cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Research Report - Social Science
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Research Report - Humanities and Social Science merupakan kumpulan laporan penelitian yang dilakukan oleh para dosen Universitas Katolik Parahyangan, Bandung dalam bidang sosial. Penelitian tersebut didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Katolik Parahyangan. Bidang sosial mencakup berbagai disiplin ilmu, diantaranya Managemen, Akuntansi, Ekonomi dan Studi Pembangunan, Hukum, Administrasi Bisnis, Administrasi Publik, Hubungan Internasional dan Filsafat. Research Abstract diterbitkan dua (2) kali setiap tahunnya.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 (2012)" : 16 Documents clear
Deskripsi Implementasi Sosialisasi ASEAN Community oleh Sekretariat Nasional ASEAN di Propinsi Jawa Barat Studi Kasus Kabupaten Sukabumi , Cianjur dan Kotamadya Bandung Atom Ginting Munthe; Arie Chandra
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 1 (2012)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1187.298 KB)

Abstract

Penelitian ini menemukan bahwa ternyata harapan pemerintah untuk menjadikan Komunitas ASEAN, sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakatnya terbantahkan bila yang diambil sampel adalah anak muda khususnya siswa SMU. Dari survai ke tiga SMU : Cianjur, Sukabumi dan Bandung Raya ditemukan bahwa yang mengetahui menegnai ASEAN hanya berkisar sepertiga saja dari populasi.Penelitian ini menggunakan survai dan wawancara mendalam dengan pihak guru sekolah mengenai pengetahuan ASEAN serta menggunakan teori persepsi dari prof Mar’at.
PROFIL DAYA INOVASI UKM DALAM MENGHADAPI ACFTA (STUDI KASUS UKM DI BANDUNG & GARUT) Orpha Jane; Arie Indra Chandra
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 1 (2012)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1907.664 KB)

Abstract

Inovasi merupakan sebuah prasyarat bagi Usaha Kecil dan Menengah berkembang dan bertumbuh. Dengan melakukan inovasi secara terus menerus, Usaha Kecil dan Menengah dapat bersaing dan terus hidup (sustainability). Mengingat pentingnya hal tersebut, penelitian ini ingin melihat dan mengidentifikasi profil daya inovasi pelaku Usaha Kecil Menengah. Pelaku yang diteliti dalam penelitian ini adalah pelaku UKM di kota Bandung dan Garut yang saat ini ikut dalam program Pembinaan dan Pengembangan Kapasitas Pelaku UKM yang diselenggarakan oleh Center of Excellence Small Medium Entreprise LPPM Unpar.Secara spesifik, penelitian ini menyimpulkan bahwa dalam menghadapi pesaing, para pelaku bisnis umumnya bereaksi khas tapi sama. Berdasarkan data yang terkumpul, mayoritas responden melakukan tindakan-tindakan inovasi baik dalam mengembangkan produk, memperluas produk serta meningkatkan kualitas
ANALISIS SALDO KAS YANG DIBUTUHKAN PERUSAHAAN BERDASARKAN FREE CASH FLOW (Suatu Studi Pada 12 Perusahaan Skala Usaha Kecil dan Menengah di Bandung dan Jakarta) Tulis S. Meliala; Elizabeth Tiur Manurung; Elvy Maria; Francisca Widianti Oetomo
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 1 (2012)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3678.05 KB)

Abstract

Setiap perusahaan dikelola dengan sebaik mungkin untuk menghasilkan laba yang optimum bagi pemiliknya. Salah satu factor yang mempengaruhi laba perusahaan adalah pengelolaan Kas, terutama jumlah Kas yang terdapat pada Neraca perusahaan. Sebab jumlah Kas yang terlalu tinggi akan menghasilkan Idle cash yang merugikan perusahaan karena tidak menghasilkan return yang optimal, sedangkan jumlah Kas yang terlalu rendah mengakibatkan perusahaan kehilangan kesempatan untuk memenuhi kewajiban utamanya yang berakibat juga erugikan perusahaan.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis. Dan objek penelitian yang digunakan adalah 12 Perusahaan UKM yang berdomisili di Bandung dan Jakarta. Hasil perhitungan Net Increasing in Cash from Operating Activities dari 10 perusahaan, nampak bahwa hanya 5 perusahaan yang dapat memenuhi kebutuhan pokok utamanya yaitu pemenuhan capital expenditure yang dikeluarkan tahun 2010, dan dividend yang dibayarkan Tahun 2010; sedangkan 4 perusahaan bahkan tidak mampu memenuhi kebutuhan utamanya karena menghasilkan free cash flow yang negative, serta 1 perusahaan tidak dapat memenuhi free cash flow tahun 2010.Overstated dan understated saldo Cash perusahaan, adalah sebagai berikut: Terdapat 4 perusahaan memiliki kelebihan Saldo Kas yang berkisar antara Rp. 6 Jt sampai 123 Jt; sedangkan 4 perusahaan lainnya memiliki kekurangan Kas berkisar antara Rp. 29 Jt sampai 15.056 Jt; dan 2 perusahaan terakhir walaupun memiliki kekurangan Kas pada Tahun 2010, namun kekurangan Kas ini masih dapat dipenuhi/ditutup oleh saldo Kas tahun lalu.Pada penelitian ini disarankan pula, agar para perusahaan dapat menyusun cash flow dan Free cash flow sendiri-sendiri sehingga dapat memutuskan berapakah jumlah Kas yang seharusnya dimiliki dalam Neraca PerusahaanKata-kata Kunci: Laporan Keuangan, Neraca, Laba Rugi, Cash Flow, Free Cash Flow
PERLINDUNGAN HUKUM DAN PEMULIHAN BAGI ANAK DAN PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN (STUDI KASUS DI PENGADILAN NEGERI BREBES) Joni Minulyo; Koerniatmanto Soetoprawiro; Ratna Riyanti
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 1 (2012)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.248 KB)

