cover
Contact Name
Arum Pratiwi
Contact Email
jppm@polbangtanmalang.ac.id
Phone
+628563337447
Journal Mail Official
jppm@polbangtanmalang.ac.id
Editorial Address
Jalan Dr Cipto 144A, Bedali-Lawang Malang, Lawang, Jawa Timur, Indonesia 65200
Location
Kab. malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Penyuluhan Pembangunan
ISSN : 2656324X     EISSN : 26565560     DOI : https://doi.org/10.34145/jppm.v4i2
Jurnal Penyuluhan Pembangunan, dengan nomor ISSN 2656-324X dan E-ISSN 2656-5560 adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian penyuluhan dan kegiatan pengabdian/ pemberdayaan masyarakat dan diterbitkan oleh Politeknik Pembangunan Pertanian Malang. Jurnal ini meliputi berbagai kajian terkait penyuluhan dan pengabdian masyarakat dari berbagai bidang ilmu dengan menggunakan Bahasa Indonesia. Fokus dan ruang lingkup penyuluhan dan pengabdian masyarakat pada jurnal ini antara lain Penyuluhan, Pengabdian Masyarakat, Pembangunan Pedesaan, Komunikasi, Pemberdayaan Masyarakat, Sosiologi Pertanian/Pedesaan, dan Psikologi Sosial.
Articles 67 Documents
Faktor Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Adopsi Pembuatan dan Penerapan Pestisida Nabati MICESSLA Mega Jaya Rizky Dinda Ayu; Budi Sawitri; Dwi Purnomo
JURNAL PENYULUHAN PEMBANGUNAN Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Penyuluhan Pembangunan
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/jppm.v1i1.2086

Abstract

Pestisida nabati MICESSLA merupakan salah satu teknologi ramah lingkungan yang mendukung pengembangan budidaya tanaman sehat, namun pestisida nabati MICESSLA tidak akan berguna tanpa adanya adopsi. Penelitian ini bertujuan: Mengetahui karakteristik petani padi Di Desa Banaran Kecamatan Kandangan Kabupaten Kediri, Mengetahui Dukungan Penyuluhan petani Di Desa Banaran Kecamatan Kandangan, Mengetahui tingkat adopsi petani terhadap pembuatan dan penerapan pestisida nabati MICESSLA pada budidaya padi, dan Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap tingkap adopsi tentang pembuatan dan penerapan pestisida nabati MICESSLA pada budidaya padi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode penelitian kuantitatif. Metode pengambilan data dilakukan secara survei melibatkan tiga kelompok tani yang telah melaksanakan program budidaya tanaman sehat di Desa Banaran Kecamatan Kandangan Kabupaten Kediri. Data dianalisis menggunakan analisis Regresi Linier Berganda Y = (Tingkat Adopsi) a + b1 X1 + b2X2 +...+bnXn. Hasil penelitian analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa variabel X1 dan X2 berdasarkan R Square sebesar 0,887 menjelaskan bahwa proporsi pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat sebesar 88,7% sedangkan sisanya 11,3% dipengaruhi oleh valiabel lain yang tidak ada didalam model regresi linier berganda. Petani padi dikelompok tani Desa Banaran Kecamatan Kandangan Kabupaten Kediri sebagian besar (54%) telah mengadopsi pestisida nabati MICESSLA dalam kegiatan usahataninya.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Petani pada Keberlanjutan Program Pembenihan Jagung Hibrida Berbasis Korporasi di Kecamatan Jatirogo Kabupaten Tuban Dinda Fahriantika; Hamyana Hamyana; Rika Despita
JURNAL PENYULUHAN PEMBANGUNAN Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Penyuluhan Pembangunan
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan mengetahui pengaruh pendapatan, kegiatan penyuluhan, sasaran penyuluhan dan lingkungan masyarakat terhadap minat petani dan menyusun rancangan peyuluhan untuk meningkatkan minat petani pada keberlanjutan program pembenihan jagung hibrida berbasis korporasi di Kecamatan Jatirogo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif, data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer yang diperoleh dari penyebaran kuesioner dan data sekunder yang diperoleh dari pihak terkait. Populasi penelitian sebanyak 1657, dan diambil petani dari 3 desa menggunakan teknik sampling Proportion Random Sampling menggunakan rumus slovin dengan taraf 15% didapat 44 petani. Analisis data yang dilakukan dengan analisis regresi linier berganda dengan hasil sebagai berikut: a) secara simultan (bersama-sama) bahwa variabel pendapatan, kegiatan penyuluhan, sarana produksi dan lingkungan masyarakat berpengaruh terhadap minat petani pada keberlanjutan program pembenihan jagung hibrida berbasis korporasi; b) secara parsial variabel sarana produksi berpengaruh secara signifikan, sedangkan variabel pendapatan, kegiatan penyuluhan dan lingkungan masyarakat tidak berpengaruh secara signifikan terhadap minat petani pada keberlanjutan program pembenihan jagung hibrida berbasis korporasi di Kecamatan Jatirogo.
Hubungan Karakteristik Inovasi dengan Minat Petani dalam Pembuatan Kompos di Desa Rembitan Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah Istianah Istianah; Wahyu Windari; Yudi Rustandi
JURNAL PENYULUHAN PEMBANGUNAN Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Penyuluhan Pembangunan
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi populasi ternak yang ada di Desa Rembitan pada tahun 2020 sebanyak 861 ekor untuk ternak sapi. Ternak sapi sendiri tidak terlepas dari produksi sampingan atau limbah ternak baik berupa feses, urin, sisa pakan, dan lain-lain. Limbah yang dihasilkan jika tidak dimanfaatkan dengan baik akan mengganggu kegiatan masyarakat sekitar. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengolah limbah tersebut menjadi kompos. Penyuluhan terkait pengolahan kompos di Desa Rembitan pernah dilakukan, akan tetapi tidak diterapkan oleh petani sendiri. Petani yang pernah menerima penyuluhan tersebut tidak menerapkan inovasi kompos yang telah diberikan sehinggan perlunya mengetahui bagaimana karakteristik inovasi tersebut dan bagaimana minat petani dalam pembuatan kompos daan hubungan antara karakteristik inovasi dengan minat petani. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Jumlah responden penelitian sebanyak 78 orang dengan penentuan sampel menggunakan rumus slovin. Hasil kajian tentang karakteristik petani menunjukka pada tingkat sedang, minat petani pada tingkat sedang, dan terdapat hubungan antara karakteristik inovasi dengan minat petani dalam pembuatan kompos.
Tingkat Adopsi Peternak terhadap Teknologi Purifikasi Biogas di Desa Slamparejo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang Muhammad Roby Iswanto; Hananik Prasetyo; Bambang Sudarmanto
JURNAL PENYULUHAN PEMBANGUNAN Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Penyuluhan Pembangunan
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/jppm.v1i1.2092

