cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Idea Nursing Journal
ISSN : 20872879     EISSN : 25802445     DOI : -
Core Subject : Health,
Idea Nursing Journal (INJ) adalah suatu media yang dapat digunakan untuk, mendiseminasi, dan mengarsipkan karya perawat peneliti di Indonesia. Karya yang dipublikasikan dalam jurnal ini secara tidak langsung diakui sebagai karya kecendekiawanan penulis dalam bidang keperawatan. Artikel antara lain meliputi sub bidang keperawatan dasar, keperawatan dewasa, keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan jiwa, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, keperawatan komunitas, manajemen keperawatan, dan pendidikan keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 348 Documents
KOLESTEROL TOTAL DAN KLASIFIKASI KLINIS NEW YORK HEART ASSOCIATION III DAN IV PASIEN GAGAL JANTUNG KONGESTIF Halimuddin Halimuddin; Intan Permata Sari
Idea Nursing Journal Vol 8, No 2 (2017): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.102 KB) | DOI: 10.52199/inj.v8i2.8825

Abstract

ABSTRAKPasien gagal jantung  kongestif  yang tidak patuh dengan diet memiliki peluang 8.81 kali lebih besar melakukan kunjungan rawat inap ulang dibandingkan dengan klien yang patuh pada diet. Diet tinggi lemak dan rendah serat menjadi penyebab tingginya kolesterol serum.  Klinis gagal jantung kongestif diklasifikasikan berdasarkan klinis New York Heart Association (NYHA)  yang ditetapkan sesuai dengan tingkat aktifitas fisik yang menimbulkan gejala gagal jantung meliputi Klas I, II, III dan IV. Tujuan penelitian adalah untuk melihat hubungan antara klasifikasi kolesterol total dengan klasifikasi klinis New York Heart Association (NYHA) III dan IV. Jenis rancangan penelitian adalah deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional study. Sample penelitian 49 pasien gagal jantung kongestif  saat masuk dan  rawat inap di rumah sakit umum daerah dr Zainoel Abidin Banda Aceh.  Sample ditetapkan dengan tehnik proporsive sampling. kriteria inklusi ialah: kadar kolesterol belum diterapi, gagal jantung tidak dengan kehamilan. Analisa  data menggunakan uji statistik Chi-square. Hasil penelitian ini didapatkan hubungan yang signifikan antara klasifikasi kolesterol total dengan klasifikasi klinis New York Heart Association III dan IV (p-value 0.007). Direkomendasikan kepada pasien gagal jantung agar mengontrol kolesterol total tidak meningkat untuk mencegah meningkatnya klasifikasi klinis keparahan gagal jantung kongestif.Kata kunci: Gagal Jantung Kongestif, Kolesterol Total, Kelas Nyha III Dan IV. ABSTRACTCongestive  heart failure patient who were disobedient to diet had an 8.81 times higher chance of doing re-visits than those who were obedient to diet. High-fat and low-fiber diets are the cause of high serum cholesterol. Clinical congestive heart failure is classified according to clinical New York Heart Association (NYHA) defined according to the level of physical activity that causes symptoms of heart failure into Class I, II, III and IV. The aim of the study was to examine the relationship between the classification of total cholesterol and the clinical classification of the New York Heart Association (NYHA) III and IV. Type of research design is descriptive correlative with cross sectional study approach. The samples of this study are 49 patients with congestive heart failure at admission and hospitalized in General Hospital dr Zainoel Abidin in Banda Aceh. The sample is determined by using proportional sampling technique. The inclusion criteria are: cholesterol level have not been treated, heart failure with non-pregnancy condition. Analyzed data was using Chi-square statistical test. The results of this study found that a significant relationship between the classification of total cholesterol with clinical classification of New York Heart Association III and IV (p-value 0.007). Recommended to patients with heart failure to control their total cholesterol does not increase to prevent the increased clinical classification of the severity of congestive heart failure. Keywords:Congestive heart failure, total cholesterol, classification NYHA III and IV.
HUBUNGAN FUNGSI MANAJEMEN KEPALA RUANG DENGAN PENERAPAN PATIENT SAFETY CULTURE DI RUMAH SAKIT UMUM DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH Anwar, Anwar; Kontoko R Rochadi; Wardiyah Daulay; Yuswardi, Yuswardi
Idea Nursing Journal Vol 7, No 1 (2016): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.956 KB) | DOI: 10.52199/inj.v7i1.6465