Abstract

Social change that will be studied here is on a problem of family violances. Many cases showed that children and women were the victim of family violances. The problem is that the Indonesian social culture sees the fenomena were privat or family internal problem.This research concluded that Indonesian positive law has tried to change this fenomenon. There are two undangs-undangs those change this fenomenon. They are:Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2003 on Children ProtectionUndang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 on Elimination to Violances in HouseholdsThe problem is in the implementation of those two undang-undangs.
DIPLOMASI INDONESIA DALAM MEMBELA KEPENTINGAN TKI DI LUAR NEGERI Sukawarsini Djelantik; Indraswari Indraswari
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 1 (2012)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.622 KB)

Abstract

Diplomasi Indonesia terkait dengan kepentingan pemerintah untuk melindungi warga negaranya di manapun di seluruh dunia. Permasalahan-permasalahan yang dihadapi diplomasi Indonesia sangat erat kaitannya dengan permasalahan-permasalahan internal yang dihadapi oleh tenaga kerja sejak sebelum keberangkatan sampai kembali ke tempat tujuan. Walaupun demikian, menjadi kewajiban negara untuk melindungi dan membela kepentingan warga-negaranya terlepas dari permasalahan di tanah air. Mengingat permasalahan diplomasi merupakan cerminan permasalahan di dalam negeri, maka aktivitas diplomasi Indonesia selayaknya ditujukan pada masyarakat internasional maupun domestik. Untuk itu, diperlukan kerjasama yang baik antar instansi pemerintah maupun lembaga-lembaga independen. Selain itu, diplomasi bilateral maupun multilateral diperlukan untuk lebih memperkuat posisi Indonesia. Mengingat perbedaan antar negara yang tajam, maka diplomasi Indonesia menghadapi banyak hambatan, khususnya sistem masing-masing negara yang berbeda. Pemerintah di sejumlah negara industri baru penerima TKW seperti Hong Kong, Taiwan dan Singapura, relatif sudah memperhatikan hak-hak pekerja asing. Namun demikian sistem sosial dan budaya yang berlaku di Malaysia dan Arab Saudi menyebabkan program perlindungan dan komunikasi tidak berjalan. Banyak kasus menunjukkan tertutupnya memungkinkan perwakilan pemerintah mempunyai akses yang lancar dengan para pekerja domestik. Untuk alasan tersebut, pembahasan pada bab ini akan memfokuskan pada persoalan diplomasi yang dihadapi di Malaysia dan Arab Saudi.
RUMAH BUDAYA SEBAGAI RUANG PUBLIK UNTUK MENGEMBANGKAN KEGIATAN KEPARIWISATAAN DI DESA WISATA RAWABOGO, KECAMATAN CIWIDEY, KABUPATEN BANDUNG Bernardus Ario Tejo Sugiarto; Yusuf Siswantara
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 1 (2012)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1659.522 KB)

