cover
Contact Name
Arum Pratiwi
Contact Email
jppm@polbangtanmalang.ac.id
Phone
+628563337447
Journal Mail Official
jppm@polbangtanmalang.ac.id
Editorial Address
Jalan Dr Cipto 144A, Bedali-Lawang Malang, Lawang, Jawa Timur, Indonesia 65200
Location
Kab. malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Penyuluhan Pembangunan
ISSN : 2656324X     EISSN : 26565560     DOI : https://doi.org/10.34145/jppm.v4i2
Jurnal Penyuluhan Pembangunan, dengan nomor ISSN 2656-324X dan E-ISSN 2656-5560 adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian penyuluhan dan kegiatan pengabdian/ pemberdayaan masyarakat dan diterbitkan oleh Politeknik Pembangunan Pertanian Malang. Jurnal ini meliputi berbagai kajian terkait penyuluhan dan pengabdian masyarakat dari berbagai bidang ilmu dengan menggunakan Bahasa Indonesia. Fokus dan ruang lingkup penyuluhan dan pengabdian masyarakat pada jurnal ini antara lain Penyuluhan, Pengabdian Masyarakat, Pembangunan Pedesaan, Komunikasi, Pemberdayaan Masyarakat, Sosiologi Pertanian/Pedesaan, dan Psikologi Sosial.
Articles 67 Documents
KETERAMPILAN PETERNAK TENTANG PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI KOTORAN KAMBING DI DESA WONOREJO Ganang Trisno Priyambodo; Kartika Budi Utami; Abdul Muksid
JURNAL PENYULUHAN PEMBANGUNAN Vol 1 No 2 (2019): Jurnal Penyuluhan Pembangunan
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/jppm.v1i2.163

Abstract

Tujuan penelitian yaitu mendeskripsikan keterampilan peternak tentang pembuatan pupuk organik cair dari kotoran kambing. Materi penelitian yaitu 25 orang peternak yang ditentukan secara purposive sampling. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi kasus. Penelitian telah dilakukan pada bulan Maret-Juni 2018. Keterampilan peternak meliputi keterampilan dalam prosedur pembutan pupuk organik cair pada tahap persiapan, pencampuran dan pengakhiran. Data tentang keterampilan peternak diperoleh menggunakan kuesioner melalui observasi. Kualitas pupuk organik cair meliputi kualitas fisik dan kandungan unsur hara. Kualitas fisik meliputi bau, warna, konsistensi dan tekstur. Kandungan unsur hara meliputi C-Organik, pH, N, P dan K. Kualitas fisik POC diketahui dengan uji organoleptik sedangkan kandungan unsur hara dilakukan uji laboratorium. Data dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum tingkat keterampilan peternak tentang pembuatan pupuk organik cair dari feses kambing pada kategori terampil. Pada tahap persiapan sejumlah 13 orang atau 52% peternak dengan kategori terampil, pada tahap pencampuran sejumlah 15 orang atau 60% peternak dengan kategori cukup terampil dan pada tahap pengakhiran sejumlah 21 orang atau 84% peternak pada kategori sangat terampil.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PETANI DUSUN GRANGSIL, JAMBANGAN MELALUI TEKNOLOGI HIDROGANIK DAN ENERGI MANDIRI FOTOVOLTAIK Munanto Haris
JURNAL PENYULUHAN PEMBANGUNAN Vol 1 No 2 (2019): Jurnal Penyuluhan Pembangunan
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/jppm.v1i2.164

