cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Idea Nursing Journal
ISSN : 20872879     EISSN : 25802445     DOI : -
Core Subject : Health,
Idea Nursing Journal (INJ) adalah suatu media yang dapat digunakan untuk, mendiseminasi, dan mengarsipkan karya perawat peneliti di Indonesia. Karya yang dipublikasikan dalam jurnal ini secara tidak langsung diakui sebagai karya kecendekiawanan penulis dalam bidang keperawatan. Artikel antara lain meliputi sub bidang keperawatan dasar, keperawatan dewasa, keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan jiwa, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, keperawatan komunitas, manajemen keperawatan, dan pendidikan keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 348 Documents
KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR DITINJAU DARI BERBAGAI FAKTOR PENYEBAB DI DESA BAH KECAMATAN KETOL KABUPATEN ACEH TENGAH TAHUN 2013 Teuku Salfiyadi; Teuku Salfiyadi; Novemi, Novemi; Arnisam, Arnisam
Idea Nursing Journal Vol 5, No 2 (2014): IDEA NURSING JOURNAL
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v5i2.6732

Abstract

AbstrakKaries gigi merupakan penyakit pada rongga mulut yang disebabkan oleh kerusakan aktivitas bakteri terhadap jaringan keras gigi . Memasuki usia sekolah , resiko anak mengalami karies yang lebih tinggi . Hasil pemeriksaan pada anak usia sekolah dasar di desa Bah menemukan bahwa 68,6 % anak-anak menderita karies gigi . Tingginya prevalensi karies gigi , dan belum berhasil upaya untuk mengatasi karies ini , mungkin karena faktor populasi distribusi , perawatan lingkungan , perilaku , dan gigi , serta keturunan rakyat Indonesia . Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan gambar kejadian karies gigi pada anak-anak usia sekolah dasar dalam hal berbagai faktor di distrik Desa Bah Ketol Aceh Tengah pada tahun 2013 . Penelitian ini merupakan studi kasus dengan tipe deskriptif kuantitatif penelitian yang dilakukan pada 22-29 Juni 2013. Populasi dalam penelitian ini adalah 37 orang dan sampel dalam penelitian ini adalah total populasi 37 orang . Hasil pemeriksaan saliva menunjukkan bahwa sebagian besar anak memiliki air liur dengan kategori rendah . Pemeriksaan kebersihan mulut kebanyakan anak memiliki status kebersihan gigi dan mulut dikategorikan penelitian tentang perilaku anak-anak menunjukkan bahwa pengetahuan 62,16 % anak-anak tidak baik , sikap anak untuk bersikap baik 78,38 % , 72.98 % memiliki anak bertindak tindakan kurang bagus . Jasa hasil penelitian kesehatan menunjukkan 89.19 % anak menyatakan bahwa pelayanan kesehatan tidak dapat dicapai , 54,06 % menyatakan lingkungan yang tidak menguntungkan serta 75,68 % anak menyatakan ada faktor keturunan . Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan karies gigi pada anak-anak usia sekolah di desa Bah bahwa kebersihan mulut yang buruk dan faktor saliva , perilaku buruk , faktor yang tidak perawatan kesehatan yang terjangkau , faktor lingkungan yang buruk dan faktor keturunan . Dianjurkan untuk anak usia sekolah dasar di desa Bah dalam rangka meningkatkan perilaku kesehatan mulut dan kesehatan mulut dengan menyikat gigi secara teratur adalah 3 kali sehari dan mengunjungi klinik gigi setiap 6 bulan .Sumber Bacaan : Buku 16 dan 14 Referensi Internet ( 1985-2012 )ABSTRACTDental caries is a disease in the oral cavity caused by the destruction of bacterial activity against dental hard tissues . Entering school age , the risk of children experiencing higher caries . Examination results at primary school age children in the village Bah found that 68.6 % of children suffer from dental caries . The high prevalence of dental caries , and has not been successful attempts to overcome these caries , may be due to population distribution factors , environmental , behavioral , and dental care , as well as the descendants of the people of Indonesia . The purpose of this study is find a picture of the incidence of dental caries in primary school age children in terms of the various factors in the Village Bah Ketol Central Aceh district in 2013 . research is a case study with quantitative descriptive type of research that was conducted on 22 to 29 June 2013. The population in this research is 37 people and the sample in this study was the total population of the 37 people . The results of salivary examination shows that most children have saliva with low category . Workup oral hygiene most children have dental and oral hygiene status were categorized research on children's behavior indicates that 62.16 % children's knowledge is not good , the attitude of the child to be nice 78.38 % , 72.98 % have a child acts less action good . Health services research results showed 89.19 % of the children stated that health care can not be reached , 54.06 % expressed unfavorable environment as well as 75.68 % of the children stated there are hereditary factors . From the research it can be concluded that the factors that cause dental caries in school-age children in the village Bah that oral hygiene is poor and salivary factors , poor behavior , factors that are not affordable health care , poor environmental factors and factors descent . It is recommended to elementary school -age children in the village Bah in order to improve the behavior of oral health and oral health by brushing teeth regularly is 3 times a day and visit the dental clinic every 6 months .Sources Reading : Books 16 and 14 Reference Internet ( 1985-2012 )
STRES DENGAN KUALITAS TIDUR DI UPTD MEULIGOE JROH NAGUNA BANDA ACEH Khairani, Khairani
Idea Nursing Journal Vol 1, No 1 (2010): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.849 KB) | DOI: 10.52199/inj.v1i1.6346