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat adopsi dan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat adopsi terhadap alat purifikasi biogas di peternak Desa Slamparejo. Penelitian dilaksanakan di Desa Slamparejo Kecamatan Jabung pada 27 April 2020 – 18 Juni 2020. Metode penelitian mengunakan deskriptif kuantitatif, dengan variabel penelitian tingkat adopsi (Y), karakteristik peternak (X1) dan sifat inovasi (X2). Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan pembagian kuisioner. Populasi penelitian sebanyak 86 peternak pemilik biogas dengan penentuan sampel menggunakan purposive sampling dan ditetapkan 25 sampel. Data dianalisis dengan menggunakan statistika deskriptif dengan uji regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat adopsi. Hasil penelitian menunjukkan jika tingkat adopsi peternak terhadap alat purifikasi biogas tergolong sedang dengan nilai sebesar 67 % pada tingkatan sadar dan minat akan adanya teknologi purifiksi biogas. Sifat inovasi secara simultan berpengaruh terhadap tingkat adopsi khusunya keuntungan relatif yang berpengaruh signifikan, sedangkan karakteristik tidak berpengaruh terhadap tingkat adopsi.
Faktor yang Mempengaruhi Adopsi Petani terhadap Penggunaan Mol Buah Belimbing (Averrhoa Carambola) Probiotik di Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek Novia Widi Astutik; Bambang Priyanto; Dwi Purnomo
JURNAL PENYULUHAN PEMBANGUNAN Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Penyuluhan Pembangunan
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/jppm.v1i1.2093

Abstract

Kajian ini dilaksanakan di Desa Sukorejo Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek yang bertujuan untuk mengetahui serta mendeskripsikan faktor internal yaitu karakteristik petani dan faktor eksternal yaitu karakteristik inovasi yang mempengaruhi adopsi inovasi petani terhadap penggunaan Mol buah belimbing probiotik. Kajian ini sangat perlu dilaksanakan karena hasilnya untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap kecepatan adopsi petani. Metode yang digunakan dalam kajian yaitu kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan penyebaran kuisioner. Penentuan sampel responden yaitu menggunakan teknik sampel jenuh, serta analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa tingkat adopsi petani mayoritas pada tahap menilai dan adanya pengaruh signifikan dari karakteristik petani berupa umur dan tingkat pendidikan serta karakteristik inovasi yaitu kesesuaian, kerumitan, dan kemampuan diujicobakan terhadap penggunaan Mol buah belimbing probiotik.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Anggota Kelompok Wanita Tani Srikandi dalam Menjalankan Usaha Kripik Singkong Amelia Puji Lestari; Ugik Romadi; Abdul Farid
JURNAL PENYULUHAN PEMBANGUNAN Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Penyuluhan Pembangunan
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/jppm.v1i1.2094

