cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Idea Nursing Journal
ISSN : 20872879     EISSN : 25802445     DOI : -
Core Subject : Health,
Idea Nursing Journal (INJ) adalah suatu media yang dapat digunakan untuk, mendiseminasi, dan mengarsipkan karya perawat peneliti di Indonesia. Karya yang dipublikasikan dalam jurnal ini secara tidak langsung diakui sebagai karya kecendekiawanan penulis dalam bidang keperawatan. Artikel antara lain meliputi sub bidang keperawatan dasar, keperawatan dewasa, keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan jiwa, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, keperawatan komunitas, manajemen keperawatan, dan pendidikan keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 348 Documents
PATIENT SAFETY Hajjul Kamil
Idea Nursing Journal Vol 1, No 1 (2010): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.921 KB) | DOI: 10.52199/inj.v1i1.6341

Abstract

ABSTRAKPatient Safety didefinisikan sebagai “freedom from accidental injury” yang berfokus pada pencegahan hasilpelayanan kesehatan yang merugikan pasien atau yang tidak diinginkan. Khusus di negara berkembang dannegara transisi/konflik, ada kemungkinan bahwa jutaan pasien seluruh dunia menderita cacat, cedera ataumeninggal setiap tahun karena pelayanan kesehatan yang tidak aman. Tujuan dari penulisan makalah iniadalah untuk meningkatkan pemahaman tentang konsep Patient Safety secara lebih baik dan memahamiupaya yang dapat dilakukan tenaga kesehatan khususnya perawat dalam menurunkan insiden yang tidakperlu. Makalah ini di tulis dengan pendekatan artikel non penelitian dalam bentuk studi kepustakaan.Kata kunci: patient safety.ABSTRACTPatient Safety is defined as “freedom from accidental injury” that focuses on the prevention of the patientdamaged or unwanted health service results. Especially in developing and transition/conflict countries, thereare possibilities that million patients worldwide handicapped, injury, or die each year due to unsafe healthservices. The objective of this paper is to improve the understanding about the better Patient Safety conceptand to understand the effort that can be conducted by health providers especially nurses in decreasingunnecessary incidents. This paper is written by non research approach in literature review.Keywords: patient safety.
SARANA DAN PRASARANA PENDUKUNG KESIAPSIAGAAN BENCANA SEKOLAH Budi Satria
Idea Nursing Journal Vol 9, No 1 (2018): Vol 9, No 1 (2018) Idea Nursing Jurnal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.726 KB) | DOI: 10.52199/inj.v9i1.10560

Abstract

ABSTRAKSarana dan prasarana sekolah yang memadai sangat penting dalam mempersiapkan kesiapsiagaan terhadap terjadinya bencana. Sarana dan prasarana merupakan aspek yang harus ada dalam sebuah sekolah siaga bencana (SSB). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapsiagaan sekolah dasar ditinjau dari sarana dan prasarana dalam menghadapi bencana. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksploratif dengan desain cross sectional study. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah populasi sebanyak 9 sekolah dari seluruh sekolah dasar di Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh, kemudian diambil sampel sebanyak 9 sekolah. Pengumpulan data menggunakan kuesioner observasi dalam bentuk dichotomous. Analisa data menggunakan analisa univariat. Hasil penelitian adalah kesiapsiagaan ditinjau dari sarana adalah siap (100%). Kesimpulan semua Sekolah telah siap menghadapi bencana, namun dilihat dari jawaban kuisioner, ada beberapa item dari sarana dan prasarana yang masih perlu ditingkatkan seperti perlunya pemanfaatan ruang Unit Kesehatan Sekolah untuk kegiatan pelayanan kesehatan pada tingkat pertama. Disarankan bagi pemerintah dan pihak sekolah diperlukan adanya evaluasi setiap tahun untuk menilai kesiapan Sekolah dalam menghadapi bencana.Kata kunci: Sarana, prasarana, sekolah siaga bencana. ABSTRACTAdequate school facilities and infrastructure are essential in preparing for disaster preparedness. Facilities and infrastructure are aspects that must exist in a disaster prepared school (SSB). This study aims to determine the readiness of primary school in terms of facilities and infrastructure in the face of disaster. The type of this research is descriptive explorative with cross sectional study design. The sampling technique used total sampling with the total population of 9 schools from all primary schools in Meuraxa sub-district of Banda Aceh City, and then taken sample of 9 schools. Data collection using an observation questionnaire in dichotomous form. Data analysis using univariate analysis. The result of the research is the school preparedness in terms of infrastructure is ready (100%). Conclusion there are some items of facilities and infrastructure that are still the necessity of utilizing the space of the School Health Unit for health service activities on first level. It is advisable for the government and the school to have an annual evaluation to assess the readiness of the School in the face of disasterKeywords: Facilities, infrastructure, disaster preparedness school.
PERAWATAN PASIEN YANG MENJALANI PROSEDUR KATETERISASI JANTUNG Devi Darliana
Idea Nursing Journal Vol 3, No 3 (2012): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.916 KB) | DOI: 10.52199/inj.v3i3.6528

