cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Idea Nursing Journal
ISSN : 20872879     EISSN : 25802445     DOI : -
Core Subject : Health,
Idea Nursing Journal (INJ) adalah suatu media yang dapat digunakan untuk, mendiseminasi, dan mengarsipkan karya perawat peneliti di Indonesia. Karya yang dipublikasikan dalam jurnal ini secara tidak langsung diakui sebagai karya kecendekiawanan penulis dalam bidang keperawatan. Artikel antara lain meliputi sub bidang keperawatan dasar, keperawatan dewasa, keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan jiwa, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, keperawatan komunitas, manajemen keperawatan, dan pendidikan keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 348 Documents
HUBUNGAN KOMUNIKASI KELUARGA DENGAN KONSEP DIRI REMAJA Fithria, Fithria
Idea Nursing Journal Vol 2, No 1 (2011): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.452 KB) | DOI: 10.52199/inj.v2i1.6357

Abstract

ABSTRAKKomunikasi merupakan elemen dasar dari interaksi manusia yang memungkinkan seseorang untukmenetapkan, mempertahankan, dan meningkatkan kontak dengan orang lain. Komunikasi keluarga adalahsuatu proses simbolik, transaksional untuk menciptakan dan mengungkapkan pengertian dalam keluarga.Konsep diri didefinisikan sebagai semua pikiran, keyakinan dan kepercayaan yang membuat seseorangmengetahui tentang dirinya dan mempengaruhi hubungan dengan orang lain. Konsep diri seseorang tidakterbentuk sewaktu lahir tetapi dipelajari sebagai hasil dari pengalaman unik seseorang dalam dirinya sendiridengan orang terdekat dan dengan realita dunia. Sikap keluarga yang terbuka mengembangkan komunikasiefektif seperti menghargai pendapat remaja, pikiran remaja, memberi kesempatan mengekspresikan dirisebagai sahabat bagi remaja akan membantu remaja mendapatkan identitasnya. Komunikasi keluarga yangefektif akan membuat remaja merasa dapat diterima dan dihargai sebagai manusia sehingga dapatterbentuknya konsep diri yang positif. Sebaliknya bila tidak ada komunikasi yang efektif dalam keluargamaka remaja tersebut cenderung mempunyai konsep diri yang negatif terhadap dirinya.Kata Kunci: Komunikasi, remaja, keluarga, konsep diri.ABSTRACTCommunication is a basic element of human interaction that allows a person to establish, maintain, andimprove contact with others. Family Communication is a symbolic process, transactional to create andexpress understanding in the family. Self-concept is defined as thoughts, beliefs, and the trusts that make aperson aware about himself and affect relationships with others. The self concept is not formed since theybirth but learned as a result of a person's unique experience in itself with the people and the reality of theworld. Family attitudes that can accept other opinion will develop the effective communication which consistof the opinions of teenager, teenage minds, giving the opportunity to express themselves as companions forteens will help teens get their credentials. Effective family communication will make the teen feel acceptedand valued as a human being so as to formation of a positive self-concept. Conversely, if there is no effectivecommunication within the family that teens tend to have a negative self-concept against him.Keywords: Communication, teen, families, the self-concept.
Physical Activity Among Muslim Adolescents in Indonesia Husna Hidayati; Urai Hatthakit; Sang-Arun Isaramalai
Idea Nursing Journal Vol 9, No 2 (2018): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.489 KB) | DOI: 10.52199/inj.v9i2.12763

Abstract

Purpose: To describe the physical activity among Muslim adolescents in Aceh province, Indonesia and to identify the correlates of demographic characteristics to physical activity.Methods: This study was a cross sectional study. One hundred and fifty adolescents in senior high school who met the inclusion criteria were recruited from Banda Aceh municipality and Aceh Besar district in Aceh province, Indonesia. Physical activity was analyzed using descriptive statistics.Result: The level of physical activity in Indonesian Muslim adolescents were at a moderate level. Additional analysis of several demographic characteristics revealed that gender had a significant influence on physical activity while the other variables had no statistical influence on physical activity.Conclusion: The findings of this study have provided evidence regarding the level of physical activity in Indonesian Muslim adolescents. This study can be used as baseline data for further knowledge development and studies related to this area still can be conducted for better understanding. Keyword: Adolescent, Physical Activity, Health Promotion
PENGARUH EFEKTIFITAS KONSELING TERHADAP DUKUNGAN SUAMI DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN KB DAN PEMILIHAN KONTRASEPSI Darmawati, Darmawati
Idea Nursing Journal Vol 5, No 3 (2014): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v5i3.6566

