cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Idea Nursing Journal
ISSN : 20872879     EISSN : 25802445     DOI : -
Core Subject : Health,
Idea Nursing Journal (INJ) adalah suatu media yang dapat digunakan untuk, mendiseminasi, dan mengarsipkan karya perawat peneliti di Indonesia. Karya yang dipublikasikan dalam jurnal ini secara tidak langsung diakui sebagai karya kecendekiawanan penulis dalam bidang keperawatan. Artikel antara lain meliputi sub bidang keperawatan dasar, keperawatan dewasa, keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan jiwa, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, keperawatan komunitas, manajemen keperawatan, dan pendidikan keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 348 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN BEROBAT PADA PENDERITA HIPERTENSI DI KLINIK SUMBER SEHAT INDRAPURI ACEH BESAR Fithria, Fithria; Mara Isnaini
Idea Nursing Journal Vol 5, No 2 (2014): IDEA NURSING JOURNAL
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1043.793 KB) | DOI: 10.52199/inj.v5i2.6734

Abstract

ABSTRAKHipertensi didefinisikan sebagai suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik diatas 140 mmHg dan diastolic diatas 90 mmHg. Berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2005, kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah di Indonesia sebesar 26,3% dengan faktor utama adalah hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan kepatuhan berobat pada penderita hipertensi di Klinik Sumber Sehat Indrapuri Aceh Besar. Populasi adalah semua penderita hipertensi yang berkunjung ke Klinik Sumber Sehat Indrapuri Aceh Besar tahun 2013, dari Januari - Desember 2012 berjumlah 365 orang (Rekapitulasi pasien rawat jalan KSS, 2012). Desain penelitian ini deskriptif eksploratif dan metode purposive sampling yaitu 70 responden. Alat pengumpulan data yaitu kuesioner dengan wawancara terpimpin. Analisis data menggunakan analisa univariat. Dari hasil penelitian disimpulkan penderita hipertensi di klinik sumber sehat sebagian besar di kategori tidak patuh 38 orang (54,3%), faktor pengetahuan berada pada kategori baik 36 orang (51,4%), faktor lingkungan social berada pada kategori baik 38 orang (54,3%), faktor perubahan terapi berada pada kategori rendah 40 orang (57,1 %), faktor interaksi tenaga kesehatan berada pada kategori kurang 39 orang (55,7%), faktor dukungan keluarga berada pada kategori baik 40 orang (57,1%) dan faktor akomodasi berada pada kategori susah 51 orang (72,9). Diharapkan tenaga kesehatan dapat memberikan pendidikan kesehatan tentang hipertensi dan pentingnya meningkatkan kepatuhan berobat sehingga dapat mencegah terjadinya peningkatan hipertensi yang signifikan. Kata Kunci: Hipertensi, Kepatuhan, pengetahuan, lingkungan dan social, perubahan terapi, interaksi tenaga kesehatan, dukungan keluarga, akomodasi ABSTRACTHypertension is defined a condition when systolic blood pressure is above 140 mmHg and diastolic 90 mmHg above. Based on Household Health Survey in 2005 , the deaths because of heart disease and blood vessel disease in Indonesia amounted to 26.3 % with the main factor is hypertension . The purpose of this study was to identify factors associated with treatment compliance of hypertension patients in Sumber Sehat clinic Indrapuri Aceh Besar. The population in this study were all hypertension patients who visited the Sumber Sehat clinic Indrapuri Aceh Besar from January to December, 2012 amounted to 365 people (recapitulation outpatient in Sumber Sehat clinic , 2012) . The study design was descriptive and the sampling technique by using purposive sampling of 70 respondents. The data was collected by using questionnaire with a guided interview method and was analized by using univariate analysis. The results of this study showed that hypertension patients in the Sumber Sehat clinic mostly in the non-adherent category amounted to 38 patients ( 54.3 % ) , knowledge factors in the good category amounted to 36 patients ( 51.4 % ) , social environmental factors in good category as many as 38 patients ( 54.3 % ) , changes of therapy factors in the low category as many as 40 patients ( 57.1 % ) , the interaction with health care providers factors in the low category amounted to 39 patients ( 55.7 % ), family support factors in good categories amounted to 40 patients ( 57.1 % ) and accommodation factors in difficult category amounted to 51 patients ( 72.9 ). It is expected that the health care providers to provide health education about hypertension and the importance of improving treatment compliance in order to prevent the increasing number of hypertension patients. Keywords: Hypertension , compliance , knowledge , and social environment, changes in therapy, the interaction of health workers , family support, accommodation
STRATEGI IBU MENGATASI PERILAKU TEMPER TANTRUM PADA ANAK USIA TODDLER DI RUMAH SUSUN KEUDAH KOTA BANDA ACEH Sri Intan Rahayuningsih
Idea Nursing Journal Vol 5, No 1 (2014): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.724 KB) | DOI: 10.52199/inj.v5i1.1511

