cover
Contact Name
Socio Religia
Contact Email
Socio Religia
Phone
-
Journal Mail Official
luthfisalim@radenintan.ac.id
Editorial Address
https://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/sr/about/editorialTeam
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Socio Religia
ISSN : 27152065     EISSN : 30470919     DOI : -
Jurnal Socio Religia invites scientists, researchers, and students to contribute their research related to the fields of sociology of religion, such as religious society, multicultural society, Conflict, gender, social development, family and relationship, democracy, social movement, urban and rural society, Pesantren Sociology, social psychology and interfaith social relations either textual or field research with a social perspective, especially in theoretical framework of sociology of religion
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2022)" : 5 Documents clear
FUNGSI SOSIAL KOMUNITAS JENDELA TERHADAP PEMBINAAN RELIGIUSITAS ANAK PEMULUNG (Studi Di Kelurahan Bakung Kecamatan Teluk Betung Barat Kota Bandar Lampung) Fadila, Eka
Socio Religia Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/sr.v3i1.13000

Abstract

Komunitas Jendela Lampung hadir di dalam kehidupan anak-anak pemulung guna menjadi wadah bagi anak-anak pemulung dalam sektor pendidikan, keagamaan, mengembangkan potensi diri, membuka wawasan, mendapatkan pengalaman, menumbuhkan kepercayaan diri, memotivasi dan mendukung anak-anak belajar secara gratis terkhusus anak-anak pemulung yang kurang dalam sektor pendidikan yang berada di sekeliling Bandar Lampung. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana pembinaan religiusitas komunitas jendela terhadap anak pemulung di Kelurahan Bakung Kecamatan Teluk Betung Barat Kota Bandar Lampung? Apa faktor pendukung dan penghambat pembinaan yang dilakukan komunitas jendela Studi di Kelurahan Bakung Kecamatan Teluk Betung Barat Kota Bandar Lampung.? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pembinaan komunitas jendela terhadap pembinaan religiusitas anak pemulung di Kelurahan Bakung Kecamatan Teluk Betung Barat Kota Bandar Lampung dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat komunitas jendela di Kelurahan Bakung Kecamatan Teluk Betung Barat Kota Bandar Lampung. Peneliti ini menggunakan metode jenis penelitian lapangan atau field research, Peneliti memilih batasan pemilihan informan dan tempat penelitian. Peneliti ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan sosiologis. Metode pengumpulan data dengan menggunakan 3 metode yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisa data ada 3 yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Metode penarikan kesimpulan dengan menggunakan metode deduktif. Hasil penelitian ini Fungsi sosial komunitas jendela dalam membina religiusitas anak pemulung yakni suatu pengaruh yang di berikan komunitas jendela terhadap anak-anak pemulung dalam pembinaan religiusitas seperti belajar sholat dengan menjelaskan apa itu sholat, seberapa pentingnya sholat di kehidupan sehari-hari, mengenalkan bacaan sholat, belajar berpuasa dan buka puasa bersama dengan diawali kultum dari komunitas jendela, mengaji dengan belajar membaca iqro, Al-quran, juzamma, dan muroja’ah, serta peringatan hari besar Islam. Faktor pendukung pembinaan religiusitas yang dilakukan komunitas jendela yakni orang tua dari anak-anak dan faktor pendukung dari luar seperti membuka donasi kemudian hasil dari donasi tersebut di realisasikan kepada anak-anak. Sedangkan Faktor penghambatnya yaitu volunteer kurang membackup karena kegiatan di komunitas jendela disini hanya satu minggu sekali, adanya pandemi covid-19, minimnya pengetahuan keagamaan dari orang tuanya, dan faktor lingkungan, sehingga kegiatan mereka tidak bisa berjalan dengan maksimal.
PERAN PENGURUS PAC PENCAK SILAT NU PAGAR NUSA DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI RELIGIUSITAS DI KECAMATAN NGAMBUR KABUPATEN PESISIR BARAT ., Halimah
Socio Religia Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/sr.v3i1.13001