Abstract

Dusun Gransil Desa Jambangan, Kecamatan Dampit Kabupaten Malang terletak di lereng Gunung Semeru memiliki topografi perbukitan dengan pemandangan alam yang asri serta udara yang sejuk. Mata pencaharian masyarakat di daerah ini 83% adalah petani yang memiliki semangat dan etos kerja yang baik, budaya gotong royong dan keinginan untuk maju sehingga salah satu keinginan masyarakat menjadikan Desa Jambangan sebagai Kawasan Wisata Agro. Komunitas yang aktif dalam pengembangan kawasan wisata agro di Desa Jambangan adalah POKDARWIS “Kampoeng Bunga Grangsil” yang fokus pada pengembangan Desa Jambangan sebagai kawasan agro. Permasalahan yang dihadapi dalam upaya mengembangkan wisata agro antara lain; Pertama, Pengembangan obyek fisik; (1) Keterbatasan lahan yang khusus untuk penanaman sayur organik yang dapat dijadikan sebagai salah satu obyek wisata agro; (2) Pengembangan Teknologi penanaman sayur organik; Kedua, permasalahan Pemberdayaan masyarakat; (1) Tata kelola (manajemen) obyek-obyek wisata agro Desa Jambangan masih belum kuat, (2) Masih lemahnya kemampuan untuk menggerakkan masyarakat sebagai pelaku usaha dalam kawasan wisata agro Desa Jambangan, (3) Belum terkoordinirnya kemampuan untuk menggerakkan masyarakat di Desa Jambangan sebagai pelaku usaha. Ketiga, permasalahan pengembangan ekonomi kreatif; (1) Masih terkendalanya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan produk agro melalui penanaman terkonsentrasi pada masing-masing blok, (2) Peningkatan kegiatan produktif tanaman sayur sebagai penunjang destinasi wisata agro Desa Jambangan. Untuk menjawab permasalahan-permasalahan tersebut maka konsep pemberdayaan masyarakat berupa Teknologi Tepat Guna yaitu Teknologi Penanaman sayur sekaligus pemeliharaan ikan melalui teknik “Hidroganik” yaitu hidroponik yang nutrisinya menggunakan bahan-bahan organik sekaligus digunakan sebagai kolam ikan. Untuk mendapatkan suplai listrik menggunakan pembangkit tenaga listrik energi surya fotovoltaik dapat digerakkan dengan energi listrik mandiri. Secara fisik teknologi yang didesiminasikan berupa: (1) Greenhouse dengan bahan konstruksi bambu, (2) Teknologi penanaman hidroganik, (3) Pembangkit listrik tenaga surya fotovoltaik, (4) Gazebo dan lansekap yang menarik untuk dikunjungi. Tahapan dalam konsep pemberdayaan masyarakat berupa teknologi hidroganik energi surya kepada masyarakat dilaksanakan sebagai berikut: (1) Identifikasi kebutuhan masyarakat, (2) Perancangan teknologi hidroganik energi surya
PERSEPSI PETERNAK TENTANG PEMANFAATAN PAKAN FERMENTASI GEDEBOG PISANG UNTUK SAPI POTONG DI DESA TAMBAKSARI KECAMATAN PURWODADI KABUPATEN PASURUAN Rezki Amalyadi; Ismulhadi Ismulhadi; Wahyu Windari
JURNAL PENYULUHAN PEMBANGUNAN Vol 1 No 2 (2019): Jurnal Penyuluhan Pembangunan
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/jppm.v1i2.165

