cover
Contact Name
Desti Verani
Contact Email
mail@iphorr.com
Phone
+62895356428751
Journal Mail Official
jurnalpti207@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raden Imba Kusuma Ratu Gang Durian No.40, Sukadana Ham, 3 Kota Bandar Lampung 5247
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JOURNAL OF Pharmacy and Tropical Issues
ISSN : 28074319     EISSN : 28074122     DOI : https://doi.org/10.56922/pti.v4i2
Core Subject : Health,
Jurnal penelitian dibidang kesehatan meliputi ilmu keparmasian. Penelitain sesuai tren pengobatan sesuai sumber alam di negara tropis. Pengembangan obat dan pendistribusian kepada pelanggan, dan sesuai aturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) - Republik Indonesia
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2022): June Edition 2022" : 5 Documents clear
Uji aktivitas antioksidan gel kombinasi ekstrak etanol daun lidah buaya (Aloevera) dan ekstrak daun kemangi (Ocimum Basillicum l) Berbasis sodium alginat dengan metode DPPH Robiyun, Robiyun; Yasir, Angga Saputra; Martinus, Martinus
JOURNAL OF Pharmacy and Tropical Issues Vol. 2 No. 1 (2022): June Edition 2022
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/pti.v2i1.180

Abstract

Pendahuluan: Kerusakan pada kulit yang menimbulkan efek berbahaya dari lingukangan, seperti sinar ultraviolet yang dapat menyebabkan kerusakan kulit adalah radikal bebas yang berupa sinar ultraviolet Daun lidah buaya dan Daun kemangi mengandung saponin, flavonoid, fenol dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dengan mengetahui nilai IC50 menggunakan metode DPPH.  kombinasi gel ekstrak etanol  lidah buaya (Aloe vera) dan ekstrak etanol daun kemanangi (Ocimum basilicum L) dengan menggunakan basis alginat. Metode yang digunakan dalam ekstraksi adalah maserasi menggunakan etanol 96% dengan nilai rendemen pada lidah buaya sebesar 19,63% dan pada daun kemangi sebesar 19,25%. Pada pembuatan kombinasi gel ekstrak  daun lidah buaya dan daun kemangi menggunakan basis yaitu Sodium Alginat. Dilakukan pengaplikasian ekstrak lidah buaya dan daun kemangi terhadap aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode DPPH. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode DPPH dengan variasi perbandingan ekstrak kombinasi lidah buaya dan daun yang perbandingan 1:1, 1:2 dan 2:1. Nilai IC50 yang didapatkan perbandingan 1:1 sebesar 52,25 ppm, 1:2 sebesar 41,97 ppm dan 2:1 sebesar 58,22 ppm. Pada kontrol positif gel UV shield essential sunscreen wardah didapat nilai IC50 sebesar 60,35 ppm, dan nilai IC50 kontrol negatif sebesar 437,67 ppm. Nilai IC50 Gel 1:1 dan 2:1 termasuk dalam kategori antioksidan yang kuat karena nilai IC50 dalam range 100-150 ppm. Sedangkan gel 1:2 termasuk dalam kategori sangat kuat karena nilai IC50 < 50 ppm. Gel ekstrak kombinasi aktivitas antioksidan tertinggi dilakukan uji evaluasi gel Hasil uji evaluasi gel menunjukan bahwa sediaan gel ekstrak lidah buaya (Aloe vera) dan daun kemangi (Ocimum basilicum L) masing-masing evaluasi memenuhi persyaratan. Tujuan: Supaya dapat mengetahui aktivitas antioksidan gel kombinasi ekstrak etanol daun lidah buaya (aloevera)dan ekstrak daun kemangi (ocimum basillicum l) berbasis sodium alginat dengan metode dpph. Metode: Alat uji yang di gunakan spektofotometri uv-vis, kuvet,  timbangan, corong, mortir dan stampel, sudip, pipet tetes, tabung reaksi, oven, batang pengaduk, gelas ukur, botol gelap, kaca arloji, pH meter, spatula, aluminium foil, labu Erlenmeyer, dan alat gelas. Hasil: Dari uji menunjukan hasil sediaan gel ekstrak daun lidah buaya (Aloe vera) dan daun kemangi (Ocimum basilicum L) masing-masing kontrol uji memenuhi persyaratan Simpulan: Gel ekstrak kombinasi  daun lidah buaya dan daun kemangi 1:1, 1:2, dan 2:1 memiliki antioksidan berturut-turut 41,97 ppm, 52,25 ppm, dan 58,22 ppm. Gel 1:1 dan 2:1 termasuk dalam kategori antioksidan yang kuat karena nilai IC50 dalam range 100-150 ppm. Sedangkan gel 1:2 termasuk dalam kategori sangat kuat karena nilai IC50 < 50 ppm. Nilai IC50 vitamin C sebagai pembanding memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 4,75 ppm, termasuk dalam range <50 ppm.
Hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku penggunaan antibiotik pada mahasiswa medis di universitas malahayati Kirana, Dhea Ananda; Nofita, Nofita; Feladita, Niken
JOURNAL OF Pharmacy and Tropical Issues Vol. 2 No. 1 (2022): June Edition 2022
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/pti.v2i01.185