Abstract

ABSTRAKLangkah awal yang harus dilakukan oleh rumah sakit untuk memperbaiki mutu pelayanan terkait keselamatan pasien adalah dengan menerapkan patient safety culture. Manajemen fungsi kepala ruang merupakan salah satu faktor penting yang berperan dalam keberhasilan program patient safety culture. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan fungsi manajemen kepala ruang dengan penerapan patient safety culture oleh perawat pelaksana di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Penelitian berbentuk kuantitatif dengan desain cross- sectional. Penelitian dilaksanakan di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh terhadap 75 orang perawat pelaksana (simple random sampling). Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner checklist dengan menyebarkan angket, analisis hubungan fungsi manajemen kepala ruang dengan penerapan patient safety culture menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan bermakna antara fungsi manajemen kepala ruang pada perencanaan, pengorganisasian, pengaturan staf, dan pengendalian dengan penerapan patient safety culture. Tidak ada hubungan yang signifikan antara fungsi pengarahan kepala ruang dengan penerapan patient safety culture. Kepala ruang perlu untuk selalu meningkatkan fungsi pengarahan dan pengendalian dalam upaya membudayakan patient safety sehingga akan terciptanya kualitas keselamatan pasien.Kata Kunci : manajemen fungsi kepala ruang, patient safety culture, perawat  ABSTRACTThe first thing that has to be done by hospitals in order to improve the service quality related to patient safety is to implement patient safety culture. Managerial function of head nurse is one of the essensial factors that play a role in the success of patient safety culture program.The objective of the research was to find out the correlation of head nurse management function with the implementation of patient safety culture by associate nurses at dr. Zainoel Abidin Regional General Hospital Banda Aceh. The research used quantitative method with cross sectional design. It was conducted at dr. Zainoel Abidin Regional General Hospital Banda Aceh on 75 associate nurses (simple random sampling). Method of data collection using a questionnaire checklist with distribution questionnaires, analysis of the correlation between the head nurse management function with the implementation of patient safety culture with chi square test. The result of research shown there was significant correlation between head nurse management functions on planning, organizing, staffing, and controlling the application of patient safety culture. There was not any significant correlation between the direction of head nurse with the implementation of patient safety culture. It was recommended that the head nurse improve the function of directing and controlling all the time in order to entrench patient safety for a quality patient safety.Keywords : managerial function of head nurses, patient safety culture, nurses
PENGARUH PENGETAHUAN PASIEN TENTANG HAKNYA TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI RSUDZA Sri Intan Rahayuningsih; Ardia Putra
Idea Nursing Journal Vol 1, No 1 (2010): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.658 KB) | DOI: 10.52199/inj.v1i1.6348