Abstract

ABSTRAKGaya seseorang mengatasi stres dapat mempengaruhi seberapa baik orang tersebut tidur ketika berada dibawah banyak tekanan. Seseorang yang berfokus pada emosi dan mengeluh cemas mengalami banyakmasalah tentang kecukupan tidur. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara stres dengankualitas tidur lansia di UPTD Panti Sosial Meuligoe Jroh Naguna Banda Aceh Tahun 2010. Metodepenelitian ini adalah korelatif, yaitu untuk melihat hubungan stres dengan kualitas tidur lansia. Data diambilpada tanggal 10 sampai dengan tanggal 18 Juni tahun 2010. Pengumpulan data dilakukan dengan teknikwawancara terpimpin menggunakan kusioner dalam bentuk skala likert yang terdiri dari 35 item pernyataansebagai panduannya. Hasil pengolahan data diketahui sebagian besar lansia mengalami stres tinggi (55,1%)dan kualitas tidur lansia kurang baik sebanyak (55,1%). Hasil uji korelasi menunjukkan ada hubungan yangsignifikan (p value = 0,003) antara stres dengan kualitas tidur lansia di UPTD Panti Sosial Meuligoe JrohNaguna Banda Aceh tahun 2010.Kata kunci: fraktur, mobilisasi, self care defisit OremABSTRACTSomebody’s style in dealing with stress can influence how good that person sleep when they are underpressure. Someone who focuses on the emotion and complaints for their worry, faces a lot of problems abouttheir sleep adequacy. This research was done to determine the relationship between stress and sleep qualityof elderly in UPTD Nursing Home Meuligoe Jroh Naguna Banda Aceh in 2010. The method of this researchis correlation, which is examine the relationship between stress and sleep quality of elderly. The data wascollected on June 10th- 18th 2010. Data collection was done by leading interview using 35 itemsquestionnaire in Likert scale as the guidance. From the result of data collection, it was revealed that most ofelderly had high level of stress (55.1%) and the sleep quality was moderate (55.1%). The result of correlationtest shows that there is a significant relationship (p value = 0.003) between stress and sleep quality of elderlyin UPTD Nursing Home Meuligoe Jroh Naguna Banda Aceh in 2010.Keywords: fracture, mobilisation, self care devicit Orem.
OPTIMALISASI KESELAMATAN PASIEN MELALUI KOMUNIKASI SBAR DALAM HANDOVER Rachmah Rachmah
Idea Nursing Journal Vol 9, No 1 (2018): Vol 9, No 1 (2018) Idea Nursing Jurnal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.053 KB) | DOI: 10.52199/inj.v9i1.12280

