Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

UJI EFEKTIVITAS ANTIINFLAMASI DALAM SEDIAAN SALEP LIDAH BUAYA (Aloevera L) TERHADAP KELINCI JANTAN (Oryctolagus cuniculus) Falsianingrum, Mupi; Retnaningsih, Agustina; Feladita, Niken
Jurnal Analis Farmasi Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v8i1.9915

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas salep antiinflamasi ekstrak lidah buaya (Aloevera L) terhadap kelinci jantan. Perlakuan dilakukan pada tiga kelompok kelinci, setiap kelompok terdiri dari dua ekor kelinci. Kelompok pertama diberikan sediaan salep dengan konsentrasi ekstrak 10%. Kelompok kedua diberikan sediaan salep dengan konsentrasi ekstrak 15% dan kelompok ketiga diberikan sediaan salep dengan konsentrasi ekstrak 20%. Pengolesan dilakukan satu kali sehari dan pengamatan penyembuhan radang dilakukan selama tujuh hari. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, pada sediaan salep dengan konsentrasi ekstrak 20% menunjukan efektivitas penyembuh peradangan terhadap kelinci jantan pada hari ke-4, salep dengan konsentrasi ekstrak 15% menunjukkan efektivitas penyembuh peradangan terhadap kelinci jantan pada hari ke-4 dan ke-5 untuk salep dengan konsentrasi ekstrak 5% menunjukkan efektivitas penyembuh peradangan terhadap kelinci jantan pada hari ke-6. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa sediaan salep ekstrak lidah buaya (Aloevera L) efektif dalam penyembuhan peradangan, sediaan salep yang paling efektif yaitu pada sediaan salep dengan konsentrasi ekstrak 20%.
Formulasi Hair Tonic Kombinasi Ekstrak Etanol Ampas Kopi dan Limbah Kulit Pisang Kepok Feladita, Niken; Astuti, Sri; Saputra, Anggi
Jurnal Analis Farmasi Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v8i2.12911

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak etanol ampas kopi dan kulit pisang kepok dalam pembuatan hair tonic sebagai penumbuh rambut. Hair tonic merupakan produk yang digunakan untuk merangsang pertumbuhan rambut dan mencegah rambut rontok. Pada penelitian ini ekstrak etanol dibuat dari ampas kopi dan kulit pisang kepok, kemudian diujikan pada kelinci secara in vivo. Metode percobaan yang digunakan meliputi pengumpulan ampas kopi dan kulit pisang kepok, ekstraksi menggunakan pelarut etanol, dan pembuatan hair tonic. formulasi dengan kombinasi konsentrasi ekstrak ampas kopi : ekstrak kulit pisang masing-masing 15:15, 20:15, 15:20. Uji kualitatif dan kuantitatif dilakukan terhadap ekstrak untuk mengidentifikasi komponen aktif yang terkandung di dalamnya. Tonik rambut yang dihasilkan diaplikasikan pada area tertentu pada kulit kelinci yang telah dikelompokkan ke dalam kelompok perlakuan dan kontrol. Pengamatan dilakukan secara berkala untuk memantau pertumbuhan rambut. Hasil penelitian ini adalah kondisi (5) yang terdiri dari perbandingan konsentrasi 15:20 untuk masing-masing ekstrak etanol ampas kopi dan ampas kulit pisang kapuk merupakan pertumbuhan rambut paling panjang. Selain itu, pertumbuhan rambut paling tebal terdapat pada kondisi (4) yang terdiri dari perbandingan konsentrasi 20:15 untuk masing-masing ekstrak etanol ampas kopi dan ampas kulit pisang kapuk merupakan pertumbuhan rambut paling lama.
UJI EFEKTIVITAS ANTIINFLAMASI DALAM SEDIAAN SALEP LIDAH BUAYA (Aloevera L) TERHADAP KELINCI JANTAN (Oryctolagus cuniculus) Falsianingrum, Mupi; Retnaningsih, Agustina; Feladita, Niken
Jurnal Analis Farmasi Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v8i1.9915

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas salep antiinflamasi ekstrak lidah buaya (Aloevera L) terhadap kelinci jantan. Perlakuan dilakukan pada tiga kelompok kelinci, setiap kelompok terdiri dari dua ekor kelinci. Kelompok pertama diberikan sediaan salep dengan konsentrasi ekstrak 10%. Kelompok kedua diberikan sediaan salep dengan konsentrasi ekstrak 15% dan kelompok ketiga diberikan sediaan salep dengan konsentrasi ekstrak 20%. Pengolesan dilakukan satu kali sehari dan pengamatan penyembuhan radang dilakukan selama tujuh hari. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, pada sediaan salep dengan konsentrasi ekstrak 20% menunjukan efektivitas penyembuh peradangan terhadap kelinci jantan pada hari ke-4, salep dengan konsentrasi ekstrak 15% menunjukkan efektivitas penyembuh peradangan terhadap kelinci jantan pada hari ke-4 dan ke-5 untuk salep dengan konsentrasi ekstrak 5% menunjukkan efektivitas penyembuh peradangan terhadap kelinci jantan pada hari ke-6. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa sediaan salep ekstrak lidah buaya (Aloevera L) efektif dalam penyembuhan peradangan, sediaan salep yang paling efektif yaitu pada sediaan salep dengan konsentrasi ekstrak 20%.
Formulasi Hair Tonic Kombinasi Ekstrak Etanol Ampas Kopi dan Limbah Kulit Pisang Kepok Feladita, Niken; Astuti, Sri; Saputra, Anggi
Jurnal Analis Farmasi Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v8i2.12911

