cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Research Report - Social Science
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Research Report - Humanities and Social Science merupakan kumpulan laporan penelitian yang dilakukan oleh para dosen Universitas Katolik Parahyangan, Bandung dalam bidang sosial. Penelitian tersebut didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Katolik Parahyangan. Bidang sosial mencakup berbagai disiplin ilmu, diantaranya Managemen, Akuntansi, Ekonomi dan Studi Pembangunan, Hukum, Administrasi Bisnis, Administrasi Publik, Hubungan Internasional dan Filsafat. Research Abstract diterbitkan dua (2) kali setiap tahunnya.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 (2012)" : 16 Documents clear
PENTINGNYA AKUNTANSI KEUANGAN BAGI ORGANISASI NIRLABA (STUDI KASUS PADA KUBCA SAMAKTA) Sylvia Fettry E.M; Vita Vita
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 1 (2012)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.745 KB)

Abstract

Sociopreneur dipercaya mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik bagi masyarakat khususnya di Indonesia. Dengan misi sosial memberdayakan masyarakat, sociopreneur dapat menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat yang pengangguran dan masyarakat bawah sehingga jumlah masyarakat miskin di Indonesia akan berkurang, dan kemandirian masyarakat semakin meningkat.Kubca Samakta adalah salah satu contoh lembaga nirlaba yang sangat kental dengan semangat sociopreneur. Kubca Samakta melakukan pemberdayaan terhadap para remaja/dewasa penyandang cacat khususnya tuna rungu, melalui program pelatihan keterampilan dan program unit produksi bagi para penyandang cacat. Kubca Samakta diharapkan dapat meningkatkan kemandirian para penyandang cacat untuk meraih kualitas hidup yang lebih baik.Sebagai lembaga nirlaba, Kubca Samakta dituntut untuk melakukan pertanggungjawaban yang memadai kepada para stakeholder, khususnya penyandang dana dan pemberi bantuan sumber daya lainnya. Salah satu bentuk laporan pertanggungjawaban adalah laporan keuangan yang disusun secara berkala dan merupakan output dari akuntansi keuangan. Penelitian ini dilaksanakan untuk membantu Kubca Samakta dan organisasi nirlaba sejenis dalam menerapkan akuntansi keuangan organisasi nirlaba sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.Kata Kunci : Akuntansi Organisasi Nirlaba, Sociopreneur
PENGELOLAAN KEUANGAN OLEH PENGUSAHA PEREMPUAN PADA BEBERAPA BISNIS KREATIF DI BANDUNG (Studi Kasus Pada Bisnis Kreatif : fesyen, kerajinan, dan film) Inge Barlian; Budiana Gomulia; Elvy Maria Manurung
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 1 (2012)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4553.405 KB)

Abstract

Purpose-This paper presents interviews with several women entrepreneur in Bandung who dedicate herself in creative businesses. These creative businesses give challenges to woman today to take a part, as an entrepreneur beside a woman.Design/methodology/approach – The research use qualitative methods with discource analysis with following step : observation, deep interviews and focus group discussion.Findings – The interviews describe that challenged by the economy doesn’t make women entrepreneur in Bandung stop to create. There are five women who have interviewed, and all of them have passionate, always come with new and bright ideas. All of them got supported by their family. With inadequate financial literacy (management) and improper accounting, they still could manage the mixed sources of fund to great succeed, but they have to fix the problem in the future.Originality/value – This paper gives insights that todays women in Bandung are more empowered and stand equally with their men counterpart.Keywords : women entrepreneur, creative business, financial management.
BIROKRASI TRADISIONAL DARI SATU KERAJAAN DI SUMATERA HARAJAON BATAK TOBA Ulber Silalahi
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 1 (2012)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19366.255 KB)

Abstract

Penelitian ini berangkat dari tesis yang mengatakan bahwa tanah Batak makmur tanpa satu kerajaan yang melindungi dan memerintah. Kalaupun ada “raja” dan “kerajaan” di tanah Batak, ia tidak berkedudukan dan tidak memiliki kekuasaan seperti seorang raja atau kerajaan-kerajaan di daerah lain seperti di Jawa. Tetapi sebaliknya, ada pandangan bahwa tidak pernah ada masyarakat tanpa pemerintahan. Manakala seseorang mengkaji masyarakat, ia menemukan unit politik atau pemerintahan. Pranata politik (pemerintahan) itulah yang mengontrol dan menjaga pengelompokan yang lebih besar, yakni masyarakat tadi. Semua masyarakat politik memiliki pemerintahannya dengan birokrasinya sendiri yang diperlukan untuk mengatur hidup bersama dari masyarakat, mengatur kepentingan masyarakat, meningkatkan standar kehidupan masyarakat dan mendistribusikan penghasilan secara lebih merata, atau meningkatkan pengaruh warga terhadap pemerintah mereka dan sekaligus mencipakan ketertiban sosial.Beranjak dari pendapat terakhir, maka penelitian ini dilakukan untuk mencari jawaban tentang masyarakat Batak Toba apakah memiliki birokrasi pemerintahan kerajaan tradisional. Data yang akan dikumpulkan terkait dengan dengan penciri utama birokrasi pemerintahan kerajaan. Penelitian dilakukan dengan penelitian deskriptif-kualitatif. Data bertsumber dari dongeng-dongeng suci yang hidup dalam masyarakat Batak Toba tradisional yang didapatkan dengan metode dokumenter dan wawancara mendalam. Data tersebut kemudian direduksi, disajikan, dan disimpulkan atau diverifikasi. Juga menggunakan trianggulasi analisis data yaitu the narrative analysis (analisis naratif) dan the illustrative method (metode ilustratif); content analysis (analisis isi), analisis wacana dan penafsiran teks serta semiotic analysis (analisis semiotik).Dari hasil penelitian ditemukan bahwa masyarakat Batak Toba telah memiliki pemerintahan kerajaan tradisional. Pemerintahan kerajaan tradisional Batak Toba memiliki ideologi, struktur, aparatur dan aturan hukum sebagai penciri utama dari birokrasi pemerintahan kerajaan. Ideologi dalam bentuk komunalitas; struktur dalam bentuk territorial-fungsional, aparatur yang mengatur adat, ekonomi, pertahanan, keuangan, keadilan dan agama; dan aturan hukum sebagai pegangan dalam berpemerintahan terkait erat dengan nilai-nilai budaya kultural tradisional Batak Toba. Birokrasi pemerintahan kerajaan tradisional Batak Toba tidak feodalistis sehingga berbeda dengan birokrasi pemerintahan kerajaan tradisional dalam masyarakat lain seperti kerajaan-kerajaan di Jawa yang feodalistis. Secara kultural, setiap masyarakat tradisional memiliki karakteristik sendiri bermasyarakat danberpemerintahan. Karena itu tata pemerintahan tradisional Batak Toba akan berbeda dengan tata pemerintahan masyarakat tradisional lainnya.
Profil Kesiapan Daerah Dalam Memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN Studi kasus : Sektor Kepariwisataan Jawa Barat 2012 (Studi Kasus: di Bandung, Cianjur dan Sukabumi) Arie Chandra; Atom Ginting Munthe
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 1 (2012)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.274 KB)