Abstract

Pagar Nusa merupakan satu-satunya pencak silat dibawah naungan Nahdatul Ulama namun pada faktanya anggota Pagar Nusa sendiri kurang mengetahui nilai-nilai religiusitas. Peran pengurus PAC pencak silat Nu pagar nusa memberikan pelatihan, pengembangan serta menanamkan nilai-nilai religiusitas berupa nilai keagamaan (keagamaan), nilai ibadah (syari’ah) dan akhlak yang diwujudkan dalam bentuk materi keagamaan, dzikir manaqib, shalat berjama’ah. Latihan rutin  sehingga atas upaya tersebut  dengan beriringnya waktu anggota Pagar Nusa semakin memahami nilai-nilai religiusitas tersebut yang menjadikan anggota Pagar Nusa bukan hanya anggota Pagar Nusa yang fasih akan beladiri saja tetapi juga menjadi insan yang bertaqwa. Fokus penelitian ini bagaimana peran pengurus PAC dan apa hambatan dari pengurus PAC dalam menanamkan nilai-nilai religiusitas. Metode penelitian menggunakan field reaserch dengan pendekatan sosio-antropologis. Batasan informan yaitu informan kunci, utama dan tambahan serta tempat penelitian di Kecamatan Ngambur kabupaten Pesisir Barat. Jenis penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Peran pengurus PAC adalah memberikan pelatihan dan pengembangan serta berperan dalam menanamkan nilai-nilai religiusitas dengan mengadakan kegiatan yang didalamnya mengandung nilai-nilai religiusitas berupa manaqib, materi keagamaan dan shalat serta latihan rutin yang diamalkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari yang lebih baik. Hambatan yang dialami oleh pengurus PAC dalam menanamkan nilai-nilai religiusitas adalah tingkat pendidikan, profesi serta usia anggota pagar nusa yang berbeda-beda, lokasi diadakannya kegiatan sulit dijangkau, serta adanya Covid-19.
Peran Organisasi Garuda Kali Balau Kencana Dalam Meningkatkan Solidaritas Masyarakat Kota Melalui Kegiatan Sosial Dan Keagamaan (Studi Di Kelurahan Kali Balau Kencana Kecamatan Kedamaian Bandar Lampung) Saputri, Anggi
Socio Religia Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/sr.v3i1.13002

Abstract

Organisasi Garuda Kali Balau Kencana adalah organisasi sosial wadah pengembangan generasi muda yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh, dan untuk masyarakat terutama generasi muda di wilayah desa/kelurahan yang berkembang di bidang kesejahteraan sosial, dibentuk untuk menumbuhkan dan mengembangkan setiap anggota masyarakat yang berkualitas, terampil, cerdas, agamis, inovatif dan berkarakter khususnya generasi muda. Dan berperan dalam meningkatkan solidaritas sosial setiap anggota dan masyarakat di Kelurahan Kali Balau Kencana secara terpadu, terarah, menyeluruh, serta berkelanjutan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana Peran organisasi Garuda Kali Balau Kencana dalam meningkatkan solidaritas masyarakat melalui kegiatan sosial dan keagamaan di Kelurahan Kali Balau Kencana? Apakah faktor pendorong dan penghambat organisasi Garuda KBK dalam meningkatkan solidaritas masyarakat melalui kegiatan sosial dan keagamaan di Kelurahan Kali Balau Kencana? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran organisasi Garuda Kali Balau Kencana dalam meningkatkan solidaritas masyarakat melalui kegiatan sosial dan keagamaan di Kelurahan Kali Balau Kencana dan untuk mengetahui faktor pendorong dan penghambat organisasi Garuda KBK dalam meningkatkan solidaritas masyarakat melalui kegiatan sosial dan keagamaan di Kelurahan Kali Balau Kencana. Peneliti ini menggunakan metode jenis penelitian lapangan atau field research. Peneliti memilih batasan pemilihan informan dan tempat penelitian. Peneliti ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan sosiologis. Metode pengumpulan data dengan menggunakan 3 metode yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisa data ada 3 yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Metode penarikan kesimpulan dengan menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian ini Peran organisasi Garuda KBK Dalam meningkatakan solidaritas masyarakat kota melalui kegiatan sosial dan keagamaan terhadap masyarakat di Kelurahan Kali Balau Kencana adalah dengan memprogram kegiatan sosial dan keagamaan seperti bergotong-royong, bakti sosial, memperingati hari besar nasional, Bimbingan belajar anak-anak, Senam aerobik. Dan dalam kegiatan keagamaan yaitu yasinan, tadarusan, takziyah, memperingati hari besar Islam. Terciptanya solidaritas antar masyarakat disebabkan mereka terlibat dalam aktifitas yang sama yang tidak hanya melibatkan secara material saja melainkan secara fisik masyarakat terjun langsung ke lapangan berbaur menjadi satu. Faktor pendorong dalam meningkatkan solidaritas  masyarakat yakni dukungan masyarakat dan orang tua. faktor pendukung dari luar seperti membuka donasi kemudian hasil dari donasi tersebut direalisasikan dalam menjalankan kegiatan. Sedangkan faktor penghambat yaitu adanya pandemi covid-19 sehingga kegiatan dibatasi, sulitnya mengajak masyarakat karena memiliki sifat individualistis, kurangnya wawasan karena para anggota masih berpengetahuan minim, kehadiran anggota organisasi yang sedikit karena sibuk dengan kesibukan masing-masing.
AGAMA DAN TRADISI TEKEBAYAN MASYARAKAT ADAT LAMPUNG PEPADUN DI DESA PANARAGAN JAYA KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT Yuniasari, Ella
Socio Religia Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/sr.v3i1.13003