Abstract

Handover merupakan bagian mendasar dalam keselamatan pasien. Salah satu komunikasi efektif yang dapat digunakan pada saat handover adalah komunikasi SBAR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi SBAR dalam handover dengan keselamatan pasien di RS. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif korelasional. Teknik sampel adalah purposive sampling dengan total sampel sebanyak 42 perawat pelaksana. Keselamatan pasien diukur dengan kuisioner valid. Data dianalisis menggunakan uji chi square  dan uji korelasi pearson. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Komunikasi SBAR dalam handover memiliki hubungan yang signifikan dengan keselamatan pasien (p value= 0.001). Agar komunikasi SBAR menjadi efektif pada saat handover, kepala ruangan wajib melakukan supervisi sehingga komunikasi efektif ini menjadi budaya dalam keselamatan pasien.Kata kunci : komunikasi SBAR, handover, keselamatan pasien ABSTRACTOne of the effective communications that can be used during handover is SBAR communication. This study aims to determine the relationship between SBAR communications and patient safety improvement in an indonesia hospital. This research method was descriptive correlational. Purposive sampling was used with a total sample of 42 nurses. Patient safety was measured by a valid questionnaire. Data were analyzed using chi square test and Pearson correlation test. The results of this study indicated that SBAR Communication in handover has a significant relationship to patient safety (p value = 0.001). To conclude, it is expected that the head nurses supervise the nurse to implement SBAR communication in order to optimize safety culture.Keywords: SBAR communication, handover, patient safety
PERSEPSI PASIEN TENTANG PERAN PERAWAT PELAKSANA DALAM PELAKSANAAN DISCHARGE PLANNING POSTPARTUM SECTIO CAESAREA DI RUANG SEUREUNE 3 RSUDZA BANDA ACEH Darmawati, Darmawati; Mutiara Anandita Septiningtyas
Idea Nursing Journal Vol 6, No 2 (2015): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.848 KB) | DOI: 10.52199/inj.v6i2.6533

Abstract

ABSTRAKPerawat merupakan orang terdekat selama pasien menjalani persalinan dan perawatn post partum di rumah sakit, oleh karena itu perawat harus memberikan informasi kepada pasien tentang hal-hal yang dibutuhkan atau diwaspadai setelah pasien pulang kerumah. untuk memenuhi perannya perawat erikan penjelasan tentang berbagai hal untuk persiapan pulang pasien antara laientangn  nutrisi dan cairan, mobilisasi/ambulasi dan  personal hygiene. tujuan penelitian ini adalah untuk mendapat gambaran tentang persepsi pasien tentang peran perawat pelaksana dalam pelaksanaan discharge planning postpartum sectio caesare. Jenis penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif eksploratif dengan jumlah sampel yang digunakan untuk menjadi responden 83 orang Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian persepsi pasien tentang peran perawat pelaksana dalam pelaksanaan discharge planning postpartum sectio caesarea berada pada kategori baik yaitu 57,8%. Persepsi pasien tentang peran perawat pelaksana dalam pelaksanaan discharge planning tentang nutrisi dan cairan bagi postpartum sectio caesarea berada pada kategori baik yaitu 53,0%. Persepsi pasien tentang peran perawat pelaksana dalam pelaksanaan discharge planning tentang mobilisasi/ambulasi bagi postpartum sectio caesarea di ruang seureune 3 berada pada kategori baik yaitu 72,3%. Persepsi pasien tentang peran perawat pelaksana dalam pelaksanaan discharge planning tentang personal hygiene bagi postpartum sectio caesarea berada pada kategori baik yaitu 54,2%.  Diharapkan kepada perawat untuk meningkatkan perannya dalam memberikan discharge planning pada postpartum sectio caesarea sehingga pasien mampu melakukan perawatan dirinya secara mandiri di rumah.Kata Kunci: Persepsi, Discharge planning, sectio Caesarea
TINJAUAN FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA HIPERTENSI DI KOTA BANDA ACEH putri mulia ramadhani; dara febriana
Idea Nursing Journal Vol 10, No 1 (2019): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.609 KB) | DOI: 10.52199/inj.v10i1.13187