Abstract

ABSTRAKPenyakit jantung koroner merupakan penyakit jantung yang diakibatkan oleh adanya stenosis pada arteri koroner. Derajat stenosis arteri koroner dapat dinilai dengan melakukan pemeriksaan diagnostik invasif yaitu kateterisasi jantung. Prosedur ini akan berjalan dengan baik apabila perawat maupun tim medis lain melakukan perawatan pasien mulai dari perawatan dan persiapan pasien sebelum, selama dan setelah menjalani prosedur kateterisasi jantung. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman dalam melakukan perawatan pada pasien sebelum dan setelah menjalani kateterisasi jantung.Metode penulisan artikel ini berupa tinjauan kepustakaan yang diperoleh dari berbagai sumber yang relevan. Diharapkan kepada perawat dan tim medis lain untuk melakukan perawatan pasien mulai dari persiapan pasien sebelum, selama serta setelah menjalani prosedur kateterisasi jantung dengan baik tanpa ada komplikasi selama dan setelah prosedur dilakukan.Kata kunci: perawatan, kateterisasi jantungABSTRACTCoronary heart disease is a heart disease caused by the presence of stenosis in coronary arteries. The degree of coronary artery stenosis can be assessed by examining the invasive diagnostic cardiac catheterization. This procedure will run well if nurses and other medical teams perform patient treatment start from the treatment and preparation of patient before, during, and after undergoing cardiac catheterization procedures. This study aimed to give knowledge and understanding the patient treatment before and after undergoing cardiac catheterization. This article is a literature review based on some relevant resources. It is recommended for nurses and others medical teams for doing good treatment for patient start from patient preparation before, during, and after undergoing cardiac catheterization procedure without complication during, and after the procedure.Keywords: treatment, cardiac catheterization
PERBANDINGAN PERSEPSI SISWA SMA NEGERI 15 ADIDARMA BANDAACEH TENTANG DUKUNGAN KELUARGA DAN TEMAN SEBAYA TERHADAP PERILAKU MEROKOK Rachmalia, Rachmalia; Putri Indriyana
Idea Nursing Journal Vol 2, No 2 (2011): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.313 KB) | DOI: 10.52199/inj.v2i2.6367