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efektifitas konseling terhadap dukungan suami dalam pengambilan keputusan KB dan pemilihan kontrasepsi. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pengaruh dari efektifitas konseling yang diberikan kepada suami dan variabeldependen adalah  dukungan suami. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental, dengan Pretest-Postest non-Equivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah para suami yang mempunyai istri dalam masa postpartum yang di rawat di RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Jumlah sampel 62 orang, 31 orang kelompok intervensi dan 31 orang kelompok kontrol. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan menggunakan rumus Slovin. Metode analisis yang digunakan untuk penelitian ini adalah Chi Square ()2 dan diolah dengan menggunakan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh dukungan suami sebelum dan setelah pemberian konseling pada kelompok intervensi  P Value= 0,006, terdapat pengaruh dukungan suami antara sebelum dan setelah pemberian konseling  pada kelompok intervensi P Value= 0,000, tidak ada pengaruh dukungan suami sebelum pemberian konseling pada kedua kelompok P Value= 0,611,  tidak ada pengaruh dukungan suami setelah pemberian konseling pada kedua kelompok P Value= 0,192, ada perbedaan yang signifikan keikutsertaan KB antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol P Value= 1.000. Penelitian ini dapat digunakan sebagai sumber referensi bagi berbagai pihak untuk melaksanakan konseling secara efektif khususnya pada masyarakat yang masih menganggap KB  adalah hal yang tabu untuk dibicarakan dan masih adanya pertentangan dalam budaya dan nilai agama.Kata Kunci : Konseling, dukungan suami, keputusan KB, kontrasepsi ABSTRACTThe study aimed to know the effect of the effective counseling for the husband support in decision making and selection of contraceptive KB. The independent variable of this study is the impact of effective counseling which is provided for the husband and the dependent variable is the husband support. This study was used quasi experimental design, with Pretest-Posttest non-Equivalent Control Group Design. The population of this study is the husbands which had the postpartum wife and treated in RSUD Dr. Zainoel Abidin of Banda Aceh. The sample was 62 people, 31 people in the experimental group and 31 people in the control group. The samples were collected by using purposive sampling technique with using the Slovin formulate. Analysis method used in this study was Chi Square () 2 and it was processed by using SPSS software. The result of the study showed that there is an effect of the husband support before and after giving the counseling in the experimental group with P value= 0.006, there is an effect of the husband support before and after giving the counseling in the experimental group with P value= 0.000, there is no effect of the husband support before giving the counseling in both groups with P value= 0.192, there is significant different of the participation KB between the experimental and the control groups with P value= 1.000. This study can be used as the reference resource for all parties to do the effective counseling especially in the community which still think KB is taboo to talk, and there is still disagreement in the cultural and religious value.Keywords: Counseling, husband support, KB decisions, contraceptive
PENGETAHUAN KESIAPSIAGAAN TSUNAMI PADA MASYARAKAT TEUPAH BARAT, KABUPATEN SIMEULUE . Rachmalia
Idea Nursing Journal Vol 3, No 3 (2012): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.502 KB) | DOI: 10.52199/inj.v3i3.1589