Abstract

Temper trantum merupakan suatu luapan emosi yang tidak terkontrol pada anak. Banyak orangtua tidak mengenal istilah ini, namun sangat akrab dengan perilaku yang ditunjukkan anak saat mengalami temper tantrum seperti menangis keras-keras, berteriak, menjerit, memukul, menggigit, mencubit, menendang, serta melempar badan ke lantai. Orangtua perlu memiliki strategi yang tepat agar reaksi emosi anak tidak akan menyakiti diri sendiri dan orang lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi ibu mengatasi perilaku temper tantrum pada anak usia toddler di Rumah Susun Keudah Kota Banda Aceh. Desain penelitian adalah deskriptif eksplorasi dengan jumlah responden sebesar 31 orang menggunakan teknik total sampling. Alat pengumpulan data yaitu kuesioner dengan menggunakan teknik wawancara terpimpin. Hasil analisis univariat didapatkan data distribusi frekuensi strategi ibu sebelum temper tantrum berada pada kategori positif (61,3%), distribusi frekuensi strategi ibu saat temper tantrum berlangsung berada pada kategori positif (51,6%), distribusi frekuensi strategi ibu setelah tantrum berada pada kategori negatif (51,6%,). Secara umum distribusi strategi ibu mengatasi temper tantrum berada pada kategori positif (51,6%). Diharapkan orang tua mampu menggunakan strategi yang tepat dalam mengatasi temper tantrum pada anak sebagai upaya mengajarkan anak cara mengontrol emosi dan mencegah temper tantrum yang menetap. 
PENANGANAN KRISIS HIPERTENSI Nurkhalis, Nurkhalis
Idea Nursing Journal Vol 6, No 3 (2015): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.508 KB) | DOI: 10.52199/inj.v6i3.6793

Abstract

ABSTRAKKrisis hipertensi terbagi dua, yakni hipertensi urgensi dan hipertensi emergensi yang dibedakan berdasarkan ada tidaknya kerusakan organ target yang menyertai peningkatan tekanan darah yang akut tersebut. Meskipun penanganan hipertensi saat ini telah lebih baik namun krisis hipertensi dan komplikasinya masih sering dijumpai. Tulisan ini memberikan pemaparan tentang penanganan terkini krisis hipertensi. Pada bagian penanganan hipertensi emergensi ikut dibahas penanganan berdasarkan tipe kerusakan organ target yang terjadi. Usaha untuk meningkatkan kewaspadaan dan penanganan hipertensi yang tepat diharapkan dapat menurunkan insiden krisis hipertensi dan komplikasinya.Kata Kunci: krisis hipertensi, hipertensi emergensi, hipertensi urgensi.ABSTRACTHypertensive crises are divided into hypertensive urgencies and emergencies. Together they form a heterogeneous group of acute hypertensive disorders depending on the presence or type of target organs involved. Despite better treatment options for hypertension, hypertensive crisis and its associated complications remain relatively common. In this paper we give an overview of the current management of hypertensive crisis. In addition, a section on the management of hypertensive emergencies according to the type of target organ involved has been added. Efforts to increase the awareness and treatment of hypertension in the populationat large may lower the incidence of hypertensive crisis andits complications.Keywords: hypertensive crisis, hypertensive emergency, hypertensive urgency.
TEKANAN DARAH DENGAN KEJADIAN INFARK PASIEN ACUTE CORONARY SYNDROME Halimuddin, Halimuddin,
Idea Nursing Journal Vol 7, No 3 (2016): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.818 KB) | DOI: 10.52199/inj.v7i3.6443