Abstract

ABSTRAKPerilaku merokok merupakan perilaku yang dipelajari dan dilakukan oleh banyak orang diantaranya adalah remaja yang pada fase perkembangannya merupakan fase pencarian identitas diri sesuai keinginan dan persepsinya. Perilaku merokok yang dilakukan remaja dalam kehidupan sehari-hari bukan hanya disebabkan oleh faktor dalam diri tetapi juga disebabkan oleh faktor dukungan keluarga dan dukungan teman sebaya. Tujuan penelitian untuk membandingkan persepsi siswa SMA Negeri 15 Adidarma Banda Aceh tentangdukungan keluarga dan teman sebaya terhadap perilaku merokok. Desain penelitian deskriptif komparatif, dengan pendekatan cross sectional study dan cara pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling. Sampel penelitian ini adalah dependent sampel dengan 30 responden yang merokok. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 26 April 2011 dengan kuisioner dalam bentuk dichotomous choice. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan 63.3 % siswa mempersepsikan dukungan keluarga terhadap perilaku merokok berada dalam kategori rendah sedangkan 56.7 % siswa mempersepsikan dukungan teman sebaya terhadapperilaku merokok berada dalam kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa pada masa remaja, pola interaksimereka lebih banyak dihabiskan dengan teman-teman sebayanya daripada keluarga, dan melalui uji t-test dependent diperoleh mean dukungan teman sebaya lebih tinggi daripada dukungan keluarga terhadap perilaku merokok (34.1 versus 25.8, p 0.05), maka jelas terlihat ada perbandingan persepsi siswa SMA Negeri 15 Adidarma tentang dukungan keluarga dan teman sebaya terhadap perilaku merokok. Diharapkan kepada remaja khususnya siswa SMA Negeri 15 Adidarma Banda Aceh agar tidak mudah menerima pengaruh yang bersifat negatif dan harus lebih bisa selektif dalam mepersepsikan dan menerima pengaruh apapun dari lingkungan sekitarnya.Kata Kunci: Perilaku merokok, RemajaABSTRACTSmoking behavior is a learned behavior done by many people; many of them are teenagers who are indevelopment phase and looking for self-identity as their wish and perception. The smoking behavior done bythe teenagers in their daily life is not only caused by internal factors, but it is also caused by family and peersupport factors. The purpose of this research was to compare the perception of State Senior High School 15(SMA Negeri 15) Adidarma Banda Aceh about the family and peers supports towards the smoking behavior.The research design was comparative design by using cross sectional study approach, and samplingtechnique used in this research was dependent sample with 30 smokers as respondents. The data werecollected on April 26, 2011 by using questionnaire in dichotomous choice form. Based on the researchresults, 63.3% of the students perceived that the family support towards the smoking behavior was in lowcategory level; meanwhile 56.7 % of the students perceived that the peer support towards the smokingbehavior was in high category level. This meant that interaction pattern of the teenagers was spent morehours interacting with their peers than family, and from dependent T-test was obtained that the mean scoresfor peer support were significantly higher than family support towards the smoking behavior (34.1 versus25.8, p 0.05), thus it was clear that there were the comparison of perception of SMA Negeri 15 Adidarmastudents about the family and peer support towards the smoking behavior. It is expected to teenagers,especially the SMA Negeri 15 Adidarma Banda Aceh students do not accept negative influence easily andthey should be more selective in giving perception and accepting any influences from their surroundings.Keywords: Smoking Behavior, Teenager
PERAN DAN KEPEMIMPINAN PERAWAT DALAM MANAJEMEN BENCANA PADA FASE TANGGAP DARURAT Ardia, Putra; Ratna Juwita; Risna, Risna; Rudi Alfiandi; Yuni Arnita; M Iqbal; Ervina, Ervina
Idea Nursing Journal Vol 6, No 1 (2015): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.558 KB) | DOI: 10.52199/inj.v6i1.6635