Abstract

ABSTRAKHak pasien merupakan bagian dari standar pelayanan yang ditetapkan yang dapat meningkatkan kepuasanpasien terhadap pelayanan kesehatan yang diterimanya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatifdengan tujuan mengetahui berapa besar pengaruh pengetahuan pasien tentang hak pasien terhadap kepuasanpasien di Ruang Rawat Inap BPK-RSUZA. Data dikumpulkan dengan cara proportional random samplingmelalui survei 97 responden dan dianalisis menggunakan metode analisis regresi linier sederhana dan ujikorelasi. Hasil penelitian ini menunjukkan kepuasan pasien rawat inap belum dicapai secara maksimal(3,2735 dalam skala Likert 1-5) dan belum memahami mengenai hak-haknya. Uji korelasi menunjukkanhubungan yang tidak begitu kuat antar dua variabel dan hasil perhitungan R-square menunjukkan pengaruhpengetahuan hak terhadap kepuasan pasien masih relatif kecil yaitu 26,3 persen. Dari uji-t dapat disimpulkanadanya pengaruh signifikan antara variabel pengetahuan pasien tentang hak-hak pasien dengan kepuasanpasien. Pengetahuan pasien tentang hak-hak pasien mempunyai pengaruh positif terhadap kepuasan pasienyang berarti perlu berbagai informasi untuk meningkatkan pengetahuan tentang hak-hak pasien akanmeningkatkan kepuasan pasien sebagai pengguna pelayanan jasa kesehatan.Kata kunci: hak-hak pasien, kepuasan pasien, pelayanan kesehatan.ABSTRACTThe patient rights which are the part of specified service standard. It can improve satisfaction of patient toservice of health which was accepted. This research was quantitative research and the target is to know howfar influence of patient knowledge concerning patient rights to patient satisfaction in ward at generalhospital Dr. Zainoel Abidin. Participant collect with proportional random sampling. Primary data arecollected by survey of 97 participant and analyze used simple linier regression and correlation test. Result ofresearch are indicate that mean satisfaction of patient is (3,2735 in scale of Likert 1-5) and this indicatedthat satisfaction of patient not yet maximal and not yet entire patient comprehend their rights. Correlationtest show less relation of strength between both variable that is knowledge of patient concerning the rights isnot become reached especial determinant patient satisfaction. Result of calculation R-square is 26,3 percent.Pursuant to t-test obtained the existence of clear influence between variable knowledge of patient concerningthe rights of patient satisfaction. Knowledge of patient concerning the rights of having positive influence tosatisfaction of patient. Information to improve knowledge of patient concerning the rights can improvesatisfaction of patient as consumer of service of health.Keyword: patient rights, patient satisfaction, health service.
FUNGSI PENGAWASAN KEPALA RUANG DALAM PENERAPAN PATIENT SAFETY: PERSEPSI PERAWAT PELAKSANA Yuswardi Yuswardi; Anwar Anwar; Maulina Maulina
Idea Nursing Journal Vol 9, No 1 (2018): Vol 9, No 1 (2018) Idea Nursing Jurnal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.707 KB) | DOI: 10.52199/inj.v9i1.12324

Abstract

ABSTRAKKeselamatan pasien (patient safety) merupakan kondisi bebas dari bahaya yang mengancam pasien selama menerima pelayanan kesehatan. Hal ini identik dengan kualitas pelayanan sehingga keselamatan pasien patient safety adalah hal yang harus diutamakan. Penerapan patient safety sangat membutuhkan peran aktif dari kepala ruang berupa fungsi pengawasan Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengawasan kepala ruang dengan penerapan patient safety di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Banda Aceh. Jenis penelitian ini deskriptif korelatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh perawat pelaksana yang bekerja di di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Banda Aceh sebanyak 129 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah total sampling. Alat pengumpulan data berupa kuesioner. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa: ada hubungan pengawasan kepala ruang dengan penerapan patient safety di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah MeuraxaBanda Aceh (p-value = 0,002). Dari hasil penelitian disarankan kepada pihak Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Banda Aceh perlu mempertahan pengawasan dilanjutkan dengan melaksanakan training bagi kepala ruang agar pengawasan dapat berjalan lebih optimal sehingga meningkatkan penerapan patient safety.Kata Kunci: Patient Safety, PengawasanABSTRACTPatient safety is a condition of free for dangers that threaten the patient for receiving health services. Application of patient safety in hospital requires an active role of head nurse in the form of guidance function in the form of controlling. Application an adequate controlling of the head nurse will have an impact on the application of optimal patient safety. The purpose of the study was to determine the relationship of controlling of head nurse with the implementation of patient safety in the inpatient unit. This study was descriptive correlative with cross sectional study design. Study population was comprised 129 nurses who work in the inpatient units at one of public hospital of Banda Aceh selected using total sampling. Data was collected by a self report questionnaire. Results of this study shows that there was a relationship between controlling head nurse with the implementation of patient safety (p-value = 0,002). The researchers suggest that the hospital should be conducting training for head nurse to increase knowledge of supervision and improve the application of patient safety in the inpatient unit.Keywords: Patient Safety, Controlling
HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN KESIAPSIAGAAN BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 2 DAN 6 BANDA ACEH Hilman Syarif; Mastura, Mastura
Idea Nursing Journal Vol 6, No 2 (2015): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.406 KB) | DOI: 10.52199/inj.v6i2.6535