Abstract

ABSTRAKAcute coronary syndrome (ACS) merupakan rangkaian gangguan klinis yang disebabkan oleh penyakit akut iskemik jantung. Spektrum klinis ACS adalah Unstable Angina Pectoris(UAP), non-ST elevasi myocardial infarction (NSTEMI), dan ST-elevasi myocardial infarction (STEMI). Proses ACS dapat berlanjut dengan infark transmural atau kematian. Infark  transmural terjadi ditandai dengan gambaran Q patologis menetap pada Elektrokardiogram. Tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor risiko ACS. Tekanan darah menjadi menifestasi klinis penting klien Acute coronary syndrome 24 jam pertama rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tekanan darah dengan kejadian infark transmural pada klien acute coronary syndrome rawat inap. Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif kuantitatif  dengan desain perspektif studi (cohort). Jumlah sampel adalah 33 orang klien acute coronary syndrome. Teknik pengambilan sampel adalah proporsive sampling dengankriteriainklusi: diagnosa STEMI, NSTEMI, UAP, onset 24 jam, gagal jantung killip I dan II, tidak ada disritmia mengancam, mendapatkan terapi pengobatan standar (satu atau dua anti platelet, nitrat, trombolitik, oksigen). Tempat penelitian Rumah sakit dr Zainoel Abidin Banda Aceh. Variabel independen pada penelitian ini adalah tekanan darah sistole dan diastole, alat ukurnya  Sphygmomanometer-manometer air raksa, sedangkan yang menjadi variabel dependennya adalah infark dan tidak infark, alat ukurnya elektrokardiogram. Metode analisa data menggunakan uji statistik regresi logistik. Hasil penelitian bahwa pasien dengan tekanan darah sistole rata-rata tinggi memiliki kejadian infark 7.5 kali lebih besar dari sistole normal. Sementara pasien dengan tekanan diastole rata-rata tinggi memiliki kejadian infark 6.5 kali lebih besar dari tekanan diastole normal. Tekanan darah sistole dan diastole tinggi pada pasien ACS harus dimonitor dan dikontrol oleh perawat secara intensif selama 24 jam pertama untuk mencegah atau mengurangi risiko kejadianinfark.                                       Kata kunci: acute coronary syndrome, infark, tekanan darah sistole dan tekanan darah diastole. ABSTRACTAcute coronary syndrome (ACS) is a set of clinical disturbance caused by heart ischaemic acute disease.  clinical spectrum of acute coronary syndrome is unstable angina pectoris, non ST elevation myocardial infarction and ST elevation myocardial infarction. The process of  acute coronary syndrome can develop with transmural infarction or death. Transmural infarction is characterized with remain patological Q description on electrocardiogram. High blood pressure is on of risk factors of acute coronary syndrome. Blood pressure is as important clinical manifestation on patient with acute coronary syndrome during the first 24 hours. The research was to identify relationship between blood pressure and transmural infarction occurence on patient with acure coronary syndrome. The research was descriptive quantitative with perspective study (cohort) design. The number of sample was 33 patients with acute coronary syndrome. Sampling technique was proporsive sampling with inclusion criteria i.e. diagnosed with ST elevation myocardial infarction, non ST elevation myocardial infarction, unstable angina pectoris, onset 24 hours, Killip I and II heart failure, non threatening dysrhythmias, obtaining standard treatment therapy (one or two antiplatelets, trombolitik, nitrat, oksigen). The location of the research was in dr. Zainoel Abidin general hospital Banda Aceh. Independent variable  in this research were sistole and diastole blood pressure. Meanwhile the dependent variable were infaction and non infarction. Data analyzed method was use a logisticregression test of statistic. The result of the research showed that patients with high average sistole blood pressure had infarct occurence 7,5 times greater than normal sistole. Whilst patients with high average diastole blood pressure had infarct occurence 6,5 times greater than normal sistole. High sistole and diastole blood pressureon patients with acute coronary syndrome must be monitored and controlled intensively by nurses during the first 24 hours to prevent or alleviate infarction risks.Keywords: acute coronary syndrome, infarction, sistole and diastole blood pressure
HUBUNGAN TUBERKULOSIS DENGAN HIV/AIDS Mulyadi, Mulyadi; Yenny Fitrika
Idea Nursing Journal Vol 2, No 2 (2011): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.453 KB) | DOI: 10.52199/inj.v2i2.6376