Abstract

Berlimpahnya limbah pertanian seperti gedebog pisang dapat dimanfaatkan dengan cara pembuatan pakan fermentasi gedebog pisang untuk penggemukan sapi potong. Pemberian gedebog pisang ke ternak telah telah dilakukan oleh Kelompoktani Ampelsari Makmur Jaya dan Ampelsari Makmur Jaya II tanpa adanya proses fermentasi, sehingga poktan tersebut dianjurkan dapat membuat membuat pakan fermentasi gedebog pisang sesuai dengan prosedur. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi peternak tentang pemanfaatan pakan fermentasi gedebog pisang untuk penggemukan sapi potong dan faktor internal, faktor eksternal dan karakteristik individu (umur, pendidikan dan pengalaman/lama beternak) yang mempengaruhi persepsi peternak tentang pemanfaatan pakan fermentasi gedebog pisang untuk penggemukan sapi potong. Pengukuran persepsi dilakukan pada saat sebelum dilakukannya penyuluhan. Penelitian diawali dengan mengamati dan melibatkan diri pada komunitas peternak dalam konteks yang alami (natural setting), diskusi kelompok terfokus, dan wawancara mendalam serta pengisian angket kepada 60 peternak sapi potong yang tergabung dalam kelompoktani Ampelsari Makmur Jaya dan Ampelsari Makmur Jaya II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 35 orang menolak dan 25 orang menerima tentang inovasi pakan fermentasi gedebog pisang untuk penggemukan sapi potong dikarenakan belum mengetahui cara pembuatan dan pengaplikasian pakan fermentasi gedebog pisang untuk penggenmukan sapi potong. Sedangkan faktor yang mempengaruhi persepsi yaitu faktor eksternal. Faktor eksternal terdiri dari sesuatu yang baru, keakraban, ulangan, gerakan, kontras, ukuran, dan intensitas. Setelah dilakukan analisis, diperoleh persamaan regresi linier berganda Y = 6,486 + 0,128 X1 + 0,272 X2 + (-0,006) X3 + (-0,337) X4 + 0,115 X5. Persamaan ini dapat digunakan untuk memperkirakan persepsi yang dipengaruhi oleh faktor internal, faktor eksternal, dan karakteristik individu (usia, pendidikan, dan pengalaman/lama beternak).
PENGARUH UMUR, PENDIDIKAN, KEPEMILIKAN TERNAK DAN LAMA BETERNAK TERHADAP PERILAKU PEMBUATAN MOL ISI RUMEN SAPI DI KUT LEMBU SURA Elok Kurnia; Bambang Riyanto; Novita Dewi Kristanti
JURNAL PENYULUHAN PEMBANGUNAN Vol 1 No 2 (2019): Jurnal Penyuluhan Pembangunan
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/jppm.v1i2.166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pengaruh umur, pendidikan, kepemilikan ternak dan lama beternak terhadap perilaku petani (pengetahuan, sikap dan keterampilan) Kelompok Usaha Ternak Lembu Sura dalam pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL) isi rumen sapi yang mengacu pada juknis dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah tahun 2018. Penentuan populasi penelitian dilakukan dengan sengaja (purposive) yaitu petani yang menjadi anggota KUT Lembu Sura. Sebanyak 24 responden dilibatkan dalam penelitian ini dengan menggunakan sampling jenuh (sensus). Data dianalisis menggunakan kuantitatif deskriptif. Pengaruh umur, tingkat pendidikan, kepemilikan ternak dan lama beternak) terhadap pengetahuan, sikap dan keterampilan dianalisis menggunakan tabulasi silang sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek umur, pendidikan, kepemilikan ternak dan lama beternak memiliki kebebasan dalam menilai perilaku petani (pengetahuan, sikap dan keterampilan) mengenai pembuatan MOL isi rumen sapi
RANCANGAN PENYULUHAN APLIKASI ASAP CAIR UNTUK MENGENDALIKAN CENDAWAN COLLETOTRICHUM CAPSICI PENYEBAB PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA TANAMAN CABE MERAH (CAPSICUM ANNUM L) Vaya Zuanif; Ugik Romadi; Yastutik Yastutik
JURNAL PENYULUHAN PEMBANGUNAN Vol 1 No 2 (2019): Jurnal Penyuluhan Pembangunan
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/jppm.v1i2.167

Abstract

Desa Karangrejo merupakan salah satu desa di Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan yang mempunyai luas lahan sawah 141 ha. Beberapa komoditas yang diusahakan oleh petani di Desa karangrejo adalah tanaman pangan khususnya padi dan tanaman hortikultura khusunya cabai. Oleh karena itu, penulis melakukan penyuluhan tentang pengendalian penyakit antraknosa yang menjadi penyakit utama pada tanaman cabai merah di desa Karangrejo khusunya di Kelompoktani Sejahtera Tani. Karakteristik anggota kelompok tani sangat berbeda-beda, sehingga dalam pembuatan rancangan penyuluhan perlu memperhatikan aspek individu, aspek sosial, aspek ekonomi, dan aspek budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun rancangan penyuluhan yang tepat berdasarkan karakteristik sasaran. Penentuan jumlah sampel menggunakan metode Sampling Purposive dengan 25 responden yang aktif dalam kelompok tani yang melakukan budidaya cabe. Hasil penetapan rancangan penyuluhan diperoleh tujuan penyuluhan yaitu untuk mengetahui tingkat pengetahuan petani tentang aplikasi asap cair untuk mengendalikan cendawan C.capsici penyebab penyakit antraknosa dengan sasaran penyuluhan adalah anggota kelompok tani Sejahtera Tani sebanyak 25 orang. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi. Media yang digunakan adalah power point yang diselingi dengan pemutaran video. Hasil evaluasi penyuluhan menggunakan metode kuantitatif yaitu dengan penyebaran kuisioner dan dihitung dengan skala Guttman diperoleh hasil bahwa responden berada pada tahap penguasaan pengetahuan (C1) sebesar 52% dan penguasaan pemahaman (C2) sebesar 48%. Rata-rata responden berada pada tahap penguasaan pengetahuan (C1) dengan nilai rata-rata yang diperoleh adalah 16,44.
PENGETAHUAN DAN SIKAP PETERNAK TENTANG TEKNOLOGI PENGOLAHAN JERAMI PADI Kartika budi utami; Ratna fitri hidayah; Isyunani Isyunani
JURNAL PENYULUHAN PEMBANGUNAN Vol 1 No 2 (2019): Jurnal Penyuluhan Pembangunan
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/jppm.v1i2.168