Abstract

ABSTRAKSekolah adalah  salah satu area yang memiliki resiko tinggi adanya korban jiwa pada saat terjadi bencana gempa bumi dan tsunami dikarenakan merupakan tempat berkumpulnya siswa, guru dan sivitas akademika lainnya terutama pada jam sekolah, sehingga dibutuhkan kesiapsiagaan mereka dalam menghadapi bencana. Self efficacy terbukti memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan self efficacy dengan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 dan 6 Banda Aceh tahun 2015. Desain penelitian menggunakan deskriptif korelatif dengan cross sectional study. Populas adalah seluruh siswa SMAN 2 dan 6 Banda Aceh sebanyak 748 siswa. Sampel sebesar 171 siswa dengan teknik proportionate stratified simple random sampling. Teknik pengumpulan data dengan angket. Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner self efficacy yang dikembangkan oleh Schwarzer Jerussalem dan kuesioner kesiapsiagaan yang dikembangkan oleh LIPI-UNESCO/ISDR. Analisa data menggunakan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata self efficacy pada responden adalah 27,89 (±6,42) dan rata-rata kesiapsiagaan bencana adalah 64,44 (± 16,24). Terdapat hubungan yang bermakna dan sangat kuat antara self efficacy dengan kesiapsiagaan bencana (r 0,756; p 0,000). Pengaruh self efficacy terhadap kesiapsiagaan bencana sebesar 57% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Saran penelitian ini kepada pimpinan sekolah serta pihak terkait agar melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan self efficacy siswa terhadap bencana, misalnya simulasi; drill dan kampanye kesiapsiagaan bencana.Kata kunci : Kesiapsiagaan bencana gempa bumi dan tsunami, siswa, SMA
PERAN KELUARGA DENGAN ANAK RETARDASI MENTAL DI SDLB NEGERI LABUI BANDA ACEH TAHUN 2011 . Fithria
Idea Nursing Journal Vol 3, No 2 (2012): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.531 KB) | DOI: 10.52199/inj.v3i2.1580

Abstract

Anak retardasi mental merupakan individu yang mengalami hambatan keterampilan atau kecakapan selama masa perkembangan sehingga berpengaruh pada semua tingkat intelegensia, yaitu kemampuan kognitif, bahasa, motorik dan sosial. Peran keluarga khususnya ibu sebagai anggota keluarga sangat diperlukan bagi anak retardasi mental. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran peran keluarga dengan anak retardasi mental di SDLB Negeri Labui Banda Aceh Tahun 2011 yang meliputi peran formal dan informal. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif eksploratif dan cara pengambilan sampel adalah probability sampling dengan Sampling jenuh. Penelitian dilakukan pada tanggal 8-10 September 2011 terhadap 55 responden ibu sebagai anggota keluarga dengan anak retardasi mental, pengumpulan data mengunakan kuesioner yang disusun dalam bentuk skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran formal 58,2% serta informal 56,4% berada pada kategori kurang dan secara umum peran keluarga juga berada pada kategori kurang yaitu 54,5%. Hal ini menunjukan keluarga masih perlu meningkatkan perannya agar lebih optimal. Penulis menyarankan kepada keluarga dengan anak retardasi mental agar lebih memberikan dukungan yang baik serta meningkatkan perannya sesuai dengan peran formal dan informal kepada anggota keluarganya yang mengalami retardasi mental dalam membantu memenuhi kebutuhan anak retardasi.
KEIKUTSERTAAN MENJADI AKSEPTOR KELUARGA BERENCANA PADA PASANGAN USIA SUBUR DITINJAU DARI ASPEK SOSIAL DAN BUDAYA Darmawati Darmawati; Annisa Nur Rakhmah
Idea Nursing Journal Vol 8, No 1 (2017): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.764 KB) | DOI: 10.52199/inj.v8i1.8704