Abstract

Pendahuluan: Antibiotik merupakan obat utama yang digunakan sebagai anti bakteri atau  infeksi. Penggunaan antibotik yang tidak benar akan berakibat munculnya resistensi antibiotik yang merugikan. Salah satu faktor tingginya resiko resistensi adalah rendahnya ilmu pengetahuan mengenai obat antibiotik. Rendahnya ilmu pengetahuan menhasilkan perilaku penggunaan antibiotic yang tidak benar. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat hubungan pengetahuan terhadap perilaku penggunaan antibiotik dikalangan mahasiswa Medis di Universitas Malahayati, yaitu pada Mahasiswa Kedokteran, Kebidanan dan Keperawatan. Penelitian ini dilakukan dengan quisioner online dan dianalisis statistika dengan Uji Spearman. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa  tingkat pengetahuan Mahasiswa medis di Universitas Malahayati mayoritas termasuk dalam kategori pengetahuan baik dengan persentase sebesar 85,50% dan Perilaku penggunaan antibiotik mayoritas termasuk dalam kategori perilaku cukup dengan persentase sebesar 55,90%. Analisis Spearman menunjukkan pengetahuan dan perilaku responden memiliki hubungan yang bermakna dengan signifikansi sebesar  0,003 koefisien korelasi sebesar 0,452 yang menandakan hubungan kekuatan korelasi dalam kategori moderat atau tidak kuat dan tidak lemah, arah korelasi positif (+) yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan Mahasiswa Medis di Universitas Malahayati terhadap perilaku pengguaan  antibiotik. Tujuan: Meningkatkan mutu pengetahuan pengunaan penggunaan antibiotik pada mahasiswa medis di Universitas Malahayati Metode: Penelitian menggunakan lembar kuisioner dan purposive sampling Hasil: Pengetahuan memiliki nilai alpha sebesar 0,599 dan kuesioner tentang perilaku penggunaan antibiotik memiliki nilai alpha sebesar 0,527 dimana keduanya berada pada rentang      nilai 0,50-0,70. Simpulan: Tingkat pengetahuan Mahasiswa Medis tentang antibiotik, mayoritas termasuk dalam kategori pengetahuan baik.
Evaluasi penggunaan antibiotik pada kasus demam tifoid ditinjau dari berbagai literatur Adi Ismaya, Nurwulan; Yuliandanur, Eka
JOURNAL OF Pharmacy and Tropical Issues Vol. 2 No. 1 (2022): June Edition 2022
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/pti.v2i1.190

