cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Idea Nursing Journal
ISSN : 20872879     EISSN : 25802445     DOI : -
Core Subject : Health,
Idea Nursing Journal (INJ) adalah suatu media yang dapat digunakan untuk, mendiseminasi, dan mengarsipkan karya perawat peneliti di Indonesia. Karya yang dipublikasikan dalam jurnal ini secara tidak langsung diakui sebagai karya kecendekiawanan penulis dalam bidang keperawatan. Artikel antara lain meliputi sub bidang keperawatan dasar, keperawatan dewasa, keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan jiwa, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, keperawatan komunitas, manajemen keperawatan, dan pendidikan keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 348 Documents
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PENCEGAHAN DEKUBITUS PADA PASIEN STROKE DI RSUDZA BANDA ACEH . Marlina
Idea Nursing Journal Vol 3, No 3 (2012): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v3i3.1571

Abstract

Dekubitus merupakan nekrosis jaringan lokal yang terjadi ketika adanya jaringan lunak yang tertekan di antara tonjolan tulang dengan permukaan eksternal dalam jangka waktu yang lama. Dekubitus dapat terjadi pada pasien yang menjalani terapi tirah baring yang lama seperti pasien stroke. Upaya pencegahan dekubitus harus terus dilakukan sejak dini dengan melibatkan seluruh komponen termasuk keluarga. Keluarga yang mempunyai fungsi perawatan kesehatan  diharapkan dapat merawat pasien stroke sehingga dapat mencegah terjadinya dekubitus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan pencegahan dekubitus pada pasien stroke di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh 2012. Jenis penelitian adalah deskriptif korelatif. Desain penelitian cross sectional study melalui pendekatan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 pasien stroke. Pengumpulan data dengan membagi kuisioner yang terdiri dari 27 item pernyataan dalam skala likert dan lembar observasi. Metode analisis data dengan menggunakan uji statistik chi-square, hasil penelitian tidak ada  hubungan antara dukungan keluarga (p-value 1,00) yang terdiri dari dukungan sosial keluarga (p-value: 0,517), dukungan penilaian (p-value 1,00),  dukungan tambahan (p-value 1,00) dan dukungan emosional (p-value = 1,00) dengan pencegahan dekubitus pada pasien stroke. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dengan pencegahan dekubitus pada pasien stroke di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh tahun 2012. Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan keluarga agar dapat memberikan dukungan sepenuhnya pada anggota keluarga yang mengalami  stroke dalam upaya pencegahan dekubitus. 
PENGGUNAAN SMARTPHONE DAN INTERAKSI SOSIAL PADA REMAJA DI SMA NEGERI I KALASAN SLEMAN YOGYAKARTA Muflih Muflih; Hamzah Hamzah; Wayan Agus Purniawan
Idea Nursing Journal Vol 8, No 1 (2017): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.995 KB) | DOI: 10.52199/inj.v8i1.8698