Abstract

ABSTRAKTuberkulosis (TB) merupakan salah satu infeksi paling sering pada penderita HIV/AIDS. Akibat kerusakancellular immunity oleh infeksi HIV menyebabkan berbagai infeksi oportunistic, seperti TB. Angka kematianakibat infeksi TB pada penderita HIV lebih tinggi, TB merupakan penyebab kematian tersering (30-50%)pada penderita HIV/AIDS. Mekanisme infeksi TB pada penderita HIV melalui : reaktivasi, infeksi baruyang progresif. Infeksi HIV mengakibatkan kerusakan luas pada sistem imunitas seluler sehingga terjadikoinfeksi. Infeksi TB mengakibatkan progresifitas perjalanan HIV/AIDS yang lebih cepat hingga kematian.Kata Kunci: Tuberkulosis, HIV/AIDS, infeksi oportunistikABSTRACTTuberculosis (TB) is one of the most common infections in people with HIV / AIDS. Due to damage tocellular immunity by HIV infection causes a variety of opportunistic infections, such as tuberculosis.Mortality due to TB infection is higher in patients with HIV, TB is the most common cause of death (30-50%)in patients with HIV / AIDS. Mechanisms of TB infection in people with HIV: reactivation, new infections areprogressive. HIV infection resulted in extensive damage to the immune system, causing cellular coinfection.TB infection resulting in progressive way HIV / AIDS is more rapid until death.Keywords: Tuberculosis, HIV / AIDS, opportunistic infections.
PENGARUH ASUPAN TABLET ZAT BESI (Fe) TERHADAP KADAR HAEMOGLOBIN (Hb) PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS KOPELMA DARUSSALAM TAHUN 2014 Nurhayati, Nurhayati,; Halimatusakdiah, Poltekkes Kemenkes Aceh; Asniah, Asniah
Idea Nursing Journal Vol 6, No 1 (2015): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.812 KB) | DOI: 10.52199/inj.v6i1.6644

Abstract

ABSTRAKAnemia gizi merupakan masalah kesehatan yang ikut berperan sebagai penyebab tingginya angka kematian ibu,angka kematian bayi, produktivitas kerja, prestasi olahraga dan kemampuan belajar. Wanita hamil merupakansalah satu kelompok yang rentan masalah gizi terutama anemia akibat kekurangan zat besi (Fe) (ProfilKesehatan Indonesia, 2008). Institute of Medicine (1990) dalam Bobak (2005) mengemukakan bahwa jumlahbesi yang dibutuhkan untuk kehamilan tunggal yang normal ialah 1000 mg, 350 mg untuk pertumbuhan janindan plasenta, 450 mg untuk peningkatan massa sel darah merah ibu, dan 240 mg untuk kehilangan basal. Derek(2002) menambahkan, terjadi peningkatan jumlah sel darah merah, tingkat hemoglobin dan packed cell volumeyang semakin besar pada janin di umur kehamilan 36 minggu (trimester tiga) dimana 70% eritrosit janinmengandung hemoglobin fetus (HbF). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh KomsumsiTablet Zat Besi (Fe) Terhadap Kadar Haemoglobin (Hb) Pada Ibu Hamil Di Wilayah Puskesmas KopelmaDarussalam Tahun 20114 Desain penelitian ini adalah deskriptif korelatif dengan jumlah populasi target adalah107 orang. Jumlah sampel ditentukan berdasarkan rumus Slovin (Notoatmodjo, 2002), sehingga diperolehjumlah sampel sebanyak 30 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara terpimpinpada ibu hamil trimester III dan laporan puskesmas tentang pemeriksaan jumlah tablet Fe yang telah diberikanpada responden serta kadar Hb yang di periksa pertama kali sebelum mengkonsumsi tablet fe. Selain itudilakukan pengukuran langsung terhadap Hb ibu dengan alat Easy Touch. Hasil Pengumpulan datamenunjukkan pada pemeriksaan tahap pertama nilai Hb berada pada katagori rendah sebayak 17 responden(56,7%) dan nilai Hb pada pemeriksaan tahap dua menunjukkan pada katagori tinggi sebanyak 20 responden(66,7%). Diharapkan kepada ibu hamil untuk mengkonsumsi tablet zat besi sesuai dengan jumlah yang sudahditentukan.Kata Kunci : Zat besi, Haemoglobin, Ibu hamilABSTRACTNutritional anemia is a health problem that contributes as a cause of high maternal mortality rate, infant mortality rate, labor productivity, performance in sports and learning ability. Pregnant women are one of the most vulnerable groups, especially the nutritional problems of anemia due to iron substance (Fe) (Indonesia Health Profile in 2008). Institute of Medicine (1990) in Bobak (2005) suggested that the amount of iron substance needed for normal singleton pregnancy is 1,000 mg, 350 mg for the growth of the fetus and placenta, 450 mg for an increase in maternal red blood cell mass, and 240 mg for the loss of basal , Derek (2002) added that an increase in red blood cell count, hemoglobin level and packed cell volume were greater in the fetus at 36 weeks gestation (trimester) which 70% fetal erythrocytes containing fetal hemoglobin (CFH). The purpose of this study was to determine the effect Consumption Tablet Iron substance (Fe) Against Hemoglobin levels (HL) on the pregnant woman at Health center Kopelma Darussalam in 2011. This study was descriptive correlative with the count of the population target is 107 people. The count of samples is determined by the Slovin formula (Notoatmodjo, 2002), in order to obtain a total sample of 30 people. Data collected by using interviews guided the third trimester pregnant women and health centers report about the examination of the amount of iron substance tablet that has been given to the respondent and also hemoglobin’s levels on the first observe before they will has been consumed fe tablet. In addition to the direct measurement of Hb mother with tools Easy Touch. Data collection results showed the first stage examination Hb values are in the under level category with 17 respondents (56.7%) and hemoglobin values at the the second observe seen on the high category as many about 20 respondents (66.7%). Writer expected to pregnant woman to consume iron substance tablets until at the count has been determined.Key words : Iron substance, Hemoglobin and Pregnant woman
EFEK PAPARAN PARTIKEL TERHADAP KEJADIAN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) . Saminan
Idea Nursing Journal Vol 5, No 1 (2014): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.549 KB) | DOI: 10.52199/inj.v5i1.1620