Abstract

Pendahuluan: Pengobatan utama untuk demam tifoid adalah dengan pemberian antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tepat dibutuhkan untuk mengatasi masalah resistensi antibiotik. Oleh karena itu, diperlukan suatu kegiatan untuk menjamin mutu penggunaan obat yang tepat dan rasional, salah satunya adalah Evaluasi Penggunaan Obat (EPO). Penelitian yang dilakukan Hasyul tahun 2019 dari hasil evaluasi penggunaan obat di Puskesmas Cibatu, Tarogong, dan Cisarupan di Kabupaten Garut pada Januari-Desember 2017, didapatkan 96,68% pasien tepat indikasi pemberian antibiotik, sebanyak 58,27% tepat antibiotik, sebanyak 63,32% tepat dosis, dan 49,75% tepat lama pemberian. Tujuan: Mengetahui evaluasi penggunaan antibiotik pada kasus demam tifoid ditinjau dari berbagai literatur. Metode: Kualitatif dengan metode studi literatur. Hasil dan Simpulan: Berdasarkan jenis kelamin persentase paling banyak yaitu perempuan sebesar 51,496%. Berdasarkan usia persentase paling banyak berusia 5-24 tahun sebesar 56,894%. Dari lima penelitian, terdapat 3 penelitian dengan persentase antibiotik tunggal terbanyak yang digunakan untuk terapi demam tifoid yaitu seftriakson. Sedangkan 2 penelitian lainnya persentase antibiotik terbanyak yaitu sefotaksim. Berdasarkan tepat indikasi persentase tertinggi yaitu pada penelitian Hekmawati & Mutmainah, Athaya et al., Widodo, dan Hapsari sebanyak 100%. Berdasarkan tepat pasien persentase tertinggi yaitu pada penelitian Hekmawati & Mutmainah, Athaya et al., dan Hapsari sebanyak 100%. Berdasarkan tepat obat persentase teringgi yaitu pada penelitian Hapsari sebanyak 97,62%. Berdasarkan tepat dosis persentase tertinggi yaitu pada penelitian Athaya et al. sebanyak 80%. Tujuan: Mengetahui evaluasi penggunaan antibiotik pada kasus demam tifoid ditinjau dari berbagai literatur. Metode: Studi literatur. Hasil: Berdasarkan jenis kelamin persentase paling banyak yaitu perempuan sebesar 51,496%. Berdasarkan usia persentase paling banyak berusia 5-24 tahun sebesar 56,894%. Dari lima penelitian, terdapat 3 penelitian dengan persentase antibiotik tunggal terbanyak yang digunakan untuk terapi demam tifoid yaitu seftriakson. Sedangkan 2 penelitian lainnya persentase antibiotik terbanyak yaitu sefotaksim. Berdasarkan tepat indikasi persentase tertinggi yaitu pada penelitian Hekmawati & Mutmainah, Athaya et al., Widodo, dan Hapsari sebanyak 100%. Berdasarkan tepat pasien persentase tertinggi yaitu pada penelitian Hekmawati & Mutmainah, Athaya et al., dan Hapsari sebanyak 100%. Berdasarkan tepat obat persentase teringgi yaitu pada penelitian Hapsari sebanyak 97,62%. Berdasarkan tepat dosis persentase tertinggi yaitu pada penelitian Athaya et al. sebanyak 80%.
Evaluasi tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit X Tangerang Selatan Rahmah Fahriati, Andriyani; Andani, Deawuri; Sucipto
JOURNAL OF Pharmacy and Tropical Issues Vol. 2 No. 1 (2022): June Edition 2022
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/pti.v2i01.191