Abstract

Tujuan penelitian yaitu mendeskripsikan pengetahuan dan sikap peternak Margo Utomo 3 tentang teknologi pembuatan pakan lengkap jerami padi. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi kasus dan survei. Materi penelitian yaitu 30 orang peternak sapi potong yang ditentukan secara purposive sampling. Kajian telah dilakukan pada Mei 2018. Data primer berupa pengetahuan dan sikap peternak diperoleh dengan menggunakan kuesioner. Data dianalisa secara deskriptif. Hasil kajian pengetahuan menunjukkan bahwa sebanyak 36,7% responden termasuk kategori pengetahuan rendah, pengetahuan kategori sedang sebanyak 40%, dan pengetahuan kategori tinggi sebanyak 23,3%. Hasil analisa sikap menunjukkan bahwa sebanyak 18 orang atau 60% responden memiliki sikap menerima dan sebanyak 12 orang atau 40% responden memiliki sikap menolak. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu peternak memiliki kategori pengetahuan sedang dan menerima teknologi pakan lengkap jerami padi.
PENYULUHAN TENTANG INOVASI DIGESTER DRUM BERLAPIS TER PADA BIOGAS SKALA RU-MAH TANGGA DI KELOMPOK TANI DEWI RATIH III DESA SUKONYAR KECAMATAN PAKIS KABUPATEN MALANG Arman Arman; Yudi Rustandi; Nurlaili Nurlaili
JURNAL PENYULUHAN PEMBANGUNAN Vol 1 No 2 (2019): Jurnal Penyuluhan Pembangunan
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/jppm.v1i2.169

Abstract

Biogas merupakan sumber energi terbaru dan penting sebagai substitusi unggul dan mampu menyumbangkan pengaruh untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar rumah tangga dengan pemanfaatan limbah kotoran sapi. Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku peternak dalam pengetahuan dan sikap terhadap inovasi digester drum berlapis ter pada pembuatan biogas skala rumah tangga. Menyusun rancangan penyuluhan tentang inovasi digester drum berlapis ter pada pembuatan biogas skala rumah tangga dan mendeskripsikan hasil evaluasi perilaku peternak tentang inovasi digester drum berlapis ter. Kajian ini dilakukan di Desa Sukoanyar Kecamatan Pakis Kabupaten Malang dengan menggunakan 15 responden yang ditentukan melalui sampel jenuh. Materi penyuluhan tentang inovasi digester drum berlapis ter pada pembuatan biogas skala rumah tangga. Metode penyuluhan menggunakan demonstrasi hasil, ceramah, dan diskusi kelompok. Media yang digunakan dalam penyuluhan adalah folder, video tutorial, powerpoint dan benda sesungguhnya. Pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner hasil post test. Hasil kajian menunjukkan bahwa : 1) Tingkat pengetahuan peternak tergolong sedang dengan persentase 68,42%. 2) Tingkat sikap peternak tergolong positifdengan persentase 74,51%.
SIKAP PETERNAK TERHADAP PROGRAM ASURANSI USAHA TERNAK SAPI DI KECAMATAN KUNIR KABUPATEN LUMAJANG Ahmad Ilham Kubro; Nurlaili Nurlaili; Riyanto Riyanto
JURNAL PENYULUHAN PEMBANGUNAN Vol 1 No 2 (2019): Jurnal Penyuluhan Pembangunan
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/jppm.v1i2.170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Sikap Peternak Terhadap Program Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) di Kecamatan Kunir Kabupaten Lumajang, Penelitian ini dilaksanakan pada Maret sampai Juni 2019 yang berlokasi di Kecamatan Kunir Kabupaten Lumajang, Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan menggunakan kuesioner sikap dengan penyebaran 40 responden yang sudah ikut asuransi dan 40 peternak yang belum ikut asuransi, penentuan responden menggunakan Incidental sampling yaitu pemilihan secara kebetulan, analisis yang digunakan menggunakan skala interval, maka diketahui peternak yang telah ikut asuransi memiliki persentase 57% yang menilai positif dan 42% peternak yang menilai Negatif, sedangkan peternak yang belum ikut asuransi 47% menilai positif dan 52% negative
PERILAKU PETERNAK TENTANG PEMBUATAN KOMPOS FESES SAPI POTONG DI KECAMATAN NGUNUT, TULUNGAGUNG (STUDI KASUS DI KELOMPOK USAHA TERNAK LEMBU SURA) Diyah Umi Mahmudah; Bambang Riyanto; Kartika Budi Utami
JURNAL PENYULUHAN PEMBANGUNAN Vol 1 No 2 (2019): Jurnal Penyuluhan Pembangunan
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/jppm.v1i2.171