Abstract

polusi lingkungan atau pekerjaan, alpha-1 antitripsin, riwayat infeksi pernapasan dan riwayat keluarga yangmengalami PPOK. Penulisan ini bertujuan untuk mencegah sedini mungkin supaya tidak mudah mengalamiPPOK. Setiap individu pasti akan terpapar oleh beberapa partikel inhalasi selama hidupnya yang ditandaidengan hambatan aliran udara disaluran napas sehingga fungsi paru menurun dengan terjadinya restriktif danobstruktif.Kata kunci: Paparan partikel, kejadian PPOK, fungsi paru. 
PERILAKU PERAWAT DALAM PENERAPAN MANAJEMEN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI ACEH Riska Nazirah; Yuswardi Yuswardi
Idea Nursing Journal Vol 8, No 3 (2017): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.909 KB) | DOI: 10.52199/inj.v8i3.9578

Abstract

ABSTRAKKesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan salah satu isu penting di dunia kerja saat ini termasuk di lingkungan rumah sakit. Angka kecelakaan kerja di rumah sakit lebih tinggi dibandingkan tempat kerja lainnya dan sebagian besar diakibatkan oleh perilaku yang tidak aman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran perilaku perawat dalam penerapan manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di Provinsi Aceh. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksploratif dengan menggunakan desain cross sectional study. Populasi penelitian adalah seluruh perawat ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh sebanyak 264 perawat. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 80 orang. Alat pengumpulan data berupa kuesioner dalam bentuk dicotomous choice yang terdiri dari 35 item pernyataan. Metode analisis data dengan menggunakan analisis univariat. Dari hasil penelitian diperoleh gambaran perilaku perawat dalam penerapan manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) ditinjau dari faktor internal berada pada kategori baik (52.5%) dan perilaku perawat ditinjau dari faktor ekternal berada pada kategori baik (58.8%). Peneliti menyarankan kepada rumah sakit agar dapat melakukan sosialisasi tentang manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) secara lebih optimal sehingga tidak lagi terdapat perilaku yang buruk dari perawat dalam manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Rumah Sakit.Kata Kunci : Perilaku perawat, manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) ABSTRACTOccupational Health and Safety is currently one of the most important issues in work areas, including hospital environment. A number of accidents at the hospital are higher than other workplaces, and mostly due to unsafe behavior. The purpose of this study was to determine the overview of nurses behavior in the implementation of the occupational health and safety in Aceh Province. This research is a descriptive exploratory by using across sectional study design. The population was all nurses who worked in inpatient ward dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Banda Aceh, as many as 264 nurses. The sampling technique using simple random sampling with a sample size of 80 people. Data collection tool is a questionnaire in the dichotomous choice that consists of 35 statements and analyzed using univariate analysis. The results showed nurses behavior in the implementation of the Occupational Health and Safety management is in terms of internal factors is in good category (52.5%) and the behavior of nurses in terms of external factors also in good category (58.8%). It is suggested to hospitals in order to socialize the Occupational Health and Safety management more optimally so that no longer have the bad behavior of the nurses in the management of Occupational Health and Safety in Hospitals.Keywords : Nurses behavior, management of Occupational Health and Safety
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WANITA USIA SUBUR MEMILIH KONTRASEPSI SUNTIK Darmawati, Darmawati
Idea Nursing Journal Vol 2, No 3 (2011): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.553 KB) | DOI: 10.52199/inj.v2i3.6504