Abstract

Pendahuluan: Peningkatan mutu layanan dan sistem layanan kesehatan yang diberikan kepada pasien akan menjadi pilihan utama bagi pasien untuk datang berkunjung di Rumah Sakit, salah satu yang tidak terpisahkan dari sistem pelayanan di Rumah Sakit adalah Pelayanan kefarmasian. Pengukuran tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan dapat diukur dengan metode SERVQUAL (Service Quality), metode ini digunakan dengan cara membuat survei penilaian kepuasan pelanggan secara komprehensif bagi pelayanan dibidang barang dan jasa, dalam hal ini adalah pelayanan kefarmasian. Rumusan permasalah dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit X Tangerang Selatan periode Januari – Maret 2020. Tujuan: Untuk mengetahui kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit X Tangerang Selatan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian non ekperimental deskriptif dan diolah secara analitik kuantitatif dengan pendekatan survei. Uji validitas dan reabilitas kuesioner dilakukan terhadap 30 responden dan analisis data menggunakan perhitungan indeks total kualitas pelayanan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang berkunjung ke instlasi farmasi di Rumah Sakit X Tangerang Selatan pada periode Januari – Maret 2020. Terdapat 100 pasien yang telah memenuhi kriteria inklusi antara lain bersedia menjadi responden, bisa baca dan tulis, berusia diatas 15 tahun, dan pernah mendapatkan pelayanan di instalasi farmasi RS X Tangerang Selatan. Hasil: Diperoleh presentase tiap variable didapat rata-rata 82,06% yang dikategorikan hasil evaluasi kepuasan pasien terhadap kualitas pelayanan kefarmasian yang diberikan sudah sangat puas, dengan perincian masing-masing dimensi yakni pada dimensi kehandalan yakni sebesar 78,23% pasien menyatakan puas, pada dimensi daya tanggap 79,95% pasien menyatakan puas, pada dimensi jaminan 82,5% pasien menyatakan sangat puas, pada dimensi empati 86,1% pasien menyatakan sangat puas, dan pada dimensi bukti langsung 83,52% pasien menyatakan sangat puas. Simpulan: Tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian rawat jalan Rumah Sakit X, yang dilihat pada lima dimensi servqual, diperoleh hasil bahwa sudah sangat puas, walaupun ada dimensi yang perlu tetap ditingkatkan terutama pada kategori informasi cara penyimpanan obat dan efek samping obat serta penyerahan obat secara tepat waktu, hal ini yang harus di evaluasi lagi agar dapat lebih ditingkatkan dalam pelayanannya.
Kajian administratif resep pada pasien rawat jalan di instalasi farmasi rumah sakit x Di kota Tangerang Selatan Fadhilah, Humaira; Sari Anggraini, Monika; Andriati, Riris
JOURNAL OF Pharmacy and Tropical Issues Vol. 2 No. 1 (2022): June Edition 2022
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/pti.v2i01.192

Abstract

Pendahuluan: Dalam pelayanan resep didahului dengan proses skrining resep yang dapat dilihat dari 3 aspek kelengkapan resep yang mencakup persyaratan administratif, persyaratan klinis, persyaratan farmasetik. Aspek administratif dipilih karena merupakan tahap awal dalam proses skrining resep pada saat resep dilayani diapotek karena mencakup seluruh informasi didalam resep yang berkaitan dengan kejelasan tulisan obat, keabsahan resep, dan kejelasan informasi didalam resep. Tujuan: Untuk melihat persentase kelengkapan administratif resep pada pasien rawat jalan di IFRS X pada periode oktober-desember 2018. Metode: Menggunakan rancangan deskriptif dan metode pengambilan sampel menggunakan metode random sampling, sehingga didapatkan sampel sebanyak 390 lembar resep. Pengambilan sampel dilakukan dengan mengamati seluruh resep pasien rawat jalan yang masuk selama periode oktober-desember 2018. Dilakukan skrining administratif terhadap 390 lembar resep pasien rawat jalan dengan mengisi tabel pengambilan data (Check list) sesuai dengan aspek kelengkapan resep yang ditinjau. Hasil: Kelengkapan administrasi resep berdasarkan data pasien, meliputi: nama pasien 100%, usia pasien 89,2%, jenis kelamin 100%, berat badan 13,1%, dan alamat pasien 93,3% dan kelengkapan resep berdasarkan legalitas dokter, meliputi: nama dokter 100%, No. SIP dokter 100%, alamat dokter 100%, no telp dokter 100%, paraf dokter 100%, dan tanggal penulisan resep 100%, sedangkan ketidaklengkapan berdasarkan data pasien meliputi; nama pasien 0%, usia pasien 10,8%, jenis kelamin 0%, berat badan 86,9%, dan alamat pasien 6,7%, dan ketidaklengakapan berdasarkan legalitas dokter meliputi; nama dokter 0%, No SIP 0%, alamat dokter 0%, no telpon dokter 0%, paraf dokter 0%, dan tanggal penulisan resep 0%. Simpulan: Dalam hal ini kelengkapan resep secara administratif pada resep pasien rawat jalan di RSU X dinyatakan belum memenuhi aspek administratif resep berdasarkan Permenkes RI No. 58 tahun 2014.  

Page 1 of 1 | Total Record : 5