Abstract

Pengetahuan kesiapsiagaan tsunami merupakan pengetahuan dasar yang seharusnya dimiliki oleh individu yang dapat mempengaruhi sikap dan kepedulian masyarakat untuk siap dan siaga dalam mengantisipasi bencana tsunami, terutama bagi mereka yang bertempat tinggal di daerah pesisir yang rentan terhadap bencana tsunami. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengetahuan masyarakat Kecamatan Teupah Barat tentang kesiapsiagaan tsunami. Jenis penelitian menggunakan metode deskriptif eksploratif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 3519 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proporsional random sampling pada 97 responden yang berada di Kecamatan Teupah Barat. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara terpimpin menggunakan kuesioner dalam bentuk skala dichotomous yang terdiri dari 48 item pernyataan. Data di analisa secara deskriptif dengan menentukan persentase berdasarkan katagori baik dan kurang. Dari hasil penelitian diperoleh pengetahuan dasar tsunami berada pada katagori baik yaitu 59 orang (60,8%), tanggapan dasar tsunami berada pada katagori baik yaitu 69 orang (71,1%), kesiapan kedaruratan dasar berada pada katagori baik yaitu 55 orang (56,7%), sistem peringatan tsunami berada pada katagori baik yaitu 52 orang (53,6%), serta sumber informasi untuk peringatan tsunami berada pada katagori baik yaitu 53 orang (54,6%). Secara umum, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan kesiapsiagaan tsunami masyarakat Kecamatan Teupah Barat Kabupaten Simeulue berada pada katagori baik yaitu sebanyak 58 orang (59,8%). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, diharapkan kepada lembaga terkait agar dapat memberikan penyuluhan tentang pengetahuan kesiapsiagaan tsunami dan mengubah persepsi yang keliru tentang tanda-tanda akan terjadinya tsunami sehingga masyarakat lebih siaga dalam menghadapi bencana tsunami.Kata kunci: pengetahuan, kesiapsiagaan, tsunami.
TINGKAT RESILIENSI MASYARAKAT DI AREA RAWAN BENCANA Budi Satria; Mutia Sari
Idea Nursing Journal Vol 8, No 2 (2017): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.54 KB) | DOI: 10.52199/inj.v8i2.8818

Abstract

ABSTRAKBencana tsunami Aceh tahun 2004 merupakan suatu kejadian luar  biasa yang tidak hanya berdampak pada materi namun juga berdampak pada psikologis korban bencana. Seiring berjalannya waktu masyarakat mulai melupakan kejadian traumatik tersebut bahkan banyak dari masyarakat yang masih bertempat tinggal dan membangun rumah di pinggir pantai. untuk itu diperlukan resiliensi yang baik agar masyarakat mampu untuk menjalani kehidupan dengan normal dan lebih baik. Resiliensi terbukti mempengaruhi tingkat ketenangan individu pada saat bencana. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat resiliensi masyarakatdi area bencana. Jenis penelitian adalah deskriptif eksploratif dengan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini kepala keluarga di Desa Blang Krueng Kecamatan Baitussalam Aceh Besar sebanyak 901. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling dan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Teknik pengumpulan data dengan angket pada responden dalam bentuk dichotomous choice yang terdiri dari 35 pertanyaan. Hasil penalitian diperoleh bahwa tingkat resiliensi masyarakat  di area rawan bencana berada dalam kategori siaga 63,0%. Diharapkan pada pemerintah, keluarga serta masyarakat untuk dapat meningkatkan resiliensi dengan demikian  masyarakat dapat hidup lebih baik pada area rawan bencana.Kata kunci: resiliensi, masyarakat, bencana. ABSTRACTAceh tsunami disaster of 2004 was an extraordinary event that affected the victims not only materially but also psychologically. As time went on people began to forget the traumatic event and even a lot of people still live and build houses on the beach. Therefore high resilience is necessary in order to maintain their live. The purpose of this study was to determine the resilience level of communities in Blang Krueng village of Baitussalam sub-district of Aceh Besar. This research was a descriptive correlational research with cross sectional study design. The population in this study was the head of the family as many as 901 people. The sampling collection technique used was purposive sampling technique with total samples of 100 respondents. Data were collected by using a questionnaire in the form of dichotomous choice that consisted of 35 questions. The result of the research shows that the level of community resilience in disaster prone areas is in the 63.0% high category. It is expected that the government, families and communities increase resilience in order to maintain their live, especially the community who are still live in disaster prone area.Keywords: resilience, community, disaster.
HUBUNGAN FUNGSI SUPERVISI KEPALA RUANGAN DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. PIRNGADI MEDAN Havija Sitohang; Heru Santosa; Salbiah, Salbiah
Idea Nursing Journal Vol 7, No 1 (2016): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.827 KB) | DOI: 10.52199/inj.v7i1.6463