Abstract

Hipertensi merupakan penyebab utama kematian ke-3 setelah stroke dan tuberkulosis. Gangguan fungsi kognitif merupakan gangguan proses mental yang terjadi dalam memperoleh pengetahuan atau kemampuan serta kecerdasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk  mengetahui  gambaran fungsi kognitif pada lansia dengan hipertensi di kota Banda Aceh. Desain penelitian ini bersifat deskriptif dengan jumlah sampel 120 lansia dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan berupa kuesioner MMSE. Waktu pengumpulan data dilakukan pada tanggal 03-25 Oktober 2018. Teknik pengambilan data menggunakan metode wawancara. Hasil analisa univariat didapatkan gangguan kerusakan kognitif sebanyak 38 orang (31,7%), kemungkinan gangguan kognitif sebanyak 21 orang (17,5%), dan fungsi kognitif baik sebanyak 61 orang (50,8%). Kesimpulan: lansia dengan hipertensi yang berada di Kota Banda Aceh sebagian besar memiliki fungsi kognitif yang baik. Direkomendasikan  kepada pihak pembuat kebijakan di puskesmas agar melakukan program kegiatan penatalaksanaan fungsi kognitif seperti melakukan aktivitas fisik lansia dengan cara olahraga secara teratur, dan melakukan stimulasi mental, serta melakukan kegiatan aktivitas sosial seperti kegiatan interaksi dengan orang lain di sekitar lansia dan aktivitas keagamaan.Kata kunci: Lansia, Fungsi Kognitif, Hipertensi. ABSTRACTHypertension is one of the main causes of cardiovascular diseases. Moreover it is the third dead cause after stroke and tuberculosis. The cognitive function disorder is the mental process in attaining knowledge, ability, and intelligence which cover the way of thinking, memorization, understanding, planning, and implementation. The aim of this research is to find out the cognitive function disorder on the senior citizens with hypertension in Banda Aceh Municipality. The research design of this research is a descriptive research using 120 samples of senior citizens and the sampling technique used is purposive sampling. The data collection technique used in this research is MMSE questionnaire. The data were collected from October 3, 2018 to October 25, 2018. The other technique of data collection used was interview method. The univariat result analysis reveals that there are 38 (31.7%) gets the cognitive disorder, 21(17.5%) people possibly attains cognitive disorder, and 61 people (50.8%) get cognitive function disorder. The conclusion of this research shows that most of the senior citizens with hypertension in Banda Aceh Municipality have good cognitive function. Then decision makers who are in charge in this Community Health Centre in the Municipality are recommended to develop the cognitive function management activity program like doing physical activity for the senior citizens such as doing exercise regularly, doing mental stimulation like making hand-crafting, playing crossword puzzle, and discussion. It is also suggested to the senior citizens to do social activity like having interaction with other people and involving in religious activity.Keywords: Senior Citizens, Cognitive Function, Hypertension.
PELAKSANAAN BEDSIDE HANDOVER OLEH PERAWAT DI RUANG RAWAT RUMAH SAKIT BANDA ACEH Andara Maurisa; Yuswardi Yuswardi
Idea Nursing Journal Vol 10, No 1 (2019): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.194 KB) | DOI: 10.52199/inj.v10i1.16632