Abstract

Populasi sapi potong di Kecamatan Ngunut terus mengalami peningkatan setiap tahun diiringi peningkatan produksi feses. Pada tahun 2016, jumlah populasi sapi potong di Kecamatan Ngunut adalah 7.743 ST dengan rata-rata kepemilikan ternak 1 – 5 ekor. Jika 1 ekor sapi menghasilkan feses sebanyak 10 – 25 kg/hr, maka produksi feses di Kecamatan Ngunut adalah 193.575 kg/hr. Selama ini, feses sapi potong belum termanfaatkan namun berpotensi menjadi unit usaha baru bagi kelompok menjadi produk pupuk kompos. Penelitian dilakukan di Kelompok Usaha Ternak (KUT) Lembu sura Kecamatan Ngunut. Tujuan penelitian yaitu mendiskripsikan kualitas pupuk kompos yang dihasilkan oleh responden dan mendiskripsikan perilaku responden dalam pembuatan pupuk kompos dari feses sapi potong dengan menggunakan bahan tambahan yang tersedia secara lokalita. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Penentuan sampel dilakukan dengan metode kelompok (cluster sampling) yang merupakan kelompok kelas Madya dan aktif yaitu KUT Lembu sura, Jumlah responden sebanyak 36 orang. Hasil kajian perilaku menunjukkan bahwa pengetahuan responden berada pada kategori “Analisis”, keterampilan berada pada kategori “Sangat Terampil”, dan Sikap berada pada kategori “Mengorganisir”.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Partisipasi Petani Dalam Penggunaan Benih Jagung Hibrida muhammad ainur firdaus; Abdul Farid; Joko Gagung
JURNAL PENYULUHAN PEMBANGUNAN Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Penyuluhan Pembangunan
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/jppm.v4i2.2063

Abstract

Desa Drancang Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik merupakan daerah yang memiliki komoditas hasil pertanian unggulan yakni jagung, yang produktivitasnya mencapai 1120,57 Ton, tingginya produktivitas jagung dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah penggunaan benih jagung hibrida, namun produktifitas yang tinggi dan penggunaan benih jagung hibrida yang digunakan petani kurang di sertai dengan partisipasi yang tinggi, petani bertani hanya untuk mencukupi kebutuhan pangannya, tidak berorientasi pada hasil,manfaat, dan evaluasi atas budidaya pertanian yang dilakukan, atas pertimbangan tersebut penelitian memiliki keiginan mengetahui tingkat partisipasi petani dalalm menggunakan benih jagung hibrida, faktor apa saja yang mempengaruhi partisipasi petani dalam penggunaan benih jagung hibrida, rancangan penyuluhan untuk meningkatkan partisipasi petani dalam penggunaan benih jagung hibrida, dan bagaimana evaluasi penyuluhan pertanian yang dilakukan, dengan metode penelitian yakni deskriptif kuantitatif , analisis data regresi linier berganda dengan pengambilan sample menggunakan teknik simple random sampling dengan rumus slovin dan diperoleh sample sebanyak 69 orang, hasil penelitian menunjukkan tingkat partisipasi petani pada kategori tinggi pada aspek pengambilan keputusan, dan pelaksanaan serta pada kategori sedang pada aspek kemanfaatan dan evaluasi, faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi petani secara simultan yakni faktor internal dan faktor eksternal, sedangkan secara parsial faktor yang mempengaruhi yakni tingkat pendidikan, intensitas sosialisasi, keaktifan fasilitator, dan pengaruh masyarakat luar.