Abstract

ABSTRAKSupervisi keperawatan adalah suatu kegiatan profesional dalam pelayanan keperawatan yang dilakukan oleh kepala ruangan kepada perawat pelaksana yang meliputi fungsi formatif, restorative dan normative. Supervisi keperawatan bertujuan untuk meningkatkan produktivitas kerja perawat pelaksana. Produktivitas kerja meliputi efektivitas dan efisiensi pelayanan asuhan keperawatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan fungsi supervisi kepala ruangan dengan produktivitas kerja perawat pelaksana di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Pirngadi Medan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan  desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 160 perawat pelaksana yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup dengan nilai CVI fungsi supervisi 0.87, produktivitas kerja 0.90 dengan nilai realibilitas fungsi supervisi 0.948 produktivitas kerja 0.924. Data dianalisa dengan menggunakan uji Pearson Product Moment. Hasil penelitian gambaran fungsi supervisi kepala ruangan  memperoleh nilai mean 160.75, median 162.50  nilai minimum 128 maksimum 186 dengan range 53, gambaran produktivitas kerja perawat pelaksana memperoleh nilai mean 118.48, median 119,  nilai minimum 101 maksimum 136 dengan range 35. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara fungsi supervisi kepala ruangan dengan produktivitas kerja perawat pelaksana (p value=0.000, r=0.698). Diharapkan bidang keperawatan dapat menetapkan kebijakan dalam pelaksanaan supervisi sehingga kepala ruangan dapat meningkatkan fungsi supervisi dan melakukan penilaian terhadap produktivitas kerja perawat pelaksana.   Kata kunci: fungsi supervisi, produktivitas kerja, perawat pelaksanaABSTRACTNursing supervision is a professional activity in nursing services which is instructed by nuraing chief to nurse practitioners, it includes formative, restorative, and normative functions. Nursing supervision is intended to increase work productivity of nurse practitioners. Productivity itself includes effectiveness and efficiency in providing nursing services. The objective of the research was to find out the relationship between the function of supervision of nursing chief and work productivity of nurse practitioners at dr. Pirngadi regional General Hospital Medan. The research used descriptive correlation method with cross sectional design. The samples were 160 nurse practitioners, taken by using simple random sampling technique. CVI value was 0.87, work productivity was 0.90 with the reliability value of the function of supervision was 0.948, and work productivity was 0.924. The result of normality test was 0.506. The data on the correlation analyzed by using Pearson Product Moment. The result of the research showed that the function of supervision of the nursing chief been performed well at mean value of 160.75, median 162.50, minimum value was 128, maximum value was 186 with range of 53; work productivity of nurse practitioners had been performed well at mean value of 118.48, median 119, minimum value was 101, maximum value was 136 with range of 35. The results showed significant relationship between the functions of supervision of nursing chief and work productivity of nurses (p value = 0.000, r = 0698). It is recommended that the nursing administrator make a policy in the implementation of supervision so that nursing chief can increase the function of supervision and assess the work productivity of nurse practitioners.Keywords: supervision function, work productivity, nurse practitioners      
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESIAPSIAGAAN BENCANA DI RSUDZA BANDA ACEH Husna Cut
Idea Nursing Journal Vol 3, No 2 (2012): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.036 KB) | DOI: 10.52199/inj.v3i2.1578

Abstract

Kesiapsiagaan adalah upaya yang dilaksanakan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana guna menghindari jatuhnya korban jiwa, kerugian harta benda, dan berubahnya tata kehidupan masyarakat. Kesiapsiagaan menghadapi suatu bencana adalah suatu kondisi secara individu maupun kelompok yang memiliki kemampuan secara fisik dan psikis dalam menghadapi bencana. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapsiagaan bencana di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Tahun 2011. Jenis penelitian adalah deskriptif eksploratif dengan desain cross sectional study. Sampel berjumlah 30 orang perawat pelakasana dengan metode total sampling. Kuesioner di rancang oleh penulis yang terdiri dari data demografi: umur, jenis kelamin, masa kerja, pendidikan dan pelatihan kegawatatdaruratan yang pernah diikuti. Sedangkan sub variabel faktor yang mempengaruhi kesiapsiagaan bencana terdiri dari 1) faktor pengetahuan terhadap kesiapsiagaan bencana, 2) sikap terhadap kesiapsiagaan bencana, 3) kebijakan dan panduan, 4) rencana untuk keadaan darurat bencana, 5) sistim peringatan bencana, dan 6) mobilisasi sumber daya. Data penelitian di analisis dengan menggunakan computer software. berdasarkan hasil penelitian di peroleh tingkat pengetahuan terhadap resiko bencana (63,3%), sikap terhadap resiko bencana (83,3%), skebijakan dan panduan (73,3%), rencana untuk keadaan darurat (73,3%), sistem peringatan bencana (70%), dan mobilisasi sumber daya (86,7%) dengan semua subvariabelnya berada pada kategori baik. Diharapkan kepada perawat pelaksana dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan khusus terkait penanganan kebencanaan dan kepada pengambil kebijakan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh agar dapat meningkatkan  perencanaaan dan pelaksanaan kesiapsiagaan bencana melalui pelatihan kebencanaan dan kegawatdaruratan secara kontinu kepada seluruh perawat terutama yang bekerja di IGD.
HUBUNGAN ANTARA FUNGSI REKREATIF KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DENGAN KEMAMPUAN PUBLIC SPEAKING Muhammad Yusuf
Idea Nursing Journal Vol 8, No 1 (2017): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.28 KB) | DOI: 10.52199/inj.v8i1.8702