Abstract

ABSTRAKPenggunaan smartphone yang lama berakibat ketergantungan dan berdampak pada interaksi sosial yang kurang. Wawancara 6 siswa SMA N 1 Kalasan Sleman Yogyakarta mengatakan lebih senang menggunakan smartphone dari pada mengobrol dengan teman-temannya, menggunakan saat jam istirahat selama 10 menit untuk membuka sosial media dan game, saat dirumah menggunakan smartphone lebih sering durasi 2-3 jam. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui adanya hubungan antara penggunaan smartphone dengan tingkat ketergantungan smartphone dan adanya hubungan antara tingkat ketergantungan smartphone dengan interaksi sosial pada remaja di SMA Negeri 1 Kalasan Sleman Yogyakarta. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan metode crossectional. Data diambil pada tanggal 1-31 Mei 2015 dengan responden penelitian remaja kelas 1 dan 2 sejumlah 207 siswa di SMAN 1 Kalasan Sleman Yogyakarta. Analisis bivariat menggunakan chi-square. Hasil penelitian didapatkan bahwa penggunaan smartphone sebagian besar kurang baik sebanyak 121 (58,5%), tingkat ketergantungan sebagian besar rendah sebanyak 112 (54,1%), interasi sosial sebagian besar baik sebanyak 107 (51,7%). Penggunaan smartphone berhubungan signifikan terjadinya tingkat ketergantungan pada remaja (p value 0,004) dan tingkat ketergantungan smartphone berhubungan signifikan dengan interaksi sosial pada remaja (p value 0,000; OR 2,838). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan signifkan antara penggunaan smartphone dengan tingkat ketergantungan smartphone dan adanya hubungan signifikan antara tingkat ketergantungan smartphone dengan interaksi sosial pada remaja di SMA Negeri 1 Kalasan Sleman Yogyakarta.Kata Kunci: Interaksi sosial, Smartphone, Remaja. ABSTRACTThe prolonged use of smartphones may cause addiction and lead to negative social interaction. Interview with 6 students of SMAN I Kalasan sleman revealed that they preferred to engage with smartphones to hanging out with their friends. They used the 10-minute break time to access social media and games, and spend 2-3 hours a day at home using smartphones. Objective this reseach is to investigate the correlation between students’ use and dependence on smartphones and than the correlation between students’ dependence on smartphones and social interaction in SMAN I Kalasan Sleman Yogyakarta. The research was a quantitative research with cross sectional method. Data was taken from 1 to 31 May 2015 and the respondents were 207 first and second grade students of SMAN I Kalasan Sleman Yogyakarta. The bivariate analysis was done using Chi-square. The results of this research found that the use of smartphones in 121 teenagers (58.5%) was categorized as not good. Most of the students had low dependency on smartphones, found in 112 students (54.1%), while the social interaction was considered as good, i.e. 107 (51.7%). The correlation between the students’ use and dependence on smartphones (p value 0.004) and than The correlation between the students’ dependence on smartphones and social interaction in SMAN I Kalasan Sleman Yogyakarta (p value 0.000; OR 2.838). The conclusion of this research found that there was a significant correlation between students’ use and dependence on smartphones and than there was a significant correlation between students’ dependence on smartphones and social interaction in SMAN I Kalasan Sleman Yogyakarta.Keywords: Social Interaction, Smartphone, Students.
MANAJEMEN WAKTU MAHASISWA KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA Yuswardi, Yuswardi; Rizal, Rizal; M. Fajri
Idea Nursing Journal Vol 7, No 3 (2016): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.609 KB) | DOI: 10.52199/inj.v7i3.6448