Abstract

Bedside handover antara shift merupakan indikator kualitas layanan perawatan. handover adalah proses rutin dalam layanan perawatan di mana perawat dapat terlibat beberapa kali dalam setiap hari kerja. Namun, pelaksanaan serah terima samping tempat tidur juga telah dikritik dan digambarkan sebagai keberlanjutan asuhan keperawatan yang tidak terstruktur dan tidak efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi Bedside handover di Rumah Sakit Banda Aceh. Penelitian deskriptif dilakukan dengan metode kuantitatif dan desain cross-sectional study. Ukuran sampel menggunakan formula Lemeshow dan sejumlah 188 responden dipilih sebagai sampel dengan menggunakan teknik purposif sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dari Australian Commission On Safety and Quality in Healthcare yang terdiri dari 5 sub-variabel dengan total 19 item pengamatan dan dianalisis secara komputerisasi menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan penyerahan tempat tidur di Rumah Sakit Banda Aceh telah dilaksanakan (75,71%), yang terdiri dari komponen persiapan (70,57%), perkenalan (94,33%), pertukaran informasi (87,59%) dan keterlibatan pasien (77,30%) telah dilaksanakan, namun safetyscan (51,24%) tidak dilaksanakan. Secara umum, bedside handover di rumah sakit Banda Aceh telah dilaksanakan. Bedside handover berkontribusi pada keputusan yang akurat tentang perawatan pasien. Oleh karena itu, penyerahan tempat tidur tampaknya menjadi alat untuk meningkatkan kualitas perawatan dan keselamatan pasien yang memerlukan penyelidikan lebih lanjut.Kata Kunci:   Bedside Handover Perawat, Pelaksanaan,ABSTRACTBedside nursing handover among shifts is an indicator of the quality of nursing care services. Handover is a routine process in health care services in which nurses are typically engaged several times in each working day. however, the implementation of bedside handovers have also been criticized and described as unstructured ineffective sustainability of nursing care. The purpose of this study was to determine the implementation of bedside nursing handover in Banda Aceh Hospital. The descriptive study was conducted with a quantitative method and a cross-sectional study design. The sample size using Lemeshow and a number of 188 respondents were chosen as the sample by using a purposive sampling technique. The data collected through observation sheet from Australian Commission On Safety And Quality In Healthcare that consist of 5 sub-variables with total of 19 observations items and analyzed computerized using descriptive statistics. The results of the study showed that the  implementation of bedside handover in Banda Aceh Hospital have been implemented (75,71%), which consist of the component of preparation (70,57%), introductory (94,33%), information exchange (87,59%) and patient engagement  (77,30%) have been implemented, otherwise safety scan (51,24%) did not implemented. In general, bedside nursing handovers at Banda Aceh hospital have been implemented. Bedside nursing handovers contribute to accurate decisions about patient care. Therefore, bedside handovers seem to be a tool to improve the quality of care and patient safety which requires further investigation.Keywords: Bedside Handover, Implementation, Nurses
EFEKTIVITAS EDUKASI MITIGASI BENCANA TERHADAP KESIAPSIAGAAN BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI PADA KELUARGA PASIEN DI RUMAH SAKIT Cut Husna; Muzar Hafni; Fithria Fithria; Syarifah Rauzatul Jannah
Idea Nursing Journal Vol 10, No 1 (2019): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.344 KB) | DOI: 10.24815/jts.v%vi%i.14174