Abstract

ABSTRAKEkstrakurikuler merupakan kegiatan di luar jam belajar kurikulum.  Salah satu  fungsi kegiatan ekstrakuriuler bagi mahasiswa adalah  sebagai rekreatif. Melalui kegiatan ekstrakurikuler mahasiswa dapat mengasah kemampuan public speaking. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan fungsi rekreatif dengan kemampuan public speaking pada mahasiswa Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala. Jenis peneletian adalah deskriptif korelatif  melalui pendekatan cross sectional dengan teknik pengambilan sampel non probability sampling dengan metode purposive sampling terhadap 176 responden. Alat pengumpulan data berupa kuesioner. Metode analisis data menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian ada hubungan fungsi rekreatif dengan kemampuan public speaking  pada mahasiswa kurikulum berbasis kompetensi  Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala (p-value = 0,006). Diharapkan kepada mahasiswa untuk terus meningkatkan kemampuan dalam berkomunikasi dengan orang lain.Kata kunci : kurikulum berbasis kompetensi (KBK), mahasiswa, ekstrakurikuler, public speaking   ABSTRACTExtracurricular activities are all activities outside curriculum.  Specifically, functions of extracurricular activities is for recreation. Students are also required to be able to communicate in public speaking. The aim of this research was to find out the correlation between recreational function and public speaking ability of Competency-Based Curriculum students at Nursing Faculty of Syiah Kuala University. Type of research used was descriptive correlative with cross sectional approach. Technique of selecting sample used was Non Probability Sampling with purposive sampling method towards 176 respondents. The instrument used was questionnaire. Method of data analysis used was the chi-square statistics test. The results showed that there was correlation between between recreational function and public speaking skill (p-value = 0,006). It is expected that students can improve ability to communicate with others. Keywords : Competency-based curriculum, students, extracurricular activities, public speaking  
PENGEMBANGAN PROTOKOL PEMENUHAN HAK PASIEN DI RUMAH SAKIT DAERAH KABUPATEN ACEH TAMIANG Fitri Erlita; Dewi Elizadiani Suza; Diah Arruum
Idea Nursing Journal Vol 7, No 2 (2016): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.884 KB) | DOI: 10.52199/inj.v7i2.6451