Abstract

ABSTRAKWaktu merupakan sumber daya yang unik. Secara relatif manajemen waktu telah menjadi konsep baru dalam perkembangan individu dan profesional. Mahasiswa yang baru memasuki tahap perkuliahan di Universitas Syiah Kuala akan mengalami masa transisi dari pendidikan SMA sehingga membutuhkan penyesuaian diri dan kemampuan mengatur diri yang baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui manajemen waktu mahasiswa Kurikulum Berbasis Kompetensi Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala. Jenis penelitian deskriptif eksploratif dengan desain cross sectional study. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan simple random sampling, merupakan alat ukur berbentuk kuesioner dengan metode menggunakan angket. Populasi  merupakan seluruh mahasiswa tahun masuk 2014 reguler A yang aktif pada Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala, dengan jumlah 56 dari 106 responden. Hasil peneitian dapat disimpulkan bahwa manajemen waktu mahasiswa Kurikulum Berbasis Kompetensi berada pada kategori baik yaitu 33 mahasiswa (58,9%) dimana secara umum semua sub variabel juga berada pada kategori baik yaitu membuat perencanaan dan menentukan prioritas 33 mahasiswa (58,9%), menyelesaikan dengan prioritas tertinggi 39 mahasiswa (69,6%)dan memprioritaskan kembali berdasar pada tugas yang tersisa 38 mahasiswa (67,9%) serta Dari hasil penelitian diharapkan mahasiswa dapat memamfaatkan waktunya secara optimal untuk meningkatkan kualitas dan profesioalitas mahasiswa Kurikulum Berbasis Kompetensi kedepannya.Kata kunci: Manajemen Waktu, Kurikulum Berbasis Kompetensi ABSTRACTTime is generally considered as a pecular resource. Time management, relatively, has inevitably become a new concept within individual and professional development. Freshgraduate from highschool who just studied at Syiah Kuala University will experience the transition period so that they will need to adjust themselves to university level and are expected to be able to manage their time well. The purpose of this research was to find out time management of Competency Based Curriculum students at Faculty of Nursing of Syiah Kuala University. The research design used in this study was descriptive explorative, with cross sectional study. The samples were selected through simple random sampling; the data were collected by using questionnaire. The research population was all students of Regular A, especially those who enrolled in 2014 at Faculty of Nursing of Syiah Kuala University; and the subjects of the research were 56 students from the total of 106 respondents. The results revealed that the time management of Competency Based Curriculum students is in good category, 33 students (58.9%). Then, all sub-variables are also in good category, namely making plans and determining priorities are 33 students (58.9%); completing the highest priority 39 students (69.6%); and reprioritizing the remaining tasks 38 students (67.9%). Hence, based on the findings, it is strongly expected that every Competency Based Curriculum student should be able to manage and spend their time optimally in order to improve their quality and professionalism.Keywords: Time Management, Competency Based Curriculum
PENGARUH LATIHAN ROM TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT PADA PASIEN STROKE ISKEMIK DI RSUDZA BANDA ACEH Marlina, Marlina
Idea Nursing Journal Vol 3, No 1 (2012): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.001 KB) | DOI: 10.52199/inj.v3i1.6407