Abstract

Bencana adalah serangkaian peristiwa yang dapat mengancam jiwa serta mengganggu kehidupan masyarakat. Efek bencana dapat dikurangi dengan pemberian edukasi mitigasi bencana yang dinilai sebagai bentuk dari antisipasi terhadap bencana. Antisipasi bencana dilakukan dengan peningkatan kesiapsiagaan bencana individu yang meliputi pengetahuan, rencana keadaan darurat, sistem peringatan bencana dan mobilisasi sumber daya. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan tingkat kesiapsiagaan bencana sebelum dan sesudah edukasi mitigasi bencana. Jenis penelitian berupa quasi experiment dengan desain one group pre-test post-test. Teknik pengambilan sampel adalah proportional stratified random sampling dengan jumlah 45 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner baku dari LIPI-UNESCO/ISDR, 2006 dan beberapa item telah dimodifikasi oleh peneliti. Intervensi dalam penelitian ini adalah edukasi mitigasi bencana berdasarkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana.Analisa data menggunakan independent t-test. Hasil menunjukkan bahwa ada perbedaan tingkat kesiapsiagaan bencana sebelum dan setelah edukasi mitigasi bencana dengan p = 0,000 (α=0,05).Edukasi mitigasi bencana dinilai efektif terhadap kesiapsiagaan bencana gempa bumi dan tsunami pada keluarga pasien di rumah sakit. Direkomendasikan kepada petugas kesehatan agar dapat memnberikan edukasi mitigasi bencana di rumah sakit untuk peningkatan kesiapsiagaan bencana pada pengunjung rumah sakit terutama keluarga pasien.Kata Kunci: Edukasi, Mitigasi, Kesiapsiagaan, Bencana, Keluarga Pasien, Rumah SakitABSTRACTDisasters are a series of events that can threaten life and disrupt people's lives. The impact of disasters can be reduced by providing disaster mitigation education which is considered as a form of anticipation of disasters. Disaster anticipation is carried out by increasing individual disaster preparedness which includes knowledge, emergency planning, disaster warning systems and resource mobilization. The purpose of the study was to determine the differences in the level of disaster preparedness before and after disaster mitigation education. This type of research is a quasi-experiment with the design of one group pre-test post-test. The sampling technique is proportional stratified random sampling with a total of 45 respondents. Data collection techniques were carried out using a standard questionnaire from LIPI-UNESCO/ISDR, 2006 and several items were modified by researchers. The intervention in this study was disaster mitigation education based on the National Disaster Management Agency (BNPB). Data was analyzed using independent t-test. The results showed that there were differences in the level of disaster preparedness before and after disaster mitigation education with p = 0,000 (α = 0.05). Disaster mitigation education is considered effective against earthquake and tsunami disaster preparedness for patients' families in hospitals. It is recommended to health workers to be able to provide disaster mitigation education in hospitals to increase disaster preparedness for visitors to hospitals, especially patients' families.Keywords: Education, Mitigation, Preparedness, Disaster, Patient's Family, Hospital
00OPTIMALISASI PELAKSANAAN SERAH TERIMA PASIEN ANTAR SHIFT KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP DEWASA RUMAH SAKIT: PILOT STUDY Nelly Safrina; Rr Tutik Sri Hariyati; Umi Fatmawati
Idea Nursing Journal Vol 10, No 1 (2019): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.179 KB) | DOI: 10.52199/inj.v10i1.15646

Abstract

Serah terima pasien antar shift keperawatan merupakan salah satu aspek yang berperan penting dalam keselamatan pasien. Studi ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi bagi pelaksanaan serah terima antar shift keperawatan agar lebih optimal. Metode yang digunakan adalah pilot study pada dua ruang Rawat Inap Dewasa di RS. Tahapan dimulai dengan pengisian kuesioner, observasi dan wawancara lalu dilakukan analisis menggunakan diagram fishbone dan diperoleh masalah yaitu belum optimalnya pelaksanaan serah terima pasien pasien antar shift keperawatan. Implementasi yang dilakukan berupa penyempurnaan SPO, meningkatkan komunikasi efektif perawat dengan SBAR, membuat video role play serah terima dan penyempurnaan fungsi Catatan Harian Pasien Terintegrasi. Kesimpulan yang didapatkan yaitu serah terima dapat optimal dengan adanya komunikasi yang lebih terstruktur, serah terima melibatkan pasien, pelatihan mengenai komunikasi efektif dalam serah terima pasien dan pendokumentasian yang tepat. Rekomendasi: Tindak lanjut dengan merevisi SPO serah terima pasien dan melakukan evaluasi pelaksanaan serah terima pasien melalui supervisi secara berkala.Kata Kunci: Manajemen, Serah Terima, Asuhan KeperawatanABSTRACTPatient handover  is  an important role in patient safety. The study aim to optimizing handover’s  implementation due to Pilot Study Project which conducted  with questionnaires, observations and interviews and then analyzed using fishbone diagrams. Implementation was carried out to improving SPO, improving nurses' communication  skill with SBAR, introducing handover videos role play and improving daily notes functions. The result shows that  handover will be optimal with SBAR communication, motivation, supervision and training on patient nursing care.  Recommendations given to hospital  is to follow up and revising the hand over standars using SBAR and evaluate the implementation of the patient's handover through supervision. Keywords: Management, Handover, Nursing Care
UPAYA PENINGKATAN KELULUSAN TOEFL MAHASISWA DENGAN METODE SELF HELP GROUP (SHG) Syarifah Rauzatul Jannah; Fithria Fithria; Sri Novitayani; Cut Husna; Juanita Juanita
Idea Nursing Journal Vol 10, No 1 (2019): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.62 KB) | DOI: 10.52199/inj.v10i1.16549