Abstract

Desa Rawabogo, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, telah terpilih menjadi Desa Wisata. Terpilihnya desa ini sebagai Desa Wisata bukanlah tanpa alasan. Setiap desa yang terpilih menjadi Desa Wisata tentu memiliki daya tarik wisata yang dapat mengundang wisatawan untuk datang ke desa tersebut. Namun, yang harus dipertimbangkan untuk menjadi Desa Wisata tidak cukup hanya adanya daya tarik wisata tetapi juga adanya fasilitas-fasilitas dan infrastruktur yang memadai yang mendukung dan mempermudah para wisatawan untuk datang ke desa tersebut, misalnya akses jalan yang mudah dan aman, sarana transportasi, dan akomodasi yang terdiri dari fasilitas penginapan dan rumah makan. Banyak hal yang perlu dipersiapkan untuk benar benar menjadi Desa Wisata. Penelitian ini bertujuan untuk membantu masyarakat Desa Rawabogo mempersiapkan diri menjadi Desa Wisata. Apabila Desa Rawabogo telah menjadi Desa Wisata yang memiliki fasilitas-fasilitas yang memadai maka akan semakin banyak wisatawan yang datang. Dengan semakin banyaknya para wisatawan yang datang maka perekonomian desa tersebut akan semakin meningkat karena para wisatawan akan memberikan banyak penghasilan bagi masyarakat dari fasilitas penginapan, rumah makan, jajanan, pertunjukan kesenian, kerajinan tangan dan lain-lain yang disediakan oleh desa tersebut. Tujuan jangka panjang penelitian ini jelas adalah peningkatan perekonomian masyarakat Desa Rawabogo.Fasilitas-fasilitas yang perlu dilengkapi oleh Desa Rawabogo begitu banyak sehingga tidak mungkin dipenuhi dalam waktu singkat. Ini harus dilakukan secara bertahap. Penelitian ini membantu masyarakat desa untuk melihat kebutuhan apa yang penting dan mendesak untuk dipenuhi demi pengembangan desa tersebut sebagai Desa Wisata. Target khusus penelitian ini adalah membantu masyarakat desa untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dari hasil penelitian, ternyata Rumah Budaya adalah kebutuhan yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Dengan demikian, para peneliti dengan dibantu beberapa orang (diantaranya Bapak Bambang, koordinator Gladi Budaya PKH-UNPAR dan Bapak Lilik Alika, salah satu dosen pembimbing Gladi Budaya) membantu mewujudkan Rumah Budaya ini. Dengan demikian, target konkret penelitian ini atau indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah berdirinya Rumah Budaya. Penelitian ini merupakan wujud pengabdian peneliti kepada masyarakat.
PENGARUH FAKTOR-FAKTOR KEBIASAAN (HABITUS), MODAL (CAPITAL), DAN PERUBAHAN (CHANGES) SEBAGAI MODEL PERILAKU KEUANGAN UNTUK MENINGKATKAN PERFORMA KEUANGAN PEREMPUAN PELAKU UMKM (SUATU STUDI di UMKM Binaan FE UNPAR –BANDUNG DAN JAKARTA) Arthur Purboyo; Inge Barlian; Elizabeth Tiur Manurung
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 1 (2012)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.338 KB)

Abstract

Berbagai produk asing tidak dapat dibendung telah menyerbu pasar domestik sekarang. Serbuan tersebut terutama dari barang-barang Cina (Kompas: 2011: 13 Mei h. 38). Fenomena ini telah mengakibatkan munculnya ribuan pengangguran baru. Padahal 90% dunia bisnis Indonesia terdiri dari sektor UMKM (BPS: 2000), dan dari jumlah sektor UMKM tersebut, usaha UMKM yang dikelola oleh perempuan jumlahnya meningkat sangat pesat, hal ini mengindikasikan semakin meningkat pula pemberdayaan perempuan di Indonesia (Kontan: April 2011: h. 11).Berdasarkan analisis kualitatif maka aplikasi teori Bourdieu (1999) dalam penelitian ini dengan tujuan untuk melihat perilaku pengelolaan keuangan oleh perempuan pengelola UMKM, yaitu dari 3 variabel Bourdieu: Habitus, Capital dan Changes, variabel perilaku manakah yang signifikan mempengaruhi performa keuangan UMKM. Variabel dominan akan disosialisasikan kepada perempuan pengelola UMKM lain untuk dianalisis apakah terdapat peningkatan performa keuangannya pada tahun berikutnya, bila perilaku pengelola bertambah baik. Alat analisis statistik akan digunakan sebagai pembanding atas analisis tersebut. UMKM yang diteliti adalah UMKM binaan Unpar.Bila perilaku keuangan perempuan pengelola UMKM bertambah baik, maka performa keuangan usahanya akan meningkat lebih baik, pada gilirannya diharapkan sektor UMKM akan meningkat kesejahteraannya, serta dapat bertahan menghadapi serbuan produk asing.Kata-kata Kunci: Perempuan pengelola usaha, Teori Bourdieu, Perilaku Keuangan, Performa Keuangan.
PEMBENTUKAN DAN IMPLEMENTASI AFCTA DIPANDANG DENGAN PERSPEKTIF KRITIKAL TEORI P. Y Nur Indro
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 1 (2012)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.422 KB)