Abstract

ABSTRAKStroke adalah penyakit peredaran darah otak yang mempunyai manifestasi klinis tergantung dari luas dan lokasi lesi yang terkena. Akibat dari terganggunya kebutuhan oksigen ke otak dapat terjadi manifestasi klinis berupa kelemahan sebagian atau seluruh anggota gerak dari tubuh sehingga pasien tidak mampu melakukan aktivitas karena kelemahan anggota gerak dan membutuhkan latihan anggota gerak yang bertujuan untukmencegah kecacatan. Latihan Range of Motion (ROM) merupakan salah satu bentuk latihan dalam proses rehabilitasi yang dinilai masih sangat efektif untuk mencegah terjadinya kecacatan pada pasien dengan stroke. Penelitian ini dilakukan mulai tanggal 9 Agustus sampai dengan 10 september 2011 di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Tahun 2011 dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh ROMterhadap peningkatan kekuatan otot. Desain Penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan rancangan pretest-postest group desain kelompok intervensi (intervention group) dan kelompok kontrol (control group). Analisis bivariat dengan uji t-test independen dan t-test dependen. Sampel berjumlah 50 responden yang terdiri dari 25 group kontrol dan 25 group intervensi dengan pendekatan non probability sampling jenisconsecutif sampling. Pasien diberikan tindakan latihan range of motion selama 6 hari. Evaluasi hasil penelitian dilakukan setelah 6 hari dengan menilai kekuatan otot. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata kekuatan otot responden pada latihan ROM sebelum intervensi adalah 3,68 dengan standar deviasi 1,62. Pada pengukuran sesudah intervensi didapat rata-rata 4,60 dengan standar deviasi 0,81. Terlihat nilai meanperbedaan antara pengukuran pertama dan kedua 0,92 dengan standar deviasi 1,07. Hasil uji statistik didapatkan nilai (Pvalue=0,000) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang bermakna kekuatan otot sebelum dan sesudah tindakan ROM pada pasien stroke iskemik. Rekomendasi hasil penelitian agar latihan ROM yang dimodifikasi dapat diterapkan pada pasien stroke untuk meningkatkan nilai kekuatan ototsehingga akan meningkatkan kemampuan pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari serta dapat mencegah stroke berulang yang berakibat kematian.Kata Kunci: latihan rom, kekuatan otot, pasien stroke iskemikABSTRACTStroke is a circulatory brain disease which had clinical manifestations based on the size and location of lesions affected. As a result of the disruption of oxygen to the brain needs can occur the clinical manifestations included the weakness of some or all of the body limbs so that the patient could not doing then activity because of the limbs weaknesses and they needs limb exercises for preventing disability. Range of Motion (ROM) exercise is one of exercise type on rehabilitation process which was assessed still effective for preventing disability occurs in the stroke patient. This Research was done start from August 9th until September 10th 2011 in the District General Hospital dr. Zainoel Abidin of Banda Aceh, 2011 which aimed to find out the impact of the ROM for increasing the muscle strength. The study design is quasi experimental study with pretest-posttest group design and had the intervention and the control groups. Bivariat analysis was tested by using the independent t-test and dependent t-test. The samples are 50 participants included 25 person control group and 25 person experimental groups with a non probability sampling and consecutive sampling types. The patients are given action of the Range of Motion exercise during 6 days. The evaluation of the study conducted after 6 days to assess the muscle strength. A result of the study showed the mean score of the participant’s muscle strength before the ROM exercise intervention was 3.68 with standard deviation 0.81. It showed that the mean score different between the first, and the second measurements with the standard deviation 1.07. The result of statistic tested obtained value (P value=0.000), so it can be concluded that there is significant influence the muscle strength before and after the ROM exercise in stroke ischemic patient. The study recommendation is the modification of ROM exercise can be applied in stroke patient for increasing the muscle strength, so it can increase the patient ability in doing daily activity and it can prevent stroke relapse which is caused death.Keywords: ROM exercise, muscle strength, stroke ischemic patient
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN ASMA DENGAN TINGKAT KONTROL ASMA DI POLIKLINIK PARU RSUD dr. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH Novita Andayani
Idea Nursing Journal Vol 5, No 2 (2014): IDEA NURSING JOURNAL
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v5i2.6729

Abstract

ABSTRAKTingkat pengetahuan asma pada pasien asma sangat berpengaruh terhadap derajat asma dan tingkat kontrolasma, dimana pengetahuan asma yang baik dapat memberikan kontrol asma yang baik, dan kontrol yang baik akan cenderung membawa ke derajat yang lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan pasien asma dengan derajat asma dan tingkat pengetahuan pasien asma dengan tingkat kontrol asma di poliklinik RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Penelitian ini dilakukan secara analitik observasional dengan rancangan penelitian cross sectional survey dari bulan Januari – Maret 2014 dengan jumlah sampel 41 sampel. Pada penelitian ini menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan umum asma (Asthma General Knowledge Quisionaire) untuk menilai tingkat pengetahuan asma pada pasien asma, menggunakan Asthma Control Test untuk menilai tingkat kontrol asma dan spirometri untuk menilai derajat asma. Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan tingkat pengetahuan pasien asma dengan tingkat kontrol asma dengan (P 0,05) dan terdapat hubungan tingkat pengetahuan pasien asma dengan derajat asma (P 0,05).Kata Kunci : Pengetahuan Asma, Derajat Asma, Tingkat KontrolABSTRACTThe level of asthma knowledge in asthma patients greatly affect the degree of asthma and asthma control level. A good asthma knowledge can provide good asthma control and good control will tend to bring to a better degree. The purpose of this study was to determine the correlation between the degree of patients' asthma knowledge and the degree of asthma then asthma control level in lung poliklinic RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. This study is observational analytic cross-sectional study design . In this study, using a level of general knowledge of asthma questionnaire (Asthma General Knowledge Quisionaire) to assess the level of asthma knowledge in asthma patients, use the Asthma Control Test to assess the level of asthma control and spirometry to assess the degree of asthma . In this study showed that there is a correlation between the level of knowledge of asthma patients with asthma control ( P 0.05 ) and there is a correlation between the degree of knowledge of asthma patients with the degree ofasthma ( P 0.05 ) .Keyword: Asthma Knowledge, Level Asthma, Asthma Control
MANAJEMEN PASIEN ST ELEVASI MIOKARDIAL INFARK (STEMI) Devi Darliana
Idea Nursing Journal Vol 1, No 1 (2010): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.522 KB) | DOI: 10.52199/inj.v1i1.6343