Abstract

Kelulusan TOEFL dengan grade 475 merupakan salah satu syarat utama kelulusan mahasiswa pada pendidikan sarjana dan profesi. Mayoritas mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala memiliki kesulitan dalam mencapai grade tersebut. Oleh karena itu, dengan penggunaan metode Self Help Group (SHG) ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan tentang isu yang mereka butuhkan khususnya tentang TOEFL. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode self help group (SHG) terhadap peningkatan kelulusan TOEFL mahasiswa. Metode penelitian ini adalah Action Research pre-test dan post-test design. Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa nilai TOEFL mahasiswa setelah intervensi lebih tinggi dibandingkan dengan sebelum intervensi (t (44) = -2.947, p 0.05). Hal ini menunjukkan bahwa program kegiatan SHG efektif untuk meningkatkan nilai TOEFL mahasiswa, selain itu jumlah mahasiswa yang lulus TOEFL meningkat dari 1 orang yang lulus TOEFL sebelum intervensi menjadi 4 orang mahasiswa yang lulus TOEFL setelah intervensi. Rekomendasi, disarankan kepada Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala dan instansi pendidikan lainnya untuk dapat mengaplikasikan kegiatan SHG pada TOEFL mahasiswa secara berkelanjutan dan dalam jangka waktu yang lebih lama, sehingga akan terjadi peningkatan kelulusan TOEFL lebih besar.Kata Kunci: Self Help Group, Kelulusan, TOEFLABSTRACTGraduation TOEFL with grade 475 was one of the main requirements for student graduation in undergraduate and professional education. The majority of nursing students at Faculty of Nursing, Syiah Kuala University had difficulties in achieving these grades. Therefore, using the Self Help Group (SHG) method could increased the knowledge and abilities about the issues they need specifically about the TOEFL. The purpose of this study was to determine the effect of the self help group (SHG) method on increasing student TOEFL graduation. The research method was Action Research pre-test and post-test design. The sampling technique used purposive sampling, with the number of samples were 44 respondents. Based on the study results, it was found that the TOEFL score of nursing students after the intervention was higher compared with before the intervention (t (44) = -2.947, p 0.05). It was showed that the SHG activity program was effective in increasing the TOEFL score of students, besides the number of students who passed the TOEFL increased from 1 person before the intervention became 4 students after the intervention. Recommendations, it was suggested to the Faculty of Nursing at Syiah Kuala University and other educational institutions to be able to apply SHG program for students' TOEFL sustainably and in a longer period of time, so that there will be a greater increase in TOEFL graduation.Keywords: Self Help Group, Graduation, TOEFL
METODE INDEPENDENT TEST TAKER DALAM UPAYA PENINGK ATAN LULUSAN UJI KOMPETENSI NERS Teuku Tahlil; Darmawati Darmawati; Nurhasannah Nurhasannah; Maulina Maulina
Idea Nursing Journal Vol 10, No 1 (2019): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.983 KB) | DOI: 10.52199/inj.v10i1.16548