Abstract

ASEAN – China Free Trade Area dibentuk berdasarkan berbagai kepentingan nasional negara-negara angota ASEAN serta China.  Negara-negara ASEAN terutama karena usaha untuk mengatasi dan keinginan untuk tidak terjerembab lagi ke dalam krisis moneter 1997-1998. Dalam hal ini China dilihat ASEAN sebagai negara yang mulai membuka diri dan memiliki berbagai produk yang dibutuhkan negara-negara anggotanya dengan harga cukup murah. Di lain pihak China melihat bahwa negara-negara ASEAN memiliki bahan baku bagi kebutuhan industrinya. Selain itu negara-negara ASEAN dipandang China sebagai pasar yang mampu menerima produk-produknya. Sebagai sebuah kerja sama, ASEAN Free Trade Area masuk dalam bahasan ilmu Hubungan Internasional, sehingga dapat dipahami berdasarkan perspektif-perspektif yang ada dalam ilmu tersebut. Dalam penelitian ini, pembentukan dan implementasi ASEAN Free Trade Area dipahami/dipandang dengan menggunakan perspektif Critical Theory. Dalam hal ini, terutama pemikiran Critical Theory yang sesuai dengan Jurgen Habermas, Robert Cox, Andrew Linklater dan Ken Booth. Pembentukan dan implementasi ASEAN-Free Trade Area, dalam pandangan Critical Theory, terutama merupakan rasio Instrumental. Padahal negara dibangun pada intinya untuk memenuhi kepentingan rakyatnya. Tetapi regulasi yang muncul dalam kerjasama tersebut, hanya ditentukan oleh ngara tanpa keikutsertaan rakyatnya.  Selain itu bangunan kerjasama ASEAN dengan China ini bersifat semu karena terdapat permasalahan Laut China Selatan dan Kepulauan Spratley. Dengan demikian kesepakatan yang muncul tidak didasarkan pada dialog emansipatoris seperti pandangan Critical Theory. Dengan membangun ACFTA negara-negara ASEAN mampu membuka diri terhadap  kerangka pasar bebas. Namun keterbukaan diri yang tanpa persiapan untuk menerima aktor-aktor yang lain memberi ancaman bagi negara-negara ASEAN. MNC mulai masuk ke negara-negara ASEAN karena keterbukaan tersebut dan mulai membuat internasionalisasi produk.
MODEL ATRIBUT MINIMARKET DI LINGKUNGAN KAMPUS MENURUT MAHASISWA UNPAR DAN MARANATHA BANDUNG Fransisca Mulyono
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 1 (2012)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1171.577 KB)

Abstract

Research Purpose – the purpose of this research is to see what minimarket’s attributes on campuses are perceived important by students of Unpar and Maranatha, Bandung. The result is models on minimarket attributes around the two campuses mentioned above.Methodology – a review of current store attribute literatures reveal 61 attributes considered important by the researchers to then distributed to the students UNPAR and Maranatha as the respondents.Findings – data analysis showed the difference in the models, where five main priority Unpar’s minimarket attribute model consists of: promotions, staff, appearance, relaxation and product organizing dimensions. While the five highest priority Maranatha’s minimarket attribute model are: attitude of employees, security, promotion, minimarket access, and relaxation dimensions.Orijinalitas –because of research on minimarket attribute on campus as far as researchers know is rare, so this study was conducted to make the model in the range of minimarket attributes around Unpar and Maranatha campuses, Bandung.Keywords – store attribute, minimarket attribute, minimarket on campuses, EFA.
MASALAH PELAKSANAAN PERKAWINAN BEDA AGAMA PASCA UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN (PERBANDINGAN HUKUM PERKAWINAN ISLAM DAN KRISTEN PROTESTAN) Koerniatmanto Soetoprawiro; Ratna Riyanti
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 1 (2012)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.436 KB)

Abstract

There is no rule on the inter-religion marriage law in Indonesia post Regulation number 1, 1974 on Marriage Law. The Problem is, how can be it handled by the Indonesian Positive Law. This is the main problem of this legal research. It was studied with an empirical-legal approach.The results are:1. There is a dispensation rule in Protestant Christian Law. Otherwise, it is absent in Islamic Law.2. The inter-religion marriage law is legal according to the Regulation 1, 1974, because it accepted by Article 2 section (1) of the Regulation. It caused by a Letter of Sacred Marriage of a Protestant Church.3. The inter-religion marriages were registered by the Civil Register as the instruction of the Court.Key words: Inter-religion Marriage, Civil Register, Islamic Law, Protestant Law

Page 1 of 2 | Total Record : 16