Abstract

ABSTRAKSTEMI merupakan penyebab mortalitas dengan laju mortalitas awal 30 hari setelah serangan adalah 30%.STEMI terjadi akibat aterosklerotik pada arteri koroner atau penyebab lainnya yang dapat menyebabkanterjadinya ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen miokardium. Pada kondisi awal akanterjadi ischemia miokardium, namun bila tidak dilakukan tindakan reperfusi segera maka akan menimbulkannekrosis miokard yang bersifat irreversible. Diagnosis awal yang cepat serta penanganan yang tepat setelahpasien tiba di ruang IGD dapat membatasi kerusakan miokardial dan meminimalkan komplikasi yang dapatmemperburuk keadaan pasien. Pada pasien STEMI, dampak yang ditimbulkan tidak hanya gangguanfisiologis dan psikologis saja, namun juga menimbulkan dampak ekonomi akibat meningkatnya kebutuhanbiaya pengobatan dan perawatan di rumah sakit serta biaya pemulihan kesehatan selama pasien di rumah.Oleh karena itu, perlu kerjasama yang baik antara berbagai profesi seperti dokter, perawat dan teamkesehatan lainnya dalam mengatasi masalah pasien.Kata kunci: STEMI, manajemen STEMI.ABSTRACTSTEMI is the cause of mortality with the early rate 30 days after the attack as much as 30%. STEMI occursas the result of atherosclerotic of coronary arteries or other causes that can induce that imbalance betweensupply and need of myocardial oxygen. In the early condition, ischemic myocardium will occur and ifreperfusion treatment is not given immediately, it will create irreversible myocardial necrotic. The early,quick diagnose and the right treatment when the patients are admitted in emergency room can decreasemyocardial damage and minimize the complication that can worsen the patient condition. In STEMI patients,the effect that appear is not only physiological and psychological problem, but also create economicalproblem as the result of treatment cost, hospitalization, and recovery cost while the patients at home.Therefore, good cooperation among health providers such as doctors, nurses, and others is needed.Keywords: STEMI, STEMI management.
STIGMATISASI PADA PENDERITA GANGGUAN JIWA Berjuang Melawan Stigma dalam Upaya Meningkatkan Tujuan dan Kualitas Hidup Aiyub Aiyub
Idea Nursing Journal Vol 9, No 1 (2018): Vol 9, No 1 (2018) Idea Nursing Jurnal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.239 KB) | DOI: 10.24815/jarsp.v%vi%i.12275