Abstract

ABSTRAKBencana diartikan sebagai peristiwa atau serangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan baik oleh faktor alam dan/atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Perawat sebagai profesi yang bersifat luwes dan mencakup segala kondisi, diharapkan tidak hanya terbatas pada pemberian asuhan dirumah sakit saja melainkan juga dituntut mampu bekerja dalam kondisi siaga tanggap bencana. Tujuan dari penelusuran kepustakaan ini adalah untuk mengidentifikasi peran dan kepemimpinan perawat dalam manajemen bencana pada fase tanggap darurat. Penelitian ini menggunakanm pendekatan literature review. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari literature yang diperoleh melalui internet berupa hasil penelitian dari perpustakaan on-line baik lokal, nasional, maupun internasional. Peran dan kepemimpinan perawat pada fase tanggap darurat secara umum akan diidentifikasikan pada 6 aspek, termasuk pencarian dan penyelamatan, triase, pertolongan pertama, proses pemindahan korban, perawatan di rumah sakit, dan rapid health assessment. Oleh karena itu, situasi penanganan antara keadaan siaga dan keadaan normal memang sangat berbeda, sehingga perawat harus mampu secara skill dan teknik dalam menghadapi kondisi seperti ini.Kata kunci: peran, kepemimpinan, manajemen bencana, tanggap darurat.ABSTRACTDisaster is defined as an event or series of events that threaten and disrupt the lives and livelihoods caused by both natural factors and/or non-natural factors and human factors that result in human fatalities, environmental damage, loss of property, and psychological impact. Nurses as a profession that is flexible and includes all conditions, is expected to not only limited to the provision of hospital care alone but also demanded to be able to work in the standby state disaster response. This study uses literature review approach. Sources of data in this study came from the literature that obtained via the Internet in the form of the results of an on-line library of local, national, and international levels. The role and leadership of nurses in the emergency response phase will generally be identified in 6 aspects , including search and rescue, triage, first aid, the  process of moving the victim, hospitalization , and rapid health assessment. Handling the situation between the idle state and the normal state is very different, so the nurse should be able to skills and techniques in dealing with this condition.Keywords: roles, leadership, disaster management, impact phase
PENGETAHUAN PERAWAT PELAKSANA DAN PENCEGAHAN PNEUMONIA PADA PASIEN TIRAH BARING DI RSUDZA BANDA ACEH . Marlina
Idea Nursing Journal Vol 4, No 1 (2013): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.879 KB) | DOI: 10.52199/inj.v4i1.1602

Abstract

mukosa saluran pernapasan, perawat pelaksana harus memiliki pengetahuan untuk mencegah terjadinyapenumpukan sekret yang menyebabkan terjadinya pneumonia. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui hubungan antara pengetahuan perawat pelaksana dengan pencegahan pneumonia pada pasientirah baring di Ruang Rawat Inap Kelas III Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda AcehTahun 2012. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah descriptive corelational dengan desaincross sectional study. Pengambilan sampel menggunakan teknik proportional sampling, menggunakan rumusSlovin dengan jumlah sampel sebanyak 65 responden. Alat pengumpulan data berupa kuesioner denganpernyataan dalam bentuk multiple choise dan skala Likert. Hasil penelitian bivariat didapatkan ada hubunganantara pengetahuan perawat pelaksana tentang konsep dasar dengan pencegahan pneumonia pada pasien tirahbaring dan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan perawat pelaksana tentang asuhan keperawatandengan pencegahan pneumonia pada pasien tirah baring. Didapatkan gambaran bahwa perawat pelaksanamempunyai pengetahuan baik. Hasil analisa bivariat menunjukkan bahwa hubungan antara pengetahuantentang konsep dasar dengan pencegahan pneumonia nilai p-value 0,014 dan pengetahuan tentang asuhankeperawatan dengan pencegahan nilai p-value 0.009. Berdasarkan hasil penelitian, dapat direkomendasikankepada perawat pelaksana untuk berupaya mempertahankan pengetahuan yang dimiliki dalam hal melakukantindakan pencegahan pneumoniaKata Kunci: Pengetahuan perawat, Pencegahan pneumonia, Tirah baring 
PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMBERIAN STIMULASI DAN PERKEMBANGAN ANAK PRA SEKOLAH (3-5 TAHUN) DI BANDA ACEH Imelda Imelda
Idea Nursing Journal Vol 8, No 3 (2017): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.207 KB) | DOI: 10.52199/inj.v8i3.9487