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak etanol ampas kopi dan kulit pisang kepok dalam pembuatan hair tonic sebagai penumbuh rambut. Hair tonic merupakan produk yang digunakan untuk merangsang pertumbuhan rambut dan mencegah rambut rontok. Pada penelitian ini ekstrak etanol dibuat dari ampas kopi dan kulit pisang kepok, kemudian diujikan pada kelinci secara in vivo. Metode percobaan yang digunakan meliputi pengumpulan ampas kopi dan kulit pisang kepok, ekstraksi menggunakan pelarut etanol, dan pembuatan hair tonic. formulasi dengan kombinasi konsentrasi ekstrak ampas kopi : ekstrak kulit pisang masing-masing 15:15, 20:15, 15:20. Uji kualitatif dan kuantitatif dilakukan terhadap ekstrak untuk mengidentifikasi komponen aktif yang terkandung di dalamnya. Tonik rambut yang dihasilkan diaplikasikan pada area tertentu pada kulit kelinci yang telah dikelompokkan ke dalam kelompok perlakuan dan kontrol. Pengamatan dilakukan secara berkala untuk memantau pertumbuhan rambut. Hasil penelitian ini adalah kondisi (5) yang terdiri dari perbandingan konsentrasi 15:20 untuk masing-masing ekstrak etanol ampas kopi dan ampas kulit pisang kapuk merupakan pertumbuhan rambut paling panjang. Selain itu, pertumbuhan rambut paling tebal terdapat pada kondisi (4) yang terdiri dari perbandingan konsentrasi 20:15 untuk masing-masing ekstrak etanol ampas kopi dan ampas kulit pisang kapuk merupakan pertumbuhan rambut paling lama.
Uji Daya Hambat Formulasi Facial Wash Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica (L) Urb) Sebagai Anti Jerawat Terhadap Bakteri Propionibacterium acne Dengan Metode Difusi Sumuran Feladita, Niken; Purnama, Robby Candra; Miharia, Rima Sari
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 1 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i1.20475

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektivitas sediaan facial wash dengan bahan aktif ekstrak daun pegagan (Centella asiatica) sebagai antijerawat terhadap bakteri propionibacterium acnes. Ekstrak yang diperoleh dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dibuat dalam 3 seri konsentrasi 5%, 10% dan 15% dibuat kedalam sediaan facial wash dengan formula yang sama kemudian diujikan pada bakteri propionibacterium acne dengan menggunakan metode difusi sumuran. facial wash dengan bahan aktif ekstrak daun pegagan dinyatakan memenuhi syarat sediaan facial wash yang baik, setelah dilakukan beberapa parameter pengujian evaluasi sediaan facial wash. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan nilai Konsentrasi hambat minimum (KHM) ekstrak daun pegagan (Centella asiatica) yang dibuat dalam sediaan facial wash diperoleh pada konsentrasi 5% terhadap bakteri propionibacterium acne dengan diameter hambat 23,2866 mm.
SCREENING AND DETERMINATION OF EMULSIFICATION ACTIVITY OF SURFACTANT-PRODUCING BACTERIA FROM PALM OIL INDUSTRY LIQUID WASTE Elsyana, Vida; Alvita, Livia Rhea; Afifah, Dian Ayu; Feladita, Niken; Setiawan, Panji
Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol 16, No 2 (2025): May 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpmipa.v16i2.90726

Abstract

Biosurfactants are natural surfactants produced by certain microorganisms (bacteria, fungi, and yeast) and are considered the best candidates for replacing synthetic surfactants. Bacteria isolated from oil spill areas have shown the ability to produce biosurfactants. This study enriched bacteria from anaerobic wastewater of palm oil industry in Lampung then isolated and screened natural surfactant-producing bacteria and measured their emulsification activity. Screening of surfactant-producing bacteria was carried out using oil spreading assay and their emulsification activity was measured based on the emulsification index (EI). The results of the study obtained 7 bacterial isolates and all showed positive results in the oil spreading assay. The highest emulsification index (EI) was produced by the fifth isolate (LAC5) with a value of 42.32%. These results show the potential for emulsification activity of biosurfactants produced by anaerobic wastewater bacteria from palm oil industry ponds.
Uji Daya Hambat Formulasi Facial Wash Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica (L) Urb) Sebagai Anti Jerawat Terhadap Bakteri Propionibacterium acne Dengan Metode Difusi Sumuran Feladita, Niken; Purnama, Robby Candra; Miharia, Rima Sari
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 1 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i1.20475