Abstract

AbstrakOrang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) selalu berjuang melawan dua masalah berat dalam kehidupannya, yaitu gejala penyakit dan stigmatisasi. Stigma masih menjadi masalah besar di Indonesia, khsusnya di Aceh. Banyak persepsi negatif yang dilabelkan kepada ODGJ dan keluarga mereka. Stigma sering menyebabkan ODGJ terisolasi atau diisolsi dari lingkungan sosialnya, sehingga kehilangan banyak kesempatan dalam mencapai tujuan hidup dan meningkatkan kualitas hidup. Artikel ini merupakan tinjauan kasus untuk melihat secara teoritis tentang tindakan anti stigma pada penderita gangguan jiwa dalam melawan stigmatisasi sehingga mereka mampu memanfaatkan kesempatan dalam mencapai tujuan hidup dan mampu meningkatkan kualitas hidup mereka. Kata Kunci : Stigmatisasi, orang dengan gangguan jiwa, tujuan hidup, kualitas hidup.AbstracPeople with mental disorders always struggle against double problems in their life. The first is fight against the syndrome of mental illness and the second is against stigmatization. Stigma is big problem for people with mental disorders in Indonesia, especially in Aceh. It has many negative perceptions that labeled for people with mental disorders, as well as their families. Stigma makes them isolated from the social environment, and they lose the opportunity to achieve their goals of life and quality of life. This article is a case study that discusses theoretically the phenomenon of anti-stigma intervention for people with mental disorders in fighting against stigmalization for taking advantaging of opportunities in achieving their their goals of life and  quality of life.Key words: stigmalization, people with mental disorder, goals of life, qulity of life.
FAKTOR PREDISPOSISI PENDERITA SKIZOFRENIA DI POLI KLINIK RUMAH SAKIT JIWA ACEH Hasmila Sari; Wildan Sirna
Idea Nursing Journal Vol 6, No 2 (2015): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.191 KB) | DOI: 10.52199/inj.v6i2.6530

Abstract

ABSTRAKFaktor predisposisi merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya skizofrenia. Ketika seseorang menderita skizofrenia maka setiap  aspek  dalam  kehidupannya akan terganggu meliputi aspek biologi, psikologi, sosiokultural dan lingkungan. Di Indonesia, Provinsi Aceh berada pada urutan tertinggi untuk kasus skizofrenia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor predisposisi pada penderita skizofrenia di Poliklinik Rawat Jalan Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Jiwa Aceh tahun 2014. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif, teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan jumlah sampel 102 orang. Penelitian dilakukan di Poliklinik Rawat Jalan Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Jiwa Aceh pada tanggal 12-28 Mei 2014 menggunakan kuesioner yang terdiri dari 18 item pertanyaan dengan metode wawancara terpimpin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor predisposisi pada penderita skizofrenia berupa faktor biologi yang disebabkan oleh gangguan neurotransmiter sebanyak 42 orang (41,2%), faktor psikologi yang disebabkan oleh trauma sebanyak 73 orang (71,6%), dan faktor sosiokultural lingkungan yang disebabkan oleh diintimidasi di sekolah/lingkungan sosial dan sulit mendapatkan pekerjaan sebanyak  24 orang (23,5%). Rekomendasi ditujukan kepada perawat Community Mental  Health  Nursing  (CMHN) di  puskesmas  diharapkan  dapat  memberikan penyuluhan bagi masyarakat agar para orang tua mampu menciptakan keluarga yang harmonis, hangat, dan stabil. Bagi mereka yang baru memperlihatkan tanda- tanda awal dari skizofrenia dapat dicegah dengan memberikan obat antipsikotik dan senantiasa memelihara suasana keluarga yang kondusif.Kata kunci: skizofrenia, faktor predisposisi, biologi, psikologi, sosiokultural. ABSTRACTPredisposition factors are the cause factor occuring schizophrenia. At the time a person suffering from schizophrenia, therefore each aspects in their lives will be disturbed involving biology, psychology, sociocultural and environment aspects. In Indonesia, Aceh province is on the highest level of schizophrenia cases. The purpose of the research was to identify description of predisposition factors in patient with schizophrenia in outpatient polyclinic general mental health hospital Aceh in 2014. The research used explorative descriptive with purposive sampling as sampling technique i.e 102 people. The research was conducted in outpatient polyclinic general mental health hospital Aceh between 12th and 28th may 2014 using a questionnaire  consisting of 18  items  with  questions  guided  interview method.  The result  of the research  showed  that  predisposition  factors  among patients with schizophrenia was biology factor caused by neurotransmitter disturbance i.e. 42 persons (41,2%), psychological factor caused by trauma i.e. 73 persons (71,6%), and sociocultural factor caused by intimidation at school/social environment and difficulty to have occupation i.e. 24 persons (23,5%). The recommendation   addressed   to   nurses   Community   Mental   Health   Nursing (CMHN) is expected to provide counseling for the public to the parents be able to create a harmonious, the family warm, and stable. For their new showing signs the beginning of schizophrenia can be prevented by giving an antipsychotic drugs and always maintain the family atmosphere conducive.Keywords: schizophrenia, predisposition factors, biologic, psychologyc, sociocultural.
MANAJEMEN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS Devi Darliana
Idea Nursing Journal Vol 2, No 2 (2011): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.133 KB) | DOI: 10.52199/inj.v2i2.6371