Abstract

ABSTRAKUntuk mencapai perkembangan optimal, seluruh potensi yang dimiliki anak dapat distimulasi oleh orangtua khususnya ibu. Sebelum melakukan stimulasi, ibu memerlukan bekal pengetahuan tentang stimulasi karena merupakan faktor pendukung perilaku stimulus terkait dengan perkembangan anak. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang pemberian stimulasi dengan perkembangan anak pra sekolah di Banda Aceh. Desain penelitian yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan terhadap sampel sebanyak 53 responden di Geuceu Menara. Alat pengumpulan data yang digunakan berupa kuesioner dengan 30 item pernyataan, dan metode yang digunakan adalah wawancara dan pembagian kuesioner. Data dianalisa dengan menggunakan uji chi-square dengan Confidence interval 95% dan Alpha (α) 0,05. Hasil penelitian menunjukkan  ada hubungan pengetahuan ibu tentang stimulasi motorik kasar (p-value 0,005), motorik halus (p-value 0,002), stimulasi bahasa (p-value 0,001), stimulasi sosial (p-value 0,003) dengan perkembangan anak pra sekolah. Melalui penelitian ini, peneliti menyarankan kepada fakultas keperawatan, agar dapat bekerjasama dengan pihak kader desa dan puskesmas terkait dalam hal sosialisasi stimulasi perkembangan pada anak pra sekolah.Kata kunci: Pengetahuan, stimulasi, perkembangan anak pra sekolah. ABSTRACTTo achieve optimal developmental, all the potency of children can be stimulated by parents especially mother. Before doing stimulation, the parents need sufficient knowledge about stimulation as a supporting factor stimulation behaviors related to developmental of children. The purpose of the study to determine the corelation of mother’s knowledge about stimulation and developmental of preschool in Banda Aceh. The design is a quantitative study with cross-sectional approach to a sample of 53 respondents in Geuceu Menara. Data collection used questionnaire with 30 items statement, and the methods used interviews and questionnaires. Data were analyzed using the chi-square formula with 95% Confidence interval and Alpha (α) of 0,05. The results showed; there is a corelation between mother’s knowledge about stimulation of gross motoric (p-value 0.005), fine motoric (p-value 0.002), language (p-value 0.001), social (p-value 0.003) and developmental of pre-school. Based on the results, researcher suggested to nursing faculty to make coordination with health workers and community health centre to socialize stimulation’s program of developmental in pre school.Keywords: Knowledge, Stimulation, developmental of pre school
PENERAPAN AKUPRESUR PADA TITIK P6 DAN ST36 UNTUK MENURUNKAN MUAL MUNTAH AKIBAT KEMOTERAPI PADA PASIEN KARSINOMA NASOFARING Hilman Syarif
Idea Nursing Journal Vol 2, No 3 (2011): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.659 KB) | DOI: 10.52199/inj.v2i3.6478