Abstract

Uji kompetensi sebagai exit exam dinilai menjadi sumber kecemasan bagi mahasiswa Keperawatan yang akan mengikutinya. Berbagai upaya untuk mempersiapkan mahasiswa Keperawatan dalam menghadapi uji kompetensi dan mengurangi perasaan yang tidak menyenangkan perlu dilakukan termasuk persiapan dengan penggunaan web e-learning dalam memberikan pengayaan berbentuk penjelasaan dan latihan soal-soal yang didampingi oleh pemateri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penggunaan metode independent test taker dalam meningkatkan angka lulusan uji kompetensi Ners. Jumlah populasi mahasiswa yang dilibatkan adalah 44 orang dengan jumlah sampel yang dipilih sebanyak 22 mahasiswa dengan menggunakan teknik Simpel Random Sampling. Responden diberikan akses melakukan ujian secara mandiri melalui web yang berisi soal-soal ujian kompetensi yang telah disediakan melalui software e-learning. Sejumlah sesi pertemuan pengkayaan juga diberikan untuk penjelasan soal-soal yang ada. Pengumpulan data dilakukan secara online (web-based) melalui software e-learning. Analisa data yang dilakukan mencakup uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari independent test taker terhadap peningkatan score nilai mahasiswa (p – Value = 0.000). Berdasarkan hasil yang ada, diharapkan independent test taker dapat dijadikan sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan jumlah lulusan ujian kompetensi pada mahasiswa keperawatan.Kata kunci: Independent Test, Uji Kompetensi Ners, MahasiswaABSTRACTThe Idea to use a competency test as an exit exam for nursing students has increased anxiety among nursing students. Thus, substantial efforts should be implemented to prepare nursing students including by the use of self-examination practice through e-learning web-based program. This study aimed at examining the effectiveness of the use of an independent test taker method to increase the number of graduates Ners Competency Test for nursing students. A total of 44 students were invited to participate in this program, of these, 22 students were selected using a simple random selection procedure. E-Learning software contains competency exam questions were provided to students. Data collection was done online (web-based) through e-learning software and were then analyzed using Wilcoxon tests. The results showed that there was a significant effect of the independent test taker on increasing students test scores (p - value = 0.000). Based on the results, it is expected that the independent test taker can be used as one of the solutions to increase the number of graduates of competency examinations for nursing students.Keywords: Independent Test, Comptency Test, Nursing, Student

Filter by Year

2010 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2022): Idea Nursing Journal Vol 12, No 3 (2021): Idea Nursing Journal Vol 12, No 2 (2021): Idea Nursing Journal Vol 12, No 1 (2021): Idea Nursing Jurnal Vol 11, No 3 (2020): Idea Nursing Journal Vol 11, No 2 (2020): Idea Nursing Journal Vol 11, No 1 (2020): Idea Nursing Journal Vol 10, No 3 (2019): Idea Nursing Journal Vol 10, No 2 (2019): Idea Nursing Journal Vol 10, No 1 (2019): Idea Nursing Journal Vol 9, No 1 (2018): Vol 9, No 1 (2018) Idea Nursing Jurnal Vol 9, No 3 (2018): Idea Nursing Journal Vol 9, No 2 (2018): Idea Nursing Journal Vol 8, No 3 (2017): Idea Nursing Journal Vol 8, No 2 (2017): Idea Nursing Journal Vol 8, No 1 (2017): Idea Nursing Journal Vol 7, No 3 (2016): Idea Nursing Journal Vol 7, No 2 (2016): Idea Nursing Journal Vol 7, No 1 (2016): Idea Nursing Journal Vol 6, No 3 (2015): Idea Nursing Journal Vol 6, No 2 (2015): Idea Nursing Journal Vol 6, No 1 (2015): Idea Nursing Journal Vol 5, No 3 (2014): Idea Nursing Journal Vol 5, No 2 (2014): IDEA NURSING JOURNAL Vol 5, No 1 (2014): Idea Nursing Journal Vol 4, No 3 (2013): Idea Nursing Journal Vol 4, No 2 (2013): Idea Nursing Journal Vol 4, No 1 (2013): Idea Nursing Journal Vol 3, No 3 (2012): Idea Nursing Journal Vol 3, No 2 (2012): Idea Nursing Journal Vol 3, No 1 (2012): Idea Nursing Journal Vol 2, No 3 (2011): Idea Nursing Journal Vol 2, No 2 (2011): Idea Nursing Journal Vol 2, No 1 (2011): Idea Nursing Journal Vol 1, No 1 (2010): Idea Nursing Journal More Issue