Abstract

ABSTRAKKontrasepsi adalah usaha-usaha untuk mencegah terjadinya kehamilan, usaha tersebut dapat bersifat sementara maupun permanen. Kontrasepsi suntikan adalah salah satu jenis kontrasepsi dengan jalan penyuntikan sebagai usaha untuk mencegah terjadinya kehamilan melalui suntikan hormonal. Berdasarkan fenomena Pasangan Usia Subur yang menggunakan kontrasepsi suntik sebanyak 51,21%, pil 40,02%, implant 4,93%, Intra Uterine Device (IUD) 2,72%, Metode Operasi Wanita (MOW) (2,6%), Metode Operasi Pria (MOP) (0,3%), dan kondom (0,6%)  dari hasil prevalensi angka saat ini kontrsepasi suntik adalah jenis kontrasepsi yang banyak dipilih oleh akseptor KB. Faktor-faktor yang mempengaruhi wanita usia subur memilih kontrasepsi suntik antara lain, pendidikan, sosial ekonomi, sikap, pelayanan kontrasepsi dan dukungan keluaraga. Agar penggunaan kontrasepsi suntik secara dapat efektif, dalam hal ini perawat maternitas perlu memberikan konseling dan informasi secara lengkap agar pencapaian angka keberhasilan kontrasepsi suntik tercapai. Informasi yang perlu diketahui oleh akseptor sampai dengan bagaimana efek samping dari kontrasepsi suntik karena pada dasarnya alat kontrasepsi yang efektif adalah jenis kontrasepsi seperti alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR). Kata kunci:  Wanita usia subur, kontrasepsi, suntik                                  ABSTRACTContraception is efforts to prevent pregnancy which can be temporary or permanent. Contraceptive injection is one of contraception types with injection as an effort to prevent pregnancy by means of hormonal injection.according to phenomenon, reproductive couples use contraceptive injection i.e. 51,21%, pills 40,02%, implants 4,93%, Intra Uterine Device (IUD) 2,72%, women surgery method (2,6%), men surgery method (0,3%), and condom (0,6%). From the current prevalence, contraceptive injection is the most chosen by family planning acceptors. Factors affect reproductive women include education, socioeconomic, behaviour, centraception services and family support. To use contraceptive injection effectively, maternity nurses require to deliver counseling and information adequately so that contraceptive injection successfully achieved. Acceptors needs to acquire information relate side effects since basically contraception devices are effective for instance intrauterin device (IUD).Keywords: Reproductive women, contraception, injection
RENCANA NARAPIDANA WANITA MENGHADAPI KEBEBASAN DI LAPAS WANITA KELAS IIA SEMARANG: KONTEKS CORRECTIONAL NURSING Megah Andriany
Idea Nursing Journal Vol 2, No 2 (2011): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.716 KB) | DOI: 10.52199/inj.v2i2.6363