Abstract

ABSTRAKDiabetes Melitus (DM) adalah suatu penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia akibat kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Hiperglikemia dapat menyebabkan disfungsi beberapa organtubuh terutama mata, ginjal, saraf, jantung dan pembuluh darah. Penyakit DM tidak hanya menimbulkan dampak fisiologis dan psikologis namun juga dampak ekonomi akibat meningkatnya kebutuhan biayapengobatan dan perawatan di rumah sakit serta biaya pemulihan kesehatan selama pasien di rumah. Oleh karena itu, pengelolaan DM perlu kolaborasi yang baik antara dokter, perawat, ahli gizi, team kesehatan lainnya dalam mengatasi masalah yang dihadapi pasien.Kata Kunci: Diabetes mellitus, hiperglikemia, disfungsi organ.ABSTRACTDiabetes mellitus (DM) is a metabolic disease characterized by hyperglycemia due to defects in insulinsecretion, insulin action or both. Hyperglycemia can lead to dysfunction of multiple organs, especially theeyes, kidneys, nerves, heart and blood vessels. DM disease not only impacts the physiological andpsychological but also economic impacts due to rising medical costs and the need for hospitalization andconvalescence costs for patients in the home. Therefore, the management of diabetes mellitus needs goodcollaboration between physicians, nurses, nutritionists, and other health team in addressing problems facedby patients.Keywords: Diabetes mellitus, hyperglycemia, organ dysfunction.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB DAN JENIS MIGRAIN PADA MAHASISWA FAKULTAS KEPERAWATAN UNVERSITAS SYIAH KUALA TAHUN 2014 Teuku Samsul Bahri; Zulfazli, Zulfazli,
Idea Nursing Journal Vol 6, No 1 (2015): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.559 KB) | DOI: 10.52199/inj.v6i1.6638