Abstract

ABSTRAKProtokol pemenuhan hak pasien merupakan suatu panduan yang dikembangkan sebagai pedoman dalam menerapkan pemenuhan hak pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan protokol pemenuhan hak pasien di Rumah Sakit Daerah Kabupaten Aceh Tamiang. Jenis penelitian yang digunakan adalah action research, dari bulan Maret sampai Juli 2016, dan melalui 3 siklus serta terbagi dalam 8 tahap. Instrumen yang digunakan adalah panduan in-depth interview, panduan focus group discussion (FGD) pada tahap reconnaissance,panduan  FGD pada tahap reflection, kuesioner tentang kepuasan pasien dalam pemenuhan hak pasien, kuesioner kepuasan perawat dalam pemenuhan hak pasien, format observasi protokol pemenuhan hak pasien, dan format observasi kinerja perawat dalam pemenuhan hak pasien. Partisipan dalam penelitian ini adalah 31 orang perawat, yang diambil secara purposive sampling. Data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Analisa data kualitatif menggunakan content analysis dan analisa data kuantitatif menggunakan uji statistik deskriptif. Hasil penelitian teridentifikasi tema: manfaat pemenuhan hak pasien untuk stake holder, hak yang didapatkan dari pelayanan kesehatan, hambatan dalam penerapan protokol pemenuhan hak pasien, strategi penerapan protokol pemenuhan hak pasien, instrumen penerapan protokol pemenuhan hak pasien, dan dukungan penerapan protokol pemenuhan hak pasien. Penelitian ini menghasilkan suatu kebijakan baru dalam bentuk standar prosedur operasional yaitu protokol pemenuhan hak pasien, alur pemberian informasi hak dan kewajiban pasien, dan menghasilkan dampak adanya peningkatan kepuasan pasien, yaitu sebelum penerapan protokol rata-rata (mean) 86,89 dan sesudah rata-rata (mean) senilai 91,80, serta berdampak pada peningkatan kepuasan perawat, yaitu sebelum penerapan protokol rata-rata (mean) 82,16 dan sesudah rata-rata (mean) senilai 90,16. Penelitian ini merekomendasikan kepada pihak manajemen rumah sakit agar terus melakukan supervisi untuk mengevaluasi pelaksanaan protokol pemenuhan hak pasien. Kata kunci: protokol, pemenuhan hak pasien, action research. ABSTRACTProtocol for fulfilling patients’ right is developed as guidance in implementing patients’ right. The objective of the research was to develop protocol for fulfilling patients’ right at the Regional General Hospital in Aceh Tamiang Regency. The research used action research method; it was conducted from March until July, 2016 through 3 cycles in 8 stages. The research instruments were in-depth interview guidance, Focus group discussion (FGD) guidance in the reconnaissance stage and FGD in reflection stage, questionnaires on patient satisfaction, questionnaires on nurse satisfaction in fulfilling patients’ right, protocol observation format in fulfilling patients’ right, and nurses’ performance observation format in fulfilling patients’ right. The samples were 31 nurses as the respondents, taken y using purposive sampling technique. The data were analyzed qualitatively and quantitatively. Qualitative data were analyzed by using content analysis while quantitative data were analyzed by using descriptive statistic test. The result of the research showed the theme of the benefit of fulfilling patients’ right for stakeholders, patients’ right to get health service, the obstacles in implementing protocol in fulfilling patients’ right, strategy of implementing protocol in fulfilling patients’ right, instruments for implementing protocol in hospitals, and support in implementing protocol in fulfilling patients’ right. This research produced a new policy in the form of standard operational procedure, that is, protocol in fulfilling patients’ right, channel of giving information about patients’ right and obligation, and the effect of the increase in patients’ satisfaction - mean value in pre-protocol application was 86.89 and mean value in post protocol application was 91.80. The increase in nurses’ satisfaction, mean value in pre-protocol application was 82.16 and mean value in post-protocol application was 90.16. It is recommended that the hospital management do supervision to evaluate the implementation of protocol in fulfilling patients’ right. Keywords: protocol, fulfilling patients’ right, action research.
MEKANISME KOPING PADA PASIEN DM TIPE II DENGAN GANGREN DIABETIK DI POLIKLINIK ENDOKRIN RSUDZA BANDA ACEH Cut Husna
Idea Nursing Journal Vol 3, No 1 (2012): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.247 KB) | DOI: 10.52199/inj.v3i1.6411