Abstract

ABSTRAKRencana napi wanita beragam dalam menghadapi kebebasan. Hasil studi pendahuluan dapat diperoleh databahwa terdapat napi yang berencana melakukan balas dendam kepada pihak yang menyebabkan napitersebut masuk penjara. Hal ini mengakibatkan residivisme. Terdapat pula napi yang berencana untukmengisolasi dirinya akibat stigma yang akan diperoleh. Kondisi napi wanita yang unik ini belummendapatkan perhatian khusus dalam sistem peradilan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan uraiantentang rencana narapidana wanita dalam menghadapi masa kebebasannya di Lapas Wanita Kelas IIASemarang. Desain penelitian yang digunakan adalah fenomenologi. Sampel adalah narapidana wanita yangmenghadapi masa kebebasannya. Jumlah sampel sebanyak 7 orang dengan teknik purposive sampling.Teknik pengambilan data adalah open-ended indepth interview. Analisis data menggunakan metode Collaizi.Teridentifikasi 7 tema sebagai hasil penelitian yang mencakup mengaplikasikan ketrampilan dari Lapas,rencana hukum, rencana fisik, rencana interaksi sosial, rencana mental spiritual, pemenuhan kebutuhanhidup, dan menjalani kehidupan seperti dulu. Perlu dilakukan skrining masalah kesehatan psikososial yangdialami oleh napi wanita menjelang masa kebebasannya agar dapat membantu perawat mengembangkanintervensi yang efektif. Juga perlu dikembangkan suatu model discharge planning yang sesuai bagi napiwanita.Kata Kunci: rencana, narapidana wanita, kebebasanABSTRACTFemale inmates have various plans in facing freedom. Previous interview showed that there was an inmatethat had a plan to make resentment toward a person who caused her put into jail. This could causerecidivism. There also was a plan to withdrawal from society because of the stigma she will get. This uniquecondition has not gotten a special attention yet in court system. This study aim was to know female inmate’splan in facing freedom in Female Inmate Correctional Setting Semarang. Research design isphenomenology. Samples were female inmates who facing release period. Sample size was sevenparticipants with purposive sampling method. Data collection technique was open-ended in depth interview.Data analyzing used Collaizi method. There were seven themes as the research result including applyingskills from prison, planning related to law, physical planning, social interaction planning, mental-spiritualplanning, life need fulfillment, and live like previous life. Mental health problem screening is needed forfemale inmates in facing release period. It will help nurse to develop effective intervention for femaleinmates. In addition, a discharge planning model should be developed for female inmates.Keywords: planning, female inmate, release period

Page 7 of 35 | Total Record : 348


Filter by Year

2010 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2022): Idea Nursing Journal Vol 12, No 3 (2021): Idea Nursing Journal Vol 12, No 2 (2021): Idea Nursing Journal Vol 12, No 1 (2021): Idea Nursing Jurnal Vol 11, No 3 (2020): Idea Nursing Journal Vol 11, No 2 (2020): Idea Nursing Journal Vol 11, No 1 (2020): Idea Nursing Journal Vol 10, No 3 (2019): Idea Nursing Journal Vol 10, No 2 (2019): Idea Nursing Journal Vol 10, No 1 (2019): Idea Nursing Journal Vol 9, No 1 (2018): Vol 9, No 1 (2018) Idea Nursing Jurnal Vol 9, No 3 (2018): Idea Nursing Journal Vol 9, No 2 (2018): Idea Nursing Journal Vol 8, No 3 (2017): Idea Nursing Journal Vol 8, No 2 (2017): Idea Nursing Journal Vol 8, No 1 (2017): Idea Nursing Journal Vol 7, No 3 (2016): Idea Nursing Journal Vol 7, No 2 (2016): Idea Nursing Journal Vol 7, No 1 (2016): Idea Nursing Journal Vol 6, No 3 (2015): Idea Nursing Journal Vol 6, No 2 (2015): Idea Nursing Journal Vol 6, No 1 (2015): Idea Nursing Journal Vol 5, No 3 (2014): Idea Nursing Journal Vol 5, No 2 (2014): IDEA NURSING JOURNAL Vol 5, No 1 (2014): Idea Nursing Journal Vol 4, No 3 (2013): Idea Nursing Journal Vol 4, No 2 (2013): Idea Nursing Journal Vol 4, No 1 (2013): Idea Nursing Journal Vol 3, No 3 (2012): Idea Nursing Journal Vol 3, No 2 (2012): Idea Nursing Journal Vol 3, No 1 (2012): Idea Nursing Journal Vol 2, No 3 (2011): Idea Nursing Journal Vol 2, No 2 (2011): Idea Nursing Journal Vol 2, No 1 (2011): Idea Nursing Journal Vol 1, No 1 (2010): Idea Nursing Journal More Issue