Abstract

ABSTRAKKanker merupakan salah satu penyakit yang insidennya meningkat setiap tahun, termasuk karsinoma nasofaring. Salah satu terapi yang dilakukan pada karsinoma nasofaring adalah kemoterapi dan sering sekali diberikan berupa kemoterapi kombinasi Cisplatin dengan obat kemoterapi lainnya. Efek samping yang sering muncul pada pemberian kemoterapi adalah mual muntah. Mual muntah merupakan hal yang membuat stress bagi pasien dan sering sekali menjadi alasan bagi pasien untuk memilih menghentikan siklus kemoterapi. Jika mual muntah tidak diatasi dengan benar, maka akan dapat menimbulkan dehidrasi, gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit serta resiko aspirasi peneumonia. Terapi farmakologis antiemetik biasa diberikan untuk mengatasi mual dan muntah, namun banyak pasien yang masih merasakan mual dan muntah.  Oleh karena itu, perlu diberikan intervensi keperawatan atau terapi non farmakologis untuk meminimalkan mual muntah, yaitu akupresur. Studi ini bertujuan untuk memaparkan penerapan akupresur untuk meminimalkan mual muntah akibat kemoterapi pada pasien karsinoma nasofaring yang mendapatkan regimen kemoterapi kombinasi Cisplatin dan 5 Fluoroacil. Jumlah responden yang dikelola sebanyak 5 orang.  Metode dalam studi adalah evidence based nursing practice dengan mengaplikasikan akupresur pada titik P6 dan St36 pada waktu 25 menit sebelum pemberian kemoterapi, selanjutnya diulangi setiap 8 jam, mulai hari pertama sampai hari kelima pemberian kemoterapi. Hasil penerapan terapi ini menunjukkan terjadi penurunan yang bermakna mual muntah setelah dilakukan akupresur bila dibandingkan pada siklus yang tidak dilakukan akupresur (t hitung = 2,53 t tabel = 2,30 pada α = 0,05) . Disarankan kepada para perawat untuk mempelajari akupresur dan manajemen rumah sakit, untuk mempertimbangkan akupresur sebagai salah satu intervensi keperawatan untuk meminimalkan mual muntah akibat kemoterapi.Kata Kunci: akupresur, mual-muntah, kemoterapi ABSTRACTCancer is one of diseases which insidence higher annually including nasopharyng carcinoma. One of therapies which implemented for nasopharyng carcinoma is chemotherapy and oftenly given chemotherapy combination Cisplatin with other chemotherapy drugs. Side effect occuring oftenly on chemotherapy intervention is nausea and vomit. nausea and vomit make stressful for patinets and be reason for patient to stop chemotherapy cyclus. If nausea and vomit are not well handled, it can occur dehydration, electrolyte and fluid balance disturbance and risk of pneumonia aspiration. Antiemetic farmacologic therapy usually given to overcome nausea and vomit, however many patients keep having nausea and vomit. Hence, it needs giving nursing intervention or non farmacologic therapy to decrease nausea and vomit i.e. accupressure. The study aims to explain accupressure application to decrease nausea and vomit of chemotherapy effect for patient with nasopharyng carcinoma that obtain chemotherapy regiment combination of Cisplatin and 5Fluoroacil. The number of respondents was 5 people. The method in the study is evidence based nursing practice by implementing accupressure on P6 and St36 25 minutes pre chemotherapy and afterwards repeatedly each 8 hours between the first day  and the fifth day of chemotherapy implementation. The result of the therapy shows that significant decrease of nausea and vomit after accupressure application compared cycle which not obtained accupressure application (t hitung = 2,53 t table = 2,30 on α = 0,05). It is recommended for nurses to learn accupressure and for hospital management to consider that accupressure as one of nursing interventions to decrease nausea and vomit of chemotherapy effects.                                 Keywords: accupressure, nausea vomit, chemotherapy
SELF EFFICACY KEPUTUSAN KARIR PADA SISWA MADRASAH ALIYAH Budi Satria; Sri Wahyuna
Idea Nursing Journal Vol 6, No 3 (2015): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.611 KB) | DOI: 10.52199/inj.v6i3.6737

