cover
Contact Name
Socio Religia
Contact Email
Socio Religia
Phone
-
Journal Mail Official
luthfisalim@radenintan.ac.id
Editorial Address
https://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/sr/about/editorialTeam
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Socio Religia
ISSN : 27152065     EISSN : 30470919     DOI : -
Jurnal Socio Religia invites scientists, researchers, and students to contribute their research related to the fields of sociology of religion, such as religious society, multicultural society, Conflict, gender, social development, family and relationship, democracy, social movement, urban and rural society, Pesantren Sociology, social psychology and interfaith social relations either textual or field research with a social perspective, especially in theoretical framework of sociology of religion
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2024): Socio Religia" : 5 Documents clear
Hubungan Antara Adversity Quotient Dengan Psychological Well-Being Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Yuliandri, Gelvin Tri; Pismawenzi, Pismawenzi; Khair, Nurul Fadhilah
Socio Religia Vol. 5 No. 2 (2024): Socio Religia
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/sr.v5i2.5685

Abstract

Proses penyelesaian skripsi membuat mahasiswa menghadapi berbagai hambatan atau kesulitan, yang menyebabkan mereka memiliki rasa takut bertemu dengan dosen pembimbing yang berdampak terhadap penurunan psychological well-being. Berbeda dengan mahasiswa yang memilik adversity quotient yang baik. Mahasiswa yang memiliki adversity quotient tinggi akan memiliki kemampuan untuk bertahan dan terus berjuang dalam menyelesaikan skripsi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif dengan menggunakan skala adversity quotient dan skala psychological well-being. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 292 mahasiswa akhir fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Imam Bonjol Padang, yang dipilih melalui teknik simple random sampling sejumlah 166 mahasiswa. Berdasarkan hasil kategorisasi didapatkan hasil bahwa kategori adversity quotient dan psychological well-being pada mahasiswa akhir Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Imam Bonjol Padang sedang. Dengan nilai pearson correlation variabel adversity quotient dan psychological well-being sebesar 0.691 dengan signifikan 0.001. Hasil tersebut menunjukkan bahwa adanya hubungan yang positif antara adversity quotient dengan psychological well-being, artinya semakin tinggi adversity quotient mahasiswa, maka semakin tinggi juga psychological well-being-nya. Begitu juga sebaliknya semakin rendah adversity quotient mahasiswa, maka semakin rendah juga psychological well-being-nya
Dinamika Modernisasi Agama : Eksplorasi Penafsiran Baru, Adaptasi Praktik, dan Menghadapi Tantangan Kontemporer Fikriyah, Khusnul
Socio Religia Vol. 5 No. 2 (2024): Socio Religia
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/sr.v5i2.22716

Abstract

Agama merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan masyarakat yang secara konstan mengalami dinamika. Seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, modernisasi agama juga mengalami perubahan yang signifikan. Modernisasi agama merupakan proses yang tidak bisa dihindari dalam perkembangan sosial dan budaya. Kemajuan teknologi dan globalisasi juga memberikan dampak yang signifikan terhadap dinamika modernisasi agama. Agama harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan juga menjawab tantangan-tantangan baru yang muncul akibat globalisasi. Penafsiran baru terhadap ajaran agama memiliki dampak signifikan pada pemahaman dan praktik keagamaan. Misalnya, umat beragama mendapatkan pemahaman yang lebih luas dan dinamis tentang ajaran agama mereka, yang dapat mengarah pada praktik keagamaan yang lebih relevan dengan kehidupan modern. Gerakan reformasi dan pembaruan dalam berbagai agama berusaha memperbarui praktik dan pemahaman keagamaan. Pemanfaatan  teknologi  melalui  pendekatan  inovatif  dan  integratif pendidikan  agama  islam  dapat  mengarahkan  untuk  memahami  dan  mengelola  dimensi  spiritual ditengah    kompleksitas    tantangan    kontemporer. Secara keseluruhan, adaptasi praktik keagamaan dalam menghadapi perubahan zaman dan teknologi menciptakan peluang bagi agama untuk berkembang dan tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan umat.
Islamic Ethics and Self-Development: Communitarian, Individualist and Pietistic Perspectives Belhaj, Abdessamad
Socio Religia Vol. 5 No. 2 (2024): Socio Religia
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/sr.v5i2.23860