Abstract

ABSTRAKDalam beberapa sosial budaya dimasyarakat ada yang belum dapat menerima program pengaturan jarak kehamilan secara nyata, sehingga hal ini dapat mempengaruhi keikutsertaan mereka menjadi akseptor keluarga berencana. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui keikutsertaan menjadi akseptor keluarga berencana pada pasangan usia subur ditinjau dari aspek sosial budaya. Jenis penelitian ini deskriptif eksploratif, dengan desain penelitian cross sectional. Responden dalam penelitian ini adalah pasangan usia subur berjenis kelamin perempuan sebanyak 100 yang diperoleh dengan dengan metode multistage random sampling. Kuesioner dalam penelitian ini adalah kuesioner yang dikembangkan sendiri dari peneliti. Hasil penelitian menunjukkan ditinjau dari aspek sosial  keikutsertaan akseptor KB pada PUS  Di PKM Blang Bintang berada pada katagori tidak mendukung dengan jumlah 59 responden dan dari aspek budaya berada pada kategori tidak mendukung dengan jumlah 55 responden serta jumlah keikutsertaan berada pada kategori positif sebanyak 52 responden. Diharapkan kepada petugas kesehatan agar dapat menggalakan dan mensosialisasi kembali tentang jenis dan alat kontrasepsi serta bagi pasangan usia subur di PKM Blang Bintang diharapkan dapat menerima mengenai informasi alat-alat dan metode kontrasepsi.Kata kunci: Sosial, budaya, PUS, keikutsertaan, keluarga berencana ABSTRACTThere are some socio-culture in the community that has not been able to receive a real-time spacing regimen, so this may effect their participation as family planning acceptors. The purpose of this study is to determine the participation of family planning acceptors in couples of reproductive age in terms of socio-cultural aspects. Respondents in this study were female fertile couples age of 100 obtained by multistage random sampling method. Questionnaire in this research is self-developed questionnaire from researcher. The results showed 59 respondents who viewed from the social aspect of the acceptance KB acceptor in couple of reproductive age in PKM Blang Bintang are in a non-supportive category. On the culture aspects, 55 respondents are in the category does not support. And 52 respondents are in positive category. It is expected that health workers should be able to promote and re-socialize the type and tools of contraception and for couples of reproductive age in PKM Blang Bintang expected to receive information on devices and methods contraceptive.Keywords: Social, culture, couples of reproductive age, participation, family planning
PERUBAHAN ANKLE BRACHIAL INDEX AKIBAT MEROKOK DAN LAMANYA MENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II Galvani Volta Simanjuntak
Idea Nursing Journal Vol 7, No 2 (2016): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v7i2.6453

Abstract

ABSTRAKAnkle Brachial Index  (ABI) merupakan pemeriksaanbyang dilakukan untuk mengetahui gangguan aliran darah pada kaki. Penurunan nilai ABI  meningkatkan kejadian ulkus di kaki penderita DM tipe II. Pencegahan dapat dilakukan dengan mengurangi faktor resiko. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh usia, jenis kelamin, merokok dan lama menderita DM pada ABI  penderita DM tipe II. Jenis penelitian ini adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien diabetes mellitus tipe II yang pernah berkunjung ke puskesmas Helvetia dan puskesmas Darussalam Kota Medan. Sampel penelitian ini sebanyak 92 responden, diambil menggunakan tehnik simple random sampling. Hasil uji regresi linear berganda, usia dan jenis kelamin, tidak berpengaruh terhadap nilai ABI (p0,05). Ada pengaruh lama menderita DM (p=0,000) dan riwayat merokok (p=0,000) secara signifikan pada nilai ABI. Disimpulkan merokok dan  lama menderita DM dapat memperburuk vaskularisasi di ekstremitas bawah. Disarankan penderita DM tipe II yang merokok untuk berhenti merokok karena merokok meningkatkan resiko komplikasi kaki diabetik.Kata kunci: Ankle brachial index, lama menderita DM, riwayat merokok. ABSTRACTAnkle Brachial Index (ABI) is an intervention to know blood flow disorder in the legs. A lower ABI score can increase the risk of suffering from diabetic foot ulcer. Prevention can be done reduce the risk factor. The objective of this research was to analyse the effect of smoking and duration of diabetes mellitus on the ABI of patients with Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM). This study utilized an analytic correlation with cross sectional design. This study population was T2DM  Sufferersin in Puskesmas Helvetia and Puskesmas Darussalam  Medan City. Sample in this study was 92 T2DM patients, taken by simple random sampling. By using multiple linear regression test, it was shown not effect of age and sex on ABI of patients with T2DM (p0.05). It was shown the effect duration of T2DM and history of smoking on ABI patients with T2DM (p0.05). Concluded smoking and duration of diabetes can worsen vascularization in the lower extremities. It was recommended to patients with T2DM to stop smoking because smoking increases the risk of diabetic foot complications.Keyword: Ankle brachial index, diabetes duration, smoking history.
KUALITAS HIDUP PENDERITA HIPERTENSI DI DESA LAMCEU KECAMATAN KUTA BARO KABUPATEN ACEH BESAR Fithria, Fithria
Idea Nursing Journal Vol 3, No 1 (2012): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.82 KB) | DOI: 10.52199/inj.v3i1.6417