Abstract

 ABSTRAK                                                                                                                                  Pengambilan keputusan karir merupakan suatu tahapan penting bagi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat, yaitu suatu pengambilan keputusan karir yang realitasnya diwujudkan melalui pemilihan studi lanjutan setelah SMA atau sederajat. Hal ini penting karena pilihan yang akan di ambil sangat menentukan masa  depan  karir  siswa.  Dalam  pengambilan keputusankarir  yang  baik  sangat  dipengaruhi  oleh  adanya faktor dari dalam individu yaitu self efficacy yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui self efficacy dalam pengambilan  keputusan karir pada siswa Madrasah Aliah Negeri (MAN) Rukoh Darussalam Banda Aceh. Penelitian  ini merupakan  penelitian  deskriptif  naratif dengan pendekatan  cross sectional  dari populasi sebanyak 153 orang, besar sampel 81 orang dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Penelitian  ini  dilakukan  pada  tanggal  12  sampai  dengan  tanggal  15  Mei  2015  dengan  menggunakan kuesioner  untuk  self  efficacy  yang  terdiri  dari  23  item  pernyataan.  Analisis  data  yang  digunakan  adalah analisis  univariat.  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  self  efficacy  pada  siswa  yang  akan  mengambil keputusan karir berada pada kategori tinggi sebanyak 49 orang (60,5%) dan 32 orang (39,5%) berada pada kategori  rendah.  Dari  empat  sub  variabel  self  efficacy  di dapat  data  yaitu  performance  accomplishments berada pada kategori tinggi sebanyak  45 orang (55,6%), vicarious experience  berada pada kategori rendah sebanyak 43 orang (53,1%), verbal persuasion berada pada kategori tinggi sebanyak 55 orang (67,9%), physiological   information   berada  pada  kategori  tinggi  sebanyak  56  orang  (69,1%).  Berdasarkan   hasil penelitian tersebut, peneliti menyarankan hendaknya pihak sekolah agar dapat lebih mempertimbangkan pentingnya  bimbingan  konseling  terkait  personal  accomplisments,  explorasi  pengalaman,  dan  pemberian apresiasi  atas keputusan  karir untuk setiap siswa, agar siswa dapat sejak dini merencanakan  dengan  tepat karir masa depannya serta memfasilitasi setiap  siswa secara intensif terkait permasalahan di bidang karir.Kata kunci: karir, self efficacy, siswa.  ABSTRACT                                                                                                                                  A career  decision  making  that becomes  a significant  step for Senior  High  School  students  or equal  is a career decision making that its reality is realised by selecting a higher education after Senior High School or equal. This is important  because the options that will be taken will determine  their future career. A good career decision making is influenced  by the factor from internal individual,  nemely high self efficacy. The objective  of  this  research was  to  find  out  self  efficacy  in making  a  career  decision  of  the students  at Madrasah  Aliyah Negeri (MAN) Rukoh Darussalam  Banda Aceh. This research  is a descriptive  narrative with total population  of 153 students,  81 samples,  cross sectional  aproach  and the technique  of selectingsample   was  purposive   sampling.   This   research   was conducted   on  12  to  15  May   2015,   by  using questionnaires forself efficacy consisted of 23 statment items. Data analysis used was an univariate analysis. The result of the research showed that self efficacy  on the students that would make a career decision was at high category  totaled 49 persons (60,5%) and 45 persons (39,5%)  as a lower category.  There were four subvariables  of self efficacy including:  performance  accomplishment  was at high category  for 45 persons (55,6%), vicarious experience  was at low category for 43 persons (53,1%), verbal persuasion  was at high category totaled 55 persons (67,9%), physiological  information  was at high category 56 persons (69,1%). Based on the results, the researcher suggests should the schools to be more considerate of the importance of counseling related to personal accomplisments, exploring experiences, and appreciating career desicions for every student so that the students can prepare their future career properly from the early time also school personel is expected to facilitate each student intensively related to the career problems.Keywords: career, self efficacy, students.
AKSIOLOGI ILMU KEPERAWATAN; MODEL PRAKTEK KEPERAWATAN PROFESIONAL Hajjul Kamil
Idea Nursing Journal Vol 3, No 1 (2012): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.24 KB) | DOI: 10.52199/inj.v3i1.6419