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektivitas sediaan facial wash dengan bahan aktif ekstrak daun pegagan (Centella asiatica) sebagai antijerawat terhadap bakteri propionibacterium acnes. Ekstrak yang diperoleh dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dibuat dalam 3 seri konsentrasi 5%, 10% dan 15% dibuat kedalam sediaan facial wash dengan formula yang sama kemudian diujikan pada bakteri propionibacterium acne dengan menggunakan metode difusi sumuran. facial wash dengan bahan aktif ekstrak daun pegagan dinyatakan memenuhi syarat sediaan facial wash yang baik, setelah dilakukan beberapa parameter pengujian evaluasi sediaan facial wash. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan nilai Konsentrasi hambat minimum (KHM) ekstrak daun pegagan (Centella asiatica) yang dibuat dalam sediaan facial wash diperoleh pada konsentrasi 5% terhadap bakteri propionibacterium acne dengan diameter hambat 23,2866 mm.
Pengembangan Briket Sekam Padi untuk Pemberdayaan Petani Desa Ogan Jaya, Lampung Utara Hidayat, Rahmat; Saputra, Anggi; Fitria, Murni; Feladita, Niken
Jurnal Nusantara Mengabdi Vol. 5 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/jnm.v5i1.5717

Abstract

Purpose: This program aims to empower farmer groups to utilize rice husk waste into alternative fuel through simple briquette-making technology based on the circular economy concept. Methodology/approach: The program employed a participatory approach, involving local communities through several stages, including socialization, environmental education, and technical training on briquette production. The training covered rice husk carbonization, binder preparation, briquette molding, and drying processes. Evaluation was carried out through participant involvement observation, pre-test and post-test assessments, and product quality trials. Results/findings: The results show a significant increase in community knowledge, with over 39% improvement between pre-test and post-test scores. Participants, particularly farmer group members, showed high enthusiasm throughout the activities, and more than 75% successfully produced briquettes independently. A simple briquette press tool was also handed over to the community and proven to be functional and easy to operate. Conclusions: The program effectively enhanced community skills and awareness in renewable energy utilization. Simple technology can convert agricultural waste into economic value while supporting environmental sustainability. Limitations: The short implementation period restricted long-term mentoring and evaluation of sustainability. The number of participants was limited to 15 farmers, reducing generalizability. Moreover, no detailed economic or environmental assessments were conducted, so efficiency and emission impacts remain unquantified. Contribution: This program enhances community capacity in utilizing rice husk waste through simple briquette-making technology. It promotes renewable energy awareness, supports the circular economy, and strengthens collaboration between universities and farmer groups as a replicable model for rural energy innovation.
EDUKASI PEMBUATAN SNACK NUTRASETIKA DAUN KELOR SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN MASYARAKAT DI KELURAHAN SEGALAMIDER KOTA BANDAR LAMPUNG Mahdiyyah, Ade Abiyyatun; Arta, Alfa Frista; Megawati, Selvi; Thursina, Cut Syarifa; Nurkhalika, Rachmi; Feladita, Niken; Wulandari, Shinta
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 9 No 02 (2026): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol9.no02.a10888

Abstract

  Daun kelor (Moringa oleifera L.) kaya metabolit sekunder seperti flavonoid, antosianin, tanin, alkaloid, dan saponin yang berperan sebagai antioksidan, imunomodulator, antikanker, dan antibakteri. Potensi ini menjadikan daun kelor sebagai bahan unggul untuk produk nutrasetika, termasuk inovasi snack sehat yang bergizi, aman, dan memiliki efek terapi. Mitra Mangga Dua, komunitas ibu rumah tangga di Kelurahan Segalamider, Kota Bandar Lampung, masih memiliki pengetahuan terbatas mengenai pemanfaatan daun kelor dan pengolahan pangan fungsional. Pengembangan snack sehat berbahan daun kelor dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pangan bergizi sekaligus mendukung tujuan SDGs ke-3 dan SDGs ke-8. Produk ini juga berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan dan memberi nilai tambah ekonomi. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan memberikan edukasi pembuatan snack sehat daun kelor kepada komunitas Mangga Dua. Kegiatan ini diikuti oleh 18 peserta, mencakup penyuluhan, demonstrasi pembuatan produk, serta pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang sangat signifikan, dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 30,00% yang meningkat menjadi 96,66% pada post-test. Analisis statistik menunjukkan nilai p = 0.004 (p < 0.05), menandakan adanya perbedaan bermakna sebelum dan sesudah edukasi. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi dan demonstrasi efektif meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan daun kelor sebagai pangan fungsional bernilai gizi dan ekonomis