Abstract

ABSTRAKDiabetes mellitus merupakan penyakit kronik menahun yang dapat menimbulkan stres sehingga memerlukan mekanisme koping yang adaptif untuk dapat mempertahankan kualitas hidup. Koping didefinisikan sebagai usaha kognitif dan perilaku yang dilakukan untuk mengatur kebutuhan eksternal dan internal tertentu yang membatasi sumber seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran mekanisme koping pada pasien diabetes mellitus tipe II dengan gangren diabetik di Ruang Poliklinik Endokrin Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Tahun 2011. Desain penelitian ini adalah deskriptif exploratif dengan pendekatan cross sectional study. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling pada 32 pasien diabetes mellitus tipe II dengan gangren diabetik. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dalam bentuk dichotomous yang terdiri dari 20 item pernyataan. Data di analisa secara deskriptif dengan menentukan persentase dengan kategori adaptif dan maladaptif. Hasil penelitian diperoleh mekanisme koping pada pasien diabetes mellitus tipe II dengan gangren diabetik untuk prilaku menyerang berada pada kategori adaptif sebanyak 32 responden (100%), menarik diri pada kategori adaptif sebanyak 23 responden (71,9%),kompromi kategori adaptif sebanyak 29 responden (90,6%), kompensasi pada kategori adaptif sebanyak 31 responden (96,9%), dan menyangkal pada kategori adaptif sebanyak 29 responden (90,6%). Secara umum mekanisme koping pada pasien diabetes mellitus tipe II dengan gangren diabetik berada pada kategori adaptif yaitu 27 orang (84,4%). Diharapkan kepada perawat agar dapat memberikan interaksi yang lebih baik kepada pasien, karena perlakuan tersebut akan menumbuhkan mekanisme koping positif dan harapan hidup yang lebih baik.Kata kunci: mekanisme koping, adaptif, maladaptif, diabetes mellitus tipe II, gangren diabetik.ABSTRACTDiabetes mellitus is a chronic disease which can induce stress so that it needs the adaptive coping mechanism to maintain the quality of life. Coping is defined as cognitive effort and behavior undertaken to manage the specific external and internal needs that restrict the human resource. This study aimed to knowthe description of coping mechanism in type II diabetes mellitus patient with diabetic gangrene in the endocrine clinic room of the District General Hospital dr. Zainoel Abidin of Banda Aceh, 2011. The study design is descriptive explorative study with Cross Sectional Study approach. Sampling techniques is purposive sampling in 32 type II diabetes mellitus patient with diabetic gangrene. Data collection technique was used questionnaire with dichotomous form consisting 20 items of statement. The data was analyzed in descriptive with determine the percentage of adaptive and maladaptive categories. The results showed thecoping mechanism of type II diabetes mellitus patient with diabetic gangrene for behavior attack in adaptive category was 32 participants (100%), retire in adaptive category was 23 participants (71.9%), compromise in adaptive category was 29 participants (90.6%), compensation in adaptive category was 31 participants (96.9%), and deny in adaptive category was 29 participants (90.6%). Generally, coping mechanism in type IIdiabetes mellitus patient with diabetic gangrene in adaptive category was 27 people (84.4%). It is expected to nurses in order to give better interaction for the patients because such treatment will lead to positive coping mechanism and expectation of a better life. Keywords: coping mechanism, adaptive, maladaptive, type II diabetes mellitus, diabetic gangrene

Filter by Year

2010 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2022): Idea Nursing Journal Vol 12, No 3 (2021): Idea Nursing Journal Vol 12, No 2 (2021): Idea Nursing Journal Vol 12, No 1 (2021): Idea Nursing Jurnal Vol 11, No 3 (2020): Idea Nursing Journal Vol 11, No 2 (2020): Idea Nursing Journal Vol 11, No 1 (2020): Idea Nursing Journal Vol 10, No 3 (2019): Idea Nursing Journal Vol 10, No 2 (2019): Idea Nursing Journal Vol 10, No 1 (2019): Idea Nursing Journal Vol 9, No 1 (2018): Vol 9, No 1 (2018) Idea Nursing Jurnal Vol 9, No 3 (2018): Idea Nursing Journal Vol 9, No 2 (2018): Idea Nursing Journal Vol 8, No 3 (2017): Idea Nursing Journal Vol 8, No 2 (2017): Idea Nursing Journal Vol 8, No 1 (2017): Idea Nursing Journal Vol 7, No 3 (2016): Idea Nursing Journal Vol 7, No 2 (2016): Idea Nursing Journal Vol 7, No 1 (2016): Idea Nursing Journal Vol 6, No 3 (2015): Idea Nursing Journal Vol 6, No 2 (2015): Idea Nursing Journal Vol 6, No 1 (2015): Idea Nursing Journal Vol 5, No 3 (2014): Idea Nursing Journal Vol 5, No 2 (2014): IDEA NURSING JOURNAL Vol 5, No 1 (2014): Idea Nursing Journal Vol 4, No 3 (2013): Idea Nursing Journal Vol 4, No 2 (2013): Idea Nursing Journal Vol 4, No 1 (2013): Idea Nursing Journal Vol 3, No 3 (2012): Idea Nursing Journal Vol 3, No 2 (2012): Idea Nursing Journal Vol 3, No 1 (2012): Idea Nursing Journal Vol 2, No 3 (2011): Idea Nursing Journal Vol 2, No 2 (2011): Idea Nursing Journal Vol 2, No 1 (2011): Idea Nursing Journal Vol 1, No 1 (2010): Idea Nursing Journal More Issue