Abstract

Islamic self-help literature is one of the most widely read and widespread literature among Muslims today. However, an in-depth study of Islamic self-help discourse, the producers of this literature, and the context in which it emerged is still very limited. This literature plays an important role in how Islamic ethics is understood and practiced, although its influence has still not been adequately researched. This article seeks to fill this gap by exploring three widely circulated discourses of Islamic self-help, namely the works of al-Hāshimī, Ayad, and al-ʻArīfī. This research aims to: (1) analyze the structure and coherence of these discourses, and (2) understand their role in bridging Islamic ethics with global ethics. The study identifies three main discourses: deontological-communitarian, holistic-individualistic, and global-pietistic, based on the work of three authors who have received international attention, particularly in the West. The results show that Islamic ethics explicitly interact with global ethics, both in theory about the self (autonomy, the search for happiness, harmony of body and mind, pleasure, etc.) and in practice (management, socio-political activities, sports, etc.). These findings underscore the importance of reading Islamic ethics in an ever-evolving modern context. Although based on a limited sample of texts, the study provides relevant preliminary insights to expand the study of Islamic ethics in other areas, such as business and bioethics.
Menghadapi Ghazwul Fikri: Bagaimana Budaya Populer Menjadi Tantangan Bagi Keyakinan Islam Di Era Digital Zulyatina, Riza Natania; Munadziroh, Amilah; Salsabila, Aisyah Naurah
Socio Religia Vol. 5 No. 2 (2024): Socio Religia
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/sr.v5i2.24944

Abstract

Di era digital saat ini, Ghazwul Fikri yang semakin intensif melalui budaya populer menjadi tantangan serius bagi keimanan Gen Z Muslim. Dengan maraknya penggunaan media sosial, generasi muda semakin terpapar konten-konten yang mempromosikan nilai-nilai sekuler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana Gen Z Muslim menyadari adanya fenomena Ghazwul Fikri serta dampaknya terhadap keyakinan dan keimanan mereka, khususnya dalam konteks budaya populer seperti fun, food, dan fashion.  Penelitian ini juga bertujuan untuk memahami sejauh mana Ghazwul fikri tersebar di kalangan Gen Z Muslim, bagaimana respons mereka dalam menghadapi tantangan ini, serta langkah-langkah yang diambil untuk menjaga keimanan mereka di tengah gempuran budaya populer. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara dan studi literatur. Kemudian, analisis data yang menggunakan teknik analisis tematik. Berdasarkan penelitian, diketahui bahwa Gen Z Muslim sudah mulai terpapar oleh pengaruh Ghazwul Fikri melalui budaya populer yang tersebar luas di media sosial. Meskipun sebagian belum menyadarinya, hal ini berpotensi melemahkan keyakinan dan keimanan mereka secara signifikan. Jika tidak diatasi, dampaknya bisa sangat serius bagi generasi mendatang, salah satunya seperti hilangnya kebanggaan menjadi muslim. Dengan begitu, penelitian ini menegaskan pentingnya kesadaran dan langkah preventif dari Gen Z Muslim untuk menjaga identitas dan keimanan mereka.
Transformasi Nilai Religius di Era Digital: Analisis Literatur Berdasarkan Tujuan Hifz al-‘Aql Syamraeni, Syamraeni; Sholichah, Hidayatus; Al fajar, Adam Hafidz
Socio Religia Vol. 5 No. 2 (2024): Socio Religia
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/sr.v5i2.25552

Abstract

Penelitian bertujuan untuk memahami proses digitalisasi yang mempengaruhi nilai-nilai keagamaan serta bagaimana prinsip Hifz al-'Aql dapat digunakan untuk menjaga akal dari pengaruh negatif digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian literatur. Proses pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran sistematis terhadap jurnal, artikel akademik, dan sumber literatur lainnya yang relevan. Data yang dikumpulkan dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola, tren, dan kekeliruan dalam literatur terkait digitalisasi nilai-nilai keagamaan. Tahapan penelitian meliputi seleksi literatur berdasarkan relevansi, reduksi data untuk mengetahui informasi, dan penyajian data dalam tema-tema utama. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa era digital memiliki dampak signifikan terhadap transformasi nilai keagamaan, yang diterapkan melalui prinsip Hifz al-'Aql dari Maqasid Syariah . Teknologi digital mempermudah akses informasi keagamaan yang lebih luas dan membuka peluang untuk belajar serta beribadah tanpa batas geografis. Namun, digitalisasi juga menimbulkan tantangan berupa distorsi ajaran, penyebaran informasi yang tidak valid, dan kecenderungan penafsiran agama yang lebih individualistik. Prinsip Hifz al-'Aql berperan penting dalam melindungi akal dari informasi manipulatif yang dapat merusak nilai etis dan keagamaan, sekaligus menjadi landasan pengembangan literasi digital berbasis nilai keagamaan. Literasi ini membantu individu memverifikasi informasi, membedakan ajaran yang sahih, dan memanfaatkan teknologi secara etis untuk mendukung aktivitas keagamaan. Penelitian ini mencatat keterbatasan pada pendekatan literatur tanpa data lapangan yang mendalam, sehingga direkomendasikan penelitian empiris dan lintas agama untuk memahami dampak digitalisasi terhadap nilai-nilai keagamaan dalam berbagai tradisi budaya dan spiritual. Prinsip integrasi Hifz al-'Aql menawarkan panduan bijaksana bagi individu dan komunitas keagamaan dalam menghadapi era digital, menjaga integritas nilai-nilai keagamaan, dan memanfaatkan teknologi untuk memperkuat kehidupan beragama.

Page 1 of 1 | Total Record : 5