Abstract

ABSTRAKKualitas hidup adalah konstruksi multidimensi yang mencakup status fungsi (perawatan diri), kesejahteraan psikologis, fungsi sosial dan keluarga, dan kesejahteraan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas hidup penderita hipertensi di Desa Lamceu Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar Tahun 2011. Desain penelitian ini adalah deskriptif eksploratif . Tehnik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling pada 32 responden yang menderita hipertensi di Desa Lamceu. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dalam bentuk skala likert dengan skala ukur ordinal yang terdiri dari 22 item pernyataan. Data hasil penelitian dianalisa secara deskriptif dengan menentukan persentase baik dan kurang. Dari hasil penelitian diperoleh kualitas hidup penderita hipertensi berada pada kategori baik yaitu 18 orang(56,3%), status fungsi (perawatan diri) berada pada kategori baik yaitu 17 orang (53,1%), kesejahteraan psikologis berada pada kategori baik yaitu 16 orang (50%) dan kurang yaitu 16 orang (50%), fungsi sosial dan keluarga berada pada kategori baik yaitu 17 orang (53,1%), kesejahteraan spiritual berada pada kategori baik yaitu 18 orang (56,3%). Secara umum dapat disimpulkan bahwa kualitas hidup penderita hipertensi di Desa Lamceu Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar Tahun 2011 berada pada kategori baik yaitu 18 orang (56,3%). Berdasarkan hasil penelitian tersebut diharapkan kepada penderita hipertensi agar dapat meningkatkan kualitas hidup dengan cara melakukan perawatan diri (mandi, berhias makan, toileting, dll),tidak merasa putus asa untuk hidup, melakukan komunikasi dengan anggota keluarga dan tetangga serta lebih mendekatkan diri pada Allah SWT.Kata kunci: kualitas hidup, hipertensi, penderita ABSTRACTQuality of life is multidimensional construction including the status of the function (self care), psychology well-being, social and family functioning, and spiritual well-being. This study aimed to know the description of the quality of life in hypertension patient in the Lamceu village, Kuta Baro sub district, Aceh Besar, 2011. The study design is descriptive explorative study. The sampling technique was used total sampling on 32 respondents who suffered from hypertension in the Lamceu village. Data collection technique was used questionnaire in the form of Likert scale with ordinal measurement scale consisting 22 items statement. The data were analyzed descriptively by determining the percentage of good and less categories. The result showed the quality of life of patients with hypertension are in good categories that is 18 people (56.3%), the status of the function (self-care) are in good category that is 17 people (53.1%), psychological well-being are in good categories that is 16 people (50%) and in less categories that is 16 people (50%), social and family functioning are in good categories that is 17 people (53.1%), spiritual well-being in the good category that is18 people (56.3%). Generally, it can be concluded that the quality of life of patients with hypertension in the Lamceu village, Kuta Baro sub district, Aceh Besar, 2011 are in the good category that is 18 people (56.3%). Based on the results of this study are expected to hypertension patients in order to improve the quality of life by doing self-care (bathing, ornate, eating, toileting, etc.), do not feel desperate to live, to communicate with the family members and neighbors, and get closer to Allah SWT.Keywords: Quality of life, hypertension, patient.
PENYAKIT GINJAL TAHAP AKHIR YANG MENJALANI TERAPI HEMODIALISA DI BADAN LAYANAN UMUM DAERAH RSUD Dr. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH TAHUN 2013 Rapitos Sidiq
Idea Nursing Journal Vol 5, No 1 (2014): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.05 KB) | DOI: 10.52199/inj.v5i1.1513