Abstract

ABSTRAKMigrain merupakan salah satu jenis nyeri kepala primer yang banyak terjadi, dan dapat menurunkan produktifitas.Insiden pada anak dan remaja dapat terjadi secara relative mudah; 23% ketika usia remaja. Pada pengambilan dataawal didapatkan 133 orang (38%) memiliki riwayat mengalami migrain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor dan jenis migrain yang dialami oleh mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala. Penelitian deskriptif eksploratif dengan desain cross sectional. Jumlah sampel 63 responden selanjutnya menggunakan teknik cluster sampling dengan rumus proportional to size untuk membagi proporsi untuk masingmasing angkatan. Alat pengumpulan data berupa kuesioner dengan pernyataan dalam skala Likert. Hasil penelitian menyebutkan, bahwa penyebab migrain adalah faktor istirahat dan tidur (61,9%), aktifitas fisik (55,6%), akhir pekan (15,87%), faktor dietary (9,52%), cuaca (17,46%), stres dan emosional (39,68%) dan sensori (17,46%). Sedangkan untuk jenis migrain tanpa aura (61,9%) dan migrain dengan aura (44,4%). Kesimpulan penelitian adalah ada dua faktor pemicu yang sering memicu migrain dan jenis migrain yang paling sering terjadi adalah migrain tanpa aura. Berdasarkan hasil tersebut maka diharapkan pada mahasiswa agar dapat memperhatikan pola hidup sehingga dapat mengurangi terjadinya serangan migrain dan juga membuat catatan mengenai nyeri kepala yang dialami serta apa saja yang dapat memicunya dan gejala yang muncul sebelum, ketika dan sesudah nyeri kepala.Kata kunci: migrain, faktor, jenisABSTRACTMigraine is a primary headache, which is most suffered and has impact on the productifity of sufferers. Migraine in children and adolescents occur relatively an as much as 23% occurred at the age of teen. At the beginning of data collection, it was obtained that 133 people (38%) had suffered migraine. This research objective is to find out the causing factors and types of migraine suffered by nursing student of Syiah Kuala University. This research used descriptive exploratory whit crosetional study approach. The sample was 63 respondents. The cluster sampling was used with proportional to side formula to divide the proportion for each grade. Data was collected by usingquestioners with statements in form of likert scale. The results for factors of rest and sleep was (61.9%), factor or physical activity was (55,6%), factor weekend was (15,87%) factor of dietary (,52%), factor of weather was (17,46%), factor of stress and emotional was (39,68%), and factor of sensory was (17,46%). Type of migraine without aura was (61,9%) and migraine with aura was (44,4%). The finally there are two causing factors of migraine and migraine with aura is the most common migraine suffered. Based on these results, it is expected that students pay attentions to lifestyle to reduce migraine attacks and take a note related to symptom suffered that arise before, during and after the headache.Keyword : Migraine, causing factors, type of migraine

Page 9 of 35 | Total Record : 348


Filter by Year

2010 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2022): Idea Nursing Journal Vol 12, No 3 (2021): Idea Nursing Journal Vol 12, No 2 (2021): Idea Nursing Journal Vol 12, No 1 (2021): Idea Nursing Jurnal Vol 11, No 3 (2020): Idea Nursing Journal Vol 11, No 2 (2020): Idea Nursing Journal Vol 11, No 1 (2020): Idea Nursing Journal Vol 10, No 3 (2019): Idea Nursing Journal Vol 10, No 2 (2019): Idea Nursing Journal Vol 10, No 1 (2019): Idea Nursing Journal Vol 9, No 1 (2018): Vol 9, No 1 (2018) Idea Nursing Jurnal Vol 9, No 3 (2018): Idea Nursing Journal Vol 9, No 2 (2018): Idea Nursing Journal Vol 8, No 3 (2017): Idea Nursing Journal Vol 8, No 2 (2017): Idea Nursing Journal Vol 8, No 1 (2017): Idea Nursing Journal Vol 7, No 3 (2016): Idea Nursing Journal Vol 7, No 2 (2016): Idea Nursing Journal Vol 7, No 1 (2016): Idea Nursing Journal Vol 6, No 3 (2015): Idea Nursing Journal Vol 6, No 2 (2015): Idea Nursing Journal Vol 6, No 1 (2015): Idea Nursing Journal Vol 5, No 3 (2014): Idea Nursing Journal Vol 5, No 2 (2014): IDEA NURSING JOURNAL Vol 5, No 1 (2014): Idea Nursing Journal Vol 4, No 3 (2013): Idea Nursing Journal Vol 4, No 2 (2013): Idea Nursing Journal Vol 4, No 1 (2013): Idea Nursing Journal Vol 3, No 3 (2012): Idea Nursing Journal Vol 3, No 2 (2012): Idea Nursing Journal Vol 3, No 1 (2012): Idea Nursing Journal Vol 2, No 3 (2011): Idea Nursing Journal Vol 2, No 2 (2011): Idea Nursing Journal Vol 2, No 1 (2011): Idea Nursing Journal Vol 1, No 1 (2010): Idea Nursing Journal More Issue