDASI) DAN STRUKTUR ATAS PEMBANGUNAN MENARA LONCENG DI PAROKI MARIA RATU PENCINTA DAMAI (MRPD) PONTIANAK, KALIMANTAN BARAT Aswin Lim; Anastasia Sri Lestari; Felix Hidayat; Helmy Hermawan tjahjanto; Herry Suryadi
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2011)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.996 KB)

Abstract

Pada makalah ini menyajikan laporan perencanaan struktur bawah (pondasi) dan struktur atas pembangunan menara lonceng di paroki Maria Ratu Pencinta Damai (MRPD) Pontianak, Kalimantan Barat. Makalah ini dibuat untuk menindaklanjuti permohonan dari paroki MRPD Pontianak kepada Universitas Katolik Parahyangan untuk merencanakan sebuah menara lonceng yang akan menjadi monumen khas dari paroki tersebut. Dari hasil perencanaan, struktur bawah (pondasi) dari menara lonceng ini menggunakan pondasi tiang pancang ukuran 20cm x 20 cm dengan panjang bervariasi antara 12 m dan 18 m. Stabilisasi sistem tanah untuk mencegah penurunan berlebih menggunakan cerucuk kayu ukuran diameter 10 cm dengan panjang 10 sampai dengan 12 m. Struktur atas direncanakan menggunakan beton bertulang dengan penggunaan tulangan besi ulir diameter 16 dan besi polos diameter 10 sertamutu beton K-225. Aspek penting dalam perencanaan menara lonceng ini adalah beban angin dan gaya dinamik lonceng, serta karakteristik tanah lunak yang rentan terhadap penurunan. Semua aspek telah diperhitungan, sehingga konstruksi menara lonceng aman dilaksanakan.

Page 2 of 3 | Total Record : 23