Abstract

Dalam penelitian ini ditemukan bahwa para pemangku kepentingan kepariwisataan sudah meyakini kesiapan dalam menyambut wisatawan mancanegara dari intra ASEAN. Meskipun ternyata infra struktur yang meliputi aksesebilitas, amenitas, transportasi maupun sikap masyarakat terhadap para wisatawan mancanegara masih bisa ditingkatkan oleh para pemangku kepentingan. Dari data diketahui bahwa wisatawan mancanegara yang berasal dari Asia Tenggara cukup dominan, lebih khusus lagi dari tiga besar Malaysia, Singapura dan Brunei Darusalam.Penelitian ini menggunakan teknik wawancara langsung, menggunakan Forum Group Discussion dan kuesioner terhadap tokoh dari ASITA, Direktur Hotel ternama sekaligus tokoh Badan Promosi Pariwisata Daerah JaBar dan para pelaku bisnis di Travel/Tour Operator, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jabar serta para pelaku bisnis hotel di Cianjur, Sukabumi dan Bandung.
ANALISIS PELUANG DAN TANTANGAN PADA PAGUYUBAN CAHAYA TERANG SEBAGAI UKM PENGRAJIN KULIT DI SUKAREGANG GARUT Ria Satyarini; Muliadi Palesangi
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 1 (2012)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.025 KB)

Abstract

Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mempunyai peran yang sangat signifikan dalam pembangunan ekonomi nasional, hal ini terlihat dari kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang terus meningkat setiap tahunnya. Pemerintah pun terus memberikan perhatian terhadap pengembangan sektor UMKM, namun kenyataannya di lapangan mayoritas UMKM masih berada pada kondisi yang tidak ideal. Hal ini disebabkan karena UMKM masih memiliki kelemahan terutama dari sisi pengelolaan atau manajerial.Penelitian ini dilaksanakan pada Paguyuban Cahaya Terang (PCT), sebuah Paguyuban pengrajin kulit dari Sukaregang, Garut. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengidentifikasi karakteristik khas PCT; (2) Mengidentifikasi Kekuatan, Kelemahan, Peluang, serta Ancaman yang secara nyata dihadapi oleh para pengrajin PCT; (3) Merumuskan strategi pengembangan usaha untuk meningkatkan kapasitas bisnis PCT.Metode penelitian yang dilakukan berupa penggalian informasi melalui observasi, Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara.Kata Kunci: UMKM, Analisis SWOT, dan Strategi Pengembangan Usaha
SME’s CLUSTERING AND ITS IMPACTS ON INNOVATION IN INDONESIA: CASE STUDY AT CIBADUYUT, WEST JAVA Gandhi Pawitan; Theresia Gunawan
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 1 (2012)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.359 KB)

Abstract

Globalization is becoming an important issue for most businesses in the world. Since globalization changes business trends and shortens product life cycles, it requires companies to be more innovative in developing new ideas, products and processes. Clustering is one of ways to promote innovation by facilitating sharing information and ideas between firms, attracting buyers and suppliers, and providing opportunities for joint training. Many researches in developed countries found that the proximity between companies facilitated collaboration and provided a more conducive environment for R&D and knowledge sharing which can develop culture of entrepreneurship and innovation. Then, the success of clusters in developed countries has led many government and companies to establish new clusters.Since products from China have been dominated Indonesia’s market share with lower price, it is very difficult for Indonesian Small and Medium Enterprises to compete with lower price also. Therefore, to face the competition, innovation is perhaps as an alternative strategy for Indonesian SMEs. In facts, more than 50% of small and medium enterprises in Indonesia are located in clusters and most of them are located in Java, Bali and Nusa Tenggara. Even though they located in cluster but their innovations still very low and judging from technology perspective, most of them have low level of technologies and still remain in the underdeveloped stage. Therefore, in this research, the author tries to find (1). To what extend do cluster Indonesia promote innovation, (2). To find the reasons why clusters in Indonesia has not been working well in promoting innovation and (3). To investigate what aspects can be improved by Indonesian SMEs to boost their innovation.Keywords: clustering, innovation, small and medium enterprises.

Page 2 of 2 | Total Record : 16