Abstract

Penyakit ginjal tahap akhir atau Gagal ginjal kronis (GGK) menimbulkan sejumlah permasalahan yang mempengaruhi kualitas hidup penderita.  Banyak faktor yang akan mempengaruhi kualitas hidup tersebut terutama yang menjalani terapi hemodilisa, salah satu faktor yang sangat mempengaruhi adalah dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup penderita penyakit ginjal tahap akhir yang mejalani terapi hemodialisa di Badan Layanan Umum Daerah RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain cross sectional study. Sampel penelitian adalah pasien GGK yang menjalani terapi hemodialisa sebanyak  52 orang. Data dikumpulkan pada tanggal 19-24 September  2013 dengan cara wawancara menggunakan kuesioner. Tahapan Pengolahan data yaitu; editing, coding, transfering dan tabulating. Analisa data univariat  dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan analisa bivariat menggunakan  sistem kumputerisai uji statistic Chi-square (χ ), derajat kebebasan (df) 1, tingkat kemaknaan (α) 0,05 (5%), nilai p-value 0.000 α 0.05 sehingga  terdapat hubungan  dukungan keluarga dengan kualitas hidup penderita penyakit ginjal tahap akhir  yang menjalani terapi hemodialisa  di Badan Layanan Umum daerah RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh tahun 2013. 

Page 11 of 35 | Total Record : 348


Filter by Year

2010 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2022): Idea Nursing Journal Vol 12, No 3 (2021): Idea Nursing Journal Vol 12, No 2 (2021): Idea Nursing Journal Vol 12, No 1 (2021): Idea Nursing Jurnal Vol 11, No 3 (2020): Idea Nursing Journal Vol 11, No 2 (2020): Idea Nursing Journal Vol 11, No 1 (2020): Idea Nursing Journal Vol 10, No 3 (2019): Idea Nursing Journal Vol 10, No 2 (2019): Idea Nursing Journal Vol 10, No 1 (2019): Idea Nursing Journal Vol 9, No 1 (2018): Vol 9, No 1 (2018) Idea Nursing Jurnal Vol 9, No 3 (2018): Idea Nursing Journal Vol 9, No 2 (2018): Idea Nursing Journal Vol 8, No 3 (2017): Idea Nursing Journal Vol 8, No 2 (2017): Idea Nursing Journal Vol 8, No 1 (2017): Idea Nursing Journal Vol 7, No 3 (2016): Idea Nursing Journal Vol 7, No 2 (2016): Idea Nursing Journal Vol 7, No 1 (2016): Idea Nursing Journal Vol 6, No 3 (2015): Idea Nursing Journal Vol 6, No 2 (2015): Idea Nursing Journal Vol 6, No 1 (2015): Idea Nursing Journal Vol 5, No 3 (2014): Idea Nursing Journal Vol 5, No 2 (2014): IDEA NURSING JOURNAL Vol 5, No 1 (2014): Idea Nursing Journal Vol 4, No 3 (2013): Idea Nursing Journal Vol 4, No 2 (2013): Idea Nursing Journal Vol 4, No 1 (2013): Idea Nursing Journal Vol 3, No 3 (2012): Idea Nursing Journal Vol 3, No 2 (2012): Idea Nursing Journal Vol 3, No 1 (2012): Idea Nursing Journal Vol 2, No 3 (2011): Idea Nursing Journal Vol 2, No 2 (2011): Idea Nursing Journal Vol 2, No 1 (2011): Idea Nursing Journal Vol 1, No 1 (2010): Idea Nursing Journal More Issue