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris yang masih bergantung pada sector pertanian, Sumber daya manusia salah satunya yang di butuhkan dalam meningkatkan pembangunan adalah sumber daya wanita. Provinsi Sumatera Selatan memiliki tingkat partisipasi dengan jenis kelamin perempuan lebih rendah di bandingkan dengan jenis kelamin laki-laki. Pada dasarnya prinsip partisipasi adalah masyarakat berperan aktif, mulai dari tahap sosialisasi, perencanaan, pelaksanaan, dan pelestarian kegiatan dengan memberikan sumbangan tenaga, pikiran. karena itu, perlu pengkajian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi wanita tani dalam menjalankan usahanya. Tujuan penelitian ini yaitu Mendeskripsikan karakteristik dan motivasi anggota kelompok Wanita Tani Srikandi dalam menjalankan usaha keripik singkong. Serta Menganalisis Pengaruh karakteristik dan motivasi terhadap Partisipasi anggota Kelompok Wanita Tani Srikandi dalam menjalankan usaha keripik singkong. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif deskriptif. Penentuan sampel menggunakan sampel jenuh, analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda guna mengetahui pengaruh variabel x dan variabel y. Hasil dari penelitian ini menunjukkan keterkaitan karakteristik dan motivasi memiliki pengaruh atau tidak terhadap partisipasi dalam pengembangan usaha keripik singkong.
Persepsi Petani Terhadap Program Kartu Tani di Desa Miritpetikusan Kecamatan Mirit Kabupaten Kebumen Listyani Listyani; Abdul Farid; IG Nyoman Mudit
JURNAL PENYULUHAN PEMBANGUNAN Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Penyuluhan Pembangunan
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/jppm.v1i1.2095

Abstract

Kegiatan Pertanian tidak terlepas dari sarana penunjang dalam usaha tani seperti pupuk. Permasalahan yang berhubungan dengan pendistribusian pupuk bersubsidi antara lain kekurangan pupuk, harga yang fluktuatif dan penggunaan pupuk yang tidak sesuai dengan anjuran. Salah satu masalah yang menghambat dalam penggunaan kartu tani adalah program ini merupakan program baru, hal ini didasari oleh keberagaman persepsi petani terhadap program kartu tani tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mendeskripsikan persepsi petani terhadap program kartu tani di Desa Miritpetikusan Kecamatan Mirit Kabupaten Kebumen. 2) Menganalisis pengaruh karakteristik petani terhadap persepsi program kartu tani di Desa Miritpetikusan Kecamatan Mirit Kabupaten Kebumen. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini secara purposive sampling. Pengukuran persepsi dituangkan dalam bentuk pernyataan menggunakan skala likert, kemudian dilakukan analisis regresi linear berganda untuk menganalisis karakteristik petani terhadap persepsi programmkartu tani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) persepsi pemuda tani tergolong kategori baik; 2) faktor yang berpengaruh signifikan terhadap persepsi program kartu tani adalah umur (X1), Lama Pendidikan (X2), dan dukungan eksternal (X2), sedangkan faktor yang tidak berpengaruh signifikan adalah Pengalaman Usahatani (X3), dan Luas Lahan (X4).
Rancangan Penyuluhan Pestisida Alternatif Bubur California Pada Petani Jeruk di Desa Aiq Bukak Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah Ni Wayan Mega Purnamawidhi; Eny Wahyuning Purwanti; Bambang Priyanto
JURNAL PENYULUHAN PEMBANGUNAN Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Penyuluhan Pembangunan
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/jppm.v1i1.2096

Abstract

Pengenalan inovasi pestisida alternatif yang dapat dibuat secara mandiri, harga yang ekonomis, serta efektif untuk menanggulangi hama penyakit perlu dilakukan kepada petani untuk meningkatkan produktifitas usaha taninya. Salah satu pestisida alternatif yang cukup ekonomis adalah bubur california dengan bahan dasar utamanya adalah belerang dan kapur yang dapat digunakan untuk mengatasi hama penyakit pada tanaman jeruk. Kajian ini dilakukan pada bulan Juli 2020 yang bertujuan untuk memperkenalkan inovasi pestisida alternatif bubur california pada petani jeruk di Desa Aiq Bukak Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah dan mengetahui peningkatan pengetahuan petani sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan. Metode pengambilan data yang digunakan adalah metode survei. Sasaran penyuluhan ditetapkan secara purposive sampling sebanyak 20 orang petani jeruk yang masih aktif melakukan usaha tani jeruk. Metode penyuluhan yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan demonstrasi cara dengan media penyuluhan folder, benda sesungguhnya dan audio visual. Instrumen evaluasi yang digunakan adalah kuesioner dengan menggunakan skala guttman dituangkan dalam bentuk pre test dan post test. Data yang didapat dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan petani mengenai pestisida alternatif bubur california adalah 40,2%.
Rancangan Penyuluhan tentang Pembuatan Biogas dari Kotoran Sapi untuk Mengetahui Tingkat Pengetahuan di Kelompok Tani Sama Mora Desa Keligejo, Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada M. Maxmilyan Doko Bengu; Ach. Syamsuddin; Isyunani Isyunani
JURNAL PENYULUHAN PEMBANGUNAN Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Penyuluhan Pembangunan
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/jppm.v1i1.2097