Abstract

ABSTRAKAksiologi ilmu keperawatan dimulai dari penerapan atau pemanfaatan sampai pengembangan ilmu keperawatan itu sendiri dalam kehidupan manusia, dan yang menjadi landasan dalam tataran aksiologi ilmu keperawatan adalah bagaimana ilmu keperawatan memberikan manfaat dalam kehidupan manusia. Model Praktek Keperawatan Profesional (MPKP) merupakan suatu metode praktek keperawatan dengan ciri praktek yang didasari dengan ketrampilan intelektual, tehnikal, interpersonal yang dilaksanakan dengan menerapkan suatu metode asuhan keperawatan yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah. MPKP merupakan suatu sistem yang memungkinkan perawat profesional mengatur pemberian asuhan keperawatan termasuk lingkungan untuk menunjang pemberian asuhan tersebut. Sebagian ilmuan menyebutkan bahwa ilmukeperawatan sebagai ilmu di awang-awang atau hanya sebagian kebenaran yang dapat dilaksanakan dann sebagian besar kebenaran dibaikan dalam ketidakjelasan. Menurut tinjauan filsafat keilmuan dengan pendekatan aksiologi ternyata ilmu keperawatan; MPKP merupakan suatu kebenaran yang dapat dibuktikan secara asal mula, kebenaran mengungkap, kebenaran memandang, kebenaran bentuk, kebenaran isi sertakebenaran konsep dan teori. Dengan demikian, ilmu keperawatan sesungguhnya suatu kebenaran dengan manfaat yang terus berkembang berdasarkan hasil pengujian dan pembuktian ilmiah dalam meningkatkan kesehatan, kebahagiaan, dan kesejahteraan bagi manusia.Kata Kunci: aksiologi, ilmu Keperawatan, MPKPABSTRACTAxiology of nursing science began from the application or the utilization to the development of nursing science itself in human life, and the basis for axiology of nursing science structure is how the nursing science provided benefits in human life. Professional Nursing Practice Model (MPKP) is a nursing practice method with characteristics based on the intellectual, technical, interpersonal skill, and it implemented by applying a method of nursing care which can be accounted scientifically. MPKP is a system that allows the professional nurses to arrange the nursing care including the environment that support provision of its care. Some scientists said that the nursing science as a science in the clouds or only partial truths that can be implemented and most of the truth was ignored in obscurity. According to a scientific philosophy with axiology approach evidently nursing; MPKP is a truth as evidenced in origin, reveal the truth, the truth of view, the truth of form, the truth of contents and the truth of concepts and theories. Thus, nursing, actually it is some truth with the benefits growing based on the results of testing and scientific evidence to improve health, happiness, and well-being for mankind.Keywords: axiology, nursing, MPKP

Filter by Year

2010 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2022): Idea Nursing Journal Vol 12, No 3 (2021): Idea Nursing Journal Vol 12, No 2 (2021): Idea Nursing Journal Vol 12, No 1 (2021): Idea Nursing Jurnal Vol 11, No 3 (2020): Idea Nursing Journal Vol 11, No 2 (2020): Idea Nursing Journal Vol 11, No 1 (2020): Idea Nursing Journal Vol 10, No 3 (2019): Idea Nursing Journal Vol 10, No 2 (2019): Idea Nursing Journal Vol 10, No 1 (2019): Idea Nursing Journal Vol 9, No 1 (2018): Vol 9, No 1 (2018) Idea Nursing Jurnal Vol 9, No 3 (2018): Idea Nursing Journal Vol 9, No 2 (2018): Idea Nursing Journal Vol 8, No 3 (2017): Idea Nursing Journal Vol 8, No 2 (2017): Idea Nursing Journal Vol 8, No 1 (2017): Idea Nursing Journal Vol 7, No 3 (2016): Idea Nursing Journal Vol 7, No 2 (2016): Idea Nursing Journal Vol 7, No 1 (2016): Idea Nursing Journal Vol 6, No 3 (2015): Idea Nursing Journal Vol 6, No 2 (2015): Idea Nursing Journal Vol 6, No 1 (2015): Idea Nursing Journal Vol 5, No 3 (2014): Idea Nursing Journal Vol 5, No 2 (2014): IDEA NURSING JOURNAL Vol 5, No 1 (2014): Idea Nursing Journal Vol 4, No 3 (2013): Idea Nursing Journal Vol 4, No 2 (2013): Idea Nursing Journal Vol 4, No 1 (2013): Idea Nursing Journal Vol 3, No 3 (2012): Idea Nursing Journal Vol 3, No 2 (2012): Idea Nursing Journal Vol 3, No 1 (2012): Idea Nursing Journal Vol 2, No 3 (2011): Idea Nursing Journal Vol 2, No 2 (2011): Idea Nursing Journal Vol 2, No 1 (2011): Idea Nursing Journal Vol 1, No 1 (2010): Idea Nursing Journal More Issue