Abstract

Di Desa Panaragan Jaya Kabupaten Tulang Bawang Barat  juga merupakan salah satu desa kecil yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan masih menjalankan tradisi. Sehingga tak jarang ketika akan mengadakan acara pernikahan masih menggunakan kebudayaan daerah setempat,seperti halnya ketika akan mengadakan acara pernikahan, akan banyak hal yang harus di persiapkan seperti undangan, tarub, dan lain sebagaianya.  Tradisi Tekebayan merupakan sebuah tahapan dalam prosesi adat pernikahan sebambangan pada masyarakat Lampung Pepadun, tradisi ini diperuntukkan bagi wanita untuk menunggu sejak masa dilarikan hingga pelaksanaan akad nikah. Tekebayan yang dimaksud dalam penelitian  ini adalah proses menunggu menjelang dilaksanakannya akad nikah bagi seorang wanita yang dilarikan dari rumah orang tuanya dan diharuskan tinggal dalam satu rumah dengan pihak laki-laki yang melarikannya. Tradisi tekebayan  dalam masyarakat Desa Panaragan Jaya tersebut memang sudah turun temurun dari zaman nenek moyang karena dibuat dari hasil bumi. Permasalahan dalam penelitian ini adalah Bagaimana nilai-nilai ajaran Islam pada tradisi Tekebayan  Masyarakat Adat Lampung Pepadun di Desa Panaragan Jaya Kabupaten Tulang Bawang Barat dan Bagaimana faktor-faktor yang menyebabkan tetap berlangsungnya pelaksanaan tradisi Tekebayan  pada Masyarakat Adat Lampung Pepadun di Desa Panaragan Jaya Kabupaten Tulang Bawang Barat. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). Sumber data: Primer dikumpulkan melalui interview, observasi, maupun dokumen, dan Sekunder dikumpulkan melalui dokumen-dokumen resmi, buku-buku ilmiah, hasil penelitian dan karya ilmiah yang berhubungan dengan objek penelitian. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif digunakan untuk menganalisa data kemudian  mengambil sebuah kesimpulan yang bersifat umum. Berdasarkan hasil penelitian dalam skripsi ini dapat ditarik kesimpulan bahwa Pelaksanaan tradisi tekebayan  adat Lampung Pepadun di desa Panaragan Jaya ada yang terdapat nilai Islam karena kesepakatan untuk melakukan sebambangan yakni tekebayan. Pelaksanaan tekebayan yang dilakukan di Desa Panaragan Jaya sudah sesuai dengan ajaran Islam karena Perkawinan tetap dilangsungkan dengan ijab dan qabul sebagaimana yang telah diajarkan dalam ajaran Islam serta dilangsungkan di hadapan pegawai pencatat nikah. Adapun nilai-nilai Islam yang terdapat dalam tradisi tekebayan dapat dilihat dari praktek pelaksanaannya adalah antara lain: (1) Nilai moral, (2) Nilai kerjasama, (3) nilai  kasih sayang dan (5) nilai Amar Ma’ruf Nahi Mungkar.. Faktor-faktor penyebab masyarakat desa Panaragan Jaya tetap melaksanakan pernikahan dengan kawin lari yang mengakibatkan adanya tekebayan adalah karena rencana pernikahan bujang dan gadis tidak mendapat persetujuan dari orang tua, alasan yang di kemukakan antara lain: (a) Tidak direstui orang tua, (b) Mahar yang terlalu tinggi, (c) Laki-laki dan perempuan telah melakukan perbuatan zina (perempuan hamil duluan), (d) Faktor adat atau tradisi adat.
PERAN MODERASI BERAGAMA PADA KOMUNITAS SENI TAMAN SUROPATI JAKARTA Romlah, Listiyani Siti; Purnama, Rahmad; Khofipah, Nuzzulul
Socio Religia Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/sr.v3i1.13004