Abstract

Penelitian tentang Pembuatan Instalasi Biogas dari Kotoran Sapi yang dimaksudkan untuk mengurangi segala permasalahan petani di bidang peternakan terutama untuk ternak sapi dengan memanfaatkan potensi limbah peternakan sebagai bahan bakar rumah tangga untuk meminimalkan pengeluaran penggunaan gas LPG dan minyak tanah. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk Membuat Instalasi Biogas dari Kotoran Sapi dan juga menyusun rancangan rancangan penyuluhan Pembuatan Instalasi Biogas dari Kotoran Sapi. Pelaksananaan Kajian Penelitian dilaksanakan di Aimere Kecamatan Aimere Kabupaten Ngada Provinsi Nusatenggara Timur. Lokasi yang dijadikan sebagai sasaran yaitu di Kelompok Tani/Ternak Sama Mora di Desa Keligejo Kecamatan Aimere Kabupaten Ngada. Metode Kajian yang digunakan dalam Tugas Akhir ini adalah metode Kaji Terap. Kesimpulan penelitian ini adalah: (1) Merancang dan membuatinstalasi biogas dari kotoran sapi dilakukan kegiatan pembuatan digester, istalasi biogas, pengisian awal materi biogas, proses fermentasi materi biogas. pengisian ulang materi biogas dan uji nyala api.(2) Rancangan Penyuluhan tentang pembuatan instalasi biogas dari kotoran sapi, terdiri dari beberapa yaitu: aspek pemilihan dan penyusunan materi, media dan metode serta persiapan pelaksanaan penyuluhan. Materi penyuluhan diberikan adalah pembuatan intalasi biogas dari kotoran sapi, media yang digunakan berupa video dan metode yang digunakan adalah ajangsana diskusi dan ceramah. (3) Analisis tingkat pengetahuan peternak di Kelompok Tani Sama Mora menunjukan kategori “tinggi”. Maka pemilihan sasaran, materi, media, metode, yang digunakan sudah sesuai.
Rancangan Penyuluhan Penggunaan Biopestisida Asap Cair untuk Mengendalikan Ulat Grayak pada Tanaman Bawang Merah Oryza Sativa; I Gede Nyoman Muditha; Eny Wahyuning Purwanti
JURNAL PENYULUHAN PEMBANGUNAN Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Penyuluhan Pembangunan
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/jppm.v1i1.2098

Abstract

Bawang merah merupakan tanaman yang tumbuh semusim dengan bentuk rumput yang tumbuh dengan tegak yang banyak kita temukan di tanam oleh petani Indonesia. Dalam pengelolaan budidaya tanaman bawang merah sering mendapat gangguan serangan hama. Salah satu hama yang sering menyerang tanaman bawang merah adalah ulat grayak. Salah satu ccara untuk mengatasiserangan hama adalah menggunakan biopestisida cair. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Biopestisida asap cair terhadap mortalitas hama ulat grayak pada tanaman bawang merah. Yang selanjutnya pemanfaatannya bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari dan diharapkan mampu mengatasi permasalahan hama ulat grayak pada tanaman bawang merah. Percobaan ini menggunakan 5 variasi larutan (0 mL, 10 mL, 15 mL, 20 mL, dan 25 mL) dengan masing-masing 4 kali pengulangan. Sampel ulat grayak yang digunakan ada 10 ekor tiap masing-masing wadah. Parameter yang diukur adalah mortalitas selama 4 Hari (96 jam) yang diamati selama 8 jam sekali. Mortalitas dihitung dari jumlah ulat yang mati dengan tanda tidak memberikan respons atau Gerakan ketika disentuh. Hasil yang diperoleh nilai untuk LC50 sebanyak 8.84 ml dalam 96 jam dan untuk LT50 diperoleh nilai 33 jam. Semakin tinggi konsentrasi perlakuan yang di aplikasikan, maka semakin tinggi juga mortalitas ulat grayak yang terjadi.