Abstract

Indonesia memiliki masyarakat yang multibudaya, Modernisasi beragama adalah kehidupan umat manusia yang berhubungan dengan kewjiban menjalankan ajaran agamanya dimana terpengaruhi oleh perubahan sistem politik, keagamaan, ekonomi psikologi, ilmu pegetahuan, kemajuan teknologi dan informasi.Sebagai bangsa yang masyarakatnya amat majemuk, kita sering menyaksikan adanya bentrok sosial akibat banyak perbedaan cara pandang baik dalam  segi budaya, bahasa maupun masalah keagamaan. Bentrok sosial seperti ini tentunya dapat mengganggu persatuan dan kesatuan yang ada di Tanah Air kita Indonesia, ada umat beragama yang memperkeruh pandangan keagamaannya dengan ritual budaya lokal seperti sedekah laut, sesajen, festival kebudayaan, atau ritual budaya lainnya sehingga Agama tidak murni lagi karena disebabkan tercampur oleh kebudayaan. Dalam kasus  lain kita  menjumpai adanya penolakan pembangunan rumah ibadah di suatu daerah, meski syarat dan ketentuannya sudah di penuhi namun,Karena umat mayoritas di daerah itu tidak menghendaki, masyarakat pun jadi berkelahi dan Alhasil tidak dapat terlaksana dengan baik. Konflik kemasyarakatan dan pemicu ketidak harmonisan  masyarakat yang pernah terjadi dimasa lalu berasal dari kelompok ekstrim kiri (komunisme) dan ekstrim kanan (Islamisme). Yudi (2014 : 251) menyebutkan  ancaman disharmoni dan ancaman negara kadang berasal dari globalisasi dan Islamisme, disebut dua fundamentalisme : pasar dan agama[1].Dalam hal  fundamentalisme agama, maka penting menghindari disharmoni perlu ditumbuhkan  cara beragama yang moderat, atau cara ber-Islam yang inklusif atau sikap beragama yang terbuka, yang disebut sikap moderasi beragama. hal yang dapat kita tanamakan dalam setiap diri adalah jangan jadikan perbedaan sebagai penghalang namun jadikanlah sesuatu yang wajib kita syukuri sebagai keindahan yang akan mewujudkan suasana rukun dan damai yang kita idam-idamkan bersama. Komunitas Taman Seni Suropati Jakarta sebagai salah satu wadah yang dapat mempersatukan masyarakat dengan berbagai latar belakang menjungjung tinggi moderasi beragama sehingga toleransi di dalamnya tetap terjaga.[1] Faisal Ismail, Islam, Droktin dan Isu-Isu Kontemporer. (Yogyakarta: IRCiSoD, 2016) h.58-59

Page 1 of 1 | Total Record : 5